Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 7071

KEK Kendal Berhasil Tarik Minat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

0
Menko Airlangga Hartarto (tengah) selaku Ketua Dewan Nasional KEK saat kunjungan ke KIK, Sabtu (23/7). (F.Istimewa)

batampos – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal berhasil menciptakan lapangan pekerjaan dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri berteknologi tinggi. Sebagai KEK berbasis industri pertama di Pulau Jawa, Kawasan Industri Kendal (KIK) diharapkan mampu menjadi percontohan sebagai kawasan industri yang berhasil di Indonesia.

Hingga Juli 2022, komitmen investasi telah mencapai Rp27 triliun yang berasal dari 75 pelaku usaha dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, dan Hongkong, serta termasuk juga investor dari dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap 12.030 orang tenaga kerja dan telah menghasilkan nilai ekspor sebesar US$50 juta.

“Dari data-data tersebut, dapat kita lihat bahwa investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan Pemerintah, termasuk juga tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam kunjungannya ke KIK, Sabtu (23/7).

Sebagai sebuah kawasan yang menyandang status KEK, tentu saja banyak kelebihan yang didapatkan oleh KIK dibandingkan Kawasan Industri lainnya. Kelebihan tersebut ada pada fasilitas dan kemudahan yang didapatkan, berupa fasilitas fiskal dan non fiskal, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut, saat ini telah diajukan fasilitas fiskal berupa PPN tidak dipungut untuk Barang Kena Pajak (BKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal dan untuk Jasa Kena Pajak (JKP) milik Badan Usaha/Pelaku Usaha di KEK Kendal untuk transaksi hingga Juli 2022.

Lebih lanjut, di KEK Kendal juga terdapat 9 Badan Usaha/Pelaku Usaha yang telah memperoleh Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan di KEK yakni PT Kawasan Industri Kendal, PT Masterkidz Indonesia, PT Maju Bersama Gemilang, PT Eclat Textile, PT Sinar Harapan Plastik, PT Auri Steel Metalindo, PT Borine Technology Indonesia, PT Global Textile, dan PT Dharma Shunli Industry.

Pemerintah terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan KEK Kendal agar dapat berkembang lebih pesat dan memberikan efek positif bagi peningkatan investasi di Indonesia. KEK Kendal ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019. Dengan berbagai kelebihannya ini, diharapkan KEK Kendal akan menjadi sebuah Kawasan Industri yang berbeda dan mampu untuk menjadi destinasi investasi terbaik.

“Perkembangan yang terlihat di KEK Kendal membuktikan bahwa kebijakan yang diambil Pemerintah telah memberikan hasil yang baik. Investasi yang hadir di sini telah membuahkan lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat sekitar,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko Airlangga melakukan peresmian Showroom PT Masterkidz Indonesia dan PT Borine Technology Indonesia di area KIK. Selain itu, bersama dengan rombongan juga menyempatkan diri untuk meninjau proses produksi yang berlangsung di kedua pabrik.(map/fsr)

Arsenal Bantai Chelsea 4-0

0
Striker baru Arsenal Gabriel Jesus merayakan gol yang dia cetak ke gawang Chelsea dalam laga persahabatan di Orlando (24/7). (Mike Ehrmann/AFP )

batampos – Performa hebat Arsenal di ajang pramusim berlanjut. Pada pertandingan di Camping World Stadium, Orlando hari ini (24/7), Arsenal sukses membantai tim sesama London, Chelsea dengan skor 4-0.

Sejak awal pertandingan, Arsenal memang sangat agresif. Hasilnya, Arsenal unggul 1-0 saat laga baru berlangsung 15 menit.

Striker baru The Gunners yang baru dibeli dari Manchester City, Gabriel Jesus, membuka kran gol Arsenal melalui tendangan chip yang mengecoh kiper Chelsea Edouard Mendy.

Arsenal memimpin 2-0 melalui sepakan keras Martin Odegaard pada menit ke-36.

Pada babak kedua, Arsenal tetap memakai formasi 4-2-3-1. Namun, mereka melakukan banyak pergantian pemain. Misalnya dua pemain pencetak gol di babak pertama yakni Jesus dan Odegaard digantikan Eddie Nketiah serta Sambi Lokonga.

