Enam dari tujuh ABK MT Voras saat evakuasi penyelamatan setelah dua hari terkatung-katung di Perairan Malaysia. Satgas KJRI Malaysia berhasil menyelamatkan dan memulangkan mereka via Batam, Minggu (28/8/2022) lalu. F Dok KJRI Johor Bahru untuk Batam Pos
batampos – Sebanyak tujuh anak buah kapal (ABK) MT Voras, berkewarganegaraan Indonesia berhasil diselamatkan, setelah dua hari terlantar dan terkatung-katung di Perairan Malaysia, Minggu (28/8/2022).
“Kami menerima informasi dari agensi Penguat Kuasa Maritim Malaysia (APMM) terkait adanya kapal taksi air SB Wiratama asal Batam terkatung-katung di Perairan Malaysia, Sabtu 927/8/2022). Kami langsung turunkan satuan tugas untuk memeriksanya dan menyelamatkan mereka,” ujar Konsul Penerangan Sosial Budaya KJRI Johor Bahru, Mohamad Rizali Noor lewat siaran persnya kepada Batam Pos, Selasa (30/8/2022).
Rizali menyebutkan, dalam penelurusannya bersama Satga Perlindungan WNI, diketahui kapal yang membawa tujuh WNI itu tengah melakukan crew change/ pergantian ABK Kapal
Pengangkut minyak MT Voras di wilayah Outer Port Limit (OPL).
Dalam perjalanan menuju Batam, kapal SB Wiratama mengalami kehabisan bahan bakar sehingga terapung-apung selama 2
hari di perairan Laut Tiongkok Selatan. “Kapal SB Wiratama ditemukan oleh Patroli Air Malaysia yang kemudian menarik kapal tersebut untuk penyelamatan ke pelabuhan di wilayah Mersing,Johor Bahru,” ujar Rizali.
Verifikasi kewarganegaraan pun dilakukan sekaligus berkoordinasi dengan APMM Zona Maritim Mersing terkait proses pemulangan mereka ke Batam.
“Setelah dilakukan verifikasi, pendataan kekonsuleran, dan negosiasi dengan APMM, kapal SB Wiratama beserta ketujuh WNI dapat berlayar kembali. Seluruh WNI telah tiba dengan selamat di Pelabuhan Batu Ampar, Minggu 22 Agustus 2022 pada pukul 11.30 WIB,” jelas Rizali.
Dia menyebutkan, keberhasilan pemulangan cepat WNI terlantar merupakan hasil komunikasi KJRI Johor Bahru dengan APMM, pihak terkait di Malaysia dan Batam. (*)
Kombespol Faizal Ramadhani menjelaskan kasus mutilasi kepada wartawan d Polres Mimika, Senin (29/8). (CENDERAWASIH POS)
batampos – Enam anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus mutilasi terhadap 2 warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua. Mereka juga dikenakan penahanan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan, penetapan status tersangka kepada enam oknum prajurit tersebut berdasarkan hasil penyelidikan POM. KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Tatang mengatakan, saat ini Pomdam XVII/Cenderawasih telah melaksanakan proses penyidikan lebih lanjut terhadap para pelaku. Sementara, untuk tersangka warga sipil sedang ditangani oleh pihak kepolisian. “Puspomad telah mengirimkan Tim Penyidik untuk membantu Pomdam XVII/Cenderawasih mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujar Tatang kepada wartawan, Selasa (30/8).
Tatang menegaskan, TNI AD akan memberikan sanksi berat dan tegas kepada prajuritnya yang telah mencoreng nama baik institusi maupun satuan TNI AD, khususnya oknum prajurit yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini.
Sebelumnya, 6 orang anggota TNI AD tekah ditetapkan sebagai tersangka kasus mutilasi dua warga sipil di Kampung Pigapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua. Dari seluruh tersangka, 2 di antaranya ternyata seorang perwira TNI.
Mereka yang jadi tersangka yakni Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK. Kemudian berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu R. Seluruhnya telah dikenakan penahanan. “Di Tahanan Pomdam Cenderawasih,” kata Danpuspomad Letjen TNI Chandra W. Sukotjo saat dikonfirmasi, Senin (29/8).
Sementara itu, pelaku dari warga sipil sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Mengenai motif pelaku sendiri, Chandra mengatakan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Pomdam Cenderawasih. Jasad korban mutilasi itu ditemukan di Kampung Pigapu-Logopon, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (27/8). (*)
batampos – Seorang pelajar SMP di Sagulung, Kota Batam, menjadi korban asusila oleh teman laki-lakinya EB. Ini merupakan kasus asusila anak dibawah umur yang kedua dalam sebulan terakhir di Polsek Sagulung.
Kapolsek Sagulung, Iptu Nyoman Ananta Mahendra, mengatakan, korban berinisal CN. Ia menjelaskan, sebelumnya kasus pencabulan serupa juga dialami oleh Pa, remaja wanita 14 tahun.
Siswi SMP ini jadi korban pencabulan dari seorang pemuda berinisial Fs, 18 tahun di wilayah hukum Polsek Sagulung, Minggu (31/7) malam lalu. Dua kali FS menggauli korban di lapangan kosong di kelurahan Seilekop, Sagulung.
“Sama modusnya. Korban diajak keluar di malam hari, kemudian dicabuli. Inilah yang kita wanti-wanti selama ini, agar orangtua benar-benar kembali memperhatikan pergaulan dan aktifitas anak di rumah atau di luar jam sekolah. Keluar malam dengan orang tak kenal itu tak boleh, apalagi anak gadis,” ujarnya.
Maraknya kasus pencabulan anak dibawa umur ini, hendaknya jadi perhatian serius orangtua. Pengawasan terhadap anak harus benar-benar diperhatikan demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Aktifitas media sosial sang anak juga harus diawasi, agar orangtua bisa melihat sejauh mana pergaulan di dunia Maya.
“Kelalaian orangtua juga yang membiarkan anak keluyuran di malam hari. Ini harus diperhatikan lagi. Awasi betul anak-anak di luar jam sekolah. Jangan biarkan anak keluyuran di malam hari. Awasi juga aktifitas medsosnya,” ujar Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra.
Nyoman mengatakan, orang tua juga harus memperhatikan siapa saja teman anak untuk bermain. Jangan sampai anak keluyuran hingga larut malam tanpa tujuan yang pasti
“Kalau anak tidak pulang rumah sampai larut malam, maka harus dicari. Lalu anak diberikan nasihat agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya lagi.
Selain itu, orang tua juga harus melakukan pendekatan bagi anaknya. Jangan sampai tidak ada komunikasi sampai seharian atau berhari-hari. Sebab anak yang masih dibawah umur sangat rentan dan mudah terpengaruh oleh lingkungan
“Anak baik kalau tidak diperhatikan bisa jadi pelaku kejahatan ataupun korban kejahatan, jangan sampai hal ini terjadi, selalulah mengawasi anaknya, sesekali satu keluarga harus kumpul bareng atau makan bersama,” tegasnya.
Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan, Polsek Sagulung juga rutin melakukan patroli. Bahkan jika menemukan anak yang masih nongkrong hingga larut malam, maka akan dibubarkan
“Tidak ada cerita anak anak nongkrong sampai larut malam. Mereka (anak-anak) bisa saja jadi pelaku kejahatan maupun korban kejahatan,” pungkasnya.(*)
Anggota Brimob berjaga di depan rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Kepolisian melakukan rekonstruksi dugaan pembunuhan Brigadir Yosua di rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo dan rumah dinas. ( ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
batampos – Rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J segera dimulai. Saat ini kelima tersangka sudah tiba di lokasi pertama yakni di rumah pribadi Irjen Pol Ferdy Sambo Jalan Saguling, Mampang, Jakarta Selatan.
Kelima tersangka menumpangi kendaraan taktis Brimob yang berbeda. Ferdy Sambo tiba terlebih dahulu di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB mengenakan pakaian tahanan berwarna orange. Selanjutnya Putri Candrawathi juga tiba.
Adapun 3 tersangka lainnya Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiualias Bharada, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf datang menggunakan kendaraan sama. Turut hadir dari LPSK mendampingi Bharada E yang berstatus sebagai justice collaborator.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, ada 28 adegan yang akan diperagakan Ferdy Sambo Cs hari ini. “Rekonstruksi hari ini akan meliputi 78 adegan,” kata Dedi di lokasi, Selasa (30/8).
Dengan rincian, 16 adegan meliputi peristiwa tanggal 4,7, dan 8 di lokasi Magelang. Lokasi Magelang sendiri bakal digantikan dengan tempat lain untuk menggelar rekonstruksi.
Lalu, lokasi Saguling ada 35 adegan meliputi peristiwa tanggal 8 dan pascapembunuhan Brigadir J. “Kemudian, di rumah Kompleks Polri, Duren Tiga sebanyal 27 adegan terkait peristiw pembunuhan Brigadir J,” jelas Dedi.
Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.
“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).
Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan. “FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.
Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J. “(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.Dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota polri. Meskipun ybs mengajukan banding. (*)
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo muncul pertama kali di hadapan publik dengan mengenakan pakaian tahanan. (Sabik/JawaPos.com)
batampos – Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo muncul pertama kali di hadapan publik dengan mengenakan pakaian tahanan. Diketahui dia saat ini sudah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana kepada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Sambo dihadirkan memakai baju tahanan untuk melaksanakan rekonstruksi kasus tersebut. Dia tampak mengenakan kemeja putih di bagian dalam, lalu dibalut oleh baju oranye bertuliskan Tahanan Bareskrim Polri.
Tangannya nampak diikat borgol berbahan plastik. Dia kemudian memasuki rumah pribadinya di Jalan Saguling, Mampang, Jakarta Selatan.
Selanjutnya Sambo didudukan di sebuah ruangan. Tampak terlihat ruangan tersebut seperti ruang kerja. Karena terdapat bendera Merah Putih dan Tribrata Polri.
Sambo duduk disebuah kursi besar warna hitam kecoklatan. Dia dampingi oleh pengacaranya, Arman Hanis dan anggota Brimob.
Diketahui, 5 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal (RR), Irjen Pol Ferdy Sambo (FS), KM, dan yang terbaru adalah Putri Chandrawathi.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Untuk eksekutor penembak adalah Bharada E.
“RE melakukan penembakan korban,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/8).
Kemudian RR dan KM berperan membantu serta menyaksikan penembakan. Terakhir Ferdy Sambo yang memerintahkan penembakan.
“FS menyuruh melakukan dan menskenario, skenario seolah-olah tembak menembak,” jelas Agus.
Sedangkan Putri terekam CCTV berada di di lokasi dan ikut serta dalam proses pembunuhan berencana kepada Brigadir J.
“(PC) mengikuti dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.Dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai anggota polri. Meskipun ybs mengajukan banding. (*)
Penataan melayu square ditargetkan selesai sebelum akhir tahun, Senin (28/8). F. Peri Irawan
batampos- Pemko Tanjungpinang terus menggesa penataan kawasan Melayu Square yang ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2022 ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan penataan Melayu Square merupakan bagian dari sinergi Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri dalam menata kawasan tepi laut atau gurindam 12 yang sekarang ini terus digesa.
“Pengerjaannya single year, jadi tahun ini harus diselesaikan,” kata Zulhidayat, Senin (28/8).
Dalam penataannya, kata Zulhidayat mengucurkan dana yang cukup besar mencapai Rp 3 miliar lebih untuk membangun beberapa item dasar seperti tempat kuliner, tempat parkir, toilet, musola dan pedestrian.
“Perkiraan saya anggaranya kalau tak salah mencapai Rp 3 miliar. Beberapa fasilitas standar harus disiapkan pengelola dalam membuat tempat peristirahatan ataupun tempat makan bersantai,” ujarnya.
Sarana dan prasarana penunjang memang harus disiapkan terlebih dahulu agar pelaku usaha yang berjualan dan masyarakat yang datang ke lokasi tersebut juga merasa nyaman.
“Dahulu kita bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk menyediakan tempat jualan agar menjadi menarik, dan sekarang kita perbaiki lingkungannya,” ujar Sekda.
Sekarang ini, Zulhidayat menambahkan puluhan pedagang yang sebelumnya berjualan direlokasi ke Anjung Cahaya yang berada tepat di depan Melayu Square.
