Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6942

Dana Urunan G20 Capai USD 1,4 Miliar

0
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Hendra Eka/ Jawa Pos)

batampos – Negara-negara G20 telah sepakat ‘urunan’ sebagai respons atas pandemi yang terjadi. Itu dilakukan melalui Dewan Pengelola Dana Perantara Keuangan Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons Pandemi (PPR-FIF). Sejauh ini telah terkumpul kontribusi mencapai USD 1,4 miliar.

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengapresiasi komitmen dari para donor berdaulat dan non-negara untuk memperkuat pendanaan FIF. Dia menjelaskan, FIF fokus pada beberapa prinsip.

‘’Yaitu melengkapi upaya yang ada dalam menyediakan pembiayaan untuk PPR, sebagai desain utama untuk mengkatalisasi investasi oleh negara dan publik, juga akan berfungsi sebagai integrator, dilakukan melalui berbagai lembaga yang sudah disepakati dengan beradaptasi dari waktu ke waktu, inklusif, dan memiliki standar tinggi,’’ jelasnya pada rapat perdana PPR-FIF yang dilakukan secara virtual, akhir pekan.

Sejauh ini, terdapat 14 anggota G20 yang telah secara resmi berkomitmen atau menyatakan niatnya untuk berkontribusi bagi PPR-FIF. Selain itu, tiga negara undangan G20 juga telah menyampaikan dukungannya untuk berkontribusi.

Malpass menyebut, keyakinan akan potensi pengembangan PPR-FIF juga meluas di luar forum G20. Itu tercermin dari kontribusi yang dijanjikan dari dua negara non-G20 serta tiga organisasi filantropi. ‘’Kontribusi resmi yang tercatat sejauh ini berjumlah sekitar USD 1,4 miliar,’’ imbuhnya.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menambahkan, penguatan arsitektur kesehatan global adalah isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022. Oleh karena itu, pertemuan PPR FIF merupakan tonggak penting dalam menghasilkan tindakan nyata.

Ani juga mengapresiasi kerja keras Satuan Tugas Kementerian Keuangan dan Kesehatan, khususnya untuk kolaborasi Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mengembangkan dan merancang PPR FIF. ‘’Dengan komitmen bersama yang kuat untuk mewujudkan inklusivitas dengan tata kelola dan pengaturan operasi yang simpel dan fleksibel, serta memiliki keterikatan yang kuat dengan G20,’’ jelas Menkeu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menyebut, Covid-19 mengajarkan seluruh pihak untuk menerapkan langkah-langkah agar membuat dunia lebih aman. Menurut dia, negara-negara anggota WHO telah menegaskan bahwa regulasi kesehatan internasional harus tetap menjadi pondasi arsitektur kesehatan global.

‘’Salah satu proposal utama FIF adalah untuk menyediakan dana bagi PPR,’’ jelas Tedros.

Selain itu, peran penting FIF juga untuk menutup kesenjangan dalam situasi yang kritikal secara global, regional, dan nasional. Tujuannya yakni untuk memperkuat kapasitas penerapan peraturan kesehatan internasional. Hal tersebut membutuhkan analisis dan prioritas yang cermat yang akan menjadi pekerjaan terberat bagi Dewan Pengelola FIF.

Rapat perdana Dewan Pengelola FIF itu dihadiri oleh para donor dan mitra. Terdiri dari perwakilan Uni Eropa, Amerika Serikat, Italia, Indonesia, Tiongkok, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Uni Emirat Arab, Spanyol, Australia, Singapura, Norwegia dan Selandia Baru serta donor non-negara seperti Yayasan Bill dan Melinda Gates, Yayasan Rockefeller, Wellcome Trust, Amref Health Africa, Global Health Council, selain Bank Dunia dan WHO.

Para peserta pertemuan juga telah memilih dua Ketua (co-chairs) Dewan Pengelola FIF dan mengucapkan selamat kepada Muhamad Chatib Basri dari Indonesia dan Daniel Ngajime, Menteri Kesehatan Rwanda yang terpilih sebagai co-chair.

Dalam sambutannya sebagai cochair terpilih, Chatib menyampaikan bahwa pendirian FIF akan dilihat sebagai sinyal yang jelas oleh masyarakat internasional. ‘’Sebagai aksi nyata G20 untuk secara kolektif dan kolaboratif mengambil pelajaran dari pengalaman bersama dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya,’’ jelas pria yang juga mantan Menkeu era mantan presiden SBY itu.

