Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7044

Zailis, ART Asal Indonesia Disiksa di Malaysia

0
Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono. F Hilmi Setiawan/Jawa Pos

batampos – Lagi-lagi kasus penyiksaan terhadap pekerja migran yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Malaysia kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Zailis,46. Dia disiksa secara keji oleh majikannya di kawasan Batu Caves.

BACA JUGA:
Pekerja Migran Indonesia Bisa Kembali Bekerja di Korsel

Berdasarkan keterangan dari KBRI Kuala Lumpur, Zailis sudah lama menghadapi siksaan dari majikan perempuannya. Hal ini terlihat dari bekas luka dan memar di tubuhnya.

“Sangat keji. Jadi saat kami mendapat laporan adanya warga kita yang disiksa di sini, saya bersama atase dan polisi langsung menemui korban di Rumah Sakit Selayang. Kondisinya sangat luar biasa ya. Kesimpulan saya, ini penyiksaan yang sangat keji,” ujar Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono kepada kantor berita Indonesia, Antara di Kuala Lumpur, Senin (5/9/2022) malam.

Dia pun menyebutkan, kasus yang dialami Zailis menjadi salah satu uji keseriusan Pemerintah Malaysia menjalankan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Indonesia, yang baru ditandatangani 1 April 2022 lalu.

“Ya, tergantung pada penyelesaian kasus inilah. Ya, tentu kami akan memberikan masukan kepada Jakarta. Karena kami tidak ingin juga kasus ini seperti kasus-kasus sebelumnya, banyak ketidakadilan dialami para pekerja migran di sini,” ujarnya saat ditanya apakah kasus tersebut bisa memengaruhi MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik di Malaysia.

Terkait kasus ini, Hermono menyebutkan, salah satu perwakilan perdana menteri Malaysia menghubunginya dan menyebutkan akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Malaysia.

“Ada staf khusus Perdana Menteri yang menghubungi saya. Dia jamin ini akan diselesaikan secara hukum, tak peduli siapa … dia juga tahu kalau si majikan (laki-laki) ini oknum polisi di sini, dia tahu,” ungkapnya.

Hal ini mengingat banyak kasus yang sebelumnya, seperti yang dialami Adelina Lisao dari NTT atau kasus pekerja-pekerja migran Indonesia lainnya yang tidak dibayar gajinya, yang masuk pengadilan tetapi kalah.

“Indonesia sudah menandatangani MoU yang tujuannya adalah kasus-kasus penyiksaan, pelanggaran terhadap hak-hak PMI sektor domestik ini bisa dicegah. Nah, sekarang terjadi lagi kasus seperti ini, kita akan melihat kesungguhan pemerintah Malaysia mengatasi kasus ini,” ujarnya.

Hermono berjanji, KBRI Kuala Lumpur akan memonitor secara seksama proses hukum yang akan dijalankan untuk kasus Zailis ini.

“This is test. Mereka serius apa enggak. Karena mereka sudah kasih komitmen pada Indonesia, termasuk kepada Menlu RI, kasus ini akan diprioritaskan,” ujarnya.

Menurut Hermono, kasus Zailis ini yang paling parah sejak MoU ditandatangani. Akan tetapi, di luar itu KBRI juga menerima laporan kasus-kasus yang tingkatannya lebih ringan.

“Kami tahu kalau dilapori, atau mereka melarikan diri ke sini (KBRI), atau ada masyarakat yang melaporkan pada kami. Di luar sana bisa saja banyak yang terjadi tetapi mereka tidak punya kemampuan melapor karena selalu di dalam rumah,” kata dia.

Zailis dalam keadaan luka dan trauma berhasil melarikan diri dari rumah majikannya,Selasa (30/8/2022) lalu. Dia dibantu oleh warga lain yang kebetulan melihatnya sebelum dibawa ke kantor polisi untuk membuat laporan.

Saat ini dia berada dalam rumah perlindungan setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Selayang. Meski demikian, KBRI sedang berupaya meminta agar Zailis mendapatkan perawatan terlebih dahulu hingga sembuh sebelum di rumah perlindungan.

