Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 733

Roro Batam–Johor Masih Dikaji, Menhub Ingatkan Potensi Disalahgunakan untuk Penyelundupan

0
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

batampos– Rencana pengoperasian kapal Roro yang menghubungkan Batam, Indonesia dengan Johor, Malaysia, dipastikan belum bisa terwujud tahun ini.

Pemerintah masih memerlukan waktu untuk melakukan kajian mendalam terhadap rute pelayaran internasional tersebut.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa saat ini rencana trayek Roro Batam–Johor masih berada dalam tahap pembahasan internal di Kementerian Perhubungan. Kajian itu juga melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi operator kapal Roro, yaitu PT ASDP Indonesia Ferry.

“Masih dalam pengkajian di internal dulu. Dalam waktu dekat akan kembali dikaji, kita minta Dirjen Laut dan Darat untuk mematangkan trayek ini,” kata Menteri Dudy Purwagandhi, Rabu (5/11).

BACA JUGA: BP Batam Gelar Management Exposé, Sampaikan Hasil Feasibility Study Jalur RORO Batam–Johor

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka rute pelayaran internasional ini sebelum seluruh aspek teknis dan pengawasan benar-benar siap.

Menurutnya, faktor keamanan dan potensi pelanggaran hukum menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

“Batam kan dekat dengan negara tetangga. Tentu potensi penyelundupan besar kalau Roro ini beroperasi. Kita perlu pertimbangan yang matang agar tidak kecolongan dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujar Dudy.

Menteri Dudy juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi sebelum rute Roro Batam–Johor diresmikan.

Ia meminta agar pengawasan di lapangan nantinya dilakukan secara ketat oleh Bea Cukai, Kepolisian, Imigrasi dan pihak pelabuhan.

“Kalau sudah jalan, harus ada sistem pengawasan yang kuat. Jadi tidak cukup hanya izin berlayar, tapi juga kesiapan lintas instansi,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam telah menyampaikan rencana pembukaan rute penyeberangan internasional Batam–Johor Bahru.

Rute tersebut rencananya akan melayani pelayaran melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batu Ampar, Batam.

ASDP bahkan menargetkan layanan Roro lintas negara itu dapat mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2025.

Pihak perusahaan mengklaim rute ini akan memperkuat konektivitas ekonomi antara Batam dan Johor serta memperlancar arus logistik dan wisata.

Namun, dengan adanya pengkajian ulang dari Kementerian Perhubungan, target tersebut berpotensi mundur.

Pemerintah ingin memastikan semua prosedur dan regulasi terpenuhi sebelum rute internasional ini benar-benar dibuka.

Salah satu poin yang dikaji adalah kesiapan pelabuhan dan sistem administrasi lintas batas.

Sebab, pelayaran internasional membutuhkan standar layanan berbeda dibandingkan pelayaran domestik. Apalagi pelayaran kapal Roro ini, penumpang bisa membawa kendaraannya menuju negara tetangga.

Selain itu, pemerintah juga akan memeriksa kelayakan armada yang akan digunakan, mulai dari aspek keselamatan pelayaran hingga kepatuhan terhadap aturan internasional.

Dengan demikian, harapan masyarakat Batam dan pelaku usaha untuk segera menikmati layanan Roro menuju Johor harus sedikit bersabar.

Pemerintah menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan bentuk penundaan tanpa alasan, melainkan langkah kehati-hatian agar rute tersebut nantinya berjalan aman, tertib, dan menguntungkan kedua negara. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Roro Batam–Johor Masih Dikaji, Menhub Ingatkan Potensi Disalahgunakan untuk Penyelundupan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wagubkepri Nyanyang Tegaskan Dukungan Pemprov Kepri Meningkatkan Produksi Pertanian dan Perikanan

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura beraudiensi dengan Pengurus KTNA Kepulauan Riau di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (5/11/2025). (DISKOMINFO KEPRI)

batampos-Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan.

