Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 7403

Klaim Mantan PM Malaysia Soal Kepri Salah, Diminta Banyak Belajar Sejarah

0

batampos-Penegasan Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menuai reakasi dari Melayu Serumpun Indonesia (MSI). Anggota Kehormatan MSI, Rida K Liamsi menilai, klaim Mantan PM Malaysia tersebut salah kaprah.

Ia menguraikan sejarah serumpun Provinsi Kepualau Riau dengan Malaysia. Menurutnya, perjalan tersebut bermula, ketika Sultan Mahmud Syah Melaka wafat tahun 1528 di Pekan Tua , Kampar ( Indonesia sekarang), posisinya digantikan anaknya Alaudin Riayat Syah sebagaI Sultan Melaka. Karena terus menerus dalam ancaman Portugis dan konflik politik sesama penerus Melaka, divl Pekan Tua, Alaudin telah pergi ke Pahang dan ingin menjadi Sultan di sana, karena Pahang meski jadi kerajaan sendiri, tapi tunduk ke Melaka.

Rida K Liamsi

“Tetapi dia telah ditolak oleh penerus Melaka lainnya yang berkuasa di Pahang ( dinasti Muhammad Syah ), lalu Alaudin pergi ke Johor. Dan dia diterima di negeri yang tidak beraja ini, dan kemudian mendirikan kerajaan di sana. Dan sejak 1529 itu, sampai tahun 1721, kerajaan itu disebut kerajaan Johor ( Pahang, Terengganu dan Riau),” ujar Rida K Liamsi, Rabu (22/6) di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang

Dikatakannya, kondisi ini menimbulkan pertanyaannya, mengapa kerajaan ini tidak disebut kerajaan Melaka? Bukankah para pendiri dan penerusnya adalah keturunan Sultan Melaka Mahmud Syah , setidaknya sampai tahun 1699. Dijelaskannya, penyebabnya antara lain, karena sejak eksis di tanah Johor di ujung selatan semenanjung Melaka itu , tidak sekalipun kerajaan ini pindah pusat pemerintahannya kembali dan berpusat kembali di Melaka.

“Bahkan tahun 1641, ketika Johor yang dibantu Belanda berhasil menyingkirkan Portugis dari Melaka, Johor malah menyerahkan Melaka pada Belanda,” jelasnya lagi.

Ditegaskannya, kenyataan demikian juga terjadi dengan kerajaan Kesultanan Riau ( Johor, Pahang, dan Lingga ) yang eksis sejak tahun 1722 di Hulu Sungai Riau ( Sungai Carang sekarang ) di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Sampai kesultanan ini runtuh ditelan Belanda tahun 1912, tidak sekalipun pindah ke Johor atau semenanjung tanah Melayu. Bahkan ibukota pemerintahannya tahun 1787, pernah pindah ke Daik ( Lingga ), dan tahun 1900, pindah ke Penyengat.

“Jadi mengapa kesultanan ini disebut kesultanan Johor, Pahang dan Riau ? Memang Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah , sultan ( Yang Dipertuan Besar ) kesultanan Riau yang pertama , adalah putera Tun Abdul Jalil, Sultan Johor yang disingkirkan Raja Kecik ( keturunan darah Melaka ) tapi Sultan Sulaiman sama seperti Alaudin Riayat Syah ( Melaka ) tidak sekalipun berniat memindah pusat pemerintahannya ke Johor,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut katanya, sebaliknya Johor hanya dijadikan daerah pegangan Temenggung , bersama Singapura . Artinya jika mengambil kasus berdirinya Kerajaan Johor , tahun 1529, maka kesultanan Riau ( Johor, Pahang, Lingga ) yang berdiri tahun 1722 itu, bukan lagi bahagian dan penerus kesultanan Johor yang sudah tumbang tahun 1721. Karena Kesultanan Riau ( 1722-1912 ) adalah kerajaan baru bernama kerajaan Riau, sementara nama Johor , Pahang dan Terengganu disebut karena daerah itu merupakan daerah taklukan dan negeri pegangan.

BACA JUGA: Malaysia Setop Pasokan Daging Ayam, Singapura Cari Ayam di Kepri

“Sehingga, kesultanan Riau itu, sejak tahun 1722 , adalah bahagian dari sejarah Indonesia, bukan bahagian sejarah Malaysia. Apalagi dalam asfek pemerintahan, di kesultanan Riau itu sudah bersatu dan bersebati dengan tradisi dan sistim politik Bugis. Persebatian melayu-bugis telah menjadi sistim dan kedaulatan politik di kesultanan ini,” tegasnya.

Diuraikannya lagi, yang dapat dikatakan penerus Kerajaan Johor itu sebenarnya adalah kerajaan Siak Sri Indrapura, yang berpusat di sungai Siak ( Riau sekarang ), karena pendirinya adalah Raja Kecik, Sultan Johor yang bergelar Abdul Jalil Rahmat Syah, karena ketika dia mendirikan kerajaan Siak, dia tetap memakai gelar Sultan Johor, Abdul Jalil Rahmat Syah . Sama seperti Alaudin Riayat Syah yang memakai gelar Sultan warisan Melaka. Tapi seperti Alaudin Riauat Syah, maka Raja Kecik atau Abdul Jalil Rahmat Syah itupun tidak sekalipun pernah memindahkan kembali pusat pemerintahannya ke Johor. Raja Kecik ( 1721-1740), tetap di Siak sampai akhir hayatnya. Demikian juga dengan para penerusnya, sampai kerajaan ini berakhir tahun 1946. Siak tetap menjadi bahagian sejarah Indonesia, sejak tahun 1723.

“Kalau Kesultanan Riau itu adalah sebuah kerajaan baru dan bukan penerus Johor, lantas bagaimana Riau dapat menguasai Johor dan Singapura?,” tanya Rida.

Mengenal hal ini, ia memaparkan, tahun 1699, ketika Sultan Johor Mahmud Syah tewas dibunuh laksamananya , Megat Seri Rama, melalui suatu konsfirasi politik, tahta Johor jatuh ke tangan Bendaharanya, Tun Abdul Jalil yang naik tahta dengan gelar Abdul Jalil Riayat Syah. Tapi tahun 1719, tahtanya direbut oleh Raja Kecik yang mengaku sebagai putera Mahmud Syah yang mati dibunuh. Kemudian Raja Kecik yang bergelar Abdul Jalil Rahmat Syah itu memindahkan pusat pemerintahan sementaranya ke Ulu Riau, di Pulau Bintan. Kemudian tahun 1721, dia diserang oleh Tengku Sulaiman , putera Tun Abdul Jalil yang disingkir dan dibunuh Raja Kecik, dengan bantuan lima bangsawan Bugis, Daeng Perani bersaudara .

Pada pertempuran itu, Raja Kecik kalah dan mundur ke Siak. Tengku Sulaiman dan sekutunya lima bangsawan bugis bersaudara itu, memburu Raja Kecik ke Siak. Di Siak mereka berdamai. Keputusannya , mereka membagi wilayah eks kesultanan Johor. Sebahagian menjadi wilayah kekuasaan Raja Kecik ( Siak, Bengkalis, Pelalawan, Rokan, Batubara di pesisir Timur Sumatera ), dan sebahagian lainnya dikuasai Tengku Sulaiman ( Riau, Johor, Pahang dan Terengganu). Selain wilayah kekuasaan, simbol kedaulatan sebagai Sultan Johor, yaitu regelia kerajaan dibagi dua.

“Sebahagian dikuasai Raja Kecik, dan sebahagian lainnya diambil Tengku Sulaiman. Kemudian tahun 1722, Tengku Sulaiman di nobatkan seagai Sultan Riau yang pertama, di Ulu Riau, yang wilayah kekuasaannya termasuk Johor, Singapura, Pahang dan Terengganu. Inilah kesultanan baru itu, yang jatuh bangun sampai tahun 1912,” paparnya.

Pria yang merupakan sastrawan dan budayawan Melayu ini juga mengatakan, tahun 1819, ketika Sultan Husin Syah, putera tertua Sultan Riau, Mahmud Riayat Syah, mendirikan kerajaan Singapura dan Johor , dengan bantuan Inggris, dia tetap menyembah ke Riau dan mengaku kerajaan Riau sebagai pusat daulat dan tempat meminta tunjuk ajar dalam urusan pemerintahan dan adat istiadat .

“Demikian juga Pahang. Baru tahun 1885, Johor menjadi kerajaan baru di bawah Maharaja Abu Bakar dan tahun 1888, Pahang menjadi kerajaan sendiri di bawah Ahmad Syah. Keduanya didukung oleh Inggris,” paparnya lagi.

Merujuk dari kondisi tersebut, kenyataan sejarah masa lalu sebagai dasar klaim seperti dikatakan Mantan PM Malaysia itu, sebenarnya bisa juga dilakukan oleh Indonesia melalui sejarah Kepulauan Riau yang mewarisi wilayah administrasi pemerintahan eks Kesultanan Riau itu, terhadap Singapura, Johor dan Pahang, karena ketiga wilayah itu dahulunya adalah daerah taklukan dan kekuasaan Kesultanan Riau.

Menurutnya, klaim seperti ini pernah dilakukan oleh Sultan Riau Mahmud Muzaffar Syah ( 1843-1857 ) yang minta Inggris mengembalikan Pahang, Johor, dan Terengganu kepada Kesultanan Riau. Bahkan tahun 1852, Sultan Singapura dan Johor, Ali Iskandar Syah pernah hendak mengembalikan Singapura dan Johor kepada Riau, tapi telah digagalkan oleh Inggris dan Belanda. Karena rencana politik nya itu, Mahmud Muzaffar Syah dimakzulkan oleh Belanda, diawasi tindak tanduknya oleh Inggris di kawasan semenanjung.

“Mahmudc Muzaffar Syah pernah menggunakan seorang pengacara asing untuk meujudkan klaimnys itu, menyatukan kembali wilayah kekuasaan Kesultanan Riau yang sudah tercabik cabik itu,” tuturnya.

Ditegaskannya, Belanda dan Inggrislah yang memisahkan kedaulatan Kesultanan Riau ( Johor , Pahang , Lingga ) melalui traktat London 1824. Dan Belandalah yang paling kukuh menggunkan istilah kerajaan Johor, Riau dan Pahang, dalam dokumen-dokumen perjanjian, kontrak politik dan administrasi pemerintahan nya karena kepentingan politik mereka ingin tetap menjadikan kawasan semenanjung tanah melayu ini , sebelum tahun 1824, tetap di bawah kendali Gubernur Belanda di Melaka.

Dokumen dokumen Belanda itulah yang kemudian dijadikan sumber primer dalam penulisan sejarah kawasan semenanjung ini. Sejarah yang ditulis dari sudut pandang penjajah Belanda, dan Inggeris dan bukan dari sudut pandang Indonesia. Penulisan sejarah yang hanya mengakui eksistensi kesultanan Riau itu sebagai bahagian sejarah Indonesia , mulai tahun 1824 sampai 1912 dan seterusnya sampai masa kemerdekaan RI tahun 1945.

“Itupun masih terus di obok obok Belanda sampai tahun 1950, sebelum Belanda benar benar angkat kaki dari Kepulauan Riau,” tegasnya.

Dengan jelasnya catatan sejarah, dengan dasar dan alasan latar belakang sejarah yang mana klaim Malaysia atas Kepulauan Riau? Apa bukan sebaliknya, justru Indonesia lah yang bisa mengklaim Johor dan Singapura dan bahkan Pahang serta Terengganu, sebagai bahagian dari Indonesia ? Bukankah dari keturunan Raja Bintan lah ( Sang Nila Utama dan Wan Seri Beni ) adanya Raja Raja Melaka. Bukankah dahulu wilayah kekuasaan Sriwijaya dan Mohopahit juga sampai ke tanah semenanjung.

BACA JUGA: Kemudahan Berkunjung ke Malaysia, Vaksinasi Lengkap Tak Perlu Beli Asuransi dan PCR/ Antigen

“Dengan telah berdirinya Malaysia sebagai negeri yang merdeka, dengan wilayah persekutuan yang ada sekarang ini, secara politik klaim berdasarkan jejak kesejarahan yang lalu itu sudah selesai dan tidak relevan lagi . Sementara dalam hal hubungan budaya rumpun bangsa melayu ini akan tetap hidup dan tetap merasa serumpun dan sebangsa, meskipun dengan raja yang berbeda,” tutup Rida K Liamsi.

Sementara itu, Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Abdul Malik yang juga merupakan budayawan melayu serumpun (Indonesia, Malaysia, dan Singapura) mengatakan, Mahathir Mohamad salah dalam memahami sejarah.

“Kepri tak sempat menjadi bagian dari Malaysia. Kerajaan-kerajaan Melayu yang pernah berdiri di Kepri merupakan kerajaan berdaulat. Kerajaan-kerajaan itu pulalah yang dahulu wilayahnya meliputi sebagian Semenanjung Melayu dan Singapura,” ujar Abdul Malik, kemarin

Menurutnya, sejak Kerajaan Bintan sampai Kesultanan Riau-Lingga, keturunan kerajaan-kerajaan itulah yang menjadi penguasa di Singapura sejak abad ke-14 sampai abad ke-15 dan Melaka abad ke-15 sampai 1511. Setelah Melaka diserang Portugis pada 1511, Sultan Melaka terakhir, Sultan Mahmud Syah I, memindahkan kembali pusat kesultanan ke Bintan.

Lebih lanjut katanya, pada 1528 Sultan Alauddin Riayat Syah, putra Sultan Mahmud, mendirikan kerajaan baru, Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang dan berpusat di Johor Lama sampai 1678. Setelah itu, pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Sungai Carang, Hulu Riau, Tanjungpinang.

Baru 1819 Singapura berpisah dengan Riau-Lingga, katanya, tetapi pemimpinnya, Sultan Husein Syah, adalah putra Sultan Mahmud Riayat Syah asal Kesultanan Lingga-Riau. Setelah itu, 1824 melalui Traktat London, Belanda dan Inggris memecah Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang. Sejak itu, Kesultanan Lingga-Riau yang berpusat di Daik-Lingga berpisah dengan Johor dan Pahang.

“Kebersamaan kita dengan Singapura dan sebagian Semenanjung Melayu waktu itu karena wilayah itu menjadi bagian kesultanan yang pernah berdiri di Kepri. Bukan karena wilayah kita pernah menjadi bagian Malaysia,” tegasnya.

Ditambahkannya, Tun Mahathir Muhammad tak perlu memperkeruh keadaan yang sudah sangat kondusif saat ini. Apatah lagi, dengan menggunakan hujah yang salah. Karena eberadaan sebagai bangsa serumpun tetap abadi.

“Secara geobudaya, kita serumpun. Akan tetapi, secara geopolitik kita sudah sejak 1824 terpisah. Kepri sekarang telah menjadi provinsi sah di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Malik. (*)

reporter: jailani

Ditanyai Kasus Korupsi Dana Hibah, Ini Tanggapan Mantan Gubernur Kepri Isdianto

0
Isdianto demokrat
Isdianto. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

batampos – Mantan Gubernur Kepri, Isdianto kembali mendatangi Mapolda Kepri, Rabu (22/6). Kedatangan Isdianto untuk memenuhi panggilan dari penyidik Subdit Tipikor Polda Kepri terakit pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah di lingkungan Pemprov Kepri.

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho membenarkan kedatangan Isdianto ke Mapolda Kepri.

“Harusnya kemarin, tapi meminta penundaan. Datang hari ini,” kata Nugroho, Rabu (22/6).

Kedatangan Isdianto bukan untuk memenuhi panggilan kedua. Namun, dalam pemeriksaan pertama (16/1) ada beberapa hal yang tidak tuntas. Banyaknya kegiatan, Isdianto baru datang dalam pemeriksaan, Rabu (22/6).

“Lebih detail tanya penyidik,” ungkap Nugroho.

Isdianto datang ke Polda Kepri dengan menggunakan baju kemeja berwarna abu-abu, dengan celana kain berwarna hitam. Tak banyak berubah dari wajah Isdianto, masih tetap ramah dan murah senyum.

Saat ditemui wartawan, Isdianto mengaku datang memenuhi panggilan penyidik, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah atau jabatan saat sebagai Gubernur Kepri.

Namun, ia membantah ikut terlibat dalam pusaran korupsi dana hibah di Disporan Kepri tersebut. “Kita tidak mungkin sembarang memberikan uang, semuanya ada aturan,” ujarnya.

Ia merasa kebijakan diberikannya disalahgunakan oleh bawahannya. Sebab, dari kebijakan dikeluarkannya sudah ada aturan dan prosedur yang jelas. “Saya wajib memberikan keterangan (fakta), makanya saya datang ke sini,” ucap dia.

Isdianto mengatakan bahwa tidak melakukan kesalahan apapun. “Saya tidak salah, makanya saya bantu penyidik (dengan datang memberikan keterangan),” ungkapnya.

Kasus dugaan hibah ini mencuat setelah, polisi menemukan laporan masyarakat. Informasi ini menyebutkan ada dugaan korupsi hibah yang nilainya mencapai Rp20 miliar.

Berbekal informasi itu, polisi memulai penyelidikan 30 Desember 2020. Polisi melakukan pengumpulan bahan dan keterangan, dari berbagai saksi dan orang-orang yang mengetahui hibah Dispora tersebut.

Tanggal 29 Desember 2021, kasus dugaan korupsi ini naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Tahapan penyidikan ini dimulai setelah dikirimkannya SPDP ke Kejati, 2 Januari 2022. Usai dikirimkan SPDP ini, polisi secara maraton memeriksa puluhan saksi di Tanjungpinang dan Batam.

Hingga akhirnya, polisi menetapkan ke 6 orang terlapor di SPDP yang dikirimkan ke kejaksaan itu sebagai tersangka, setelah dilakukan gelar perkara 4 April lalu.

Satu orang masih buron dan dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang, Muksi alias Usin, alias Ucin alias tatar. Sedangkan kelima orang tersangka yang sudah diamankan yakni Tri Wahyu Widadi, 44, mantan Kabid BPKAD Provinsi Kepri dirumahnya di Batu IX Tanjungpinang.

Suparman alias Arman, 35, ditangkap di rumahnya Kampung Lembah Harapan Sei Lakam Timur, Karimun. Mustofa Sasang ditangkap di ruli Bengkong Kartini, Batam. Arif Agus Setiawan ditangkap di Perumahan Puri Legenda Batam. Muhammad Irsyadul Fauzi ditangkap di Ruli Tanjung Uban, Bintan.

Kasus dana hibah ini, masih dalam pendalaman kepolisian. Sebelumnya, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, AKBP Nugroho Agus Setiawan menyebut ada beberapa klaster korupsi dana hibah ini. Penyidik baru memeriksa klaster pertama dengan kerugian negara Rp 6,2 miliar. Namun, dari keseluruhan klaster ini, diduga negara merugi hingga Rp 20 miliar

“Ada 4 klaster, yang baru kami selesaikan ini klaster pertama. Setelah ini, klaster kedua, ketiga dan keempat,” kata Nugroho. (*)

 

Reporter : FISKA JUANDA

1,2 juta tiket Piala Dunia 2022 Ludes Terjual

0
Ilustrasi: Logo Piala Dunia 2022 Qatar (ANTARA/AFP/Christof Stache)

batampos – Sekitar 1,2 juta tiket Piala Dunia 2022 di Qatar sudah ludes terjual, kata penyelenggara seperti dikutip AFP, Rabu (22/6).

Ketua penyelenggara Hassan Al-Thawadi mengungkapkan ada permintaan tiket “yang memecahkan rekor” untuk Piala Dunia yang diadakan pada November dan Desember tahun ini yang pertama kali diadakan di Timur Tengah.

“Saya kira, sekitar 1,2 juta tiket telah dibeli,” kata dia kepada Forum Ekonomi Qatar. “Orang sungguh membelinya dan bersemangat datang ke sana. Tidak ada keraguan soal itu,” tambahnya.

Angka tersebut dikonfirmasi oleh panitia penyelenggara yang mengatakan ada sekitar 40 juta permintaan tiket Piala Dunia ini dalam dua fase penjualan. Ibu kota Qatar, Doha, dengan penduduk sekitar 2,4 juta, bersiap menghadapi gelombang besar pelancong dengan akomodasi hotel yang sangat langka.

Sejumlah penggemar sepak bola akan tinggal di 1.000 tenda tradisional Qatar, sementara yang lain akan tidur di kapal pesiar yang berlabuh di Doha. (*)

 

Reporter: Antara

Cairnya Suasana Bimbingan Ibadah untuk Para Jamaah Calon Haji Indonesia

0
BEKAL PENGETAHUAN: Calon jemaah haji mengikuti bimbingan ibadah di Hotel Rataj Al Aryyan, Makkah (20/6).

Ada yang bertanya tips-tips khusyuk beribadah serta keragu-raguan terhadap sah tidaknya ibadah karena najis. Namun, ada pula yang bertanya soal parkir bus salawat yang jauh serta suplai oralit dan buah-buahan. Sembari menunggu wukuf di Arafah, para calon Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia mendapatkan program bimbingan ibadah di pemondokan. Tetapi, yang dibahas bukan melulu fikih ibadah.

NAUFAL WIDI A.R., Makkah

PANDANGAN yang sedikit terhalang pilar ruangan memaksa Nasir Ali setengah berdiri. Duduk di tengah-tengah jemaah, dia mengangkat tangan sembari mencondongkan badan agar terlihat mereka yang duduk di barisan depan.

Setelah mikrofon berada di genggaman, Nasir mulai berbicara. Tidak ada rasa canggung. Suaranya lantang. ”Bus salawat itu membantu kami ke Masjidilharam, tapi parkirnya jauh,” kata JCH asal Metro, Lampung, tersebut.

Seandainya bisa, dia minta dicarikan lokasi pemberhentian bus yang lebih dekat dengan Masjidilharam. ”Kalau dihitung-hitung, langkahnya banyak juga,” ujarnya, lantas tertawa kecil.

Yang diungkapkan Nasir dalam program bimbingan ibadah para JCH itu bukan hanya soal operasional bus yang memfasilitasi jemaah dari pemondokan ke Masjidilharam selama 24 jam tersebut, tetapi juga soal makanan. Makanan yang disediakan, kata dia, enak. Menunya sesuai dengan lidah orang Indonesia. Cita rasa Nusantara. Namun, menurut jemaah asal embarkasi Jakarta Pondok Gede itu, ada sebagian jemaah yang tidak bisa mengonsumsinya karena kondisi tertentu. Nasir meminta hal semacam itu turut diperhatikan.

Oralit dan buah juga disinggungnya di program yang diadakan sembari menunggu wukuf di Arafah tersebut. Jemaah diimbau tidak lupa menjaga asupannya. Karena itu, Nasir berharap suplai oralit dan buah selalu ada agar jemaah tidak kekurangan. ”Tolong diperbanyak. Buah-buahannya juga yang bersahabat,” tuturnya.

Ada ratusan JCH Indonesia yang mengikuti bimbingan di musala Hotel Retaj Al Rayyan, Makkah, pada Senin (20/6) siang itu. Mereka berkesempatan menyimak panduan dalam berhaji serta bertanya jawab dengan pembimbing dan konsultan ibadah yang ditunjuk panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH). Selain dari pimpinan pondok pesantren, dihadirkan pemateri dari Kementerian Kesehatan untuk mengedukasi seputar hidup sehat.

Bimbingan ibadah itu dihelat PPIH secara bergiliran. Dari hotel ke hotel tempat jemaah haji Indonesia menginap. Akibat keterbatasan ruang, biasanya satu kali bimbingan diikuti jemaah dari dua kloter atau sekitar 500 orang.

Meski kegiatan itu bertajuk bimbingan ibadah, pertanyaan dari jemaah beragam. Tidak melulu membahas fikih ibadah meski tidak melenceng dari aktivitas keseharian jemaah selama berada di Tanah Suci sembari menunggu masa puncak ibadah haji.

Ada pertanyaan soal layanan transportasi dan makanan seperti yang diajukan Nasir. Ada juga jemaah yang bertanya tips-tips khusyuk beribadah serta keragu-raguan terhadap sah tidaknya ibadah karena najis.

Dua jam waktu bimbingan ibadah jadi tidak terasa lama. Sebab, kegiatan yang dikemas dalam bentuk dialog itu banyak gergerannya. Sebab, tidak semua calon jemaah haji memiliki latar belakang pendidikan yang sama. Jadi, tidak jarang ada pertanyaan spontan yang memicu gelak tawa. Misalnya, saat seorang jemaah nyeletuk bagaimana caranya menahan kentut karena ingin berlama-lama di Masjidilharam.

Ditambah, KH Aris Ni’matullah dari Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, yang memandu bimbingan ibadah itu bisa menjaga suasana tetap cair. ”Jadi, dokter nyuruh banyak makan, banyak minum karena suasana di sini memang harus begitu. Kalau kemudian ada efeknya (kentut, Red), ya gimana ya. Saya nggak ngerti,” ujar dia, lantas tertawa.

Aris kemudian menjelaskan ketentuan dalam beribadah. ”Kalau kentut, tinggal wudu saja,” tuturnya. Di halaman luar Masjidilharam, kata dia, tersedia tempat wudu dan toilet. ”Cuman, halamannya jauh banget. Ini juga problem saya, Pak,” ungkap Aris yang disambut tawa para jemaah.

Namun, kata Aris, kentut itu hal yang alami. ”Asal jangan makan pedes saja, bahaya itu. Saya nggak jawab kalau itu,” katanya. Seisi ruangan pun kembali tergelak.

Aris juga merespons dengan penjelasan yang ringan dan mudah dicerna soal pakaian yang dikenakan dalam menjalankan salat. Jangan sampai pakaian yang dikenakan mengganggu kekhusyukan jemaah lain. ”Jangan sampai orang (jemaah) yang di belakang tidak khusyuk karena membaca tulisan partai politik ini. Atau, di kausnya ada tulisan Semen Cibinong,” katanya. Lagi-lagi jemaah gerrr… ”Tapi, kalau niatnya seragam, boleh-boleh saja. Diatur saja,” lanjut Aris.

Hadi Musa Said, petugas haji bimbingan ibadah sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah, yang salah satunya membawahkan jemaah di Hotel Retaj Al Rayyan, menyampaikan bahwa setiap hari konsultan ibadah berkeliling ke hotel-hotel untuk menyapa jemaah. Terutama dalam mempersiapkan jemaah menjalankan serangkaian ibadah di Tanah Suci. ”Kami datangkan konsultan ibadah dan kami diskusi bareng,” terang dia.

Sebisa mungkin, konsultan dan pembimbing ibadah yang didatangkan memahami karakter para jemaah yang didatangi. Biasanya yang berasal dari daerah yang sama dengan jemaah. Misalnya, KH Aris Ni’matullah dihadirkan karena di pondok pesantrennya banyak santri yang berasal dari Lampung. ”Jadi, dalam memberikan bimbingan ini, kami juga harus menyesuaikan dengan jemaah. Karakternya bagaimana. Setiap daerah karakternya berbeda,” papar Hadi.

Hadi yang bertugas memandu acara pun harus menyesuaikan. Sesekali, dia melontarkan joke untuk menyegarkan suasana. Menghindarkan kesan serius dan bikin ngantuk. Misalnya, pantun yang spontan dia buat sebelum menutup acara.

Sayur asem pasti berkuah

Semur jengkol bikin makannya nambah

Memang seru ngaji sama jemaah

Biarpun ngantuk, tetap semringah

Jemaah pun tidak mau ketinggalan. Mereka merespons setiap penggalan pantun dengan sahutan ”cakep”. Tawa dan tepuk tangan lantas menggema setelahnya.

Profesor Akhyak, pembimbing dan konsultan ibadah PPIH Daker Makkah, berharap para jemaah tidak ragu berkonsultasi. Demi kesempurnaan ibadah yang dijalankan di Tanah Suci.

Syahrim, jemaah asal Lampung Utara, merasa sangat terbantu dengan kegiatan bimbingan ibadah tersebut. Dia bahkan dua hari berturut-turut mengikutinya. ”Kemarin ada bimbingan meski kloter lain. Tapi, saya ikut. Sekarang saya ikut lagi,” katanya.

Dari kegiatan itu, Syahrim mendapat banyak tambahan pengetahuan. Tentang hal yang wajib atau tidak wajib selama menjalankan ibadah haji. ”Mudah-mudahan haji kami bisa tertib dan sesuai dengan yang disampaikan bapak-bapak tadi,” tuturnya. (*/c14/ttg)

Pebalap Binaan Astra Honda Racing Team Siap Tampil di MXGP Samota

0
Astra Honda 1 scaled
Muhammad Delvintor Alfarizi siap bertanding di ajang balap motocross tingkat dunia paling bergengsi Motocross Grand Prix di Samota, NTB. F. Astra Honda

batampos – Pebalap muda binaan Astra Honda Racing Team (AHRT), Muhammad Delvintor Alfarizi, akan bertan­ding di ajang balap motocross tingkat dunia paling bergengsi Motocross Grand Prix (MXGP) yang diselenggarakan di Samota, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada balapan motocross yang akan dihelat pada Juni ini, pebalap asal Jakarta ini menjadi pebalap wildcard bersaing dengan crosser-crosser tangguh dari berbagai negara di kelas MX2.

Beragam persiapan dan latihan dilakukan oleh crosser berusia 21 tahun ini untuk dapat memberikan penampilan yang membanggakan.

Bahkan untuk mempertajam skill dan kompetensi crosser muda ini, AHRT memboyong Delvintor ke Eropa untuk berlatih di beragam track motocross Eropa selama 1,5 bulan. Menggunakan motor berbasis Honda CRF250R, Delvintor akan berusaha menampilkan performa terbaik untuk Indonesia di balap motocross kelas dunia ini.

“Ini tahun kedua saya dipercaya Astra Honda menjadi pebalap yang mewakili Indonesia di balapan MXGP. Di sirkuit Samota, saya bersama semua pebalap akan sama-sama merasakan pertama kali tantangan sirkuit ini. Sehingga berbekal latihan bersama tim, saya berharap dapat menaklukkan segala tantangan dan meraih hasil yang bagus di di MXGP Samota,” ujar Delvintor, Rabu (22/6).

Selain membanggakan bangsa di level balap motocross dunia, ia bersama dengan AHRT pada tahun ini akan turut serta di kelas MX2 Kejuaraan Nasional Motocross dengan motor yang juga digunakan saat tampil di MXGP kelas MX2 yaitu Honda CRF250R.

Kombinasi pengalaman tim AHRT di dunia balap, performa tangguh Honda CRF yang sudah mendunia, serta skill yang dimiliki Delvintor siap mencetak berbagai prestasi yang membanggakan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan dukungan terhadap Delvintor di MXGP Samota menjadi bagian dari komitmen AHM dalam mewujudkan mimpi crosser berbakat Tanah Air di kancah balap dunia.

“Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, AHRT hadir menemani crosser muda berbakat Indonesia dengan pembinaan balap berjenjang yang terstruktur yang sudah mencetak beragam prestasi membanggakan,” sebutnya.

BACA JUGA: Gelar Nobar MotoGP Mandalika

Pihaknya berharap penampilan Delvintor di MXGP Samota dapat menginspirasi semangat crosser berbakat di Tanah Air untuk terus berusaha menggapai mimpinya.

Kiprah AHM di dunia balap motocross melalui AHRT dimulai sejak 2019, pembinaan balap pada tahun ini akan turut motocross berjenjang secara nasional ini dilakukan bersamaan dengan penampilan perdana Delvintor di MXGP Palembang.

Beragam prestasi membanggakan juga berhasil ditorehkan di dunia balap motocross nasional, seperti Juara Nasional Motocross kelas MX2 2019 serta Juara Indonesian Power Track kelas MX2 pada 2021. (*)

Reporter: Azis Maulana

Pebalap Binaan Astra Honda Racing Team Siap Tampil di MXGP Samota

0
Astra Honda 1 scaled
Muhammad Delvintor Alfarizi siap bertanding di ajang balap motocross tingkat dunia paling bergengsi Motocross Grand Prix di Samota, NTB. F. Astra Honda

batampos – Pebalap muda binaan Astra Honda Racing Team (AHRT), Muhammad Delvintor Alfarizi, akan bertan­ding di ajang balap motocross tingkat dunia paling bergengsi Motocross Grand Prix (MXGP) yang diselenggarakan di Samota, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada balapan motocross yang akan dihelat pada Juni ini, pebalap asal Jakarta ini menjadi pebalap wildcard bersaing dengan crosser-crosser tangguh dari berbagai negara di kelas MX2.

Beragam persiapan dan latihan dilakukan oleh crosser berusia 21 tahun ini untuk dapat memberikan penampilan yang membanggakan.

Bahkan untuk mempertajam skill dan kompetensi crosser muda ini, AHRT memboyong Delvintor ke Eropa untuk berlatih di beragam track motocross Eropa selama 1,5 bulan. Menggunakan motor berbasis Honda CRF250R, Delvintor akan berusaha menampilkan performa terbaik untuk Indonesia di balap motocross kelas dunia ini.

“Ini tahun kedua saya dipercaya Astra Honda menjadi pebalap yang mewakili Indonesia di balapan MXGP. Di sirkuit Samota, saya bersama semua pebalap akan sama-sama merasakan pertama kali tantangan sirkuit ini. Sehingga berbekal latihan bersama tim, saya berharap dapat menaklukkan segala tantangan dan meraih hasil yang bagus di di MXGP Samota,” ujar Delvintor, Rabu (22/6).

Selain membanggakan bangsa di level balap motocross dunia, ia bersama dengan AHRT pada tahun ini akan turut serta di kelas MX2 Kejuaraan Nasional Motocross dengan motor yang juga digunakan saat tampil di MXGP kelas MX2 yaitu Honda CRF250R.

Kombinasi pengalaman tim AHRT di dunia balap, performa tangguh Honda CRF yang sudah mendunia, serta skill yang dimiliki Delvintor siap mencetak berbagai prestasi yang membanggakan.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan dukungan terhadap Delvintor di MXGP Samota menjadi bagian dari komitmen AHM dalam mewujudkan mimpi crosser berbakat Tanah Air di kancah balap dunia.

“Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, AHRT hadir menemani crosser muda berbakat Indonesia dengan pembinaan balap berjenjang yang terstruktur yang sudah mencetak beragam prestasi membanggakan,” sebutnya.

BACA JUGA: Gelar Nobar MotoGP Mandalika

Pihaknya berharap penampilan Delvintor di MXGP Samota dapat menginspirasi semangat crosser berbakat di Tanah Air untuk terus berusaha menggapai mimpinya.

Kiprah AHM di dunia balap motocross melalui AHRT dimulai sejak 2019, pembinaan balap pada tahun ini akan turut motocross berjenjang secara nasional ini dilakukan bersamaan dengan penampilan perdana Delvintor di MXGP Palembang.

Beragam prestasi membanggakan juga berhasil ditorehkan di dunia balap motocross nasional, seperti Juara Nasional Motocross kelas MX2 2019 serta Juara Indonesian Power Track kelas MX2 pada 2021. (*)

Reporter: Azis Maulana

Bayern Muenchen Sepakati Transfer Sadio Mane Senilai 40 Juta Euro

0
Striker Liverpool Sadio Mane. (F. Oli Scarff/AFP)

batampos – Sadio Mane mengatakan kepindahannya ke Bayern Muenchen dari Liverpool yang sudah tak mungkin terhalangi itu adalah keputusan yang tepat pada waktu yang tepat karena juara Liga Jerman itu memiliki rencana terbaik untuknya.

Bayern yang menjuarai liga kesepuluh berturut-turut musim lalu kabarnya telah menyepakati transfer senilai 40 juta euro termasuk bonus, untuk pemain berusia 30 tahun yang masih menyisakan satu tahun dalam kontraknya di Liverpool, dikutip dari Antara.

Mane sudah mendarat di Muenchen pada Selasa untuk pemeriksaan kesehatan dan terlihat mengenakan kaus Bayern saat meninggalkan klinik. Klub ini diperkirakan resmi mengumumkan kesepakatan itu Rabu.

“Hidup saya selalu menjadi tantangan. Ketika penasihat saya untuk pertama kalinya memberi tahu saya tentang minat Bayern, saya sangat bersemangat,” kata dia kepada surat kabar Bild seperti dikutip Reuters.

“Saya bisa langsung melihat saya di sana. Bagi saya Bayern adalah klub yang tepat pada waktu yang tepat. Ini salah satu klub terbesar di dunia yang selalu berjuang meraih segala gelar.”

“Bagi saya rasanya sudah tepat ketika Bayern mempresentasikan rencana mereka. Saya menyaksikan diri saya dalam rencana Bayern lebih dari yang lain.”

Mane meninggalkan Anfield setelah tampil dalam 269 laga dengan mencetak 120 gol dalam semua kompetisi. Ini semua merupakan pencapaian luar biasa yang membawa klub Inggris ini menjuarai Liga Champions pada musim 2018-2019 dan mahkota Liga Premier satu musim kemudian.

Penyerang itu akan menjadi rekrutan ketiga Bayern pada penutupan musim ini setelah duo Ajax Amsterdam Ryan Gravenberch dan Noussair Mazrouai.

Bayern sangat membutuhkan keserbabisaan dan kecemerlangan Mane di depan gawang lawan mengingat duo pemain sayap Serge Gnabry dan Leroy Sane kurang konsisten musim lalu.

Klub Bavaria itu masih menjuarai Liga Jerman untuk kesepuluh kali berturut-turut tetapi gagal melewati babak perempat final Liga Champions.

Mane adalah salah satu pemain Liverpool yang menonjol musim lalu dengan mencetak 23 gol saat tim Juergen Klopp mengamankan dua gelar piala domestik dan nyaris kehilangan gelar liga dari Manchester City. (*)

 

 

Reporter: Antara

Tampung Semua Calon Siswa, Sekolah Terpaksa Terapkan Dua Sif

0
Sekolah SD dan Murid Dalil Harahap
Ilustrasi. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SDN memasuki tahap pengumuman. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengambil kebijakan untuk menerapkan sekolah dua sif. Hal ini diambil sebagai solusi agar calon siswa yang tidak tertampung tetap belajar di sekolah negeri.

Ia menjelaskan penerimaan PPDB saat ini sudah berakhir. Untuk semua jenjang sekolah negeri akan menerapkan kebijakan yang sama. Tahun lalu, pihaknya bahkan, menambah sekolah, meskipun belum ada gedungnya. Hal ini demi menampung semua siswa yang sangat berminat ke negeri.

Meskipun tidak diterima, namun faktanya mereka tetap ingin bersekolah di negeri. Sebagai kepala daerah, tentu ia harus memberikan solusi. Salah satunya dengan menerapkan belajar dua sif.

“Jadi siswa belajar pagi dan siang. Mereka nanti dibagi menjadi dua sif. Teknisnya akan diatur Dinas Pendidikan, dan sekolah masing-masing. Intinya masalah ini terselesaikan,” sebutnya.

Mengenai kebutuhan guru yang tentunya cukup berdampak akibat penambahan rombel ini, Rudi menjelaskan sementara ini akan memaksakan sumber daya manusia yang ada. Pihaknya tidak akan melakukan perekrutan guru, namun akan mengatur jam mengajar guru.

“Nanti guru mengajar pagi dan siang. Jadi nanti akan diatur semua, selagi tidak menyalahi waktu mengajar mereka. Saya rasa sekolah sudah paham akan kondisi ini. Sebab sudah terjadi setiap tahun ajaran baru dimulai,” jelasnya.

Rudi menegaskan, Pemerintah Kota Batam berupaya memenuhi hak pendidikan anak. Wajib belajar merupakan hak semua anak. Untuk itu, pemerintah akan berupaya mendukung terlaksananya hal tersebut.

Langkah ke depan tentu, pemerintah berupaya memenuhi dan menambah fasilitas pendidikan agar bisa memenuhi kebutuhan pendidikan di Batam ini. Untuk penerapan penambahan Rombel ini akan dibahas bersama pihak sekolah, Disdik dan orangtua sekaligus.

“Kita akan membahas ini, kalau kelebihan siswa ya, harus menambah gurunya atau kelasnya. Tentu kita minta minta dukungan. Anggaran tidak bisa kita tambah sekarang, rombel yang ada dimanfaatkan. Belajar pagi dan sore tetap pakai ruangan yang sama,” terang Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA

Stok Terbatas, Pedagang Daging Sapi Segar Terancam Gulung Tikar

0
Pedagang daging sapi segar di Pasar Baru I Tanjungpinang, Wirman melayani salah satu langganan saat beli daging, Rabu (22/6) f. Peri Irawan

batampos-Pedagang daging sapi segar di Pasar Baru I Tanjungpinang terancam tutup akibat stok sapi potong yang semakin sedikit sementara kedatangan hewan ternak dari luar daerah belum diketahui hingga saat ini.

Salah satu pedagang daging sapi segar, Wirman, mengatakan sekarang ini persediaan sapi potong semakin sedikit, sementara permintaan pelanggan harus dipenuhi setia hari.

Untuk mendatangkan sapi potong dari Lampung Tengah, kata Wirman juga tidak mudah, selain persyaratan yang dinilai cukup sulit dipenuhi, harga sapi potong itu tentunya juga akan naik sebab mendatangkan sapi dari daerah tersebut harus menggunakan kapal carter.

“Dari Lampung memang bisa, tapi harus pakai kapal carter ke sini, harganya pasti naik nantinya, sementara harga sekarang saja pembeli sudah menjerit,” kata Wirman, saat dijumpai di lapaknya, Rabu (22/6).

Sekarang ini, penjualan daging sapi segar hanya untuk pelanggan, rata-rata satu hari dijual sebanyak 80 Kilogram (Kg), pihaknya tidak bisa menjual banyak sebab harus menyediakan untuk hari berikutnya. Jika kondisi itu tidak kunjung dapat solusi bisa saja penjual daging sapi segar tutup lapak.

“Sekarang sisa stok sapi yang lama hanya empat ekor, kadang-kadang ada juga sapi milik warga yang dibeli dengan harga lebih mahal. Ya terancam gulung tikar kalau begini,” ujarnya.

BACA JUGA: Di Tanjungpinang, Stok Daging Sapi Segar Terus Menipis

Menurutnya, jika mendatangkan sapi dari Lampung untuk kurban dan harga mengalami kenaikan tidak akan menjadi persoalan, sebab orang yang akan melaksanakan kurban banyak yang akan menyanggupi.

“Seperti di Batam sapi kurban yang di datangkan harganya rata-rata juga naik,” terangnya.

Terpisah, Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan untuk mendatangkan sapi dari luar daerah, pihaknya masih mempertimbangkan kondisi saat ini dimana penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi ancaman.

“Kita tetap kedepankan kesehatan dan keselamatan, jika persyaratan terpenuhi maka kita akan datangkan,” kata Rahma. (*)

Reporter : Peri Irawan

Wali Kota Batam Sebut Pentingnya Peran RTRW dan Para Tokoh Masyarakat

0
pemko batam 1
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersilaturahmi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat Nongsa di Hokkie Hotel Batam, Rabu (22/6) malam. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersilaturahmi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat Nongsa di Hokkie Hotel Batam, Rabu (22/6) malam.

Ia menyebutkan, silaturahmi ini dimaksudkan untuk mengokohkan keakraban dengan masyarakat, melalui RTRW dan para tokoh.

“Kami ingin bagaimana hubungan dekat saya dan RT RW terus terjalin,” ucap dia.

Karena, kata Rudi, membangun Kota Batam keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kolektivitas demi pembangunan.

“Secara bergiliran mungkin sebulan, dua atau tiga bulan sekali kita lakukan silaturahmi ini. Tergantung waktu kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan ini supaya rencana pihaknya membangun Kota Batam dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Mudahan-mudahan RTRW menjadi jembatan perpanjangan tangan sebagai wali kota dan Kepala BP Batam,” imbuhnya.

Dengan demikian pelaksanaan pembangunan lebih mudah. Ia meyakini, jika sudah demikian membangun Batam akan lebih cepat dan hasilnya juga dapat cepat dinikmati oleh seluruh pihak.

Ia meminta, RTRW dan para tokoh juga dapat meneruskan informasi rencana pembangunan kepada masyarakat.

“Momentum pembangunan kota Batam, saya harap masyakarat juga ikut merasakan. Ekonomi baik, maka rakyat Batam juga akan sejahtera,” ujar dia.

Pada kesempatan tersebut masyarakat juga berkesempatan untuk berdialog langsung dengan Rudi. Satu persatu sejumlah pertanyaan dan harapan masyarakat ditanggapi Rudi.(*)