Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 6993

Pembuktian Motif Lemah, Sambo Tembak Kepala Yosua

0
Irjen Ferdy Sambo, terduga pelaku pembunuhan berencana terhadap Brigadir J saat mengikuti rekonstruksi, Selasa (30/8). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

batampos — Pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi dinilai tidak akan membantu mengungkap motif pembunuhan Brigadir Yosua. Motif pelecehan seksual hanya berdasarkan keterangan Putri dan empat tersangka lainnya. Bukti secara scientific crime investigation untuk mengungkap motif juga tak ditemukan.

Bukti percakapan dari handphone para tersangka yang potensial mengungkap motif sebenarnya turut hilang karena obstruction of justice yang diotaki Sambo. Sedangkan, Polri mengeluarkan kronologi resmi pembunuhan Yosua menggunakan animasi. Dalam kronologi itu terkuak fakta, Sambo turut menembak Yosua di kepala bagian belakang.

Pemeriksaan terhadap Putri dimulai sekitar pukul 10.00. Namun, Putri masuk ke Bareskrim tanpa diketahui. Bahkan, Kuasa Hukumnya Arman Hanis mengaku tidak mengetahui kapan Putri tiba di Bareskrim. ”Ibu Putri sudah masuk di Bareskrim,” ujarnya.

Hingga pukul 21.25, Putri dan kuasa hukumnya belum juga selesai menjalani pemeriksaan. Dengan begitu pemeriksaan kedua ini telah berlangsung lebih dari 12 jam. Belum diketahui apakah kapan pemeriksaan selesai dan apakah Putri akan ditahan.

Sementara Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Putri kali ini untuk mengkonfrontasi dengan empat tersangka lainnya, Sambo, Kuat, Bharada E dan Ricky. ”Masih konfrontasi” urainya.

Sumber Jawa Pos menyebut bahwa pengakuan dari tersangka Kuat, Ricky, Bharada E dan saksi Susi hampir sama. Bahwa, Brigadir Yosua mengendap-endap masuk ke kamar Putri. Yang diikuti dengan teriakan Putri. ”Pengakuannya sama,” ujar petugas yang mengetahui kasus tersebut.

Petugas juga hanya bisa bersandar dari keterangan tersangka dan saksi atas peristiwa di Magelang. Sebab, bukti scientific crime investigation berupa handphone dari para tersangka tidak kunjung ditemukan. ”Sampai sekarang bukti pembicaraan dari handphone tidak ditemukan, hilang,” urainya.

Diduga hilangnya bukti tersebut terkait dengan tim Sambo yang menghilangkan barang bukti atau obstruction of justice. ”sudah hilang semua,” tuturnya.

Kini hanya tinggal pengakuan para tersangka, pun Sambo masih bertahan pula bahwa motif pembunuhannya bersifat sangat personal. ”Sambo meyakini bukan hanya pelecehan seksual,” jelasnya.

Alasan personal ini yang kemudian diistilahkan Sambo harus menjaga kehormatan keluarganya. Dia menuturkan, kalau alasannya bukan personal, maka Sambo pun tinggal menyusun rencana eksekusi meminjam tangan orang lain. ”Karena personal ini Sambo dengan segala pangkat dan kedudukannya merasa harus mengeksekusi Yosua dengan tangannya sendiri,” ujarnya.

Bagian lain, Polri merilis kronologi pembunuhan Brigadir Yosua. Kronologi tersebut dirangkum dalam sebuah animasi berdurasi dua menit empat detik. Dalam animasi itu Jumat (8/7) rombongan Putri, Kuat, Ricky, dan Yosua tiba di rumah dinas Sambo di Komplek Polri Duren Tiga pukul 17.06. Putri dan hampir semua ajudan masuk ke rumah, kecuali Yosua. Saat itu Yosua menuju ke taman dan menelepon seseorang.

Pukul 17.09 Sambo dan rombongannya tiba di rumah dinasnya. Sambo yang turun sudah membawa senjata api, dan senjata itu sempat terjatuh. Selanjutnya, Sambo lantas memanggil semua ajudannya ke dalam rumah pukul 17.12, mereka berkumpul di ruang makan yang terdapat tangga.

Sambo dan Yosua diperlihatkan berbicara beberapa saat. Dalam animasi itu diberikan caption Sambo mengucapkan beberapa kalimat kepada Yosua,”kamu tega sekali ke saya. Kamu kurang ajar sekali sama saya,” .

