Direktur Reserse Kriminal Umum, Jeffri Siagian, memberikan keterangan pers terkait eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Direkorat Resere Kriminal Umum Polda Kepri mendalami peranan suami dari perekrut PMI yang dipekerjakan di Kamboja. Suami dari J, diketahui sudah cukup lama berada di Kamboja dan bekerja di perusahaan yang sama dengan ke 8 PMI, yang menjadi korban ekploitasi dan kekerasan.
“Ada tiga pelaku kami amankan atas kasus ini, J, F dan H. Namun, dari pengakuan J, ia merekrut PMI untuk dipekerjakan di Kamboja atas disuruh suaminya,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Suherlan, Jumat (15/7).
Dari keterangan para korban yang berhasil diselamatkan, didapati informasi bahwa ada 18 orang WNI yang bekerja di perusahaan yang melakukan praktek penipuan melalui telepon tersebut. Sebanyak 9 orang sudah dipulangkan, sedangkan 9 orang lainya masih ada di Kamboja.
“Kami masih dalami, apa benar ada 9 orang lainnya lagi di Kamboja,” ujar dia.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan pengembangan kasus hingga Kamboja. Suherlan mengatakan untuk ke arah tersebut cukup sulit. Sebab, sudah memasuki negara tetangga.
“Untuk pengembangan kasus ini, kami akan berkoordinasi dengan kedutaan dan Mabes Polri,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap tiga orang pengirim PMI ke Kamboja. Ketiganya disangkakan atas pengiriman orang ke luar negeri untuk dieksploitasi. Ada 9 orang korban yang mengalami eksploitasi dan kekerasan secara fisik serta mental, selama bekerja di Kamboja.
Kesembilan orang korban ini dijanjikan menjadi marketing, dengan gaji dikisaran 700 hingga 1.000 dollar AS. Namun, kenyataanya ke sembilan orang ini tidaklah dipekerjakan sebagai marketing, tapi memikat Warga Negara Asing untuk ditipu dan diperas.
Dari pemeriksaan dilakukan kepolisian, pemberangkatan para korban ini dilakukan dengan bertahap. Awalnya para korban menyeberang dulu ke Singapura menggunakan kapal. Lalu, dari Singapura naik pesawat menuju ke Kamboja.(*)
Anthony Sinisuka Gintingmelaju ke final Singapore Open 2022. (Badminton Photo)
batampos – Untuk kali pertama dalam lebih dari dua tahun, Anthony Sinisuka Ginting kembali mencapai final turnamen BWF World Tour.
Ginting sukses menembus babak puncak Singapore Open 2022. Di semifinal hari ini (16/7), Ginting berhasil mengandaskan juara dunia 2021 asal Singapura Loh Kean Yew. Ginting menang dalam straight game dengan skor 21-17 dan 21-14.
Ini adalah final pertama Ginting sejak Indonesia Masters 2020. Turnamen tersebut berlangsung sebelum terjadinya pandemi global Covid-19. Saat itu, Ginting menjadi juara setelah mengandaskan pemain Denmark Anders Antonsen.
“Pertama-tama saya mengucap syukur bisa bermain dengan baik tadi dan bisa menyelesaikan match tanpa cedera,” ucap Ginting dikutip dari siaran pers PP PBSI.
“Memang tadi main cukup ketat, terutama di game pertama. Saya sempat ketinggalan dan setelah itu mencoba untuk bermain lebih meningkatkan ritme permainan dan lebih sabar lagi dalam menyerang.” tambahnya.
Ginting memang kesulitan pada game pertama. Ginting awalnya selalu tertinggal dengan skor 4-8, 7-11, dan 11-13. Namun, ketika kedudukan sama kuat 15-15, Ginting menemukan momentum kemenangan.
Dia mencetak lima angka beruntun untuk langsung mencapai game point dengan skor 20-15. Ginting tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk langsung menutup game pertama dengan skor 21-17.
Pada awal game kedua, pertandingan juga awalnya berlangsung lebih ketat. Saat kedudukan sama kuat 10-10, Ginting mencetak enam angka beruntun dan leadung 16-10. Setelah itu, Ginting tidak terbendung dan memungkasi pertandingan dengan skor 21-14.
Dengan hasil ini, Ginting memperpendek rekor head-to-head atas Loh menjadi 1-2.
“Kalau sebelumnya saya sempat kalah dua kali dari Loh, sekarang bisa menang, saya nggak mau berkomentar. Maksudnya menang dan kalah dalam pertandingan itu biasa,” kata Ginting.
“Strategi saya tadi untuk meredam kecepatan Loh, pastinya mencoba buat menyerang duluan dan memegang kendali permainan dari depan net. Jadi dari situ Loh juga kurang bisa menerapkan permainan menyerangnya. Jadi saya lebih dulu menyerang dan lebih bermain sabar dengan tenang juga,” imbuh Ginting.
Di final, Ginting akan berhadapan dengan pemain muda Jepang Kodai Naraoka. Tunggal berusia 21 tahun tersebut berhasil mengandaskan pemain Tiongkok Zhao Junpeng pada semifinal.
“Besok lawan Kodai di final, ya nanti coba lihat lagi rekaman videonya. Ini juga karena pertemuan pertama saya. Jadi belum tahu juga permainan dia seperti apa,” kata Ginting.
“Cuma nanti pasti diskusi juga sama pelatih untuk menerapkan strategi seperti apa besok. Semoga besok bisa bermain dengan baik,” tambahnya. (*)
Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat semasa hidup (Istimewa)
batampos – Pengungkapan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat masih diliputi misteri. Hingga kemarin (16/7), tim gabungan yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu dikabarkan belum bisa mengakses barang bukti. Penyerahan barang bukti yang rencananya dilakukan Jumat (15/7) ternyata batal.
’’Ini sebenarnya sudah bisa dibilang menghalang-halangi penyidikan. Tapi, saya tidak tahu apa yang menjadi tarik-ulur,’’ ujar seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut.
Dia menuturkan, penyerahan barang bukti itu seharusnya bisa diproses dengan cepat. Sebab, kasus ini menjadi perhatian publik.
Karena itulah, rencana konferensi pers yang sedianya diadakan pada Jumat (15/7) dibatalkan. Sebab, tidak ada bahan baru yang bisa disampaikan ke media. Hingga kemarin, tim gabungan hanya mendapatkan hasil olah TKP. Alat bukti lainnya masih minim. ’’Tim Inafis Mabes Polri yang datang melakukan olah TKP sudah menggunakan alat deteksi sidik jari dan DNA yang paling canggih, tapi tetap tidak menemukan apa-apa,’’ terangnya.
Menurut sumber Jawa Pos (jaringan batampos.co.id) itu, ”bersih”-nya TKP justru membuka kemungkinan lain. Yakni, bisa jadi penembakan yang menewaskan Brigadir Yosua tersebut tidak terjadi di rumah Kadivpropam Polri Irjen Ferdy Sambo. ’’Saat kali pertama dilakukan olah TKP, darah terlalu bersih. Memang ada darah, tapi tidak umum untuk terjadinya sebuah baku tembak,’’ jelasnya.
Hanya terlihat kaca pecah, sejumlah lubang di tembok, dan Brigadir Yosua yang tertelungkup di ruang keluarga.
Apalagi, narasi pelecehan yang berujung baku tembak minim bukti. Sejauh ini hanya ada TKP yang keotentikannya mulai diragukan. Sebab, ada jeda waktu dari kejadian pada Jumat (8/7) hingga diumumkan ke publik dan mulai mendapat sorotan pada Senin (11/7).
Narasi baku tembak itu tidak dipercayai begitu saja oleh publik karena tidak dilengkapi bukti pendukung. Misalnya, soal Ferdy Sambo yang disebut tidak berada di rumahnya saat kejadian. Polisi menyebut Ferdy Sambo sedang menjalani tes PCR. Namun, tidak pernah jelas di mana Ferdy Sambo menjalani tes PCR dan rekam datanya masuk aplikasi PeduliLindungi atau tidak. Narasi itu dijabarkan sepihak tanpa penjelasan berbasis scientific crime investigation.
Apalagi, hingga kemarin belum jelas keberadaan handphone milik Brigadir Yosua. Rekaman CCTV pada saat kejadian pun hingga kemarin belum jelas. Kabarnya, rekaman itu disimpan di Propam Mabes Polri. ”Dan janggalnya, hingga kemarin belum bisa diakses tim gabungan,” ungkapnya.
Hambatan dalam penanganan kasus itu diperkuat dengan pembatalan rapat analisis dan evaluasi (anev) yang sejatinya dilakukan tim khusus kemarin pukul 14.30. Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo membenarkan bahwa rapat anev internal tersebut batal. Menurut dia, pembatalan anev dilakukan karena tim khusus ingin berfokus dalam upaya penyelidikan. ”Fokus kerja tim dahulu,” tegas mantan Kapolda Kalimantan Tengah dan Karopenmas Divhumas Polri tersebut.
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menuturkan, inilah pentingnya seharusnya Irjen Ferdy Sambo lebih dulu dimutasi atau dicopot. Dengan begitu, tidak terjadi hambatan dalam penyelidikan dan penyidikan. ”Agar tidak terjadi tabrakan kepentingan dalam menangani kasus,” tegasnya.
Kalau terus seperti ini, lanjutnya, sudah dapat dikategorikan terjadinya obstruction of justice, menghalang-halangi penyelidikan. Dengan obstruction of justice tersebut, sebenarnya sudah sangat kuat alasan bagi Kapolri untuk mencopot Irjen Ferdy Sambo. ”Masak Divpropam yang polisinya polisi itu menghalangi kinerja polisi. Menyedihkan,” ujarnya.
Pada bagian lain, pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menuturkan, seharusnya siapa pun itu, termasuk Divpropam Polri, taat pada hukum. ”Baik penyelidikan yang dilakukan tim khusus maupun dari kepolisian,” katanya.
Bila tidak kunjung kooperatif, lanjutnya, ada dua jalan yang bisa ditempuh. Yakni, upaya paksa penyitaan dan pidana terhadap oknum yang menghalangi petugas. ”Kalau itu dilakukan, Kapolri pasti mendapat dukungan masyarakat luas,” jelasnya kemarin. (*)
batampos- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), persatuan mubalig Kabupaten Karimun (PMKK) dan badan musyawarah pengurus guru taman pendidikan Al-Quran (BMPG-TPQ) kecamatan Kundur menyesalkan kasus pencabulan anak di bawah umur yang melibatkan oknum tenaga pendidik di wilayah kecamatan Kundur belakangan ini. Ironisnya pelakunya merupakan oknum pengajar di salah satu pendidikan keagamaan.
Kapolsek Kundur Kompol Muhammad Qomarudin saat berdiskusi dengan pengurus MUI, PMKK dan BMPG-TPQ kecamatan Kundur
Menyikapi kasus pencabulan pengurus MUI,PMKK dan BMPG-TPQ kecamatan Kundur, Sabtu (16/7) mendatangi Polsek Kundur. Kedatangannya ingin mengetahui secara detail kasus pencabulan anak dan mendukung sepenuhnya atas penanganan kasus ini secara hukum.
Hadir ketua MUl kecamatan Kundur H. Ikhsan, wakil ketua H.Syaril Efendi, Sekretaris H.dr.Zulfan Efendi, ketua PMKK Daud, S.Ag, wakil ketua Zulkarnaen, ketua BMPG-TPQ kecamatan Kundur Hasanudin. Dalam keterangan sekretaris MUI Zulfan Efendi sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Terlebih kejadian yang memalukan ini di salah satu lembaga pendidikan agama Islam (pesantren).
“MUI kecamatan Kundur mendukung sepenuhnya jajaran Polsek Kundur menangani kasus ini. Selain itu MUI PMKK dan BMPG-TPQ sangat menyesalkan terjadinya kasus yang sangat memalukan ini,” tegas Zulfan.
Zulfan juga mengklarifikasi jika pelaku bukan merupakan tenaga pengajar baik dari MUI, PMKK atupun dari BMPG-TPQ. Sehingga yang bersangkutan tidak terdaftar dan tidak bergabung dalam tenaga pengajar baik MUI, PMKK dan BMPG-TPQ.
Kapolsek Kundur Kompol Muhammad Qomarudin mengapresiasi atas dukungan dari pengurus MUI, PMKK dan BMPG-TPQ kecamatan Kundur. Terimakasih atas dukungan dan masukan sehingga polisi dapat melakukan pengungkapan kasus ini secara profesional. Sebagai langkah awal kita sudah minta keterangan korban dan sejumlah saksi. Bahkan pelakunya sudah kita amankan di Polsek Kundur. Terimakasih juga atas dukungan masyarakat setempat sehingga keamanan tetap kondusif. (*)
Jemaah Calon Haji kloter pertama embarkasi Batam meninggalkan asrama Haji Batam menuju Bandara Hang Nadim Batam , Rabu (15/6). Menurut jadwal kloter pertama sudah tiba di Batam 26 Juli 2022. F.Cecep Mulyana
batampos – Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Edi Batara mengatakan sebanyak 5.289 orang jemaah haji Embarkasi Hang Nadim Batam akan kembali ke Tanah Air secara bertahap.
Untuk itu, jelang kepulangan jemaah haji ke Batam, PPIH Embarkasi Batam menyiapkan ruangan khusus untuk isolasi atau karantina bagi jemaah yang terdeteksi positif Covid-19.
“Alhamdulillah untuk persiapan sudah matang. Tinggal menyambut kedatangan jemaah haji saja lagi. Kalau menurut jadwal 26 Juli kloter pertama sudah tiba di Batam,” kata Edi, Jumat (15/7).
Ia menyebutkan tim kesehatan akan melakukan serangkaian pengecekan kesehatan jemaah haji. Pemeriksaan biasa seperti pengecekan suhu jemaah yang baru tiba. Karena situasi masih dalam pandemi Covid-19. Diperkirakan kedatangan jemaah cukup banyak. Sehingga, pemeriksaannya di bandara dilakukan bertahap.
Menurutnya, ketika tiba di bandara nanti, jemaah akan menjalani pemeriksaan suhu jika nanti suhu tubuh mencapai 37,5 derajat, jemaah akan menjalani pengecekan lanjutan seperti PCR test.
“Makanya ada ruangan khusus yang kami siapkan untuk karantina. Jadi kalau positif namun kondisi sehat atau tidak bergejala bisa karantina di ruangan Raudah nanti. Namun jika bergejala berat mungkin akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” jelasnya.
Edi menjelaskan selama proses kepulangan jemaah, untuk jemaah asal Kalbar dan Provinsi Kepri akan berada di Asrama Haji. Setelah mereka menyelesaikan pengecekan dokumen di bandara, kemudian pengecekan kesehatan oleh pihak tim KKP dan Dinkes, setelah itu mereka menuju asrama haji.
“Sedangkan untuk Jambi dan Riau merupakan jemaah antara,” sebutnya.
Untuk mematangkan persiapan kedatangan jemaah ini, rencananya seluruh PPIH Embarkasi Batam akan kembali menggelar rapat koordinasi, Minggu (24/7) mendatang. Pembahasan teknis kedatangan menjadi fokus utama, selain kesiapan asrama dan lainnya.
“Nanti akan difinalkan kembali alur kedatangan. Pembahasan mulai persiapan, tindakan penanganan terhadap jemaah yang positif misalnya. Jadi, nanti jika ada yang terkonfirmasi, maka akan ada karantina khusus dan langsung berkordinasi dgn tim satgas di sini. Intinya kami ingin proses kepulangan ini lancar,” harapnya.
Ia menambahkan di asrama nanti juga ada ruangan pengecekan, kemudian ruang untuk istirahat, atau ruangan untuk pemulihan, ruang karantina juga sudah disiapkan oleh pihak asrama. Seandainya, perlu penanganan khusus ada tim Satgas yang juga ditugaskan untuk memantau kepulangan jemaah haji ini.
“Yang jelas kita sementara ini sudah siapkan ruangan di Raudhah. Ada 6 kamar di siapkan. Nah, penanganan lebih lanjut nanti dari pihak kesehatan akan berkordinasi dengan pihak Satgas seandainya ada jemaah yang terkonfirmasi nantinya,” tutup Edi. (*)
Ketua Umum IPHI, H. Ismed Hasan Putro. Dalam pelaksanaan kubran bersama tahun ini, Keluarga Besar IPHI telah mendapat amanah menghimpun kurban sebesar Rp. 201.778.000.000,-. Foto: Istimewa
batampos – Kurban bersama Keluarga Besar Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) pada Iduladha 1443 H mencapai Rp. 201.778.000.000,-
Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI, Ismed Hasan Putro, mengatakan, setelah dua tahun berturut-turut pelaksanaan Iduladha dan kurban tidak berjalan normal tahun ini sudah mendekati normal kembali.
“Demikian juga pada pelaksanaan kurban bersama Keluarga Besar IPHI dan 34 pengurus wilayah IPHI Provinsi, 365 pengurus daerah IPHI Kabupaten Kota di seluruh Indonesia serta para Alumni Haji,” ujarnya melalui pernyataan resmi yang diterima Batam Pos, Minggu (17/7/2022).
Pihaknya banyak bersyukur kepada Allah SWT, karena dalam pelaksanaan kubran bersama tahun ini, Keluarga Besar IPHI telah mendapat amanah menghimpun kurban sebesar Rp. 201.778.000.000,-.
“Secara bersamaan juga telah memberikan manfaat pada lebih dari 2.142.150 orang penerima daging kurban. Baik berupa daging Sapi, kerbau, kambing dan domba,” tuturnya.
Penyerahan daging kurban dilaksakan langsung serentak pada bada salat Iduladha 1443 H pada tanggal 9 Juli 2022 dan Iduladha tanggal 10 Juli 2022.
Pelaksanaan kurban bersama Keluarga Besar IPHI tahun ini lanjutnya, memberikan beberapa catatan yang cukup penting. Pertama, sejak pandemi Covid-19 terjadi, semakin banyak masyarakat yang mengeluh karena kurangnya asupan nutrisi berupa daging.
“Dan mereka bersyukur pada Iduladha tahun 2022 yang disertai dengan pelaksanaan kurban, kembali menerima pembagian daging,” jelasnya.
Ke dua kata dia, besarnya harapan agar pada tahun mendatang. Daging kurban tidak hanya dibagikan dan dihabiskan dalam satu hari. Oleh karena itu, ke depan PP IPHI akan menyiapkan program daging kurban yang sudah diolah dalam kemasan.
Diharapkan dengan program ini, Insya Allah masyarakat akan menerima pembagian daging kurban yang sudah diolah dalam kemasan akan lebih sering lagi. Tidak hanya satu kali dalam satu tahun.
“Tepatnya hanya saat pelaksanaan Idul kurban saja. PP IPHI menargetkan melalui program daging kurban kemasan, akan secara aktif berkontribusi dalam program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.(*)
batampos – Kementerian Agama (Kemenag) segera mencairkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk madrasah periode kedua. Dana lebih dari Rp 2,5 triliun itu rencananya cair akhir Juli nanti.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Moh. Ishom menuturkan, dana BOS itu merupakan kelanjutan pencairan tahap pertama. Pada periode Maret-April, telah cair BOS madrasah Rp 3,3 triliun. ”Untuk tahap kedua ini, dana BOS madrasah yang akan dicairkan lebih dari Rp 2,5 triliun,” kata Ishom di Jakarta kemarin (16/7).
Dia menyatakan, dana BOS tersebut akan dikucurkan untuk 49.063 unit madrasah. Perinciannya, 24.052 madrasah ibtidaiyah (MI), 16.717 madrasah tsanawiyah (MTs), dan 8.294 madrasah aliyah (MA).
Ishom optimistis dana BOS madrasah tersebut bisa segera dikucurkan. Perkiraannya tuntas pada akhir Juli. Besaran dana BOS yang diterima setiap madrasah berbeda-beda, menyesuaikan jumlah murid. Untuk jenjang MI, besarannya Rp 900 ribu/siswa/tahun. Sementara itu, jenjang MTs Rp 1,1 juta/siswa/tahun dan jenjang MA Rp 1,5 juta/siswa/tahun.
Koordinator Bagian Keuangan Ditjen Pendis Kemenag Syafriansah mengatakan, per Jumat (15/7) anggaran dana BOS madrasah yang masuk ke rekening penampung lainnya (RPL) di bank penyalur lebih dari Rp 966 miliar. Sisanya diharapkan masuk ke bank penyalur pada pekan ketiga bulan ini.
Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Ditjen Pendis Kemenag Papay Supriatna menargetkan pencairan gelombang kedua itu selesai pada akhir Juli. Dalam arti, dana BOS tersebut sudah masuk atau ditransfer ke rekening madrasah masing-masing.
Dia menjelaskan, saat ini masih ada alokasi anggaran dana BOS madrasah tahap kedua yang statusnya diblokir sementara. Dana itu diperuntukkan madrasah swasta. Total anggarannya sekitar Rp 1,1 triliun. Dia mengatakan, Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkeu supaya blokir anggaran tersebut bisa segera dibuka.
Papay menyatakan, target penyaluran dana BOS madrasah tahun ini sama seperti 2021. Yaitu, bisa disalurkan 100 persen sesuai dengan target. Tahun lalu anggaran dana BOS madrasah dipatok Rp 7,34 triliun. (*)
batampos – Pemerintah memutuskan memangkas jenis dan jumlah pupuk yang akan disubsidi. Langkah tersebut diambil karena pemerintah hanya akan fokus mendukung komoditas pokok strategis.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, pemerintah saat ini tengah berupaya memenuhi kebutuhan pupuk di sektor pertanian. Pemerintah berupaya memenuhi prinsip 6T, yaitu tepat waktu, tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat lokasi, dan tepat harga.
Salah satu kebijakan yang saat ini dilakukan adalah memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi. Yakni, melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Aturan itu mulai diundangkan pada Jumat (8/7) lalu.
’’Permentan Nomor 10 Tahun 2022 merupakan langkah strategis pemerintah yang disepakati untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi serta bisa mendorong optimalisasi pertanian,’’ ujar Musdhalifah dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (15/7).
Dalam beleid itu, jenis pupuk dan komoditas yang disubsidi dibatasi. Pupuk subsidi dipangkas dari tujuh menjadi dua jenis, yaitu urea dan NPK. Sementara itu, komoditas yang berhak mendapatkan pupuk subsidi berkurang dari 70 menjadi 9 jenis yang terdiri atas tiga subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Subsektor tanaman pangan terdiri atas padi, jagung, dan kedelai. Subsektor hortikultura terdiri atas cabai, bawang merah, dan bawang putih. Kemudian, subsektor perkebunan terdiri atas tebu rakyat, kakao, dan kopi.
Di sisi lain, pemerintah siap mengucurkan anggaran Rp 25 triliun untuk subsidi pupuk. Dana tersebut bakal menyasar 16 juta petani yang terdaftar dalam sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan, komoditas tersebut dipilih mendapatkan pupuk subsidi karena merupakan komoditas bahan pokok strategis. ’’Sembilan komoditas ini diharapkan bisa mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan,’’ kata Ali. (*)
Kepala Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.
batampos – Kekejaman kelompok separatis teroris (KST) harus segera dihentikan. Kemarin (16/7) pagi KST menembaki 12 warga sipil. Sepuluh orang dinyatakan meninggal. Salah seorang korban itu adalah pendeta asli Papua yang dihormati.
Kepala Humas Operasi Damai Cartenz Kombespol A.M. Kamal menuturkan, para korban itu sedang berada di Kampung Nogulait. Mereka melakukan perjalanan dari Kampung Kenyam menuju Batas Batu. Sebagian di antara mereka naik truk, sebagian kecil menggunakan sepeda motor. ’’Saat melintas di Kampung Nogulait, KST menghadang mereka semua dengan jarak 50 meter,’’ tuturnya.
KST langsung menghujani warga sipil tersebut dengan peluru tajam. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui sopir truk sempat memundurkan kendaraan sejauh 50 meter. Namun, kendati sudah berjarak sekitar 100 meter, timah panas tetap tidak bisa dihindari. ’’Sopir truk tertembak bersama para korban,’’ ujarnya.
Para korban ditemukan di empat titik berbeda. Titik pertama, tiga korban ditemukan di jalan yang berdekatan dengan truk dan sepeda motor. Titik kedua, enam korban tergeletak di depan warung yang jaraknya 3 meter dari titik pertama. Lalu, satu korban berada di belakang warung dan terakhir dua korban di dekat sebuah mobil.
Saat ditemukan, tujuh korban dinyatakan tewas. Namun, begitu dievakuasi, korban meninggal bertambah tiga orang. Salah seorang korban meninggal adalah pendeta bernama Eliaser Baye. ’’Pendeta yang di Papua dihormati justru dibantai oleh kelompok bersenjata ini,’’ ujarnya. Para korban yang masih hidup saat ini sudah berada di RSUD Mimika. ’’Dua orang yang luka berat dalam perawatan,’’ paparnya.
Satgas Damai Cartenz dan Polres Nduga tidak tinggal diam. Pengejaran dilakukan terhadap kelompok penebar teror di Papua tersebut. Pendalaman motif penembakan juga dilakukan. ’’TNI memberikan dukungan dalam mengejar mereka,’’ katanya.
Terpisah, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Seby Sambom tak kunjung merespons upaya klarifikasi Jawa Pos. Pesan singkat dan telepon belum juga dibalas. Dalam beberapa kesempatan, Seby menyatakan bahwa TPNPB-OPM bertanggung jawab dalam sejumlah kasus penembakan.
Tokoh muda Papua Steve Mara mengecam aksi brutal KST. Menurut dia, kelompok yang menamakan diri dengan kata pembebasan itu menumpahkan darah warga asli Papua. ’’Orang Papua dikenal penuh kasih sayang. Tidak punya budaya membunuh sembarangan. Stop memakai nama Papua untuk membunuh warga sipil,’’ kecamnya. (*)
Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Dr. Alue Dohong bersama Gubkepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun meninjau lokasi
batampos– Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Dr. Alue Dohong berjanji akan segera memproses pengajuan alih fungsi hutan lindung yang akan digunakan untuk perpanjangan bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di Sei Bati Kabupaten Karimun, Kepri. Hal ini disampaikan Wamen Alue Dohong dalam rapat terbatas bersama Gunernur Kepri H. Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq di kantor Bandara RHA, Karimun, Sabtu (16/7/2022).
Dalam kesempatan ini Alue Dohong tidak hanya memimpin rapat, namun menyempatkan diri meninjau langsung kondisi bandara Karimun yang masih belum memadai untuk di darati pesawat berbadan lebar.
Kondisi saat ini Bandara RHA hanya memiliki panjang runway 1.430 meter. Sementara untuk didarati pesawat berbadan besar minimal panjang runway 2000 meter. Adapun rencananya manajemen bandara RHA akan memperpanjang hingga 2.000 x 30 meter.
“Kita akan usahakan tahun ini, paling lama September nanti sudah bisa keluar izin pelepasannya da langsung jadi APL,” kata Dohong.
Berdasarkan SK nomor 76 tanggal 6 Maret 2015 kawasan hutan lindung yang berada di area Bandara RHA seluas 38,29 hektar dengan statis DPCLS, artinya ini hanya tinghal pelepasan saja. Apalagi yang dibutuhkan untuk pengembangan bandara hanya seluas 14,8 hektqr.
“Jika Bandara ini menjadi besar maka akan menambah kewibawaan Karimun, mewibawaan Kepri bahkan Indonesia. Kita bangun teras depan ini agan mennjadi lebih bagus dan lebih kompetitif. Agar kewibawaan bangsa kita semakin terbentuk. Karen Kepri ini berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga,” kata Dohong.
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad usai rapat mengatakan jika Pemerintah Provinsi Kepri telah mengibahkan dana sebeaar Rp10 miliar untuk membebaskan lahan milik warga yang terdampak pengembangan Bandara RHA ini. Sedangkan area pengembangan bandara yang melibatkan hutan lindung, proses alih fungsinya sedang di proses dan akan segera direalisasikan September ini.
“Semua daerah yang ada di Kepri, kita dorong terus pengembangan infrastrukturnya. Dan untuk Karimun, salah satunya pengembangan infrastruktur bandara. Kita perpanjang runway nya yang saat ini hanya 1400 meter, menjadi minimal 2000 meter. Kita doakan saja semua rencana yang kita buat berjalan lancar,” kata Gubernur Ansar. (*)