KBRI juga mendapat laporan Zailis mulai terlihat lebih ceria dan kesehatannya membaik. Pihak KBRI masih berupaya menghubungi pihak keluarganya di Indonesia. (*)

Sumber: Antara

Tarif Trans Batam Tidak Naik, Tapi…

0
Trans Batam
Ilustrasi. Tarif bus Trans Batam dipastikan tidak akan naik hingga akhir tahun. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos 

batampos – Tarif bus Trans Batam dipastikan tidak akan naik hingga akhir tahun. Namun dengan kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM), Dinas Perhubungan Kota Batam akan mengurangi ritase atau perjalanan trayek.

“Kita masih ada subsidi. Jadi tidak akan ada kenaikan sampai akhir tahun, hanya ada pengurangan ritase saja. Nanti pengurangannya akan disesuaikan dengan sisa anggaran yang ada,” ujar Kepala UPT Trans Batam, Bambang Sucipto, Senin (5/9/2022).

Sucipto menjelaskan pengurangan ritase tersebut seperti trayek Batamcenter-Nongsa biasanya dengan 3 bis x 10 rit, kemudian dikurangi menjadi 3 bis x 8 rit.

“Untuk itu sekarang masih kita sesuaikan trayek mana saja yang dikurangi. Baru nanti disampaikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan tarif bus Trans Batam baru mengalami kenaikan pada Septermber 2021 lalu. Untuk tarif umum tunai Rp 6 ribu, dan non tunai Rp 5 ribu. Sedangkan tarif pelajar tunai Rp 3 ribu, dan non tunai Rp 2.500.

“Tapi kenaikan BBM jenis solar saat ini cukup tinggi sampai 30 persen. Ini nanti dampaknya akan besar,” ungkapnya.

Menurut Sucipto, penumpang Trans Batam saat ini meningkat drastis. Jumlah penumpang mencapai 3000-3500 perhari, dan setiap hari Trans Batam mengopersikan 40 armada dengan jam operasional dari pukul 07.00-18.00 WIB.

Selain itu, pihaknya sudah tidak memberlakukan pembatasan jarak penumpang. Untuk bis besar dengan 80 penumpang, dan bis kecil 50 penumpang.

“Target kita tahun ini pendapatan naik dibandingkan tahun lalu. Karena tahun sekarang penumpang sudah mulai ramai,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Timsus Polri Dalami Keterkaitan Tiga Kapolda Dalam Kasus Ferdy Sambo

0
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. (Dok jawapos.com)

batampos – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Tim Khusus (Timsus) Polri mendalami informasi keterkaitan tiga kapolda dalam kasus Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) tersangka pembunuhan Brigadir J.

”Dari Timsus Polri akan mendalami apabila memang ada keterkaitan dengan kasus Irjen FS,” kata Dedi seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Senin (5/9).

Ketiga kapolda yang dimaksudkan adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra.

Dedi menyebutkan Timsus Polri sudah mendapatkan informasi terkait pihak-pihak yang diduga ikut terlibat kasus Ferdy Sambo. Termasuk ketiga kapolda yang disebutkan tersebut.

”Ya dari Timsus Polri sudah mendapat informasi tersebut,” ujar Dedi.

Namun, ketiga kapolda tersebut belum ada yang dimintai keterangan ataupun diperiksa Timsus Polri. Menurut jenderal bintang dua itu, tim sidik saat ini fokus melengkapi berkas perkara kelima tersangka agar segara dinyatakan lengkap dan bisa dibuktikan di persidangan secara ilmiah.

”Yang jelas untuk tim sidik saat ini fokus terkait menyangkut masalah penuntasan lima berkas perkara yang sudah di P-19 oleh jaksa penuntut umum (JPU),” tutur Dedi.

Dedi menambahkan, Timsus Polri akan mendalami peran pihak-pihak yang terkait dengan kasus Ferdy Sambo. Termasuk dengan peran ketiga kapolda tersebut.

Beberapa media mengulas adanya keterlibatan tiga kapolda dalam kasus Irjen Pol Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan obstruction of justice atau menghalangi penyidikan pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam kasus pembunuhan, istrinya Putri Candrawathi juga ditetapkan sebagai tersangka bersama Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. (*)

Reporter: JP Group

Operator Kapal Ajukan Penyesuaian Tarif Tiket

0

batampos-Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengingatkan operator kapal untuk tidak melakukan tindakan sepihak, dalam menaikkan harga tiket kapal dalam provinsi. Karena secara resmi, kebijakan tersebut harus ditetapkan lewat Keputusan Gubernur.

Irwansyah

“Adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memang memberikan dampak pada banyak sektor. Salah satunya adalah jasa transportasi laut,” ujar Irwanssyah, Senin (5/9) di Tanjungpinang.

Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya sampai saat ini juga belum mendapatkan laporan adanya permintaan atau pengajuan kenaikan harga tiket kapal oleh operator dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri.

BACA JUGA: Harga BBM Naik, Tiket Feri Segera Naik

“Aturan mainnya sudah jelas, penyesuaian tarif angkutan laut antardaerah dalam Provinsi harus dibahas bersama. Karena, apabila operator menaikan sepihak, ada sanksi yang harus dikenaka,” tegasnya.

Lebih lanjut katanya, apabila ditemukan ada operator yang menaikan harga tiket kapal secara sepihak, pihaknya mengharapkan masyarakat membuat laporan atau pengaduan ke DPRD Provinsi Kepri.

“Kita tidak ingin ada gejolak di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu, semua pihak harus menunggu adanya keputusan resmi dari Pemerintah sebagai pemegang kebijakan,” tutup Irwansyah.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Perairan Dinas Perhubung Provinsi Kepri, Ferry Gustiawan mengatakan, operator kapal melalui organisasi pelayaran sudah mengajukan permintaan penyesuaian tarif angkutan. Menyikapi kondisi ini, pembahasan lanjutan masih menunggu arahan dari Gubernur Kepri.

“Ya benar, pihak operator kapal sudah ada mengajukan. Pembahasan secara internal sudah kami lakukan. Langkah selanjutnya, masih menunggu arahan dari Pak Gubernur,” ujar, kemarin.

Menurutnya, Kadishub Kepri, Junaidi akan menyampaikan kondisi yang terjadi, paska kenaikan BBM ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ditegaskannya, sebelum ini juga sudah permintaan penyesuaian tarif. Namun karena kondisi ekonomi daerah yang kurang baik, makanya belum dilakukan pembahasan.

“Kami sudah sampaikan, penyesuaian tarif harus melalui keputusan resmi Gubernur. Maka dari itu, operator kapal tidak boleh membuat kebijakan sepihak,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9) lalu, langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri kabinet. menyesuaikan harga BBM. Kenaikan tersebut mulai dari BBM jenis solar, pertalite, hingga pertamax. Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter. Serta Pertamax non subsidi dari Rp12.500 perliter menjadi Rp14.500 per liter.(*)

reporter: Jailani

Pulang Perkajum, Santri Gontor Tewas Dianiaya Senior

0
Ilustrasi penganiayaan. (Istimewa)

batampos – Kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren (ponpes) terulang. Kali ini terjadi di Ponorogo. Seorang santri Pondok Modern Darussalam Gontor bernama Albar Mahdi bin Rusdi (AM) meninggal karena dianiaya senior.

Kasus itu terungkap setelah Soimah, ibu korban, mengungkapkan unek-uneknya di media sosial pada Minggu (4/9). Pada hari yang sama, dia juga bertemu dengan pengacara Hotman Paris Hutapea untuk meminta bantuan hukum. Dalam akun Facebook-nya, Soimah meminta keadilan atas kematian anaknya. Dia menyebutkan, anaknya adalah siswa kelas 5i (setara SMA) di Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo.

Soimah mengaku mendapat kabar kematian anaknya dari perwakilan Gontor 1 pada Senin (22/8) pukul 10.20. ’’Padahal, di surat keterangan yang kami terima disebutkan meninggal pukul 06.45 WIB. Rentang waktu itu menjadi pertanyaan keluarga kami,” ujarnya dikutip dari akun Facebook-nya.

Jenazah Albar tiba di Palembang pada Selasa (23/8) siang dengan diantar perwakilan Gontor 1 yang dipimpin Ustad Agus. ”Itu pun saya tidak tahu siapa Ustad Agus itu,” katanya. Di hadapan pelayat yang memenuhi rumahnya, Ustad Agus menyampaikan bahwa Albar meninggal karena terjatuh akibat kelelahan setelah mengikuti perkemahan Kamis Jumat (perkajum).

Namun, Soimah mendapat laporan dari wali santri lainnya bahwa kronologi sebenarnya bukan itu. Karena itu, Soimah meminta jenazah dibuka. ”Sungguh sebagai ibu, saya tidak kuat melihat kondisi mayat anak saya,” katanya. Soimah dan keluarga lantas menghubungi pihak forensik dan rumah sakit untuk melakukan otopsi. Namun, setelah didesak, pihak Gontor 1 yang mengantar jenazah anaknya akhirnya mengakui bahwa Albar adalah korban kekerasan. ”Saya tidak bisa membendung rasa penyesalan karena telah menitipkan anak saya di sebuah pondok pesantren yang notabene nomor satu di Indonesia,” ujarnya.

Pengakuan itu akhirnya membuat Soimah membatalkan rencana otopsi. Dia lalu menulis surat terbuka di media sosial karena ingin bertemu dengan pengasuh Gontor 1 serta para pelaku beserta keluarganya. Dia ingin mengetahui secara pasti kronologi meninggalnya Albar. Namun, sampai Rabu (31/8), belum ada kabar atau balasan dari surat terbuka tersebut. ”Saya tidak ingin perjuangan anak saya sia-sia. Jangan lagi ada korban-korban kekerasan, bukan hanya di Gontor, tetapi di pondok lainnya,” katanya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Ponorogo  (jaringan batampos.co.id) tadi malam menghubungi Noor Syahid, juru bicara Pondok Modern Darussalam Gontor. Dia menjelaskan, kasus itu bermula saat AM menjadi ketua pelaksana perkajum pada 18–19 Agustus lalu. ”Jumat sore anak-anak sudah balik ke pondok semua. Sabtu dan Minggu pengumpulan barang-barang yang dipinjam dari koordinator perlengkapan Pramuka,” kata Noor Syahid.

Senin (22/8) pagi koordinator perlengkapan Pramuka pesantren itu melakukan pemeriksaan. Memastikan apakah seluruh barang yang dipinjam sudah lengkap. Ternyata, ada beberapa barang yang belum kembali. ”Koordinator menanyakan barang-barang itu kepada korban. Ditanya, di mana kok belum lengkap? Kemungkinan korban menjawab tidak tahu. Akhirnya terjadilah dugaan penganiayaan yang mengakibatkan wafatnya korban di tempat,” ujarnya.

Sekitar pukul 06.45 AM ditemukan meninggal di ruang penyimpanan barang-barang Pramuka. Pihak pesantren baru melaporkan kepada keluarga korban sekitar pukul 10.20. Sebab, saat itu ketiga pimpinan pesantren sedang tidak berada di lokasi. Ada yang menjalankan tugas di Bandung, Tasikmalaya, dan menyampaikan pidato di salah satu pondok pesantren.

”Menunggu Pak Kiai yang terdekat selesai pidato, baru diurus. Kami dari pihak Gontor mengakui kesalahan ini sehingga terjadi keterlambatan itu. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Noor Syahid.

Pondok Modern Darussalam Gontor mengaku sangat berdukacita. Sebagai lembaga yang concern terhadap pendidikan karakter anak, pihaknya berharap peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari. Pihak pesantren tidak menoleransi segala aksi kekerasan. ”Tak berselang satu jam, kedua pelaku langsung dibuatkan surat pemulangan atau pengusiran secara permanen tanpa diberi surat keterangan dan ijazah,” tegasnya.

Pada bagian lain, Polres Ponorogo telah menerjunkan tim penyidik ke Pondok Pesantren Darussalam Gontor sejak Minggu (4/9) malam. Tujuh saksi dimintai keterangan. ”Kami telah memeriksa RM (santri, Red), N (santri), 2 ustad, 2 dokter, dan 1 staf pengajar,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Hingga kemarin, Polres Ponorogo terus menyelidiki penyebab pasti insiden berdarah tersebut. Dugaan sementara, penganiayaan itu dipicu kesalahpahaman antara pelaku dan korban. ”Sampai saat ini, total korbannya tiga dan terduga pelakunya dua yang merupakan santri senior,” jelasnya.

Reaksi Keluarga Korban

Sesuai dengan arahan pengacara Hotman Paris Hutapea, Soimah akhirnya didampingi tim kuasa hukum dari kantor hukum Titis Rahmawati. Penandatanganan kuasa berlangsung kemarin (5/9) sore. ”Benar, baru saja kami menandatangani surat kuasa terhadap Ibu Siti Soimah atas kasus meninggalnya putranya di Ponpes Modern Gontor yang diduga akibat tindak kekerasan,” ungkap Titis tadi malam seperti dilansir Sumatera Ekspres.

Namun, ketika dimintai tanggapannya terkait dengan permohonan maaf yang disampaikan pihak Gontor, Titis belum bisa menjawab pertanyaan tersebut. ”Nanti coba saya konsultasikan terlebih dulu dengan orang tua AM, yakni Soimah. Inginnya seperti apa sembari kami menyusun langkah-langkah apa saja yang akan diambil,” terangnya.

Sementara itu, Soimah yang dihubungi melalui pesan singkat tadi malam menyatakan belum bisa berkomentar banyak. ”Mohon maaf aku belum bisa kasih statemen,” tulis Soimah sembari menambahkan emotikon merapatkan kedua telapak tangan pertanda meminta maaf. (*)

Reporter: JP Group

Jalan Hang Jebat Batubesar Dibangun Tahun Depan

0
Pelebaran Jalan 2 F Cecep Mulyana
Jalan Hang Jebat, Batubesar, Nongsa. BP Batam akan mulai melakukan pembangunan Jalan Hang Jebat, Batubesar di tahun depan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mulai melakukan pembangunan Jalan Hang Jebat, Batubesar di tahun depan. Sejauh ini tidak ada hambatan untuk pembangunan jalan tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengatakan, pembangunan jalan ini tidak ada gangguan.

“Tidak ada PL (Penetapan Lahan) yang berada di ROW jalan Batubesar,” kata Ariastuty, Senin (5/9/2022).

Ia mengatakan setiap PL yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan dan rencana detail tata ruang (RDTR). Pembersihan untuk pelebaran jalan Hang Jebat ini juga sudah dilaksanakan.

“Lelangnya, tahun depan dilaksanakan,” tutur Ariastuty.

Pelebaran Jalan Hang Jebat cukup penting. Sebab, Jalan Hang Jebat merupakan akses untuk menuju ke lokasi pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) NDP.

Tentunya pelebaran jalan ini, dapat menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pengelola pariwisata, atau pengelola KEK NDP, tapi juga masyarakat sekitar.

Warga Batubesar, Dicky Sigit, mengatakan, pelebaran jalan Batubesar dipastikan dapat mengurangi kemacetan.

Sebab, pada jam-jam sibuk arus lalu lintas kendaraan cukup padat di area tersebut. Apalagi saat hari libur, masyarakat dari berbagai daerah ramai datang ke Nongsa untuk menikmati beberapa spot pariwisata.

“Sangat perlu, untuk kelancaran akses untuk masyarakat sekitar sini dan ke kawasan pariwisata,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyebutkan kawasan Sambau adalah daerah yang strategis dan perlu perhatian khusus. Destinasi wisata di kawasan Sambau, masuk dalam rencana induk pariwisata nasional.

“Sehingga membutuhkan amenitas (sarana pendukung yang baik),” kata Ardiwinata.(*)

Reporter: Fiska Juanda

Jalan Hang Jebat Batubesar Dibangun Tahun Depan

0
Pelebaran Jalan 2 F Cecep Mulyana
Jalan Hang Jebat, Batubesar, Nongsa. BP Batam akan mulai melakukan pembangunan Jalan Hang Jebat, Batubesar di tahun depan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mulai melakukan pembangunan Jalan Hang Jebat, Batubesar di tahun depan. Sejauh ini tidak ada hambatan untuk pembangunan jalan tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengatakan, pembangunan jalan ini tidak ada gangguan.

“Tidak ada PL (Penetapan Lahan) yang berada di ROW jalan Batubesar,” kata Ariastuty, Senin (5/9/2022).

Ia mengatakan setiap PL yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan dan rencana detail tata ruang (RDTR). Pembersihan untuk pelebaran jalan Hang Jebat ini juga sudah dilaksanakan.

“Lelangnya, tahun depan dilaksanakan,” tutur Ariastuty.

Pelebaran Jalan Hang Jebat cukup penting. Sebab, Jalan Hang Jebat merupakan akses untuk menuju ke lokasi pariwisata dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) NDP.

Tentunya pelebaran jalan ini, dapat menguntungkan semua pihak. Tidak hanya pengelola pariwisata, atau pengelola KEK NDP, tapi juga masyarakat sekitar.

Warga Batubesar, Dicky Sigit, mengatakan, pelebaran jalan Batubesar dipastikan dapat mengurangi kemacetan.

Sebab, pada jam-jam sibuk arus lalu lintas kendaraan cukup padat di area tersebut. Apalagi saat hari libur, masyarakat dari berbagai daerah ramai datang ke Nongsa untuk menikmati beberapa spot pariwisata.

“Sangat perlu, untuk kelancaran akses untuk masyarakat sekitar sini dan ke kawasan pariwisata,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyebutkan kawasan Sambau adalah daerah yang strategis dan perlu perhatian khusus. Destinasi wisata di kawasan Sambau, masuk dalam rencana induk pariwisata nasional.

“Sehingga membutuhkan amenitas (sarana pendukung yang baik),” kata Ardiwinata.(*)

Reporter: Fiska Juanda

Polri Uji Kebohongan Terhadap Tersangka Pembunuhan Brigadir J

0
Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi saat rekonstruksi. (Dery Ridwansah JawaPos.com)

batampos – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melakukan uji kebohongan (poligraf) terhadap tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hari pertama uji poligraf dilakukan Senin (5/9) terhadap tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf.

”Iya betul uji poligraf. Hari ini (5/9), RR (Ricky Rizal) dan KM (Kuat Ma’ruf),” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi seperti dilansir dari Antara, Senin (5/9) malam.

Andi mengatakan, uji kebohongan itu dijadwalkan per hari untuk dua orang. Uji serupa berlaku untuk Putri Candrawathi dan Irjen Pol Ferdy Sambo, serta tersangka lain.

”Iya terjadwal per hari dua orang,” ujar Andi.

Penyidik menjadwalkan uji kebohongan pada Senin (5/9), Selasa (6/9), dan Rabu (7/9). Selain tersangka, ikut diuji tingkat kejujurannya adalah saksi Susi. Sementara itu, untuk Bharada Richard Eliezer atau Bharada E sudah terlebih dahulu menjalani uji kebohongan.

”Jadwal (uji kebohongan) sampai Rabu (7/9). (Yang diuji) PC, saksi Susi, dan FS, sedangkan Bharada E sudah duluan (diuji),” terang Andi.

Uji kebohongan adalah suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang itu berbohong atau jujur. Menurut Andi, alasan penggunaan uji kebohongan kepada para tersangka untuk mengetahui apakah keterangan yang diberikan tersangka benar atau berbohong.

”Untuk menguji tingkat kejujuran tersangka dalam memberikan keterangan,” ucap Andi.

Selain itu, kata Andi, upaya itu menjadi bukti petunjuk bagi penyidik dalam mengungkap peristiwa pembunuhan Brigadir J dan melengkapi berkas perkara agar segera dinyatakan lengkap dan bisa dibuktikan di persidangan. ”Iya (melengkapi berkas) sebagai bukti petunjuk,” papar Andi.

Penyidik menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Kelima tersangka, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Berkas perkara kelima tersangka telah dilimpahkan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung. Namun, Tim Jaksa Peneliti Kejagung menyatakan, berkas belum lengkap (P-18) dan mengembalikan ke penyidik (P-19) untuk dilengkapi. (*)

Reporter: JP Group

Salurkan KUR dan Produk Pembiayaan Multiguna, Gerebek Pasar Pegadaian Bertandang ke Karimun

0
Staf Pegadaian Area Batam memperkenalkan produk KUR dan Multipayment Pegadaian kepada pedagang siomay di Pasar Meral, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (3/9/2022). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Gerebek Pasar Pegadaian. F Ist untuk Batam Pos

batampos – Gerebek Pasar, program dari PT Pegadaian area Batam bertandang ke Tanjungbalai Karimun. Mereka mengadakan kegiatan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga mengenalkan berbagai produk terbaru dari Pegadaian.

BACA JUGA:
Pegadaian Area Batam Salurkan KUR di Pasar Bestari Bintan Centre
Pegadaian Gerebek Pasar, Pedagang Sebut Bisa Terhindar dari Rentenir

“Gerebek Pasar di Karimun kali ini, kami mengemban amanah dari Pemerintah pusat untuk penyaluran KUR. Melalui Gerebek Pasar ini, kami mengharapkan dapat tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Deputi Bisnis Pegadaian Area Batam, Mushonif, di sela-sela acara di Karimun, Sabtu (3/9/2022).

Dia menyebutkan, Pegadaian berkomitmen mendukung pembiayaan kepada pelaku usaha super mikro di Tanjungbalai Karimun.

“Memilih Karimun sebagai tujuan Gerebek Pasar Pegadaian karena kota ini menjadi salah satu penyangga ekonomi di Kepri dan pertumbuhannya cukup baik. Apalagi, di sini banyak juga pelaku usaha super mikro yang perlu mendapat perhatian kami. Kami menjemput bola,” ungkap Mushonif.

Memilih Karimun, tim Pegadaian turun bersama dengan para staf pengelola unit Pegadaian UPC Pasar Meral. Mereka bersama-sama punya tujuan membantu program pemerintah guna memberi stimulus ekonomi melalui pembiayaan KUR kepada para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), serta tercapainya target outlet Pegadaian Syariah di 2022 ini

“Produk KUR yang disalurkan melalui Pegadaian Syariah memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga membagikan informasi terkait program tabungan emas, gadai emas, dan juga multi payment yang sudah bisa dilakukan secara online oleh para nasabah atau masyarakat Karimun dan juga Kepri.

“Tercapainya misi saya, khususnya Pegadaian dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat, mengentaskan masalah-masalah pembiayaan yang selama ini membelit pelaku usaha kecil. Lewat program Gerebek Pasar ini, kami berharap masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi tentang bantuan KUR, pembiayaan pegadaian sehingga masalah kemiskinan terentaskan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional sebagai bagian dari program pemerintah tercapai,” tegas Mushonif.

Sementara itu, Pengelola Unit Pegadaian UPC Pasar Meral, Tanjungbalai Karimun, Daniel Hariyono Pasaribu menyebutkan, Pegadaian UPC Pasar Meral kini sudah bisa melayani penyaluran KUR untuk para warga Karimun yang menjadi nasabah Pegadaian.

“Bagi masyarakat Karimun yang memiliki usaha dan memenuhi syarat, bisa mendapatkan bantuan dana KUR hingga Rp 10 juta dari Pegadaian,” ujar Daniel.

Bersamaan dengan itu, Dauni, pedagang kue di Pasar Meral menyebutkan program Gerebek Pasar ini cukup membantu mereka dalam mendapatkan informasi terkait pembiayaan dengan bunga rendah dan terjamin secara hukum. ” Saya juga ada tabungan emas di Pegadaian. Dulu juga Pegadaian pernah kasih bantuan sembako kepada kami,” ungkapnya.

Dia mengaku cukup terbantu dengan program multiguna dari Pegadaian. “Saya doakan mudah-mudahan Pegadaian makin maju dan fokus membantu masyarakat kecil. Yang tadinya ada masalah pinjaman, bisa terselesaikan dengan program pegadaian,” tambah Dauni.

Adanya program Gerebek Pasar di Karimun ini, baik warga maupun UPC Karimun merasa terbantu. “Kami dari Pegadaian UPC Pasar Meral Karimun, sangat menyambut baik program Pegadaian Area Batam ini. Kunjungan mereka ke sini, membuat semakin banyak warga memahami produk-produk Pegadaian terutama produk mikro bagi para pedagang dan warga,” tutup Daniel. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Gempa 6,8 SR Guncang Sichuan, Lebih Dari 30 Orang Tewas

0
Grapik lokasi gempa bumi berkekuatan 6,8 SR di provinsi Sichuan, Tiongkok, Senin (5/9/2022) sore. Sumber: US Geological Survey.

batampos – Gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter mengguncang Sichuan, salah satu provinsi di Tiongkok, Senin (5/9/2022) sore waktu setempat. Akibat kejadian itu, sebanyak 30 orang tewas. Jumlah itu diperkirakan masih bertambah.

Tujuh korban tewas berada di Kabupaten Luding, sedangkan 14 lainnya di Kabupaten Shimian.

Episentrum gempa bumi berada di kedalaman 16 kilometer pada 29,59 derajat lintang utara dan 102,08 bujur timur, demikian data Pusat Jaringan Kerja Gempa Tiongkok melaporkan. Gempa bumi ini merupakan gempa terparah di kawasan itu sejak 2017 lalu.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping menginstruksikan tanggap darurat gempa di daerah tersebut, seperti dilansir dari Reuters, malam tadi.

Provinsi Sichuan di wilayah barat daya negeri itu, memang merupakan daerah paling rawan gempa.

Sichuan juga pernah diguncang gempa pada 12 Mei 2008 yang merenggut sedikitnya 180 ribu nyawa manusia. Gempa kali ini, merusak berbagai bangunan, jalan raya, dan melongsorkan perbukitan batu. Gempa juga menyebabkan jaringan komunikasi terputus sementara. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak