Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 74

Waspada!! Saat ini Pencuri Sembako Berpura-pura jadi Pembeli Marak

0
Ilustrasi pencuri diamankan polisi. f. Istimewa

batampos – Aksi pencurian sembako dengan modus berpura-pura sebagai pembeli marak terjadi di sejumlah toko di Kota Batam. Pelaku datang layaknya konsumen, lalu membawa kabur barang dagangan menggunakan sepeda motor.

Menyikapi kondisi ini, Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di area toko.

“Kami mengimbau pelaku usaha untuk tetap waspada dan mengutamakan pemasangan CCTV di tempat usahanya,” ujar Bayu.

Menurutnya, keberadaan CCTV tidak hanya berfungsi sebagai alat pencegah kejahatan, tetapi juga dapat membantu aparat kepolisian dalam mengungkap kasus.

“Selain mencegah, CCTV juga mempermudah pengawasan dan bisa menjadi petunjuk bagi polisi dalam mengungkap tindak pidana,” jelasnya.

Bayu juga meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Kalau ada hal yang mencurigakan, segera laporkan. Kami akan langsung menindaklanjutinya,” tegasnya.

Senada, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

“Jika ada kecurigaan atau tindak kejahatan, segera laporkan melalui layanan 110. Laporan akan segera kami tindak lanjuti,” katanya.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Batuaji berhasil menangkap seorang pemuda berinisial NA di kawasan Simpang Dam, Mukakuning. Pelaku diketahui telah beraksi di sejumlah toko sembako dengan modus serupa.

Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menjadi pembeli, kemudian membawa kabur barang berupa karung beras menggunakan sepeda motor.

Polisi pun mengingatkan agar para pelaku usaha tidak lengah dan terus meningkatkan sistem keamanan guna mencegah terjadinya kasus serupa.(*)

Artikel Waspada!! Saat ini Pencuri Sembako Berpura-pura jadi Pembeli Marak pertama kali tampil pada Metropolis.

Butuh Dana Rp135 Miliar, Pemkab Karimun Tawarkan Dua Skema Pinjaman ke Bank

0
Abdullah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Karimun. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Karimun mengajukan pinjaman sebesar Rp135 miliar ke sejumlah bank untuk menutup kebutuhan anggaran daerah. Rencana tersebut masih dalam tahap proses pengajuan dan evaluasi oleh pihak perbankan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Karimun, Abdullah AR, mengatakan usulan pinjaman telah diajukan ke empat bank pemerintah, baik bank umum maupun bank daerah.

“Untuk bank umum atau Himbara kami ajukan ke Bank Rakyat Indonesia dan Bank Tabungan Negara. Sementara untuk bank daerah ke Bank BJB dan Bank Riau Kepri Syariah,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, pengajuan pinjaman ini dilakukan karena berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah, sehingga diperlukan alternatif pembiayaan untuk menjaga stabilitas keuangan daerah.

Ia menjelaskan, seluruh persyaratan administrasi telah dilengkapi, mulai dari surat keputusan kepala daerah, data pendapatan daerah, kondisi kas, hingga proyeksi arus kas (cash flow).

Dalam pengajuan tersebut, Pemkab Karimun menawarkan dua skema pinjaman. Skema pertama ditujukan untuk pengisian kas daerah dengan nilai di bawah Rp50 miliar, yang direncanakan akan dilunasi hingga 31 Desember 2026.

“Kami berharap skema pertama ini bisa terealisasi pada April atau Mei,” katanya.

Sementara itu, skema kedua mencakup sisa kebutuhan pembiayaan dari total pinjaman yang diajukan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung proyek pembangunan prioritas di daerah.

“Untuk skema kedua diharapkan bisa terealisasi pada Juni atau Juli. Pembayaran angsurannya baru akan dimulai pada 2027,” jelasnya.

Meski telah diajukan ke empat bank, Abdullah menyebut belum dapat dipastikan bank mana yang akan menyetujui dan merealisasikan pinjaman tersebut. Namun, seluruh pengajuan ditujukan kepada bank milik pemerintah.(*)

Artikel Butuh Dana Rp135 Miliar, Pemkab Karimun Tawarkan Dua Skema Pinjaman ke Bank pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Anambas Dorong Pelabuhan Antang Jadi Tempat Pelelangan Ikan, Perkuat Sektor Perikanan

0
Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Anambas, Ayub. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas mendorong optimalisasi Pelabuhan Perikanan Antang sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) guna memperkuat sektor perikanan di daerah tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub, mengatakan pelabuhan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas perikanan terpadu.

Menurutnya, peralihan kewenangan pengelolaan pelabuhan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ke Pemerintah Kabupaten Anambas menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Harus didudukkan dulu, buat perencanaan agar Pelabuhan Antang bisa menjadi tempat pelelangan ikan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Dengan pengelolaan di tingkat kabupaten, pemerintah daerah dinilai lebih leluasa dalam menyusun kebijakan, penganggaran, serta pengawasan. Selain itu, proses pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat tanpa harus melalui koordinasi panjang dengan pemerintah provinsi.

Ayub menekankan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun perencanaan matang, mulai dari sistem operasional, mekanisme retribusi, hingga tata kelola pelelangan yang transparan.

Dari sisi fasilitas, Pelabuhan Antang dinilai sudah cukup memadai untuk difungsikan sebagai TPI tanpa perlu pembangunan besar-besaran.

Keberadaan cold storage memungkinkan hasil tangkapan nelayan tetap terjaga kualitasnya, sementara fasilitas SPBU nelayan mendukung kelancaran aktivitas melaut.

“Tinggal dilakukan pembenahan saja di Antang. Di Anambas kita usulkan tiga tempat pelelangan ikan masing-masing di Jemaja, Siantan dan Matak,” jelasnya.

Ia menilai, keberadaan beberapa TPI di wilayah berbeda akan membantu mempersingkat rantai distribusi dan menekan biaya logistik nelayan.

Selain itu, sistem pelelangan terbuka diharapkan dapat mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak, sekaligus memberikan harga yang lebih kompetitif bagi hasil tangkapan.

Pengusaha ikan pun dapat langsung datang ke pelabuhan untuk mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

“Segala aktivitas perikanan langsung satu pintu di Pelabuhan Antang. Nanti kita dudukkan bersama dengan pemerintah daerah serta Dinas Perikanan Pertanian Pangan,” kata Ayub.

Ia menegaskan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi kunci agar rencana pembentukan TPI ini dapat berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan di Anambas. (*)

Artikel DPRD Anambas Dorong Pelabuhan Antang Jadi Tempat Pelelangan Ikan, Perkuat Sektor Perikanan pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pengancaman ke Jurnalis di Karimun Berakhir Damai, Kondisi Kejiwaan Pelaku Jadi Alasan

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Kasus dugaan intimidasi dan ancaman peretasan terhadap sejumlah media di Kabupaten Karimun berakhir damai setelah dilakukan mediasi di Mapolsek Tebing, Senin (20/4).

Mediasi mempertemukan puluhan jurnalis dengan seorang oknum pegawai IT Perumda BPR Tuah Karimun berinisial TW, yang sebelumnya dilaporkan atas dugaan ancaman dan upaya peretasan situs media.

Wakapolsek Tebing, Marizal, mengatakan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara secara kekeluargaan.

“Dari hasil mediasi, perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Saudara TW juga membuat surat pernyataan tertulis dan visual untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Dalam proses mediasi, pihak keluarga TW turut hadir. Polisi juga mengingatkan keluarga agar memperhatikan kondisi kesehatan yang bersangkutan.

Kanit Reskrim Polsek Tebing, Omkenedi, menyebut TW sedang menjalani terapi sejak November 2025 berdasarkan keterangan dokter spesialis kejiwaan.

“Kami mengimbau keluarga, khususnya istri, agar rutin memastikan yang bersangkutan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter,” katanya.

Sementara itu, perwakilan jurnalis, M Saimi Arrahman Rambe, menyatakan kesepakatan damai diambil dengan pertimbangan kemanusiaan. TW juga diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Yang bersangkutan berjanji tidak akan meretas media maupun mengancam jurnalis. Jika melanggar, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Perwakilan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kepulauan Riau, Sahid Bustami, mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat profesi jurnalis dilindungi undang-undang.

Ia juga meminta pihak manajemen Perumda BPR Tuah Karimun melakukan evaluasi internal terhadap proses rekrutmen dan kondisi pegawai.

Dalam kesempatan yang sama, TW menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jurnalis di Karimun atas perbuatannya.

“Saya memohon maaf kepada seluruh media di Karimun. Saat ini saya juga sedang menjalani pengobatan dan terapi,” ucapnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Perumda BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman, belum memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. (*)

Artikel Kasus Pengancaman ke Jurnalis di Karimun Berakhir Damai, Kondisi Kejiwaan Pelaku Jadi Alasan pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Siap Realisasikan ZoSS di Sejumlah Sekolah, Namun Anggaran jadi Kendala

0
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra bersama Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Leo Putra meninjau lokasi rencana pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan SD Negeri 009 Botania Garden, kawasan Belian, Batam Kota. F. Syahban/Batam Pos
‎ss

batampos– Permintaan pemasangan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di sejumlah titik rawan lalu lintas mulai banyak disampaikan pihak sekolah di Kota Batam. Sejumlah sekolah menilai keberadaan ZoSS penting untuk melindungi siswa saat menyeberang maupun saat masuk dan pulang sekolah.

‎Salah satu lokasi yang diusulkan adalah jalan depan SMP Negeri 12 Batam Kota. Kawasan tersebut dinilai cukup rawan karena banyak kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi, terutama pada pagi dan siang hari saat aktivitas sekolah berlangsung.

‎Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah memasang ZoSS di SD Negeri 001 Batam Kota dan SD Negeri 009 Botania.

Pemasangan itu dilakukan untuk memperlambat laju kendaraan di sekitar sekolah sekaligus meningkatkan keselamatan anak-anak.

‎Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat dan sekolah terkait kebutuhan pemasangan ZoSS di berbagai titik.

‎Menurutnya, Dishub akan melakukan penyisiran dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan kecelakaan maupun lalu lintas padat.

‎“Kami akan sisir semua, namun kita perlu arahan dari pimpinan karena anggarannya di sana,” kata Leo Putra kepada Batam Pos, Senin (20/4) siang.

‎Leo menegaskan keselamatan anak sekolah harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, keberadaan ZoSS bukan hanya soal marka dan rambu lalu lintas, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap siswa yang setiap hari beraktivitas di pinggir jalan.

‎“Demi keselamatan anak-anak sekolah, tentu akan terus kita dorong. Jangan sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan baru kita bergerak,” ujarnya.

‎Leo menjelaskan, pemasangan ZoSS membutuhkan anggaran yang tidak sedikit karena mencakup marka jalan, rambu, pengecatan, zebra cross, hingga perlengkapan pendukung lain di sekitar sekolah.

‎Karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari pimpinan daerah, baik wali kota maupun wakil wali kota, agar program keselamatan sekolah tersebut bisa diperluas ke lebih banyak lokasi.

‎Menurut Leo, keberhasilan pemasangan ZoSS di dua sekolah sebelumnya juga tidak lepas dari perhatian dan dorongan pimpinan daerah yang menilai keselamatan siswa harus menjadi prioritas.

‎Selain itu, ia menilai Dinas Pendidikan Kota Batam juga perlu ikut aktif mendorong usulan sekolah-sekolah yang membutuhkan ZoSS, sehingga program keselamatan anak di lingkungan sekolah bisa berjalan lebih cepat dan terarah.

‎“Kalau ada sinergi antara sekolah, Dinas Pendidikan dan Dishub, tentu akan lebih mudah menentukan titik-titik mana yang paling prioritas untuk dipasang ZoSS,” katanya.(*)

Artikel Dishub Siap Realisasikan ZoSS di Sejumlah Sekolah, Namun Anggaran jadi Kendala pertama kali tampil pada Metropolis.

Mustang GTD Ungguli Corvette ZR1X di Nürburgring Rebut Gelar Mobil Tercepat

0
Ford Mustang GTD Competition yang mencetak rekor sebagai mobil Amerika tercepat di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman. Sumber: x.com/evomagazine.

batampos – Persaingan dua raksasa otomotif Amerika kembali memanas setelah Ford Motor Company berhasil merebut gelar mobil Amerika tercepat di sirkuit Nürburgring Nordschleife.

Lewat varian Ford Mustang GTD Competition, Ford mencatatkan waktu lap impresif 6 menit 40,835 detik, mengungguli rivalnya Chevrolet Corvette ZR1X yang sebelumnya membukukan waktu sekitar 6 menit 49 detik.

Selisih lebih dari delapan detik di lintasan sepanjang Nürburgring dianggap sangat signifikan di dunia otomotif performa tinggi. Sirkuit yang dijuluki “Green Hell” ini dikenal sebagai salah satu trek paling menantang dan teknis di dunia.

Mustang GTD Competition merupakan versi lebih ekstrem dari model GTD standar. Mobil ini dibekali mesin V8 supercharged 5.2 liter dengan peningkatan tenaga, bobot lebih ringan, serta paket aerodinamika yang lebih agresif.

Berbagai penyempurnaan dilakukan, mulai dari desain sayap belakang (rear wing), tambahan dive planes di bagian depan, hingga penggunaan ban performa tinggi untuk meningkatkan daya cengkeram di lintasan.

Catatan waktu ini juga lebih cepat sekitar 11 detik dibanding rekor sebelumnya yang pernah dibukukan Ford di sirkuit yang sama.

Sebelumnya, Chevrolet melalui Corvette ZR1X sempat memegang rekor mobil Amerika tercepat di Nürburgring dengan waktu 6:49.275. Model tersebut dikenal sebagai Corvette paling bertenaga berkat sistem hybrid yang menghasilkan sekitar 1.250 tenaga kuda.

Namun, dominasi tersebut kini berhasil dipatahkan oleh Ford, menandai kebangkitan mereka dalam persaingan mobil performa tinggi di lintasan global.

Meski demikian, varian Mustang GTD Competition yang mencetak rekor ini masih berstatus pra-produksi atau prototipe, sehingga belum sepenuhnya dikategorikan sebagai mobil produksi massal. (*)

Artikel Mustang GTD Ungguli Corvette ZR1X di Nürburgring Rebut Gelar Mobil Tercepat pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tak Ada Pendaftar, Warga Sepakati Bahir Pimpin Lagi RT 001 Teluk Sasah

0
Suasana musyawarah warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, saat penetapan Ketua RT 001/RW 002 yang kembali mempercayakan Bahir untuk memimpin periode berikutnya, Senin (20/4). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, kembali mempercayakan Bahir sebagai Ketua RT 001/RW 002 untuk periode berikutnya.

Penetapan tersebut diputuskan melalui musyawarah warga yang digelar pada Senin (20/4/2026). Keputusan ini diambil setelah tidak ada satu pun warga yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua RT.

Ketua RW 002 Desa Teluk Sasah, Jasmawardi, menjelaskan awalnya mekanisme yang disiapkan adalah pemilihan calon ketua RT. Namun proses tersebut tidak berjalan karena minimnya partisipasi.

“Karena tidak ada yang daftar, ketua RT yang lama diminta kembali untuk melanjutkan jabatan ketua RT,” ujarnya.

Melalui musyawarah, warga akhirnya sepakat menunjuk kembali Bahir untuk memimpin lingkungan tersebut. Keputusan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program pembangunan di kampung.

Jasmawardi berharap Bahir dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah desa.

“Semoga Pak Bahir bisa menjadi penyambung yang baik antara masyarakat dengan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Bahir menyatakan kesiapannya untuk kembali menjalankan tugas dan menyelesaikan sejumlah program yang belum rampung pada periode sebelumnya.

Ia menyebut beberapa prioritas utama, di antaranya pembangunan gerbang menuju makam serta perbaikan parit di lingkungan kampung.

“Kita ingin menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai dan melanjutkannya seperti rencana pembangunan gerbang makam, parit dan lainnya,” ujarnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Bahir berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan maksimal.

“Tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah desa, program tidak akan jalan maksimal,” pungkasnya. (*)

Artikel Tak Ada Pendaftar, Warga Sepakati Bahir Pimpin Lagi RT 001 Teluk Sasah pertama kali tampil pada Kepri.

‎DPD RI Tampung Aspirasi Kepri, P3K Terancam Imbas Belanja Pegawai 30 Persen

0
Rapat kunjungan kerja Komite IV DPD RI bersama Pemerintah Provinsi Kepri di Graha Kepri, Batam, Senin (20/4). Foto: M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Kunjungan kerja Komite IV DPD RI ke Graha Kepri, Batam, Senin (20/4), menjadi ruang bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan berbagai persoalan fiskal yang kini dihadapi daerah.

‎Salah satu yang paling disorot ialah kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD yang akan berlaku pada 2027.

‎Aturan tersebut dinilai berpotensi menekan daerah, terutama terhadap keberlangsungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

‎Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Novita Anakotta, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD).

‎“Kami menjalankan tugas konstitusional untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang ini. Apa yang menjadi masukan dari pemerintah daerah, termasuk dari Kepulauan Riau, akan kami sampaikan ke Kementerian Keuangan sebagai mitra kerja,” ujarnya.

‎Menurut Novita, persoalan keterbatasan fiskal dan tingginya belanja pegawai tidak hanya terjadi di Kepri, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia. Banyak daerah sebenarnya memiliki potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun ruang geraknya terbatas karena regulasi pusat.

‎“Daerah punya sumber PAD, tapi terbentur aturan yang lebih tinggi. Ini yang akan kami dorong untuk ditinjau kembali agar daerah punya ruang fiskal lebih luas,” jelasnya.

‎Salah satu persoalan terbesar yang disampaikan Pemprov Kepri adalah meningkatnya porsi belanja pegawai akibat pengangkatan tenaga honorer menjadi P3K. Sebelumnya, honor tenaga honorer masuk dalam pos belanja barang dan jasa. Namun setelah berubah status menjadi P3K, seluruh anggarannya masuk ke dalam belanja pegawai.

‎Akibatnya, persentase belanja pegawai daerah melonjak 41 persen dan membuat target maksimal 30 persen menjadi sulit dipenuhi.

‎“Ini yang sedang dicarikan solusi. Ada pembahasan dengan pemerintah pusat, apakah ada skema khusus, termasuk kemungkinan penyesuaian kembali nomenklatur anggaran untuk P3K,” kata Novita.

‎Sementara itu, Pejabat Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Luky Zaiman, mengatakan kondisi fiskal daerah saat ini sangat terbatas.

‎“Masalahnya kuenya tidak banyak, tapi yang harus dibagi banyak. Sementara kondisi keuangan fiskal kita memang terbatas,” ujarnya.

‎Menurut Luky, Pemprov Kepri sudah dua kali menyampaikan usulan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan agar aturan batas belanja pegawai 30 persen tidak diberlakukan di daerah. Namun hingga kini belum ada tanggapan dari pusat.

‎Selain itu, daerah juga mengusulkan agar sebagian komponen belanja P3K dapat dikembalikan ke pos belanja barang dan jasa seperti sebelumnya.

‎“Kami sudah mengusulkan agar pegawai ini dibayar oleh pusat. Karena dari rekrutmen, formasi, hingga regulasi semuanya ditentukan pusat. Daerah tidak punya kewenangan penuh,” tegas Luky.

‎Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kepri, Feni Meitaria Detiawati, menambahkan salah satu solusi yang saat ini diusulkan adalah memindahkan kembali beberapa komponen belanja P3K ke pos belanja barang dan jasa.

‎Menurutnya, langkah itu bisa menjadi solusi sementara jika pemerintah pusat belum merevisi UU HKPD.

‎“Makanya kemarin Bapak Gubernur menyampaikan kepada Mendagri maupun DPR RI bahwa beberapa komponen belanja pegawai itu bisa dikembalikan lagi ke belanja barang dan jasa,” ujarnya.

‎Selain soal belanja pegawai, Pemprov Kepri juga meminta DPD RI memperjuangkan perhitungan transfer dana pusat yang lebih berpihak kepada daerah kepulauan.

‎Sebab, hingga kini Kepri merasa belum mendapatkan porsi optimal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), hingga Dana Alokasi Khusus (DAK).

‎DPD RI pun berjanji akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke pemerintah pusat agar daerah tidak terjebak pada pilihan sulit antara memangkas pegawai atau mengorbankan pelayanan publik.(*)

Artikel ‎DPD RI Tampung Aspirasi Kepri, P3K Terancam Imbas Belanja Pegawai 30 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Vakum Bertahun-tahun, Film Call of Duty Bakal Tayang 2028

0

batampos – Film live action Call of Duty akhirnya mendapat kepastian jadwal tayang setelah lama berada dalam ketidakjelasan. Proyek adaptasi gim populer ini dijadwalkan rilis di bioskop pada 30 Juni 2028.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Paramount Pictures bersama Activision dalam ajang CinemaCon 2026.

Presiden sekaligus produser Activision, Rob Kostich, menegaskan film ini akan menghadirkan kualitas setara blockbuster dengan pendekatan realistis0

Perang Lawan Narkoba hingga Pungli, Lapas Batam Komitmen Wujudkan Zero Halinar

0
Penandatanganan komitmen bersama Zero Halinar yang dilakukan petugas Lapas Batam. F. Andre untuk Batam Pos

batampos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari penyimpangan melalui deklarasi Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), Senin (20/4). Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Deklarasi yang berlangsung di lingkungan Lapas Batam itu dipimpin langsung Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, dan diikuti jajaran pejabat manajerial, petugas, hingga peserta magang. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, ditandai dengan pembacaan ikrar serta penandatanganan komitmen bersama.

Dalam arahannya, Yosafat menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar seremoni belaka.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita ingin memastikan tidak ada lagi handphone ilegal, pungutan liar, maupun peredaran narkoba di dalam lapas. Semua harus bergerak bersama,” ujar Yosafat.

Ia menekankan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada integritas seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga petugas di lapangan. Menurutnya, budaya kerja yang bersih dan profesional menjadi kunci utama menciptakan sistem pemasyarakatan yang akuntabel.

“Integritas itu tidak bisa ditawar. Kalau ingin lapas bersih, maka semua harus konsisten menjalankan aturan,” katanya.

Para pejabat manajerial juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat pengawasan internal serta melakukan evaluasi berkala guna memastikan komitmen Zero Halinar berjalan efektif. Sementara itu, petugas di lapangan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan peserta magang yang diberi pemahaman langsung mengenai pentingnya nilai-nilai anti penyimpangan sejak dini.

“Melalui deklarasi ini, Lapas Batam tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap program kementerian, tetapi juga mempertegas langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik Halinar,” tutup Yosafat.(*)

Artikel Perang Lawan Narkoba hingga Pungli, Lapas Batam Komitmen Wujudkan Zero Halinar pertama kali tampil pada Metropolis.