batampos- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) masih mengupayakan ketersediaan lahan untuk pembangunan rumah sakit khusus kejiwaan yang masih satu komplek dengan RSUD Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri di Tanjunguban, Bintan.
Hingga saat ini lahan yang diserahkan PT. Surya Bangun Pertiwi (SBP) Lobam untuk pembangunan rumah sakit khusus kejiwaan baru sekira 5 hektare.

“Sekarang kita sedang melengkapi lahannya supaya mencukupi, karena skalanya mesti besar. Standarnya yang diminta (pemerintah pusat) sekira 10 hektare, kemarin lahan yang diserahkan baru 5 hektare. Kita minta 5 hektare lagi,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai meresmikan Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa di RSUD EHD Provinsi Kepri di Tanjunguban, Senin (25/7).
Pembangunan rumah sakit khusus kejiwaan, kata Ansar, dibiayai pemerintah pusat dengan estimasi anggaran sekira Rp 170 miliar. Pemprov Kepri hanya menyiapkan detail engineering design (DED) dengan estimasi anggaran sekira Rp 10 miliar lebih.
Jika lahan seluas 10 hektare tersedia, Ansar mengatakan, Pemprov Kepri akan segera menyiapkan DED untuk pembangunan rumah sakit khusus kejiwaan melalui APBD Perubahan Kepri tahun 2022.
“Rencana pembangunan tahun 2023. Tapi kuncinya kesiapan lahan, makanya kita kejar kesiapan lahan,” kata Ansar.
Ansar optimis jika lahan tersedia, maka pihaknya akan segera menyiapkan DED-nya.
“Saya kira terkejar di anggaran perubahan ini DED-nya, DED-nya tiga bulan selesai. Selesai pengesahan anggaran, kita lelang DED-nya,” kata Ansar.
Sementara Direktur RSUD EHD Kepri, Tanjunguban, dr Kurniakin WS Girsang mengatakan, pembangunan rumah sakit khusus kejiwaan merupakan bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Seperti pak Gubernur bilang tergantung lahan. Kalau lahan dapat, bantuan Kemenkes tinggal tunggu saja karena kemarin sudah ada penyerahan lahan sebagian,” kata Kurniakin.
Mengenai kebutuhan tenaga kesehatan, Kurniakin mengatakan, pihaknya sudah membuat permintaan ke pemerintah berkenaan kebutuhan tenaga kesehatan yang akan disiapkan jika rumah sakit khusus kejiwaan beroperasi.
Kurniakin juga menyampaikan, selama ini lahan seluas 2,5 hektare yang telah dibangun RSUD EHD Tanjunguban ini yang belum memiliki sertifikat, kini sudah ada sertifikatnya.
“Kita terima kasih ke pak Gubernur, Kajati dan Kadinkes. Jadi dari tahun 2007, baru selesai kemarin, mungkin karena dalam rangka (pembangunan RS khusus kejiwaan) semua jadi cepat. Alhamdulillah,” kata Kurniakin.
Dalam kesempatan ini, Kurniakin melalui stafnya menjelaskan, saat ini ada dua dokter spesialis kejiwaan di RSUD EHD Tanjunguban dengan 11 orang tenaga perawat, dimana 1 orang perawatnya sudah spesialis keperawatan kejiwaan.
Sekedar diketahui, saat ini di RSUD EHD Tanjunguban sudah memiliki unit kejiwaan dengan daya tampung 16 pasien. Jika rumah sakit khusus kejiwaan jadi dibangun, maka dapat menampung sekira 60 pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.
Sementara Kadis Kesehatan Kepri, M Bisri mengatakan, sudah ada dokter spesialis kejiwaan asli putra daerah yang saat ini berada di luar daerah berminat untuk bertugas di rumah sakit khusus kejiwaan.
“Ada yang berminat untuk bertugas di sini,” kata Bisri. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto









