Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 6966

Keluarga Bharada E Terpukul, Orang Tua Masuk RS

0
Bharada E. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Keluarga Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E) seakan tidak percaya atas kejadian yang menimpa Ichad, sapaan Bharada E. Semua kerabatnya merasa terpukul.

”Kita keluarga di sini memang ada tekanan batin juga. Bahkan, orang tuanya sampai masuk rumah sakit (RS) di awal mendengar kasus itu,” kata Royke Pudihang, paman Bharada E. ”Istri saya juga sakit begitu melihat televisi,” tambahnya saat ditemui Manado Post (jaringan batampos.co.id) di kediamannya di Mapanget, kemarin.

Meski demikian, kata Royke, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. ”Pasrah juga kepada Tuhan. Kami tetap yakin dan percaya kepada pemerintah, proses hukum silakan berjalan. Kami di sini hanya menyaksikan lewat media, berharap yang terbaik,” terangnya.

Menurut dia, Ichad dikenal sebagai anak yang baik. Bahkan, sebelum menjadi anggota Polri, Ichad sering membantu pekerjaan orang tuanya. ”Kan ayahnya driver kanvas. Dia selalu membantu, jadi helper memikul barang. Bawa ke Amurang, Boltim. Kalau papanya bekerja mengecat di rumah saudara, dia juga ikut membantu,” katanya.

Royke bercerita, Ichad pernah dua kali mendaftar tes bintara di Polda Sulut. Namun, semuanya gagal. Karena itu, dia memutuskan mendaftar sebagai tamtama. Ichad akhirnya mengikuti tes tamtama Brimob pada 2019 dan dinyatakan lolos.

Sebelum mengikuti pendidikan Polri, Ichad dikenal sebagai aktivis pencinta alam bebas. Dia punya kemampuan mendaki gunung dan panjat tebing. Bahkan, Ichad pernah menjadi instruktur wall climbing. ”Jadi, waktu masuk polisi, kalau tidak salah dia mendapat ranking. Sebab, ada prestasi sebagai atlet. Renang, panjat tebing, naik gunung. Jadi, fisiknya bagus,” kata Royke.

Bharada E mengikuti pendidikan Brimob di Watukosek, Jatim. Lulus 2020 dan langsung ditugaskan di Jakarta. Bharada E juga pernah bertugas di Poso dan Papua. ”Setelah dari Papua, dia ditarik lagi ke Kelapa Dua di Mako Brimob. Setelah beberapa bulan di sana, dia kembali dikirim ke Poso. Kalau tidak salah 6–7 bulan. Pulang dari Poso, dia ditarik ulang ke Mako Brimob,” terangnya.

Sejak itu, dia jarang berkomunikasi dengan Bharada E. Dia hanya mendapat informasi dari adiknya, yakni ibu Bharada E, bahwa Ichad bertugas sebagai ajudan Kadivpropam Polri. Ke mana orang tua Bharada E? Royke mengaku tidak tahu. ”Sampai saat ini, saya belum tahu mereka tinggal di mana. Waktu kejadian masih ada komunikasi, setelah itu tidak tahu,” ujarnya.

Royke berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada Bharada E. Sebab, Bharada E menjadi sosok yang membongkar kejahatan Irjen Ferdy Sambo. ”Tapi, kami meyakini perlindungan besar itu datang dari Tuhan. Tuhan akan tetap menjadi benteng perlindungan kita. Dan kami berterima kasih kepada Tuhan yang selalu menjaga kita sampai ada saat ini,” katanya. (*)

Reporter: JP Group

Penyelundupan PMI Ilegal Dari Batam Meningkat Dua Kali Lipat

0
Pengungkapan Kasus Pekerja Migran Indonesia 2 F Cecep Mulyana scaled e1642158329505
Satreskrim Polresta Barelang mengamankan tiga pelaku penyalur pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal saat ekspos di Mapolresta Barelang beberapa waktu lalu. Satreskrim Polresta Barelang mencatat sepanjang 2022 menangangi 7 kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kasus ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dengan 3 kasus. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang mencatat sepanjang 2022 menangangi 7 kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kasus ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya dengan 3 kasus.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan, meningkatnya pengungkapan kasus penyeludupan PMI tersebut merupakan atensi dari pimpinan.

“Ini atensi dari Pak Kapolda untuk memberantas PMI. Terlebih kemarin ada kasus PMI meninggal yang diberangkatkan dari Belakang Padang,” ujar Nugroho.

