Dua perwakilan AFC (dua dari kiri dan dua dari kanan) saat melakukan inspeksi ke Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/9) lalu. (Tim Media PSSI)
batampos – Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah putaran final Piala Asia 2023. Ada dua stadion yang disiapkan. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.
Merespons pengajuan Indonesia tersebut, AFC melakukan inspeksi ke SUGBK (2/9) dan Stadion Manahan (3/9). Ada beberapa aspek yang dilihat AFC. Di antaranya, lapangan utama, lapangan pendukung, dan hotel.
Setelah melihat dua venue tersebut, AFC dan PSSI duduk bersama kemarin. Dalam pertemuan itu, AFC memberikan masukan dan rekomendasi terkait venue yang sudah dikunjungi.
”Secara umum, feedback yang dipaparkan AFC positif. PSSI tinggal memaksimalkan lagi persyaratan-persyaratan tambahan untuk melengkapi dokumen bidding menjadi tuan rumah Piala Asia 2023,” jelas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.
Pria asal Gorontalo itu menambahkan, dokumen lengkap pengajuan tuan rumah Piala Asia 2023 paling lambat harus dikirim pada 15 September. ”Lalu, AFC akan mengumumkan tuan rumah Piala Asia 2023 pada 17 Oktober,” ungkap Yunus.
Namun, Indonesia tidak sendiri dalam melakukan bidding tuan rumah Piala Asia 2023. Ada dua negara lain. Yakni, Korea Selatan dan Qatar.
AFC akan melakukan inspeksi di Korea Selatan pada 5–7 September. Lalu, inspeksi ke Qatar dilakukan pada 8–10 September.
”Agenda inspeksi perwakilan AFC ini memang cukup padat. Sehingga mereka hanya sebentar berada di setiap negara. Termasuk di Indonesia. Semoga Indonesia bisa mendapatkan kabar baik dari hasil inspeksi tim AFC ini,” harap Yunus. (*)
Anggota Komisi IV DPRD Kepri Sirajudin Nur (tengah) foto bersama usai memberikan penghargaan kepada 29 personel Ditpolairud di kantor Ditpolairud Polda Kepri, Sekupang, Batam, Senin (5/9). (Istimewa)
batampos – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sirajudin Nur memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada 29 personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud), Polda Kepri, atas keberhasilan penanganan pencegahan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke negara tetangga dalam setahun terakhir.
Sirajudin Nur menyebut penghargaan tersebut salah satu wujud kebanggaaannya kepada aparat kepolisian dalam menjalankan kewajiban tugas dengan baik dalam melindungi dan mengayomi warga negara Indonesia (WNI), khususnya terkait isu TPPO.
“Jadi, ini bentuk perhatian saya sebagai anggota Komisi IV DPRD Kepri yang memang membidangi ketenagakerjaan,” kata Sirajudin Nur usai menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis di kantor Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang, Kota Batam, Senin (5/9/2022).
Politisi PKB itu berharap prestasi dan kinerja jajaran kepolisian Ditpolairud Polda Kepri dalam menanggulangi terjadinya kasus TPPO di perairan setempat bisa terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Ia juga mengajak semua pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, DPRD, aparat keamanan Polri maupun TNI dapat bekerja sama agar ke depan tak ada lagi kasus TPPO di wilayah tersebut.
“Mari bersama-sama, kita cegah TPPO sebagai isu strategis kita di bidang ketenagakerjaan,” ujarnya.
Sirajudin turut menambahkan bahwa TPPO bukan hanya sekedar urusan administrasi kenegaraan, tapi juga menyangkut hak azasi manusia (HAM).
Ia memandang negara tak boleh lepas tangan terhadap masalah TPPO atau Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang mayoritas diberangkatkan ke negeri jiran melalui jalur-jalur nonprosedural dari perairan Kepri.
Persoalan TPPO di Kepri sudah berulang kali terjadi, bahkan pada awal tahun 2022 ada puluhan WNI meninggal setelah kapal yang mereka tumpangi karam di sekitar perairan Johor, Malaysia.
“Kita harus bahu-membahu, jangan sampai ada lagi WNI jadi korban perdagangan orang. Ini juga menyangkut martabat dan keselamatan warga negara kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubdit Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Sudarsono yang menjadi salah satu penerima penghargaan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas atensi anggota Komisi IV DPRD Kepri yang telah memberikan penghargaan terhadap kienerja para anggotanya dalam menangani kasus TPPO.
Ia mengaku bangga dengan adanya piagam penghargaan tersebut, karena akan sangat mendukung karir anggota kepolisian.
“Ini juga jadi bekal mereka untuk mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut, dan merupakan kebanggaan kepada anggota yang baru, supaya meningkatkan prestasi dengan kegiatan-kegiatan positif,” kata Kasubdit.
Sudarsono juga mengakui jika perkara TPPO atau human trafficking memang menjadi atensi Ditpolairud Polda Kepri, karena daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, sehingga menjadi jalur yang mudah bagi oknum atau pihak-pihak tertentu untuk menyelundupkan PMI secara ilegal.
“Kami bakal memaksimalkan pencegahan penyelundupan PMI ilegal ke negeri jiran. Apalagi kita di lokasi perairan, maka antisipasi kecelakaan laut jadi atensi Polri,” ujar Kasubdit.
Ia turut mengharapkan dukungan warga agar lebih berani memberikan informasi terkait kegiatan TPPO atau PMI ilegal. Hai ini mengingat sebelum diberangkat ke luar negeri, mereka terlebih dulu berada di lingkungan warga sekitar, sehingga mempermudah aparat kepolisian untuk menindak dan mencegah terjadinya TPPO.
Hal tersebut juga sejalan dengan langkah Kementerian Ketengakerjaan (Kemnaker) yang sedang merancang dan mendorong agar kabupaten/kota membentuk comunnity watch atau lembaga masyarakat guna membantu polisi di bidang hukum khususnya menyangkut TPPO/PMI ilegal. Dengan demikian, warga secara aktif terlibat, mengawasi, melaporkan, dan menyerahkan ke polisi untuk ditindak tegas. (*)
Pelaku BS ditahan di Mapolresta Tanjungpinang. F. Humas Polresta Tanjungpinang
batampos– Oknum Satpol PP Kepri ditangkap Polresta Tanjungpinang di Jalan Tugu Pahlawan Tanjungpinang, Jumat (2/9). Honorer inisial BS ini kedapatan memiliki satu paket narkotika jenis ganja.
Kasi Humas Polresta Tanjungpinang AKP Suprihadi Hantono, mengatakan setelah mendapat informasi dari masyarakat, pihaknya langsung bergerak menangkap pelaku. “Ditangkap di pangkalan ojek,” katanya, Senin (5/9).
Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti satu paket ganja. Saat itu, pelaku menyembunyikan ganja dikakinya. “Dia mengaku mendapatkan ganja dari seorang berinisial HI,” jelas Suprihadi.
Atas perbuatannya, BS dapat dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan pidana paling singkat 5 tahun penjara. “Kasus ini masih kami dikembangkan lagi,” tutup Suprihadi. (*)
Lurah Tanjunguncang, Tengku Akbar (tengah) berfoto bersama staf. Terhitung hari ini kantor Kelurahan Tanjunguncang pindah sementara ke Kantor Camat Batuaji. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
batampos – Kantor Kelurahan Tanjunguncang pindah sementara ke Kantor Kecamatan Batuaji, terhitung Senin (5/9/2022).
Lurah Tanjunguncang, Tengku Akbar, mengatakan, kepindahan itu untuk memperlancar proses pembangunan gedung baru.
“Selama pembangunan gedung baru kantor Kelurahan menumpang di gedung KB yang ada di kantor Camat Batuaji,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat Tanjunguncang yang hendak mengurus dokumen dapat langsung datang ke belakang gedung kantor Kecamatan Batuaji.
“Bagi ketua RT/RW silahkan samapaikan ke warganya bahwa kantor kelurahan pindah ke kantor Kecamatan selama pembangunan gedung baru” katanya.
Pembangunan gedung baru Kelurahan Tanjunguncang ini adalah hasil Musrenbang tahun 2021 dan pengerjaannya di tahun 2022. Dengan anggaran Rp 900 juta.
“Gedung kantor lurah akan dibangun dua lantai dengan lebar 13 meter, sementara panjangnya 15 meter. Dengan masa pengerjaan 120 hari kerja atau empat bulan,” sebut Akbar.
Awalnya kantor Kelurahan Tanjunguncang berada di sekitar Taman Makam Pahlawan Batuaji, setelah itu tidak lama pindah ke Perumnas Sagulung. Setelah itu pindaha lagi ke Tiban Asri Sekupang dan terakhir di Tanjunguncang sejak tahun 1999.
“Di Tanjunguncang inilah sampai sekarang gedung lama di revalitaaisai di tahun 2022. Semoga dengan gedung baru nanti pelayanan semakin maksimal dan masyarakat nyaman dengan pelayanan di gedung baru nantinya,” jelasnya.
Tokoh masyarakat Tanjunguncang, Mora Siregar, berharap kedepannya pelayanan di Kelurahan Tanjunguncang semakin maksimal. Serta ada inovasi baru untuk pelayanan kepada masyarakat.
“Contoh, saat ini ada inovasi pelayanan lewat WhatsApp untuk mengurus administrasi kependudukan dan ada websitenya juga,” ujarnya.
Sehingga kata dia, masyarakat tidak perlu lagi ke kantor lurah untuk melihat persyaratan membuat KTP dan lain sebagainya.
“Saya mewakili warga Tanjunguncang banyak berterima kasih kepada pemko Batam khususnya Wali Kota Batam sudah mewujudkan gedung baru Kelurahan. Dan teman teman RT/RW juga tidak luput perjuangan kantor lurah ini,” sebutnya.(*)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pertemuan di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, kemarin. (PP MUHAMMADIYAH)
batampos – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kemarin (4/9). Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut langsung kehadiran Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Gus Yahya menyatakan, dirinya datang bertemu dengan Haedar untuk silaturahmi. “Pertama, mohon doa restu karena ini kali pertama saya berkesempatan sowan sejak sesudah Muktamar (Ke-34 NU 2021, Red),” ungkap Gus Yahya dalam rilis PP Muhammadiyah.
Pertemuan itu sekaligus memastikan kerja sama lebih erat kedua belah pihak. Termasuk mengundang Muhammadiyah dalam forum Religion of Twenty (R20) yang akan berlangsung pada 2–3 November tahun ini di Bali.
Haedar bersyukur atas silaturahmi itu. Dia juga menyampaikan selamat atas kepengurusan baru PBNU. Haedar pun menyambut undangan menghadiri forum R20. ’’Insya Allah, Muhammadiyah dan NU semakin bergerak maju untuk memajukan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujarnya. (*)
Polisi mengamankan satu pucuk senjata yang dipakai untuk menembak korban. Bandarlampung, Senin, (5/9/2022). (ANTARA/HO-Polres Lampung Tengah)
batampos – Anggota Bhabinkamtibmas di Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah, Aipda Ahmad Karnaen, 41, ditembak oleh rekan polisinya Aipda RS. Akibat peristiwa ini, Karnaen langsung meninggal dunia.
Peristiwa berdarah ini terjadi depan rumah korban di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, pada Minggu (4/9) malam. Warga setempat mengatahui peristiwa ini akibat mendengar letusan tembakan dan teriakan minta tolong dari korban.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan peristiwa ini diduga dilatarbelakangi oleh dendam pelaku kepada korban. Sebab, pelaku merasa sering dipermalukan oleh korban.
“Korban selalu membuka aib atau keburukan tersangka,” kata Pandra kepada wartawan, Senin (5/9).
Pandra mengatakan, pelaku dan korban adalah rekan kerja. Korban berstatus sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan. Sementara Aipda RS adalah Kepala SPKT Polsek Way Pengubuan.
“Korban ini mempunyai istri bernama saudari Etty Meyrini dan dua orang anak perempuan yang berumur 14 tahun dan 10 tahun,” pungkas Pandra. (*)
Polisi mengamankan satu pucuk senjata yang dipakai untuk menembak korban. Bandarlampung, Senin, (5/9/2022). (ANTARA/HO-Polres Lampung Tengah)
batampos – Seorang anggota polisi di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah Aipda Ahmad Karnaen tewas saat berada di depan rumahnya di Kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Minggu malam (4/10).
Aipda Ahmad yang merupakan seorang Bhabinkamtibmas di Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah itu diduga tewas ditembak oleh sesama rekan polisi Aipda Rudi Suryanto.
Aipda Rudi Suryanto sendiri merupakan seorang Kanit Provost di Polsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah.
Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya dalam keterangannya, Senin, membenarkan peristiwa tersebut.
“Peristiwa tersebut diketahui oleh saksi setempat saat mendengar suara letusan tembakan dan teriakan minta tolong pada Minggu malam. Dalam peristiwa tersebut korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda Bandar Jaya namun korban tidak dapat tertolong,” kata dia.
Ia mengatakan bahwa setelah melakukan penembakan pelaku menelpon anggota Satuan Provost Polres Lampung Tengah.
“Pelaku menelepon Kanit Provos Polres Lampung Tengah Aiptu Sriwaluyo dan mengakui bahwa dirinya telah melakukan penembakan terhadap korban,” kata dia.
Kemudian, lanjut dia, Kasi Propam Polres Lampung Tengah Iptu Eko Heri bersama Kasat Reskri Reskrim AKP Edy Qorinas, SH melakukan penjemputan terhadap pelaku untuk diamankan ke Polres Lampung Tengah. (*)
Ilustrasi Festival kembang api di Jepang. F Japan Travel Guides.
batampos – Setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19, kini acara populer, festival kembang api di sejumlah wilayah Jepang kembali digelar. Salah satunya di Kota Chigasaki, Prefektur Kanagawa, pada Minggu (4/9/2022) malam.
Ribuan pengunjung memadati lokasi acara di Southern Beach, Chigasaki sejak sore hingga jelang pertunjukan dimulai.
Rita, salah satu pengunjung warga negara Indonesia (WNI) asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku antusias untuk melihat kembang api bersama keluarganya setelah sempat ditiadakan selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19.
“Karena kemarin-kemarin masih pandemi, sekarang ada kembang api lagi, jadi kepingin lihat,” ujar Rita yang sudah tinggal di Jepang selama empat tahun ini.
Setelah melihat pertunjukan kembang api, Rita mengaku senang karena meskipun sebentar kembang api yang ditampilkan sangat bagus. “Senang banget dan bagus,” ujarnya.
Pertunjukan kembang api kali ini memang hanya sebentar dan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi.
Menurut data Chigasaki Tourist Navigator, kembang api yang diledakkan berjumlah 500 buah dengan durasi selama 15 menit, mulai pukul 19.00-19.15 waktu setempat.
Hal itu berbeda dengan gelaran sebelum pandemi yang biasanya meledakkan sebanyak 3.000 buah dengan durasi selama 30 menit.
Kendati demikian, kembang api yang ditampilkan cukup beragam baik dari segi warna cahaya yang muncul maupun dari bentuknya.
Sontak pengunjung pun ikut bersorak saat cahaya kembang api meluncur, meledak di udara dan menghiasi langit di musim panas yang cerah.
Pengunjung yang datang pun dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Banyak juga di antara mereka yang mengenakan pakaian tradisional Jepang, yakni yukata, seperti kimono tetapi dikenakan pada musim panas.
Tidak hanya di Chigasaki, pertunjukan kembang api pun kembali digelar di beberapa kota, di antaranya di Hiratsuka, Yamakita, Nagaoka dan Hida Takayama.
Namun, festival kembang api di beberapa kota dibatalkan karena kenaikan kasus COVID-19, seperti di Sungai Sumida dan Edogawa, Tokyo dan Kamakura, Kanagawa. (*)
Ilustrasi Festival kembang api di Jepang. F Japan Travel Guides.
batampos – Setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19, kini acara populer, festival kembang api di sejumlah wilayah Jepang kembali digelar. Salah satunya di Kota Chigasaki, Prefektur Kanagawa, pada Minggu (4/9/2022) malam.
Ribuan pengunjung memadati lokasi acara di Southern Beach, Chigasaki sejak sore hingga jelang pertunjukan dimulai.
Rita, salah satu pengunjung warga negara Indonesia (WNI) asal Indramayu, Jawa Barat, mengaku antusias untuk melihat kembang api bersama keluarganya setelah sempat ditiadakan selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19.
“Karena kemarin-kemarin masih pandemi, sekarang ada kembang api lagi, jadi kepingin lihat,” ujar Rita yang sudah tinggal di Jepang selama empat tahun ini.
Setelah melihat pertunjukan kembang api, Rita mengaku senang karena meskipun sebentar kembang api yang ditampilkan sangat bagus. “Senang banget dan bagus,” ujarnya.
Pertunjukan kembang api kali ini memang hanya sebentar dan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya sebelum pandemi.
Menurut data Chigasaki Tourist Navigator, kembang api yang diledakkan berjumlah 500 buah dengan durasi selama 15 menit, mulai pukul 19.00-19.15 waktu setempat.
Hal itu berbeda dengan gelaran sebelum pandemi yang biasanya meledakkan sebanyak 3.000 buah dengan durasi selama 30 menit.
Kendati demikian, kembang api yang ditampilkan cukup beragam baik dari segi warna cahaya yang muncul maupun dari bentuknya.
Sontak pengunjung pun ikut bersorak saat cahaya kembang api meluncur, meledak di udara dan menghiasi langit di musim panas yang cerah.
Pengunjung yang datang pun dari berbagai rentang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Banyak juga di antara mereka yang mengenakan pakaian tradisional Jepang, yakni yukata, seperti kimono tetapi dikenakan pada musim panas.
Tidak hanya di Chigasaki, pertunjukan kembang api pun kembali digelar di beberapa kota, di antaranya di Hiratsuka, Yamakita, Nagaoka dan Hida Takayama.
Namun, festival kembang api di beberapa kota dibatalkan karena kenaikan kasus COVID-19, seperti di Sungai Sumida dan Edogawa, Tokyo dan Kamakura, Kanagawa. (*)