Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 694

Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing

0

batampos – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI bersama Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam.

Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.

Utamanya, langkah ini didukung dengan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang mencatat 75.575 unit UMKM aktif di Kota Batam hingga akhir 2024.

Jumlah tersebut menegaskan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM, ditunjang posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik internasional.

“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam,” ujar Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza.

Ia menambahkan, program kolaboratif ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama: Akses Permodalan Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas Usaha, serta Penguatan Peluang Investasi dan Kemitraan Industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” lanjutnya.

Sementara itu, Fary Francis menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi di Batam.

“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM dalam memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi bisnis.

Dengan demikian, Fary berharap, kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen serta menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi, dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (*)

Artikel Kolaborasi Wamen UMKM, BP Batam, dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing pertama kali tampil pada Metropolis.

Polda Kepri dan Satgas Pangan Turun ke Pasar, Harga Beras Terpantau Stabil

0
Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan saat inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan retail modern di Batam, Kamis (13/11). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Subdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri bersama Tim Satgas Pangan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan retail modern di Batam, Kamis (13/11).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) beras, baik medium maupun premium, tetap stabil dan tidak melebihi ketentuan pemerintah.

Tiga titik yang menjadi sasaran pemantauan antara lain Pasar Tos 3000 Jodoh, SP Plaza Batuaji, dan pusat grosir modern Indogrosir. Tim gabungan turun langsung ke lapangan memantau harga dan ketersediaan stok di setiap lokasi.

Kanit IV Subdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri, AKP Alfin Dwi Wahyudi Nuntung, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk memastikan kestabilan harga kebutuhan pokok, khususnya beras.

“Untuk wilayah Batam, kami turun di tiga lokasi — Pasar Tos 3000, SP Plaza, dan Indogrosir. Dari hasil pemantauan, harga beras masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah,” ujar Alfin.

Menurutnya, tim Satgas Pangan Polda Kepri secara berkala turun ke pasar-pasar tradisional maupun retail modern. Tujuannya, memastikan harga beras tidak mengalami lonjakan dan stok di seluruh wilayah Kepri tetap aman.

“Kami turun minimal sekali sebulan. Dari hasil pengecekan kali ini, stok beras masih aman dan tidak ditemukan kenaikan harga signifikan,” jelasnya.

Sidak serupa, lanjut AKP Alfin, juga dilakukan serentak di sejumlah wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau. “Bukan hanya di Batam, tim kami juga melakukan pemantauan di Tanjungpinang, Karimun, dan daerah lainnya untuk memastikan harga beras tetap stabil di seluruh Kepri,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, menegaskan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan harga beras di Batam masih terkendali.

“Sudah empat kali kami turun bersama Satgas Pangan. Alhamdulillah, semua harga beras, baik di pasar tradisional maupun retail modern, masih di bawah HET,” kata Mardanis.

Ia menjelaskan, perbandingan dilakukan antara harga beras di pasar tradisional dan di retail modern. Di pasar Tos 3000, harga beras medium masih di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram, sementara di SP Plaza dan Indogrosir sedikit lebih tinggi namun masih di bawah batas tertinggi Rp15.500 per kilogram.

“Perbedaan harga antar lokasi disebabkan faktor biaya transportasi dan distribusi. Namun secara umum, harga di Batam masih sesuai ketentuan dan terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Mardanis juga memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog dan distributor masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Batam hingga beberapa bulan ke depan.

“Kondisi ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang memastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Jadi masyarakat tak perlu khawatir,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri dan Satgas Pangan Turun ke Pasar, Harga Beras Terpantau Stabil pertama kali tampil pada Metropolis.

Cabuli Anak Tirinya, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi Sekupang

0
Ilustrasi.

batampos – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sekupang mengamankan seorang pria berinisial WW, 38, yang diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anak tirinya yang masih berusia 14 tahun. Kasus ini menjadi perhatian publik karena pelaku merupakan orang yang seharusnya melindungi korban.