“Tahun depan saat penataan Anjung Cahaya pedagangnya juga dipindahkan sementara ke Melayu Square,” ucapnya. (*)
PT XL Axiata, Tbk (XL Axiata) bersama Viamo Indonesia (Viamo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat berkolaborasi meluncurkan layanan Tanya321. Foto: XL Axiata untuk Batam Pos
batampos – PT XL Axiata, Tbk (XL Axiata) bersama Viamo Indonesia (Viamo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat berkolaborasi meluncurkan layanan Tanya321.
Dengan layanan ini, masyarakat bisa mengakses informasi resmi mengenai kesehatan dari pemerintah dan organisasi internasional terkait, selama 24 jam sehari, lewat aplikasi WhatsApp.
Seremoni peluncuran layanan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, Country Director Viamo Indonesia, Patrick M Compau, dan Chief Corporate Affairs XL Axiata.
Diharapkan dengan adanya layanan ini dapat menjadi upaya peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi dalam mendukung program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI.
“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Viamo Indonesia mendukung Kementerian Kesehatan RI dengan menerapkan teknologi seluler untuk menyediakan layanan akses informasi kesehatan Tanya321 bagi masyarakat Indonesia,” kata Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O Baasir.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud nyata upaya kami mendukung gerakan inovasi dari penyediaan informasi secara digital yang inklusif dan dapat secara mudah diakses oleh pelanggan XL Axiata yang sebagian besar juga merupakan pengguna aktif whatsapp.
Marwan menambahkan, pemilihan aplikasi WhatsApp sebagai wadah dari penyebaran informasi sangat relevan, karena di Indonesia tercatat ada lebih dari 80 juta pengguna WhatsApp di tahun 2021.
Karena itu, penyebaran informasi resmi dari pemerintah dapat juga difasilitasi dengan layanan ini sehingga masyarakat dapat mengakses informasi umum resmi pemerintah tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan.
“Masyarakat cukup menghubungi Tanya321 lewat WhatsApp di nomor 0819 – 0819 – 2 – 321 atau di link bit.ly/tanya321,” ujarnya.
Melalui fasilitas Tanya321 ini, Kemenkes memberikan layanan informasi kesehatan secara resmi.
Tak hanya informasi COVID-19 dan vaksin, masyarakat juga dapat mengakses informasi kesehatan ibu dan anak, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pola hidup sehat, kesehatan mental, serta edukasi penyakit lainnya.
“ Kami menghadirkan Tanya321, WhatsApp Chatbot yang berisi informasi vital yang dapat membantu masyarakat melindungi diri dan keluarganya, bagaimana mencegah penyakit stunting, dan melawan penyakit lain seperti COVID-19 dan sebagainya.” ujar Patrick M Compau, Country Director dari Viamo Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Maria Endang Sumiwi, mengatakan, pihaknya senang sekali karena melalui kerjasama dengan XL Axiata dan Viamo Indonesia, kini sarana akses informasi Kemenkes memungkinkan menjangkau masyarakat Indonesia seluas mungkin.
“Peluncuran layanan Tanya321 ini searah dengan transformasi layanan primer yang sedang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan untuk memperkuat aktivitas promotif preventif salah satunya adalah dengan memberikan edukasi agar menciptakan lebih banyak orang sehat,” terangnya.
” Layanan Tanya321 hadir sebagai salah satu bentuk usaha melawan misinformasi dan hoax dengan menghadirkan informasi resmi seperti informasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan,” tutupnya.(*)
Pengendara sepeda motor antre mengisi pertalite di SPBU Pemda III Batuaji, Kota Batam, Rabu (24/8). (Dalil Harahap/ Batam Pos)
batampos – Besaran kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga kini belum final. Pemerintah mendapat berbagai masukan agar kebijakan yang akan diambil tidak memberatkan masyarakat dan memicu inflasi yang tinggi.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyatakan, apabila pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi, besarannya jangan sampai di atas Rp 10 ribu per liter. ”Kalau naiknya jadi Rp 10 ribu per liter untuk pertalite, saya sepakat. Tidak lebih dari Rp 10 ribu per liter. Sebab, kalau sudah di atas Rp 10 ribu per liter, lonjakan inflasinya pasti lebih tinggi dari perhitungan,’’ ujarnya.
Harga solar subsidi, lanjut dia, idealnya sekitar Rp 7 ribu per liter. Hitungan harga ideal Rp 10 ribu per liter untuk pertalite dan Rp 7 ribu per liter untuk solar itu bukan tanpa sebab. Mamit menyebutkan, ada komponen inflasi yang tentu akan menyertai kenaikan harga BBM bersubsidi. Dengan kisaran harga tersebut, kenaikan inflasi diproyeksikan mencapai 2 persen.
Menurut dia, inflasi saat ini mencapai 4–5 persen. Jika ada sumbangan inflasi 2 persen, inflasi total bisa mencapai 6–7 persen. ”Kalau lebih dari Rp 10 ribu per liter, tentu sangat besar juga inflasinya. Apalagi kalau solar lebih dari Rp 7 ribu per liter akan sangat memberatkan karena terkait transportasi darat dan sarana distribusi,’’ urai Mamit.
Dia juga berharap rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi tetap dilakukan. Sebab, sudah bukan rahasia lagi bahwa mayoritas pengguna BBM bersubsidi justru masyarakat kelas menengah atas.
Adanya revisi Perpres 191 Tahun 2014 yang saat ini masih dalam finalisasi diharapkan dapat memuat pembatasan tersebut. Dalam beleid yang baru itu, ada acuan detail tentang kriteria kendaraan apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan mengonsumsi BBM bersubsidi. ”Hampir seluruh penikmat BBM bersubsidi adalah masyarakat menengah ke atas. Dengan adanya pembatasan, saya kira pemberian subsidi bisa lebih klir dan tepat sasaran,” tutur Mamit.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam kesempatan terpisah membeberkan, harga BBM subsidi yang saat ini dijual masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Solar, misalnya, masih dijual Rp 5.150 per liter. Jika menggunakan harga minyak mentah Indonesia atau ICP USD 105 per barel dan kurs rupiah Rp 14.700 per dolar AS, solar seharusnya berada pada harga Rp 13.950 per liter. ”Jadi, harga yang dijual kepada masyarakat itu hanya 37 persennya. Artinya, masyarakat dan seluruh perekonomian mendapatkan subsidi 63 persen dari harga keekonomiannya atau harga riilnya. Itu Rp 8.800 per liter,” tutur dia.
Sementara itu, untuk pertalite yang saat ini berada pada harga Rp 7.650 per liter, dengan ICP USD 105 per barel dan kurs nilai tukar Rp 14.700 per dolar AS, harga keekonomiannya seharusnya Rp 14.450. Artinya, harga pertalite sekarang ini hanya 53 persen dari yang seharusnya.
BBM jenis pertamax dengan harga Rp 12.500 per liter juga seharusnya memiliki harga Rp 17.300 per liter. ”Jadi, bahkan pertamax sekalipun yang dikonsumsi oleh mobil-mobil yang biasanya bagus, yang berarti pemiliknya juga mampu, itu setiap liternya mereka mendapatkan subsidi Rp 4.800,” katanya.
Begitu pula LPG 3 kg. Saat ini harga jual per kg adalah Rp 4.250. Namun, jika mengikuti harga riil, seharusnya Rp 18.500 per kg. Dengan demikian, untuk setiap kg LPG, konsumen mendapatkan subsidi Rp 14.250. ”Jadi, kalau setiap kali beli LPG 3 kg, kita bayangkan mereka mendapatkan Rp 42.000 lebih,’’ jelasnya. (*)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan Public Lecture di Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Park Royal Collection Marina Bay, Singapura, Senin (29/8).
batampos – Masyarakat Indonesia pada tahun ini merayakan Hari Raya Idulfitri dan Hari Kemerdekaan dengan berpartisipasi dalam acara publik secara langsung untuk pertama kalinya sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada tahun 2019. Tak dapat disangkal lagi, pandemi Covid-19 telah banyak mengubah cara hidup dan keseharian seluruh masyarakat.