Kecelakaan kapal PMI ilegal pertama terjadi di di Perairan Pulau Pisang, Pontian Besar, Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia, 18 Januari lalu.

Pengiriman PMI ini melalui Pulau Terong, Belakang Padang. Dalam kejadian ini, 6 PMI tewas.

Kemudian kecelakaan di Perairan Pulau Putri, Nongsa pada 16 Juni, sekitar pukul 19.30 WIB. Kapal yang mengangkut puluhan PMI ini kecelakaan yang menyebabkan 7 PMI hilang.

“Dari keseluruhan pengungkapan ini kita berhasil menyelamatkan puluhan calon PMI. Dan seluruhnya diserahkan ke BP2PMI untuk dipulangkan,” kata Nugroho.

Sementara Kanit VI Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Dwi Dea Anggraini, mengatakan, dari pemeriksaan mayoritas pengiriman PMI ilegal tahun ini dengan tujuan ke Malaysia dengan 6 kasus. Kemudian ke Singapura 1 kasus.

“Seluruh kasus sudah P21, tinggal 1 kasus yang belum. Tapi sudah tahap 1,” kata Dea.

Dea menjelaskan dari pengungkapan kasus tersebut, pihaknya menangkap belasan tersangka. Yang terdiri dari perekrut PMI, penyalur, pengurus, hingga pemilik kapal.

“Untuk korban sama sekali tidak memiliki paspor, memang akan diberangkatkan secara ilegal. Perekrutan dilakukan pelaku langsung ke wilayah-wilayah. Seperti dari Pulau Jawa, dan Lombok,” kata Dea.

Dengan meningkatnya kasus ini, Dea mengimbau kepada masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri untuk mengurus seluruh persyaratan. Sebab, keberangkatan melalui jalur ilegal dapat mengancam keselamatan.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri 

Leo Kembalikan Kerugian Pajak, Hakim Kabulkan Permohonan Terdakwa untuk Penangguhan Penahanan

0

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa tindak pidana pajak, Leo Ricky.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang Isdaryanto, mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil persidangan terdakwa. Saat ini, terdakwa telah menjadi tahanan kota. Sebelumnya terdakwa menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

Majelis Hakim, kata Isdaryanto, memiliki beberapa pertimbangan dalam memutuskan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa Leo Ricky. Pertimbangannya negara sudah tidak lagi dirugikan atas perbuatan terdakwa.

BACA JUGA: Direktur PT MBJ Didakwa Tak Setor Pajak

Terdakwa juga telah mengembalikan uang kerugian pajak dan beserta denda sebanyak 300 persen. “Terdakwa kooperatif. Syarat subjektif dan objektif sesuai kewenangan majelis dalam KUHAP terkait penahanan sudah dipenuhi,” terang Isdaryanto, Rabu (10/8).

Majelis Hakim, lanjutnya, mengacu pada Pasal 44B ayat (1) UU KUP yang mengatur wewenang Menteri Keuangan untuk meminta Jaksa Agung menghentikan penyidikan tindak pidana perpajakan untuk kepentingan penerimaan negara. “Maka Majelis Hakim memandang permohonan terdakwa layak dikabulan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur PT Mitra Bangun Jaya (MBJ) Tanjungpinang, Leo Ricky didakwa bersalah karena tidak melakukan penyetoran pajak senilai Rp 338 juta. Pada 2018 PT MBJ dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut, sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf I Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Terdakwa juga didakwa Pasal 39 ayat 1 huruf c tentang perpajakan. (*)

reporter: Yusnadi

Preventif akan Jadi Arah Transformasi Kesehatan

0
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (HENDRA EKA/JAWA POS)

batampos – Pemerintah menyadari bahwa preventif atau pencegahan lebih murah daripada pengobatan. Untuk itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merencanakan ada transformasi di bidang kesehatan. Tahun depan, imunisasi dasar untuk anak ditambah menjadi 14 jenis dan bisa dirasakan di seluruh kabupaten dan kota. Selain itu juga adanya skrining kesehatan yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

Kemarin (10/8) pada saat pemaparan di Kantor Kemendagri dan disaksikan oleh pemimpin daerah, Budi menyatakan ada beberapa tindakan yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat. Pertama terkait dengan penambahan jumlah imunisasi dasar anak.

Semula imunisasi dasar hanya 11 jenis saja. Namun, tahun ini diujicobakan tiga jenis baru di beberapa kabupaten dan kota. ”tahun depan imunisasi dasar ada 14 diberikan ke seluruh kabupaten dan kota,” tutur Budi.

Tiga vaksin dasar yang ditambahkan adalah HPV, PCV, dan Rotavirus. ”Tiga ini diberikan karena banyak kematian bayi dipengaruhi penyakit ini,” bebernya. Contohnya banyak anak stunting meninggal karena diare. Untuk itu pemerintah memberikan vaksin rotavirus. Angka kanker servik juga tinggi, maka diberikan vaksin HPV untuk anak usia sekolah dasar. Sementara PCV diberikan karena banyak anak meninggal disebabkan pneumonia.

Program lainnya yang akan diberikan di layanan primer adalah skrining penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi. Ini tidak hanya khusus anak atau lansia saja. Tapi di setiap jenjang usia. ”Saya kaget diabetes di Indonesia itu 13,5 persen atau 35 juta orang terjangkit,” ucap Budi.

Penyakit diabetes ini jadi biang banyak penyakit. Misalnya gagal jantung dan stroke. Padahal penyakit ini tingkat kematiannya tinggi. “rang Indonesia suka makan manis dan malas olahraga maka akan dilakukan skrining,” ucapnya.

Lebih lanjut Budi meyakinkan bahwa skrining ini akan masuk pada pembiayaan BPJS Kesehatan. “Mesti rajin skrining agar tidak telat. Biasanya orang Indonesia takut,” tuturnya.

Program lainnya adalah mengurangi angka kematian ibu dan anak. Ini merupakan momok dari tahun ke tahun. Sebab angka kematian ibu di Indonesia masih 305 per 100.000 kelahiran. Sementara angka kematian bayi 70 per1000 kelahiran hidup. ”Pemeriksaan kehamilan dari empat kali menjadi enam kali. Dua diantaranya harus ketemu dengan dokter dan dengan USG,” beber Budi.

Belum semua puskesmas memiliki USG. Dia berjanji akan segera membagikan USG untuk seluruh puskesmas di Indonesia. Budi meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu program-program yang sudah disusun ini.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro menyatakan Presiden Joko Widodo sudah memberikan intruksi transformasi sistem kesehatan untuk memajukan masyarakat Indonesia yang sehat dan kuat. Untuk itu sudah tanggungjawab antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota sudah terbagi. ”Kami sudah buat regulasi untuk mendukung dan dasar hukum transformasi kesehatan,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group

Spesialis Copet Pasar Tos 3000 Ditangkap

0
polsek lubukbaja copet
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono saat menanyai BA pelaku spesialis copet di Pasar Tos 3000, Jodoh. BA diketahui telah melakukan aksinya sejak tahun 2022. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Polisi menangkap BA, spesialis pencopet di Pasar Tos 3000, Jodoh. Pria 49 tahun ini sudah beraksi selama 2 tahun di kawasan tersebut.

Sebelumnya, identitas BA sebagai spesialis copet sudah diketahui polisi. Polisi bahkan mengeluarkan foto dan wajah pelaku yang diduga spesialis copet di kawasan tersebut.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, mengatakan, pelaku ditangkap di Pasar Tos 3000. Saat itu, pelaku mencopet ponsel pengunjung pasar yang merupakan Warga Negara Singapura pada akhir Juli lalu.

“Pelaku mencopet pagi, kemudian korban melapor. Dan kita tangkap pelaku pada sorenya,” ujar Budi di Mapolsek Lubukbaja, Rabu (10/8/2022).

Budi menjelaskan, pelaku beraksi bersama rekannya, A. Modusnya, Badri mengalihkan perhatian korban, sedangkan A bertugas mengambil barang korban.

“Namun rekannya (A) masih DPO. Saat penangkapan, dia sudah tidak berada di kawasan pasar,” katanya.

Budi menegaskan untuk menangkap A, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan bandara untuk memblokir identitas dan menangkapnya.

Sementara dari pengakuan BA, ia sudah mencopet berulang kali di pasar tersebut. Bahkan, aksinya sudah dilakukan sejak tahun 2020.

“Biasanya seorang diri (mencopet). Kalau sama Anas baru kali ini,” kata pria asal Palembang ini.

Ia mengaku mengenal A sejak tahun 2015. Bahkan keduanya pernah bekerja di Malaysia sebagai buruh.

“Dulu bekerja di Malaysia, dan balik ke Batam mencopet” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

 

Hati-Hati… Ada Lubang di Tengah Jalan Brigjen Katamso Tanjungpinang

0
Jalan berlubang di tengah jalan Brigjen Katamso bahayakan pengendara, Rabu (10/8)f. peri irawan

batampos- Pengendara khawatir lubang besar berdimeter hampir 1 meter di tengah Jalan Raya Brigjen Katamso tidak kunjung diperbaiki.

Pantauan di lapangan, pada awalnya lubang tersebut ditutupi menggunakan plat baja, namun berjalannya waktu lubang tersebut semakin besar sehingga besi yang digunakan itu tidak bisa menutupi dengan baik, sehingga saat ini dipasangi plang agar pengendara lebih berhati-hati.

Salah satu pengendara sepeda motor, Andi mengaku jalan itu memang sudah berlubang sejak sebulan yang lalu. Namun, hingga sekarang belum ada perbaikan, bahkan lubang semakin besar dan sangat membahayakan warga.

“Awalnya kecil, tapi semakin hari lubangnya terus besar dan tidak bisa ditutupi baja lagi,” kata Andi, di lokasi, Rabu (10/8).

BACA JUGA: Warga Tandai Jalan Berlubang di Km 16 Toapaya, Bintan dengan Ban Bekas dan Karung

Pengendara lain, Ismail mengaku lubang itu berbahaya trutama saat malam hari jika tidak diperhatikan dengan baik, bisa terjadi kecelakaan nantinya.

“Jangan sampai ada kecelakaan dulu baru diperbaiki, lagian ini kan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pengerjaanya,” ujar Ismail.

Berdasarkan informasi yang diproleh, lubang yang muncul di Jalan Brigjen Katamso Tanjungpinang itu akibat pecahnya pipa PDAM yang tertanam di bawah jalan tersebut.

Air yang memancar dari pipa mengikis bagian dalam aspal, sehingga membuat aspal ambruk dan membuat lubang. (*)

Reporter: Peri Irawan

Lagi, DBD Renggut Nyawa Balita di Batam

0
ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi. Foto: Jawapo.com

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyatakan, hingga Rabu (10/8), kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) berjumlah empat orang. Pasien DBD meninggal ini diketahui masih di bawah umur, warga Tembesi Makmur.

“Ya, ada penambahan satu orang pasien DBD yang meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, Rabu (10/9).

Menurutnya sejak Januari hingga saat ini sudah empat pasien DBD yang meninggal dunia. Empat pasien DBD ini diketahui masih balita. Pertama, pasien berusia 1 tahun warga Mediterania, Batam Kota. Lalu kedua pasien berusia 4 tahun warga Pelita, Nongsa, dan ketiga warga Kavling Sejunlung berusia 6 bulan.

“Terakhir balita usia 5 tahun warga Tembesi Makmur,” ungkap Didi.

Selain bertambahnya pasien meninggal, Dinkes Batam mencatat jumlah warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) capai 535 kasus hingga 7 Agustus 2022. Ratusan kasus DBD di Kota Batam ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD di tahun 2021 diketahui berjumlah 710 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak empat orang. Sedangkan di tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematian tiga orang. Lalu di tahun 2019 ada sebanyak 728 kasus dengan kasus kematian 2 orang.

“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.

Diketahui sepanjang tujuh bulan terkahir ini, kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Juli yakni dengan 98 kasus. Disusul Januari 85 kasus, Februari 65 kasus dan Maret 75 kasus. Selanjutnya pada Juni ada 71 kasus serta sampai dengan 7 Agustus ada 14 kasus.

Didi menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Kota Batam dalam meminimalisir penyebaran DBD ini. Salah satunya dengan melakukan fogging dan sekaligus mengaktifkan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan program Gerakan satu rumah satu orang jumantik.

Para jumantik ini akan diberikan sosialisasi dan penyuluhan serta pemahaman. Peran jumantik ini dilakukan di seluruh wilayah seperti diantaranya, edukasi jentik bersama tim Jumantik Bida Ayu Blok G,Kelurahan Mangsang, Sosialisasi Jumantik di BukitBarelang Kelurahan Tanjungpiayu, Pembinaan Jumantik Cilik di Bengkong Mahkota, Bengkong. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Tanah Rampasan Fuad Amin jadi Rupbasan

0
Ketua KPK Firli Bahuri saat meninjau fasilitas solar panel pada peresmian Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/8/2022). Peresmian ini menandai awal pemanfaatan Rupbasan tersebut sebagai bagian dari optimalisasi asset recovery melalui pemeliharaan, pengamanan benda sitaan, ataupun barang rampasan dari penanganan tindak pidana korupsi yang ditangani KPK. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Tanah seluas 7.831 meter persegi yang dulunya pernah dikuasai mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron kini beralih fungsi menjadi Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Rampasan (Rupbasan) KPK. Area yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur itu bisa menampung 180 kendaraan roda empat dan 12 bus/truk.

Kemarin (10/8), rupbasan KPK itu diresmikan. Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan Rupbasan baru tersebut juga bisa menampung 120 kendaraan roda dua. Gedung empat lantai itu juga dilengkapi enam ruang penyimpanan barang bukti dan tiga ruang arsip. Pembangunan rupbasan itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 65 miliar.

Tak hanya ruang penyimpanan, rupbasan tersebut juga dilengkapi fasilitas penunjang lain. Diantaranya, parkir mekanik, lift kendaraan, lift penumpang, dumbwaiter, dan carwash automatic. ”Semua yang bisa ditangkap, tangkap. Sita semua harta kekayaannya, (agar bisa) penuhi gedung ini (Rupbasan KPK, Red),” kata Firli di acara peresmian rupbasan.

Tahap perencanaan pembangunan rupbasan tersebut dimulai 2020 lalu. Kemudian pada Mei 2021, rupbasan mulai dibangun menggunakan anggaran APBN. Awalnya, alokasi anggaran yang direncanakan sebesar Rp 78 miliar. ”Dalam perjalanannya kita menghemat karena total pembangunan gedung rupbasan ini hanya menghabiskan biaya Rp 65 miliar,” ungkap Firli.

Untuk diketahui, benda sitaan dan barang rampasan yang diamankan KPK sampai saat ini sebanyak 647 rampasan, 3.125 sitaan dan 12 barang titipan proses penyelidikan. Rupbasan itu akan digunakan KPK untuk menampung aset-aset pelaku tindak pidana korupsi hingga proses hukumnya berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Firli menyebut pemanfaatan rupbasan sejalan dengan optimalisasi asset recovery yang sedang digencarkan KPK. Sebelumnya, banyak benda rampasan dan sitaan koruptor dalam kondisi tidak terpelihara, sehingga nilai barang yang disita dan dirampas menjadi turun saat dilelang. ”Oleh karenanya KPK harus menjaga nilai jual terhadap barang-barang ini,” imbuh Firli. (*)

Reporter: JP Group

Jalan Tengku Sulung Batamkota Langganan Macet

0
Macet Tanjunguncang Dalil Harahap666
Ilustrasi. Kemacetan kendaraan di Kota Batam. Foto: Dalal Harahap/Batam Pos

batampos – Jalan Tengku Sulung Batamkota, atau tepatnya jalan depan Komplek Cikitsu hingga Simpang Bundaran SMAN 3 Batamkota jadi langganan macet. Hampir setiap saat terlihat macet panjang, terutama pagi, siang dan sore.

Kondisi macet diduga karena ruas jalan yang cukup sempit. Padahal volume kendaraan yang melewati jalan tersebut cukup padat. Ditambah, banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir-pinggir jalan tersebut.

Seperti yang pada Rabu (10/8) sore, terlihat macet yang cukup panjang. Mulai di pertinggan jalan dari arah Mall Botania 2 Batamcenter menuju jalan depan Komplek Cikitsu. Tak sampai disitu, arus yang sangat padat juga terlihat dari Jalan depan Komplek Cikitsu menuju bundaran SMAN 3 Batamkota.

Amir, pengendara yang melintas mengatakan jalur di Jalan Tengku Sulung sudah jadi langganan macet. Hampir setiap saat terjadi macet. Kendaraan yang melintas pub harus melaju sangat pelan.

“Kalau jalan di sini (Tengku Sulung) jangan ditanya, sudah langganan macet. Hampir setiap saat, pagi, siang dan sore,” ujarnya.

Menurut dia, selain ruas jalan yang sempit dan banyaknya pedagang kaki lima, volume kendaraan juga jadi penyebab utama terjadinya macet. Apalagi di setiap persimpangan tak tersedia traffic light untuk mengatur arus lalu lintas.

“Ya setiap kendaraan yang lewat harus saling mengalah. Bahkan ada pengendara yang tak tahu diri, main serobot aja dan akhirnya membuat pengendara lain ngerem mendadak,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah bisa segera melakukan pelebaran jalan. Mengingat jalan tersebut sudah menjadi akses utama warga di bandingkan jalan besar menuju Bandra.

“Ya banyak lebih memilih jalur dalam, karena kendaraan yang melaju tak sekencang jalan besar. Jadi berharaplah jalan ini segera dilebarkan,” jelasny.

Hal senada diungkapkan Novi yang hampir setiap saat melintas di jalan tersebut terkena macet. Banyak pengendara roda empat yang harus mengalah, karena kebanyakan pengendara roda dua suka asal serobot.

“Kalau mobil pasti banyak mengalah, soalnya motor asal masuk-masuk saja kalau lagi macet. Bikin tambah macet,” jelasnya.

Dikatakannya, kondisi macet jalanan sudah lama terjadi, namun dari pemerintah tak ada upaya pelebaran. Padahal jalan tersebut sudah jadi akses utama warga yang tinggal sekitar Batamkota dan Nongsa.

“Sudah lama seperti ini, tak tak diperbaiki. Pedagang kaki lima juga tambah banyak, yang bikin jalan sempit,” terang Novi. (*)

 

Reporter : Yashinta

Polisi Berhasil Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal

0
Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir menunjukkan tersangka dan barang bukti uang.

batampos- Jajaran Dit Polairud Polda Kepri dan Sat Polairud Polres Karimun berhasil menggagalkan pengiriman calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di wilayah Kabupaten Karimun pada Sabtu (6/8).

”Kita dapat informasi tentang rencana akan adanya pengiriman PMI ke Malaysia secara ilegal dari wilayah Karimun. Dengan adanya informasi ini, maka pada Sabtu (6/8) Dit Polairud Polda Kepri bersama Satpolariud Polres Karimun melaksanakan patroli rutin di perairan Meral, Kabupaten Karimun,” ujar Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir.

BACA JUGA: Polisi Gagalkan Aksi Penyelundupan Calon PMI secara Ilegal, Diselundupkan Lewat Desa Ini

Pada saat sedang melakukan patroli, tepatnya di posisi koordinat 01º0’ˌ021″N-103º21’6836″E melihat satu unit speedboat yang diduga pelaku pengiriman PMI ilegal. Sehingga, dilakukan pengejaran untuk penegakkan hukum terhadap satu unit speed boat tanpa nama dengan mesin 15 PK.

”Pada saat berhasil dilakukan penindakan, diketahui di dalam speedboat ada tiga orang calon PMI bersama satu orang tekong speedboat berinisial N. Selanjutnya tekong dan 3 calon PMI dibawa ke dermaga Satpolairud Polres Karimun guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” paparnya.

Tekong speedboat berinisial N ini, tambah Binsar, selain bertugas sebagai orang yang mengantar dan menjemput, juga sebagai perekrut. Diketahui, para calon PMI tersebut merupakan warga Lombok, NTB. Mereka dijemput dari Batam dan dibawa ke Karimun sebelum diberangkatkan ke Malaysia.

”Kemudian, pada Sabtu (6/8/), pelaku berangkat dari Pulau Judah ke lokasi titik pertemuan yang ditentukan. Yakni, di perairan bagian luar di Kecamatan Tebing atau perairan Takong Hiu. Hanya saja, setelah berjam-jam menunggu di perairan Takong Hiu, pelaku dan tiga calon PMI tersebut jalan ke arah perairan Meral untuk membeli minyak speedboat yang kehabisan bahan baka,” ungkapnya.

Dikatakan Binsar, pada saat dalam perjalanan ke lokasi titik pertemuan usai membeli minyak. Petugas melakukan penangkapan terhadap spead boat yang dinahkodai oleh pelaku.Ditangkapnya di perairan Meral, saat hendak kembali ke perairan terluar usai membeli minyak.

”Jadi para PMI ini rencanakan akan dipindahkan ditengah laut ke spead boat lainnya baru mereka dibawa ke Malaysia hanya saja, setelah sekian lama menunggu, spead boat untuk transit tersebut tidak kunjung datang. Bahkan, nomor handphone orang tersebut tidak lagi dapat dihubungi. Kasus PMI ilegal ini masih dalam penyelidikan, dan juga mengejar seorang yang menjadi DPO,” ujar Binsar Samosir. (*)

reporter: sandi