PPR-FIF bertujuan untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memperkuat upaya membangun PPR pandemi yang juga akan melengkapi upaya berbagai lembaga pembiayaan yang ada, dengan fleksibilitas untuk bekerja melalui berbagai lembaga pelaksana.

Upaya pembentukan PPR-FIF dimulai pada masa Presidensi G20 Italia 2021, dimana G20 membentuk Panel Independen Tingkat Tinggi untuk mengusulkan hal-hal utama terkait pembiayaan yang dapat diatur secara sistematis dan berkelanjutan, untuk mengurangi kerentanan dunia terhadap pandemi di masa depan. Upaya ini selanjutnya dibahas dan disepakati serta akhirnya terwujud di bawah Presidensi Indonesia.

Indonesia juga dapat menerima manfaat langsung dari kontribusi yang dibayarkan, dimana Indonesia akan berposisi tidak hanya sebagai Founding Donor, tetapi juga dapat berposisi sebagai penerima dana.

Potensi penggunaan dana ini sendiri dapat membantu Indonesia dalam mencapai program reformasi kesehatan dalam negeri, khususnya untuk program atau kegiatan yang terkait dengan PPR pandemi.

Sebagai Presidensi G20 2022, Indonesia akan terus menempatkan diri dalam posisi yang strategis untuk terlibat aktif dalam pembahasan dan menjaga keberlanjutan PPR-FIF, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat arsitektur kesehatan global. (*)

Reporter: JP Group

Dana Urunan G20 Capai USD 1,4 Miliar

0
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Hendra Eka/ Jawa Pos)

batampos – Negara-negara G20 telah sepakat ‘urunan’ sebagai respons atas pandemi yang terjadi. Itu dilakukan melalui Dewan Pengelola Dana Perantara Keuangan Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons Pandemi (PPR-FIF). Sejauh ini telah terkumpul kontribusi mencapai USD 1,4 miliar.

Presiden Grup Bank Dunia David Malpass mengapresiasi komitmen dari para donor berdaulat dan non-negara untuk memperkuat pendanaan FIF. Dia menjelaskan, FIF fokus pada beberapa prinsip.

‘’Yaitu melengkapi upaya yang ada dalam menyediakan pembiayaan untuk PPR, sebagai desain utama untuk mengkatalisasi investasi oleh negara dan publik, juga akan berfungsi sebagai integrator, dilakukan melalui berbagai lembaga yang sudah disepakati dengan beradaptasi dari waktu ke waktu, inklusif, dan memiliki standar tinggi,’’ jelasnya pada rapat perdana PPR-FIF yang dilakukan secara virtual, akhir pekan.

Sejauh ini, terdapat 14 anggota G20 yang telah secara resmi berkomitmen atau menyatakan niatnya untuk berkontribusi bagi PPR-FIF. Selain itu, tiga negara undangan G20 juga telah menyampaikan dukungannya untuk berkontribusi.

Malpass menyebut, keyakinan akan potensi pengembangan PPR-FIF juga meluas di luar forum G20. Itu tercermin dari kontribusi yang dijanjikan dari dua negara non-G20 serta tiga organisasi filantropi. ‘’Kontribusi resmi yang tercatat sejauh ini berjumlah sekitar USD 1,4 miliar,’’ imbuhnya.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menambahkan, penguatan arsitektur kesehatan global adalah isu prioritas dalam Presidensi G20 Indonesia di tahun 2022. Oleh karena itu, pertemuan PPR FIF merupakan tonggak penting dalam menghasilkan tindakan nyata.

Ani juga mengapresiasi kerja keras Satuan Tugas Kementerian Keuangan dan Kesehatan, khususnya untuk kolaborasi Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah mengembangkan dan merancang PPR FIF. ‘’Dengan komitmen bersama yang kuat untuk mewujudkan inklusivitas dengan tata kelola dan pengaturan operasi yang simpel dan fleksibel, serta memiliki keterikatan yang kuat dengan G20,’’ jelas Menkeu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menyebut, Covid-19 mengajarkan seluruh pihak untuk menerapkan langkah-langkah agar membuat dunia lebih aman. Menurut dia, negara-negara anggota WHO telah menegaskan bahwa regulasi kesehatan internasional harus tetap menjadi pondasi arsitektur kesehatan global.