Pembatasan mobilitas masyarakat untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 juga telah sangat mempengaruhi berbagai aspek seperti disrupsi terhadap rantai pasok hingga penutupan pusat perbelanjaan, pabrik, dan banyak fasilitas umum. Hal tersebut kemudian juga diikuti dengan peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan, demikian juga jatuhnya daya beli masyarakat.
Seluruh kondisi krisis yang terjadi merupakan sebuah unprecendeted crisis, dimana hampir tidak terdapat peta jalan atau panduan yang tersedia dengan cukup untuk mengatasi pandemi dan krisis yang terjadi. Namun demikian, krisis keuangan dan ekonomi yang pernah dihadapi sebelumnya telah memberikan pemahaman bahwa dalam keadaan sulit, pendekatan dilakukan secara fleksibel dengan semua kebijakan harus siap dengan kapasitas maksimal.
“Untuk memberi Pemerintah ruang kebijakan manuver yang jauh lebih besar dalam menavigasi kesehatan dan tantangan ekonomi, kami mengintegrasikan kesehatan dan kebijakan ekonomi di bawah satu koordinasi Komite Panitia Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi (PC-PEN) pada bulan Juli 2020,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan Public Lecture di Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Park Royal Collection Marina Bay, Singapura, Senin (29/8).
Dengan diikuti penguatan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah melalui Komite PC-PEN kemudian merancang dan mengimplementasikan Kebijakan Rem dan Gas untuk tetap menyeimbangkan kehidupan dan penghidupan seluruh masyarakat. Kebijakan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat baik, dimana terjadi penurunan kasus Covid-19 secara sangat signifikan dan kondisi perekonomian yang pada awalnya sempat terkontraksi juga kemudian mampu rebound dan mencatat pertumbuhan yang impresif.
“Indonesia telah diakui sebagai salah satu dari 5 negara teratas di dunia dengan tingkat vaksinasi tertinggi. Kami juga telah memberikan vaksinasi lebih dari 430 juta dosis vaksin Covid-19,” ujar Menko Airlangga.
Selain itu, untuk memberikan daya tahan lebih dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah juga telah melakukan reformasi struktural domestik melalui salah satu reformasi ekonomi yang paling komprehensif yakni Omnibus Law atau yang sekarang lebih dikenal sebagai UU Cipta Kerja. Upaya reformasi tersebut kemudian mendorong secara bersamaan dan mempengaruhi lebih dari 70 undang-undang pada 11 klaster ekonomi, diantaranya terkait dengan pengaturan tenaga kerja, proses perizinan, dan proses persetujuan investasi.
Meski saat ini dunia tengah dihadapkan pada krisis pangan, energi, dan keuangan, keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi juga telah mendapatkan pengakuan dunia internasional.
“Untuk merespons krisis global, Sekretariat Jenderal PBB telah meminta Presiden Indonesia bersama dengan 5 Kepala Negara dan Pemerintahan lainnya untuk tergabung dalam the Champions Group of Global Crisis of Response Group (GCRG),” kata Menko Airlangga.
Dalam kuliah umum yang juga dihadiri oleh sejumlah pengusaha lokal Singapura tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan berbagai potensi, strategi, dan tantangan yang dihadapi ASEAN saat ini maupun ke depannya, serta mengharapkan agar ASEAN dapat ikut memainkan peran penting dalam perekonomian global.
“Untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan yang sangat besar ini, saya ingin menekankan bahwa ASEAN harus tetap bersatu dalam menghadapi konflik internal dan tekanan eksternal serta melakukan reformasi yang diperlukan untuk menghilangkan semua hambatan bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” pungkas menko Airlangga. (fsr)
Direktur Batam Pos, Anthon Joy Nahampun menerima penghargaan dari RS Awal Bros yang diserahkan Direktur RS Awal Bros Ujung Batu, dr Vandra Yovano, MARS, di Pekanbaru. Foto: Mhd Akhwan/Riau Pos/JPG
batampos – Harian Batam Pos menerima penghargaan dari Rumah Sakit (RS) Awal Bros di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Senin (29/8/2022) malam. Penghargaan ini sempena puncak Hari Ulang Tahun ke-24 RS Awal Bros.
Selain Batam Pos, RS Awal Bros juga memberi penghargaan kepada mitra kerja lainnya, di antaranya mitra perusahaan, mitra asuransi, rekan komunitas, pemerintah, karyawan, dan media partner, termasuk Batam Pos dan Riau Pos.
CEO RS Awal Bros Group, Ir Arfan Awaloeddin MARS, mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan bersama RS Awal
Bros selama ini. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada insan RS Awal Bros yang selalu memberikan layanan prima untuk masyarakat.
”Saat ini RS Awal Bros terus mengembangkan pelayanan dan berdiri di berbagai daerah. Total ada delapan wilayah di Kepulauan Riau dan Riau,
serta 14 RS Primaya yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi,” katanya.
Ini, lanjut Arfan, tidak bisa dilakukan tanpa bantuan dan dukungan pemerintah, keluarga besar TNI dan Polri, dukungan mitra kerja, media dan
lain-lain.
”Sesuai dengan tema HUT kami, kolaboratif yang menjadi komitmen kolaborasi,” ungkapnya.
Arfan menuturkan, 24 tahun lalu adalah jejak langkah putra daerah Riau yang ingin mengabdi pada tanah kelahiran dan Indonesia. Menoreh
kisah sejarah dengan membangun identitas korporasi baru dan hadirnya RS Primaya juga menjadi komitmen RS Awal Bros dalam memberikan pelayanan yang baik kepada semua lapisan masyarakat di Indonesia.
Arfan menuturkan, RS Awal Bros terus berkembang dan meningkatkan pelayanan yang berkualitas, cepat, tepat, dan akurat, baik dari sisi alat-alat medis, fasilitas pelayanan, hingga memastikan kenyamanan pasien.
”Hal ini dibuktikan dengan hadirnya pusat-pusat layanan unggulan di RS Awal Bros, seperti Cancer Center, Eye Center, Dental Center, dan lain-lain. Layanan ini didukung oleh dokter spesialis, dokter umum, dan perawat yang andal,” imbuhnya.
Ditambahkannya, RS Awal Bros berpegang pada visi, misi, dan tujuan yang diterapkan bersama. Menjadi komitmen pokok untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pasien, serta kepercayaan masyarakat.
”Terima kasih kepada masyarakat dan mitra kerja atas kepercayaannya kepada RS Awal Bros,” ucapnya.
Gubernur Riau, Syamsuar, mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan selamat atas HUT ke-24 RS Awal Bros. Dikatakannya, ada begitu banyak inovasi yang ditelurkan oleh RS Awal Bros untuk negeri.
”Termasuk kolaborasi yang begitu banyak, dan membuat RS Awal Bros ada di banyak tempat, dan terkenal. Saya bangga dengan RS Awal Bros,”
ungkapnya.
Ia mengungkapkan, RS Awal Bros juga membantu pemerintah, terlebih saat merebaknya Covid-19, di mana RS Awal Bros memberikan inovasi membantu pemusnahan alat kesehatan, seperti masker dan lain-lain yang telah digunakan dalam penanganan Covid-19.
”Awal Bros selalu memiliki terobosan baru. Kami mengharapkan sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Arfan, semuanya berkembang, ilmu
pengetahuan terus maju, dan perbaikan kualitas pelayanan harus terus dilakukan. Semoga RS Awal Bros semakin maju dan dicintai masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Batam Pos, Anthon Joy Nahampun, yang menerima penghargaan langsung di Pekanbaru tadi malam, mengucapkan
terima kasih kepada Rs Awal Bros.
”Sebelumnya, kami Batam Pos mengucapkan selamat ulang tahun ke-24 kepada RS Awal Bros, semoga Awal Bros semakin maju dan semakin
prima melayani masyarakat Batam khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga kemitraan yang terjalin dengan Batam Pos selama ini
tetap terjaga dan semakin meningkat ke depannya,” ucap Joy singkat.
Puncak HUT ke-24 RS Awal Bros ini ditandai dengan pemukulan tambur oleh Gubernur Riau, Syamsuar; mantan Gubernur Riau, Saleh Djasit;
mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar; CEO RS Awal Bros Group, Ir Arfan Awaloeddin MARS; Komisaris RS Awal Bros Group, Amnah Awaloeddin; dan Direktur RSAB Group, dr Widya Putri MARS.(*)