Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 7072

Menjaring Bibit Atlet Olahraga Domino, Turnamen Domino Sempena HUT TNI

0
Panitia Open Turnamen menggelar turnamen domino sempena HUT ke 77 TNI. F. Yusnadi Nazar

batampos– Panitia Open Turnamen Domino Tanjungpinang bersama Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Tanjungpinang siap menggelar turnamen domino. Turnamen itu bertujuan untuk menjaring bibit atlet domino yang akan mewakili Tanjungpinang dan Kepri ke pertandingan tingkat nasional.

Ketua PORDI Tanjungpinang Muhammad Imran mengatakan turnamen bertujuan untuk mencari bibit-bibit atlet domino. Nantinya atlet berbakat akan mewakili Tanjungpinang di Pekan Olahraga Nasional (PON). “Kami mengapresiasi kegiatan ini karena membangun solidaritas pencinta domino,” kata Imran.

BACA JUGA: Patroli Gabungan TNI-Polri di Karimun Cek Tempat Hiburan Malam

Selain itu, kata Imran, atlet yang terpilih, akan mengikuti turnamen Liga Satu se-Tanjungpinang. Atlet terbaik pada Liga Satu akan mengikuti PON di Batam. “PORDI hadir siap mewadahi dan merangkul semua bakat itu,” terangnya.

Sementara itu, Panitia turnamen Sukiman mengatakan turnamen domino digelar untuk memperingati HUT ke-77 TNI. Pertandingan akan diselenggarakan di Rumah Makan (RM) Cita Rasa Jalan Ir Sutami Tanjungpinang, Sabtu (8/10) mendatang.

Dalam turnamen ini, panita menyediakan hadiah dan piala. Rinciannya, Juara I mendapatkan hadiah Rp 10 juta, Juara II Rp 7 juta dan juara III Rp 5 juta serta juara IV Rp 3 juta. “Pemenang mendapatkan piala Dandim 0315 Tanjungpinang,” jelas Sukiman.

Bagi peserta yang ingin berpartisipasi, bisa mendaftar saat hari pertandingan dimulai dengan biaya Rp 50 ribu per tim. Pertandingan akan menerapkan sistem Rally Poin. Peserta akan bertanding menggunakan aturan pertandingan yang ditetapkan oleh PORDI. Sistem kompetisinya menggunakan sistem pool dengan sejumlah aturan yang diawasi oleh panitia.”Setiap pool nantinya akan diawasi panitia yang telah ditetapkan,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YUSNADI NAZAR

 

Tragedi Kanjuruhan Dinilai Melanggar HAM, Polri Diminta Tanggung Jawab

0
Ilustrasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (Twitter)

batampos – Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid menyebut kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur memiliki unsur pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Indikasi itu muncul karena adanya penembakan gas air mata yang dianggap melanggar aturan.

Usman meminta pemerintah dan tim investigasi independen yang dikepalai oleh Menko Polhukam Mahfud MD segera menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab. Terutama dari unsur kepolisian.

“Kapolda Jawa Timur Layak dimintai tanggung jawab termasuk dicopot jika memang gagal atau tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan untuk mencegah kejadian tersebut, atau tidak segera menindak anggotanya yang menyebabkan banyak kematian warga,” kata Usman kepada wartawan, Selasa (4/10).

Usman juga mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memantau dan memeriksa kinerja anak buahnya di lapangan. Dia menganggap bahwa kejadian ini disebabkan karena kinerja Polri yang kurang bagus.

“Bahkan Kapolri harus dimintai tanggung jawab atas banyaknya masalah kepolisian, terutama rendahnya kinerja Polri,” jelas Usman.

Usman menjelaskan, kematian ratusan orang di stadion Kanjuruhan seharusnya tak perlu terjadi jika aparat mengetahui pengamanan sesuai prosedur. “Semua pihak yang bertanggungjawab atas kejadian itu, termasuk Ketua PSSI, seharusnya mundur. Sebab ini sudah berskala tragedi nasional bahkan tragedi dunia,” pungkasnya.

Sebelumnya, kerusuhan pecah usai laga Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10). Pertandingan itu berakhir dengan skor akhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya dan menjadi kekalahan kandang pertama Arema dari klub Surabaya itu dalam 23 tahun terakhir.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat data sementara jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kericuhan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebanyak 125 orang.

Data sementara diperoleh dari hasil asesmen yang dilakukan Dokter Kesehatan (Dokes) Polda Jawa Timur dan Tim DVI pada Minggu, pukul 15.45 WIB. “Data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129 orang, tetapi setelah ditelusuri di rumah sakit terkait menjadi 125 orang,” kata Ketua Tim DVI Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.

