
batampos- Gubernur Kepri, Ansar Ahmad resmikan listrik masuk desa di Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Senin (8/8).
Tiga daerah itu adalah Kampung Tenggel di Desa Kelong, Kampung Malin Besar dan Kampung Malin Kecil di Desa Air Glubi.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan sekarang tiga kampung itu sudah dialiri listri selama 24 jam, biasanya warga hanya gunakan listrik desa yang hanya hidup selama 4 jam dengan biaya sekitar 150 ribu per bulan setiap rumah.
“Sekarang alhamdulillah sudah ada trigernya, PLN sudah membangun tower ke tiga kampung ini,” kata Ansar di Desa Kelong.
Dengan kondisi yang ada sekarang, Ansar berharap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk peningkatan ekonomi, aktivitas sosial dan mendorong anak untuk belajar karena aktivitas listrik sudah memadai.
“Sekarang kita masih mendorong karena masih banyak pulau-pulau yang belum mandapat listrik penuh selama 24 jam,” ujarnya.
BACA JUGA: Kabel Listrik Kendur, Buat Semraut dan Membahayakan Keselamatan Warga
Ansar juga sempat protes pada pemerintah pusat karena pengadaan generator hanya khusus untuk wilayah timur, sementara di wilayah barat masih membutuhkan banyak membutuhkan alat itu.
Pemenuhan insftrastruktur di daerah perbatasan memang sangat diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Makanya kita minta pemerintah pusat kiranya juga memberikan diskresi untuk Kepri agar wilayah yang berada diperbatasan bisa diberikan mesing ganset baru oleh PLN. Akan kita surati lagi mudah-mudahan mnedapat perhatian,” sebutnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Bintan, Roby Kurniawan mewakili tiga desa yang dialiri listri 24 jam itu mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Kepri karena sudah membantu warganya mendapat listri penuh setiap hari.
Ke depannya dengan adanya listri itu ada produk yang bisa dihasilkan oleh masyarakat untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya harap ibu-ibu rumah tangga bisa menghasilkan produk yang bernili ekonomis nantinya,” ucap Roby.
Ketua RW 03 Kampung Tenggel, Syahyudin mengatakan dengan masuknya listrik ke kampungnya itu menjadi semangat baru bagi warga, sebab dengan 24 jam listrik hidup di desa itu bisa menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Alhamdulillah sekarang sudah 24 jam listrik hidup, ekonomi masyarakat bergerak, warga mulai beli kulkas untuk jualan,” ujarnya.
Selama puluhan tahun kampung yang dihuni sekitar 90 kepala keluarga atau sekitar 250 warga hanya menikmati listrik selama empat jam dalam satu hari, namun sekrang sudah dinikmati sepuasnya oleh masyarakat.
“Dulu hidupnya cuma 4 jam, mulai jam 7 -10 malam kemudian selajutnya gelap-gelap hingga pagi,” ujarnya. (*)
Reporter: Peri Irawan

batampos- Warga Tanjunguban dikejutkan penemuan jasad laki-laki berinisial W, 48 di rumahnya, daerah Jago, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Senin (8/8) sekira pukul 11.00 WIB.

Aspirasi tersebut disampaikan saat perwakilan JPSN beraudiensi dengan LaNyalla di kantor DPD RI, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (8/8/2022).