‘’Salah satu proposal utama FIF adalah untuk menyediakan dana bagi PPR,’’ jelas Tedros.

Selain itu, peran penting FIF juga untuk menutup kesenjangan dalam situasi yang kritikal secara global, regional, dan nasional. Tujuannya yakni untuk memperkuat kapasitas penerapan peraturan kesehatan internasional. Hal tersebut membutuhkan analisis dan prioritas yang cermat yang akan menjadi pekerjaan terberat bagi Dewan Pengelola FIF.

Rapat perdana Dewan Pengelola FIF itu dihadiri oleh para donor dan mitra. Terdiri dari perwakilan Uni Eropa, Amerika Serikat, Italia, Indonesia, Tiongkok, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Uni Emirat Arab, Spanyol, Australia, Singapura, Norwegia dan Selandia Baru serta donor non-negara seperti Yayasan Bill dan Melinda Gates, Yayasan Rockefeller, Wellcome Trust, Amref Health Africa, Global Health Council, selain Bank Dunia dan WHO.

Para peserta pertemuan juga telah memilih dua Ketua (co-chairs) Dewan Pengelola FIF dan mengucapkan selamat kepada Muhamad Chatib Basri dari Indonesia dan Daniel Ngajime, Menteri Kesehatan Rwanda yang terpilih sebagai co-chair.

Dalam sambutannya sebagai cochair terpilih, Chatib menyampaikan bahwa pendirian FIF akan dilihat sebagai sinyal yang jelas oleh masyarakat internasional. ‘’Sebagai aksi nyata G20 untuk secara kolektif dan kolaboratif mengambil pelajaran dari pengalaman bersama dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya,’’ jelas pria yang juga mantan Menkeu era mantan presiden SBY itu.

PPR-FIF bertujuan untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memperkuat upaya membangun PPR pandemi yang juga akan melengkapi upaya berbagai lembaga pembiayaan yang ada, dengan fleksibilitas untuk bekerja melalui berbagai lembaga pelaksana.

Upaya pembentukan PPR-FIF dimulai pada masa Presidensi G20 Italia 2021, dimana G20 membentuk Panel Independen Tingkat Tinggi untuk mengusulkan hal-hal utama terkait pembiayaan yang dapat diatur secara sistematis dan berkelanjutan, untuk mengurangi kerentanan dunia terhadap pandemi di masa depan. Upaya ini selanjutnya dibahas dan disepakati serta akhirnya terwujud di bawah Presidensi Indonesia.

Indonesia juga dapat menerima manfaat langsung dari kontribusi yang dibayarkan, dimana Indonesia akan berposisi tidak hanya sebagai Founding Donor, tetapi juga dapat berposisi sebagai penerima dana.

Potensi penggunaan dana ini sendiri dapat membantu Indonesia dalam mencapai program reformasi kesehatan dalam negeri, khususnya untuk program atau kegiatan yang terkait dengan PPR pandemi.

Sebagai Presidensi G20 2022, Indonesia akan terus menempatkan diri dalam posisi yang strategis untuk terlibat aktif dalam pembahasan dan menjaga keberlanjutan PPR-FIF, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat arsitektur kesehatan global. (*)

Reporter: JP Group

AKP Buala Harefa jadi Ps Kapolsek Kundur

0
Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano melantik 4 Kapolsek dan 2 Kasat di halaman Mako Polres

batampos- Kapolres Karimun memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) 6 perwira yang menempati jabatan baru di Lingkungan Polres Karimun, Sabtu (10/9). Terdiri dari 4 Kapolsek dan dua jabatan kepala satuan (Kasat).

”Jabatan tidak ada yang abadi, jabatan adalah penghargaan dari pimpinan dan juga merupakan penyegaran serta pembinaan karir. Sertijab yang dilaksanakan merupakan suatu hal yang biasa dalam organisasi. Hal ini dalam rangka peningkatan kinerja organisasi,” tegas Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano.