Selain korban tewas, insiden kemanusiaan itu melukai 232 orang. Para korban mengalami luka-luka karena terinjak, patah tulang, dislokasi, engsel lepas, mata perih, dan kadar oksigen rendah. (*)

Reporter: JP Group

Komunitas Jalansutra, Pak Bondan, dan Makan yang Mencerdaskan Lidah

0
Komunitas Jalansutra saat menggelar Writing-Travel-Food di Kuningan, Jakarta Selatan. (KOMUNITAS JALANSUTRA UNTUK JAWA POS)

Tempat Bercerita Pengalaman Bersantap, dari Bintang Lima sampai Kaki Lima

Bondan Winarno mengajak para anggota Komunitas Jalansutra menjadi pencerita makanan yang baik. Dengan mencermati, merasakan, dan merekam memori selama menyantap hidangan menggunakan seluruh pancaindra.

AGAS PUTRA HARTANTOJakarta

BAGI Lidia Tanod dan kawan-kawannya di Komunitas Jalansutra, Bondan Winarno adalah kepala suku.

Pria yang menyebut dirinya promotor kuliner dan identik dengan slogan ”pokok’e mak nyus” itu mengajarkan untuk tak sekadar makan enak. Tapi juga mencerdaskan lidah.

Bondan memang telah meninggal pada 29 November 2017, tapi para anggota Komunitas Jalansutra masih mengingat benar ajaran penulis kelahiran Surabaya pada 29 April 1950 tersebut untuk menjadi food storyteller (pencerita makanan) yang baik. Mencermati, merasakan, dan merekam memori selama menyantap hidangan dengan menggunakan seluruh pancaindra.

”Kami diminta Pak Bondan untuk menulis tentang pengalaman kuliner masing-masing. Ada juga yang menceritakan dari bangun tidur, menempuh perjalanan berapa lama untuk sampai ke lokasi, situasi tempat makan,” beber Lidia yang merupakan moderator Komunitas Jalansutra kepada Jawa Pos.

Komunitas tersebut berdiri pada 2003. Bermula dari 20 orang. Mereka merupakan pembaca setia kolom kuliner Jalansutra Bondan Winarno di sebuah surat kabar nasional.

Kemudian, mereka membentuk grup diskusi daring untuk saling bercerita. Tentang pengalaman bersantap dan belajar mengenal kuliner Nusantara. Mulai bintang lima sampai kaki lima.

Seiring berjalannya waktu, anggota Jalansutra terus bertambah. Dari tulisan yang ringan, lambat laun anggota komunitas semakin mahir. Mengaitkan sebuah hidangan dengan pengaruh budaya setempat. Seperti yang pernah dilakukan Lidia saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Rendang menjadi tujuan wisata kulinernya. Nyatanya, dia menemukan bahwa masakan rendang di setiap wilayah kota/kabupaten memiliki cara mengolah masing-masing. ”Rendang di Kota Padang, Bukittinggi, dan Agam, misalnya, itu berbeda cara mengolah dan komposisi bumbunya,” ungkapnya.

Dia juga berkesempatan mengunjungi Restoran Nasi Kapau Uni Cah di Banuhampu, Kabupaten Agam. Ketika banyak pemilik usaha yang menutup-nutupi dapur dan resepnya, di rumah makan itu Lidia justru diajak masuk ke dapur restoran.

”Ternyata mereka masih mempertahankan masak menggunakan kayu, kemudian di atasnya digantung daging sapi untuk dibuat dendeng. Memang butuh waktu lama. Tapi, hasil masakannya luar biasa,” jelasnya.

Lidia bersama Bondan dan Harry Nazarudin menyusun seri buku 100 Mak Nyus. Terbit pada 2013, buku tersebut berisi catatan kuliner khas 23 provinsi di Indonesia.

Isinya penjelasan umum ciri khas sajian di sebuah wilayah, deskripsi hidangan, resep, dan rekomendasi tempat makan. Pengumpulan data, riset, dan liputan dimulai sejak 2011. Edisi 100 Mak Nyus juga terbit dengan versi lain. Yakni, 100 Mak Nyus Jakarta, Bali, dan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang).

Bukan hanya buku, Jalansutra turut melahirkan sejumlah pakar atau ahli kuliner. Misalnya, pakar wine Yohan Handoyo dan pakar teh Ratna Somantri.