Peristiwa itu terungkap setelah korban memergoki ayah tirinya merekam dirinya saat mandi pada Selasa (11/11) pagi. Merasa tidak nyaman, korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya PL, 17, yang selanjutnya memberitahukan hal itu kepada ibu mereka, HR, 40.

Setelah mendengar pengakuan anak-anaknya, HR menanyakan langsung kepada suaminya. Dalam perbincangan itu, korban akhirnya mengaku bahwa ayah tirinya telah beberapa kali melakukan perbuatan tidak pantas terhadap dirinya.

Tidak ingin peristiwa tersebut berlanjut, HR segera melapor ke Polsek Sekupang.

Menerima laporan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Sekupang langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi. Korban juga menjalani visum et repertum di fasilitas kesehatan, yang hasilnya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku telah tinggal bersama korban sejak 2016, setelah menikah siri dengan ibu korban, dan baru menikah secara resmi pada 2024.

Pelaku akhirnya diamankan di rumahnya di kawasan Sekupang pada Rabu (12/11) sore tanpa perlawanan, dan langsung dibawa ke Mapolsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait melalui Kanit Reskrim Ipda Riyanto, membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (13/11).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) dan/atau Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Kapolsek Sekupang menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang merusak masa depan anak-anak. Perlindungan anak menjadi prioritas kami,” tegas Kompol Hippal Tua Sirait.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak.

“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa. Jangan ragu untuk melapor,” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Cabuli Anak Tirinya, Pria 38 Tahun Dibekuk Polisi Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.

Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,15 Juta, Naik 22 Persen

0
Ilustrasi. Wisman asal Singapura dan Malaysia memadati Pelabuhan Internasional Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Sektor pariwisata Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Batam selama periode Januari hingga September 2025 mencapai 1.150.567 kunjungan.

Angka ini meningkat sekitar 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencatatkan 943.531 kunjungan. Lonjakan tersebut menegaskan posisi Batam sebagai gerbang utama pariwisata internasional di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus menjadi kontributor terbesar terhadap kunjungan wisman ke Indonesia dari jalur laut.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan kunjungan wisman sepanjang 2025 tidak terlepas dari pemulihan aktivitas perjalanan pascapandemi, serta gencarnya promosi pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di Batam.

“Dari awal tahun, pergerakan wisatawan terus menunjukkan tren positif. Singapura dan Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Batam,” ujar Eko, Kamis (13/11).

Dari total kunjungan September 2025, wisatawan asal Singapura tercatat paling mendominasi dengan 63.125 kunjungan atau 44,47 persen dari total wisman bulan tersebut. Disusul oleh Malaysia dengan 46.190 kunjungan (32,54 persen). Negara lainnya yang juga berkontribusi adalah Cina (4.114 kunjungan), India (3.151), Myanmar (1.812), dan Filipina (1.734).

Kunjungan terbanyak terjadi melalui pelabuhan internasional Batam Center, Nongsa Pura, Harbour Bay, dan Sekupang, serta Bandara Hang Nadim.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kota Batam selama September 2025 tercatat sebesar 52,10 persen. Angka ini turun tipis dibanding Agustus (53,82 persen), namun masih tergolong stabil. Adapun rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang selama September tercatat 1,83 malam, dengan tamu asing menginap lebih lama yaitu 1,92 malam.

Dengan capaian lebih dari 1,15 juta kunjungan hingga September 2025, Batam terus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan pariwisata Kepulauan Riau. Kota ini menjadi destinasi utama bagi wisatawan mancanegara, terutama karena akses pelabuhan yang strategis, fasilitas hotel yang lengkap, dan event internasional yang rutin digelar.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian ini menjadi bukti kuat bahwa Batam tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan luar negeri, terutama dari kawasan Asia Tenggara.