Dikatakan Kapolres, selamat menjalankan tugas kepada pejabat yang baru. Lanjutkan hal positif yang sudah dijalankan pejabat lama. Apa yang sudah dicapai hendaknya bisa ditingkatkan. Terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasinya selama bertugas di Polres Karimun.

Perwira yang mengikuti Sertijab untuk jabatan Kapolsek dan Kasat berdasarkan Keputusan Kapolda Kepri Nomor Kep/370/VIII/2022 tanggal 26 Agustus 2022 tentang emberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Kepri.

BACA JUGA: Firdaus jadi Kajari Karimun, Eka Widdyara Kajari Bintan, Rizal Edison Kajari Lingga

AKP Pramudi yang sebelumnya menjabat sebagi Ps Kanit 1 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Kepri diangkat sebagai Kasat Intelkam yang kosong karena pejabat lama telah pensiun. Kemudian, AKP Muhammad Dzaiz yang bertugas sebagai Ps Kabag Ops Polres Anambas diangkat sebagai Kapolsek Tebing, AKP Buala Harefa yang sebelumnya Ps Kapolsek Balai Polres Karimun diangkat sebagai Ps Kapolsek Kundur.

Selanjutnya, Kompol Edy Wiyatno yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubbagrenmin Ro SDM Polda Kepri diangkat sebagai Kapolsek Balai Polres Karimun. AKP Erdinal yang sebelumnya Kapolsek Meral diangkat sebagai Kasat Samapta Polres Karimun. AKP Brasta Pratama Putra Sinambela dari Kapolsek Tebing diangkat sebagai Kapolsek Meral.

Sementara itu, pejabat yang mutasi keluar dari Polres Karimun terdiri dari AKP Eriman yang sebelumnya Kasat Samapta Polres Karimun dipromosikan sebagai Ps Kabagops Polres Kepulauan Anambas. Dan Kompol M Komarudin dari Kapolsek Kundur dipromosikan sebagai Ps Kasubdit 2 Dit Reskrimsus Polda Kepri. (*)

Reporter: Sandi

Polisi Tangkap Pengeroyok Pekerja KTV Hotel 89

0
pengeroyokan
KJ pelaku pengeryokan yang ditangkap polisi. Foto: Budi untuk Batam Pos

batampos – Personel Polsek Lubukbaja menangkap KJ, warga Perumahan Jupiter, Sekupang, Sabtu (10/9/2022) malam. Pria 19 tahun ini diamankan setelah melakukan penganiayaan terhadap rekan kerjanya sendiri berinisial T. Keduanya diketahui sama-sama bekerja di KTV Hotel 89.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan setelah menerima laporan korban. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami lebam dibagian kepala, leher, dan perut.

“Setelah mendapatkan laporan korban, kita menangkap pelaku di kediamannya,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, penganiayaan tersebut dengan motif sakit hati. Saat itu, pelaku yang bekerja sebagai cleaning service diminta pelaku untuk berbelanja kebutuhan KTV di super market.

“Ketika berbelanja itu ada barang yang tidak dibeli pelaku. Karena barangnya kosong di supermarket. Lalu, korban menegur pelaku dan menyuruh membeli di tempat lain,” kata Budi.

Atas terguran tersebut, pelaku dan korban cek-cok. Sehingga pelaku menganiaya korban dengan cara mencekik, memukul, serta menendang.

“Pelaku dibantu rekannya untuk menganiaya korban. Rekannya masih dalam pengejaran,” ungkap Budi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2,8 tahun penjara.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Warga Tionghoa Rayakan Festival Kue Bulan, Ada Larangan Liburan di Tengah Covid-19

0
Ilustrasi kue bulan, kue yang dihidangkan dan dinikmati setiap perayaan pertengahan musim gugur oleh warga Tionghoa. F South China Morning Post.

batampos – Jutaan orang Tionghoa, khususnya di Tiongkok daratan, Hong Kong, Taiwan, dan Makau merayakan festival kue bulan atau festival pertengahan musim gugur. Tahun ini, perayaan ini berlangsung selama tiga hari, yakni sejak Sabtu hingga Senin (12/9/2022) hari ini.

Perayaan kali ini, Badan otoritas kesehatan Tiongkok, tetap mengimbau warganya agar tidak bepergian ke luar kota pada musim liburan tersebut. Mengingat di beberapa daerah di Tiongkok masih diberlakukan penutupan akses wilayah (lockdown) parsial karena ditemukan klaster-klaster baru COVID-19.

“Mencegah meluasnya skala penyebaran virus, kami akan memperketat implementasi kebijakan nol COVID-19,” ujar Wu Liangyou, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok (NHC).

Kebijakan tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga libur Hari Nasional pada awal Oktober 2022 mendatang.

Warga yang tinggal di Shanghai, Tianjin, dan Nanjing diminta tidak bepergian ke luar kota untuk urusan yang tidak penting.

Beberapa warga Kota Beijing mengisi liburan tersebut di objek-objek wisata dalam kota, termasuk pusat perbelanjaan.

Sementara itu, Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Guangzhou, dan Hong Kong serta Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei tutup pada Senin (12/9/2022) hari ini.

Meskipun demikian, kantor-kantor perwakilan RI itu tidak menutup pintu bagi warga negara Indonesia yang membutuhkan pelayanan kekonsuleran mendesak.

Festival Pertengahan Musim Gugur, yang dalam bahasa Mandarinnya disebut Zhongqiu Jie, jatuh pada tanggal 15 bulan kedelapan penanggalan Tiongkok.

Tradisi itu diperingati dengan berkumpul bersama keluarga atau pasangan sambil menikmati kue bulan. (*)

Sumber: Antara

Ada 13.867 Pencaker di Batam, Paling banyak Perempuan

0
job fair
Ilustrasi. Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam saat mengikuti kegiatan Job Fair beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sepanjang Januari-September 2022 terdata ada 13.867 orang pencari kerja (Pencaker). Dari jumlah tersebut diketahui paling banyak berjenis kelamin perempuan.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengataka, jumlah tersebut ini terdata berdasarkan permohonan Kartu Kuning. Baik yang mengurus di kantor kecamatan maupun di kantor Disnaker Batam.

Sebagai diketahui, bagi yang memiliki KTP Batam mengurus kartu kuning di kantor kecamatan sesuai domisili. Sedangkan mereka yang KTP luar mengurus di Disnaker Batam.

Bila melihat jenis kelamin, pencaker perempuan masih mendominasi yakni sebanyak 7.150 orang dan pencaker laki-laki sebanyak 6.717 Pencaker.

Hingga pertengahan tahun ini pencaker baik yang ngurus di Kecamatan maupun di kantor Disnaker totalnya 13.867 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti.

Angka ini kata Rudi tak jauh berbeda dibanding periode yang sama dengan tahun lalu. Di mana, jumlah pencari kerja di Batam mencapai 13 ribu kartu kuning.

Sementara itu, lanjutnya Rudi, sebanyak 2.331 pencari kerja atau mengurus kartu kuning ini telah ditempatkan atau sudah memiliki pekerjaan. Rinciannya, sebanyak 870 orang laki-laki dan sebanyak 1.461 lainnya perempuan.

“Pencaker ini mulai dari lulusan pendidikan SD, SMP sampai dengan S2. Bila dikategorikan lulusan, tingkat serapan tenaga kerja masih didominasi lulusan SMA sederajat,” tambah Rudi.

Sementara itu bila melihat angka pengangguran di Batam lanjutnya, saat ini berada di angka 14.233 orang atau dengan persentase 5,95 persen. Angka ini terus mengalami pengurangan seiring banyaknya bursa kerja di Kota Batam.

Seperti misalnya bursa kerja di Universitas Putra Batam beberapa waktu lalu, yang mampu menyerap hingga 2.000 tenaga kerja. Selain itu Rudi mengaku dalam waktu dekat ini sekitar bulan Oktober atau paling lambat November 2022, Disnaker Batam juga membuka bursa kerja dengan menggandeng 30 perusahaan.

“Kita tetap optimis ada peningkatan. Apalagi saat ini Singapura sudah dibuka kembali. Untuk estimasi lowongan yang tersedia dalam waktu dekat kemungkinan sektor migas,” tutupnya.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Kawasan Kampung Tua Tanjungriau Bebas Kumuh dan Jadi Destinasi Wisata

0

batampos– Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Kepulauan Riau bekerjasama dengan LPK Global Lentera Kasih Kota Batam melaksanakan Pelatihan Vokasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjung Riau Kota Batam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) selama tiga hari berturut-turut hingga Kamis (8/9/2022).

Stok BBM Aman di Tanjungpinang, Belum Ada Temuan Penyelewengan

0
Pengendara motor antre BBM di SPBU Soekarno Hatta Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar

batampos– Polresta Tanjungpinang belum menemukan adanya kecurangan atau penyelewengan terkait pendistribusian dan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kapolresta Tanjungpinang Heribertus Ompusunggu mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan distribusi BBM di setiap SPBU di Tanjungpinang. “Belum ada temuan. Pengawasan jalan terus,” kata Heribertus.

BACA JUGA: Kuota BBM untuk Karimun Diusulkan Ditambah

Pihaknya juga melakukan pengawalan kendaraan yang mengakut BBM agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. “Masih berjalan dengan baik,” terangnya.

Terkait stok BBM di Tanjungpinang, lanjut Heribertus, masih aman dan tersedia berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina. “Imtinya jika ada temuan, akan ditindak,” tegasnya. (*)

reporter: yusnadi

Cara Kota Parepare Menghormati B.J. Habibie

0
Suasana Monumen Cinta Habibie-Ainun di Karaeng Burane, Mallusetasi, Ujung, Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (10/9). Monumen tersebut menjadi pengingat tokoh bangsa yang lahir dari Kota ini. (RIANA SETIAWAN/ JAWA POS)

Di Parepare B.J. Habibie dilahirkan dan kini sekujur kota di Sulawesi Selatan itu bertabur infrastruktur yang didedikasikan untuk presiden ketiga Indonesia tersebut. ’’Kami memang ingin menggunakan ketokohan Pak Habibie sebagai simbol,” kata Taufan Pawe, sang wali kota.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Parepare

PAREPARE: Kota Cinta Habibie dan Ainun. Begitu cara kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menyambut tamu yang melintasi Jembatan Tonrangeng, tanda batas dengan Kabupaten Barru.

Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie, presiden ketiga Indonesia yang meninggal tepat tiga tahun lalu kemarin (11/9), memang lahir di Parepare. Dan, sambutan di tapal batas kota tadi tak hanya berhenti pada retorika.

Sekujur kota berpenduduk sekitar 153 ribu jiwa tersebut dipenuhi beragam bangunan yang didedikasikan untuk mengenang Habibie. Mulai museum, monumen, kampus, masjid, sampai stadion sepak bola.

Kemarin Jawa Pos (jaringan batampos.co.id) mengunjungi rumah lahir Habibie di Kecamatan Ujung, Parepare. Rumah itu sempat menjadi kediaman kepala cabang BNI Parepare. Kemudian tahun lalu dibeli pemerintah kota setempat.

Dan, kini rumah tempat Habibie dilahirkan pada 1936 tersebut disulap menjadi museum. Desain asli tidak diubah. Mulai kamar, ruang tamu, sampai tempat cuci piring, semuanya masih sama.

’’Museum itu kami jadikan edukasi dan literasi karya Bapak B.J. Habibie. Kelak karya kedirgantaraan akan kami lengkapi di sana,’’ kata Wali Kota Parepare Taufan Pawe saat ditemui Jawa Pos (jaringan batampos.co.id) Sabtu (10/9) lalu.

Ayah Habibie, Alwi Abdul Jalil Habibie, yang berasal dari Gorontalo bekerja sebagai ahli pertanian di kota di pesisir barat Sulsel tersebut. Tapi, Habibie tumbuh mencintai kedirgantaraan.

Pertemuan Jawa Pos (jaringan batampos.co.id) dengan Taufan itu pun terjadi di Auditorium B.J. Habibie yang ada di kompleks rumah dinas wali kota. ’’Parepare memang ingin menggunakan ketokohan Bapak Habibie sebagai simbol,’’ tambahnya.

Rumah sakit, kampus, balai pertemuan, hingga stadion adalah contoh infrastruktur lain yang memakai nama Habibie di kota yang terpisah jarak sekitar 153,6 kilometer dari Makassar, ibu kota Sulsel, tersebut. Bahkan, nama sang ayah juga diabadikan sebagai nama salah satu ruas jalan.