Penegasan disampaikan saat menerima audiensi Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di ruang kerjanya, Gedung Graha Kepri Lantai 6, Batam, Rabu (5/11/20205) yang turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Said Sudrajat.

Di kesempatan ini, Wagub Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk membantu mencari solusi sejumlah kendala yang dihadapi KTNA.

Seperti keterbatasan alat pertanian (traktor) di Kabupaten Karimun, Lingga, dan Anambas, serta tumpang tindih lahan pertanian dengan kawasan hutan lindung dan lahan perusahaan. Juga minimnya akses pupuk subsidi menjadi beban tersendiri bagi petani jagung di beberapa daerah seperti Rempang.

BACA JUGA: AC RSUD RAT Tanjungpinang Rusak, Wagub Kepri: Segera Kami Perbaiki!

“Kita akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan pertanian, terutama komoditas seperti cabai merah, cabai hijau, timun, buncis, kacang panjang, kubis, dan sawi putih yang berperan besar menekan inflasi di daerah,” ujar Wagub.

Wagub juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah pupuk.

“Masalah pupuk akan kita koordinasikan bersama Dinas Pertanian agar petani tidak kesulitan mendapatkan pasokan yang terjangkau,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat menyampaikan bahwa pemerintah provinsi juga tengah mengembangkan budidaya lobster sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi kelautan.

“Pengembangan budidaya lobster saat ini masih tahap modeling. Kami akan mendukung dari sisi penataan ruang dan kebijakan agar aktivitas ini bisa berkembang berkelanjutan,” jelas Said.

Ia juga menyoroti peluang pasar internasional, khususnya dengan kebijakan baru dari Tiongkok yang hanya mengenakan bea impor 3 persen untuk bahan mentah dan 35 persen untuk bahan setengah jadi — peluang besar bagi Kepri untuk memperluas ekspor hasil laut olahan.

Kolaborasi antara Pemprov Kepri dan KTNA

Adapun audiensi antara Wagub Nyanyang dan Pengurus KTNA Kepri ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan KTNA dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh wilayah Kepri.

Perwakilan KTNA menyampaikan sejumlah hal penting, di antaranya rencana partisipasi KTNA Kepri dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan 2025 di Gorontalo yang akan digelar selama tujuh hingga sepuluh hari pada bulan Juni mendatang.

Selain itu, KTNA menegaskan peran strategisnya sebagai organisasi yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Dalam bidang ketahanan pangan, KTNA menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk MoU bersama Polda Kepri terkait program Masyarakat Bebas Gizi Buruk (MBG). Program tersebut secara rutin mendistribusikan ikan lele hingga satu ton per minggu dan jagung sebanyak 50 ton per bulan. (*/adv)

Artikel Wagubkepri Nyanyang Tegaskan Dukungan Pemprov Kepri Meningkatkan Produksi Pertanian dan Perikanan pertama kali tampil pada Kepri.

Essity Perkuat Komitmen Perawatan Luka Melalui Kampanye “Beda Luka, Beda Plester” dan Peluncuran Leukoplast® Red First Aid

0

batampos– Essity Indonesia, perusahaan global di bidang kesehatan dan kebersihan dengan misi Breaking Barriers to Well-being, memperkenalkan kampanye edukatif “Beda Luka, Beda Plester”, bertujuan mengajak masyarakat Indonesia memahami bahwa setiap luka memiliki karakter dan kebutuhan plester yang berbeda.

Sebagai bagian dari kampanye ini, Essity juga secara resmi meluncurkan Leukoplast® Red First Aid, plester luka inovatif berstandar medis (medical-grade) untuk kebutuhan perawatan luka ringan.

“Melalui kampanye Beda Luka Beda Plester, kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya perawatan luka yang benar dan aman sesuai standar medis, namun bisa dilakukan sendiri di rumah. Untuk mendukung kampanye ini, kami hadirkan Leukoplast® Red First Aid dengan inovasi yang khusus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sebagai solusi perawatan luka ringan yang memberikan perlindungan komprehensif dan terpercaya bagi setiap keluarga,” kata Joice Simanjuntak, Head of Marketing Essity for Central & East Asia.

BACA JUGA: Ini Bahaya Meregangkan Leher hingga Berbunyi Menurut Medis

Perawatan luka sering terabaikan oleh masyarakat. Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perawatan luka masih tergolong sedang hingga rendah. Padahal pengetahuan dasar terkait luka dan perawatannya dapat mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga menyatakan bahwa perawatan luka merupakan isu kesehatan masyarakat global, dan menekankan pentingnya pendekatan inter-profesional yang berpusat pada pasien (patient-centered care).

Menurut dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI), edukasi publik tentang perawatan luka merupakan hal yang sangat penting karena masih banyak kesalahpahaman di masyarakat. “Banyak orang masih menggunakan plester yang tidak sesuai dengan jenis luka, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama dan risiko infeksi meningkat. Selain itu, masih ada anggapan bahwa luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar cepat kering. Padahal, secara medis, luka yang ditutup dengan plester yang tepat justru sembuh lebih cepat dan lebih bersih,” jelas dr. Heri.

Ia menambahkan, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang perawatan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat pendidikan, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang terpercaya, serta minimnya kampanye publik mengenai cara perawatan luka yang benar.

“Karena itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif Essity yang konsisten meningkatkan literasi dan kualitas perawatan luka di Indonesia. Upaya edukatif seperti ini sejalan dengan komitmen PABI dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit dan luka, melalui kolaborasi yang sudah terjalin selama ini,” tutur dr. Heri.

Dr. Heri lebih lanjut menjelaskan bahwa luka dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya kerusakan atau tidaknya permukaan kulit (terbuka vs. tertutup), lamanya penyembuhan (akut vs. kronis), penyebabnya (seperti trauma, pembedahan, atau luka bakar), tingkat kontaminasi, serta kedalaman cedera. Setiap jenis luka ini memerlukan perawatan yang berbeda. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan guna mencegah infeksi luka.

“Untuk mencegah infeksi luka, penting mempertahankan lingkungan yang bersih dan higienis: bersihkan luka dan area di sekitarnya dengan air matang (air yang sudah dimasak dan didinginkan) dan gunakan plester yang tepat untuk melindungi luka agar kuman tidak masuk. Penting pula mempertahankan kelembaban agar pembentukan kulit baru tidak terganggu. Plester luka dengan medical-grade dapat membantu perawatan luka ringan dengan aman dan efektif. Untuk itulah memahami perawatan luka dasar dan akses kepada plester medical-grade menjadi penting untuk mencegah infeksi lanjutan yang dapat berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang,” tambahnya.

Sebagai solusi penanganan pertama luka ringan, selaras dengan semangat kampanye Beda Luka, Beda Plester, Leukoplast® hadir dalam 3 varian yang dirancang untuk membantu perawatan luka ringan di berbagai lokasi luka, dengan kebutuhan berbeda, dimana setiap kemasan dilengkapi dengan informasi terkait jenis luka dan jenis plester yang sesuai:

● Leukoplast® Elastic – fleksibel, menempel kuat, dan sempurna di area tubuh yang sering bergerak seperti jari, buku tangan, siku, dan lutut.

● Leukoplast® Aqua Pro
– menjaga luka tetap terlindungi dari air, sambil memungkinkan kulit di sekitar luka tetap “bernapas”.

● Leukoplast® Barrier – memberikan perlindungan ekstra dari mikroba, dan kontaminan luar, cocok untuk aktivitas outdoor yang rentan terpapar kotoran atau kontaminan.

Perluas Akses Edukasi, Perkuat Kolaborasi
Kampanye Beda Luka, Beda Plester diimplementasikan Essity dengan kolaborasi bersama tiga jaringan retail besar Guardian, Watsons, dan Apotek K-24 untuk membuka akses lebih luas terhadap edukasi dan produk perawatan luka modern bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Kampanye ini akan menjangkau 250 titik di tahun ini. Di setiap titik edukasi, pengunjung dapat belajar tahapan merawat luka mulai dari membersihkan luka, memilih plester yang tepat, dan melakukan perawatan lanjutan yang aman. Edukasi didukung dengan video singkat, materi visual, dan QR code untuk akses informasi digital.

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Essity dalam edukasi perawatan luka di Indonesia. Di Guardian, konsumen tak hanya membeli produk, namun mendapatkan informasi tentang jenis luka dan cara perawatan yang tepat. Untuk memudahkan konsumen, kami telah menata display khusus di segmen perawatan luka, sehingga produk-produk yang lengkap dan berkualitas dapat ditemukan dengan mudah. Inisiatif ini selaras dengan misi kami untuk menjadi mitra terpercaya dalam kesehatan dan kecantikan, dengan menyediakan produk berkualitas serta meningkatkan akses layanan kesehatan,” ujar Merry Delvia, Senior Category Manager, Guardian Indonesia.

Sementara itu, Gesit Kuntadi, Commercial Director of K-24 Group menambahkan “Melalui kampanye Beda Luka Beda Plester, kami berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat akan perawatan luka. Bekerja sama dengan Essity dan asosiasi perawatan luka, para apoteker kami mendapatkan pelatihan dan tersertifikasi CWCCA (Certified Wound Care Clinician Associate) yang nantinya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu di apotik kami juga tersedia Woundcare Corner atau Pojok Perawatan Luka sebagai sarana edukasi yang interaktif.

Yullis Hewis, Health Trading Controller, Watsons Indonesia menyampaikan,“Kami berkolaborasi dengan Essity dalam program tanggung jawab sosial untuk perawatan luka pasien. Upaya ini dilakukan untuk memberikan akses plester medical-grade melalui Yayasan Jaga Ginjal Indonesia agar dapat melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah.

Lebih lanjut, Essity juga membangun sinergi dengan organisasi medis profesional seperti PABI, Asosiasi Perawat Luka di Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk menyelenggarakan pelatihan perawatan luka dasar yang disertai Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi lebih dari 2.000 apoteker dan asisten apoteker di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas apoteker dan asisten apoteker sebagai ujung tombak edukasi kesehatan, sehingga mereka dapat memberikan edukasi langsung dan terpercaya kepada masyarakat tentang praktik perawatan luka yang tepat.

“Dengan menggabungkan kolaborasi dan edukasi, tentunya akan membawa dampak lebih besar. Harapannya, dengan memahami cara perawatan luka yang benar, masyarakat dapat mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan, dan melindungi kesehatan diri serta keluarga. Kami menghadirkan solusi berbasis sains yang relevan, inovatif, mudah diakses, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Indonesia melalui Leukoplast® First Aid. Perawatan luka harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penggunanya, baik untuk ibu, anak, pekerja aktif, maupun lansia,” tutup Joice.

Berbekal pengalaman kesehatan profesional selama lebih dari 120 tahun, Leukoplast® telah menjadi kepercayaan para tenaga medis di seluruh dunia akan kualitas dan keandalannya dalam perawatan luka. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.leukoplast.co.id atau hubungi [email protected]. (*)

Artikel Essity Perkuat Komitmen Perawatan Luka Melalui Kampanye “Beda Luka, Beda Plester” dan Peluncuran Leukoplast® Red First Aid pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Keluhkan Jalan Sambau Gelap, Keselamatan Pengendara Terancam

0
Kondisi jalan Sambau yang gelap. f. yashinta

batampos– Ruas Jalan di hampir keseluruhan Kelurahan Sambau di Kecamatan Nongsa tampak gelap setiap malam. Tak satu pun penerangan jalan umum (PJU) berdiri di sepanjang jalan yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun empat itu. Hanya sinar lampu kendaraan yang sesekali menembus gelapnya malam di kawasan tersebut.

Dari pantauan Batam Pos, Selasa (5/11) malam, jalan selebar dua lajur itu membentang di tengah lahan kosong dan semak belukar. Cahaya hanya berasal dari lampu motor yang melintas, sementara sisi kiri dan kanan jalan nyaris tak terlihat. Kondisi ini membuat pengendara harus waspada, terutama saat hujan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Gelap terus, belum ada lampu jalan satu pun. Padahal ini jalan ramai, banyak yang melintas tiap malam,” ujar Ulan, warga Sambau, Rabu (5/11).

BACA JUGA: Jalan Laksamana Bintan Dilebarkan, Warga Senang tapi Minta Lampu Jalan Juga Diperbaiki

Ia menuturkan, banyak pengendara yang nyaris celaka akibat jalan tak terlihat dengan jelas saat malam hari. Genangan air di musim hujan juga sering membuat jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Kalau hujan, makin parah. Gelap, jalan basah, kadang lubang tak kelihatan. Sudah sering dengar orang jatuh di sini. Ada juga yang tabrakan,” kata Ulan.

Ia mengaku kecewa karena hingga kini pemerintah belum menunjukkan perhatian. Padahal, kata dia, masyarakat setiap bulan membayar biaya PJU dalam tagihan listrik.

“Kami bayar iuran PJU juga, tapi tidak ada manfaatnya. Pemerintah seperti cuek saja,” ucapnya kesal.

Hal senada disampaikan Tika, warga lainnya. Ia mengaku kerap merasa takut saat melintas malam hari, terutama jika harus pulang sendirian.

“Kalau lewat malam, apalagi perempuan, rasanya ngeri. Gelap sekali, tak ada penerangan sama sekali. Apalagi kalau sudah lewat jam 10 malam,” ujar Tika.

Ia menambahkan, kondisi gelap tak hanya membahayakan pengguna jalan, tapi juga berpotensi menjadi lokasi rawan kejahatan. “Kalau ada orang berniat jahat, gampang sekali sembunyi di kegelapan. Bahaya untuk kami,” ucapnya.

Tika berharap Pemko Batam segera menindaklanjuti keluhan warga dan memasang PJU di sepanjang Jalan Sambau. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas.

“Jangan tunggu ada korban baru bertindak. Jalan ini penting sekali buat warga Nongsa,” tegasnya.

Hingga kini, Jalan Sambau masih dibiarkan gelap. Kendaraan yang melintas tetap bergantung pada sorot lampu mereka sendiri untuk menembus malam yang pekat. Warga berharap, kegelapan ini tak lagi menjadi pemandangan tetap di jalan utama Nongsa. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Warga Keluhkan Jalan Sambau Gelap, Keselamatan Pengendara Terancam pertama kali tampil pada Metropolis.

SPPG Sei Lekop Ganti Beras Harumas Setelah Temuan Ulat dan Kutu

0
Kendaraan operasional dari SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur untuk mengantar makan bergizi gratis ke delapan sekolah, Rabu (5/11). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, akan mengganti stok beras merek Harumas setelah ditemukan beras berulat dan berkutu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mitra pelaksana program MBG SPPG Sei Lekop, Agus Afriyanto, mengatakan keputusan itu diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Stok beras Harumas diperkirakan akan habis pada Kamis. Setelah itu, kami ganti dengan merek lain sesuai rekomendasi kepala kelompok MBG,” ujar Agus yang akrab disapa Awi, Rabu (5/11).

Agus menjelaskan, selain beras berulat, pihaknya juga menemukan adanya kutu dan perubahan tekstur pada beras merek Harumas tersebut.

“Warnanya berubah jadi kuning butek. Setelah itu kami langsung minta penggantian,” katanya.

Usai laporan disampaikan, pihak distributor segera menindaklanjuti dengan mengganti seluruh stok beras yang rusak.

“Setelah diganti, beras yang datang sudah dalam kondisi baik,” tambahnya.

Agus menuturkan, distributor beras Harumas juga telah mendatangi lokasi SPPG Sei Lekop untuk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Mereka datang langsung dan mengakui kesalahannya. Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting karena menyasar 2.778 siswa di delapan sekolah di Kecamatan Bintan Timur.

“Kami tidak ingin ada masalah kualitas bahan pangan, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel SPPG Sei Lekop Ganti Beras Harumas Setelah Temuan Ulat dan Kutu pertama kali tampil pada Kepri.

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas

0
Walikota Batam Amaakar Achmad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Penggerak PKK Kota Batam Erlita Amsakar meninjau stan UMKM pada acara gebyar UMKM di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong agar pelaku UMKM di Batam dapat naik kelas melalui intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Gebyar UMKM Kota Batam yang berlangsung di Alun-Alun Engku Putri, Rabu (5/11).

Amsakar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sebagai wadah penting bagi pengembangan UMKM. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Spirit kami bagaimana agar UMKM Batam naik kelas. Untuk itu harus ada intervensi kebijakan, di antaranya dengan memberikan bantuan modal sampai Rp20 juta tanpa suku bunga,” kata dia.

Namun, dia menilai kebijakan bantuan modal tersebut belum berjalan efektif. “Program ini rasanya tak tepat sasaran kalau tak efektif dan berjalan sesuai rencana. Coba kita cari formula lain supaya benar-benar bisa membuat UMKM naik kelas,” tambahnya.

Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga mencakup tata kelola usaha, kemasan produk yang belum menarik, serta keterbatasan akses pemasaran.

“Kalau kita berbincang tentang kendala UMKM, itu soal tata kelola, akses permodalan yang terbatas, persoalan kemasan produk yang masih seperti yang dulu-dulu, dan masalah pemasaran. Ini yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

Dari sekitar 8.000 UMKM yang terdata di Batam, baru sekitar 20 persen yang tersentuh program pemerintah. Karena itu, Pemko Batam berupaya memperluas jangkauan dan mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan kegiatan Gebyar UMKM merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan pelaku usaha kecil sekaligus wadah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap muncul kolaborasi antar lini sehingga UMKM siap bersaing di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (8/11) tersebut diikuti sekitar seratus UMKM dari berbagai sektor. Selain bazar dan pameran produk, acara juga akan diakhiri dengan pemberian UMKM Award bagi pelaku usaha berprestasi di Batam.

“Penghargaan ini diberikan untuk tiga kategori, yaitu UMKM tangguh, inovatif, dan top digital. Penilaiannya dilakukan secara objektif oleh tim pendamping Pemko Batam,” kata Salim.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing. “Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh UMKM agar terus tumbuh dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi Batam,” tambah dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Gebyar UMKM Batam 2025, Amsakar Minta Formula Baru Agar Usaha Kecil Naik Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam

0
Jalan menuju kawasan Genta I, Batuaji yang masih ditutup. f. yofi

batampos– Akses jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan Genta I, Batuaji masih diblokir hingga Rabu (5/9). Warga meminta penutup jalan segera dibuka sehingga perekonomian di kawasan tersebut kembali normal lagi.

Ilham, salah seorang pedagang mengatakan permasalahan ini sudah langsung disampaikan ke Walikota Batam, Amsakar Achmad. Dalam pertemuan, Walikota berjanji akan meninjau langsung lokasi.

“Kami minta segera dibuka saja. Karena dari dulu pengendara banyak masuk dari jalan itu,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan warga, Walikota mengaku akan mengkaji kembali site plan jalan tersebut bersama instansi terkait. Jika dibuka kembali, warga diminta berkomitmen dalam menjaga kebersihan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

“Kami UMKM juga sudah dari dulu menjaga kebersihan kawasan ini. Karena ini mata pencarian utama kami,” katanya.

Sebelumnya, puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Genta I, Batuaji serentak menutup usahanya, Selasa (4/11). Penutupan usaha ini merupakan aksi protes pedagang terkait adanya penutupan jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan tersebut.

Risma, pengusaha londry di Genta I mengatakan penutupan usaha ini dilakukan setelah para pedagang sepakat untuk unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.

“Jalannya ditutup sudah hampir 6 bulan, karena ada pengerjaan lahan di pintu masuk. Jadi pedagang disini merugi dan unjuk rasa ke Kantor Walikota,” ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan sebelum akses jalan ditutup, kawasan ini banyak dilalui pengendara. Sehingga, usaha warga setempat tersebut ramai pengunjung atah pembelinya.

“Sekarang kalau masuk dari jalan besar, harus mutar jauh. Jadi banyak yang malas lewat sini,” katanya.

Risma juga mengaku penutupan jalan tersebut membuat omzet usahanya turun hingga 50 persen. Sebab, beberapa warga perumahan di sekitar kawasan tersebut enggan berkendara lebih jauh.

“Sekarang jauh lebih sepi. Pelanggan saya juga banyak yang pindah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Mengembalikan Fungsi Masjid

0

Kita harus memahami bahwa perintah dan larangan Allah adalah petunjuk-Nya yang mengarahkan kita menuju kehidupan yang lebih baik. Salah satu perintah yang sangat penting dari Allah adalah memakmurkan masjid. Di masa Nabi SAW, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat kegiatan komunitas bagi umat Islam. Kita diperintahkan untuk aktif dalam mendukung dan memaksimalkan peran masjid dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berpartisipasi dalam kegiatan masjid, kita dapat memperkuat ikatan dalam komunitas Islam dan memastikan bahwa masjid tetap menjadi tempat yang penuh berkah. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

Artinya: “Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS: At-Taubah: 18)

Masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki banyak fungsi di antaranya sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan agama, dan penguatan iman. Masjid juga adalah tempat yang mencerminkan nilai-nilai fundamental dalam agama Islam, seperti solidaritas, akidah yang kuat, dan komitmen terhadap ibadah kepada Allah SWT.

Oleh sebab itu, umat Islam harus berusaha memaksimalkan peran dan fungsi masjid dengan sebaik-baiknya. Masjid yang dalam Bahasa Arab merupakan isim makan dari fi’ilnya sajada Yasjudu. Artinya tempat sujud. Secara harfiah berarti tempat di mana seseorang melakukan sujud dengan khidmat. Sujud sendiri adalah gerakan di mana seorang hamba meletakkan dahi ke tanah. Dan bagi seorang muslim ini adalah inti dari ibadah dan penghambaan diri kepada Allah SWT.

Bila kita merujuk kepada pengertian tadi, maka masjid tidak layak kita jadikan sebagai sarana menyombongkan diri. Tempat suci itu tidak pantas kita jadikan sebagai tempat mencari nama, apalagi dijadikan tempat kekerasan sampai terjadi perselisihan hingga timbul korban jiwa.

Tentu kita miris dan sangat prihatin terhadap kejadian baru-baru ini di salah satu masjid di negeri kita, di mana ada seorang musafir yang, katanya, ikut menumpang tidur namun dikeroyok oleh lima orang yang ruh insaniyyah-nya mati. Ya, ruh kemanusiaannya mati. Bagaimana tidak, mereka keroyok, sudah tidak berdayapun mereka seret sampai meninggal dunia. Manusia yang ruh insaniyah-nya hidup tidak akan mungkin menyiksa orang seperti itu. Jangankan terhadap muslim atau umat Nabi Muhammad, bahkan terhadap binatang pun, seorang muslim tak akan tega melakukan tindakan biadab seperti itu. Bukankah sudah jelas di dalam Alquran, Allah memberi peringatan dengan keras dalam surat Al-Maidah ayat 32;

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Sebaliknya, barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian sungguh, banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.”

Kita lihat poin intinya: siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.

Apalagi kejadian ini di masjid, rumah Allah, tempat sakral umat Islam, yang dibunuh orang Islam, sama-sama umat Nabi Muhammad dan tidak melakukan kesalahan seperti pencurian atau kejahatan lainnya. Kita tentu bersyukur para pelaku sudah diamankan pihak kepolisian dan diminta pertanggungjawabannya.

Namun hal ini harus menjadi catatan umat Islam, terutama siapapun di antara kita yang diberikan amanah mengurus masjid, bahwa masjid harus kita kembalikan kepada fungsi asalnya seperti di masa Nabi SAW. Di mana masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki banyak fungsi di antaranya sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan agama, dan penguatan iman.

Pada masa Nabi di Madinah, banyak sahabat Nabi seperti Abdullah bin Abbas, Anas bin malik, Abu Hurairoh Ra tinggal dan belajar di masjid. Mereka tinggal di bangunan yang menempel kepada masjid, atau sering disebut ahlussuffah. Artinya, masjid yang dipakai oleh Nabi SAW tidak hanya dijadikan sebagai tempat sholat saja, namun juga berfungsi sebagai pusat pendidikan yang melahirkan ulama intelektual seperti para shahabat tadi.

Masjid juga harus memberi maslahat atau kebaikan. Masjid adalah tempat di mana umat Islam berkumpul untuk beribadah, belajar, dan berkomunikasi. Masjid juga merupakan pusat kegiatan sosial, intelektual, dan keagamaan bagi umat Islam. Fungsi “Maslahat” dari masjid adalah untuk mempromosikan kesejahteraan sosial dengan menyediakan tempat untuk berkumpul, berdiskusi, dan saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan.

Berkaca pada peristiwa yang memilukan tadi maka sudah seyogyanya masjid-masjid yang berada di pusat kota atau tempat orang lewat menyediakan tempat istirahat untuk para musafir, tidak perlu besar, ukuran 4×5 meter pun sudah cukup. Tidak perlu pakai AC, kipas anginpun sudah cukup. Karena mereka singgah bukan untuk selamanya, bukan mereka tidak ingin punya rumah sendiri, namun kondisi memaksa demikian. Bukankah Rasulullah juga menyuruh kita menjamu tamu, sekedar memberi minum dan tempat tinggal sementara tidak ada salahnya. Bila perlu kasih makan. Bukankah uang yang dikumpulkan oleh masjid juga uang umat? Maka gunakan uang itu sebagian untuk kemaslahatan umat. Tidak hanya kepada pembangunan fisik semata.

Dewasa ini sedang menjadi trend dimana-mana masjid dibangun bermegah-megahan, namun ternyata di dalamnya minim jamaah dan cenderung terabaikan. Banyak masjid yang saldonya puluhan bahkan ratusan juta, namun jamaahnya lapar tidak tersapa.

Jangan sampai kita termasuk orang yang abai akan relaita ini. Mari kita kembalikan peran dan fungsi masjid sebagaimana mestinya. Insha Allah kebaikan-kebaikan akan muncul dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Dari masjid kita dorong sikap ta’awun, yakni saling membantu dengan sesama. Allah berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (QS Al Maidah: 2)

Semoga Allah SWT, memberi pertolongan kepada kita semua, para pemimpin kita diberikan petunjuk, dan negeri kita senantiasa diberkahi oleh Nya. Aamin YRA. (*)

Oleh: Agus Yusup S.Pdi, M.Pd
Pengasuh PP Daarul Hikam Batam dan Ketua 1 PMB Kota Batam

 

Artikel Mengembalikan Fungsi Masjid pertama kali tampil pada News.