Yang selanjutnya, Sambo memerintahkan Bharada E menembak dengan berteriak. ”Woy tembak, cepat tembak. Cepat tembak,”. Akhirnya, dalam caption Bharada E menembak sebanyak tiga atau empat kali. Namun, dalam animasi itu hanya terlihat Bharada E menembak dua kali, ke arah dada kanan dan rahang yang pelurunya menyerempet tangan Yosua.

Yosua lantas jatuh dengan posisi tertelungkup di samping tangga, di depan pintu gudang. Sambo lantas menembak Yosua ke kepala bagian belakang. Dilanjutkan dengan menembak ke arah dinding tangga dan dinding, untuk mengelabui seakan-akan terjadi tembak menembak. Lantas Sambo menjemput Putri yang berada di dalam kamar.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan, bila sebelumnya ada keterangan Bharada E melihat Sambo memegang senjata dan Yosua telah terkapar, maka yang benar seperti dalam animasi. ”Bharada E dua kali memberikan kesaksian, kesaksian kedua yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan,” urainya.

Dia juga berkomentar soal dua pisau yang dibawa Kuat. Menurutnya, kuat merupakan squad lama yang mengancam Yosua di Magelang. Saat mengancam itu juga membawa pisau. ”Mengancam kalau Brigadir Yosua naik ke atas,” tuturnya.

Dalam agenda paparan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) berkaitan dengan persoalan hukum dan kinerja lembaga penegak hukum kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD memberikan beberapa catatan. Dia menegaskan bahwa sejak awal penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua akan menjadi pertaruhan kredibilitas Polri.

Hal itu kemudian tergambarkan dari hasil survei LSI dan beberapa lembaga survei lain. Pun demikian dengan hasil survei internal Polri. Untuk itu, Polri terus didorong menuntaskan penanganan kasus tersebut secara terang-benderang. Dia menilai, rekonstruksi yang dilakukan oleh Polri dua hari lalu berjalan baik meski tidak tampak adegan pelecehan seksual. ”Soal motif, apakah itu pelecehan atau perselingkuhan atau apa, itu tidak penting,” tegas dia.

Meski tidak sedikit yang lantas bertanya-tanya, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tetap menyatakan bahwa terkait detail motif tetap tidak penting dalam konteks rekonstruksi tersebut. Yang penting, lanjut Mahfud, rekonstruksi itu bisa menunjang proses pembuktian terjadinya tindak pidana pembunuhan berencana. ”Karena hukum mengatakan kamu membunuh dan kamu merencanakan. Ini buktinya rekonstruksinya,” beber dia.

Karena itu, Mahfud menambahkan, masyarakat tidak perlu pesimis terhadap penanganan kasus tersebut setelah melihat rekonstruksi dua hari lalu. Namun demikian, masyarakat juga harus terus mengawal dan mengikuti proses hukum terhadap para tersangka. Termasuk Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. ”Kita kawal agar (proses hukum kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua) ini berjalan dengan baik,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group

Izin Penggunaan Alur Laut Belum Keluar, Proyek Kabel Laut Batam-Lingga Belum Jalan

0

batampos-Proyek kabel laut dari Batam ke Pulau Buluh dan Dabo Singkep ke Daik, Lingga masih belum jalan. Kondisi ini disebabkan belum tuntasnya perizinan penggunaan alur laut dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Masyarakat berharap proyek senilai Rp37 miliar ini tidak dibatalkan.

“Di Pulau Buluh ini memang ada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Namun karena mesin tua, tentu tidak menjanjikan untuk selalu prima pelayanannya,” ujar Lurah Pulau Buluh, Borhan, Rabu (31/8).

BACA JUGA: Pemprov-PLN Kerja Sama Sediakan Listrik di 11 Pulau di Batam

Dijelaskannya, dari informasi yang ia terima, terkendalanya pembangunan strategis PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (PLN WRKR) ini disebabkan belum tuntasnya perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, masyarakat berharap, pembangunan ini tetap jalan.

“Keinginan masyarakat tentu pembangunan dapat dilakukan lebih cepat. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Karena, pembangkit yang ada, ketika mengalami kerusakan, akan membutuhkan waktu untuk perbaikan,” jelasnya.

Disebutkannya, di wilayah kerja itu, terdata ada 617 rumah tangga pengguna PLN. Ditegaskannya, banyak juga pelaku usaha yang bergantung dengan kehandalan energi. Atas dasar itulah, masyarakat berharap pembangunan bisa segera terlaksana.

“Tersedianya energi listrik adalah merupakan satu keharusan. Karena sumber daya ini, sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat,” tutupnya.

Kadis Infokom Kepri Hasan (kacamata) mendampingi Gubkepri Ansar ahmad saat memberi keterangan pers

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meminta Kanwil PLN Riau Kepri membereskan pembangunan strategis tersebut. Menurut Gubernur, infrastruktur tersebut adalah upaya untuk merangkai Kepri dengan listrik. Disebutkannya, panjang kabel dari Batam ke Pulau Buluh adalah 1 km. Kemudian untuk di Kabupaten Lingga adalah 6 km.

“Jika mengacu pada kontrak kerja, seharusnya terlaksana di akhir tahun 2021 lalu. Namun karena terhambat perizinan, maka belum terlaksana,” ujar Gubernur Ansar belum lama ini.

Menurut Gubernur, tujuan pembangunan kabel laut ini adalah untuk meningkatkan sistem kehandalan listrik di Pulau Buluh dan Kabupaten Lingga. Mantan Legislator Komisi V DPR RI tersebut menegaskan, jika ada persoalan PLN diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada pihaknya. Sehingga, ia bisa memberikan mencari jalan keluar. Karena persoalan listrik di Provinsi Kepri masih belum tuntas.

“Laporan terakhir masih ada sejumlah desa yang belum terkoneksi listrik. Tentunya dengan rencana-renca kerja seperti kabel laut ini, adalah untuk memperkuat kehandalan listrik di setiap Kabupaten/Kota,” tegas Gubernur. (*)

reporter: Jailani

 

Penukaran Uang Tahun Edaran 2022 Dibatasi

0
uang baru
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022. Foto: Istimewa

batampos – Pemerintah dan Bank Indonesia telah resmi meluncurkan 7 pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022). Namun, untuk mendapatkan uang TE 2022 ini, masyarakat harus bersabar.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Kepri, Yahya Hadi Sumarna, mengatakan, untuk menjaga jumlah uang yang beredar di masyarakat, penukaran uang TE 2022 dilakukan secara bertahap.

Dimana, pada bulan Agustus setiap masyarakat yang melakukan penukaran di kas keliling hanya dibatasi 1 paket yang jumlahnya Rp 200 ribu.

“Maksimal satu orang itu, lima paket jadi jumlahnya Rp 1 juta,” ujarnya.

Kemudian untuk bulan September, kuota penukaran ditambah menjadi 10 paket sebesar Rp 2 juta setiap orangnya. Selanjutnya, mulai bulan Oktober sudah dibebaskan.

Ia melanjutkan, saat ini Uang Rupiah Kertas TE 2022 masih dalam proses input data diseluruh mesin ATM. Hal ini dilakukan agar bisa segera digunakan di ATM Tarik Tunai dan setor tunai.

“Hal ini butuh proses karena perbedaan ukuran dari uang sebelumnya dan tanda-tanda keamanan di uang tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, Uang Rupiah Kertas TE 2022 diluncurkan Sebagai alat pembayaran yang Sah. Sesuai dengan UU Mata Uang, Uang Rupiah Kertas TE 2022 harus diterima masyarakat.

Sosialisasi terus dilakukan oleh Bank Indonesia melalui media dan media sosial hingga sosialisasi tatap muka juga terus ditingkatkan.

“Sosialisasi ini sejalan dengan semakin luas dan banyaknya peredaran uang di masyarakat,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, uang TE 2022 terdiri atas pecahan uang Rupiah kertas Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp.10.000, Rp5.000, Rp.2000, dan Rp.1000, dengan telaah visual setiap pecahan Uang TE 2022 dalam rincian berikut.

Uang TE 2022 tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan, serta tema kebudayaan Indonesia (gambar tarian, pemandangan alam, dan flora) pada bagian belakang sebagaimana Uang TE 2016.

Terdapat tiga aspek inovasi penguatan Uang TE 2022 yaitu desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal, dan ketahanan bahan uang yang lebih baik.

Inovasi dimaksudkan agar uang Rupiah semakin mudah untuk dikenali ciri keasliannya, nyaman, dan aman untuk digunakan, serta lebih sulit untuk dipalsukan sehingga uang Rupiah semakin berkualitas dan terpercaya serta menjadi kebanggaan bersama sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengeluaran dan pengedaran Uang TE 2022 merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2022 dan dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai Undang-Undang.

Adapun pengeluaran Uang TE 2022 tidak memiliki dampak pencabutan dan/atau penarikan Uang Rupiah yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Seluruh Uang Rupiah kertas ataupun logam yang telah dikeluarkan sebelumnya dinyatakan masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.

Sebagaimana diatur pada UU Mata Uang, pencabutan dan penarikan uang Rupiah dari peredaran ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia dan diumumkan melalui media massa.

Pengeluaran Uang TE 2022 yang bertepatan dengan momentum HUT RI ke-77 menjadi wujud semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kedaulatan untuk menumbuhkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional. Hal ini selaras pula dengan tema HUT RI ke-77 “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Masyarakat dapat melakukan penukaran Uang TE 2022 melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan Bank Indonesia.

Pemesanan penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id. Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai tanggal 18 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB dengan jadwal penukaran uang mulai tanggal 19 Agustus 2022.

Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Penukaran Uang Tahun Edaran 2022 Dibatasi

0
uang baru
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022. Foto: Istimewa

batampos – Pemerintah dan Bank Indonesia telah resmi meluncurkan 7 pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022). Namun, untuk mendapatkan uang TE 2022 ini, masyarakat harus bersabar.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Kepri, Yahya Hadi Sumarna, mengatakan, untuk menjaga jumlah uang yang beredar di masyarakat, penukaran uang TE 2022 dilakukan secara bertahap.

Dimana, pada bulan Agustus setiap masyarakat yang melakukan penukaran di kas keliling hanya dibatasi 1 paket yang jumlahnya Rp 200 ribu.

“Maksimal satu orang itu, lima paket jadi jumlahnya Rp 1 juta,” ujarnya.

Kemudian untuk bulan September, kuota penukaran ditambah menjadi 10 paket sebesar Rp 2 juta setiap orangnya. Selanjutnya, mulai bulan Oktober sudah dibebaskan.

Ia melanjutkan, saat ini Uang Rupiah Kertas TE 2022 masih dalam proses input data diseluruh mesin ATM. Hal ini dilakukan agar bisa segera digunakan di ATM Tarik Tunai dan setor tunai.

“Hal ini butuh proses karena perbedaan ukuran dari uang sebelumnya dan tanda-tanda keamanan di uang tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, Uang Rupiah Kertas TE 2022 diluncurkan Sebagai alat pembayaran yang Sah. Sesuai dengan UU Mata Uang, Uang Rupiah Kertas TE 2022 harus diterima masyarakat.

Sosialisasi terus dilakukan oleh Bank Indonesia melalui media dan media sosial hingga sosialisasi tatap muka juga terus ditingkatkan.

“Sosialisasi ini sejalan dengan semakin luas dan banyaknya peredaran uang di masyarakat,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, uang TE 2022 terdiri atas pecahan uang Rupiah kertas Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp.10.000, Rp5.000, Rp.2000, dan Rp.1000, dengan telaah visual setiap pecahan Uang TE 2022 dalam rincian berikut.

Uang TE 2022 tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan, serta tema kebudayaan Indonesia (gambar tarian, pemandangan alam, dan flora) pada bagian belakang sebagaimana Uang TE 2016.

Terdapat tiga aspek inovasi penguatan Uang TE 2022 yaitu desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal, dan ketahanan bahan uang yang lebih baik.

Inovasi dimaksudkan agar uang Rupiah semakin mudah untuk dikenali ciri keasliannya, nyaman, dan aman untuk digunakan, serta lebih sulit untuk dipalsukan sehingga uang Rupiah semakin berkualitas dan terpercaya serta menjadi kebanggaan bersama sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengeluaran dan pengedaran Uang TE 2022 merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2022 dan dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai Undang-Undang.

Adapun pengeluaran Uang TE 2022 tidak memiliki dampak pencabutan dan/atau penarikan Uang Rupiah yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Seluruh Uang Rupiah kertas ataupun logam yang telah dikeluarkan sebelumnya dinyatakan masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia.

Sebagaimana diatur pada UU Mata Uang, pencabutan dan penarikan uang Rupiah dari peredaran ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia dan diumumkan melalui media massa.

Pengeluaran Uang TE 2022 yang bertepatan dengan momentum HUT RI ke-77 menjadi wujud semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kedaulatan untuk menumbuhkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional. Hal ini selaras pula dengan tema HUT RI ke-77 “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Masyarakat dapat melakukan penukaran Uang TE 2022 melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan Bank Indonesia.

Pemesanan penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id. Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai tanggal 18 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB dengan jadwal penukaran uang mulai tanggal 19 Agustus 2022.

Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Trailer Tabrak Pedagang, Pelajar SD, serta Orang Tua Murid, 10 Tewas

0
Kondisi truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka.(Imam Husein/Jawa Pos)

batampos  – Baru 10 menit Asmawi meninggalkan SD Kota Baru II dan III untuk menjemput sang anak ketika dia mendengar kabar mengerikan itu. Ada trailer pengangkut besi yang menabrak halte, sejumlah pedagang, murid, orang tua murid, serta sebuah menara BTS (base transceiver station).

”Begitu dengar kabar itu, saya langsung balik ke sekolah untuk memastikan,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin (31/8).

Lebih cepat dari Asmawi, Syaiful juga bergegas menengok ke depan sekolah setelah mendengar dentuman sangat keras. Dia menyeberang dari tempatnya berjualan di seberang jalan.

Dan, yang disaksikan Syaiful, kemudian Asmawi, adalah kepiluan. Tubuh-tubuh bergelimpangan dan bersimbah darah diiringi teriakan histeris dan tangis. ”Di bawah truk ada beberapa yang meninggal. Ada yang kejepit, ada dua anak kecil. Alhamdulillah masih selamat,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Asmawi ikut mengevakuasi tiga korban. Dua di antaranya meninggal, seorang ibu dan seorang siswa. Seorang lagi pria dewasa dalam keadaan luka parah di bagian kaki.

Sepuluh orang meninggal, empat di antaranya pelajar, akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan 23 korban lainnya masih dirawat di dua rumah sakit, RS Ananda dan RSUD Kota Bekasi.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 09.30 saat sebagian murid sudah waktunya pulang dan sebagian lainnya dalam masa istirahat. Jadi, suasana di depan sekolah di Jalan Sultan Agung yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta Timur itu tengah ramai.

”Dari jauh dia sudah terlihat oleng, mungkin karena (merasa) jalan di sana itu gujlak-gajluk (tidak rata). Itu (sopir) ngantuk ya kan, buang ke kiri,” kata Toha, salah seorang saksi mata, kepada Radar Bekasi.

Setelah seluruh korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi, polisi langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Sebelum lokasi kejadian, polisi mendapati bekas rem sekitar 5 meter.

Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan human error atau gagal rem. ”Kita masih selidiki. Kita lihat bekas rem, ini ada beberapa kemungkinan. Bisa human error, bisa gagal rem karena overload,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan.

AS, si pengemudi trailer, diamankan di Polres Metro Bekasi Kota dan sudah menjalani serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan akan dilanjutkan setelah kondisi psikologisnya membaik. ”Dia masih shock. Hasil tes urinenya negatif,” kata Aan.

Saat sejumlah warga berusaha mengevakuasi korban kecelakaan, menara BTS roboh menimpa mobil boks yang justru berada di ruas jalan berlawanan, ruas jalan yang mengarah menuju Bekasi Selatan.

Akibatnya, pengemudi mobil boks meninggal. Berdasar rekaman video amatir yang diterima Radar Bekasi, tampak pengendara motor juga tertimpa menara yang roboh. Beruntung pengendara dan penumpangnya selamat lantaran tiang menara tertahan mobil boks.

Warga yang berada di sekitar lokasi menduga sopir mengantuk. Sebab, trailer melaju dalam keadaan tidak stabil. Sebelumnya, pemeriksaan awal polisi juga mendapati tuas gigi persneling menunjukkan berada di angka tiga. Kecepatan saat kejadian diprediksi di atas 60 km per jam.

Ali, salah seorang korban selamat, mengaku terhindar dari maut setelah meloncat dari samping gerobak dagangannya. ”Pinggang kena minyak goreng, saya nggak bisa bangun,” papar pedagang papeda itu.

Kejadiannya, kata Ali, begitu cepat. Dia tidak mendengar suara klakson atau peringatan lainnya. Dia berhasil menghindar setelah melihat rekannya sesama pedagang terlebih dahulu dihantam trailer.

Ali bahkan sempat tidak sadarkan diri dan baru terjaga ketika sampai di rumah sakit. ”Yang saya lihat itu kencang ya (truk),” ujar Ali.

Sementara itu, Hidayat yang merupakan guru olahraga di SDN Kota Baru II menyebutkan, saat kejadian dirinya berada di ruang guru yang hanya terhalang tembok sekolah dengan titik kecelakaan.

Hidayat meminta guru-guru lain menelepon polisi. Dia sempat membantu seorang korban selamat. ”Kita tolong sebisa kita,” ucapnya. (*)

Reporter: JP Group

Trailer Tabrak Pedagang, Pelajar SD, serta Orang Tua Murid, 10 Tewas

0
Kondisi truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka.(Imam Husein/Jawa Pos)

batampos  – Baru 10 menit Asmawi meninggalkan SD Kota Baru II dan III untuk menjemput sang anak ketika dia mendengar kabar mengerikan itu. Ada trailer pengangkut besi yang menabrak halte, sejumlah pedagang, murid, orang tua murid, serta sebuah menara BTS (base transceiver station).

”Begitu dengar kabar itu, saya langsung balik ke sekolah untuk memastikan,” katanya kepada Radar Bekasi kemarin (31/8).

Lebih cepat dari Asmawi, Syaiful juga bergegas menengok ke depan sekolah setelah mendengar dentuman sangat keras. Dia menyeberang dari tempatnya berjualan di seberang jalan.

Dan, yang disaksikan Syaiful, kemudian Asmawi, adalah kepiluan. Tubuh-tubuh bergelimpangan dan bersimbah darah diiringi teriakan histeris dan tangis. ”Di bawah truk ada beberapa yang meninggal. Ada yang kejepit, ada dua anak kecil. Alhamdulillah masih selamat,” ujarnya kepada Jawa Pos.

Asmawi ikut mengevakuasi tiga korban. Dua di antaranya meninggal, seorang ibu dan seorang siswa. Seorang lagi pria dewasa dalam keadaan luka parah di bagian kaki.

Sepuluh orang meninggal, empat di antaranya pelajar, akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan 23 korban lainnya masih dirawat di dua rumah sakit, RS Ananda dan RSUD Kota Bekasi.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 09.30 saat sebagian murid sudah waktunya pulang dan sebagian lainnya dalam masa istirahat. Jadi, suasana di depan sekolah di Jalan Sultan Agung yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta Timur itu tengah ramai.

”Dari jauh dia sudah terlihat oleng, mungkin karena (merasa) jalan di sana itu gujlak-gajluk (tidak rata). Itu (sopir) ngantuk ya kan, buang ke kiri,” kata Toha, salah seorang saksi mata, kepada Radar Bekasi.

Setelah seluruh korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi, polisi langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Sebelum lokasi kejadian, polisi mendapati bekas rem sekitar 5 meter.

Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan human error atau gagal rem. ”Kita masih selidiki. Kita lihat bekas rem, ini ada beberapa kemungkinan. Bisa human error, bisa gagal rem karena overload,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan.

AS, si pengemudi trailer, diamankan di Polres Metro Bekasi Kota dan sudah menjalani serangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan akan dilanjutkan setelah kondisi psikologisnya membaik. ”Dia masih shock. Hasil tes urinenya negatif,” kata Aan.

Saat sejumlah warga berusaha mengevakuasi korban kecelakaan, menara BTS roboh menimpa mobil boks yang justru berada di ruas jalan berlawanan, ruas jalan yang mengarah menuju Bekasi Selatan.

Akibatnya, pengemudi mobil boks meninggal. Berdasar rekaman video amatir yang diterima Radar Bekasi, tampak pengendara motor juga tertimpa menara yang roboh. Beruntung pengendara dan penumpangnya selamat lantaran tiang menara tertahan mobil boks.

Warga yang berada di sekitar lokasi menduga sopir mengantuk. Sebab, trailer melaju dalam keadaan tidak stabil. Sebelumnya, pemeriksaan awal polisi juga mendapati tuas gigi persneling menunjukkan berada di angka tiga. Kecepatan saat kejadian diprediksi di atas 60 km per jam.

Ali, salah seorang korban selamat, mengaku terhindar dari maut setelah meloncat dari samping gerobak dagangannya. ”Pinggang kena minyak goreng, saya nggak bisa bangun,” papar pedagang papeda itu.

Kejadiannya, kata Ali, begitu cepat. Dia tidak mendengar suara klakson atau peringatan lainnya. Dia berhasil menghindar setelah melihat rekannya sesama pedagang terlebih dahulu dihantam trailer.

Ali bahkan sempat tidak sadarkan diri dan baru terjaga ketika sampai di rumah sakit. ”Yang saya lihat itu kencang ya (truk),” ujar Ali.

Sementara itu, Hidayat yang merupakan guru olahraga di SDN Kota Baru II menyebutkan, saat kejadian dirinya berada di ruang guru yang hanya terhalang tembok sekolah dengan titik kecelakaan.

Hidayat meminta guru-guru lain menelepon polisi. Dia sempat membantu seorang korban selamat. ”Kita tolong sebisa kita,” ucapnya. (*)

Reporter: JP Group

Mypertamina Segera Berlaku, Warga Karimun Harus Segera Daftarkan Mobil ke SPBU

0
Antrian panjang di SPBU Jalan Poros sehari jelang kenaikan harga BBM

batampos- Masyarakat Karimun, khususnya yang ada di Pulau Karimun yang biasa mengisi BBM untuk kendaraan roda 4 di SPBU segera mendaftarkan kendaraannya. Karena, jika tidak terdaftar, maka pada saat sudah mulai diberlakukan Mypertamina, maka tidak akan dilayani.

”Memang, sejak 3 bulan terakhir sampai dengan hari ini perwakilan yang ditunjuk oleh Pertamina berkantor di SPBU Jalan Poros. Tujuannya untuk mendata kendaraan roda empat. Hal ini salah satunya terkait pengendalian BBM subsidi,” ujar Dirut Perumda Bumi Berazam Jaya, Defanan Syam, Rabu (31/8).

Dikatakannya, pendaftaran memang dipusatkan di SPBU Jalan Poros. Hal ini sesuai penunjukkan oleh Pertamina. Ada dua cara untuk bisa mendaftarkan kendaraan roda empat. Yakni, datang ke SPBU Jalan Poros dengan membawa STNK untuk ditunjukkan ke petugas. Kemudian, juga bisa melalui daring dengan cara mengunduh aplikasi Mypertamina.

BACA JUGA: SPBU Awasi Pelangsir BBM Jelang Kenaikan Harga

”Pentingnya mendaftarkan kendaraan roda empat karena jika sudah ada pemberlakuan aturan, kendaraan roda empat yang tidak terdaftar tidak bisa mengisi BBM di SPBU. Dan seperti diketahui, sebagai contoh untuk BBM jenis pertalite masih disubsidi dan kendaraan roda empat yang bisa mengisi besaran cc kendaraannya hanya sampai 1500 cc,” paparnya.

Pantauan di lokasi SPBU Jalan Poros sejak dua hari terakhir atau menjelang kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan September, terlihat antrian panjang di lokasi SPBU. Tidak hanya kendaraan roda empat, tapi termasuk sepeda motor. (*)

reporter: sandi

Awas… Ada Lubang Besar di Jalan di Km 32 Cikolek, Toapaya, Bintan

0
Lubang besar berukuran sekira 1 meter terlihat dekat gorong-gorong jalan Km 32 Cikolek, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (31/8) siang. F.Slamet Nofasusanto

batampos- Terperosoknya truk pengangkut aspal di jalan Km 32 Cikolek, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Bintan, Selasa (30/8) siang menyebabkan lubang besar berukuran sekira 1 meter.

Pantauan di lokasi, Rabu (31/8) siang, rambu seperti garis polisi dipasang di sekitar jalan yang berlubang untuk mengingatkan pengguna jalan yang melintas jalan tersebut.

Seorang warga Toapaya, Alex mengatakan, jalan yang berlubang besar tersebut bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi jika dilalui pengguna jalan pada malam hari.

BACA JUGA: Hati-Hati… Ada Lubang di Tengah Jalan Brigjen Katamso Tanjungpinang

“Pengendara yang sering lewat jalan tersebut khawatir, apalagi kalau dilalui malam hari,” katanya.

Dia berharap pemerintah atau kontraktor yang mengerjakan proyek pengaspalan di lokasi tersebut bisa segera memperbaiki jalan yang berlubang tersebut.

“Jangan sampai jatuh korban,” katanya. (*)

reporter: Slamet

Posyandu Flamboyan di Karimun dan Dua Unit Motor Hangus Terbakar

0

batampos– Warga Bukit Senang, Jalan Al Hidayah RT 004-RW 006, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun Rabu (31/8) dini hari pukul 02.00 WIB hangus terbakar. Tidak hanya bangunan saja yang terbakar, tapi tapi termasuk dua unit motor ikut terbakar.

Ahmad, warga yang rumah tempat tinggalnya bersebelahan dengan Posyandu Flamboyan menyebutkan, saat kejadian kebakaran dirinya sedang tertidur, kemudian dibangunkan oleh istrinya.

”Istri mencium bau asap. Kemudian bangunkan saya. Setelah keluar rumah ternyata posyandu yang tepat berada di sebelah rumahnya terbakar,” ujarnya.

Posyandu Flamboyan dan dua unit sepeda motor hangus terbakar.

Ketika itu, sambung Ahmad, dia langsung keluar rumah dan melihat api sudah mengenai talang air dan papan resplang rumahnya. Karena, jarak atap rumahnya dengan atap posyandu lebih kurang 30 cm.

BACA JUGA: Laras Minta Tolong Pemadam Kebakaran Usir Tawon dari Teras Rumahnya

”Saya pun langsung ambil air dari dalam rumah untuk memadamkan api. Karena, melihat api dari bangunan posyandu yang sudah mengenai bagian atap rumah. Selain itu, di depan posyandu ada dua unit sepeda motor ikut terbakar. Kemudian terdengar suara ledakan kecil. Alhamdulillah, tidak kama kemudian warga ramai yang datang bantu pemadaman. Termasuk Damkar juga datang,” paparnya.

Dikatakannya, pukul 03.00 WIB api berhasil dipadamkan. Kondisi bangunan rusak parah. Perlengkapan yang ada di dalam posyandu, seperti meja kursi dan lainnya hangus terbakar. Kemudian atap yang ada di depan bangunan juga roboh. Hal ini disebabkan tiang penyangganya yang menempel ke posyandu habis terbakar.

Lurah Tanjungbalai Kota, Erwari Ibrahim secara terpisah mengatakan, pas mau sholat subuh ada laporan dari ibu PKK yang menyatakan Posyandu Flamboyan terbakar. ”Saya langsung melihat ke lokasi. Dan, memang posyandu ini baru kita direhab, karena mau ikut lomba PKK,” jelasnya.

Untuk penyebab kebakaran, tambah Erwari, secara pasti belum diketahui. Tapi, diduga berasal dari arus listrik. Sementara untuk kerugian materil lebih dari Rp100 juta. Karena, bangunan rusak parah dan perlengkapan di dalam juga rusak semuanya. (*)

reporter: Sandi

Polsek Kundur Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

0
Kanitreskrim Polsek Kundur bersama anggota saat melimpahkan tersangka HN dan barang bukti kepada JPU Cabjari Kundur

batampos- Jajaran Polsek Kundur melimpahkan tersangka dan barang bukti tahap dua kasus pencabulan anak di bawah umur. Tersangka HN dan barang bukti tahap dua kepada jaksa penuntut umum (JPU) di kantor Kacabjari Karimun di Tanjungnbatu.

Kapolsek Kundur Kompol Muhammad Qomarudin membenarkan pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada JPU. Dikatakan pelimpahan tersangka dalam perkara tindak Plpidana pencabulan terhadap anak di bawah umur Pasal 82 ayat (1) Undang Undang perlindungan anak.

BACA JUGA: Polsek Kundur Dalami Laporan Kasus Dugaan Cabul di Salah Satu Pasantren

” Iya tersangka HN bersama barang bukti sudah kita limpahkan ke JPU,” terang Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakan selesai pelimpahan tersangka dilanjutkan pengawalan tahanan menuju Lapas Tanjungbalai Karimun. Kasus ini sempat menghebohkan masyarakat pulau Kundur beberapa bulan lalu. (*)

reporter: Imam Sukarno