
batampos – Darya Dugina,30, putri nasionalis Rusia yang tewas di mobilnya yang meledak karena bom, dipuji sebagai martir. Sejumlah politisi Rusia mengucapkan perpisahan dalam sebuah kebaktian di Moskow, Selasa (23/8/2022) waktu setempat.
BACA JUGA:
Rusia Tuduh Ukraina di Balik Pembunuhan Darya Dugina, Putri Tokoh Ultranasionalis Sahabat Putin
“Dia seorang yang menginspirasi. Politisi muda yang berharga bagi negara. Dia seorang martir, yang kematiannya harus menginspirasi pasukan Rusia berperang di Ukraina,” ujar salah seorang politisi Rusia seperti dikutip dari Reuters.
Peringatan enam bulan invasi Rusia ke Ukraina, kematian Dugina telah mendorong seruan di antara elit politik Moskow untuk membalas dendam. Atas hal ini, Kedutaan Besar AS di Kyiv telah memperingatkan kemungkinan peningkatan serangan militer Rusia.
“Saya menganggapnya sebagai kejahatan barbar yang tidak dapat diampuni,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Dia pun berharap supaya penyidikan dilakukan serius dan cepat selesai. “Tidak akan ada ampun bagi pelaku dan dalang di balik pembunuhan ini,” tegas Lavrov.
Kantor pusat Moskow TV dijadikan sebagai tempat berkabung atas tewasnya Dugina. Para politisi senior, sesama nasionalis dan teman-teman jurnalis Dugina melewati peti kayu gelap tempat jasadnya disemayamkan. Mereka mengucapkan kata perpisahan, meletakkan bunga dan menyampaikan belasungkawa mereka kepada kedua orang tua Dugina, Alexander Dugin dan Natalia Melentyeva yang duduk di dekat peti matinya.
Sebuah foto hitam putih besar Dugina, yang semasa hidupnya bekerja sebagai jurnalis dan komentator media nasionalis, tergantung di dinding hitam di belakang peti matinya saat alunan musik berkabung dimainkan.
Ayahnya, Dugin, 60, yang selama bertahun-tahun menganjurkan pembentukan kerajaan Rusia baru yang akan menyerap wilayah negara-negara seperti Ukraina, mengatakan kepada pelayat bahwa putrinya telah mati untuk Rusia.
“Jika kematian tragisnya telah menyentuh seseorang, dia akan meminta mereka untuk membela Ortodoks Rusia yang suci, masyarakat dan Tanah Air,” kata Dugin.
“Dia mati untuk Rusia, di tanah air dan di garis depan yang bukan di Ukraina. Tapi di sini,” ujar Dugin sambil tertunduk sedih.
Dugina, putri ultra-nasionalis Alexander Dugin, tewas dalam serangan bom mobil di luar Moskow, Sabtu (20/8/2022). Layanan keamanan FSB Rusia menuduh badan intelijen Ukraina mendalangi pembunuhannya. Namun hal ini dibantah Kyiv. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak









