Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7380

Tren Ibu Muda Pakai Busana Syar’i Warna Warni dan Antiribet

0
Si.Se.Sa bersama Citra Kirana memakai busana syar’i (Tim Muara Bagdja)

batampos – Tren ibu muda memakai busana syar’i warna warni dan antiribet. Dalam hal ini, untuk dipakai di rumah bisa, antar anak bisa, hingga dipakai acara formal juga bisa.

Busana muslimah syar’i saat ini semakin diminati perempuan muslimah. Tren busana ini bahkan sudah bergeser ke usia yang lebih muda yakni ibu-ibu muda yang baru menikah atau baru memiliki anak. Itu karena selain sesuai syariat, tren busana syar’i semakin beragam dengan warna yang menarik.

Si.Se.Sa, label busana muslim syar’i konsisten dalam mengembangkan tren busana syar’i dengan warna-warna cantik yang didominasi warna pastel. Sehingga menurut Si.Se.Sa, memakai syar’i tak melulu harus warna hitam atau gelap, tetapi bisa lebih fashionable, segar, dan awet muda dengan warna pastel dengan tetap mengutamakan potongan sesuai syariat tanpa menampilkan lekuk tubuh.

Dalam diskusi di Si.Se.Sa Boutique di Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, A Nice Morning with the New Brand Ambassador yakni Citra Kirana, mendorong perempuan untuk memiliki satu paket keunggulan lewat penampilannya. Pemilik label, Siriz Tentani selaku the Head of Business and Development, Senaz Nasansia selaku the Head of Finance and Marcomm, serta Sansa Enandera selaku the Head of Creative memberikan tips agar perempuan muslimah tidak ribet atau merasa gemuk saat memakai syar’i.

Baca juga:Tips Mudah Pertahankan Hubungan Asmara Agar Tetap Mesra & Langgeng

“Perempuan muda kekinian bisa pakai syar’i. Di rumah bisa, antar anak bisa, hingga acara formal juga bisa. Dan pakai syar’i anti ribet dan enggak bikin gemuk kok, asal menemukan syar’i dengan potongan siluet yang tepat,” kata mereka kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Berikut tips memilih busana syar’i antiribet dan tidak terlihat gemuk. Apa saja?

Siluet yang Tepat

Pilihlah potongan siluet atau cuttingan yang tepat. Sehingga seseorang bisa terlihat lebih kurus atau ramping meski memakai syar’i hingga menutupi mata kaki.

“Pilih siluet yang A-Line dengan cuttingan yang membentuk tubuh. Khimar yang lancip. Itu membuat tubuh lebih slim,” katanya.

Bahan yang Lembut

Pilihlah bahan yang adem dan lembut serta menyerap keringat. Maka syar’i dapat dipakai untuk berbagai macam kegiatan. Para ibu muda yang memiliki anak bayi atau anak kecil pun tidak repot dan tetap gaya.

Pemilihan Warna

Dalam memilih warna syar’i meski tergantung selera, tetap saja pemilihan warna dapat menentukan rasa percaya diri, kenyamanan, dan bentuk tubuh agar tidak lebih gemuk. Warna gelap juga bisa memberikan kesan ramping.

“Warna gelap seperti warna hitam dan maroon juga favorit kok, selain warna pastel tentunya,” jelas mereka.

Motif

Agar tak terkesan gemuk, motif yang simple juga bisa membuat tubuh lebih ramping. Motif yang bisa dipilih di antaranya motif floral dan abstrak. Namun lebih disarankan untuk memilih tanpa motif atau polos.

“Jika memilih syar’i dengan tepat, maka banyak suami justru memuji istrinya,” kata mereka.

Pakai Kaos Kaki

Agar antiribet atau mencegah supaya tidak tersandung saat memakai syar’i, sebaiknya perempuan muslimah bisa memakai dalaman seperti celana legging. Atau bisa juga memakai kaos kaki agar tidak tersandung atau terselip karena kain yang menjuntai.(*)

Reporter: jpgroup

 

Brebes Dikenal Memiliki Potensi Besar Mengelola Bandeng, Telur Asin dan Bawang

0
Ikan bandeng banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan dukungan dan kesempatan yang besar atas akses permodalan kepada pembudidaya Bandeng di sana. (LPMUKP for JawaPos.com)

batampos – Siapa yang tak kenal Brebes, salah satu kabupaten di jalur Pantura ini berada di bagian utara Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya dikenal dengan telur asin dan bawangnya, daerah ini memiliki potensi besar di bidang perikanan, yaitu ikan bandeng.

Bandeng menjadi komoditas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba. Menurut data yang dimiliki Sofiyan Penyuluh Perikanan, saat ini di sana terdapat 625 hektare tambak bandeng. Produksinya mencapai 560 ton/tahun dengan nilai Rp11 miliyar. Dengan potensi sebesar ini, tak ayal jika Grinting ditetapkan menjadi Kampung Perikanan Budidaya Ikan Bandeng oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Memiliki nama latin Chanos chanos atau dalam Bahasa Inggris disebut milkfish, budidaya bandeng Grinting menggunakan media tambak tanah yang rata-rata per tambak luasnya 2 hektare. Air dalam tambak diperoleh dari saluran-saluran yang dibuat untuk mengalirkan air laut yang mengalir melalui sungai-sungai. Para pembudidaya sepenuhnya mengandalkan pasang surut air laut, di mana ketika pasang maka pintu air akan dibuka sehingga air masuk ke dalam tambak.

Dalam tambak, bandeng diberi pakan alami seperti plankton, lumut, dan klekap. Klekap sendiri adalah kumpulan jasad renik yang tumbuh di permukaan dasar tambak, diantaranya terdiri atas alga biru, diatom, bakteri, dan jasad renik hewani. Untuk meningkatkan ketersediaan pakan alami tersebut, pembudidaya memberikan pupuk ke dalam tambak, seperti urea, ZA, dan phonska.

“Hanya beberapa orang saja yang menggunakan pakan pelet, sebagian besar menggunakan pakan alami. Kita menumbuhkan pakan alaminya kan pake pupuk,” kata Sofiyan melalui sambungan telepon, Selasa (12/7/2022).

Sofiyan melanjutkan, pakan dari alam membantu para pembudidaya hemat biaya operasional terutama biaya pembelian pakan. Perbedaan jenis pakan yang diberikan antara pakan alami dengan pelet tidak signifikan mempengaruhi bentuk fisik dan kualitas bandeng.

Dalam kurun waktu 5-7 bulan, bandeng telah siap dipanen oleh para pembudidaya. Untuk pemasarannya saat ini masih mengandalkan para pengepul, meskipun ada juga sedikit dari mereka yang menjualnya langsung ke pasar lokal. Untuk 1 kilogram dengan isi 6-8 ekor bandeng, biasa dijual dengan harga berkisar Rp20.000, sedangkan yang berukuran besar dengan isi 1-2 ekor dijual Rp30.000.

BACA JUGA: Baronang Bakar Saus Parape RM Paotere yang Memikat SBY

Pembudidaya bandeng di Grinting seringkali terikat secara emosional dengan para pengepul yang telah lama menjadi mitranya. Hal ini membuat mereka sungkan jika ingin mengajukan harga jual lebih tinggi dibanding penawaran yang diberikan. Oleh karena itu, penyuluh perikanan sangat berharap pembudidaya dapat meluaskan pasar sehingga bisa meningkatkan posisi tawar harga jual bandengnya.

Usaha budidaya tidak lepas dari modal. Kebutuhan operasional seperti untuk beli benih, gaji pekerja, pembelian sarana prasarana dalam bentuk jaring dan serok, hingga kebutuhan perawatan tanggul dan menguras lumpur endapan tambak, memerlukan dana yang besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui unit kerja Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan dukungan dan kesempatan yang besar atas akses permodalan kepada para pelaku usaha kelautan dan perikanan Indonesia. (*)

Reporter: JP Group

Ingat…Kantor Samsat Karimun Pindah ke Poros

0

batampos– Kantor UPT Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Karimun yang merupakan kantor pelayanan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor mulai Senin (18/7) resmi menempati gedung baru di Jalan Poros.

AKP Eko Aprianto

”Mulai Senin, UPT Samsat Karimun Pindah ke gedung baru di Jalan Poros. Tepatnya di areal perkantoran Kantor Bupati Karimun, Kecamatan Meral. Jadi, untuk urusan pajak 5 tahunan, balik nama dan pemutihan dilakukan di Kantor Samsat Poros,” ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Eko Aprianto, Minggu (17/7).

Meski demikian, katanya, Kantor Samsat yang lama yang berlokasi di Jalan Bhakti, Kecamatan Karimun tetap beroperasi atau memberikan pelayanan. Hanya saja, pelayanannya dalam bentuk pembayaran pajak tahunan. Sedangkan, untuk pendaftaran kendaraan baru, mutasi, balik nama serta pembayaran pajak 5 tahunan hanya bisa dilakukan di kantor Samsat Poros.

BACA JUGA: Gedung Dua Lantai di Mapolres Bintan Segera Digunakan untuk Pelayanan SIM dan Samsat Corner

”Bagi masyarakat yang ingin bayar pajak tahunan masih bisa di Kantor Samsat lama. Temasuk juga bisa dilalukan (bayar pajak tahunan, red) di loket yang tersedia di Pasar Puan Maimun. Di Karimun juga setiap hari ada mobil Samsat keliling yang akan memudahkan masyarakat membayar pajak tahunan kendaraan bermotornya,” jelas Eko. (*)

reporter: sandi

 

Pilih Sepatu yang Tepat untuk Lari Agar Tidak Cedera

0
Ilustrasi start lari jarak pendek. Pemilihan sepatu yang tepat untuk berlari sangat penting. (Freedomsiana)

batampos – Pemilihan sepatu yang tepat sangat penting untuk keselamatan saat berlari atau agar kaki tidak cedera. Hal penting lainnya tentu persiapan latihan fisik. Hal tersebut disampaikan Atlet lari Robi Syianturi, dikutip dari ANTARA.

“Pemilihan sepatu sangat penting sekali. Karena itulah modal awal kita. Jadi pemilihan sepatu harus tepat, sesuai dengan tipe kaki kita atau pun lingkup diametri kaki kita. Sebab mau nggak mau sepatu itu yang akan kita bawa terus untuk berlari. Jadi kalau pemilihan sepatu saja nggak tepat, gimana larinya mau efisien?” kata Robi kepada ANTARA saat dijumpai di M Bloc, Jakarta Selatan, Minggu (17/7).

Lebih lanjut, Robi pun membagikan tips untuk memilih sepatu yang tepat untuk berlari. Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memilih sepatu lari adalah tipe kaki masing-masing. Sebab, sepatu dengan tipe kaki yang pas akan membuat lari menjadi lebih efisien.

Baca juga:Rapper K-Pop Mino Pakai Hijab Buatan Indonesia Viral

“Nah tips memilih sepatu yang tepat itu kita lihat dulu bagaimana tipe kaki kita. Contoh, tipe kaki saya ini kan lurus. Jadi nggak melebar. Sehingga kita harus memilih sepatu untuk tipe yang kakinya lurus,” jelas Robi.

“Kalau pemilihan sepatunya nggak tepat dapat mempengaruhi banyak hal sih ya. Yang pertama rentan cedera, yang kedua larinya nggak efisien. Kalau larinya nggak efisien maka bisa terjadi yang namanya kesemutan dan kapalan. Jadi tepat ini dari ukuran, dari tipe harus tepat,” sambungnya.

Di sisi lain, Fajar Nugraha selaku Marketing Manager PT ASICS Indonesia Trading juga menyampaikan hal yang serupa. Selain memilih sepatu sesuai tipe kaki, pemilihan sepatu sesuai dengan tipe berlari juga perlu diperhatikan.