“Alhamdulillah, pariwisata Batam semakin membaik. Ini tentu berkat kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku pariwisata, serta dukungan masyarakat. Keamanan yang terjaga, kekompakan stakeholder, dan bertambahnya akses, amenitas, serta atraksi menjadi faktor utama Batam semakin maju di sektor pariwisata,” ujarnya.

Ardi menambahkan, memasuki penghujung tahun, berbagai agenda wisata telah disiapkan untuk terus menggerakkan sektor pariwisata Batam. Sejumlah event besar seperti Batam Golf Tournament, Bajafash, dan Beratap Langit akan kembali digelar, melengkapi rangkaian kegiatan musik dan sport tourism yang sebelumnya sukses menarik perhatian wisatawan, seperti Batam Batik Fashion Week (BBFW).

Berdasarkan data Disbudpar, puncak kunjungan terjadi pada Juni 2025 dengan total 167.469 wisatawan, seiring banyaknya agenda wisata dan momentum libur panjang yang dimanfaatkan wisatawan asal Singapura dan Malaysia untuk berkunjung ke Batam.

“Target kami hingga akhir tahun adalah mempertahankan tren positif ini dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan operator kapal penyeberangan,” tambah Ardi.

Disbudpar Batam optimistis, dengan masih adanya sejumlah agenda wisata besar hingga Desember 2025, jumlah kunjungan wisman akan terus bertambah dan melampaui capaian tahun sebelumnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,15 Juta, Naik 22 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Jejak Pengusaha dan Oknum Bea Cukai Terendus

0
Lima truk dan kontainer dipasangi garis polisi berada di depan Mapolresta Barelang, Selasa(11/11). Kelima truk tersebut yang bermuatan barang impor bekas diamankan Polresta Barelang di wilayah Sagulung beberapa hari lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Penyelidikan dugaan penyelundupan dua kontainer dan tiga truk bermuatan barang impor bekas terus berlanjut. Setelah memeriksa 25 orang pekerja dan sopir, kini giliran oknum petugas Bea dan Cukai yang akan diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polresta Barelang.

“Hari ini (kemarin) oknum petugas Bea dan Cukai akan kita periksa,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, Rabu (12/11).

Ia menjelaskan, pemeriksaan ini untuk memastikan keabsahan dokumen dua kontainer yang sebelumnya diamankan dalam operasi yang dipimpinnya langsung. Dokumen tersebut diketahui diterbitkan oleh pihak Bea dan Cukai.

“Pemeriksaan terhadap petugas ini penting untuk menelusuri potensi pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan. Mereka akan diperiksa terkait dokumen barang yang kita amankan,” jelasnya.

Zaenal menegaskan, apabila ditemukan kesalahan administrasi atau unsur kesengajaan dalam penerbitan dokumen, maka petugas Bea dan Cukai yang terlibat bisa saja ditetapkan sebagai tersangka. “Kita periksa dulu, baru tahu apakah ada pelanggaran atau tidak,” tegasnya.

Pantauan Batam Pos, dua kontainer dan tiga truk pengangkut masih terparkir di halaman Mapolresta Barelang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dua truk tersebut tercatat milik PT PLS. Di bagian belakang kontainer masih terpasang garis polisi. Menariknya, gembok kontainer berlogo Bea dan Cukai, menandakan bahwa barang tersebut sebelumnya berstatus tegahan.

Namun, yang menjadi kejanggalan, dua kontainer berstatus tegahan itu bisa keluar dari pengawasan dan dibawa menggunakan kendaraan milik PT PLS. Barang yang diangkut disebut milik pengusaha berinisial Hi, sedangkan truk pengangkut diduga terkait dengan seorang pengusaha lain berinisial Ag. Dugaan ini memperkuat indikasi adanya kebocoran dalam sistem pengawasan internal instansi terkait.

Zaenal menegaskan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Tidak ada intervensi. Kami tegak lurus menjalankan perintah Presiden dan Kapolri, khususnya untuk menjaga agar kekayaan negara tidak bocor,” katanya menegaskan.

Ia juga mengungkapkan, penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting milik perusahaan yang diduga terlibat dalam pengangkutan kontainer tersebut.

“Semua dokumen sedang kami periksa secara rinci untuk memastikan adanya indikasi pelanggaran hukum. Kami tidak main-main. Polri berkewajiban mencegah dan menindak segala bentuk praktik yang merugikan negara,” tegasnya.

Aroma Persaingan Bisnis di Balik Kasus Kontainer Sagulung

Penyelidikan kasus penangkapan lima truk dan kontainer bermuatan barang impor bekas di kawasan Sagulung oleh Polresta Barelang, memasuki babak baru. Di balik tumpukan kontainer dan dokumen pengiriman, aroma persaingan bisnis dan dugaan permainan antara pengusaha besar dengan oknum aparat mulai menyeruak ke permukaan.

Informasi yang dihimpun Batam Pos menyebutkan, kontainer yang diamankan di salah satu gudang Sagulung itu ternyata bukan berisi ballpres atau pakaian bekas seperti dugaan awal. Isinya justru furnitur impor bernilai tinggi.

Meski demikian, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang masih mendalami kemungkinan keterlibatan pengusaha barang bekas berinisial Hi, yang disebut sebagai pemilik muatan tersebut.

Modus penyelundupan yang digunakan terbilang rapi dan terencana. Pemilik barang berbeda dengan pemilik kendaraan pengangkut, diduga untuk mengelabui aparat penegak hukum. Dua dari truk kontainer itu diketahui menggunakan kendaraan milik PT Pana Lintas Sindo Express (PLS), perusahaan jasa logistik laut dan darat yang berkantor di Kompleks Batam Executive Centre, Sungai Panas.

Perusahaan tersebut disebut-sebut dimiliki oleh pengusaha berinisial As, yang sudah lama berkecimpung dalam bisnis logistik di Batam. Nama PLS juga beberapa kali dikaitkan dengan pengiriman berbagai jenis barang, baik legal maupun ilegal. Namun dalam kasus kali ini, penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan pihak perusahaan tersebut.

Di sisi lain, muncul dugaan bahwa penangkapan oleh Polresta Barelang dilakukan setelah sebagian barang berhasil lolos. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, sedikitnya lima kontainer lain diduga telah meluncur lebih dulu sebelum operasi berlangsung.

Kontainer tersebut disebut milik pengusaha berinisial Se, Im, dan Ni, yang sebelumnya memasukkan barang melalui perusahaan berinisial Inf pada 4 dan 5 November lalu. Seluruhnya kini disebut telah berada di gudang masing-masing di Batam.

Sumber internal di lingkungan pelaku usaha mengungkapkan, modus penyelundupan barang di Batam selama ini kerap memanfaatkan jalur hijau dengan dokumen pengiriman yang dimanipulasi. Barang diklaim sebagai “beras”, padahal muatan sebenarnya berupa barang bekas, minuman beralkohol, hingga perabot rumah tangga.

“Diduga kuat ada permainan antara pengusaha dan oknum instansi yang memuluskan masuknya barang selundupan ke Batam,” ujar sumber tersebut.

Status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) juga disebut menjadi celah yang kerap dimanfaatkan para pelaku. Longgarnya pengawasan terhadap arus barang impor membuka peluang praktik penyelundupan yang sudah berlangsung lama dan menguntungkan pihak tertentu.

“Persaingan di antara mereka bukan hanya soal kelancaran masuknya barang, tapi juga soal harga dan pajak,” lanjut sumber itu.

Menurutnya, sebagian pengusaha hanya melaporkan dan membayar pajak untuk sebagian kecil dari total kontainer, sementara sisanya masuk tanpa setoran resmi. Praktik ini menciptakan ketimpangan harga di pasar lokal dan merusak iklim usaha yang sehat.

“Yang jujur kalah bersaing karena harga barang selundupan jelas lebih murah,” tutupnya.

Penyelidikan Polresta Barelang masih terus berjalan. Polisi menegaskan akan menelusuri setiap pihak yang terlibat, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat di balik lolosnya sejumlah kontainer tersebut. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Jejak Pengusaha dan Oknum Bea Cukai Terendus pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemko Batam Terima Lahan PSU Senilai Rp106 Miliar dari Sejumlah Pengembang

0
Firmansyah

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima penyerahan lahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari sejumlah pengembang perumahan. Penyerahan akta dilakukan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, di ruang kerjanya di Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Rabu (12/11).

Dia menjelaskan, penyerahan aset tersebut merupakan tindak lanjut dari proses verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan yang telah dinyatakan lengkap. Setelah seluruh tahapan terpenuhi, para pengembang menandatangani akta notaris sebagai bukti resmi penyerahan lahan kepada Pemko Batam.

“Akta notaris pun telah ditandatangani oleh para pengembang sebagai pihak yang menyerahkan lahan,” katanya.

Adapun lima perumahan yang diserahterimakan dalam kesempatan itu meliputi Perumahan Bukit Inda Piayu di Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa; Palm Beach I di Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja; Kampoeng Daun II di Tanjung Piayu, Kecamatan Seibeduk; serta Ruko Mas Residence I dan II di Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota.

Penyerahan lahan PSU dilakukan oleh empat pengembang, yaitu PT Menorah Bangun Properti, PT Ekamas Mandiri Perkasa, PT Sukses Global Sejahtera, dan PT Putra Jaya Bintan.

Berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), total nilai aset lahan PSU yang diserahkan mencapai Rp106.022.144.000. Aset tersebut akan menjadi bagian dari kekayaan daerah yang dikelola oleh Pemko Batam.

Pemerintah terus mendorong seluruh pengembang agar memenuhi kewajiban menyerahkan lahan PSU sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan fasilitas publik di kawasan perumahan.

“Penyerahan PSU ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan aset daerah dapat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Firman.

Ia menambahkan, Pemko Batam melalui tim teknis akan terus memantau pelaksanaan penyerahan PSU agar seluruh aset publik di kawasan perumahan terdata dan terlindungi secara hukum. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pemko Batam Terima Lahan PSU Senilai Rp106 Miliar dari Sejumlah Pengembang pertama kali tampil pada Metropolis.

Cuaca Ekstrem, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Kota Mekkah

0
F. Tangkapan layar X@D_Maaartin.

batampos – Hujan deras yang mengguyur wilayah Mekkah, Arab Saudi, pada Rabu (12/11), menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di beberapa titik kota suci tersebut.

Lembaga meteorologi Arab Saudi, National Center for Meteorology (NCM), mengeluarkan peringatan merah untuk provinsi Mekkah akibat hujan deras disertai petir, angin kencang, visibilitas rendah, hujan es, dan potensi banjir kilat.

Peringatan tersebut berlaku hingga malam hari. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi dari General Directorate of Civil Defence untuk menghindari kawasan rawan banjir.

Video yang beredar di media sosial X memperlihatkan derasnya hujan dan kilatan petir yang menerangi langit malam di Mekkah. Cuaca ekstrem ini juga melanda wilayah utara dan barat Arab Saudi.

Selain Mekkah, kota pesisir seperti Jeddah dan Madinah turut diprediksi terdampak badai. Ketinggian gelombang laut bahkan mencapai dua setengah meter.

“Wilayah Jazan, Asir, Al-Baha, dan Mekkah akan mengalami hujan ekstrem,” tulis otoritas cuaca Arab Saudi, dikutip dari The Sun, Kamis (13/11).

Kondisi geografis Mekkah yang dikelilingi lembah dan lereng bukit membuat kawasan ini rawan genangan air setiap kali diguyur hujan lebat. Permukaan tanah yang minim daya serap juga memperparah banjir.

Bulan November disebut sebagai periode rawan bagi wilayah Mekkah karena intensitas hujan ekstrem dan risiko banjir yang tinggi. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Cuaca Ekstrem, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Kota Mekkah pertama kali tampil pada News.

Bintan Terima Dana Insentif Fiskal Rp5,9 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Stunting

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menerima dana insentif fiskal yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI di Jakarta, Rabu (12/11). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Kabupaten Bintan masuk dalam daftar 50 daerah penerima Dana Insentif Fiskal (DIF) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas keberhasilannya menurunkan angka stunting secara signifikan.

Bintan menerima alokasi dana sebesar Rp5,9 miliar dari total Rp300 miliar yang disalurkan untuk 3 provinsi, 38 kabupaten, dan 9 kota di Indonesia.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menerima langsung penghargaan dan dana insentif tersebut yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Wakil Presiden Gibran menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting, tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga meliputi aspek sanitasi, air bersih, dan lingkungan.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan,” kata Gibran.

Sementara itu, Bupati Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam upaya menekan stunting di Bintan.

“Capaian hari ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen menuju Bintan Zero Stunting,” ujar Roby.

Ia menegaskan, Pemkab Bintan terus melakukan intervensi terintegrasi dan inovatif dalam penanganan stunting, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Pemerintah pusat memberikan Dana Insentif Fiskal ini sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting secara nyata, dengan penilaian berbasis integrasi target dalam RKPD, aksi konvergensi, dan hasil pemantauan balita.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Kabupaten Bintan berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 5,2 persen, dari 21,5 persen menjadi 16,3 persen pada 2024.

Dengan penghargaan ini, Pemkab Bintan berkomitmen untuk terus mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, guna mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat dan bebas stunting. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Bintan Terima Dana Insentif Fiskal Rp5,9 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Stunting pertama kali tampil pada Kepri.

Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare

0

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencatatkan rapor merah. Sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Kota Batam di Bengkong dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (11/11) siang.

“Sebagian masih bersekolah, tapi banyak juga yang izin karena sakit perut dan muntah-muntah,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya kepada Batam Pos Kamis (13/11)

Sekadar informasi, total siswa MAN 2 Batam mencapai sekitar 600 orang, artinya hampir separuh populasi sekolah terdampak dugaan keracunan makanan dari program yang digadang-gadang sebagai wujud kepedulian gizi bagi pelajar itu.

Saat Batam Pos mendatangi lokasi sekolah, pihak humas MAN 2 Batam, Madi, mengaku tidak mengetahui detail kejadian tersebut dan enggan memberi keterangan, “Nanti aja tunggu guru penanggung jawab MBG, takutnya saya salah ngomong,” ujarnya singkat.

Namun ketika Batam Pos menunggu kehadiran guru yang dimaksud, guru bidang kemahasiswaan yang disebut bertanggung jawab atas program MBG justru menolak diwawancarai. “Maaf, saya masih ada rapat,” ujarnya sambil meninggalkan ruangan.

BACA JUGA: Dinkes Batam: Belum Ada Kasus Keracunan dari Program MBG

Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lima siswa yang berhasil diwawancarai mengaku bahwa sejumlah teman mereka mengalami sakit perut dan diare usai menyantap menu daging sapi dendeng dari paket Makan Bergizi Gratis pada Selasa siang

“Yang keracunan banyak, sekitar 230 siswa. Makan siangnya hari Selasa, malamnya banyak yang mulai sakit perut,” kata pelajar yang tak mau namanya ditulis, siswa kelas Sebelas

Hal serupa disampaikan siswa kelas Sepuluh. “Makanannya daging dendeng. Malamnya teman-teman mulai sakit perut dan diare, Rabu banyak yang nggak masuk sekolah. Hari ini sebagian masih berobat,” ujarnya.

Para siswa menyebut porsi MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan sudah tidak segar. “Sebelumnya kalau ayam atau telur nggak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini, pas makan daging sapi,” katanya Lagi

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kota Batam, Defri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus itu benar merupakan keracunan makanan.

“Memang kami menerima laporan ada sejumlah anak dengan keluhan diare dari sekolah. Namun tidak ada siswa yang sampai dirawat. Aktivitas belajar juga tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada Batam Pos, Kamis (13/11).

Defri menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait tengah melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

Ia juga menyebut bahwa pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2.

Defri mengaku belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, apakah karena olahan daging sapi dendeng atau faktor lain. “Belum bisa kita pastikan, ini harus di cek dulu. Kita tunggu dulu ya,” kata dia. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diare pertama kali tampil pada Metropolis.

Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diduga Keracunan Makanan

0

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencatatkan rapor merah. Sedikitnya lebih dari 230 siswa MAN 2 Kota Batam di Bengkong dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut pada Selasa (11/11) siang.

“Sebagian masih bersekolah, tapi banyak juga yang izin karena sakit perut dan muntah-muntah,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya kepada Batam Pos Kamis (13/11)

Sekadar informasi, total siswa MAN 2 Batam mencapai sekitar 600 orang, artinya hampir separuh populasi sekolah terdampak dugaan keracunan makanan dari program yang digadang-gadang sebagai wujud kepedulian gizi bagi pelajar itu.

Saat Batam Pos mendatangi lokasi sekolah, pihak humas MAN 2 Batam, Madi, mengaku tidak mengetahui detail kejadian tersebut dan enggan memberi keterangan, “Nanti aja tunggu guru penanggung jawab MBG, takutnya saya salah ngomong,” ujarnya singkat.

Namun ketika Batam Pos menunggu kehadiran guru yang dimaksud, guru bidang kemahasiswaan yang disebut bertanggung jawab atas program MBG justru menolak diwawancarai. “Maaf, saya masih ada rapat,” ujarnya sambil meninggalkan ruangan.

BACA JUGA: Dinkes Batam: Belum Ada Kasus Keracunan dari Program MBG

Dari penelusuran Batam Pos, sedikitnya lima siswa yang berhasil diwawancarai mengaku bahwa sejumlah teman mereka mengalami sakit perut dan diare usai menyantap menu daging sapi dendeng dari paket Makan Bergizi Gratis pada Selasa siang

“Yang keracunan banyak, sekitar 230 siswa. Makan siangnya hari Selasa, malamnya banyak yang mulai sakit perut,” kata pelajar yang tak mau namanya ditulis, siswa kelas Sebelas

Hal serupa disampaikan siswa kelas Sepuluh. “Makanannya daging dendeng. Malamnya teman-teman mulai sakit perut dan diare, Rabu banyak yang nggak masuk sekolah. Hari ini sebagian masih berobat,” ujarnya.

Para siswa menyebut porsi MBG dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Mereka menduga daging yang disajikan sudah tidak segar. “Sebelumnya kalau ayam atau telur nggak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini, pas makan daging sapi,” katanya Lagi

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kota Batam, Defri, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus itu benar merupakan keracunan makanan.

“Memang kami menerima laporan ada sejumlah anak dengan keluhan diare dari sekolah. Namun tidak ada siswa yang sampai dirawat. Aktivitas belajar juga tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya kepada Batam Pos, Kamis (13/11).

Defri menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait tengah melakukan observasi untuk memastikan penyebab pasti keluhan tersebut.

Ia juga menyebut bahwa pelaksana MBG di MAN 2 Batam adalah SPPG Bengkong Laut 2.

Defri mengaku belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut, apakah karena olahan daging sapi dendeng atau faktor lain. “Belum bisa kita pastikan, ini harus di cek dulu. Kita tunggu dulu ya,” kata dia. (*)

Reporter: M Syaban

Artikel Konsumsi MBG dari SPPG Bengkong Laut 2, Ratusan Siswa MAN 2 Batam Diduga Keracunan Makanan pertama kali tampil pada Metropolis.