Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (empat dari kiri) dan Ketua GOW Kota Batam, Marlin Agustina (lima dari kiri) berfoto bersama sesaat setelah memberikan bantuan sembako kepada para lansia di Kota Batam. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos
batampos – Pemko bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batam membagikan sembako kepada kalangan lanjut usia (lansia) di Nagoya Citywalk, Jumat (12/8/2022).
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku senang dapat bersilaturahmi dengan orang tua di Batam. Kata dia, dengan silaturahmi akan terus terjalin kebaikan.
“Semoga para lansia di Batam sehat terus dan terus sejahtera dan terjaga,” ujarnya.
Ia berpesan agar semua pihak ikut memperhatikan kalangan lansia di Batam.
Ia berharap akan ada pihak lain ikut membantu menyejahterakan lansia.
Adapun, bantuan yang diberikan bagi lansia ini berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, mi 10 bungkus.
“Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat, dan bisa membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ketua GOW Kota Batam, Marlin Agustina, juga sangat senang bisa berjumpa langsung dengan para orang tua di Batam.
“Kami senang bisa bertemu langsung, bantuan ini memang tak seberapa tapi ini bentuk perhatian kami,” kata perempuan pertama menjabat Wakil Gubernur Kepri itu.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam itu menyampaikan, pembagian sembako itu merupakan tahun ke-7 yang merupakan program GOW Batam bekerja sama dengan Pemko Batam.
“Jagalah orangtua kita, jangan sampai tidak terperhatikan, kesehatan maupun kesejahteraannya,” pesan Marlin.(*)
Anggota Brimob bersenjata lengkap melakukan penjagaan di kediaman pribadi Irjen Pol Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Polisi yang memasang garis polisi di depan kediaman Irjen Ferdy Sambo. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo telah membuat pengakuan terkait penyebab pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Keputusan Ferdy Sambo ini pun disambut baik oleh Tim Khusus (Timsus).
“Pengakuan tersangka kan kita tahu semua, ya syukur ini tersangka bunyi, ngomong. Kalau enggak ngomong sekalipun tidak ada masalah,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada wartawan, Jumat (2/8).
Andi menjelaskan, penyidik telah memiliki alat bukti untuk menjerat Sambo dengan pasal pembunuhan berencana. Sehingga, pengakuan Sambo dianggap tidak terlalu signifikan terhadap berjalannya penyidikan.
“Kita sudah punya alat bukti untuk memberikan sangkaan terhadap yang bersangkutan dan siap untuk kita bawa ke pengadilan,” imbuhnya.
Diketahui, 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) dan KM.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.
“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).
Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)
Francesco Bagnaia menjuarai MotoGP Inggris. (Vincent Jannink / ANP / AFP)
batampos – Jagoan Monster Energy Yamaha sekaligus juara bertahan MotoGP Fabio Quartararo memang masih memimpin klasemen dengan 180 poin.
Quartararo unggul 49 poin atas peringkat ketiga pembalap Ducati Francesco Bagnaia. Tetapi, kemenangan pada GP Inggris (7/8) membuat angin juara justru memihak Pecco –sapaan Bagnaia– di sisa delapan race tahun ini.
Kemenangan pada balapan yang digeber di Sirkuit Silverstone itu jadi yang kedua beruntun bagi Bagnaia setelah di GP Belanda (26/6) lalu.
Kemenangan di GP Inggris juga menjadikan pembalap asal Italia tersebut yang pertama membukukan empat kemenangan tahun ini.
Sejak meroket tahun lalu plus dimulainya rivalitas dengan El Diablo, julukan Quartararo, tren Bagnaia yang melejit pada paro kedua memang layak diwaspadai.
Dari sembilan race pada paro kedua tahun lalu, enam race berujung podium.
Dan, dari enam podium tersebut, empat di antaranya berujung juara. Padahal, pada paro pertama, pembalap 25 tahun tersebut belum sekali pun juara. Dia juga hanya membukukan tiga kali podium.
’’Aku tidak pernah berpikir untuk menang balapan. Yang aku lakukan hanya tampil all–out,’’ ujar Bagnaia kepada Crash.
Tahun ini, tren tersebut sangat mungkin terulang. Sebab, dari empat kemenangan yang sudah didapat, dibagi rata masing-masing dua kali pada paro pertama dan kedua.
Padahal, paro kedua masih menyisakan delapan race.
’’Ducati (bersama Bagnaia, Red) terus membaik. Mereka benar-benar membuat langkah besar tahun ini. Delapan balapan terakhir akan sangat, sangat ketat,’’ papar pembalap Aprilia yang berada di posisi kedua Aleix Espargaro kepada Motorsport.
Sedangkan yang didapat Quartararo tahun ini juga seperti mengulang tahun lalu. Dia sejauh ini mengoleksi tiga kemenangan dan semua terjadi pada paro pertama.
Dalam dua race pada paro kedua, pembalap asal Prancis itu hanya mampu sekali finis di GP Inggris di posisi kedelapan.
Tahun lalu, Quartararo jadi juara berkat tancap gas pada paro pertama dengan mengumpulkan empat kemenangan.
Sebab, pada paro kedua, dia hanya sanggup sekali juara. Hal itu yang diyakini bakal kembali menimpa Quartararo tahun ini. Bedanya, Bagnaia diyakini bakal lebih siap mengatasinya. (*)
batampos – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Mochamad Mustofa mengusulkan agar pegawai pemerintah non ASN yang digaji melalui APBD mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Pegawai pemerintah non ASN tersebut termasuk untuk pekerja rentan yakni, para mubaligh, imam masjid, guru-guru TPQ yang masuk di Badan Musyawarah Guru yang ada di Kota Batam serta pengurus tempat ibadah agama lain seperti pendeta dan lainnya. Dimana selama ini mereka diberikan gaji melalui APBD Kota Batam.
Mustofa mengatakan, untuk merealisasikan pekerja non ASN untuk mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan diperlukan adanya sebuah penegasan. Sebab, ia melihat masih ada perbedaan pendapat dari DPRD Kota Batam dengan Pemko Batam.
Menurut Pemko Batam, seluruh pegawai yang digaji melalui APBD tidak bisa menggunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan sosial. Melainkan menggunakan Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen).
“Ini kan tak masuk dalam kerangka pemikiran kita,” tegas Mustofa.
Ia melanjutkan, dalam aturan yang berlaku sudah jelas. Bahwa BPJS Ketenagakerjaan bukan lagi BUMN. Melainkan posisi BPJS Ketenagakerjaan sudah langsung satu tingkat dibawah menteri.
“Artinya kekuatannya lebih kuat dari pada Taspen,” katanya.
Sementara, dari aturan yang dikeluarkan oleh Mentri Dalam Negeri menyampaikan jika pegawai yang gajinya bersumber dari APBD, maka jaminan sosialnya, termasuk kecelakaan kerja dan lainnya harus menggunakan Taspen.
Hal ini lah, kata Mustofa masih diperdebatkan. Sehingga, ia berharap adanya ketegasan atau pernyataan yang dikeluarkan oleh Kejaksaan.
Dimana, Kejaksaan menggunakan dasar dari pernyataan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut BPKP, bahwa seyogyanya menggunakan Taspen.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini, tergantung dari Kebijakan pemerintah daerah itu sendiri.
“Tergantung dari pemerintah daerah. Kalau bunyi surat anjurannya (BPKP) seperti itu, tergantung dari ini (pemerintah daerah),” jelasnya.
Sehingga, kata dia, belum terealisasinya BPJS Ketenagakerjaan untuk pegawai pemerintah non ASN karena masih adanya keraguan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dimana, dasar hukum untuk menggunakan BPJS Ketenagakerjaan masih lemah.
“Maka kedepannya, kita akan coba sinkronkan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, pegawai pemerintah non ASN ini lebih baik menggunakan BPJS Ketenagakerjaan dari pada Taspen. Sebab, BPJS langsung dibawah Kementrian dan Taspen merupakan BUMN.
Meski sama-sama punya negara, namun menurut dia cakupan dari BPJS Ketenagakerjaan lebih luas dari pada Taspen.
Untuk itu, tambah Mustofa, seluruh pegawai pemerintahan non ASN yang digaji melalui APBD sampai dengan saat ini jaminan sosial, jaminan kecelakaan kerja, hingga jaminan kematian, diharapkan masuk BPJS Ketenagakerjaan.
“Kenapa? Cakupannya lebih besar. Tapi kalau Taspen, cakupannya sangat rendan dan sangat kecil,” imbuhnya. (*)
Tim Indonesia saat menjadi juara dunia junior 2019. (Humas PP PBSI)
batampos – Ambisi tim bulu tangkis Indonesia untuk mempertahankan Piala Suhandinata yang berlangsung di Santander, Spanyol, pada 17–30 Oktober 2022 tak mudah.
Berdasar undian kemarin, skuad Merah Putih berada di grup A bersama Malaysia, Swedia, dan Latvia.
Di ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior itu, Indonesia bertekad mempertahankan gelar juara yang didapat pada 2019.
Ketika itu, pada partai puncak, Indonesia berhasil mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1. Final kala itu berlangsung di Kazan Gymnastic Center, Rusia.
Itu menjadi gelar perdana bagi Indonesia sekaligus memutus dominasi Tiongkok yang sudah meraih 13 kali juara, Korea Selatan dua kali (2006 dan 2013), dan Malaysia sekali (2011).
Tak hanya itu, skuad Garuda muda juga memboyong satu Piala Eye Level di nomor perorangan lewat ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Selain Leo/Daniel, skuad 2019 memiliki beberapa nama seperti Putri Kusuma Wardani, Chtistian Adinata, hingga Febriana Dwipuji Kusuma. ’’Belum diumumkan anggota timnya,’’ ujar Kabidhumas dan Media PP PBSI Broto Happy ketika dikonfirmasi.
Ya, PBSI masih memiliki sekitar dua bulan untuk menentukan pemain sebelum tim bertolak ke kejuaraan. Pada 2019, Indonesia mengirimkan 26 atlet yang terdiri atas empat orang di tunggal putra-putri, enam atlet di ganda putra-putri, dan delapan di ganda campuran. (*)
Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan (dua kiri) didampingi Kasubdit III Ditrkrimsus, dan Humas Polda Kepri menunjukan barang bukti kasus dugaan korupsi dana hibah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri saat ekspos di Mapoldala Kepri, Senin (11/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri telah menyelesaikan pemberkasan, terhadap kasus dugaan korupsi hibah di Dispora Provinsi Kepri. Kejaksaan telah menerima dan menyatakan berkas kasus dugaan korupsi tersebut lengkap.
Polisi menetapkan 6 orang tersangka yakni Muksin alias Usin, Tri Wahyu Widadi, Suparman, Mustofa Sasang, Arif Agus Setiawan dan Muhammad Irsyadul Fauzi. Namun, masih ada yang buron yakni Muksin. Polisi sudah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas Muksin. Tapi sampai saat ini, Muksin masih belum ditemukan.
“P21 ini sudah, kemarin (10/8),” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Nugroho, Kamis (11/8).
Karena kasus ini berkasnya sudah diterima kejaksaan. Nugroho mengatakan penyerahan tersangka akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Pastinya tersangka akan segera diserahkan ke Kejati,” ucap Nugroho.
Subdit Tipikor Polda Kepri, tidak bisa istirahat. Meskipun kasus dana hibah Dispora Kepri ini telah diselesaikan. Sebab, penyelesaian ini baru di klaster pertama, masih ada klaster kedua dan ketiga.
Sejak awal, Tipikor Polda Kepri menduga ada sebanyak Rp 20miliar uang negara dikorupsi. Karena banyaknya orang terlibat, polisi membagi penyelidikan berdasarkan klaster-klaster.
Klaster pertama dugaan korupsi di dana hibah Dispora Provinsi Kepri. Klaster kedua masih di dinas yang sama, namun orang yang terlibat berbeda. Nugroho mengatakan sampai saat ini sudah puluhan orang diperiksa.
“Masih (berjalan proses pemeriksaan), untuk klaster kedua, sudah klarifikasi ke beberapa orang,” ujarnya.
Namun, ada satu hal yang dipastikan oleh polisi, ke semua klaster ini memiliki modus yang sama. Dimana dana hibah dicairkan, namun tidak ada kegiatan yang dilaksanakan. Dari informasi didapat Batam Pos, di klaster kedua lebih banyak orang yang terlibat. (*)
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (empat dari kiri) berfoto bersama dengan Dekan FK UNIBA, Ibrahim dan para lulusan FK Uniba sesaat setelah Yudisium dan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran UNIBA di Gedung Rumengan Hall UNIBA. Foto: Diskominfo Kota Batam
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Batam (Uniba) dapat menjadi kebanggaan UNIBA juga Kota Batam.
“Mudahan mereka yang disumpah hari ini menjadi contoh, menjadi duta kedokteran, yang membawa nama baik UNIBA juga Kota Batam,” harap Rudi saat menghadiri Yudisium dan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran UNIBA di Gedung Rumengan Hall UNIBA, Kamis (11/8/2022) siang.
Saat ini kata dia, seluruh sektor potensial di Batam sedang gencar-gencarnya dikembangkan. Menurutnya, seluruh sektor ini seyogyanya bertalian.
Salah satunya yang dikembangkan saat ini adalah sektor kesehatan. Yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.
“Sewaktu-waktu saya ingin Batam juga dikenal dengan sektor kesehatannya yang mumpuni,” sebut dia.
Sementara itu, Dekan FK UNIBA, Ibrahim, menyebutkan, 46 orang tersebut merupakan dokter yang telah lulus ujian Mei lalu.
FK UNIBA sendiri didirikan sejak tahun 2008, kemudian pada tahun 2015 telah menghasilkan lulusan dokter.
“FK UNIBA telah tiga kali terakreditasi. Pada tahun 2012 terakreditasi C atau baik lalu pada tahun 2017 baik sekali. Dan, tahun 2022 ini mendapat predikat unggul. Artinya, kita sudah sama dengan fakultas kedokteran kampus negeri ternama di Indonesia,” ucapnya.
Akreditasi ini, mengantarkan FK UNIBA menjadi satu-satunya kampus swasta dengan predikat tersebut di wilayah LLDIKTI X. Sementara se-Sumatera ada dua, satunya lagi di salah satu kampus di Medan Sumatera Utara. Salah satu keuntungan dengan akreditasi tersebut, FK UNIBA dapat membuka program studi dokter spesialis.
“Di momen yudisium hari ini, kami berterimakasih pak wali dapat hadir. Tadi beliau sudah paparkan perihal pengembangan Batam, kami siap bersinergi dari sisi pendidikannya,” ucap dia.
Rektor UNIBA Chabullah Wibisono menambahkan, guna mendukung pembangunan, pihaknya akan terus mengembangkan kualitas UNIBA. Kini secara institusi, UNIBA memang masih terakreditasi ‘Baik Sekali’.
“Ke depan secara institusi kami harap akan menuju Unggul. Dari segi infrastruktur sudah memadai, tinggal SDM lagi. Salah satunya dengan semakin banyaknya guru besar,” pungkasnya.(*)
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (empat dari kiri) berfoto bersama dengan Dekan FK UNIBA, Ibrahim dan para lulusan FK Uniba sesaat setelah Yudisium dan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran UNIBA di Gedung Rumengan Hall UNIBA. Foto: Diskominfo Kota Batam
batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Batam (Uniba) dapat menjadi kebanggaan UNIBA juga Kota Batam.
“Mudahan mereka yang disumpah hari ini menjadi contoh, menjadi duta kedokteran, yang membawa nama baik UNIBA juga Kota Batam,” harap Rudi saat menghadiri Yudisium dan Sumpah Dokter Fakultas Kedokteran UNIBA di Gedung Rumengan Hall UNIBA, Kamis (11/8/2022) siang.
Saat ini kata dia, seluruh sektor potensial di Batam sedang gencar-gencarnya dikembangkan. Menurutnya, seluruh sektor ini seyogyanya bertalian.
Salah satunya yang dikembangkan saat ini adalah sektor kesehatan. Yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.
“Sewaktu-waktu saya ingin Batam juga dikenal dengan sektor kesehatannya yang mumpuni,” sebut dia.
Sementara itu, Dekan FK UNIBA, Ibrahim, menyebutkan, 46 orang tersebut merupakan dokter yang telah lulus ujian Mei lalu.
FK UNIBA sendiri didirikan sejak tahun 2008, kemudian pada tahun 2015 telah menghasilkan lulusan dokter.
“FK UNIBA telah tiga kali terakreditasi. Pada tahun 2012 terakreditasi C atau baik lalu pada tahun 2017 baik sekali. Dan, tahun 2022 ini mendapat predikat unggul. Artinya, kita sudah sama dengan fakultas kedokteran kampus negeri ternama di Indonesia,” ucapnya.
Akreditasi ini, mengantarkan FK UNIBA menjadi satu-satunya kampus swasta dengan predikat tersebut di wilayah LLDIKTI X. Sementara se-Sumatera ada dua, satunya lagi di salah satu kampus di Medan Sumatera Utara. Salah satu keuntungan dengan akreditasi tersebut, FK UNIBA dapat membuka program studi dokter spesialis.
“Di momen yudisium hari ini, kami berterimakasih pak wali dapat hadir. Tadi beliau sudah paparkan perihal pengembangan Batam, kami siap bersinergi dari sisi pendidikannya,” ucap dia.
Rektor UNIBA Chabullah Wibisono menambahkan, guna mendukung pembangunan, pihaknya akan terus mengembangkan kualitas UNIBA. Kini secara institusi, UNIBA memang masih terakreditasi ‘Baik Sekali’.
“Ke depan secara institusi kami harap akan menuju Unggul. Dari segi infrastruktur sudah memadai, tinggal SDM lagi. Salah satunya dengan semakin banyaknya guru besar,” pungkasnya.(*)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 23 orang dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo. Saat ini, pihak-pihak yang diamankan termasuk Bupati Pemalang sedang dalam pemeriksaan intensif.
“Benar melakukan giat tangkap tangan terhadap Pejabat negara di Jakarta dan Pemalang, kita telah mengamankan sekitar 23 orang dari Pemalang,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Jumat (12/8).
Ghufron mengatakan OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan.
“Sementara itu yang dapat kami jelaskan tim lidik kpk sedang memeriksa, pada saatnya nanti akan kami jelaskan secara lebih detil,” ujar Ghufron.
Sebelumnya, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap (OTT) . Dalam operasi kedap tersebut, tim lembaga antirasuah dikabarkan menangkap seorang kepala daerah yang berasal dari Jawa Tengah.
“Bupati Pemalang dan beberapa kadis-nya ditangkap,” kata sumber JawaPos.com, Kamis (11/8) malam.
Penangkapan terhadap Bupati Pemalang tersebut, katanya dilakukan di wilayah Jakarta.
Sementara sumber JawaPos.com lain mengatakan, jika rombongan bupati dan kepala dinasnya yang ditangkap berjumlah belasan orang, sudah masuk ke ruang pemeriksaan di lantai dua gedung Merah Putih KPK.
“Sekitar pukul 17.00 WIB masuknya,” terang sumber tersebut.
Terkait informasi adanya penangkapan terhadap Bupati Pemalang, baik pimpinan KPK maupun Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum merespon pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Saat ini, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif dalam waktu 1×14 jam, guna ditentukan status hukumya ke depan. (*)
Gelandang Barcelona Frenkie de Jong yang sedang diincar Manchester United. (REUTERS/ALBERT GEA)
batampos – Jelang start La Liga 2022–2023 oleh laga Osasuna versus Sevilla dini hari nanti (13/8) WIB, FC Barcelona masih bermasalah dengan besarnya plafon gaji pemain.
Barca memiliki tagihan gaji EUR 284,85 juta (Rp 4,33 triliun). Bandingkan dengan Real yang tidak lebih dari EUR 250 juta (Rp 3,80 triliun).
Barca pun minus EUR 144 juta (Rp 2,18 triliun) dari ambang batas gaji yang ditetapkan oleh otoritas La Liga.
Konsekuensinya, Barca belum di-acc untuk mendaftarkan para pemain baru mereka.
Untuk urusan itu, Barca perlu meniru kesuksesan Real dalam melenyapkan pemain dengan beban gaji tertinggi. Dia adalah Gareth Bale.
Kapten timnas Wales itu memiliki gaji tertinggi, EUR 32 juta (Rp 486 miliar), per musim. Bale sudah pindah ke Los Angeles FC.
Pemegang gaji tertinggi Real saat ini adalah winger Eden Hazard dengan EUR 23,5 juta (Rp 357 miliar) per musim.
Untuk Barca, pemilik tagihan gaji tertinggi adalah gelandang Frenkie de Jong. Jumlahnya, termasuk utang Barca kepada De Jong, mencapai EUR 29,17 juta (Rp 443,2 miliar).
Oleh sebab itu, sepanjang musim panas, Barca getol ingin melepas gelandang timnas Belanda tersebut, bahkan sampai membawa kontraknya ke jalur hukum untuk direvisi.
Situasinya memang pelik karena De Jong masih ingin bertahan, tetapi tidak mau mengikuti kebijakan potong gaji lagi seperti yang dilakoni bek Gerard Pique dan kapten Sergio Busquets.
”Pilihan bagi De Jong adalah pergi atau kalau mau bertahan, harus potong gaji 50 persen,” tulis Barca Universal. (*)