Hubungan dagang daerah-daerah sekitar Natuna, Provinsi Kepri dengan Malaysia sudah berlangsung lama. Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk memperkuat itu, melalui pemanfaatan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, Natuna.
…
Semakin mendekati tuntasnya pembangunan infrastruktur strategis PLBN Serasan, Natuna, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri mulai mencari ruang untuk mendekatkan akses perdagangan ke Malaysia, khusunya wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak).
Kepala BPPD Provinsi Kepri, Doli Boniara bersama Kepala Bagian Perbatasan , Burhanudin Husien melakukan penelusurun jalur lintas batas negara melalui PLBN Entikong, Kalbar sejak Selasa 21 Juni 2022 sampai 23 Juni 2022
“Dengan dimanfaatkannya PLBN Serasan, Natuna beberapa waktu kedepan. Ini akan memperkuat sejarah perdagangan daerah-daerah di Natuna dengan Malaysia,” ujar Doli Boniara, Kamis (23/6).
BACA JUGA: Pemprov Kepri Incar Pengelolaan PLBN di Natuna
Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, PLBN Serasan akan menjadi yang pertama berada di daerah kepulaun. Karena PLBN di Kalbar langsung berbatasan dalam satu daratan. Pihaknya juga sudah menyampaikan keberadaan PLBN Serasan dengan KJRI di Malaysia.
“Kita ingin bergerak cepat, sehingga dengan tuntasnya pembangunan, PLBN Serasan bisa segera dimanfaatkan. Apalagi Natuna daerah perikanan yang hasil tangkapnya bisa dibawa ke wilayah Malaysia Timur, Sabar dan Sarawak,” jelasnya.
Menurut Doli, Sematan, Malaysia jaraknya hanya enam jam perjalan dengan menggunakan pompong. Karena secara historisnya Malaysia dan Natuna sudah melakukan hubungan dagang. Bahkan sebagian daerah di Natuna, seperti Serasan, perdagangan dilakukan dengan mata uang ringgit.

“KJRI Malaysia juga akan membantu untuk membuka akses perdagangan resmi melalui PLBN Serasan, Natuna. Karena PLBN ini bukan hanya diplot untuk perdagangan barang, namun juga menjadi lintasan orang,” jelasnya lagi.
Masih kata Doli, perdagangan ini bermula dari saling membutuhkan sejak turun temurun ditambah pula karena serumpun. Dia menyebutkan Semantan yang terletak di Malaysia Timur dan Desa Arung Ayam dan Air Nusa. Bisa ditempuh enam jam dengan pompong. Lantas dengan kapal cepat, tentu hanya lebih cepat lagi.
“Komditas perdagangan yang sudah berlangsung, misalnya dari Pulau Serasan ada pedek, tikar dan ikan karang. Sementara dari Malaysia berupa kecap, gula pasir dan beras,” paparnya.
Interaksi masyarakat dua negara ini terus terjadi karena didukung letak geografis yang saling berdekatan. Selain itu, musim utara yang terjadi turut menunjang terjadinya perdagangan itu, karena jaraknya yang dekat dibandingkan dengan pulau lainnya di Kabupaten Natuna.
“Bahkan, interaksi dua masyarakat berbeda negara ini diketahui bukan hanya melalui perdagangan, namun juga terjadi perkawinan,” tutupnya.
Sementara itu, Kabag Perbatasan, Burhanudin Husein menambahkan, bentuk-bentuk kerjasama yang bisa diperkuat adalah dibidang perdagangan perikanan, kelapa, wisata dan tentu saja untuk lintasan orang dan barang.
“Apalagi seperti di Sematan, Malaysia saat ini sedang digesa pembangunan resort-resort. Natuna juga punya peluang untuk mengambangkan pariwisata. Makanya kita berharap PLBN Serasan nantinya tersedia kapal cepat ke Malaysia wilayah Timur,” ujar menambahkan.
Pembangunan PLBN Serasan sudah mendekati tuntas, mega proyek yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) menargetkan tuntas secepat mungkin. Bahkan saat ini, progresnya sudah diangka 97 persen. Adapun nilai pembangunan mendekati Rp150 miliar. (*)
Reporter: Jailani




Penilaian lainnya adalah Program Inovativ Pendukung Digitalisasi. Adapun Proses Izin Dengan Jarimu atau SI JEMPOL sebuah Aplikasi dibuat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu. Aplikasi ini dinilai baik, familiar, memudahkan dalam pelayanan dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kemudian ada aplikasi Mi Bedil SIMA-PK (Media Informasi Berbasis Digital Sistem Manajemen-Pendidikan Kepri).