”Bulan lalu kami mengadakan kegiatan pairing wine dengan sejumlah makanan di Hotel Artotel, Thamrin, Jakarta. Dari situ kita diskusi dan sharing. Mana makanan yang cocok, mana yang kurang, mana yang tidak pas sama sekali,” terang Lidia.

Pada 2019, saat merayakan ulang tahun ke-16, Jalansutra menggelar acara WTF, yakni Writing-Travel-Food. Tema yang diangkat adalah Disrupsi Kuliner Indonesia.

Dibahas di ajang tersebut penggunaan teknologi aplikasi oleh kalangan milenial dan eksistensi warung-warung jika tanpa fitur pesan antar makanan dalam aplikasi ojek online (ojol). Sejumlah pelaku kuliner turut diundang untuk memberikan pandangan.

Kegiatan yang digelar di Accelerice, Kuningan, Jakarta Selatan, itu menyiapkan berbagai kelas kuliner yang diikuti 16–20 peserta. Meliputi traditional food storytelling, chocolate and tea pairing, wine making, dan tradisi bajamba dinner.

Saat ditemui Jawa Pos, Lidia mengajak ke Levant Boulangerie. Sebuah kafe pastri ala Prancis. Kroisan dan kopi adalah menu yang kami pesan. Kroisan merupakan salah satu pastri yang sulit dibuat. Memiliki lapisan-lapisan tipis dan berongga yang dihasilkan dari proses melipat adonan.

”Rongga adonan yang bagus membentuk seperti honeycomb crumb atau seperti sarang lebah. Itu berarti kroisan yang bagus,” timpal Frelon Drijono, anggota Jalansutra lainnya.

Dia juga bercerita, masih teringat saat dirinya kali pertama masuk komunitas. Bondan Winarno menantangnya untuk menulis dan bercerita. Semampunya.

Dia menceritakan perbedaan sup dan soto. Menurut dia, sup lebih sederhana dari cara masak, bahan, dan cita rasa ketimbang soto. ”Sup masuk-masukin bahan apa aja masuk. Sedangkan soto, tidak semua bahan masakan masuk. Dan masaknya gak dicemplungin jadi satu,” jelasnya.

Menurut Frelon, menjadi anggota Jalansutra tak hanya diajak untuk sekadar makan enak. Tapi mencermati cita rasa yang ada. Melatih palet lidah. ”Makanya, istilah Pak Bondan itu mencerdaskan lidah. Sehingga bisa menjelaskan apa yang dirasakan,” imbuhnya. (*)

KPK Duga Lukas Enembe Gunakan Jet Pribadi dengan Layanan Kelas Satu

0
Pramugari PT RDG Airlines Tamara Anggraeny (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (3/10/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan adanya penggunaan jet pribadi dengan layanan kelas satu oleh tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe (LE), dikutip dari Antara.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (4/10), mengonfirmasi hal itu dengan memeriksa karyawan swasta atau pramugari PT RDG Airlines Tamara Anggraeny di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (3/10), sebagai saksi terkait kasus yang menjerat Lukas Enembe.

“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya penggunaan private jet dengan layanan first class oleh tersangka LE,” Ali Fikri.

Selain itu, penyidik juga mengonfirmasi saksi Tamara mengenai pengetahuannya soal dugaan uang yang diberikan tersangka Lukas Enembe kepada beberapa pihak.

Usai diperiksa, Tamara mengaku dirinya dikonfirmasi penyidik soal penerbangan yang dijalani Lukas Enembe.

“Cuma masalah penerbangan saja sih,” kata Tamara.

Dia enggan menyebutkan lebih lanjut soal lokasi yang dituju Lukas Enembe. Tamara menambahkan Lukas Enembe sering menggunakan pesawat jet pribadi. “Banyak banget, beberapa kali,” tambahnya.

Dalam penyidikan kasus Lukas Enembe, KPK juga telah memeriksa saksi Direktur Asia Cargo Airlines Revy Dian Permata Sari pada Selasa (27/9). Penyidik KPK saat itu mendalami pengetahuan saksi Revy soal adanya beberapa kali penyewaan jet pribadi oleh Lukas Enembe dan keluarganya.

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

KPK belum mengumumkan secara resmi soal status tersangka Lukas Enembe. Publikasi konstruksi perkara dan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa baik penangkapan maupun penahanan terhadap tersangka.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/9). Namun, Lukas tidak memenuhi panggilan tersebut dengan alasan sakit.

KPK mengirimkan kembali surat panggilan kepada Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka. Waktu pemanggilan akan diinformasikan lebih lanjut oleh KPK. KPK mengharapkan Lukas Enembe nantinya dapat memenuhi panggilan tersebut. (*)

Reporter: JP Group

Arema Tak Boleh Bermain di Stadion Kanjuruhan

0
Kericuhan terjadi setelah laga antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (1/10). (AFP Photo )

batampos – PSSI memastikan Liga 1 akan dihentikan selama sepekan. Dalam kurun waktu itu, akan dilakukan investigasi peristiwa yang terjadi agar tidak terulang di kemudian hari.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa perwakilan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah berada di Malang kemarin. Mereka menjalankan rangkaian investigasi bersama aparat.

”Mulai tadi pagi, tim sudah bekerja. Semoga hasilnya bisa segera keluar,” ujarnya setelah melihat kondisi stadion kemarin petang.

Dia menuturkan, salah satu poin investigasi adalah mengevaluasi pelaksanaan pertandingan. Hanya, dia masih enggan menjelaskan teknis detailnya.

”Yang pasti, kami sudah mengambil kesimpulan. Arema tidak bisa bermain di Kanjuruhan pada pertandingan sisa musim ini,” ungkapnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang mendatangi stadion bersama Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– menyatakan prihatin atas tragedi tersebut. Dia berharap kejadian itu tidak merusak semangat sepak bola nasional.

”Indonesia yang seperti kita semua tahu, sepak bolanya sedang berkembang baik di semua kelompok umur,” tuturnya.

Presiden, lanjut dia, sudah memberikan instruksi agar peristiwa itu ditangani serius. Zainudin menyatakan, semua pihak terkait harus meresponsnya dengan kinerja terbaik berdasar tupoksi masing-masing.

”Bapak Presiden Joko Widodo meminta agar evaluasi secara total dilakukan. Bagaimana kompetisi berjalan dengan baik, pemain bisa bermain dengan tenang, dan penonton juga merasa nyaman,” paparnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Hafizha Rahmadhani Putri Dilantik Jadi Ketua TP PKK Bintan

0
Hafizha Rahmadhani Putri dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bintan disaksikan Ketua TP PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari dan Bupati Bintan, Roby Kurniawan di Aula Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Senin (3/10) siang. F.Adi

batampos- Hafizha Rahmadhani Putri dilantik sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Bintan. Istri Bupati Bintan, Roby Kurniawan ini menerima SK dari Ketua TP PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Senin (3/10) di Gedung Daerah Provinsi Kepri.

Pengukuhan Ketua TP PKK Bintan, Hafizha bersama seluruh pengurus baru dilakukan di Aula Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Senin (3/10) siang.

Hafizha menyampaikan, menaruh harapan pada seluruh pengurus inti maupun ketua program Kerja yang ada agar sesegera mungkin meletakkan titik fokus pada kesiapan PKK Bintan membersamai Pemkab Bintan dalam menyongsong Bintan Bangkit.

BACA JUGA: HKG PKK Nasional ke -50 di Kepri Dihadiri Mendagri Tito Karnavian,

Dia juga mengatakan, sebanyak 37 orang kader TP PKK yang baru dikukuhkan akan bersiap mengadakan evaluasi untuk selanjutnya dirumuskan dalam program serta kegiatan yang sejalur dengan visi misi kepala daerah.

Kepada pengurus yang dilantik, dia berpesan selalu menjaga semangat dan kekompakkan.

“Ke depannya kita perbaiki yang kurang baik, kita kembangkan yang telah baik,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Pengalaman Horor Abel Camara di Stadion Kanjuruhan

0
Abel Camara (tengah) menyundul bola ke gawang Persebaya Surabaya pada laga Sabtu malam lalu (1/10). (Arema FC/Instagram)

batampos – Abel Issa Camara belum genap tiga bulan menikmati atmosfer sepak bola Indonesia. Namun, dia sudah merasakan pengalaman horor. Abel melihat langsung kerusuhan yang menewaskan banyak suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) lalu.

Awalnya semua terasa menyenangkan bagi Abel Camara. Bomber Arema FC berusia 32 tahun itu sempat mencetak dua gol ke gawang Persebaya Surabaya di babak pertama. Gol yang membangkitkan optimisme pasukan Arema.

Sebab, sebelumnya mereka sempat tertinggal 0-2. Skor pun menjadi 2-2. Sayang, Sho Yamamoto berhasil mencetak gol di menit ke-51. Gol yang menjadi penentu kemenangan Green Force dalam derbi Jatim Sabtu lalu.

Nah, kemenangan rival klasik Arema itulah yang memunculkan suasana horor di Kanjuruhan. Abel pun ikut merasakan ketegangan. Tapi, dia juga paham bahwa duel Arema melawan Persebaya akan berjalan ketat dan menegangkan.

”Ini adalah derbi yang sangat lama dan selama seminggu sudah terasa di seluruh kota. Bahwa ini adalah pertandingan dengan lebih dari tiga poin,” kata Abel dalam wawancara dengan Mais Futebol.

”Mereka bilang ini adalah pertandingan hidup dan mati. Bahwa kita bisa kalah di setiap pertandingan, kecuali yang ini,” ujarnya.

Dan kekalahan membuat situasinya menjadi horor.

”Ada ketegangan. Setelah kalah, kami pergi untuk meminta maaf kepada para penggemar. Mereka mulai memanjat pagar. Lalu, kami berlari ke ruang ganti,” jelasnya.

Beberapa saat kemudian, Abel pun melihat tragedi yang tak pernah dia alami sepanjang kariernya bermain sepak bola.

”Kami mulai mendengar tembakan. Orang-orang yang saling dorong. Kami memiliki orang-orang di dalam ruang ganti yang terkena gas air mata dan meninggal tepat di depan kami. Kami memiliki sekitar tujuh atau delapan orang tewas di ruang ganti,” ungkapnya sedih.

”Ketika kami pergi, ketika semuanya lebih tenang, ada darah, sepatu kets, pakaian di seluruh aula stadion. Ketika kami meninggalkan stadion dengan bus, ada mobil sipil dan polisi yang terbakar,” imbuhnya.

Abel lega karena perjalanan meninggalkan stadion menuju kediamannya aman. ”Kami mengambil mobil dan pulang. Sekarang kami berada di rumah, menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Tragedi Kanjuruhan Dianggap Bentuk Pelanggaran HAM

0
Suporter Arema melakukan aksi damai di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Alfian Rizal/JawaPos)

batampos – Direktur Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid menyebut kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur memiliki unsur pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Indikasi itu muncul karena adanya penembakan gas air mata yang dianggap melanggar aturan.

Usman meminta pemerintah dan tim investigasi independen yang dikepalai oleh Menko Polhukam Mahfud MD segera menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab. Terutama dari unsur kepolisian.

“Kapolda Jawa Timur Layak dimintai tanggung jawab termasuk dicopot jika memang gagal atau tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan untuk mencegah kejadian tersebut, atau tidak segera menindak anggotanya yang menyebabkan banyak kematian warga,” kata Usman kepada wartawan, Selasa (4/10).

Usman juga mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memantau dan memeriksa kinerja anak buahnya di lapangan. Dia menganggap bahwa kejadian ini disebabkan karena kinerja Polri yang kurang bagus.

“Bahkan Kapolri harus dimintai tanggung jawab atas banyaknya masalah kepolisian, terutama rendahnya kinerja Polri,” jelas Usman.

Usman menjelaskan, kematian ratusan orang di stadion Kanjuruhan seharusnya tak perlu terjadi jika aparat mengetahui pengamanan sesuai prosedur.

“Semua pihak yang bertanggungjawab atas kejadian itu, termasuk Ketua PSSI, seharusnya mundur. Sebab ini sudah berskala tragedi nasional, bahkan tragedi dunia,” pungkasnya.

Sebelumnya, kerusuhan pecah usai laga Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10). Pertandingan itu berakhir dengan skor akhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya dan menjadi kekalahan kandang pertama Arema dari klub Surabaya itu dalam 23 tahun terakhir.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat data sementara jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kericuhan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebanyak 125 orang.

Data sementara diperoleh dari hasil asesmen yang dilakukan Dokter Kesehatan (Dokes) Polda Jawa Timur dan Tim DVI pada Minggu, pukul 15.45 WIB. “Data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129 orang, tetapi setelah ditelusuri di rumah sakit terkait menjadi 125 orang,” kata Ketua Tim DVI Polri Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan.

Selain korban tewas, insiden kemanusiaan itu melukai 232 orang. Para korban mengalami luka-luka karena terinjak, patah tulang, dislokasi, engsel lepas, mata perih, dan kadar oksigen rendah. (*)

Reporter: JP Group

Bawa Kendaraan, Anak di Bawah Umur Bisa Didenda Rp1 Juta

0
Razia Kendaraan 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang menerapkan sanksi denda maksimal bagi pengendara yang melanggar aturan. Terbesar adalah denda bagi anak di bawah umur yang membawa kendaraan dan tidak memiliki SIM.

