Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 6985

Tewas Dalam Serangan Bom Mobil, Putri Nasionalis Rusia Dipuji Sebagai Martir

0
Tokoh ultra-nasionalis Rusia, Alexander Dugin dan istrinya duduk di samping peti mati Darya Dugina. Dia berduka untuk putrinya yang tewas dalam serangan bom mobil, selama upacara perpisahan di Moskow, Rusia, Selasa (23/8/2022) waktu setempat. F Maxim Shemetov/Reuters

batampos – Darya Dugina,30, putri nasionalis Rusia yang tewas di mobilnya yang meledak karena bom, dipuji sebagai martir. Sejumlah politisi Rusia mengucapkan perpisahan dalam sebuah kebaktian di Moskow, Selasa (23/8/2022) waktu setempat.

BACA JUGA:
Rusia Tuduh Ukraina di Balik Pembunuhan Darya Dugina, Putri Tokoh Ultranasionalis Sahabat Putin

“Dia seorang yang menginspirasi. Politisi muda yang berharga bagi negara. Dia seorang martir, yang kematiannya harus menginspirasi pasukan Rusia berperang di Ukraina,” ujar salah seorang politisi Rusia seperti dikutip dari Reuters.

Peringatan enam bulan invasi Rusia ke Ukraina, kematian Dugina telah mendorong seruan di antara elit politik Moskow untuk membalas dendam. Atas hal ini, Kedutaan Besar AS di Kyiv telah memperingatkan kemungkinan peningkatan serangan militer Rusia.

“Saya menganggapnya sebagai kejahatan barbar yang tidak dapat diampuni,” ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Dia pun berharap supaya penyidikan dilakukan serius dan cepat selesai. “Tidak akan ada ampun bagi pelaku dan dalang di balik pembunuhan ini,” tegas Lavrov.

Kantor pusat Moskow TV dijadikan sebagai tempat berkabung atas tewasnya Dugina. Para politisi senior, sesama nasionalis dan teman-teman jurnalis Dugina melewati peti kayu gelap tempat jasadnya disemayamkan. Mereka mengucapkan kata perpisahan, meletakkan bunga dan menyampaikan belasungkawa mereka kepada kedua orang tua Dugina, Alexander Dugin dan Natalia Melentyeva yang duduk di dekat peti matinya.

Sebuah foto hitam putih besar Dugina, yang semasa hidupnya bekerja sebagai jurnalis dan komentator media nasionalis, tergantung di dinding hitam di belakang peti matinya saat alunan musik berkabung dimainkan.

Ayahnya, Dugin, 60, yang selama bertahun-tahun menganjurkan pembentukan kerajaan Rusia baru yang akan menyerap wilayah negara-negara seperti Ukraina, mengatakan kepada pelayat bahwa putrinya telah mati untuk Rusia.

“Jika kematian tragisnya telah menyentuh seseorang, dia akan meminta mereka untuk membela Ortodoks Rusia yang suci, masyarakat dan Tanah Air,” kata Dugin.

“Dia mati untuk Rusia, di tanah air dan di garis depan yang bukan di Ukraina. Tapi di sini,” ujar Dugin sambil tertunduk sedih.

Dugina, putri ultra-nasionalis Alexander Dugin, tewas dalam serangan bom mobil di luar Moskow, Sabtu (20/8/2022). Layanan keamanan FSB Rusia menuduh badan intelijen Ukraina mendalangi pembunuhannya. Namun hal ini dibantah Kyiv. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Tiongkok Protes Kunjungan Gubernur AS dan Anggota Parlemen Jepang ke Taiwan

0
Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen (kanan) bertemu dengan Gubernur Indiana AS Eric Holcomb di Taipei, Taiwan. Foto dirilis Senin, 22 Agustus 2022. F Reuters via Antara.

batampos – Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) memprotes kunjungan Gubernur Indiana Amerika Serikat (AS), Eric J Holcomb dan anggota parlemen Jepang Keiji Furuya ke Taiwan.

“Taiwan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari wilayah teritorial Tiongkok,” demikian pernyataan MFA di Beijing, Selasa (23/8/2022)..

Holcomb dan delegasi dari kesekretariatan perdagangan Indiana tiba di Ibu Kota Taipei, Taiwan, pada Minggu (21/8/2022). Bersama delegasi lainnya, dia bertemu pemimpin Taiwan Tsai Ing Wen, Senin (22/8/2022). Mereka membicarakan kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan budaya.

MFA menegaskan, permasalahan Taiwan sangat sensitif dalam kaitannya dengan hubungan Tiongkok-AS sehingga negeri Tirai Bambu itu menentang pertukaran AS dengan Taiwan dalam bentuk apa pun.

“Kami telah mengambil sikap serius kepada pihak AS atas kunjungan Gubernur Indiana Holcomb ke Taiwan,” kata MFA.

Sementara itu, anggota parlemen Jepang dari Partai Demokrat Liberal (LDP) Keiji Furuya juga turut mengunjungi Jepang hingga (Rabu (24/8/2022) besok.

“Kami mendesak pihak Jepang untuk berpikir secara mendalam peristiwa bersejarah, mematuhi prinsip-prinsip empat dokumen politik China-Jepang, dan komitmen yang telah disepakati,” kata MFA.

MFA menyerukan, supaya Jepang tidak mengarungi “air berlumpur” hanya demi kepentingan sepihak di Selat Taiwan. (*)

Sumber: Antara

Skenario Pembunuhan Brigadir J Diminta Diingat, Dijawab ‘Oke Komandan’

0
Sejumlah massa melakukan aksi menyalakan lilin untuk mengenang 30 hari wafatnya Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (8/8/2022). Dalam aksinya mereka menuntut keadilan pada kematian Brigadir J dan mendukung Polri untuk adil dan transparan untuk menuntaskan kasus kematian Brigadir J. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batampos – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengatakan, percakapan yang ditemukan di handphone baru ajudan Irjen Polisi Ferdy Sambo sudah menunjukkan adanya” obstruction of justice” atau upaya menghalangi penyidikan.

“Kalau menggambarkan bahwa adanya “obstruction of justice” sebetulnya sudah,” kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik di Jakarta, Selasa (23/8) dikutip dari Antara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komnas HAM terkait handphone milik Brigadir J dan Bharada E yang hingga kini belum ditemukan.

“Di HP yang baru itu ditemukan, misalnya ada komunikasi yang menyuruh untuk mengingat skenario,” kata Taufan.

Kemudian, katanya, arahan untuk mengingat skenario tersebut dijawab dengan “oke komandan”. Hal tersebut dinilai Komnas HAM sudah menunjukkan suatu bukti, bahwa ada rekayasa dalam kasus kematian Brigadir J.

Namun, apabila Komnas HAM bisa menemukan handphone milik Brigadir J dan Bharada E yang hingga kini belum ditemukan, maka hal tersebut akan semakin memperkaya pendalaman kasus termasuk gambaran “obstruction of justice”.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Tim Khusus Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelimanya ialah Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo, Kuwat Maruf.

Mereka dijerat Pasal 340 subsideir Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Selain itu, terdapat enam perwira polisi yang diperiksa lantaran diduga melakukan tindak pidana dengan “obstruction of justice” atau menghalangi penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J. Dari enam nama tersebut salah satunya Ferdy Sambo. (*)

Reporter: JP Group

70 Stand Ramaikan Pasar Mahasiswa di STTI Tanjungpinang

0

 

batampos -Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang kembali mengadakan pasar mahasiswa untuk pemenuhan tugas ujian akhir mata kuliah kewirausahaan.

Satu stand diisi oleh dua mahasiswa yang mengikuti pasar mahasiswa, F, kiriman untuk Batam Pos

Pasar mahasiswa tersebut diikuti sekitar 70 stand, merupakan yang ke enam kali diadakan oleh Kampus STTI Tanjungpinang untuk melatih mental mahasiswa bagaimana menjadi pengusaha.

Dosen Kewirausahaan Kampus STTI Tanjungpinang, Mulyadi Tan menyampaikan untuk menjadi pengusaha atau wirausahawan memang perlu mental yang kuat dan perlu dilatih dari awal.

“Mereka harus belajar menjual suatu produk, bagaimana langkan jika produk tidak laku dan rugi dan penerapan strategi marketing yang bagus,” kata Mulyadi Tan, Selasa (23/8).

Bahkan, dari pasar mahasiswa itu, kata Mulyadi Tan banyak mahasiswa yang sukses membuat suatu usaha, sehingga pihak kampus juga mendapat kebanggaan tersendiri.

“Saya ingin ketika mahasiswa itu lulus mereka bisa jadi pengusaha muda,” ujarnya.

Salah satu tujuan mata kuliah yang diajarkan oleh Ketua Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri itu yaitu pengusaha yang tangguh.

“Mereka bisa menerapkan ilmu yang didapatkan saat kuliah,” terangnya.

Pasar mahasiswa itu berlangsung selama dua hari dan diselingi oleh hiburan lain seperti penampilan band mahasiswa STTI Tanjungpinang serta tamu undangan dari kampus lain.

“Kegiatannya dua hari Jumat dan Sabtu kemarin di Lapangan STTI Jalan Pompa Air,” tambahnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

Demokrat Yakin NasDem Tak Akan Bersama PDIP

0
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh saat menyambut Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Nasdem Tower, Jakarta, Senin ( 22/8/2022). Pertemuan kedua elit partai tersebut berlangsung akrab. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan, pihaknya tidak terlalu terpengaruh dengan pertemuan politik antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang berlangsung di Tower NasDem, Jakarta, Senin (22/8) kemarin.

Kamhar juga menilai, pertemuan itu tak berujung koalisi dalam menghadapi gelaran Pilpres 2024 mendatang. Sebab, hubungan Demokrat, PKS, dan NasDem kian mesra dalam menjalin koalisi di pesta demokrasi nanti.

“Karenanya silaturahmi politik PDIP dan Nasdem kami hargai dan perlu kami tegaskan pula bahwa komunikasi politik antara Partai Demokrat, NasDem dan PKS juga semakin kesini semakin intensif dan memiliki banyak kemajuan,” kata Kamhar kepada wartawan, Selasa (23/8).

Silaturahmi antar pimpinan partai politik (parpol), adalah sebuah gerakan yang positif untuk menjaga situasi politik yang kondusif di tengah kehidupan ekonomi rakyat yang sedang kesulitan.

“Akibat kenaikan harga-harga kebutuhan pokok dan sedang hangat-hangatnya wacana kenaikan harga Pertalite,” ujarnya.

Selain itu, silaturahmi lintas partai ini menjadi keniscayaan karena untuk mengurus bangsa yang besar ini, tak mungkin hanya satu partai saja, mesti berkolaborasi dan bersinergi dengan parpol lainnya.

“Termasuk menghadapi Pilpres 2024 nanti, selain PDIP semua parpol lainnya mesti membangun koalisi. Lagi pula berbicara tentang koalisi atau kerjasama politik itu senantiasa dinamis. Konfigurasi koalisi sendiri terbentuk dalam beberapa tahap, itu yang terjadi secara empirik dalam perjalanan politik bangsa kita di era reformasi ini,” ungkap Kamhar.

Menurut dia, konfigurasi koalisi pertama terbentuk untuk pemenuhan syarat presidential threshold, biasanya jumlah partainya tidak terlalu banyak.

“Kemudian terjadi rekonfigurasi keanggotaan koalisi jika masuk putaran kedua, jika Pilpres terjadi dalam dua putaran seperti pada 2004 yang lalu. Selanjutnya terjadi lagi rekonfigurasi keanggotaan koalisi setelah kontestasi Pilpres selesai, yaitu koalisi Parpol dalam menjalankan pemerintahan,” beber Kamhar.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani beserta jajarannya melakukan safari politik ke kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/8). Kedatangan Puan disambut hangat oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya membantah adanya kerenggangan hubungan antara Partai NasDem dengan PDIP. Hal ini terlihat dari keakraban antara Surya Paloh dengan Puan Maharani yang disambut dengan pelukan hangat.

“Jadi kunjungan hari ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan dan NasDem memiliki kesamaan garis, kesamaan historis yang kemudian menjadi modal besar untuk dibangunnya kerja sama pada tahapan selanjutnya,” ujar Willy di NasDem Tower.

Menurut Willy kedatangan jajaran DPP PDIP tersebut merupakan suatu kehormatan bagi Partai NasDem. Tak dipungkiri, kedatangan Puan bersama jajaran PDIP membahas agenda politik 2024.

“Jadi tentu ini ada nostalgia, ada obralan-obrolan tentang kebangsaan, tentang kepemiluan, tentang kerja sama politik,” pungkas Willy. (*)

Reporter: JP Group

Kiai Sepuh NU Berharap Parpol Harus Berani Munculkan Calon Alternatif

0
Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Afifuddin Muhajir berpesan, agar agenda bangsa Pemilu 2024 dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memilih calon pemimpin yang dibutuhkan bangsa ini. (Istimewa)

batampos – Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Afifuddin Muhajir berpesan, agar agenda bangsa Pemilu 2024 dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memilih calon pemimpin yang dibutuhkan bangsa ini.

Wakil Rais Aam PBNU itu juga menyatakan, pemimpin bisa dari mana saja. Bukan hanya dari partai politik. Karena itulah, penting untuk menyamakan persepsi dan meninggalkan fanatik kepartaian. Sehingga muncul calon alternatif yang dibutuhkan.

“Kalau ada calon yang punya kapabilitas dan integritas, sebagaimana syarat mutlak sebagai pemimpin, dari non parpol, alangkah baiknya kita sepakati. Hilangkan fanatisme parpol,” ujar Kiai Afif dalam Seminar Nasional, Perspektif NU Terhadap Agenda Bangsa 2024 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi NU di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Senin (22/8).

Kiai Afif juga mengakui, partai politik pasti tidak akan rela jika ada calon berkualitas yang bukan dari kelompok mereka. Sebab, selama fanatik partai melekat, akan sulit untuk muncul calon alternatif.

“Namun harus diingat, memilih pemimpin adalah hal yang amat penting. Sebab, jika masyarakat ingin baik, pemimpinnya harus pula yang baik,” ujar wakil Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah serta Naib Mudir Ma’had Aly Sukorejo Situbondo ini.

Kiai Afif pun menyebut nama kader NU yang bukan dari kalangan partai politik. Salah satunya adalah Menko Polhukam Mahfud MD.

“Saya kira Pak Mahfud jadi salah satu tokoh alternatif yang memenuhi syarat yang saya sebutkan sebagai pemimpin tadi. Semoga partai politik memunculkan nama alternatif ini,” kata dia.

Kiai Afif menambahkan, bagi NU politik bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapainya. Jangan sampai politik merusak tujuan dengan cara yang merusak persatuan.

“Sah saja orang NU mau maju. Justru orang NU yang tidak mendukung orang NU yang baik, diragukan ke-NU-annya,” tandasnya.

Pendapat Kiai Afif selaras dengan hasil survei Indopol Survey and Consulting pada Juli, yang memposisikan sebanyak 17,48 persen warga NU memilih Mahfud MD.

Selanjutnya di posisi kedua pilihan nahdliyin yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 11,87 persen, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar 9,02 persen, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf 4,55 persen, mantan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj 2,85 persen, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 2,44 persen dan lainnya  3,01 persen.