Sementara itu, Chelsea tidak hanya mengganti pemain. The Blues bahkan mengubah formasinya. Dari 4-3-3 pada babak pertama menjadi 3-4-3 pada babak kedua.

Hasilnya, Arsenal malah menambah dua gol. Yakni melalui Bukayo Saka pada menit ke-66 dan tandukan keras Lokonga pada menit ke-90+4.

Arsenal menjalani laga pramusim yang solid sejauh ini. Arsenal menang melawan Nurnberg (5-3), Everton (2-0), dan Orlando City (3-1).

Arsenal akan berhadapan dengan Sevilla pada 30 Juli waktu setempat di kandang sendiri Emirates Stadium. Itu akan menjadi laga pramusim terakhir Arsenal.

Sementara itu, Chelsea mendapatkan hasil yang mengecewakan dan tidak terlalu impresif dalam tur pramusim. Sebelum kekalahan 0-4 hari ini, Chelsea hanya bermain imbang 1-1 melawan Charlotte FC. Selain itu Chelsea hanya menang 2-1 lewat gol telat melawan klub Meksiko, Club Amerika.

Chelsea menjalani laga pramusim terakhir menghadapi Udinese pada Jumat mendatang. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Polisi Fokus Mencari Muksin, Buronan Kasus Korupsi Dana Hibah Dispora Kepri

0
DPO
Polda Kepri menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap Muksin alias Usin alias Ucin alias Tatar yang terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah Provinsi Kepri anggaran tahun 2020.

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri fokus untuk menelusuri, mencari, dan menangkap Muksin. Warga Tanjungpinang ini adalah buronan yang paling dicari polisi atas kasus dugaan korupsi dana hibah Dispora Kepri tahun anggaran 2020. Perbuatan Muksin, merugikan negara sebanyak Rp 6,2 miliar.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap tersangka Mu (Muksin),” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Reza Morandi Tarigan, Jumat (22/7).

Ia mengaku belum mengetahui lokasi keberadaan Muksin. Namun, polisi masih melakukan pemantauan, terhadap Muksin. Selain itu, Polda Kepri menjalin kerjasama dengan Polda-Polda lainnya untuk mencari keberadaan Muksin.

Informasi didapat Batam Pos, kejaksaan meminta kepolisian untuk menghadirkan Muksin. Sebab, dalam keterangan banyak saksi dan para tersangka lainnya, Muksin memiliki peranan yang sentral. Padahal secara hirarki, Muksin hanyalah honorer di rumah sakit daerah.

Muksin disebut-sebut mendapatkan jatah lebih dari 60-an persen dari jumlah dana hibah yang dikorupsi. Sedangkan Mantan Kabid BPKAD Provinsi Kepri, Tri Wahyu hanya mendapatkan beberapa persen saja.

Begitu sentralnya peranan Muksin ini, tentunya menimbulkan tanda tanya. Sebab, sebagai honorer rumah sakit daerah, dia dengan bebas mengendalikan perputaran dan tata cara pembagian dana korupsi tersebut.

Dalam pemeriksaan polisi, didapat keterangan bahwa peran Muksin sangat aktif dalam pusaran korupsi hibah Dispora tersebut. Sebab, ia mengurus dari hal yang remeh-temeh, seperti mengambil fotokopi KTP orang-orang yang berpura-pura mengajukan hibah.

Namun, saat pencairan dana hibah, Muksin mendampingi para pemohon hibah fiktif tersebut. Begitu uang hibah didapat, Muksin hanya memberikan 10 persen saja dari dana hibah yang didapat para pemohon tersebut. Sedangkan sisanya dibawa Muksin.

Hasil penyelidikan menyebutkan, Muksin terlibat langsung dalam perencanaan korupsi.

Dari catatan Batam Pos, penyelidikan kasus ini memakan waktu yang cukup lama. Penyidik Tipidkor Polda Kepri harus memeriksa sebanyak 78 saksi, yang terdiri dari 24 orang pejabat pemerintah, 45 penerima hibah, notaris, pengelola tempat pelaksana kegiatan dan saksi ahli. Penyelidikan dimulai 30 Desember 2020.

Tanggal 29 Desember 2021, kasus dugaan korupsi ini naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Tahapan penyidikan ini dimulai setelah dikirimkannya SPDP ke Kejati, 2 Januari 2022. Usai dikirimkan SPDP ini, polisi secara maraton memeriksa puluhan saksi di Tanjungpinang dan Batam.

Hingga akhirnya, polisi menetapkan ke 6 orang terlapor di SPDP yang dikirimkan ke kejaksaan itu sebagai tersangka, setelah dilakukan gelar perkara 4 April lalu. Ke enam orang tersebut yakni Muksin, Tri Wahyu, Suparman, Mustofa Sasang, Arif Agus dan Muhammad Irsyadul Fauzi.

Ke enam orang ini diduga melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 KUHP.

Pasal 2 ayat 1 UU 31, berbunyi setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Berkat Bantuan Mohamed Salah, Darwin Bikin Poker

0
Darwin Nunez disambut kapten LFC Jordan Henderson setelah membobol gawang RB Leipzig di Red Bull Arena kemarin (22/7). (JOHN POWELL/LIVERPOOL FC )

batampos – Laga melawan RB Leipzig di Red Bull Arena, Jumat (22/7), merupakan yang ketiga dalam pramusim Liverpool FC.

Tetapi, bagi striker baru LFC Darwin Nunez, laga yang berakhir dengan kemenangan 5-0 untuk The Reds itu bak laga pertamanya.

Dalam dua laga sebelumnya melawan Manchester United (13/7) dan Crystal Palace (16/7), Darwin banjir kritik lantaran belum mampu membuka keran gol.

Striker timnas Uruguay itu pun diolok-olok sebagai The New Andy Carroll seiring sama-sama berpostur tinggi besar, rambut dikucir, dan tidak sebanding dengan nilai transfernya yang mahal.

Asumsi bahwa kualitasnya tak setara dengan harganya yang menyentuh GBP 65 juta (Rp 1,16 triliun) ketika dibeli dari SL Benfica pun dijawab Darwin dengan torehan empat gol di Red Bull Arena.

Striker 23 tahun itu mencetak poker (empat gol) hanya pada 45 menit kedua ketika masuk menggantikan Roberto Firmino.

Darwin mungkin tidak akan bisa mencetak gol debut bersama LFC kalau tidak ada bantuan dari wide attacker LFC Mohamed Salah.

Bintang timnas Mesir itu mencetak gol pembuka pada menit kedelapan dan semestinya bisa menggandakannya ketika LFC dihadiahi penalti pada menit ke-48. Salah adalah eksekutor utama LFC untuk penalti.

Pada kenyataannya, Salah memberikan kesempatan itu kepada Darwin. Bisa jadi Salah ingin memberi peluang bagi Darwin mencetak gol pertamanya bersama LFC.

Selain itu, juga bisa mendongkrak kepercayaan diri Darwin. Benar saja. Setelah gol penalti, tiga menit berselang Darwin mencetak gol kedua. Terjadinya gol ketiga dan keempat juga seperti menunggu waktu (63’ dan 89’).

Keputusan Salah mengundang pertanyaan karena dia lekat dengan predikat striker yang cukup egois.

Beberapa kali mantan rekannya yang kini berkostum Bayern Munchen, Sadio Mane, kesal lantaran Salah mengabaikannya meski sudah berada dalam posisi bagus untuk mencetak gol dalam open play.

Salah satu yang paling memorable ketika LFC melawan Burnley FC tiga tahun lalu. Kala itu Mane marah-marah hingga protes ke tactician Jurgen Klopp.

”Aku tidak tahu apakah ada klausul di kontrak barunya (Salah, Red) sehingga dia jadi dermawan dengan memberi Darwin jatah penaltinya. Ini malam sempurna baginya (Darwin, Red),” tutur Klopp kepada LFCTV. (*)

 

Reporter: JPGroup

Mantan Polisi Diraja Malaysia Diupah Rp 100 Juta untuk Racik Sabu di Batam

0
bnn narkotika
Kepala BNN Republik Indonesia, Komjen Petrus Golose (baju hitam) melihat tiga tersangka yang digerebek di gudang peracikan narkotika jenis sabu di Perumahan Sukajadi, Kota Batam, Dari ketiga tersangka diketahui salah satunya merupakan mantan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ms, mantan Polisi Diraja Malaysia yang berperan sebagai peracik sabu di pabrik sabu di Perumahan Sukajadi Batam, diupah Rp 100 juta. Upah tersebut dijanjikan oleh bandarnya di Malaysia.

“Hanya disuruh buat,” kata Ms, Kamis (22/7).

Ia mengaku baru pertama kali melakukan pembuatan sabu ini. Namun, untuk pengantaran sabu dan distribusinya, ia mengaku tidak mengetahui sama sekali.

Baca Juga: Pabrik Sabu Digerebek di Batam, Peraciknya Mantan Polisi Diraja Malaysia

Selain itu, ia mengaku tidak mengetahui asal dari preskursor, yang menjadi bahan pembuatan sabu. Sebab, seluruh bahan disiapkan oleh sindikat narkoba di Jakarta dan Malaysia.

Seluruh keperluan Ms juga telah diatur oleh bosnya. Ms hanya bekerja membut, sedangkan pendistribusian sudah diatura oleh orang lain.

Baca Juga: Perumahan Bukit Indah Sukajadi Perketat Pengawasan Penghuni Baru

Sebelumnya, Kepala BNN Petrus Golose mengaku bahwa komplotan ini masuk dalam jaringan internasional. Namun, ia mengaku belum bisa memaparkan lebih jauh, sebab petugas BNNP Kepri masih melakukan pendalaman.

“Keterangan mereka ini tidak bisa dipercaya seratus persen. Kami masih mendalaminya,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Bersenang-senang dengan Bersepeda, Bersepeda sembari Berbagi Kesenangan

0
Komunitas Sumber Senang di tengah perjalanam Bandung–Denpasar pada Juni lalu.

Para anggota Komunitas Sumber Senang gowes Bandung–Denpasar sembari membantu puluhan pedagang bersepeda yang mereka temui. Tetap bekerja seperti biasa secara daring di sela waktu istirahat.

FERLYNDA PUTRI, Jakarta

DARI Suyud, dari Bu Paini, dan puluhan pedagang yang mereka temui sepanjang jalur gowes Bandung–Denpasar, Pradipta Dirgantara dkk seperti disadarkan: bahwa buku memang tak semestinya dinilai dari sampul. Menggemari sepeda, ternyata asumsi mereka juga bisa salah tentang orang-orang yang tiap hari menggantungkan hidup pada sepeda.

”Semula saya mengira bahwa mereka yang berjualan dengan sepeda itu karena keterpaksaan. Jadi, mereka pasti banyak mengeluh akan kerasnya hidup. Tapi, ternyata saya salah,” kata Pradipta kepada Jawa Pos.

Pada Juni lalu, Pradipta dan 10 kawannya yang tergabung dalam Komunitas Sumber Senang bersepeda bersama dari Bandung ke Denpasar. Sepanjang jalur sejauh 1.185 kilometer itu, sebagaimana nama komunitas mereka, belasan pegowes tersebut berbagi kegembiraan dengan lebih dari 20 pedagang bersepeda yang mereka temui.

Salah satunya, Suyud yang mereka temui di Nganjuk, Jawa Timur. Pradipta dkk memborong dagangan es potong kakek 71 tahun itu. ’’Dari Pak Suyud, kami mendapati bagaimana beliau begitu bersemangat menjajakan dagangan,” ujarnya.

Sepanjang obrolan, Suyud bercerita dengan santai, mengalir, tanpa sekali pun terdengar mengeluh. Padahal, jarak yang dia tempuh untuk mereguk penghasilan tak pendek. Dari Blitar dia naik bus, turun di Terminal Kertosono, Nganjuk, kemudian berganti sepeda pancal ke arah Nganjuk Kota. Dua kabupaten di Jawa Timur itu terpisah jarak lebih dari 70 kilometer.

”Saya bisa saja naik sepeda motor, tapi khawatir terlalu cepat, jadi nggak bisa dengar orang manggil,” kata Pradipta menirukan yang disampaikan Suyud.

Ratusan kilometer sebelumnya, di Kota Jogja, Bu Paini ringan saja bercerita bagaimana dagangan jamunya ikut terdampak pandemi Covid-19. Pendapatan menurun. ”Tapi, saya jualan dari awal memang saya niatkan tak cuma untuk nyari uang, untuk nyehatin para pembeli saya juga,” kata Paini, seperti ditirukan Pradipta.

Jadilah bagi komunitas yang baru setahun bersepeda bareng itu, perjalanan ribuan kilometer tersebut tak cuma memungut kenangan akan keelokan alam di kanan-kiri jalan. Tapi, juga asupan kesadaran yang membersihkan kerak-kerak asumsi yang keliru.

Saat bertemu dan bercengkerama dengan para pedagang bersepeda.

Awalnya, Komunitas Sumber Senang hanya lima orang. Kemudian, jumlahnya terus bertambah sampai 11 orang sekarang ini. Mereka datang dari latar beragam, tapi dipersatukan semangat bahwa bersepeda itu bukan soal mahalnya peranti, sejauh apa turnya, dan seberapa banyak anggotanya.

Mereka senang bersepeda dan ingin membagi kesenangan itu kepada orang-orang yang mereka temui di sepanjang jalan. Itu pula yang mereka lakukan dari Bandung ke Denpasar.

Mereka menggalang dana untuk didonasikan kepada para pedagang bersepeda dengan tagar ’’BerbagiSenang’’. Bukan dengan ’’mentahan”, tapi dengan memborong dagangan mereka.

Karena itu, butuh waktu sekitar setahun untuk mewujudkan rencana tersebut. Mereka menjalani pelan-pelan, mulai menggalang dana di salah satu platform digital hingga menyuarakan ke beberapa kerabat kalau saja ada yang mau jadi donatur.

Beberapa brand ternyata tertarik untuk menjadi sponsor. ”Ini tentu sangat membantu,” kata Rizky Ramadhan, anggota Komunitas Sumber Senang lainnya.

Persiapan lain yang tak kalah penting adalah mengatur waktu. Sebab, 11 anggota komunitas memiliki pekerjaan beragam.

Selama perjalanan, beberapa orang yang bisa work form anywhere tetap menjalankan pekerjaan. Misalnya, Pradipta yang berprofesi dosen tetap menggelar pertemuan secara daring.

Lelah fisik sudah pasti tidak bisa dielakkan lagi. ”Tapi, sering ketemu anak-anak yang ngajak tos saat kami lewat itu jadi penyemangat,” ujar Rizky yang jadi pencetus pilihan rute Bandung–Denpasar sebagai nazar setelah lulus S-3 dari sebuah kampus di Jepang.

Sesampai di Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa, kabar datang: ayah Rizky harus dirawat di salah satu rumah sakit karena ada masalah di kaki. Rizky gontai karena kedekatan dengan ayah baru bisa terbangun justru karena mereka sering gowes bersama.

”Dan ini dikabari saudara kalau ayah masuk rumah sakit karena ada masalah di kakinya. Saya takut ketika pulang, tidak bisa bersepeda lagi dengan beliau,” ungkapnya.

Rizky sempat menangis sejadi-jadinya. Dia ingin pulang saja, mendampingi sang ayah. Tapi, sang adik yang turut dalam rombongan menenangkan. Telepon dari keluarga di rumah pun mendukungnya untuk menyelesaikan misi sampai ke Denpasar.

”Ini betul-betul perjalanan spiritual bagi saya,” bebernya.

Yang khas dari komunitas itu adalah tak punya struktur organisasi. Tidak ada ketua. Semua anggota. Kenapa demikian? Sebab, sesuai misinya, sepeda menciptakan kesenangan.

Ketika ada ketua, hubungan antaranggota akan kaku. Tidak seperti keluarga. Sehingga setiap keputusan dilakukan dengan jalan musyawarah dulu. Diambil yang terbaik.

Contohnya, ketika tidak semua anggota bisa berangkat ke Bali bersama karena harus menyelesaikan pekerjaan. Untuk mengambil jalan tengah, dua orang anggota yang tidak bisa berangkat bersama bertemu di Probolinggo, Jawa Timur. Toh akhirnya semua dapat menikmati proses perjalanan tersebut.

Ke depan mereka ingin mengadakan tur serupa lagi, mungkin ke arah barat dari Bandung. Tapi, tak ada target tertentu.

#BerbagiSenang mereka akui bikin mereka mencandu. Sebab, mereka tak hanya bisa berbagi kesenangan, tapi mereka juga mendapat banyak pelajaran kehidupan. Baik dari pedagang es potong, penjual jamu, maupun lainnya. (*/c6/ttg)

Sat Narkoba Polres Karimun Grebek Produksi Obat Rumahan Ilegal

0
Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi menunjukkan barang bukti narkoba

batampos- Jajaran Satres Narkoba Polres Karimun berhasil melakukan pengungkapan home industry atau produk obat rumahan ilegal di Kecamatan Tebing. Selain itu, juga mengamankan 4.390 butir pil ekstasi jenis baru di salah satu hotel di Tanjungbalai Karimun.

”Untuk pengungkapan produksi obat rumahan ilegal, berawal dari informasi masyarakat yang kemudian dikembangkan. Setelah dipastikan ada, maka pada Sabtu (25/6) Satres Narkoba melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Kecamatan Tebing,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi, Jumat (22/7).

BACA JUGA: 14 Desa di Bintan Siap Lawan Narkoba, Ini Kata Plh Sekda Bintan, drh. Kartini

Dari penggerebekan tersebut, katanya, ditemukan berbagai barang bukti. Seperti semen, batre bekas dan cair, kotak berbagai obat, blender dan obat yang sudah jadi. Selaij itu, juga mengamankan 3 orang tersangka yang terlibat pembuatan dan penjualan obat tanpa izin. Masing masing berinisial Nl, Rn dan Ms.

”Produksi obat rumahan secara ilegal yang berhasil diungkap ini telah berjalan selama beberapa waktu dan juga sudah cukup banyak yang terjual cukup banyak. Bahkan, pembuatan obat yang diproduksi ketiga tersangka ini juga atas pesanan seseorang yang saat ini sedang kita selidiki keberadaannya,” jelasnya.

Cara kerja produksi obat rumah ilegal ini, tambah Wakapolres, membeli beberapa jenis obat di toko obat. Seperti paracetamol, pil kina dan obat lainnya diracik dan dicampur dengan bahan kimia lain yang berbahaya. Yakni, batre bekas jenis A1 yang sudah dicairkan. Kemudian, menggunakan semen warna untuk pengerasan. Efeknya yang ditimbulkan memang bisa bikin orang yang mengkonsumsinya fly. Selain itu, dari segi medis obat yang diproduksi ketiga tersangka bisa menimbulkan bahaya.

”Makanya, terkait produksi obat rumahan ilegal ini baru kita sampaikan sekarang. Karena, bahan- bahan seberat 402 gram yang akan dicetak menjadi pil dan 258 butir pil warna abu-abu ditemukan dibawa sampelnya ke laboratorium. Hasilnya mengandung bahan berbahaya. Ketiga tersangka kita jerat dengan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman pidana penjara 10 sampai 15 tahun dan denda Rp1 miliar sampai Rp15 miliar,” paparnya.

Pengungkapan lainnya, sambung Syaiful, berupa 4.390 butir pil ekstasi jenis baru yang dikemas dalam 5 bungkus plastik. Beratnya 1.930 gram pada Senin (11/6). Disebut jenis baru karena, untuk pertama kalinya Polres Karimun berhasil mengungkap ribuan pil yang mengandung Mthylene Dioxy Pyrovalenrone (MDPV). Ribuan pil ekstasi berwarna kuning dengan gambar patung sphinx ini berasal dari Malaysia.

”Ada dua orang tersangka berinisial Hi dan Nn yang berasal dari Batam. Rencananya akan ribuan pil ekstasi jenis baru ini akan diedarkan di Karimun. Pemesannya masih dalam penyelidikan. Untuk bisa masuk ke Karimun, kedua tersangka melalui pelabuhan tidak resmi di Tanjungbalai Karimun,” jelasnya.

Kasat Res Narkoba, AKP Elwin K menyebutkan, untuk hasil laboratorium produksi obat rumahan ilegal dinyatakan berbahaya karena kandungan obat yang dihasilkan tidak berdasarkan standar farmasi. ”Racikannya berbahaya, apalagi ditambah dengan zat-zat yang mengandung bahan kimia,” paparnya.

Dikatakannya, untuk ribuan pil ekstasi diketahui kandungannya terdapat MDPV setelah beberapa butir dijadikan sampel untuk diperiksa. Kandungan MDPV ini termasuk baru. Namun, sudah ditetapkan temasuk dalam narkotika golongan satu. Berbeda dengan produksi obat rumahan ilegal bukan narkotika dan psikotropika. Sehingga, aturan yang diterapkan undangan-undang kesehatan. (*)

reporter: sandi

WhatsApp Nantinya Bisa Sembunyikan Status Online dan Simpan Pesan Temporer

0
Ilustrasi: WhatsApp untuk keperluan pekerjaan. (TeleMessage)

batampos – Saat ini, aplikasi pesan instan whatsapp sedang mengembangkan dua fitur baru, yaitu menyembunyikan status online dan menyimpan pesan temporer.

Laman WABetaInfo, dikutip Minggu (24/7), melaporkan menyembunyikan status online ditemukan pada WhatsApp versi beta untuk Android 2.22.16.12. Beberapa minggu sebelumnya, platform pesan instan itu juga sedang menguji fitur tersebut untuk perangkat iOS.

Status online akan terlihat ketika pengguna sedang membuka aplikasi pesan instan tersebut. Dalam fitur yang sedang diuji coba ini, pengguna bisa mengatur apakah dia ingin terlihat sedang online ketika membuka aplikasi.

WhatsApp memberikan dua pilihan pada setelan privasi ini, yaitu semua orang bisa melihat ketika sedang online dan sama dengan terakhir kali dilihat atau “same as last seen”.

Jika memilih setelan sama dengan terakhir kali dilihat, pengguna bisa mengatur agar dia tidak terlihat saat sedang online. Caranya, pilih opsi tidak seorang pun (nobody) pada pilihan siapa yang bisa melihat kapan terakhir membuka WhatsApp, maka pengguna tidak akan berstatus online ketika sedang membuka aplikasi.

BACA JUGA: Gunakan Aplikasi WhatsApp Tak Resmi Berbahaya Bagi Penggunanya

WhatsApp juga memberi catatan jika memilih tidak seorang pun bisa melihat status online dan last seen, maka dia juga tidak bisa melihat status pengguna lain.

Fitur kedua yang sedang dikembangkan aplikasi milik Meta Platforms itu adalah menyimpan pesan temporer atau sering disebut sebagai “kept message”.

Pengguna bisa mengatur agar pesan temporer (disappearing message), yang akan hilang dalam periode tertentu, bisa dilihat sebagai pesan biasa.

WABetaInfo menemukan fitur ini pada WhatsApp beta untuk versi desktop dan Android 2.22.11.16. Pesan temporer bisa disimpan, fitur ini berlaku untuk grup obrolan.

WhatsApp membatasi hanya administrator grup yang bisa menyalakan fitur ini. WhatsApp akan membuat bagian baru untuk melihat pesan temporer yang disimpan. Semua anggota grup akan bisa melihat pesan yang disimpan itu.

Perlu diingat fitur-fitur tersebut saat ini sedang diuji coba dan hanya tersedia melalui aplikasi beta, khusus untuk mencoba fitur baru WhatsApp. Belum diketahui apakah fitur ini akan diluncurkan dan kapan tersedia untuk pengguna umum. (*)

reporter: antara

Sanur Jadi KEK Kesehatan Pertama di Indonesia

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (F.Istimewa)

batampos – Usulan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur telah disetujui. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, hal itu seiring dengan upaya transformasi kebijakan pengembangan KEK yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia.

’’Dengan ini, Dewan Nasional KEK menyetujui usulan KEK Sanur dan akan segera memfinalisasi peraturan pemerintah terkait dengan KEK Sanur,” ujar Airlangga di Jakarta kemarin.

Airlangga menjelaskan, untuk menjaga pengelolaan pengembangan KEK agar seiring dengan dinamika ekonomi dan teknologi dunia, pemerintah telah mengembangkan KEK digital, KEK maintenance repair and overhaul (MRO), serta melakukan pengembangan KEK pendidikan dan KEK kesehatan.

Dalam pengembangan KEK kesehatan, pemerintah sedang bersiap membangun KEK Sanur yang berlokasi di Kota Denpasar, Provinsi Bali, sebagai KEK kesehatan pertama di Indonesia. ’’KEK Sanur juga akan menjadi jawaban atas tantangan saat ini, di mana banyak penduduk Indonesia lebih memilih mendapatkan perawatan medis ke luar negeri karena keterbatasan fasilitas kesehatan di Indonesia,” jelas Airlangga.

Usulan pembangunan KEK Sanur telah mendapat persetujuan dari Dewan Nasional KEK yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada sidang Dewan Nasional KEK Jumat (22/7). Selanjutnya, Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui peraturan pemerintah karena telah memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan KEK.

Dengan disetujuinya usulan KEK Sanur, diharapkan akan terjadi penghematan devisa dan peningkatan ekonomi negara. Sekaligus peningkatan fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia melalui transfer knowledge.

Selain itu, pembangunan KEK Sanur diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dan menghadirkan investasi baru. Pada 2030, diharapkan sekitar 4 persen hingga 8 persen penduduk Indonesia yang sebelumnya berobat ke luar negeri akan beralih ke KEK Sanur, dengan total pasien berada dalam kisaran 123 ribu sampai dengan 240 ribu orang.

Airlangga melanjutkan, hingga 2045, diharapkan total penghematan devisa mencapai Rp 86 triliun. Sedangkan total penambahan devisa pada periode yang sama mencapai Rp 19,6 triliun.

Ketum Partai Golkar itu menekankan, KEK Sanur dirancang untuk menjadi KEK kesehatan dan pariwisata. Adapun rencana bisnisnya meliputi fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik, akomodasi hotel dan MICE, ethnomedicinal botanic garden, serta commercial center. Total lahan yang diusulkan seluas 41,26 ha dengan nilai investasi Rp 10,2 triliun dan target serapan tenaga kerja sebanyak 43.647 orang. (*)

Reporter: JP Group

Belanja Pemda Wajib 40 Persen Produk Lokal

0
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (HENDRA EKA/JAWA POS)

batampos – Upaya untuk menggenjot penyerapan produk dalam negeri melalui Belanja Pemda Wajib 40 Persen pemerintah terus digalakkan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan pemerintah daerah (pemda) agar memenuhi ketentuan tersebut dalam belanja kegiatannya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan, kewajiban penggunaan produk lokal sesuai dengan arahan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Yang mana, pengadaan barang dan jasa wajib memenuhi persentase minimal 40 persen produk lokal.

Untuk itu, dalam perencanaan, harus dipastikan bahwa persentase minimal itu terpenuhi dari total anggaran pengadaan barang dan jasa (PBJ) pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). ’’Produk-produk UMKM agar didorong oleh para kepala daerah baik Bapak Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota,’’ ujar Mendagri kemarin (23/7).

Tito mengingatkan, gerakan penggunaan produk lokal tidak lagi bersifat sukarela atau imbauan, tetapi sudah wajib dipenuhi. Hal itu sesuai dengan dikeluarkannya surat edaran bersama (SEB) antara Kemendagri dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Karena itu, pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota, perlu menindaklanjuti arahan tersebut.

Tito menjelaskan, untuk merealisasikannya, pemda dapat menggunakan produk yang berasal dari daerah setempat atau daerah lainnya. Untuk itu, produk asli daerah sebisa mungkin didaftarkan dalam katalog milik LKPP. ’’Karena LKPP sudah menyiapkan platformnya,’’ imbuhnya.

Dengan masuk katalog elektronik, akan memudahkan pemda mana pun untuk mengaksesnya. Sebab, produk tersebut dapat diketahui oleh calon pembeli lengkap dengan keterangan harganya, dan tidak memerlukan tender serta lelang.

Mantan Kapolri itu menekankan, kewajiban belanja 40 persen produk lokal diharapkan bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan ekonomi. Sebab, uang negara, termasuk APBD, menjadi salah satu tulang punggung ekonomi. Melalui upaya tersebut, diharapkan geliat perekonomian di sektor UMKM dapat terpacu dan ekosistem produk dalam negeri lebih hidup.

Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menambahkan, kewajiban 40 persen alokasi belanja untuk produk lokal akan dikawal. Salah satunya melalui review rancangan APBD. Jika dalam rancangan tidak menyertakan rencana pembelian produk lokal 40 persen, rancangan APBD tidak akan disetujui Kemendagri. ’’Jadi, ini tidak main-main,’’ tegasnya. (*)

Reporter: JP Group