Di Jalan Alwi Abdul Jalil Habibie itu pula, Monumen Cinta Habibie-Ainun dibangun pada 2015. Banyak yang menganggap, apalagi setelah diangkat ke layar lebar, Habibie-Ainun sebagai simbol cinta abadi yang tak terpisahkan oleh apa pun selain maut.

Atik Kusuma, salah satunya. Dia rela jauh-jauh datang dari Palopo, kota yang terpisah jarak 218,8 kilometer dari Parepare.

Suasana Masjid terapung B.J. Habibie di Jalan Mattiro Tasi, Kecamatan Bacukiki Bar, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/9). Meski belum 100 persen rampung, namun warga sudah banyak yang menggunakan untuk beribah.
(RIANA SETIAWAN /JAWA POS)

Dia mengaku pengidola pasangan Habibie-Ainun. Bersama suami dan dua anaknya, dia rela melakukan perjalanan darat selama delapan jam demi berfoto di depan monumen yang didirikan untuk mengenang idolanya tersebut. ’’Karena hari ini (kemarin, Red) tepat tiga tahun kepergian beliau. Bagi orang Sulawesi, Habibie sosok bersejarah. Orang Sulawesi pertama yang jadi presiden dan kisah asmaranya begitu mengharukan,’’ katanya kepada Jawa Pos.

Tidak ada peringatan khusus di Parepare terkait tiga tahun meninggalnya Habibie. Monumen cinta biasanya baru ramai dikunjungi ketika peringatan hari lahir Habibie setiap 25 Juni. ’’Kadang ada acara doa bersama. Atau kadang ada lomba juga,’’ kata Agus Salim, juru parkir di kantor pos yang berada persis di depan monumen cinta.

Pada momen itulah, rezeki Agus melimpah. ’’Semua kendaraan parkir di kantor pos. Meski sudah tiada, Pak Habibie ini masih bisa memberikan rezeki untuk rakyat kecil,’’ kata pria asli Mamuju itu.

Berjarak 200 meter dari monumen, ada Balai Pertemuan Ainun. Sesuai namanya, tempat itu khusus untuk pemberdayaan perempuan. Beragam kegiatan kaum hawa dipusatkan di sana.

Lalu, ada pula Institut Teknologi B.J. Habibie. Tempatnya tidak jauh dari Balai Kota Parepare. Dan, yang terbaru adalah masjid terapung. Letaknya ada di bibir pantai jalan Bau Massepe dan baru diresmikan saat Hari Raya Idul Fitri pada 2 Mei lalu.

Saat Jawa Pos berkunjung ke masjid yang konon mampu menampung 1.000 jemaah itu kemarin, lahan parkir baru di sisi timur saja yang sudah dibangun. Saat memasuki masjid, udara begitu sejuk. Angin semilir dari pantai menerobos masuk ke dalam masjid.

Masjid terapung itu memiliki dua lantai. Khusus lantai 2 hanya digunakan untuk jemaah wanita. ’’Tapi, kalau salat jemaah sudah selesai, akses ke lantai 2 dikunci. Sebab, masih ada pembangunan yang belum selesai,’’ kata Ansar Talib, lurah Cappa Galung, kampung tempat masjid terapung B.J. Habibie berdiri.

Hadirnya masjid terapung tersebut membuat Ansar semringah. Pemuda di wilayahnya jadi mendapat pekerjaan. ’’Ada sepuluh orang dari sini yang kini ikut mengurus masjid. Alhamdulillah,’’ tambah pria yang juga menjadi salah satu takmir itu.

Kehadiran masjid juga membuat perekonomian di Cappa Galung menggeliat. Warung-warung baru dibangun warga sekitar. ’’Sementara masih di pinggir jalan, tapi nanti rencananya ada food court di parkir sisi selatan. Nanti semua pindah ke situ, sekarang masih dibangun,’’ katanya.

Taufan Pawe berada di balik ide membangun masjid terapung itu. Dia pula yang kemudian menyematkan nama B.J. Habibie pada tempat ibadah tersebut.

’’Karena kami sadari bahwa Pak Habibie adalah suri teladan. Kalau dalam konsep Islam itu uswatun hasanah,” tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, Habibie adalah pendiri ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). ’’Beliau sosok religius. Saya persembahkan masjid ini untuk warga Parepare,’’ jelas wali kota ke-17 Parepare itu.