“Sementara undecided voters atau responden yang belum menentukan pilihan masih tinggi, ada sekitar 48,78 persen,” ujar Direktur eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto yang juga hadir dalam seminar ini memaparkan.

Sementara itu, Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia mengapresiasi survei yang memunculkan tokoh alternatif. Sebab, banyak figur yang tidak darah biru parpol, tidak ramai dibicarakan. “Perlu muncul capres-cawapres alternatif yang layak maju bukan elite partai. Survei harus merekam suara rakyat yang tidak didengar partai politik,” katanya di seminar yang sama.

Namun yang menarik, lanjut Adi, Party Id di Indonesia rendah. Berdasarkan datanya, 82 persen publik merasa tidak menjadi bagian dari partai politik. Sebaliknya, Ormas Id ini kuat. Salah satunya, 47 persen publik, mengaku sebagai warga NU.

“Tetapi, kita dihadapkan pada situasi rezim politik yang dikuasai partai. Suka nggak suka,” tambahnya.

Karena itu, jika 2024 masih memakai politik identitas, ormas besar seperti NU, akan tetap jadi barang cantik. Artinya, meskipun PBNU menyatakan diri ingin menjauh dari politik praktis dan tak boleh memakai atribusi NU, tetapi tokoh-tokohnya akan tetap dikaitkan.

“Tokoh-tokoh NU ini pasti tidak akan terlepas dari tarikan politik praktis. Sekali-kali jangan hanya jadi objek, tarung saja sekalian,” sarannya. (*)

Reporter: JP Group

Ini Daftar 24 Personel Polri yang Dimutasi ke Yanma

0
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah (tengah) menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

batampos – Markas Besar (Mabes) Polri mengeluarkan daftar nama 24 polisi yang dimutasi dari jabatannya menjadi personel Pelayanan Markas (Yanma) berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor; ST/1751/VIII/KEP./2022 tanggal 22 Agustus 2022.

Kepala Bagian Perangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, menyebutkan 24 polisi tersebut berasal dari satuan kerja (satker) masing-masing 10 personel dari Divisi Propam, dua personel Bareskrim, dua personel Korbrimob BKO Propam, sembilan personel Polda Metro atau Polres Jakarta Selatan, dan satu personel Polda Jawa Tengah BKO Propram.

“Iya, betul (daftar nama) mutasi sesuai dengan surat telegram yang ditandatangani oleh Asisten SDM atas nama Kapolri,” kata Nurul.

Mereka yang dibebastugaskan dari jabatan lamanya dan dimutasi dalam jabatan baru tersebut berdasarkan rekomendasi Inspektorat Khusus (Itsus) Polri terkait dengan pelanggaran etik kepolisian tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J di kompleks Polri Duren Tiga Nomor 56, Jakarta Selatan.

Disebutkan bahwa di antara 24 orang tersebut terdapat Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Pol. Budhi Herdi Susianto, Wadirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Jerry Raymond Siagian, serta dua tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, yakni Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Berikut daftar nama 24 polisi yang dimutasi:

1. Kombes Murbani Budi Pitono, Kabag Renmin Divpropam dimutasikan sebagai perwira menengah (Pamen) Yanma Polri

2. Kombes Susanto, Kabag Gakkum Roprovost Divpropam dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri

3. Kombes Leonardo David Simatupang, Pemeriksa Utama Propam Polri Dimutasikan Sebagai Pamen Yanma

4. Kombes Budhi Herdi Susianto, Kapolres Metro Jakarta Selatan dimutasi sebagai Yanma Polri

5. AKBP Ari Cahya, Kanit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri dimutasi sebagai Yanma Polri

6. AKBP Handik Zusen Kasubdit III Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

7. AKBP Jerry Raymond Siagian Wadirkrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

8. AKBP H. Pujiyarto Kasubdit V Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

9. AKBP Raindra Ramadhan Syah Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

10. Kompol Abdul Rahim Kanit II Subdit IV Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

11. Kompol Dermawan Kristianus Zendrato Kanit V Subdit I Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Yanma Polri

12. AKP Bhayu Vhishesha Kanit II Subdit I Ditreskrimum Polda Metro Jaya dimutasi sebagai Pama Yanma Polri

13. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri dimutasi sebagai Pama Yanma Polri

14. AKP Idham Fadilah Panit II Unit III Den A Ropaminal Divpropram Polri dimutasi sebagai Pama Yanma Polri

15. AKP Dyah Chandrawati Paur Subbagsumda Bagrenmin Divpropam Polri dimutasi sebagai Pama Yanma Polri

16. Iptu Hardista Pramana Tampubolon Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Divpropam Polri dimutasi sebagai Yanma Polri

17. Iptu Januar Arifin Pamin Den A Ropaminal Divpropam Polri dimutasi sebagai Yanma Polri

18. Ipda Arsyad Daiva Gunawan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Dimutasi Sebagai Yanma Polri

19. Bripka Ricky Rizal Wibowo BA Satlantas Polres Brebes Polda Jawa Tengah Dimutasi Sebagai BA Yanma Polri

20. Brigpol Frillyan Fitri Rosadi BA Roprovos Divpropam Polri dimutasi sebagai BA Yanma Polri

21. Briptu Firman Dwi Ariyanto Banum Urtu Roprovos Divpropam Polri dimutasi sebagai BA Yanma Polri

22. Briptu Sigid Mukti Hanggono Banit Den A Ropaminal Divpopam Polri dimutasi sebagai BA Yanma Polri

23. Bharada Sadam Ton 3 KI Markas Yon D Resimen I Paspelopor Korbrimbob Polri dimutasi sebagai TA Yanma Polri

24. Bharada Richard Eliezer Pudhihang Lumiu Anggota Ton 2 KI 1 Yon C Resimen I Paspelopor Korbrimob Polri dimutasi sebagai TA Yanma Polri. (*)

Reporter: Antara

Kapolda Kepri Terima Kunjungan Ketua Polisi Malaysia, Ini yang Dibahas

0
polda kepri PDRM
Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman dan jajaran berfoto bersama dengan Ketua Polis Johor Malaysia Cp. Dato Kamarul Zaman Bin Mamat beserta staf. Foto: Humas Polda Kepri

batampos – Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, menerima kunjungan dan silaturahmi Ketua Polis Johor Malaysia Cp. Dato Kamarul Zaman Bin Mamat beserta staf, Selasa (23/8/2022).

Kapolda menyambut baik pertemuan bilateral dengan Ketua Polis Johor Malaysia, selain bersilaturahmi sekaligus membahas pertukaran informasi kejahatan antar negara.

Dari pers rilis yang diterima Batam Pos, Kapolda Kepri berharap pertemuan bisa dilakukan sesering mungkin meskipun dalam skala kecil, namun fokus pada level Direktorat/Divisi.

Kapolda juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Polis Johor kepada Polda Kepri dalam penanganan kasus selama ini terutama kasus PMI ilegal.

Dalam pertemuan tersebut selain membahas kejahatan antar negara, Kapolda Kepri juga menuturkan situasi umum wilayah hukum Polda Kepri meliputi luas perairan, perbatasan, gangguan kamtibmas dinamika sosial masyarakat yang telah kembali normal, cuaca dan penanganan PMI Illegal, penanganan terorisme, penyelundupan senjata dan narkoba.

Kemudian Polda Kepri bersama Polis Johor Malaysia dalam pertemuan tersebut juga melakukan pertukaran informasi, pertukaran pengalamanan dalam metode penyelidikan tindak pidana, pertukaran pengalamanan dan informasi terkait modus operandi tindak pidana, pertukaran informasi dalam jaringan tindak pidana serta rute baru yang digunakan, penerapan instrument teknis baru dalam pelatihan dengan teknologi modern melanjutkan investigasi dan pengawasan bersama serta kerjasama dalam pengembangan SDM.