Kanit Turjawali Satlantas, Ipda Yudhi Patra, mengatakan, saat ini penerapan yang dilakukan ialah denda maksimal.

“Jika ada yang melanggar langsung kita e-tilangkan (elektronik tilang),” ujar Senin (3/10).

Yudhi menjelaskan, bagi pengendara yang ditilang wajib membayar denda melalui Bank BRI atau via ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Pengendara juga diwajibkan datang ke Mall Pelayanan Publik (MPP).

“Dalam e-tilang ini kita hanya bekerja sama dengan Bank BRI atau BRI virtual account (Briva). Maka kalau ada yang mengatasnamakan bank lain itu penipuan atau hoax,” katanya.

Diketahui, denda maksimal yang diterapkan pada e-tilang terdiri dari 14 jenis. Yakni pelanggaran melawan arus lalu lintas, berkendara melebihi kecepatan, dan kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan jalan dengan sanksi denda maksimal Rp 500 ribu

Berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel, dan berkendara di bahu jalan dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu.

Kemudian tidak menggunakan helm, sabuk pengaman, tidak dilengkapi kelengkapan standar dan berboncengan lebih dari 2 orang dengan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

Denda maksimal Rp 1 juta bagi pengendara di bawah umur dan tidak memiliki SIM. Serta penertiban kendaraan yang memakai pelat rahasia atau pelat dinas.

Yudhi mencontohkan bagi pengendara motor yang terkena tilang elektronik karena tidak menggunakan helm wajib membayar denda maksimal sebesar Rp 250 ribu.

Namun jika pengadilan memutuskan perkara dengan denda yang lebih kecil, maka sisa uang yang disetor oleh pelanggar akan kembali. Nanti silahkan sisa pembayaran diambil di kejaksaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang akan menggelar Operasi Zebra seligi 2022. Operasi ini berlangsung selama 2 pekan, yakni dari 3-16 Oktober dengan sasaran pelanggar lalu lintas di jalan raya.

Operasi ini memprioritaskan menindak 7 pelanggaran. Diantaranya pelanggaran rambu, menggunakan ponsel saat berkendara, berbonceng lebih dari 2 orang, pengendara melawan arus, tidak membawa surat kendaraan, serta berkendara melebihi kecepatan.

“Nah, sanksi tilang dengan denda maksimal ini bukan hanya penindakan saat operasi saja. Tapi untuk seterusnya,” tutupnya.

Reporter: Yofi Yuhendri

Hindari Mobil Yang Mendahului, Kontainer Bermuatan Kardus Terbalik

0

batampos – Truk kontainer bermuatan barang produksi kertas dan karton terbalik di simpang Polsek Batuaji, Kelurahan Tanjunguncang, Selasa (4/10) pagi. Tidak ada korban jiwa namun kecelakaan tunggal tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan lain dan terjadi kemacetan beberapa saat.

Informasi yang didapat, mobil kontainer bergerak dari arah simpang Basecamp dan hendak berbelok ke arah pelabuhan Sagulung. Saat sampai di persimpangan ke arah pelabuhan Sagulung mendadak ada mobil lain yang mencoba mendahuluinya.

Baca Juga: Kuasai Pasar, Harga Murah, Rokok HD ‘Diminati’ Pelajar Batam

Kondisi jalan yang sempit membuat sopir truk kontainer tersebut berusaha menghindar tabrakan. Sang sopir banting stir ke kiri dan keluar dari aspal jalan yang menyebabkan kendaraan berat tersebut tumbang.

“Pas tanjakan pula, kontainer ini mau hindari tabrakan dengan mobil yang berusaha mendahuluinya. Jatuh dari aspal jalan dan tumbang,” kata Halim, saksi mata di lokasi kejadian.

Baca Juga: Polda Kepri Gelar Salat Gaib untuk Tragedi Kanjuruhan

Usai kejadian anggota Polsek Batuaji langsung bergerak ke lokasi kejadian. Truk dievakuasi dan kontainer yang sudah dilepaskan dibiarkan di pinggir jalan untuk menunggu evaluasi menggunakan alat berat lainnya.

“Tak ada korban jiwa. Sopir dan penumpang kontainer selamat,” ujar seorang polisi di lokasi kejadian. (*)

Reporter : Eusebius Sara