Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 7165

Industri Kabil Sampaikan Keluh Kesah ke BP Batam

0
IMG 20220727 WA0082 e1658931804152
Kondisi ruas Jalan Hang Kesturi tepatnya di Simpang Taiwan, Batubesar, Nongsa. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos –  President Director Kabil Integrated Industrial Estate, Peter Vincent, mencurahkan keluh kesahnya kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait kondisi jalan di Jalan Hang Kesturi, Simpang Industri Taiwan-Simpang Batu Besar, tepatnya di depan Kawasan Industri Taiwan karena saat ini kondisinya rusak parah dan berpotensi membahayakan karyawan serta berpotensi menganggu proses lalu lintas produksi.

Hal tersebut ia sampaikan kepada Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan di titik kerusakan jalan di Kawasan Industri Taiwan.

Diketahui, ruas jalan ini menurut statusnya merupakan Jalan Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1863 Tahun 2016. Proses pembangunan, pemeliharaan, serta penjagaan berada pada wilayah Pemerintah Provinsi Kepri.

Kondisi jalan terlihat berlubang dan berbahaya bagi pengendara, ditambah lagi daerah tersebut merupakan jalan di area Kawasan Industri. Kekhawatiran Peter semakin menjadi, karena salah satu audit internasional mewajibkan jaminan keselamatan karyawan yakni Home to Home Safety.

“Dengan kondisi jalan rusak ini, kita semua itu failed di audit satu, karena dianggap nggak safe jalan untuk karyawan kita, kami minta bantuan bener-bener pada pemerintah, kalau boleh kami dibantu secepatnya supaya failed kami di audit internasional agar bisa segera di atasi,” ujar Peter.

Peter melanjutkan, bahwa untuk semua proyek Kabil yang scope-nya internasional, maka terdapat aturan dan prosedur ketat yang ditetapkan, yakni Home to Home Safety. Prosedur ini mengharuskan perusahaan memastikan keselamatan karyawan mulai dari rumah menuju lokasi bekerja, hingga kembali ke rumah dengan selamat.

Pihaknya bahkan telah menerima email, bahwa jalan rusak ini dipertanyakan, dan berpotensi menggagalkan proyek yang akan dimulai setelah pandemi.

“Kabil saat ini setelah pendemi kondisinya sangat baik. Kita tahu ya selama 2 tahun lebih (pandemi Covid) kita dilema, bisnis berkurang, produksi berkurang, projek berhenti. Sekarang kondisi sangat baik. Oil and gas sudah mulai naik, sekarang Kawasan Industri Kabil, semua tenant kami sudah menuju full capacity, semua mulai berproduksi full,” kata Peter.

Saat ini Kabil telah bersiap dengan sejumlah projek besar asal Australia, UK, hingga middle east, yang akan menyerap 6.000 lebih tenaga kerja. Menurut Peter, apabila kondisi jalan masih rusak, terjadi lakalantas, maka perusahaan dianggap gagal proses audit internasional dan berpotensi kehilangan proyek.

Dalam kesempatan ini, Peter juga menyampaikan terima kasih BP Batam telah membangun jalan baru di sisi kanan arah Kabil ke Batam Center yang telah digarap tahun lalu. Dirinya berharap, pemerintah dapat memberikan aksi proaktif juga untuk memperbaiki kondisi jalan di arah sisi kiri (Kabil-Nongsa).

“Kami terima kasih BP Batam sudah membangun satu jalan depan Kawasan Taiwan ya. Harapannya untuk sisi sebelah kiri juga diperbaiki, dan demi keamanan kalau bisa jalan yang baru digunakan untuk dua jalur, kalau bisa jalan yang rusak sementara kita tutup, lalu re-route jalan yang satu arah dibuat dua arah, karena project ini akan jalan agustus.” Katanya.

Sementara itu, Basuki dari PT. SMOE memberikan apresiasi apabila BP Batam dapat segera mengambil alih perbaikan jalan di kawasan ini. Menurutnya, perbaikan jalan ini akan menyelamatkan nasib 6.000 karyawan yang akan mulai kembali melaksanakan projek SMOE pada bulan Agustus mendatang.

“Melihat kondisi jalan di depan, kami bersyukur sekali bakal ada planning perbaikan oleh BP Batam. Menghindari lakalantas sebaiknya di re-route ke jalan sebelahnya yang bagus, yang sudah di buat BP Batam. Dan untuk Dishub mohon bantuan membuat rambu lalu lintas, sehingga pengalihan jalan di jalur baru, dapat berjalan lancar dan aman bagi pengendara dari dua arah,” kata Basuki.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, menanggapi serius keluhan tersebut. Meskipun wewenang pemeliharaan jalan bukan berada pada BP Batam, namun pihaknya memiliki concern besar, karena kerusakan berada pada Kawasan industri.

“Kami tentu amat sangat concern terhadap kondisi ini, karena Batam sebagai daerah tujuan investasi, tentu penting untuk menjaga stabilitas dan kelancaran kegiatan industri di Batam. Kerusakan jalan ini, akan segera kami tindaklanjuti ya. Satu Jalan sudah kita bangun (jalan dari arah Kabil ke Batam Centre), selanjutnya yang sedang rusak tentu jadi perhatian kami,” kata Tuty.

Tuty juga menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan internal BP Batam dan menindaklanjuti ini, sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku, mengingat kewenangan jalan tersebut berada mestinya pada Pemerintah Provinsi.

“Kami akan segera sampaikan ke pimpinan tentu berkoordinasi dengan unit terkait, untuk mencari solution terbaik demi kelancaran kegiatan industri di Batam. Action pertama yang mungkin akan kami lakukan adalah menutup jalan berlubang, dan re-route pengalihan jalur ke jalan yang baru dibangun, agar safety dulu seluruh pengendara yang melalui jalan ini,” pungkas Tuty.(*)

Mengaku Aparat, Komplotan Pencuri Motor di Batam Kelabui Korbannya

0
Curi Motor
Ilustrasi pencurian motor

batampos – Polda Kepri menangkap 4 orang komplotan pencuri kendaraan bermotor. Penangkapan ke empat orang ini, setelah polisi menerima beberapa laporan warga yang kehilangan kendaraan bermotor.

Modus pencurian ini cukup unik dan berbeda dari yang selama ini terjadi di Batam. Sebab, pencurian ini modus untuk membeli kendaraan bermotor.

“Keempatnya memiliki peranan masing-masing,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ary Baroto, Rabu (27/7).

Peran sentral dalam komplotan ini yakni Idris dan Fardiansyah. Fardiansyah berperan sebagai orang yang meminta dan menetukan jenis kendaraan ke Idris. Setelah ada permintaan itu, Idris melakukan pemetaan di beberapa grup jual beli motor.

Sasaran Idris adalah orang-orang yang terdesak menjual kendaraan bermotor. Begitu memilih target, Idris akan menghubungi calon korbannya melalui telepon.

Bermoduskan Cash On Delivery (Cod), Idris meminta bertemu dengan korbannya. Setelah disepakati tempat pertemuan, Idris akan menyuruh anak buahnya, Wawan dan Dikky.

Kedua orang ini yang akan bertemu dengan korbannya. Saat pertemuan, keduanya berusaha meminta agar diizinkan melakukan mengetes kendaraanya. Karena korban yang dipilih orang-orang yang terdesak kebutuhan untuk menjual kendaraan motornya.

Sehingga keinginan keduanya melakukan tes kendaraan dipenuhi oleh para korbannya. Setelah diizinkan, Wawan dan Dikky membawa kendaraan tersebut. Lalu, meninggal kendaraan itu disuatu tempat yang disepakati dengan Idris.

Dari penyelidikan polisi, hubungan Wawan dan Dikky dengan Idris tidak pernah saling ketemu. Begitu juga dengan Ferdiansyah.

Komplotan ini menerapkan sistem terputus. Sehingga, jika ada penyelidikan kepolisian, menyulitkan pelacakan. Komplotan ini baru ketemu di Mapolda Kepri.

“Kami tangkap setelah adanya laporan masyarakat. Awalnya kami menangkap Ww (Wawan) dan Dk (Dikky),” kata Ary.

Dari keterangan keduanya, didapat informasi bahwa yang menyuruh mereka adalah Idris. Meskipun belum pernah ketemu, Idris selalu menghubungi kedua orang ini dengan nomor yang sama.

Polisi pun melakukan pelacakan dan menangkap Achmad Idris di Harbourbay, Batuampar, Batam, 26 Juli. Dari Idris diketahui bahwa pencurian ini bemula dari permintaan Ferdiansyah. Di hari yang sama polisi menangkap Ferdiansyah di Baloi Indah Anggrek.

Ferdiansyah meyakinkan pembelinya, dengan berpura-pura menjadi seorang aparat. Selain itu, demi menambah keyakinan, KTP Ferdiansyah pekerjannya sebagai Tentara Nasional Indonesia.

Dari Ferdiansyah polisi mengamankan beberapa kendaraan bermotor, baju loreng, air soft gun, senjata tajam dan uang tunai senilai Rp 8,9juta.

“Kendaraan yang kami amankan ada 5 unit. Namun, dari pengakuan Ww (Wawan) dan Dk (Dikky), mereka sudah melakukan perbuatan ini sebanyak 13 kali

“Kami masih melakukan pendalaman atas kejadian ini, apakah ada orang lain terlibat,” ujar Ary Baroto. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Mengaku Aparat, Komplotan Pencuri Motor di Batam Kelabui Korbannya

0
Curi Motor
Ilustrasi pencurian motor

batampos – Polda Kepri menangkap 4 orang komplotan pencuri kendaraan bermotor. Penangkapan ke empat orang ini, setelah polisi menerima beberapa laporan warga yang kehilangan kendaraan bermotor.

Modus pencurian ini cukup unik dan berbeda dari yang selama ini terjadi di Batam. Sebab, pencurian ini modus untuk membeli kendaraan bermotor.

“Keempatnya memiliki peranan masing-masing,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ary Baroto, Rabu (27/7).

Peran sentral dalam komplotan ini yakni Idris dan Fardiansyah. Fardiansyah berperan sebagai orang yang meminta dan menetukan jenis kendaraan ke Idris. Setelah ada permintaan itu, Idris melakukan pemetaan di beberapa grup jual beli motor.

Sasaran Idris adalah orang-orang yang terdesak menjual kendaraan bermotor. Begitu memilih target, Idris akan menghubungi calon korbannya melalui telepon.

Bermoduskan Cash On Delivery (Cod), Idris meminta bertemu dengan korbannya. Setelah disepakati tempat pertemuan, Idris akan menyuruh anak buahnya, Wawan dan Dikky.

Kedua orang ini yang akan bertemu dengan korbannya. Saat pertemuan, keduanya berusaha meminta agar diizinkan melakukan mengetes kendaraanya. Karena korban yang dipilih orang-orang yang terdesak kebutuhan untuk menjual kendaraan motornya.

Sehingga keinginan keduanya melakukan tes kendaraan dipenuhi oleh para korbannya. Setelah diizinkan, Wawan dan Dikky membawa kendaraan tersebut. Lalu, meninggal kendaraan itu disuatu tempat yang disepakati dengan Idris.

Dari penyelidikan polisi, hubungan Wawan dan Dikky dengan Idris tidak pernah saling ketemu. Begitu juga dengan Ferdiansyah.

Komplotan ini menerapkan sistem terputus. Sehingga, jika ada penyelidikan kepolisian, menyulitkan pelacakan. Komplotan ini baru ketemu di Mapolda Kepri.

“Kami tangkap setelah adanya laporan masyarakat. Awalnya kami menangkap Ww (Wawan) dan Dk (Dikky),” kata Ary.

Dari keterangan keduanya, didapat informasi bahwa yang menyuruh mereka adalah Idris. Meskipun belum pernah ketemu, Idris selalu menghubungi kedua orang ini dengan nomor yang sama.

Polisi pun melakukan pelacakan dan menangkap Achmad Idris di Harbourbay, Batuampar, Batam, 26 Juli. Dari Idris diketahui bahwa pencurian ini bemula dari permintaan Ferdiansyah. Di hari yang sama polisi menangkap Ferdiansyah di Baloi Indah Anggrek.

Ferdiansyah meyakinkan pembelinya, dengan berpura-pura menjadi seorang aparat. Selain itu, demi menambah keyakinan, KTP Ferdiansyah pekerjannya sebagai Tentara Nasional Indonesia.

Dari Ferdiansyah polisi mengamankan beberapa kendaraan bermotor, baju loreng, air soft gun, senjata tajam dan uang tunai senilai Rp 8,9juta.

“Kendaraan yang kami amankan ada 5 unit. Namun, dari pengakuan Ww (Wawan) dan Dk (Dikky), mereka sudah melakukan perbuatan ini sebanyak 13 kali

“Kami masih melakukan pendalaman atas kejadian ini, apakah ada orang lain terlibat,” ujar Ary Baroto. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA

Kapolri Minta Masyarakat Ikut Kawal Kasus Penembakan Brigadir J

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri untuk JawaPos.com)

batampos – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta dukungan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi proses pengungkapan kasus baku tembak antaranggota yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Kami minta semuanya ikut mengawasi sehingga transparansi dan akuntabilitas dari hasil pemeriksaan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik, berjalan lancar, baik, dan memenuhi rasa keadilan yang ditunggu publik,” kata Sigit saat ditemui usai kegiatan Rapat Koordinasi dan Pengawasan Kompolnas-Polri Tahun Anggaran 2022 di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu, (27/6).

Jenderal bintang empat itu menyebutkan Tim Khusus (Timsus) Internal Polri saat ini bekerja untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut. Begitu pula Tim Eksternal Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sesuai tugas dan tanggungjawabnya ikut mengawal proses pengungkapan kasus tersebut.

“Rekan-rekan sudah mengikuti, saat ini Timsus Internal Polri, Kompolnas, dan Komnas HAM  sedang bekerja,” ujarnya.

Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, apa yang sudah dikerjakan tim disampaikan kepada masyarakat karena publik menaruh perhatian khusus kasus ini.

Baru-baru ini, kata dia, semua kegiatan yang dilakukan timsus telah di dipresentasikan Komnas HAM terkait apa yang telah didapatkan, seperti pemeriksaan para ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada Richard Elizer (Bharada E) hadir dalam pemeriksaan tersebut, Selasa (26/7).

“Demikian pula hari ini telah dilaksanakan autopsi ulang yang akan disampaikan kepada publik,” kata Sigit.

Untuk itu, Sigit meminta partisipasi masyarakat ikut mengawasi apa yang telah dilakukan jajarannya dan menunggu sampai hasil pengungkapan selesai.

“Saya kira kita tunggu hasilnya dan mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” kata Sigit.

Hari ini Timsus bersama Kedokteran Forensik, Pusat Laboratorium Forensik Polri, dan Perhimpunan Kedokteran Forensik melaksanakan autopsi ulang jenazah Brigadir Josua di Jambi.

Proses autopsi ulang diawali dengan ekshumasi atau penggalian makam, kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Bahar, Muaro Jambi.

Brigadir J tewas dalam baku tembak antaranggota di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). (*)

Reporter: JP Group

Alasan DPO Jadi Pertimbangan Hakim Tolak Praperadilan Mardani Maming

0
Kuasa hukum Mardani H Maming, Bambang Widjojanto (kiri) dan Denny Indrayana (kanan) saat mengikuti sidang praperadilan terkait penetapan tersangka Mardani H Maming, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (12/6/2022). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

batampos – Upaya hukum praperadilan mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming kandas setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak menerima atau menolak. Mardani Maming berupaya untuk lepas dari jeratan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Selatan.

“Menyatakan permohonan praperadilan pemohon tidak dapat diterima,” kata Hakim Tunggal Hendra Utama Sutardodo membacakan amar putusan, Rabu (27/7).

Hakim Hendra lantas membeberkan alasan dirinya menolak upaya hukum praperadilan, salah satunya status daftar pencarian orang (DPO) terhadap Mardani Maming. Menurut Hendra, KPK selaku termohon melampirkan status DPO kepada PN Jakarta Selatan.

“Bahwa termohon dalam kesimpulannya mengajukan lampiran berupa surat nomor R 4890/DIK.01.02/01-26/07/2022 tanggal 26 Juli 2022 tentang Pencarian Orang atau Tersangka atas nama Mardani H Maming,” ungkap Hakim Hendra.

Hakim Hendra menegaskan, berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No 1 tahun 2018 tentang Larangan Pengajuan Praperadilan terhadap tersangka yang melarikan diri atau masuk dalam DPO, untuk memberikan kepastian hukum kepada tersangka yang berstatus dalam DPO dalam hal tersangka melarikan diri atau masuk DPO, maka tidak dapat mengajukan permohonan praperadilan.

“Jika sudah dimohonkan praperadilan maka hakim harus menjatuhkan putusan praperadilan tidak dapat diterima oleh karena surat edaran MA Nomor 1/2018 itu, maka permohonan praperadilan tidak dapat dikabulkan dan hakim tidak akan mempertimbangkan materi perkara,” tegas Hakim Hendra.

Mendengar pertimbangan tersebut, tim kuasa hukum Mardani Maming, Denny Indrayana menyesalkan upaya praperadilan kliennya ditolak. Dia mengutarakan, praperadilan tersebut disabotase dengan penetapan status DPO.

“Ini kan bisa menjadi sabotase sebenarnya bagi proses praperadilan. Karena kalau kita baca skemanya, SEMA Nomor 1 Tahun 2018 itu bunyinya larangan pengajuan praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri,” ucap Denny.

Denny menegaskan, pihaknya mengajukan upaya praperadilan sebelum kliennya Mardani Maming ditetapkan sebagai DPO. Terlebih, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan kepada KPK, bahwa Mardani Maming akan kooperatif mendatangi KPK setelah pembacaan putusan praperadilan pada Kamis (28/7) besok.

“Jadi, DPO sendiri kita berbeda pendapat, karena orang itu dinyatakan tidak kooperatif, kemudian jadi dasar DPO jika tidak hadir dengan alasan yang sah. Kan itu bersurat, panggilan pertama kami bersurat, panggilan kedua kami bersurat, tapi dinyatakan tidak ada keterangan dan mangkir,” pungkas Denny. (*)

Reporter: JP Group

Otopsi Ulang Jenazah Brigadir Yosua Berlangsung 6 Jam

0
Suasana pada saat pelaksanaan otopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua di RSU Sungai Bahar Kabupaten Muarojambi Provinsi Jambi, Rabu (27/7). Proses otopsi ulang yang melibatkan tim forensik gabungan berlagnsung enam jam. (ANTARA/Nanang Mairiadi)

batampos – Otopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau disebut Brigadir J di Rumah Sakit Umum Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Rabu, berlangsung selama enam jam.

Otopsi ulang yang dilakukan oleh tim forensik gabungan dari Polri, TNI, Ikatan Dokter Forensik Indonesia dan perguruan tinggi itu berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 15.000 WIB.

Otopsi ulang dilakukan di salah satu ruangan RSU Sungai Bahar yang dijaga ketat personel Brimob Polda Jambi. Sedangkan bagian ruangan lainnya dipasangi tirai putih dan dipasang garis polisi untuk memastikan kegiatan tim forensik berjalan lancar.

Pada pukul 15.00 WIB, jasad Yosua selesai diotopsi ulang. Kemudian dimasukkan kembali ke dalam peti warna putih untuk selanjutnya dibawa lagi ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Bahar untuk dimakamkan di tempat semula.

Di luar ruangan otopsi ulang di salah satu ruangan Rumah Sakit Sungai Bahar tampak keluarga dan kerabat Brigadir Yosua masih tetap menunggui pelaksanaan otopsi ulang yang dilakukan tujuh orang dokter ahli forensik itu

Otopsi ulang jenazah Brigadir Yosua di kampung kelahirannya di Sungai Bahar, Muarojambi itu cukup menarik perhatian masyarakat. Pola Jambi mengerahkan personel untuk mengamankan dan memastikan kelancaran proses otopsi ulang tersebut. (*)

Reporter: Antara

Ini Dugaan Sementara Penyebab Terbakarnya Kapal KM Murah Rejeki di Batuampar

0
WhatsApp Image 2022 07 22 at 10.50.49 e1658463948653
Personel Satpolairud Polresta Barelang mewawancarai salah satu ABK Kapal KM. Murah Rejeki yang mengakami kecelakaan laut. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Kapal KM Murah Rejeki yang terbakar di Perairan Batuampar, atau disekitar Dermaga 99 diduga akibat korsleting. Selain melukai 3 Anak Buah Kapal (ABK), api menghanguskan seluruh bagian kapal berbendera Indonesia tersebut.

“Dugaan arus pendek. Tapi belum pasti, karena butuh pemeriksaan dari labfor,” ujar Kasat Polair Polresta Barelang Kompol R. Moch. Dwi Ramadhanto, Selasa (26/7) siang.

Ramadhanto menjelaskan dugaa korsleting tersebut berdasarkan pemeriksaan saksi, dan hasil olah TKP sementara.

Dari keterangan saksi, saat kejadian 3 ABK di kapal tengah tidur. Kemudian korban terbangun dan langsung menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

“Seluruh ABK sedang tidur. Dan di kapal ada colokan listrik, cas hp, dan elektronik hidup,” katanya.

Untuk memastikan penyebab kebakaran, kata Ramadhanto, pihaknya mengirim sampel kebakaran ke Puslabfor. Sampel tersebut seperti serpihan bangkai kapal dan barang elektronik yang terbakar.

“Kapal kondisinya bagus. Tahun ini docking (perawatan),” ungkapnya.

Ramadhanto menambahkan saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros. Dua luka ringan dan satu menderita luka bakar cukup berat.

Diberitakan sebelumnya, Kapal KM Murah Rejeki terbakar di Perairan Batuampar, atau disekitar Dermaga 99, Jumat (22/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun 3 orang Anak Buah Kapal (ABK) terluka.

Ketiga korban yakni Junedi, 48, Rais 43, dan Elias, 69. Ketiganya kemudian dievakuasi ke RS Awal Bros. Diketahui kapal ini mengangkut 9 orang ABK, dan saat kejadian 6 diantaranya berada di darat.

Kebakaran ini berawal dari kapal berangkat dari Batu Pahat, Malaysia dan tiba di Pelabuhan Batu Ampar dengan membawa barang campuran pada Rabu (20/7) malam.

Kemudian kapal ini lego jangkar dan melakukan bongkar muat pada Kamis (21/7) sore. Usai bongkar muat, beberapa ABK meninggalkan kapal dan terjadi kebakaran pada dini hari. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Puan Maharani Akui Digembleng Peristiwa Kudatuli

0
Sejumlah politikus PDIP saat mengenang tragedi kerusuhan dua puluh tujuh juli (Kudatuli) menjadi yang salah satu sejarah kelam bagi perpolitikan Indonesia. (dok JawaPos.com)

batampos – Tragedi kerusuhan dua puluh tujuh juli (Kudatuli) menjadi salah satu sejarah kelam bagi perpolitikan Indonesia. Hari itu, 27 Juli 1996, kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro yang dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri, diambil alih secara paksa oleh massa dari PDI kubu Soerjadi.

Peristiwa pertumpahan darah itu meninggalkan kesan mendalam bagi putri Megawati, Puan Maharani.

Puan saat itu masih belia dan duduk di bangku kuliah, namun ia sudah aktif mendampingi ibunya dalam berbagai aktivitas politik. Begitu juga dalam peristiwa Kudatuli.

Puan menceritakan, saat itu ia dan Megawati sudah nyaris hendak berangkat ke kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro begitu mengetahui adanya sekelompok massa yang akan datang untuk mengambil alih kantor.

“Ibu saya bilang, ayo siap siap kita ke jalan Diponegoro. Saya sudah siap tiba-tiba ditelpon lagi,” kata Puan.

Megawati kemudian diberi kabar bahwa situasi di Diponegoro makin genting sehingga ia diminta untuk menunggu.

Puan beserta Megawati dan ayahanda Taufik Kiemas pun akhirnya menunggu di rumah mereka di Kebagusan sambal terus memantau situasi dari jauh.

“Menit per menit itu semuanya kan report ke ibu saya. Sekarang ada beberapa truk yang mendekati DPP Diponegoro. Semua sudah turun berpakaian hitam-hitam. Sampai akhirnya terjadi peristiwa penyerangan, penyerbuan, pembakaran dan sebagainya,” kata Puan.

Tidak lama kemudian, Puan menyaksikan banyak orang dalam keadaan luka parah dibawa ke rumahnya di Kebagusan. Mereka adalah korban dari upaya pengambilalihan paksa kantor DPP PDI.

“Rumah sudah kayak tempat pengungsian,” kenang Puan.

Puan mengakui, awalnya panik melihat banyaknya orang yang berdatangan ke rumahnya dengan kondisi luka-luka. Mereka awalnya hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan PPPK yang ada di rumah Kebagusan.

Namun ia bersyukur banyak mendapatkan pertolongan, salah satunya adalah dari sejumlah dokter yang mengobati para korban luka.

“Akhirnya ada simpatisan yang dokter datang kesitu ngobatin mereka,” kata Puan.

Selama kondisi genting itu, Puan diberi tugas khusus. Sementara ayah dan ibunya sibuk dalam urusan politik, Ia diberi tugas untuk menyiapkan makanan bagi para simpatisan yang berkumpul di rumah Kebagusan.

Puan yang saat itu masih sangat belia awalnya kebingungan mendapatkan tugas ini.

“Masak apa yang cepat untuk orang sebanyak ini. Kita kan punya peralatan kecil,” kata Puan.

Akhirnya Puan pun meminta pembantu di rumahnya untuk memasak nasi dan sayur sop. Menu itu dipilih karena selain mengenyangkan juga bisa untuk banyak orang.

Namun, pada akhirnya banyak bantuan makanan dari berbagai pihak yang datang ke Kebagusan.

“Alhamdulilah tanpa diminta banyak orang yang nyumbang, dari siapa-siapa saya juga enggak tau. Ada beras, pisang, tempe, tahu dan sebagainya. Di tengah kesusahan kita masih banyak orang baik yang mau datang untuk menolong,” kenang Puan.

Para simpatisan pendukung Megawati itu terus berkumpul di rumah Kebagusan sampai situasi politik yang panas mulai mereda. Puan pun mengakui saat itu kuliahnya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia sempat terganggu akibat kondisi di rumahnya itu.

“Saya masih kuliah waktu itu mau keluar rumah aja susah,” katanya.

Namun Puan dengan sekuat tenaga mencoba membantu perjuangan ibunya namun tetap bertanggungjawab atas kuliah yang diembannya.

Puan pun menilai peristiwa Kudatuli ini adalah berperan menggembleng dan membentuk dirinya hingga ia menjadi menteri hingga Ketua DPR RI.

“Kalau orang yang enggak tau dipikir Puan itu enak aja, enggak pernah susah hidupnya, cucunya Soekarno anaknya Megawati, dua-duanya pernah jadi presiden. Tapi ini sekelumit cerita yang orang juga banyak tidak tahu,” kata Puan. (*)

Reporter: JP Group

Barcelona Klaim Kounde, Sempat Jual Jersey di Official Store

0
Erling Braut Haaland (kanan) berduel dengan bek Sevilla Jules Kounde pada babak 16 besar Liga Champions di Stadium Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, (17/2/2021). (CRISTINA QUICLER / AFP)

batampos – Robert Lewandowski dan Raphinha adalah dua pemain yang sempat masuk bidikan Chelsea.

Lewandowski dibidik untuk menggantikan Romelu Lukaku, sedangkan Raphinha merupakan opsi sebelum The Blues meresmikan Raheem Sterling. Namun, dua pemain itu telah bergabung dengan FC Barcelona.

Kini Chelsea bisa kembali kalah bersaing dengan Barca untuk jasa bek Sevilla dan timnas Prancis Jules Kounde.

Meski disebut sudah menjalin kesepakatan lisan dengan Chelsea, Kounde memang lebih tertarik bergabung dengan Barca alias tetap berkarier di La Liga.

”Banyak pemain top seperti Lewandowski dan Raphinha yang ingin datang (ke Barca, Red) karena kehebatan klub ini. Barca adalah magnet bagi para pesepak bola,” ujar Xavi Hernandez, entrenador Barca, kepada Marca.

Sampai tadi malam, Barca disebut masih mengupayakan kesepakatan nilai transfer Kounde yang dibanderol mahal oleh Sevilla, yakni EUR 65 juta (Rp 987,1 miliar).

Barca masih berharap Sevilla bersedia menurunkan harga bek 23 tahun tersebut.

Dalam proses negosiasi, sempat terjadi ”kecelakaan” di laman penjualan jersey resmi Barca. Sudah ada nama Kounde dalam daftar jersey yang dijual official store Barca tersebut.

YouTuber kenamaan Spanyol, Mancuer, sempat mengabadikan jersey dengan nama Kounde di antara jersey para pemain Barca.

Namanya tepat berada di bawah striker Pierre-Emerick Aubameyang. Namun, beberapa menit kemudian, nama Kounde dihapus laman resmi Barca.

”Selama beberapa menit, jersey Kounde tersedia di toko resmi Barca. Tampaknya, itu (peresmian Kounde sebagai pemain baru Barca) tinggal menunggu waktu,” cuit Mancuer di akun Twitter-nya, @Mancuer91.

Menanggapi hal tersebut, Xavi menjawab diplomatis. ”Sampai sekarang, kami memang berusaha meningkatkan kualitas skuad.

Para petinggi klub juga sudah berupaya untuk itu,” kata Xavi kepada Mundo Deportivo. ”Bila sudah ada yang dapat kami umumkan, kami akan mengumumkannya,’’ lanjutnya.

Di sisi lain, para pemain Sevilla seperti kiper Yassine ”Bono” Bounou sudah menyiratkan Kounde bukan lagi rekan setim. Sebelum Kounde, Sevilla melepas bek tengah lainnya, Diego Carlos, ke Aston Villa. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Terbukti Menipu, Oknum ASN Dihukum 3 Penjara

0

batampos- Nona Marlian, dihukum tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ini terbukti bersalah melakukan penipuan yang membuat korbannya merugi ratusan juta.

Ketua Majelis Hakim Riska Widiana menyatakan, terdakwa bersalah melakukan penipuan dan telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP. “Terdakwa divonis tiga tahun penjara. Terdakwa tetap ditahan,” kata Hakim.

Atas vonis yang telah diputuskan Majelis Hakim, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) diberikan waktu satu pekan untuk menyatakan sikap.

Dalam dakwaan JPU, kejadian itu bermula pada Juli 2020. Saat itu terdakwa mengaku sebagai ASN Pemprov Kepri kepada korbannya. Sehingga terdakwa dipercaya untuk melaksanakan beberapa kegiatan pengadaan di Biro Umum di Pemprov Kepri. Terdakwa menawarkan kepada saksi korban untuk bekerjasama dalam kegiatan proyek pengadaan bingkisan Hari Raya Idul Adha Tahun 2020, yang dilaksanakan Pemprov Kepri.

BACA JUGA: Palsukan Tanda Tangan Istri, Oknum ASN Pemko Tanjungpinang Diciduk Polisi

Setelah menyepakati tawaran terdakwa, saksi korban langsung memberikan uang tunai senilai Rp 30 juta. Selanjutnya pada 28 Juli 2020 terdakwa kembali menghubungi saksi korban untuk menawarkan kerjasama dalam kegiatan pengadaan makanan ringan pelantikan Gubernur Kepri Tahun 2020.

Terdakwa menjanjikan keuntungan dan berjanji akan membayar pada Agustus 2020. Saksi korban ini langsung menyetujui dan menyerahkan uang yang diminta terdakwa. JPU juga menegaskan, sejumlah kegiatan yang ditawarkan terdakwa kepada korban bukan kegiatan dari Pemprov Kepri. Hingga waktu yang disepakati, terdakwa tidak melakukan pembayaran terhadap modal yang telah diberikan dan tidak membayar keuntungannya.

Sebelumnya diketahui, ASN Pemprov Kepri ditahan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang pada Desember 2020 lalu. Nona Marlian diduga terlibat dalam kasus penipuan proyek fiktif dan penggelapan uang ratusan juta. (*)

reporter: yusnadi