“Adapun hal-hal yang perlu ditingkatkan antara lain ialah penanganan kecelakaan laut, penanganan PMI Illegal, penanganan terorisme dan penanganan penyelundupan Narkoba,” ujar Kapolda.

Ketua Polis Johor, Cp. Dato Kamarul Zaman Bin Mamat, mengatakan tujuan kedatangan mereka ke Polda Kepri adalah untuk mengenali serta menjalin tali silaturahmi bersama barisan kepemimpinan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Yaitu Kapolda Kepri.

“Pertemuan ini adalah untuk membincangkan isu-isu serta perkara untuk kepentingan bersama terutama keselamatan kedua Negara. Informasi dari kedutaan Indonesia penduduk Indonesia berjumlah 330 (tiga ratus tiga puluh ribu) warga Indonesia yang berada di Negeri Johor Malaysia,” ujarnya.

“Untuk mejanjaga keselamatan warga Indonesia yang berada di Malaysia pihak Polisi Diraja Malaysia Johor melakukan kerjasama yang erat kepada pihak Polisi Republik Indonesia untuk memastikan keselamatan warga Indonesia yang berada di Malaysia serta Polis Diraja Malaysia bersikap adil dan profesional dalam menjalankan tugas,” katanya lagi.

Dengan adanya pertemuan ini lanjutnya diharaokan dapat membantu pihak Polis Malaysia kepada Polisi Negara Republik Indonesia dalam menangani kasus-kasus kriminal ataupun kejahatan antar negara.(*)

Sopir Angkot Nyambi Edarkan Sabu

0
Polisi saat menggeledah rumah pengedar sabu yaitu FA. F. Humas Polresta Tanjungpinang

batampos – Seorang sopir angkot inisial FA ditangkap Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang di Jalan Bhayangkara Tanjungpinang Barat, Sabtu (20/8). Selain menjadi sopir, FA diduga nyambi sebagai pengedar narkotika.

Kasi Humas Polresta Tanjungpinang AKP Suprihadi Hantono mengatakan penangkapan pelaku merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

BACA JUGA: Napi Narkoba Paling Banyak Dapat Remisi di Karimun

Awalnya, polisi menangkap dua pelaku yaitu YA dan RP. Dua pelaku mengaku mendapat sabu dari FA. “Penangkapan FA berdasarkan hasil pengembangan,” terang Suprihadi, Selasa (23/8).

Dari tangan pelaku FA, polisi mengamankan barang bukti lima paket sabu 18,8 Gram. Timbangan digital, satu ikat plastik bening, ponsel dan seperangkat alat hisap sabu (bong). “Dari tersangka FA polisi menyita uang Rp 3 juta. Menurut pengakuannya uang tersebut ada kaitan dengan transaksi narkoba,” jelas Suprihadi.

Atas perbuatannya, tersangka FA dijerat pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara. “Tersangka bersama barang bukti diamankan guna proses hukum lebih lanjut,” kata Suprihadi. (*)

reporter: Yusnadi

PSSI Rilis 18 Wasit Bermasalah, Ini Daftar Namanya

0
Wasit Fariq Hitaba diprotes striker Persija Michael Krmencik di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. (Angger Bondan/Jawa Pos)

batampos – Komite Wasit PSSI, tampaknya, tidak omong kosong soal evaluasi kinerja wasit. Minggu (21/8) nama-nama wasit yang bermasalah dalam memimpin Liga 1 2022–2023 dirilis. Lengkap beserta kesalahan dan hukumannya.

Ada 18 pengadil lapangan yang terdiri atas wasit utama, asisten wasit, dan asisten wasit tambahan yang mendapat hukuman.

