
batampos – Tekanan fiskal kembali menghantui Kabupaten Kepulauan Anambas menjelang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Porsi belanja pegawai yang masih tinggi membuat ruang gerak pembangunan daerah semakin terbatas.
Dalam rancangan awal Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), belanja pegawai diproyeksikan mencapai sekitar Rp502,59 miliar dari total belanja Rp963,46 miliar. Anggaran tersebut mencakup gaji pokok, tunjangan, hingga biaya perjalanan dinas.
Artinya, lebih dari separuh APBD Anambas terserap hanya untuk membayar aparatur pemerintah.
Kondisi ini menandakan struktur fiskal daerah belum ideal. Padahal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD) menargetkan porsi belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027.
Wakil Ketua I DPRD Anambas Yusli Ys menyebut, tingginya belanja pegawai merupakan konsekuensi dari kebijakan nasional, terutama pengangkatan tenaga honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau bicara berat ya itulah faktanya. Tapi di sisi lain, belanja pegawai juga berperan menjaga daya beli masyarakat di Anambas,” ujar Yusli, Jumat (7/11).
Menurutnya, DPRD sudah melakukan kajian terhadap struktur keuangan daerah dan menyimpulkan bahwa ruang fiskal Anambas saat ini sangat terbatas.
“Suka atau tidak suka, kita harus menerima kondisi seperti itu,” kata Yusli.
Namun, pemangkasan belanja pegawai bukan solusi realistis. Ia menilai, pemerintah daerah perlu memperkuat sisi pendapatan agar beban fiskal berkurang secara bertahap.
“Bukan dikurangi belanja pegawai, tapi bagaimana pendapatan daerah bisa naik. Dana transfer dan bagi hasil yang belum tersalurkan juga harus dikejar,” tegasnya.
Meski begitu, DPRD tetap meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam menggunakan anggaran di luar pos pegawai. Belanja operasional dan infrastruktur akan dievaluasi ulang agar efisien dan tepat sasaran.
“Hak-hak ASN sudah dijamin undang-undang, tapi kegiatan lain harus benar-benar disesuaikan dengan kemampuan daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembahasan APBD 2026 masih berlangsung sehingga angka final belanja pegawai belum dapat dipastikan hingga kesepakatan antara DPRD dan pemerintah daerah tercapai.
“Belum disahkan, nanti setelah pengesahan baru terlihat berapa persen realisasinya,” ujarnya.
DPRD juga berkomitmen memperketat fungsi pengawasan agar arah kebijakan fiskal tetap sejalan dengan amanat UU HKPD.
“Kalau target efisiensi tidak tercapai, tentu akan ada rekomendasi dari DPRD. Kami awasi setiap triwulan,” tegasnya.
Secara akademis, struktur fiskal Anambas dinilai belum produktif, di mana lebih dari separuh anggaran terserap untuk membiayai aparatur. Sementara itu, porsi untuk pembangunan dan pelayanan publik masih minim.
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk menyeimbangkan antara kewajiban membayar ASN dan kebutuhan mempercepat pembangunan.
Tanpa perubahan struktur belanja, ruang fiskal Anambas dikhawatirkan semakin sempit dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Reporter: Ihsan Imaduddin
Artikel Belanja Pegawai Anambas Capai Rp502 Miliar, DPRD: Ruang Fiskal Kian Sempit pertama kali tampil pada Kepri.








batampos-Ada satu jenis liburan yang selalu berhasil bikin hidup terasa lebih menyenangkan, yaitu liburan bareng sahabat. Bukan karena destinasinya harus jauh atau itinerary-nya super ramai, tapi karena setiap momen kecil selalu berubah jadi cerita yang lucu untuk dikenang. Makanya, gak heran kalau banyak orang yang bersemangat ingin bepergian bersama teman-temannya setidaknya sekali.
Dan yang bikin bestie trip akhir tahun makin mungkin untuk direalisasikan, sekarang sedang ada promo BetterDeals dari Citilink yang menawarkan berbagai penawaran, salah satunya tiket internasional ke Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura hanya Rp1 jutaan. Selain itu ada penawaran diskon bank hingga Rp711 ribu, tiket rute domestik mulai Rp645 ribu, diskon produk dan layanan tambahan, serta penawaran spesial untuk member