Taufan memang punya tujuan jelas: Parepare adalah Habibie. Begitu pula sebaliknya. Karena itu, nama stadion pun diganti. Semula stadion yang di Liga 1 musim ini menjadi kandang PSM Makassar tersebut bernama Gelora Mandiri. Kini berubah menjadi Gelora B.J. Habibie.

Pergantian nama itu juga dicetuskan Taufan pada 2019. ’’Kami punya semangat untuk memajukan Kota Parepare dengan identitas Pak Habibie. Kan beliau tokoh yang dikenal luas secara nasional maupun internasional,’’ beber pria 56 tahun itu.

Dia merasa program tersebut berhasil. ’’Parepare yang dulu tidak dikenal sekarang ter-branding sebagai Kota Habibie,’’ tegasnya.

Dia juga masih membuka kans untuk membangun beragam infrastruktur lainnya untuk mengenang Habibie. Entah itu gedung ataupun fasilitas umum. ’’Pak Habibie bukan hanya milik Parepare, melainkan juga milik dunia. Saya ingin anak muda meniru beliau yang tidak pernah lelah mengejar ilmu,’’ katanya. (*/c7/ttg)

KING SELEBRITI 2, Hunian Exclusive dengan Stock Unit Terbatas

0

pkp 1

batampos – King Selebriti 2 merupakan Proyek perumahan yang dikembangkan oleh PKP yang berlokasi sangat dekat dengan Bandara Internasional Hang Nadim yaitu dapat diakses dalam waktu ± 5 menit saja.

Tersedia 3 pilihan tipe unit, yaitu Tipe 60, Tipe 80 dan Tipe 100. Dibangun sangat terbatas, King Selebriti 2 hanya akan dibangun 128 unit di kawasan seluas 3,5 ha.

Progress pembangunan yang berlangsung saat ini yaitu Gerbang Masuk yang sudah 80% dan juga stock unit untuk Tipe 60 dan Tipe 80.

– Tipe 60 terdiri dari 1 Lantai, 3 Kamar dan 2 Kamar Mandi
– Tipe 80 terdiri dari 2 Lantai, 3 Kamar dan 3 Kamar Mandi
– Tipe 100 terdiri dari 2 Lantai, 3 Kamar, 3 Kamar Mandi dan Dapur dengan Backyard di bagian belakang

Fasilitas Taman Backyard telah 90% di tanam sehingga pada saat unit selesai dibangun, tanaman sudah tumbuh sesuai rencana awal. Selain backyard Garden PKP selaku pengembang juga menyediakan fasilitas Playground dan Jogging Track yang tentunya akan menambah kenyaman hunian ini.

King Selebriti 2 menjadi semakin istimewa dengan spesifikasi Bangunan Dinding Double, menggunakan Tiang Pancang, Sanitary menggunakan TOTO atau setara, Keramik 60×60 cm jenis HT dan Plafon yang cukup tinggi yaitu 3,55 meter.

pkp1 1

Lingkungan di King Selebriti 2 dilengkapi dengan ROW Jalan 11, Jaringan Listrik Underground dan Internet Ready Environtment. Posisinya yang berhadapan langsung dengan Perumahan Puri Selebriti 2 membuat Proyek King Selebriti 2 sangat mudah diakses karena dekat sekali dengan Jalan Raya.

Keuntungan lainnya yaitu King Selebriti 2 dikelilingi oleh fasilitas-fasilitas publik seperti Sekolah, Rumah Sakit, Masjid, Mall, Waterboom dan Resor ternama di Kota Batam.

Rio Naldi, selaku Koordinator Pemasaran King Selebriti 2 menjelaskan, masyarakat Bisa mendapatkan informasi lebih detail mengenai King Selebriti 2 di Kantor Marketing Gallery yang buka setiap hari dari jam 09.00 – 17.00 WIB.

“Bisa juga menghubungi call center via Telpon dan WA di nomor 0813 1888 9108 atau 0812 7766 8815. Bisa datang langsung ke Lokasi atau Anda bisa juga melihat Progress Pembangunan King Selebriti melalui link berikut: https://youtu.be/nd1lqqti88w itu merupakan Progress Pembangunan per Agustus 2022 ini. Informasi lainnya bisa di akses melalui https://www.pkponline.com/kingselebriti2,” tutupnya.(*)