Ke-18 nama adalah hasil evaluasi dari pertandingan-pertandingan hingga pekan kelima Liga 1. Hukumannya pun berbeda-beda berdasar tingkat kesalahannya.

Ketua Komite Wasit Ahmad Riyadh berharap keterbukaan itu bisa memunculkan kepercayaan publik sepak bola Indonesia. ”Dan tentu agar dapat menjadi pelajaran bagi wasit tersebut dan bagi wasit yang akan memimpin kemudian,” tuturnya.

Riyadh menyampaikan, hukuman yang diberikan berupa pembinaan. Ke-18 wasit yang bermasalah dibebastugaskan untuk beberapa pekan. Harapannya, mereka bisa introspeksi diri dan lebih memahami terkait dengan the laws of the game.

Tidak berhenti sampai di situ, menurut Riyadh, komite wasit juga akan melakukan evaluasi tiap 10 pekan. Sama seperti evaluasi kemarin, ke depan nama-nama wasit yang bermasalah kembali dibuka ke publik. ”Ini era keterbukaan informasi,” katanya.

Selain itu, pria yang juga menjabat ketua Asprov PSSI Jawa Timur tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan apresiasi jika ada wasit yang terus menjalankan tugas dengan baik. Wasit yang benar-benar menerapkan the laws of the game secara sempurna. ”Namun, bila tidak menjalankan tugas dengan baik, akan ada pembinaan,” ungkapnya.

Bahkan, Komite Wasit PSSI akan menelusuri jika memang ada wasit yang terindikasi terlibat pengaturan skor. Riyadh menegaskan tidak akan main-main jika hal tersebut terbukti.

”Akan langsung kami berhentikan dari wasit. Dan bila ada indikasi pidana, akan kami teruskan ke Polri,” paparnya.

Berikut 18 Wasit, Asisten Wasit, dan Asisten Wasit Tambahan yang Mendapatkan Sanksi:

1. Fariq Hitaba
Laga: Bali United vs Persija Jakarta
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10

2. Yeni Kristanto
Laga: PSIS Semarang vs RANS Nusantara FC
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10

3. Abdullah
Laga: Persib Bandung vs Madura United
Lama pembinaan: 6 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-9

4. Yudi Norcahyo
Laga: Bali United vs RANS Nusantara FC
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-11

5. Mustofa Umarella
Laga: PSIS Semarang vs Barito Putera
Lama pembinaan: 10 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-13

6. Tabrani, additional assistant referee (AAR) II
Laga: PSIS Semarang vs RANS Nusantara FC
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-6

7. Ami Jerimias Tepal, asisten wasit II
Laga: PSIS Semarang vs RANS Nusantara FC
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10

8. Hamim Tohari, AAR I
Laga: PSM Makassar vs Persija Jakarta
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-7

9. Pipin Indra Pratama, AAR II
Laga: PSM Makassar vs Persija Jakarta
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-7

10. Darma Santoso, AAR II
Laga: PSIS Semarang vs Barito Putera
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-6

11. Hotlan Nainggolan, asisten wasit I
Laga: Bali United vs RANS Nusantara FC
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-7

12. Hari Cristanta, asisten wasit I
Laga: PSM Makassar vs Persija Jakarta
Lama pembinaan: 4 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-7

13. Mansyur
Laga: Persebaya Surabaya vs Madura United
Lama pembinaan: 10 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-14

14. Sudarmono, asisten wasit II
Laga: Persebaya Surabaya vs Madura United
Lama pembinaan: 6 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-10

15. Dwi Purba
Laga: RANS Nusantara FC vs PSM Makassar
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-13

16. Gidion Napaherang
Laga: PSS Sleman vs Barito Putera
Lama pembinaan: 8 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-12

17. Totok Fitrianto
Laga: Persib Bandung vs PSIS Semarang
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-12

18. Sance Lawita
Laga: Borneo FC vs Persebaya Surabaya
Lama pembinaan: 8 pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-16

 

 

 

Reporter: JPGroup