Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 739

Gubernur Riau Abdul Wahid Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan

0
KPK resmi menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR PKPP M. Arief Setiawan; serta Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam sebagai tersangka. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan/penerimaan hadiah atau janji di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau Tahun Anggaran 2025. Penetapan tersangka ini terhadap Abdul Wahid setelah dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, KPK juga menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) M. Arief Setiawan; serta Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam yang merupakan kader PKB sebagai tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada tahap penyelidikan dan telah ditemukan unsur dugaan peristiwa pidananya, maka perkara ini naik ke tahap penyidikan, yang kemudian setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/11).

Johanis menjelaskan rangkaian OTT terhadap Abdul Wahid dilakukan setelah KPK menerima pengaduan dari masyarakat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim KPK segera melakukan serangkaian pengumpulan bahan keterangan di lapangan.

Dari hasil penyelidikan, KPK menemukan adanya pertemuan antara pejabat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau dengan sejumlah kepala UPT wilayah.

“Dari informasi awal, pada Mei 2025, terjadi pertemuan di salah satu kafe di Pekanbaru antara Ferry Yunanda, selaku Sekretaris Dinas PUPR PKPP, dengan enam Kepala UPT Wilayah I-VI,” terang Johanis.

Dalam pertemuan itu, dibahas kesanggupan pemberian fee sebesar 2,5 persen kepada Gubernur Riau Abdul Wahid atas penambahan anggaran tahun 2025 pada Dinas PUPR PKPP.

Penambahan anggaran nilainya signifikan dari Rp 71,6 miliar menjadi Rp 177,4 miliar, atau meningkat Rp 106 miliar. Dari situ, muncul kesepakatan awal bahwa sebagian dari tambahan dana tersebut akan disetorkan kepada Gubernur Riau sebagai “jatah preman”. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah fee yang diminta meningkat.

“Ferry Yunanda kemudian menyampaikan hasil pertemuan itu kepada Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, M. Arief Setiawan, yang merepresentasikan Gubernur. Dari sana, muncul permintaan kenaikan fee menjadi 5 persen atau sekitar Rp 7 miliar,” ujar Johanis Tanak.

Menurut Johanis, permintaan setoran tersebut disertai ancaman terhadap para pejabat yang menolak.

“Bagi yang tidak menuruti perintah itu, diancam akan dicopot atau dimutasi dari jabatannya. Di lingkungan Dinas PUPR PKPP Riau, praktik ini dikenal dengan istilah ‘jatah preman’,” jelasnya.

Pola seperti ini, kata Johanis, menunjukkan adanya penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran daerah. Setelah adanya tekanan tersebut, seluruh Kepala UPT Wilayah Dinas PUPR PKPP bersama Sekretaris Dinas kembali menggelar pertemuan lanjutan.

Dalam pertemuan itu, mereka akhirnya menyepakati besaran fee untuk Gubernur Abdul Wahid sebesar 5 persen atau sekitar Rp 7 miliar. Kesepakatan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Dinas PUPR PKPP menggunakan bahasa sandi.

“Dalam komunikasi internal, hasil pertemuan itu dilaporkan dengan kode ‘7 batang’, yang mengacu pada nilai fee Rp 7 miliar,” pungkas Johanis.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12e dan/atau pasal 12f dan/atau pasal 12B UU Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Artikel Gubernur Riau Abdul Wahid Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan pertama kali tampil pada News.

Kurang Peminat, Lelang Jabatan di Dua OPD Pemkab Karimun Diperpanjang

0
Pjs Sekda Karimun, Djunaidy. F. Ichwanul Fahmi/Batam Pos

batampos– Lelang 11 jabatan eselon IIb kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun resmi berakhir pada Selasa (4/11). Namun, dari 11 jabatan kepala OPD yang dilelang, hanya 9 OPD yang telah memenuhi jumlah minimal pelamar. Sedangkan, dua OPD masih kurang jumlah minimal.

Bupati Karimun, Iskandarsyah yang dikonfirmasi batam Pos melalui Pj Seka Karimun, Djunaidy, Rabu (5/11) mengatakan, setelah masa pendaftaran pelamar pimpinan tinggi pratama eselon II b ditutup pada Selasa (4/11) baru diketahui bahwa ada dua OPD yang masih kurang jumlah yang melamar.

”Dua OPD yang masih kurang jumlah pelamar adalah Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Masing-masing jumlah pelamar di kedua OPD hanya dua pelamar. Sementara, syarat minimal untuk dilakukan lelang jabatan minimal harus 3 orang. Sehingga, kita lakukan perpanjangan masa pendaftaran sampai dengan Selasa (11/11),” ujarnya.

BACA JUGA: Enam Nama Lolos Seleksi Administrasi dan Kompetensi untuk Lelang Jabatan Kadiskominfo dan Kadis LH Bintan

Namun, tambahnya, sesuai dengan aturan yang berlaku perpanjangan tidak bisa langsung
dilakukan. Namun, terlebih dulu menyampaikan permohonan ke Kementerian Dalam Negeri. Dan, akhirnya perpanjangan disetujui sampai dengan Selasa (11/11). Dan, seandainya jika sampai dengan masa perpanjangan minggu depan juga masih kekurangan, maka proses lelang jabatan untuk kedua OPD akan ditunda dulu.

”Kalau memang tidak cukup juga jumlah yang melamar, maka akan ditunda lelang jabatan kedua OPD. Tujuannya jangan sampai 9 OPD yang sudah cukup syarat jumlah pelamar ikut tertunda pelaksanaan lelang jabatannya. Meski demikian, kita optimis kedua OPD yang diperpanjang akan memiliki jumlah minimal pelamar,” ungkapnya.

Seperti berita di Batam Pos, Pemerintah Kabupaten Karimun melelang 11 jabatan untuk mengisi kekosongan 11 OPD. Terdiri dari dua jabatan kepala badan dan 9 jabatan kepala dinas. Rinciannya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu.

Selanjutnya, Dinas PUPR, Dishub, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP2KBP3A), Dinas Perikanan serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. (*)

Reporter: Sandi P

 

Artikel Kurang Peminat, Lelang Jabatan di Dua OPD Pemkab Karimun Diperpanjang pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Masuk Nominasi Daerah Perbatasan Terinovatif, Skor Inovasi Daerah Tembus 60

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

batampos – Kota Batam kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Republik Indonesia, Batam masuk sebagai nominator untuk kategori Daerah Perbatasan Terinovatif.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersukacita atas capaian itu. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sekaligus memasyikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat budaya inovasi di seluruh sektor pelayanan publik.

“Alhamdulillah, dari sejumlah inovasi yang kita ajukan, dua di antaranya berhasil masuk tahap nominasi. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan agar Batam terus menghadirkan terobosan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya, Rabu (5/11).

Baca Juag: Bulog Salurkan 662 Ton Beras dan 132 Ribu Liter Minyak untuk Warga Batam

Peningkatan kinerja inovasi daerah Batam menunjukkan tren menggembirakan dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Pemerintah Kota Batam, skor inovasi daerah terus meningkat dari 37,33 pada 2021, naik menjadi 47,5 di 2022, 53,61 di 2023, dan 58,18 pada 2024. Untuk penilaian internal tahun 2025, Batam telah mencatatkan skor di atas 60.

“Capaian ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk menjadikan inovasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang efisien, efektif, dan adaptif,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesungguhan memperkuat ekosistem inovasi, Pemko Batam telah menyiapkan sejumlah regulasi penting. Di antaranya Perda No 4 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Perda No 6 Tahun 2023 tentang Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), serta Perwako No 176 Tahun 2022 tentang Makmal Inovasi Daerah.

Amsakar menilai, keberadaan regulasi tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun tata kelola inovasi yang berkelanjutan. “Kami ingin inovasi bukan sekadar proyek jangka pendek, tapi menjadi budaya kerja yang terintegrasi di semua perangkat daerah,” tambahnya.

Baca Juga: Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam

Dua inovasi unggulan Kota Batam yang kini masuk nominasi IGA 2025 adalah AKSARA (Aktivitas Kreasi Sains Asik Ramah Anak) dan POS PBB 2.0. AKSARA merupakan gagasan dari SMP Negeri 3 Batam yang menyesuaikan pola belajar dengan kebutuhan psikologis siswa, terbukti mampu meningkatkan capaian rapor pendidikan nasional.

Sementara POS PBB 2.0 merupakan transformasi layanan pembayaran pajak daerah berbasis QRIS yang berhasil meningkatkan efektivitas transaksi dan pendapatan daerah secara signifikan.

“Semoga melalui IGA 2025 ini, Batam dapat terus menorehkan prestasi dan mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Masuk Nominasi Daerah Perbatasan Terinovatif, Skor Inovasi Daerah Tembus 60 pertama kali tampil pada Metropolis.

Uya Kuya dan Adies Kadir Dinyatakan Tak Melanggar Kode Etik, Diaktifkan Lagi Jadi Anggota DPR

0
Anggota DPR nonaktif Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Nafa Urbach, dan Eko Patrio saat menghadiri sidang putusan MKD DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).(Ist).

batampos – Dua Anggota DPR RI Adies Kadir dan Surya Utama alias Uya Kuya telah diputuskan tidak terbukti melanggar kode etik. Hal itu sebagaimana keputusan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, yang bacakan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).

Uya Kuya dan Adies Kadir sebelumnya dinonaktifkan karena dianggap memicu emosi publik yang berujung demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Usai dinyatakan tidak terbukti melanggar etik, Adies dan Uya Kuya tidak kuasa menahan tangis.

“Menyatakan teradu tidak terbukti melanggar kode etik,” kata Wakil Ketua MKD Adang Darojatun membacakan amar putusan etik.

Dalam putusan etik tersebut, MKD meminta Adies untuk berhati-hati dalam melontarkan pernyataan dihadapan publik.

“Meminta teradu satu, Adies Kadir, untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi, serta menjaga perilaku untuk ke depannya,” tegasnya.

Dalam putusan itu, MKD meminta Adies dan Uya Kuya kembali diaktifkan lagi sebagai Anggota DPR.

“Menyatakan teradu diaktifkan sebagai anggota DPR RI terhitung sejak putusan ini dibacakan,” imbuhnya.

Merespons putusan itu, Uya Kuya menghormati putusan MKD. Ia memilih menerima putusan tersebut.

“Kita hargai keputusan dari MKD. Saya menerima,” tutur Uya.

Namun, Uya Kuya enggan berkomentar terkait rekannya sesama anggota dewan, yakni Nafa Urbach, Ahmad Sahroni, dan Eko Patrio yang diputus melanggar kode etik. Mereka tetap dihukum nonaktif. Ia meyakini, putusan tersebut disampaikan secara profesional.

“Aku nggak bisa komentarin yang lain,” ucap dia. (*)

Artikel Uya Kuya dan Adies Kadir Dinyatakan Tak Melanggar Kode Etik, Diaktifkan Lagi Jadi Anggota DPR pertama kali tampil pada News.

Siklon Kalmaegi Pengaruhi Batam, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

0
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, . BMKG Batam peringatkan potesi petir dan hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Cuaca di Kota Batam dalam beberapa hari terakhir terasa tidak menentu. Hujan deras disertai angin kencang dan petir kerap mengguyur secara tiba-tiba di sejumlah wilayah. Kondisi ini, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, disebabkan oleh dampak tidak langsung Siklon Tropis Kalmaegi yang tengah aktif di Laut Cina Selatan.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan siklon tropis yang kini berkembang dari bibit Siklon 98W itu menyebabkan peningkatan kecepatan angin, awan konvektif tebal, dan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah kawasan di Batam.

“Meskipun pusat siklon berada jauh di barat Filipina, namun efek tidak langsungnya dapat menyebabkan cuaca di Batam, seperti hujan deras disertai angin kencang,” ujar Ramlan, Rabu (5/11).

Ia menjelaskan, Siklon Tropis Kalmaegi memiliki kecepatan angin maksimum 130 kilometer per jamdengan tekanan udara 970 hPa, dan diperkirakan akan meningkat kekuatannya dalam 24 jam ke depan. Meski bergerak menjauhi Indonesia, sistem angin yang ditimbulkannya memicu pembentukan awan hujan di wilayah Kepri, termasuk Batam.

Ramlan juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, dan sambaran petir yang bisa terjadi selama periode cuaca ekstrem ini.

“Kami imbau warga Batam untuk menunda aktivitas luar ruangan saat hujan deras dan memastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap bersih agar tidak terjadi genangan,” katanya.

BACA JUGA: BMKG Batam: Cuaca Kepri Masih Labil, Waspadai Hujan Lebat dan Petir

Sementara itu, kondisi laut di sekitar perairan Kepri juga turut terdampak. BMKG memprediksi gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,1 meter berpotensi terjadi di wilayah Anambas, Natuna, dan Kepulauan Tambelan mulai 6 hingga 9 November 2025.

Ramlan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. “Dari unsur pemerintah sudah dilakukan apel kesiapsiagaan dan pengecekan peralatan pendukung,” ujarnya.

Ia juga mengimbau operator kapal, nelayan, serta masyarakat pesisir untuk memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar. “Kami sarankan memantau informasi cuaca melalui laman resmi maritim.bmkg.go.id agar aktivitas di laut tetap aman,” tutur Ramlan.

Menurutnya, meski gelombang tinggi lebih berpotensi di perairan utara Kepri, wilayah Batam tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. “Kondisi cuaca bisa berubah cepat, terutama akibat sistem tekanan udara dari Laut Cina Selatan,” jelasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Siklon Kalmaegi Pengaruhi Batam, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang pertama kali tampil pada Metropolis.

Roro Batam–Johor Masih Dikaji, Menhub Ingatkan Potensi Disalahgunakan untuk Penyelundupan

0
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

batampos– Rencana pengoperasian kapal Roro yang menghubungkan Batam, Indonesia dengan Johor, Malaysia, dipastikan belum bisa terwujud tahun ini.

Pemerintah masih memerlukan waktu untuk melakukan kajian mendalam terhadap rute pelayaran internasional tersebut.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa saat ini rencana trayek Roro Batam–Johor masih berada dalam tahap pembahasan internal di Kementerian Perhubungan. Kajian itu juga melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi operator kapal Roro, yaitu PT ASDP Indonesia Ferry.

“Masih dalam pengkajian di internal dulu. Dalam waktu dekat akan kembali dikaji, kita minta Dirjen Laut dan Darat untuk mematangkan trayek ini,” kata Menteri Dudy Purwagandhi, Rabu (5/11).

BACA JUGA: BP Batam Gelar Management Exposé, Sampaikan Hasil Feasibility Study Jalur RORO Batam–Johor

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka rute pelayaran internasional ini sebelum seluruh aspek teknis dan pengawasan benar-benar siap.

Menurutnya, faktor keamanan dan potensi pelanggaran hukum menjadi perhatian utama dalam pembahasan tersebut.

“Batam kan dekat dengan negara tetangga. Tentu potensi penyelundupan besar kalau Roro ini beroperasi. Kita perlu pertimbangan yang matang agar tidak kecolongan dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujar Dudy.

Menteri Dudy juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi sebelum rute Roro Batam–Johor diresmikan.

Ia meminta agar pengawasan di lapangan nantinya dilakukan secara ketat oleh Bea Cukai, Kepolisian, Imigrasi dan pihak pelabuhan.

“Kalau sudah jalan, harus ada sistem pengawasan yang kuat. Jadi tidak cukup hanya izin berlayar, tapi juga kesiapan lintas instansi,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Mei lalu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam telah menyampaikan rencana pembukaan rute penyeberangan internasional Batam–Johor Bahru.

Rute tersebut rencananya akan melayani pelayaran melalui Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batu Ampar, Batam.

ASDP bahkan menargetkan layanan Roro lintas negara itu dapat mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2025.

Pihak perusahaan mengklaim rute ini akan memperkuat konektivitas ekonomi antara Batam dan Johor serta memperlancar arus logistik dan wisata.

Namun, dengan adanya pengkajian ulang dari Kementerian Perhubungan, target tersebut berpotensi mundur.

Pemerintah ingin memastikan semua prosedur dan regulasi terpenuhi sebelum rute internasional ini benar-benar dibuka.

Salah satu poin yang dikaji adalah kesiapan pelabuhan dan sistem administrasi lintas batas.

Sebab, pelayaran internasional membutuhkan standar layanan berbeda dibandingkan pelayaran domestik. Apalagi pelayaran kapal Roro ini, penumpang bisa membawa kendaraannya menuju negara tetangga.

Selain itu, pemerintah juga akan memeriksa kelayakan armada yang akan digunakan, mulai dari aspek keselamatan pelayaran hingga kepatuhan terhadap aturan internasional.

Dengan demikian, harapan masyarakat Batam dan pelaku usaha untuk segera menikmati layanan Roro menuju Johor harus sedikit bersabar.

Pemerintah menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan bentuk penundaan tanpa alasan, melainkan langkah kehati-hatian agar rute tersebut nantinya berjalan aman, tertib, dan menguntungkan kedua negara. (*)

Reporter: Ihsan

Artikel Roro Batam–Johor Masih Dikaji, Menhub Ingatkan Potensi Disalahgunakan untuk Penyelundupan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wagubkepri Nyanyang Tegaskan Dukungan Pemprov Kepri Meningkatkan Produksi Pertanian dan Perikanan

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura beraudiensi dengan Pengurus KTNA Kepulauan Riau di Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (5/11/2025). (DISKOMINFO KEPRI)

batampos-Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan.

Penegasan disampaikan saat menerima audiensi Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di ruang kerjanya, Gedung Graha Kepri Lantai 6, Batam, Rabu (5/11/20205) yang turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, Said Sudrajat.

Di kesempatan ini, Wagub Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk membantu mencari solusi sejumlah kendala yang dihadapi KTNA.

Seperti keterbatasan alat pertanian (traktor) di Kabupaten Karimun, Lingga, dan Anambas, serta tumpang tindih lahan pertanian dengan kawasan hutan lindung dan lahan perusahaan. Juga minimnya akses pupuk subsidi menjadi beban tersendiri bagi petani jagung di beberapa daerah seperti Rempang.

BACA JUGA: AC RSUD RAT Tanjungpinang Rusak, Wagub Kepri: Segera Kami Perbaiki!

“Kita akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan pertanian, terutama komoditas seperti cabai merah, cabai hijau, timun, buncis, kacang panjang, kubis, dan sawi putih yang berperan besar menekan inflasi di daerah,” ujar Wagub.

Wagub juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah pupuk.

“Masalah pupuk akan kita koordinasikan bersama Dinas Pertanian agar petani tidak kesulitan mendapatkan pasokan yang terjangkau,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat menyampaikan bahwa pemerintah provinsi juga tengah mengembangkan budidaya lobster sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi kelautan.

“Pengembangan budidaya lobster saat ini masih tahap modeling. Kami akan mendukung dari sisi penataan ruang dan kebijakan agar aktivitas ini bisa berkembang berkelanjutan,” jelas Said.

Ia juga menyoroti peluang pasar internasional, khususnya dengan kebijakan baru dari Tiongkok yang hanya mengenakan bea impor 3 persen untuk bahan mentah dan 35 persen untuk bahan setengah jadi — peluang besar bagi Kepri untuk memperluas ekspor hasil laut olahan.

Kolaborasi antara Pemprov Kepri dan KTNA

Adapun audiensi antara Wagub Nyanyang dan Pengurus KTNA Kepri ini menjadi wadah penyampaian aspirasi sekaligus ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan KTNA dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di seluruh wilayah Kepri.

Perwakilan KTNA menyampaikan sejumlah hal penting, di antaranya rencana partisipasi KTNA Kepri dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan 2025 di Gorontalo yang akan digelar selama tujuh hingga sepuluh hari pada bulan Juni mendatang.

Selain itu, KTNA menegaskan peran strategisnya sebagai organisasi yang selama ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Dalam bidang ketahanan pangan, KTNA menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk MoU bersama Polda Kepri terkait program Masyarakat Bebas Gizi Buruk (MBG). Program tersebut secara rutin mendistribusikan ikan lele hingga satu ton per minggu dan jagung sebanyak 50 ton per bulan. (*/adv)

Artikel Wagubkepri Nyanyang Tegaskan Dukungan Pemprov Kepri Meningkatkan Produksi Pertanian dan Perikanan pertama kali tampil pada Kepri.

Essity Perkuat Komitmen Perawatan Luka Melalui Kampanye “Beda Luka, Beda Plester” dan Peluncuran Leukoplast® Red First Aid

0

batampos– Essity Indonesia, perusahaan global di bidang kesehatan dan kebersihan dengan misi Breaking Barriers to Well-being, memperkenalkan kampanye edukatif “Beda Luka, Beda Plester”, bertujuan mengajak masyarakat Indonesia memahami bahwa setiap luka memiliki karakter dan kebutuhan plester yang berbeda.

Sebagai bagian dari kampanye ini, Essity juga secara resmi meluncurkan Leukoplast® Red First Aid, plester luka inovatif berstandar medis (medical-grade) untuk kebutuhan perawatan luka ringan.

“Melalui kampanye Beda Luka Beda Plester, kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya perawatan luka yang benar dan aman sesuai standar medis, namun bisa dilakukan sendiri di rumah. Untuk mendukung kampanye ini, kami hadirkan Leukoplast® Red First Aid dengan inovasi yang khusus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia sebagai solusi perawatan luka ringan yang memberikan perlindungan komprehensif dan terpercaya bagi setiap keluarga,” kata Joice Simanjuntak, Head of Marketing Essity for Central & East Asia.

BACA JUGA: Ini Bahaya Meregangkan Leher hingga Berbunyi Menurut Medis

Perawatan luka sering terabaikan oleh masyarakat. Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perawatan luka masih tergolong sedang hingga rendah. Padahal pengetahuan dasar terkait luka dan perawatannya dapat mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga menyatakan bahwa perawatan luka merupakan isu kesehatan masyarakat global, dan menekankan pentingnya pendekatan inter-profesional yang berpusat pada pasien (patient-centered care).

Menurut dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS, Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI), edukasi publik tentang perawatan luka merupakan hal yang sangat penting karena masih banyak kesalahpahaman di masyarakat. “Banyak orang masih menggunakan plester yang tidak sesuai dengan jenis luka, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama dan risiko infeksi meningkat. Selain itu, masih ada anggapan bahwa luka sebaiknya dibiarkan terbuka agar cepat kering. Padahal, secara medis, luka yang ditutup dengan plester yang tepat justru sembuh lebih cepat dan lebih bersih,” jelas dr. Heri.

Ia menambahkan, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang perawatan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat pendidikan, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang terpercaya, serta minimnya kampanye publik mengenai cara perawatan luka yang benar.

“Karena itu, kami sangat mengapresiasi inisiatif Essity yang konsisten meningkatkan literasi dan kualitas perawatan luka di Indonesia. Upaya edukatif seperti ini sejalan dengan komitmen PABI dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit dan luka, melalui kolaborasi yang sudah terjalin selama ini,” tutur dr. Heri.

Dr. Heri lebih lanjut menjelaskan bahwa luka dapat diklasifikasikan berdasarkan adanya kerusakan atau tidaknya permukaan kulit (terbuka vs. tertutup), lamanya penyembuhan (akut vs. kronis), penyebabnya (seperti trauma, pembedahan, atau luka bakar), tingkat kontaminasi, serta kedalaman cedera. Setiap jenis luka ini memerlukan perawatan yang berbeda. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan guna mencegah infeksi luka.

“Untuk mencegah infeksi luka, penting mempertahankan lingkungan yang bersih dan higienis: bersihkan luka dan area di sekitarnya dengan air matang (air yang sudah dimasak dan didinginkan) dan gunakan plester yang tepat untuk melindungi luka agar kuman tidak masuk. Penting pula mempertahankan kelembaban agar pembentukan kulit baru tidak terganggu. Plester luka dengan medical-grade dapat membantu perawatan luka ringan dengan aman dan efektif. Untuk itulah memahami perawatan luka dasar dan akses kepada plester medical-grade menjadi penting untuk mencegah infeksi lanjutan yang dapat berdampak pada kualitas kesehatan jangka panjang,” tambahnya.

Sebagai solusi penanganan pertama luka ringan, selaras dengan semangat kampanye Beda Luka, Beda Plester, Leukoplast® hadir dalam 3 varian yang dirancang untuk membantu perawatan luka ringan di berbagai lokasi luka, dengan kebutuhan berbeda, dimana setiap kemasan dilengkapi dengan informasi terkait jenis luka dan jenis plester yang sesuai:

● Leukoplast® Elastic – fleksibel, menempel kuat, dan sempurna di area tubuh yang sering bergerak seperti jari, buku tangan, siku, dan lutut.

● Leukoplast® Aqua Pro
– menjaga luka tetap terlindungi dari air, sambil memungkinkan kulit di sekitar luka tetap “bernapas”.

● Leukoplast® Barrier – memberikan perlindungan ekstra dari mikroba, dan kontaminan luar, cocok untuk aktivitas outdoor yang rentan terpapar kotoran atau kontaminan.

Perluas Akses Edukasi, Perkuat Kolaborasi
Kampanye Beda Luka, Beda Plester diimplementasikan Essity dengan kolaborasi bersama tiga jaringan retail besar Guardian, Watsons, dan Apotek K-24 untuk membuka akses lebih luas terhadap edukasi dan produk perawatan luka modern bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Kampanye ini akan menjangkau 250 titik di tahun ini. Di setiap titik edukasi, pengunjung dapat belajar tahapan merawat luka mulai dari membersihkan luka, memilih plester yang tepat, dan melakukan perawatan lanjutan yang aman. Edukasi didukung dengan video singkat, materi visual, dan QR code untuk akses informasi digital.

“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Essity dalam edukasi perawatan luka di Indonesia. Di Guardian, konsumen tak hanya membeli produk, namun mendapatkan informasi tentang jenis luka dan cara perawatan yang tepat. Untuk memudahkan konsumen, kami telah menata display khusus di segmen perawatan luka, sehingga produk-produk yang lengkap dan berkualitas dapat ditemukan dengan mudah. Inisiatif ini selaras dengan misi kami untuk menjadi mitra terpercaya dalam kesehatan dan kecantikan, dengan menyediakan produk berkualitas serta meningkatkan akses layanan kesehatan,” ujar Merry Delvia, Senior Category Manager, Guardian Indonesia.

Sementara itu, Gesit Kuntadi, Commercial Director of K-24 Group menambahkan “Melalui kampanye Beda Luka Beda Plester, kami berkomitmen meningkatkan literasi masyarakat akan perawatan luka. Bekerja sama dengan Essity dan asosiasi perawatan luka, para apoteker kami mendapatkan pelatihan dan tersertifikasi CWCCA (Certified Wound Care Clinician Associate) yang nantinya mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu di apotik kami juga tersedia Woundcare Corner atau Pojok Perawatan Luka sebagai sarana edukasi yang interaktif.

Yullis Hewis, Health Trading Controller, Watsons Indonesia menyampaikan,“Kami berkolaborasi dengan Essity dalam program tanggung jawab sosial untuk perawatan luka pasien. Upaya ini dilakukan untuk memberikan akses plester medical-grade melalui Yayasan Jaga Ginjal Indonesia agar dapat melakukan perawatan luka secara mandiri di rumah.

Lebih lanjut, Essity juga membangun sinergi dengan organisasi medis profesional seperti PABI, Asosiasi Perawat Luka di Indonesia, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk menyelenggarakan pelatihan perawatan luka dasar yang disertai Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi lebih dari 2.000 apoteker dan asisten apoteker di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas apoteker dan asisten apoteker sebagai ujung tombak edukasi kesehatan, sehingga mereka dapat memberikan edukasi langsung dan terpercaya kepada masyarakat tentang praktik perawatan luka yang tepat.

“Dengan menggabungkan kolaborasi dan edukasi, tentunya akan membawa dampak lebih besar. Harapannya, dengan memahami cara perawatan luka yang benar, masyarakat dapat mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan, dan melindungi kesehatan diri serta keluarga. Kami menghadirkan solusi berbasis sains yang relevan, inovatif, mudah diakses, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Indonesia melalui Leukoplast® First Aid. Perawatan luka harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penggunanya, baik untuk ibu, anak, pekerja aktif, maupun lansia,” tutup Joice.

Berbekal pengalaman kesehatan profesional selama lebih dari 120 tahun, Leukoplast® telah menjadi kepercayaan para tenaga medis di seluruh dunia akan kualitas dan keandalannya dalam perawatan luka. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi www.leukoplast.co.id atau hubungi [email protected]. (*)

Artikel Essity Perkuat Komitmen Perawatan Luka Melalui Kampanye “Beda Luka, Beda Plester” dan Peluncuran Leukoplast® Red First Aid pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Keluhkan Jalan Sambau Gelap, Keselamatan Pengendara Terancam

0
Kondisi jalan Sambau yang gelap. f. yashinta

batampos– Ruas Jalan di hampir keseluruhan Kelurahan Sambau di Kecamatan Nongsa tampak gelap setiap malam. Tak satu pun penerangan jalan umum (PJU) berdiri di sepanjang jalan yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun empat itu. Hanya sinar lampu kendaraan yang sesekali menembus gelapnya malam di kawasan tersebut.

Dari pantauan Batam Pos, Selasa (5/11) malam, jalan selebar dua lajur itu membentang di tengah lahan kosong dan semak belukar. Cahaya hanya berasal dari lampu motor yang melintas, sementara sisi kiri dan kanan jalan nyaris tak terlihat. Kondisi ini membuat pengendara harus waspada, terutama saat hujan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Gelap terus, belum ada lampu jalan satu pun. Padahal ini jalan ramai, banyak yang melintas tiap malam,” ujar Ulan, warga Sambau, Rabu (5/11).

BACA JUGA: Jalan Laksamana Bintan Dilebarkan, Warga Senang tapi Minta Lampu Jalan Juga Diperbaiki

Ia menuturkan, banyak pengendara yang nyaris celaka akibat jalan tak terlihat dengan jelas saat malam hari. Genangan air di musim hujan juga sering membuat jalan licin dan membahayakan pengguna jalan.

“Kalau hujan, makin parah. Gelap, jalan basah, kadang lubang tak kelihatan. Sudah sering dengar orang jatuh di sini. Ada juga yang tabrakan,” kata Ulan.

Ia mengaku kecewa karena hingga kini pemerintah belum menunjukkan perhatian. Padahal, kata dia, masyarakat setiap bulan membayar biaya PJU dalam tagihan listrik.

“Kami bayar iuran PJU juga, tapi tidak ada manfaatnya. Pemerintah seperti cuek saja,” ucapnya kesal.

Hal senada disampaikan Tika, warga lainnya. Ia mengaku kerap merasa takut saat melintas malam hari, terutama jika harus pulang sendirian.

“Kalau lewat malam, apalagi perempuan, rasanya ngeri. Gelap sekali, tak ada penerangan sama sekali. Apalagi kalau sudah lewat jam 10 malam,” ujar Tika.

Ia menambahkan, kondisi gelap tak hanya membahayakan pengguna jalan, tapi juga berpotensi menjadi lokasi rawan kejahatan. “Kalau ada orang berniat jahat, gampang sekali sembunyi di kegelapan. Bahaya untuk kami,” ucapnya.

Tika berharap Pemko Batam segera menindaklanjuti keluhan warga dan memasang PJU di sepanjang Jalan Sambau. Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas.

“Jangan tunggu ada korban baru bertindak. Jalan ini penting sekali buat warga Nongsa,” tegasnya.

Hingga kini, Jalan Sambau masih dibiarkan gelap. Kendaraan yang melintas tetap bergantung pada sorot lampu mereka sendiri untuk menembus malam yang pekat. Warga berharap, kegelapan ini tak lagi menjadi pemandangan tetap di jalan utama Nongsa. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Warga Keluhkan Jalan Sambau Gelap, Keselamatan Pengendara Terancam pertama kali tampil pada Metropolis.

SPPG Sei Lekop Ganti Beras Harumas Setelah Temuan Ulat dan Kutu

0
Kendaraan operasional dari SPPG di Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur untuk mengantar makan bergizi gratis ke delapan sekolah, Rabu (5/11). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, akan mengganti stok beras merek Harumas setelah ditemukan beras berulat dan berkutu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mitra pelaksana program MBG SPPG Sei Lekop, Agus Afriyanto, mengatakan keputusan itu diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Stok beras Harumas diperkirakan akan habis pada Kamis. Setelah itu, kami ganti dengan merek lain sesuai rekomendasi kepala kelompok MBG,” ujar Agus yang akrab disapa Awi, Rabu (5/11).

Agus menjelaskan, selain beras berulat, pihaknya juga menemukan adanya kutu dan perubahan tekstur pada beras merek Harumas tersebut.

“Warnanya berubah jadi kuning butek. Setelah itu kami langsung minta penggantian,” katanya.

Usai laporan disampaikan, pihak distributor segera menindaklanjuti dengan mengganti seluruh stok beras yang rusak.

“Setelah diganti, beras yang datang sudah dalam kondisi baik,” tambahnya.

Agus menuturkan, distributor beras Harumas juga telah mendatangi lokasi SPPG Sei Lekop untuk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.

“Mereka datang langsung dan mengakui kesalahannya. Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis ini sangat penting karena menyasar 2.778 siswa di delapan sekolah di Kecamatan Bintan Timur.

“Kami tidak ingin ada masalah kualitas bahan pangan, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel SPPG Sei Lekop Ganti Beras Harumas Setelah Temuan Ulat dan Kutu pertama kali tampil pada Kepri.