Untuk mengetahui hal tersebut, ASICS memiliki alat yang dapat dicoba oleh para pembeli di beberapa tokonya seperti di Grand Indonesia, Pondok Indah Mall dan Mall Kota Kasablanka.

“Sebenarnya yang paling basic adalah mengetahui tipe kaki atau tipe berlarinya seperti apa. Nah ASICS itu punya alatnya. Di Jakarta itu ada di toko ASICS di Grand Indonesia, PIM, sama Kota Kasablanka,” ujar Fajar.

“Dari situ bisa diketahui tuh. Misalkan kayak ada orang-orang yang netral, ada juga kakinya datar jadi cenderung over pronation. Berpijaknya ke dalam. Nah itu biasanya membutuhkan sepatu yang berbeda-beda. Kalau dia over pronation tapi pakai yang terlalu banyak cushion, itu nggak akan maksimal kenyamanannya,” imbuhnya.

Terakhir, pembeli juga perlu memperhatikan level training masing-masing. Sebab, Fajar menjelaskan bahwa level training seseorang juga akan membuat kebutuhan pelari masing-masing akan berbeda.

“Faktor lainnya, dimana nih level of training-nya mereka? Misalkan sudah ada program latihan ingin meningkatkan speed-nya di race, tentu kebutuhannya berbeda dengan mereka yang menjadikan lari hanya sebagai kegiatan sehari-hari,” ungkap Fajar.

“Jadi faktor-faktor tersebut yang menjadi justifikasi. Pilih sepatu sesuai kebutuhan dan juga kemampuan dalam level of training-nya,” tutupnya. (*)

Reporter: jpgroup

Inflasi Global Bisa Menimbulkan Krisis Pangan dan Energi

0
Sejumlah pengrajin memasak pesanan makanan tahu mentah dari pelanggan di saat harga kedelai mengalami peningkatan yang cukup tinggi. f. DIPTA WAHYU/JAWA POS

batampos – Inflasi di Amerika Serikat (AS) semakin liar menanjak. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2022 tumbuh 9,1 persen secara tahunan, Rabu (13/7) pagi waktu setempat. Angka tersebut tertinggi dalam 41 tahun terakhir.

Dari industri perbankan, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso menyatakan, ekonomi Indonesia masih sangat solid. Berbagai kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil terorkestrasi dengan baik. Sehingga, menghasilkan ketahanan ekonomi yang cukup resilience.

Hanya, memang tekanan faktor eksternal cukup kuat. Yakni, inflasi global di negara maju dan gangguan rantai pasok akibat perang Rusia-Ukraina.

“Itu yang harus diwaspadai karena bisa menimbulkan krisis pangan dan energi. Krisis itu nanti dampaknya kemana-mana nanti itu,” jelasnya saat ditanyai Jawa Pos.

Merespons inflasi yang tinggi, lanjut dia, The Fed tentu akan menaikkan suku bunga acuannya. Mungkin, bank sentral negara lain juga akan mengambil langkah yang sama.

Hal tersebut pasti akan berdampak pada terjadinya capital outflow. Maka, yang harus diwaspadai adalah nilai tukar rupiah.

Namun, Indonesia bersyukur mendapat windfall dari kenaikan harga komoditas. Sehingga memiliki cadangan devisa yang cukup kuat.

“Itu maksud saya cukup resilience. Tapi tetap harus waspada,” imbuhnya.

Menanggapi situasi tersebut, BRI telah menyiapkan strategic response. Fokus terhadap kinerja di pasar domestik.

Terutama, usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) yang menjadi core business perseroan. Khususnya, pelaku usaha yang bahan baku, material, tenaga kerja, dan pasar penjualannya di dalam negeri.

“Maka itu saya kira relatif jauh dari episentrum gejolak eksternal. Contohnya, kalau Fed rate naik, terus nasabah warung atau pedagang pasar BRI ditanyai soal Fed rate naik, itu pasti tidak tahu. Fed rate iki opo to le?” beber Sunarso.

Namun, ada juga UMKM yang bisa terdampak gejolak eksternal. Misalnya perajin tahu tempe yang bahan bakunya kedelai. Sedangkan, komoditas pangan tersebut sekitar 70 persen pemakaian di Indonesia masih impor.

BACA JUGA: Upaya Malaysia Kendalikan Inflasi

Artinya, yang harus diwaspadai adalah kalau harga kedelai global naik. Pasti produsen tahu tempe terdampak. Begitu pula, jika harga kedelai tetap, tapi dolar AS naik, pasti terimbas juga.

“Apalagi kalau harga komoditi naik, dolar AS naik pasti kena juga. Itu yang saya katakan sebenarnya nggak aman aman amat. Tetap ada risiko,” terang ketua Himbara tersebut.

Khususnya, sektor tertentu yang mempunyai eksposur dengan internasional. UMKM yang bahan baku atau penjualannya ke luar negeri pasti terkena dampak dari faktor eksternal. (*) 

Reporter: JP Group

Baru Kenal Lewat Media Sosial, Selain Mencabuli, Pria Ini Juga Lakukan Ini

0
Polisi mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku saat membawa korban dan mencabulinya di Pantai Trikora, Bintan, Rabu (13/7). F.Polsek Gunung Kijang

batampos- Seorang wanita berusia 23 tahun menjadi korban pencabulan pria berinisial MF, 23 yang baru seminggu dikenal lewat media sosial.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Melki Sihombing mengatakan, korban baru mengenal pelaku seminggu melalui media sosial.

Setelah satu minggu berkenalan, pelaku mengajak korban bertemu dan menonton film di bioskop.

“Nonton bioskopnya tidak jadi, pelaku membelokkan motornya dan membawa korban ke Pantai Trikora,” kata Melki, Minggu (17/7).

Di pantai Trikora, pelaku mencabuli korban. Setelah melakukan perbuatan tak senonoh, pelaku mengasak handphone korban dan meninggalkan korban di pantai Trikora.

Melki mengatakan, kasus ini diungkap setelah korban melaporkan peristiwa pilu yang dialami ke kantor polisi, Rabu (13/7).

BACA JUGA: Korban Dicabuli, Dipaksa Nonton Film Porno

Tidak membutuhkan waktu lama, polisi mengetahui pelaku berada di rumah kosnya di Tanjunguban.

“Dua hari kita selidiki, ternyata pelaku bersembunyi di Tanjunguban,” kata Melki.

Melki mengatakan, pelaku diamankan di rumah kosnya di Tanjunguban, Jumat (15/7). Lalu, pelaku dibawa ke kantor polisi.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata Melki. (*)

reporter: Slamet

Rapper K-Pop Mino Pakai Hijab Buatan Indonesia Viral

0

[contact-form]

 

batampos – Rapper Korea Song Min-ho atau akrab disapa Mino viral. Penyanyi berusia 29 itu memakai hijab buatan desainer Indonesia.

Mino dari Boy Group Winner memakai hijab besutan Elzatta hijab. Demam Korea atau KPOP masih banyak menyambangi banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit orang yang menggemari apapun tentang Korea seperti musik, drama ataupun aktris dan aktornya.

Aktor dan penyanyi ini tampil memakai hijab di acara BTOB Kiss The Radio Winner baru-baru ini di Korea Selatan untuk promosi mini album bertajuk Holiday. Acara itu bersamaan dengan video musik untuk lagu utama yang berjudul ‘I LOVE YOU‘.

Baca juga:Tips Mudah Pertahankan Hubungan Asmara Agar Tetap Mesra & Langgeng

Awal Mula Cerita Memakai Hijab Indonesia

Hijab itu ternyata merupakan hadiah dari fans asal Indonesia. Mino sendiri dikenal sebagai penggemar bunga matahari atau sunflower. Pashmina itu bermotif sunflower itu tampaknya disukai oleh Mino.

Tampilan Mino memakai pashmina sebagai aksesori untuk tampilan uniknya ini menjadi topik hangat di Twitter. Para fans K-Pop pun berkomentar.

“Mino dengan style nyentrik mau memakai hijab untuk acara promosi mini album terbarunya,” kata Tika Mulya dari Elzatta kepada wartawan baru-baru ini.

Desain pashmina yang dipakai Mino yang disebut sebagai Sunflower Collection. Itu desain yang sebenarnya dirilis tahun 2013, namun masih stylish dipakai hingga kini.

Mino aktif sebagai penyanyi rap dan produser Korea Selatan. Nama Song Min-ho semakin terdengar gaungnya setelah pada tahun 2013 yang membawanya debut pada tahun 2014 sebagai anggota grup pria Winner. (*)

Reporter: jpgroup

 

Pertambangan Tanpa Izin di Indonesia Capai 2.700 Titik

0
Ilustrasi: Usaha pertambangan. f. JP GROUP

batampos – Pertambangan tanpa izin atau PETI terus menjadi perhatian pemerintah. Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi menuturkan, perlu upaya bersama dan dukungan seluruh pihak untuk mendorong penanganan isu PETI dan dampak yang ditimbulkan.

“Terdapat lebih dari 2.700 lokasi PETI yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, tambang batu bara sekitar 96 lokasi dan mineral 2.645 lokasi berdasar data tahun 2021 (triwulan III). Daerah yang terbanyak terdapat tambang ilegal adalah Provinsi Sumatera Selatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, PETI adalah kegiatan memproduksi mineral atau batu bara yang dilakukan masyarakat atau perusahaan tanpa memiliki izin, tidak menggunakan prinsip pertambangan yang baik, serta memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup, ekonomi, dan sosial. “Kegiatan itu juga memicu terjadinya konflik horizontal di dalam masyarakat,” imbuhnya.

Menghadapi PETI, pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Polhukam, Kementerian ESDM bersama Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Dalam Negeri, dan Kepolisian RI terus bekerja sama untuk mengatasi PETI.

“Upaya yang dilakukan, antara lain, dengan inventarisasi lokasi PETI, penataan wilayah pertambangan dan dukungan regulasi guna mendukung pertambangan berbasis rakyat, pendataan dan pemantauan oleh inspektur tambang, usulan penetapan wilayah pertambangan rakyat (WPR) sesuai usulan pemerintah daerah, hingga upaya penegakan hukum,” jelas Sunindyo.

Perhatian khusus pemerintah terhadap PETI dipicu banyaknya dampak negatif. Dampak sosialnya, antara lain, menghambat pembangunan daerah karena tidak sesuai RTRW, dapat memicu terjadinya konflik sosial di masyarakat, serta mengganggu kesehatan akibat paparan bahan kimia.

BACA JUGA: Pemerintah Mencabut 39 Izin Usaha Pertambangan

“PETI juga berdampak bagi perekonomian negara karena berpotensi menurunkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerimaan pajak. Selain itu, akan memicu kesenjangan ekonomi masyarakat, menimbulkan kelangkaan BBM, dan berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Dari sisi lingkungan, PETI akan menimbulkan kerusakan lingkungan hidup, merusak hutan apabila berada di dalam kawasan hutan, dapat menimbulkan bencana lingkungan, mengganggu produktivitas lahan pertanian dan perkebunan, serta bisa menimbulkan kekeruhan air sungai dan pencemaran air.

Seluruh kegiatan PETI tidak memiliki fasilitas pengolahan air asam tambang sehingga genangan-genangan serta air yang mengalir bersifat asam. “Ini berpotensi mencemari air sungai,” katanya. (*)

Reporter: JP Group

Polsek Lubukbaja Sambangi SMP IT El Yasin, Ini yang Dilakukan

0
polsek lubukbaja narkoba
Jajaran Polsek Lubukbaja menyambangi penyuluhan kepada pelajar di SMP IT El Yasin. Penyuluhan ini terkait bahayanya narkoba dan kenakalan remaja. Foto: Budi untuk Batam Pos

batampos – Jajaran Polsek Lubukbaja menyambangi penyuluhan kepada pelajar di SMP IT El Yasin, Tanjunguma, Jumat (15/7/2022). Penyuluhan ini terkait bahayanya narkoba dan kenakalan remaja.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono, mengatakan, penyuluhan ini diberikan agar para siswa mengetahui bahayanya kenakalan dan penggunaan narkoba saat remaja.

“Saat ini banyak kasus-kasus atau kenakalan remaja yang berujung pidana. Mulai dari dari perkelahian, pencurian, hingga pergaulan bebas,” ujar Budi.

Budi menjelaskan pihaknya memberikan materi tentang jenis-jenis narkoba, bahaya penggunaannya, serta konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba.

“Tidak ada nilai tambah atau poin baiknya dari narkoba. Yang ada rugi total. Masa depan hancur dan ada hukuman yang menantinya. Fokuslah belajar saja, demi cita-cita yang diinginkan,” katanya.

Menurut Budi, adanya kenakalan serta penggunaan narkoba di kalangan remaja disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua. Kemudian kurangnya didikan tentang agama hingga pengaruh dari lingkungan.

“Pencegahan harus dilakukan mulai sejak usia dini. Kegiatan ini akan bertahap ke beberapa sekolah, diharapkan dapat menekan pelangaran-pelanggaran yang dilakukan anak usia remaja,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Polsek Sekupang Bekuk Pelaku Asusila Anak di Bawah Umur

0
Ilustrasi cabul asusila
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Unit Reskrim Polsek Sekupang mengamankan seorang pelaku tindak pidana perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur. Pelaku berinisial P, 26, diamankan di kediamannya di Kecamatan Batu Aji

Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana membenarkan telah mengamankan seorang pelaku tindak pidana asusila perbuatan pencabulan yang masuk di wilayah Hukum Polsek Sekupang.

“Benar kita telah amankan seorang pelaku P yang telah berbuat asusila atau pencabulan, korbannya anak dibawah umur. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Kapolsek Yudha, Sabtu (16/7)

Kapolsek menceritakan, kronologis kejadian pada Senin (11/7) anak pelapor inisial A pergi dari rumah selama dua hari. Saat anak pelapor pulang ke rumah diantar oleh P yang merupakan pelaku. Karena curiga, orang tua pelapor menginterogasi korban hingga mengaku.

“Setelah diinterogasi, korban akhirnya mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan pelaku P,” jelas Yudha.

Pelapor membawa anaknya ke Polsek Batu aji dikarenakan sebelumnya telah melaporkan peristiwa anak pergi meninggalkan rumah ke Polsek Batu Aji. Sesampainya di Polsek Batu Aji Pelapor menyampaikan kepada petugas bahwa anak Pelapor telah mendapatkan perlakuan cabul di kecamatan Sekupang.

“Pelapor diarahkan untuk melapor ke Polsek Sekupang karena TKP masuk wilayah Hukum Polsek Sekupang. Terhadap korban dilakukan Visum et repertum dan dari hasil pemeriksaan diduga benar telah terjadi perbuatan cabul terhadap korban,” tambah Yudha.

Kronologis diamankannya pelaku P setelah menerima laporan Polisi dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Diduga terjadi perbuatan cabul terhadap korban oleh seorang laki-laki yakni P.

Unit Reskrim Polsek Sekupang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekupang langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Pelaku ini berpindah-pindah tempat, pada Jumat (15/7) sekira pukul 18.00 WIB didapat informasi bahwa P berada dirumahnya di kecamatan Batu Aji, lalu dilakukan pengejaran hingga berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ungkap Kapolsek.

Dari keterangan pelaku P, dirinya mengaku telah menjalin hubungan “berpacaran” dengan korban selama tujuh bulan. Ironisnya keduanya telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak enam kali.

Selain pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti pakaian dan dalaman korban. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Pelaku P ditahan di Polsek Sekupang guna proses lebih lanjut.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra