Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 7152

Ronaldo Tolak Tawaran Gaji Fantastis Rp 4,14 Triliun

0
Gestur Cristiano Ronaldo setelah gagal memanfaatkan peluang dalam laga Manchester United kontra Southampton FC di Old Trafford. (OLI SCARF/AFP )

batampos – Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo kabarnya telah menolak tawaran gaji 2,24 juta pound (Rp 39,8 miliar) per pekan atau total 233 juta pound (Rp 4,14 triliun) dari sebuah klub Arab Saudi yang tak disebutkan namanya.

Menurut laporan Manchester Evening News seperti dilansir dari Antara, Manchester United sudah bersedia menerima tawaran 25 juta pound (Rp 444 miliar) sebagai fee transfer dari klub Saudi itu. Tetapi Ronaldo seketika menolaknya.

Nilai Rp 4,14 triliun yang jika terjadi akan membuat Ronaldo menjadi pemain termahal sepanjang masa itu adalah untuk kontrak selama dua tahun. Ronaldo langsung menampik tawaran tersebut. Sebab, kalaupun ingin pindah, dia ingin tampil dalam Liga Champions musim depan, bukan soal uang.

Masa depan Ronaldo di Manchester United tengah tidak menentu setelah dia mengungkapkan keinginan hengkang. Sebab, Setan Merah musim ini tidak lolos Liga Champions.

Semula dia santer dikaitkan dengan Chelsea, tetapi berujung tidak menentu. Itu mendorong klub Saudi mengajukan penawaran untuk mengontraknya.

Ronaldo belum bergabung dengan skuad MU untuk tur pramusim karena alasan keluarga. Tapi Manchester United mengizinkan CR7 absen dalam tur pramusim.

Para pejabat United berulang kali menegaskan Ronaldo tidak akan dilepas musim panas ini. Ronaldo masih terikat kontrak satu tahun lagi di Old Trafford setelah bergabung musim panas tahun lalu.

Sementara itu, pelatih Manchester United Erik ten Hag memastikan sikap klubnya soal situasi penyerang gaek Cristiano Ronaldo yang ingin hengkang dari Old Trafford tidak berubah.

”Kami telah membuat pernyataan dan tidak ada yang berubah,” ujar Ten Hag pada konferensi pers jelang laga menghadapi Melbourne Victory, dikutip dari Sky Sports seperti dilansir dari Antara, Senin (18/7).

Pada Senin (11/7), Ten Hag saat konferensi pers sebelum pertandingan menghadapi Liverpool di Bangkok, Thailand, mengatakan, Cristiano Ronaldo tidak dijual pada bursa transfer pemain musim panas ini.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan Cristiano Ronaldo ada dalam rencananya musim depan dan tak sabar untuk bekerja bersama pemain berusia 37 tahun tersebut.

”Dia tidak pernah memberi tahu saya ini. Saya telah membaca, tapi sebagaimana saya katakan, Cristiano tidak dijual, dia ada di dalam rencana kami dan kami ingin meraih sukses bersama. Saya berbicara dengan dia sebelum isu ini muncul. Saya memiliki percakapan dengan dia dan mempunyai perbincangan yang bagus,” ujar Ten Hag.

Semenjak pertengahan bulan lalu, terus tersiar kabar jika Cristiano Ronaldo memiliki keinginan untuk meninggalkan Manchester United setelah selama kurang dari 12 bulan dia tiba di Old Trafford dari Juventus pada Agustus tahun lalu. Diyakini keinginan Ronaldo tersebut dilatarbelakangi tidak akan tampilnya Manchester United di Liga Champions musim ini. Setan Merah hanya mampu duduk di peringkat enam klasemen akhir Liga Inggris musim lalu.(*)

 

Reporter: Antara

Jalan Tanah Tak Kunjung Dibeton, Warga Sambau Kecewa

0
Jalan Penghubung Sambau Batubesar Mulai Dibangun f Yashinta
Proses pembangunan jalan penghubung Kelurahan Sambau dan Batubesar, Nongsa. Pemko Batam mengelontorkan anggaran Rp7,7 miliar untuk pembangunan ruas jalan tersebut. Foto: Yashinta/Batam Pos

batampos – Sejumlah masyarakat Kelurahan Sambau kecewa dengan proses pembangunan jalan penghubung Kelurahan Sambau dan Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa. Proses pengerjaan dinilai lambat dan kontraktor dinilai lebih memprioritaskan jalan lain, yakni Jalan Dang Merdu.

Padahal kondisi jalan tanah tersebut sudah sangat dinanti masyarakat. Namun hingga kini, kontraktor masih melakukan proses penimbunan dan perataan tanah saja.

Mirisnya, saat hujan turun, kondisi jalan tersebut semakin parah dan hancur. Banyak pengendara bertumbangan di jalan tanah yang licin berlumpur akibat penimbunan tanah baru.

Tika, warga Nongsa mempertanyakan kenapa kontraktor lebih memilih mendahulukan pengerjaan jalan tanah depan BMC atau Jalan Dang Merdu. Padahal jalan tersebut belum terlalu dibutuhkan oleh pengendara karena ada akses jalan satunya yang masih mulus.

“Nah, jalan yang paling dibutuhkan malah belum dikerjakan. Bulan lalu saya lihat ada pondasi yang sudah dirangkai. Saya pikir untuk jalan tanah ini, ternyata bukan,” jelasnya.

Menurut dia, harusnya kontraktor mengerjakan jalan yang memang paling dibutuhkan. Sehingga pembangunannya bisa dirasakan masyarakat.

“Sampai saat ini kami masih was-was kalau hujan. Pernah kondisinya hancur banget dan banyak pengendara roda dua jatuh,” ungkap Tika.

Hal senada dijatakan Ita, warga lainnya yang juga berharap jalan tanah tersebut segera dibangun. Sebab, jalan tersebut sudah menjadi akses utama, setiap hari banyak orang tua yang lalu lalang mengantar anak ke sekolah.

“Banyangkan kondisi seperti itu, debu kalau panas dan berlumpur kalau hujan. Entah kapan mulai diaspal, ” tanyanya.

Dikatakannya, sudah hampir setiap saat jalan tersebut ditimbun, kemudian diratakan. Namun tak juga ada pembetonan atau pengaspalan.

“Ada ditimbun, cuma tak diaspal aspal. Sudah seperti kena PHP, padahal sudah 3 bulan lebih,” jelas Ita.

Sementara, Camat Nongsa Afrandi belum bisa dikonfirmasi terkait proses pembangunan jalan.

Diketahui, Pemerintah Kota Batam merealisasikan keluhan masyarakat terkait pembangunan jalan tanah penghubung Kelurahan Sambau dan Batubesar. Jalan sepanjang kurang lebih 900 meter itu dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD) Kota Batam senilai Rp 7,72 miliar.

Tender proyek pengerjaan jalan tersebut dimenangkan CV Raja Arta Suma, yang melalui websitenya beralamat di Bengkong Laut. Kontrak kerjasama pembangunan jalan sudah dilakukan sejak 6 April, hal itu terlihat dari plang di pinggir jalan tanah yang akan dibangun. Masa pelaksanaan proyek selama 210 hari kelender atau 7 bulan. Yang artinya, pembangunan jalan tanah itu akan tuntas sekitar bulan November mendatang. (*)

 

Reporter : Yashinta

22 SD Negeri di Karimun Minim Siswa Baru, di SDN 006 Ungar Siswa Barunya Hanya Segini

0

batampos- Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SD dan SMP negeri di Kabupaten Karimun telah selesai. Dari kegiatan PPDB diketahui banyak sekolah, khususnya sekolah dasar negeri (SDN) minim siswa baru untuk kelas satu.

Kadis pendidikan Karimun Sugianto

”Berdasarkan rekapitulasi yang sudah kita buat, memang ada 22 SDN di Kabupaten Karimun yang siswa baru untuk kelas satu tidak sampai 10 orang. Semuanya ada di 8 kecamatan yang berada di luar Pulau Karimun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Sugianto, Minggu (17/7).

Paling sedikit, lanjutnya, siswa baru ada di SDN 006, Kecamatan Ungar. Jumlah siswa baru untuk kelas 1 hanya satu orang yang mendaftar dan diterima satu orang tersebut. Minimnya peserta siswa baru yang daftar di sekolah tersebut bukan disebabkan tidak mau sekolah. Melainkan, memang anak usia sekolah dengan ketentuan umur di lingkungan sekolah tersebut memang minim.

BACA JUGA: Bingung saat PPDB Jalur Zonasi, Wali Murid di Tanjungpinang Datangi Kantor Ini

”Bukan hanya di SDN 006 Kecamatan Ungar. Tapi, di SDN 021 Kecamatan Moro, juga mengalami hal yang sama. Siswa barunya hanya ada 3 orang. Selebihnya, ada juga SDN yang siswa baru kelas satu 4 orang. Kondisinya memang bukan tidak mau sekolah. Tapi, disebabkan jumpah anak usia sekolah di lingkungan atau zonasi sekolah tersebut memang sedikit,” papar Sugianto.

Dikatakannya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku meski hanya ada satu siswa di dalam kelas, proses belajar dan mengajar harus tetap dilanjutkan. Hanya saja seperi apa sistem pengajarannya diserahkan kepada kebijakan sekolah. Artinya, meski hanya ada satu orang anak di kelas, tetap harus mendapatkan haknya untik belajar. (*)

reporter: sandi

 

Muhammad Rudi Dinobatkan sebagai Keluarga Besar Flores

0
bp batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerima penobatan sebagai warga suku Flores dari Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri di Bintan. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerima penobatan sebagai warga suku Flores dari Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri di Bintan, Minggu (17/7/2022).

Prosesi penobatan tersebut dilakukan dengan sejumlah rangkaian, sejak kedatangannya di Tanjung Pinang, Muhammad Rudi disambut antusias dengan tarian selamat datang tari Hegong dari Maumere, Sikka, NTT disertai penyematan selendang tenun.

Selanjutnya Muhammad Rudi dan rombongan diajak menuju bakal rumah besar di Batu 2 Tanjung Pinang, untuk melakukan serangkaian prosesi adat. Setelahnya, rombongan menuju Bintan Blue Coral (BBC), Pantai Trikora sebagai tempat acara puncak dengan iringan musik tarian Maumere dari atas kendaraan lori.

Menempuh perjalanan satu jam, setibanya di BBC, Muhammad Rudi kembali disambut dengan tarian-tarian dari berbagai daerah yang ada di Flores. Menuju panggung penobatan, Ia disematkan sejumlah aksesoris adat.

Penobatan Muhammad Rudi sebagai warga suku Flores dilakukan oleh 12 Kepala Adat Flores di Kepri, yaitu, Ketua Besar Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri, Sekretaris Jendral Perkumpulan Flores, Pemangku Adat Ikatan Keluarga Besar Loe Ende, Pemangku adat Persatuan Keluarga Flores Kepri, Pemangku Adat Nagekeo, Pemangku Adat Flores Timur, Ketua Paguyuban Lembata, Ketua Paguyuban Himpunan Canai Manggarai, Ketua Paguyuban Persatuan Keluarga Nada Bajawa, Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Maumere, Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Indelio dan Ketua Paguyuban Flores Timur.

“Hari ini Beliau adalah bagian dari kita yang bersatu dalam hati, jiwa dan raga , niat beliau adalah niat keluarga besar flores, untuk itu kami ingin beliau terus membangun, membangun Kepri yang kita cintai bersama,” kata Ketua Besar Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri, Ignatius Toka Solly.

Menurutnya, sosok Muhammad Rudi merupakan sosok tokoh yang berkharisma dan menjadi dambaan masyarakat. Langkah Muhammad Rudi dalam membangun Batam nyatanya mendapat apresiasi dan pengakuan di hati masyarakat suku Flores di Kepri.

“Sepanjang sejarah kehidupan suku Flores di tanah bertuah di Negeri Melayu bumi segantang lada, kami menemukan sosok manusia yang hebat yang punya kemampuan, manusia yang sangat humanis punya moral yang sangat luar biasa,” sebutnya.

Atas dasar itu, pihaknya memberikan gelar sebagai bagian dari keluarga besar Flores. Disebutkan, hingga saat ini terdapat lebih kurang tujuh puluh ribu warga suku Flores yang bermukim di Kepri.

“Bagi kami keluarga besar Flores, beliau belum pernah cacat sedikitpun di mata kami dan pantas lah kami mohon kepada yang maha kuasa meminta kepada pewaris, para leluhur kami untuk menobatkan, mengadatkan beliau menjadi ahli waris dan bagian anak cucu dan turunan flores,” ujarnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas penobatan yang diberikan tersebut. Menurutnya, penobatan sebagai warga suku Flores yang diterima adalah sebuah amanah dalam membangun daerah.

“Saya merasa senang dan bahagia telah dipercaya oleh warga suku Flores, saya bangga menjadi bagian dari keluarga suku Flores, saya akan berdiri tegak di atas seluruh anak bangsa dan mengajak untuk bersama membangun Kepri yang kita cintai ini,” ucapnya.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Batam, menjadikan Muhammad Rudi berharap apa yang sudah dibangun di Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Kota lainnya di Provinsi Kepri.

“Mari kita bangun Batam untuk Kepulauan Riau, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” imbuhnya.(*)

Muhammad Rudi Dinobatkan sebagai Keluarga Besar Flores

0
bp batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerima penobatan sebagai warga suku Flores dari Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri di Bintan. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menerima penobatan sebagai warga suku Flores dari Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri di Bintan, Minggu (17/7/2022).

Prosesi penobatan tersebut dilakukan dengan sejumlah rangkaian, sejak kedatangannya di Tanjung Pinang, Muhammad Rudi disambut antusias dengan tarian selamat datang tari Hegong dari Maumere, Sikka, NTT disertai penyematan selendang tenun.

Selanjutnya Muhammad Rudi dan rombongan diajak menuju bakal rumah besar di Batu 2 Tanjung Pinang, untuk melakukan serangkaian prosesi adat. Setelahnya, rombongan menuju Bintan Blue Coral (BBC), Pantai Trikora sebagai tempat acara puncak dengan iringan musik tarian Maumere dari atas kendaraan lori.

Menempuh perjalanan satu jam, setibanya di BBC, Muhammad Rudi kembali disambut dengan tarian-tarian dari berbagai daerah yang ada di Flores. Menuju panggung penobatan, Ia disematkan sejumlah aksesoris adat.

Penobatan Muhammad Rudi sebagai warga suku Flores dilakukan oleh 12 Kepala Adat Flores di Kepri, yaitu, Ketua Besar Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri, Sekretaris Jendral Perkumpulan Flores, Pemangku Adat Ikatan Keluarga Besar Loe Ende, Pemangku adat Persatuan Keluarga Flores Kepri, Pemangku Adat Nagekeo, Pemangku Adat Flores Timur, Ketua Paguyuban Lembata, Ketua Paguyuban Himpunan Canai Manggarai, Ketua Paguyuban Persatuan Keluarga Nada Bajawa, Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Maumere, Ketua Paguyuban Ikatan Keluarga Besar Indelio dan Ketua Paguyuban Flores Timur.

“Hari ini Beliau adalah bagian dari kita yang bersatu dalam hati, jiwa dan raga , niat beliau adalah niat keluarga besar flores, untuk itu kami ingin beliau terus membangun, membangun Kepri yang kita cintai bersama,” kata Ketua Besar Perkumpulan Keluarga Besar Flores Kepri, Ignatius Toka Solly.

Menurutnya, sosok Muhammad Rudi merupakan sosok tokoh yang berkharisma dan menjadi dambaan masyarakat. Langkah Muhammad Rudi dalam membangun Batam nyatanya mendapat apresiasi dan pengakuan di hati masyarakat suku Flores di Kepri.

“Sepanjang sejarah kehidupan suku Flores di tanah bertuah di Negeri Melayu bumi segantang lada, kami menemukan sosok manusia yang hebat yang punya kemampuan, manusia yang sangat humanis punya moral yang sangat luar biasa,” sebutnya.

Atas dasar itu, pihaknya memberikan gelar sebagai bagian dari keluarga besar Flores. Disebutkan, hingga saat ini terdapat lebih kurang tujuh puluh ribu warga suku Flores yang bermukim di Kepri.

“Bagi kami keluarga besar Flores, beliau belum pernah cacat sedikitpun di mata kami dan pantas lah kami mohon kepada yang maha kuasa meminta kepada pewaris, para leluhur kami untuk menobatkan, mengadatkan beliau menjadi ahli waris dan bagian anak cucu dan turunan flores,” ujarnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas penobatan yang diberikan tersebut. Menurutnya, penobatan sebagai warga suku Flores yang diterima adalah sebuah amanah dalam membangun daerah.

“Saya merasa senang dan bahagia telah dipercaya oleh warga suku Flores, saya bangga menjadi bagian dari keluarga suku Flores, saya akan berdiri tegak di atas seluruh anak bangsa dan mengajak untuk bersama membangun Kepri yang kita cintai ini,” ucapnya.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di Kota Batam, menjadikan Muhammad Rudi berharap apa yang sudah dibangun di Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Kota lainnya di Provinsi Kepri.

“Mari kita bangun Batam untuk Kepulauan Riau, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” imbuhnya.(*)

Ustad dan Pendeta Dibunuh KKB, Totalnya 10 Orang Tewas

0
Dua dari delapan jenazah korban penembakan KKB yang dikirim ke kampung halamannya saat berada di terminal kargo, Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Minggu (17/7). (Selvi/Cendrawasih Pos)

batampos – Seorang ustad asal Sulawesi Selatan dan seorang pendeta yang melerai penembakan, menjadi korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. Kejadian tragis ini bermula dari warung sembako.

Peristiwa penembakan atau pembantaian ini berawal saat seorang anggota KKB memasuki kios atau warung sembako milik salah seorang warga berinisial H Sabtu (16/7) di Nduga.

Sambil membawa pisau, anggota KKB itu memerintahkan semua orang dalam kios itu keluar ke depan kios. “(Anggota KKB) menyuruh orang di dalam Kios untuk keluar disertai dengan menghambur barang kios,” kata Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz AKBP Arif Irawan, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (18/7).

Beberapa saat kemudian, sekitar 20 orang anggota KKB lainnya juga tiba di lokasi. Polisi menduga pelaku penyerangan berjumlah 21 orang. Sebagian besar dari mereka atau sekitar 15 orang membawa senjata api laras panjang.

Para kriminil ini kemudian meneriaki semua laki-laki yang ada di dalam kios untuk keluar. Saat itu, ada lima laki-laki dan dua perempuan keluar dari dalam kios. Mereka lantas menyuruh dua perempuan itu masuk kembali ke dalam kios. Sementara lima pria tadi dibantai dan ditembak hingga tewas.

“Selanjutnya 5 orang laki-laki tersebut dipukul dan ditembak mati,” katanya.

Belum diketahui pasti, 5 orang lainnya berasal dari mana. Apakah karena warga lain ini ingin melerai pembantaian yang terjadi. Namun secara jelasnya, pendeta yang menjadi korban pembantaian tersebut karena berusaha melerai penembakan atau pembantian yang sedang terjadi.

Aparat gabungan TNI Polri yang menerima laporan penembakan itu langsung turun tangan ke lokasi. Hingga akhirnya ditemukan ada 10 orang korban meninggal dunia di lokasi, dan dua orang lainnya luka-luka. “10 meninggal dunia salah satunya seorang pendeta,” ujar AKBP Arif Irawan.

AKBP Arif mengatakan jenazah pendeta itu sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara sembilan jenazah lainnya yang berasal dari luar Papua dievakuasi ke Bandara Moses Kilangin, Mimika, Papua. “Pendeta Eliaser diserahkan ke keluarganya di Kenyam untuk dimakamkan,” katanya.

Selain pendeta, seorang ustaz menjadi korban KKB. Ustaz yang menjadi korban adalah Ustaz Daeng Marannu. Dia merupakan seorang dai yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua. Ustaz Daeng Marannu berasal dari Sulsel dan terakhir melakukan dakwah saat khotbah Idul Adha pada Minggu (10/7) di Masjid Kenyam Nduga. (*)

Reporter: JP Group

Warga Tanjunguncang Grebek Gudang yang Diduga Dijadikan Penampungan Motor Curian

0
curanmor gerebek gudang
Warga Tanjunguncang, Batuaji, mengrebek gudang yang diduga dijadikan tempat penampungan motor hasil curian. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Warga Tanjunguncang, Batuaji, mengrebek gudang yang diduga dijadikan tempat penampungan motor hasil curian Minggu (17/7/2022) sekitar pukul 9.30 WIB di kawasan rumah padat penduduk di RT 02/RW 19.

Salah seorang warga dan juga saksi, Kasim, mengatakan, awalnya warga tidak curiga dengan aktivitas beberapa remaja yang kerap seperti sedang membuka dan menyervis motor.

”Saya perhatikan dari teras rumah saudara saya, kok lama-lama dipretelin itu motornya. Lalu, saya samperin ke rumahnya karena tidak jauh dari rumah saudara saya itu,” ujar Kasim.

Ketika ditanya oleh Kasim, alasan remaja tersebut membongkar motor. Remaja itu mengatakan bahwa motor kawannya yang akan segera datang
ke lokasi tersebut. Karena banyak pertanyaan yang dilontarkan ke pelaku, akhirnya pelaku mulai ketakutan dan kabur.

”Pelaku dua orang, mereka akhirnya naik motor dan pergi, waktu saya kejar tapi tidak dapat. Setelah itu, saya panggil RT dan warga setempat,” ujarnya.

Setelah itu, warga memeriksa rumah yang dibuat seperti gudang penyimpanan onderdil motor hasil pretelan tersebut. Ketua RW 19, Ismail, mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung menyelidiki bersama warga.

”Kami menemukan satu unit motor Yamaha Mio yang lagi proses dipereteli di depan rumah kosong,” katanya.

Selain motor, pihaknya juga menemukan kap dan belasan pelat motor. Seperti kap motor Yamaha Vega, Honda Kharisma, Honda Vario dan Yamaha Jupiter dan masih banyak lainnya.

”Kami bongkar ke dalam rumah, banyak sekali kami temukan sparepart motor yang diduga hasil curian disimpan di dalam rumah tersebut,” kata
dia.

Ismail menduga, onderdil itu dijual satu per satu dan kemungkinan remaja tersebut ada jaringannya.

”Atas laporan warga, kurang lebih biasanya anak-anak tanggung pukul 12 malam itu biasanya kumpul di sini nongkrong gitu. Kami tidak curiga. Rupanya kelakuan mereka seperti ini,” sesalnya.

Adapun, pemilik rumah ini sekarang pilih berkebun di wilayah Barelang berkebun.

”Dulu pemilik rumah ini tinggal di sini. Tetapi saat ini anaknya yang di sini. Dugaan sementara, kawan-kawan anaknya yang melakukan ini,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke polisi melalui Babinkamtibmas Aipda Zebua dari Polsek Batuaji. Saat dihubungi Batam Pos, Aipda Yusri Zebua, mengatakan, pihaknya memang menerima laporan temuan tersebut.

”Sudah kami lapor ke Polsek Batuaji yaitu Opsnal Reskrim agar segera ditindaklanjuti,” tuturnya.(*)

Reporter: Dalil Harahap

Terungkap, Ini Pemilik 3 Mobil Mewah yang Diselundupkan ke Batam

0
polda kepri mobil mewah
Tiga unit mobil mewah yang diamankan Polda Kepri. Bea Cukai Batam menetapkan seorang tersangka dalam kasus penyelundupan tiga unit mobil sport mewah. Foto: Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam menetapkan seorang tersangka dalam kasus penyelundupan tiga unit mobil sport mewah. Tersangka merupakan keponakan dari pemilik gudang yang diduga sebagai pengirim dan pemilik mobil.

Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI), M. Rizky Badilah, mengatakan, tersangka adalah keponakan pemilik gudang.

“Pemilik gudang sudah kita panggil dimintai keterangan,” ujarnya.

Disinggung keterlibatan tersangka dalam kasus ini, Rizki enggan memaparkan. Ia mengaku saat ini pihaknya tengah fokus memeriksa tersangka. “Masih proses penyidikan,” kata Rizki.

Rizki menambahkan pemeriksaan terhadap tersangka nantinya untuk mengetahui asal mobil, tujuan, dan jalur yang digunakan untuk masuk ke Batam.

“Ini sudah masuk ke materi-materi (pemeriksaan tersangka),” ungkapnya.

Menurut Rizki, usai peneriksaan dan penetapan tersangka, kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan. Untuk peruntukan barang bukti berupa 3 unit mobil mewah tersebut tergantung dari putusan hakim.

“Jika sudah p21 akan kita limpahkan ke kejaksaan. Nanti peruntukannya (barabg bukti) tergantung hakim,” katanya.

Sebelumnya, petugas BC Batam memeriksa pemilik gudang PT SPL, Penuin, Lubukbaja. Lokasi tersebut hanya dijadikan tempat penitipan mobil.

“Mobil ini baru saja diantarkan (sopir) dan dititipkan. Keterangan polisi juga sopir berhasil melarikan diri,” terang Rizki.

Diberitakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menyerahkan tiga unit mobil sport mewah yang ditemukan di gudang PT SPL, Penuin, Lubukbaja, ke Bea Cukai Batam. Pasalnya, ketiga mobil tersebut melang­gar aturan kepabeanan.

Ketiga mobil sport yang diamankan berjenis Honda NSX sebanyak satu unit, Nissan Fairlady Z sebanyak dua unit.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Terungkap, Ini Pemilik 3 Mobil Mewah yang Diselundupkan ke Batam

0
polda kepri mobil mewah
Tiga unit mobil mewah yang diamankan Polda Kepri. Bea Cukai Batam menetapkan seorang tersangka dalam kasus penyelundupan tiga unit mobil sport mewah. Foto: Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam menetapkan seorang tersangka dalam kasus penyelundupan tiga unit mobil sport mewah. Tersangka merupakan keponakan dari pemilik gudang yang diduga sebagai pengirim dan pemilik mobil.

Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI), M. Rizky Badilah, mengatakan, tersangka adalah keponakan pemilik gudang.

“Pemilik gudang sudah kita panggil dimintai keterangan,” ujarnya.

Disinggung keterlibatan tersangka dalam kasus ini, Rizki enggan memaparkan. Ia mengaku saat ini pihaknya tengah fokus memeriksa tersangka. “Masih proses penyidikan,” kata Rizki.

Rizki menambahkan pemeriksaan terhadap tersangka nantinya untuk mengetahui asal mobil, tujuan, dan jalur yang digunakan untuk masuk ke Batam.

“Ini sudah masuk ke materi-materi (pemeriksaan tersangka),” ungkapnya.

Menurut Rizki, usai peneriksaan dan penetapan tersangka, kasus ini akan dilimpahkan ke kejaksaan. Untuk peruntukan barang bukti berupa 3 unit mobil mewah tersebut tergantung dari putusan hakim.

“Jika sudah p21 akan kita limpahkan ke kejaksaan. Nanti peruntukannya (barabg bukti) tergantung hakim,” katanya.

Sebelumnya, petugas BC Batam memeriksa pemilik gudang PT SPL, Penuin, Lubukbaja. Lokasi tersebut hanya dijadikan tempat penitipan mobil.

“Mobil ini baru saja diantarkan (sopir) dan dititipkan. Keterangan polisi juga sopir berhasil melarikan diri,” terang Rizki.

Diberitakan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri menyerahkan tiga unit mobil sport mewah yang ditemukan di gudang PT SPL, Penuin, Lubukbaja, ke Bea Cukai Batam. Pasalnya, ketiga mobil tersebut melang­gar aturan kepabeanan.

Ketiga mobil sport yang diamankan berjenis Honda NSX sebanyak satu unit, Nissan Fairlady Z sebanyak dua unit.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Dari Penyerangan KST, Menunduk, Tetap Kena Tembak di Tangan

0
Sejumlah anggota Polri mengangkat salah satu jenazah korban penembakan KKB di Kabupaten Nduga di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Minggu (17/7). Sebanyak 8 jenazah diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. (Selvi/Cendrawasih Pos)

batampos – Detik-detik mengerikan  saat penyerangan kelompok separatis teroris (KST) di Kampung Nogokait  itu masih melekat betul di benak Sudirman. Saat truk yang dia tumpangi dihentikan di Kampung Nogokait.

Berada di bak truk, yang dia ketahui kemudian adalah truknya diberondong tembakan. Dia dan seorang kawannya, Has Jon, spontan menunduk dan menutupi kepala mereka dengan tangan.

BACA JUGA: KST Tembaki 12 Warga, 10 Meninggal 

Namun, tak pelak, tetap ada peluru yang nyasar ke tangannya. Has Jon mengalami luka tembak di kaki.

”Begitu sudah tidak ada tembakan dan suasana telah aman, kami langsung keluar dari bak truk dan mencari pertolongan,” kata pria asal Sulawesi Selatan tersebut ketika dikunjungi Penjabat Bupati Nduga Namia Gwijangge di RSUD Mimika sebagaimana yang dikutip Cenderawasih Pos, kemarin (17/7).

Sudirman dan Has Jon yang sama-sama berasal dari Sulawesi Selatan menjadi bagian dari total 12 korban penyerangan kelompok separatis teroris di Kampung Nogokait. Sepuluh korban lainnya meninggal.

Namia mengunjungi mereka setelah melepas delapan korban meninggal yang dipulangkan ke berbagai daerah lain.

Menurut pihak rumah sakit, kondisi Sudirman dan Has Jon sudah membaik. Keduanya juga bisa berkomunikasi lancar dengan Namia. (*)

Reporter: JP Group