Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 734

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam

0
Jalan menuju kawasan Genta I, Batuaji yang masih ditutup. f. yofi

batampos– Akses jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan Genta I, Batuaji masih diblokir hingga Rabu (5/9). Warga meminta penutup jalan segera dibuka sehingga perekonomian di kawasan tersebut kembali normal lagi.

Ilham, salah seorang pedagang mengatakan permasalahan ini sudah langsung disampaikan ke Walikota Batam, Amsakar Achmad. Dalam pertemuan, Walikota berjanji akan meninjau langsung lokasi.

“Kami minta segera dibuka saja. Karena dari dulu pengendara banyak masuk dari jalan itu,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan warga, Walikota mengaku akan mengkaji kembali site plan jalan tersebut bersama instansi terkait. Jika dibuka kembali, warga diminta berkomitmen dalam menjaga kebersihan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

“Kami UMKM juga sudah dari dulu menjaga kebersihan kawasan ini. Karena ini mata pencarian utama kami,” katanya.

Sebelumnya, puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Genta I, Batuaji serentak menutup usahanya, Selasa (4/11). Penutupan usaha ini merupakan aksi protes pedagang terkait adanya penutupan jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan tersebut.

Risma, pengusaha londry di Genta I mengatakan penutupan usaha ini dilakukan setelah para pedagang sepakat untuk unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.

“Jalannya ditutup sudah hampir 6 bulan, karena ada pengerjaan lahan di pintu masuk. Jadi pedagang disini merugi dan unjuk rasa ke Kantor Walikota,” ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan sebelum akses jalan ditutup, kawasan ini banyak dilalui pengendara. Sehingga, usaha warga setempat tersebut ramai pengunjung atah pembelinya.

“Sekarang kalau masuk dari jalan besar, harus mutar jauh. Jadi banyak yang malas lewat sini,” katanya.

Risma juga mengaku penutupan jalan tersebut membuat omzet usahanya turun hingga 50 persen. Sebab, beberapa warga perumahan di sekitar kawasan tersebut enggan berkendara lebih jauh.

“Sekarang jauh lebih sepi. Pelanggan saya juga banyak yang pindah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Mengembalikan Fungsi Masjid

0

Kita harus memahami bahwa perintah dan larangan Allah adalah petunjuk-Nya yang mengarahkan kita menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu perintah yang sangat penting dari Allah adalah memakmurkan masjid. Di masa Nabi SAW, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat kegiatan komunitas bagi umat Islam. Kita diperintahkan untuk aktif dalam mendukung dan memaksimalkan peran masjid dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berpartisipasi dalam kegiatan masjid, kita dapat memperkuat ikatan dalam komunitas Islam dan memastikan bahwa masjid tetap menjadi tempat yang penuh berkah. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS: At-Taubah: 18)

Masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki banyak fungsi di antaranya sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan agama, dan penguatan iman. Masjid juga adalah tempat yang mencerminkan nilai-nilai fundamental dalam agama Islam, seperti solidaritas, akidah yang kuat, dan komitmen terhadap ibadah kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, umat Islam harus berusaha memaksimalkan peran dan fungsi masjid dengan sebaik-baiknya. Masjid yang dalam Bahasa Arab merupakan isim makan dari fi’ilnya sajada Yasjudu. Artinya tempat sujud. Secara harfiah berarti tempat di mana seseorang melakukan sujud dengan khidmat. Sujud sendiri adalah gerakan di mana seorang hamba meletakkan dahi ke tanah. Dan bagi seorang muslim ini adalah inti dari ibadah dan penghambaan diri kepada Allah SWT.

Bila kita merujuk kepada pengertian tadi, maka masjid tidak layak kita jadikan sebagai sarana menyombongkan diri. Tempat suci itu tidak pantas kita jadikan sebagai tempat mencari nama, apalagi dijadikan tempat kekerasan sampai terjadi perselisihan hingga timbul korban jiwa.

Tentu kita miris dan sangat prihatin terhadap kejadian baru-baru ini di salah satu masjid di negeri kita, di mana ada seorang musafir yang, katanya, ikut menumpang tidur namun dikeroyok oleh lima orang yang ruh insaniyyah-nya mati. Ya, ruh kemanusiaannya mati. Bagaimana tidak, mereka keroyok, sudah tidak berdayapun mereka seret sampai meninggal dunia. Manusia yang ruh insaniyah-nya hidup tidak akan mungkin menyiksa orang seperti itu. Jangankan terhadap muslim atau umat Nabi Muhammad, bahkan terhadap binatang pun, seorang muslim tak akan tega melakukan tindakan biadab seperti itu. Bukankah sudah jelas di dalam Alquran, Allah memberi peringatan dengan keras dalam surat Al-Maidah ayat 32;

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian sungguh, banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”

Kita lihat poin intinya: siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.

Apalagi kejadian ini di masjid, rumah Allah, tempat sakral umat Islam, yang dibunuh orang Islam, sama-sama umat Nabi Muhammad dan tidak melakukan kesalahan seperti pencurian atau kejahatan lainnya. Kita tentu bersyukur para pelaku sudah diamankan pihak kepolisian dan diminta pertanggungjawabannya.

Namun hal ini harus menjadi catatan umat Islam, terutama siapapun di antara kita yang diberikan amanah mengurus masjid, bahwa masjid harus kita kembalikan kepada fungsi asalnya seperti di masa Nabi SAW. Di mana masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki banyak fungsi di antaranya sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan agama, dan penguatan iman.

Pada masa Nabi di Madinah, banyak sahabat Nabi seperti Abdullah bin Abbas, Anas bin malik, Abu Hurairoh Ra tinggal dan belajar di masjid. Mereka tinggal di bangunan yang menempel kepada masjid, atau sering disebut ahlussuffah. Artinya, masjid yang dipakai oleh Nabi SAW tidak hanya dijadikan sebagai tempat sholat saja, namun juga berfungsi sebagai pusat pendidikan yang melahirkan ulama intelektual seperti para shahabat tadi.

Masjid juga harus memberi maslahat atau kebaikan. Masjid adalah tempat di mana umat Islam berkumpul untuk beribadah, belajar, dan berkomunikasi. Masjid juga merupakan pusat kegiatan sosial, intelektual, dan keagamaan bagi umat Islam. Fungsi “Maslahat” dari masjid adalah untuk mempromosikan kesejahteraan sosial dengan menyediakan tempat untuk berkumpul, berdiskusi, dan saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan.

Berkaca pada peristiwa yang memilukan tadi maka sudah seyogyanya masjid-masjid yang berada di pusat kota atau tempat orang lewat menyediakan tempat istirahat untuk para musafir, tidak perlu besar, ukuran 4×5 meter pun sudah cukup. Tidak perlu pakai AC, kipas anginpun sudah cukup. Karena mereka singgah bukan untuk selamanya, bukan mereka tidak ingin punya rumah sendiri, namun kondisi memaksa demikian. Bukankah Rasulullah juga menyuruh kita menjamu tamu, sekedar memberi minum dan tempat tinggal sementara tidak ada salahnya. Bila perlu kasih makan. Bukankah uang yang dikumpulkan oleh masjid juga uang umat? Maka gunakan uang itu sebagian untuk kemaslahatan umat. Tidak hanya kepada pembangunan fisik semata.

Dewasa ini sedang menjadi trend dimana-mana masjid dibangun bermegah-megahan, namun ternyata di dalamnya minim jamaah dan cenderung terabaikan. Banyak masjid yang saldonya puluhan bahkan ratusan juta, namun jamaahnya lapar tidak tersapa.

Jangan sampai kita termasuk orang yang abai akan relaita ini. Mari kita kembalikan peran dan fungsi masjid sebagaimana mestinya. Insha Allah kebaikan-kebaikan akan muncul dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Dari masjid kita dorong sikap ta’awun, yakni saling membantu dengan sesama. Allah berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (QS Al Maidah: 2)

Semoga Allah SWT, memberi pertolongan kepada kita semua, para pemimpin kita diberikan petunjuk, dan negeri kita senantiasa diberkahi oleh Nya. Aamin YRA. (*)

Oleh: Agus Yusup S.Pdi, M.Pd
Pengasuh PP Daarul Hikam Batam dan Ketua 1 PMB Kota Batam

 

Artikel Mengembalikan Fungsi Masjid pertama kali tampil pada News.

Dari 184 Ormas di Bintan, Hanya 62 yang Masih Aktif Laporkan Kegiatan

0
Sejumlah ormas mengikuti kegiatan Badan Kesbangpol Bintan di De Bintan Villa, jalan Lintas Barat. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Dari total sekitar 184 organisasi masyarakat (ormas) yang terdaftar di Kabupaten Bintan, hanya 62 ormas yang dinyatakan masih aktif. Data tersebut diungkap oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bintan dalam evaluasi pembinaan ormas tahun 2025.

Kepala Kesbangpol Bintan, Lukman, menjelaskan bahwa 62 ormas yang dikategorikan aktif secara rutin melaporkan kegiatan serta memperbarui data kepengurusan mereka ke Kesbangpol.

“Ormas memiliki peran strategis dalam menyalurkan aspirasi masyarakat guna mendukung pembangunan di Bintan,” ujar Lukman, Rabu (5/11).

Menurutnya, ormas merupakan wadah masyarakat yang berperan penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa, terutama dalam memperkuat partisipasi publik di tingkat daerah.

Lukman menambahkan, pihaknya terus mendorong ormas yang belum aktif agar segera melakukan pelaporan kegiatan dan memperbarui struktur kepengurusan, khususnya bagi yang masa baktinya telah berakhir.

“Rumah besarnya ormas adalah Kesbangpol. Tapi kalau mereka bergerak di bidang olahraga, seni, atau sosial, tentu bisa dilibatkan juga di OPD terkait,” jelasnya.

Ia berharap seluruh ormas di Bintan dapat lebih berperan aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan daerah, agar fungsi ormas sebagai mitra pemerintah bisa berjalan optimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika, mengapresiasi ormas yang aktif dalam melaporkan kegiatan dan administrasi kepengurusannya.

Ia menilai keaktifan tersebut menunjukkan komitmen ormas dalam mendukung kemajuan Bintan.

“Kami harap pembinaan Kesbangpol bisa menjadi wadah bagi ormas untuk memberikan masukan dan kritik yang membangun demi kemajuan Bintan,” ujar Ronny.

Ronny juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan ormas agar setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan berdampak langsung ke masyarakat.

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Dari 184 Ormas di Bintan, Hanya 62 yang Masih Aktif Laporkan Kegiatan pertama kali tampil pada Kepri.

8 Tips Anti Bingung Memilih Jurusan Kuliah Tanpa Terjebak Tren

0
Akpau, fokus pada pendekatan praktis berbasis industri. f. akpau

batampos-Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa dihadapkan pada pertanyaan yang sama: jurusan apa yang harus diambil? Sebagian memilih karena dorongan orang tua, sebagian lagi ikut arus teman, dan ada pula yang sekadar menebak mana yang “terlihat menjanjikan”.

Padahal, keputusan ini sebaiknya tidak dibuat dalam tekanan atau tergesa-gesa. Memilih jurusan bukan soal gengsi, tetapi tentang memahami arah belajar dan cara berkembang, hal yang juga ditekankan oleh AKPAU (Akademi Pelita Abdi Unggul) dalam pendekatan pendidikannya.

Berikut beberapa cara yang bisa membantu menemukan jurusan kuliah yang sesuai, tanpa perlu terjebak tren sesaat atau pandangan orang lain.

1. Kenali Hal yang Membuat Tertarik Belajar Lebih Dalam
Rasa tertarik yang tulus sering kali menjadi tanda awal minat sejati. Tidak selalu berupa hobi besar, bisa juga hal-hal sederhana yang membuat ingin tahu lebih banyak. Misalnya, seseorang mungkin senang mengamati perilaku orang lain, yang kemudian bisa mengarah pada psikologi, atau gemar membongkar benda elektronik, yang bisa mengarah ke teknik. Perhatikan apa yang secara alami menarik perhatian dan menyalakan rasa ingin tahu. Dari sana, biasanya arah jurusan akan mulai tampak.

BACA JUGA: Hasil Penelitian, Khasiat Bunga Telang Tingkatkan Kesehatan Otak

2. Pahami Cara Belajar yang Paling Efektif
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang lebih cepat memahami teori melalui bacaan panjang, ada yang justru memahami lebih baik lewat praktik langsung. Jurusan yang menuntut riset dan analisis mendalam mungkin cocok bagi pembelajar reflektif, sementara jurusan dengan banyak kegiatan lapangan lebih sesuai bagi yang senang eksplorasi. Mengetahui cara belajar paling efektif akan membantu menyesuaikan dengan metode pengajaran di jurusan tertentu.

3. Telusuri Isi dan Ciri Setiap Jurusan, Bukan Sekadar Namanya
Banyak calon mahasiswa terjebak pada nama jurusan tanpa benar-benar tahu apa yang akan dipelajari di dalamnya. Padahal, dua jurusan dengan nama mirip bisa memiliki fokus yang berbeda jauh.

Luangkan waktu membaca kurikulum, daftar mata kuliah, atau menonton sesi perkenalan fakultas yang sering tersedia secara daring. Informasi semacam itu membantu memahami arah keilmuan, kompetensi, dan peluang pengembangan setelah lulus.

4. Pertimbangkan Kombinasi Antara Minat dan Kebutuhan Pasar
Realitas dunia kerja memang penting untuk diperhitungkan, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan. Jurusan yang dianggap kurang populer pun bisa membuka jalan karier yang luas bila dijalani dengan konsisten dan disertai keterampilan tambahan. Sebaliknya, jurusan yang sedang naik daun tidak selalu menjamin kenyamanan belajar. Keseimbangan antara apa yang menarik secara pribadi dan apa yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi kunci agar pilihan terasa realistis sekaligus memuaskan.

5. Bicarakan Dengan Orang yang Sudah Menjalani Jalur Tersebut
Mendengar pengalaman langsung sering kali lebih membantu dibanding sekadar membaca brosur atau artikel kampus. Alumni, dosen, atau mahasiswa tingkat akhir dapat memberikan gambaran nyata mengenai tantangan, ritme belajar, serta peluang di dunia kerja.

Dari cerita mereka, bisa terlihat sisi lain jurusan yang tidak tercantum di deskripsi resmi. Perspektif semacam ini membantu memperjelas apakah bidang tersebut benar-benar sesuai dengan ekspektasi.

6. Coba Tes Minat dan Bakat Sebagai Alat Bantu, Bukan Penentu
Tes minat dan bakat bisa menjadi panduan awal yang berguna, namun hasilnya sebaiknya tidak dianggap mutlak. Angka atau kategori pada tes hanyalah cerminan dari kecenderungan saat ini, yang masih bisa berkembang seiring waktu. Tes tersebut bermanfaat untuk membuka kemungkinan baru dan mempersempit pilihan, bukan untuk mengunci keputusan. Gunakan hasilnya sebagai bahan refleksi, bukan sebagai garis akhir.

7. Jangan Takut Mengubah Arah Bila Diperlukan
Banyak orang menemukan jalur yang lebih tepat setelah memulai kuliah. Mengubah jurusan bukan tanda kegagalan, tetapi bagian dari proses memahami diri. Dunia pendidikan dan dunia kerja kini semakin fleksibel; lintas disiplin sudah menjadi hal biasa. Selama memiliki dasar pengetahuan dan kemauan belajar, arah karier masih bisa dibentuk di kemudian hari. Yang terpenting adalah kesiapan untuk tumbuh dan beradaptasi.

8. Fokus Pada Keterampilan yang Bisa Bertahan Lama
Bidang kerja bisa berubah dengan cepat, tetapi keterampilan dasar seperti berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah akan selalu dibutuhkan. Pilih jurusan yang tidak hanya menawarkan gelar, tetapi juga melatih kemampuan semacam itu. Dengan fondasi yang kuat, seseorang lebih siap menghadapi berbagai perubahan dan peluang yang datang setelah lulus.

Setelah memahami berbagai pertimbangan dalam memilih jurusan, penting juga mengenal lembaga pendidikan yang mampu mendukung proses belajar secara menyeluruh. Salah satunya adalah Akademi Pelita Abdi Unggul.

Akademi Pelita Abdi Unggul, Menyiapkan Generasi Siap Bersaing
Akademi Pelita Abdi Unggul hadir dengan kurikulum inovatif, pengajar berpengalaman, dan lingkungan akademik yang inspiratif. AKPAU tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang siap bersaing di dunia profesional.

● Dosen Profesional
Belajar langsung dari para ahli yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di bidangnya.

● Kurikulum Berbasis Industri
Materi pembelajaran selalu diperbarui sesuai kebutuhan dunia kerja, memastikan lulusan AKPAU siap menghadapi tantangan industri.

● Fasilitas Modern
Ruang kelas interaktif, laboratorium canggih, serta akses ke teknologi terbaru mendukung proses belajar yang efektif dan menyenangkan.

Cara Mudah Daftar di Kampus AKPAU:
1. Pendaftaran – Daftar online, datang langsung ke kampus, atau melalui mitra sekolah dengan mengisi formulir dan menyerahkan dokumen.

2. Seleksi & Verifikasi – Mengikuti proses verifikasi dan seleksi sesuai program studi, baik melalui ujian maupun jalur prestasi.

3. Pengumuman & Registrasi – Setelah dinyatakan lulus, lakukan registrasi ulang dan pembayaran untuk menjadi mahasiswa resmi AKPAU .
Memilih jurusan kuliah memang tidak selalu mudah, tetapi bukan pula teka-teki tanpa jawaban. Dengan mengenali diri, mencari informasi yang tepat, dan bersikap terbuka terhadap proses belajar, keputusan akan terasa lebih mantap. Setiap pilihan membawa peluang untuk berkembang, selama dijalani dengan rasa ingin tahu dan komitmen untuk terus belajar. (*)

Artikel 8 Tips Anti Bingung Memilih Jurusan Kuliah Tanpa Terjebak Tren pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kecamatan Toapaya Sabet Juara Umum Jambore PKK Bintan 2025

0
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani menyerahkan piala kepada perwakilan Kecamatan Toapaya yang keluar sebagai juara umum pada Jambore TP PKK Kabupaten Bintan 2025, Rabu (5/11). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Kemeriahan Jambore TP PKK Kabupaten Bintan 2025 berlangsung selama dua hari, 4 hingga 5 November 2025, di Ballroom Hotel Agro Beach Resort, Bintan.

Dengan tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Bintan Juara”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas kader PKK dari seluruh kecamatan, kelurahan, dan desa se-Kabupaten Bintan.

Beragam lomba digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari yel-yel, cerdas cermat, memasak menu B2SH, senam PHBS, hingga galeri pelangi.

Setiap kecamatan menampilkan kreativitas dan kekompakan timnya, menjadikan suasana jambore berlangsung semarak dan penuh antusiasme.

Dalam lomba yel-yel, Kecamatan Toapaya keluar sebagai Juara 1, disusul Bintan Timur di posisi kedua dan Bintan Pesisir di urutan ketiga.

Untuk lomba cerdas cermat, Bintan Pesisir menjadi Juara 1, diikuti Toapaya dan Teluk Sebong.

Pada kategori lomba memasak menu B2SH, Seri Kuala Lobam meraih Juara 1, sedangkan Bintan Timur dan Teluk Sebong masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Kecamatan Toapaya kembali menunjukkan prestasinya dengan menyabet Juara 1 lomba senam PHBS dan galeri pelangi.

Berkat dominasi di berbagai kategori, Toapaya akhirnya dinobatkan sebagai Juara Umum Jambore PKK Kabupaten Bintan Tahun 2025.

Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta atas semangat dan kekompakan yang ditunjukkan.

“Mari kita lanjutkan semangat Jambore ini di lingkungan masing-masing. Bergerak serentak, berdampak nyata, menuju Bintan Juara,” ujar Hafizha saat menutup kegiatan.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang, khususnya Kecamatan Toapaya yang meraih juara umum, serta berharap semangat tersebut terus berlanjut dalam kegiatan PKK di masyarakat.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh kader PKK di Kabupaten Bintan,” tutupnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kecamatan Toapaya Sabet Juara Umum Jambore PKK Bintan 2025 pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Ansar Lantik Luki Zaiman Prawira Jadi Penjabat Sekda Kepri, Hanya Jabat 3 Bulan

0
Luki Zaiman saat dilantik sebagai Penjabat Sekda Kepri, Rabu (5/11) di Gedung Daerah Tanjungpinnag. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, resmi melantik Luki Zaiman Prawira sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Rabu (5/11). Pelantikan ini digelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Pengangkatan Luki Zaiman Prawira sebagai Pj Sekda Kepri didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1170 Tahun 2025, yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Gubernur Ansar menegaskan, jabatan yang diemban Luki bersifat sementara.

“Penjabat hanya boleh menjabat Sekda selama tiga bulan saja, sambil menunggu adanya Sekda definitif,” ujar Ansar di sela pelantikan.

Disinggung mengenai mekanisme penentuan Sekda definitif, Ansar belum memastikan apakah akan dilakukan melalui seleksi terbuka atau menggunakan manajemen talenta.

Ia menyebut, hal tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Pj Sekda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri.

“Nanti akan dibahas bersama oleh Pj Sekda dengan Badan Kepegawaian Kepri,” kata Ansar.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad mengucapkan selamat kepada Luki Zaiman Prawira atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Pj Sekda Kepri.

Ia menekankan pentingnya peran Sekda sebagai penggerak utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan menjaga koordinasi antarperangkat daerah.

“Jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen. Penjabat Sekda adalah tombak pemerintahan di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Ansar berharap agar pejabat yang baru dilantik dapat bekerja dengan optimal dan menjaga sinergi bersama seluruh perangkat daerah.

“Semoga saudara yang telah dilantik dapat bertugas dengan sebaik-baiknya dan amanah,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Gubernur Ansar Lantik Luki Zaiman Prawira Jadi Penjabat Sekda Kepri, Hanya Jabat 3 Bulan pertama kali tampil pada Kepri.

Rute Roro Batam – Johor Ditunda, Pemerintah Masih Kaji Aspek Keamanan dan Teknis

0
Kapal Roro Bahtera Nusantara 01 saat sandar di Kuala Maras, Jemaja. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menegaskan Roro Rute Batam-Johor masih dikaji, terlebih di sektor pengawasan karena rawan aksi penyelundupan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Harapan masyarakat Batam untuk segera menikmati layanan kapal Roro lintas internasional Batam – Johor tampaknya harus tertunda. Pemerintah memastikan rute tersebut belum bisa beroperasi tahun ini karena masih dalam proses kajian teknis dan pengawasan lintas instansi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, rencana pengoperasian kapal Roro yang akan menghubungkan Batam (Indonesia) dan Johor (Malaysia) masih berada pada tahap pembahasan di internal Kementerian Perhubungan.

“Masih dalam pengkajian di internal dulu. Dalam waktu dekat akan kembali dikaji, kita minta Dirjen Laut dan Darat untuk mematangkan trayek ini,” kata Menteri Dudy, Rabu (5/11).

Kajian tersebut juga melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai operator kapal Roro. Pemerintah, kata Dudy, tidak ingin terburu-buru membuka rute internasional sebelum seluruh aspek teknis dan regulasi benar-benar siap.

Dudy menegaskan bahwa pembukaan rute Roro Batam–Johor memerlukan pertimbangan serius, terutama dari sisi keamanan dan hukum.

“Batam kan dekat dengan negara tetangga. Tentu potensi penyelundupan besar kalau Roro ini beroperasi. Kita perlu pertimbangan matang agar tidak kecolongan dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah meminta sinergi antara Bea Cukai, Kepolisian, Imigrasi, dan pihak pelabuhan agar sistem pengawasan di lapangan nanti benar-benar kuat.

“Kalau sudah jalan, harus ada sistem pengawasan yang kuat. Jadi tidak cukup hanya izin berlayar, tapi juga kesiapan lintas instansi,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam telah menyampaikan rencana pembukaan rute penyeberangan internasional Batam–Johor Bahru melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam.

ASDP menargetkan rute tersebut beroperasi pada semester kedua tahun 2025, guna memperkuat konektivitas ekonomi, arus logistik, dan wisata antara Batam dan Johor. Namun, dengan adanya pengkajian ulang dari Kemenhub, target tersebut kemungkinan akan mundur.

Kemenhub kini tengah meninjau ulang kesiapan pelabuhan, armada, serta sistem administrasi lintas batas. Sebab, pelayaran internasional membutuhkan standar layanan dan keamanan berbeda dari pelayaran domestik.

Selain kesiapan pelabuhan, aspek keselamatan kapal dan kelayakan armada juga menjadi perhatian utama. Pasalnya, kapal Roro akan mengangkut penumpang beserta kendaraan yang mereka bawa ke negara tujuan.

Menteri Dudy menegaskan, keterlambatan pengoperasian kapal Roro Batam–Johor bukan bentuk penundaan tanpa alasan, melainkan langkah kehati-hatian pemerintah agar rute internasional ini dapat berjalan aman, tertib, dan menguntungkan kedua negara.

“Kita ingin memastikan semua prosedur dan regulasi terpenuhi dulu sebelum beroperasi,” tutup Dudy. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Rute Roro Batam – Johor Ditunda, Pemerintah Masih Kaji Aspek Keamanan dan Teknis pertama kali tampil pada Kepri.