Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 741

Bea Cukai Telusuri Asal dan Pemasok Beras Ilegal di Pelabuhan Haji Sage

0
Kapal yang ditangkap di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

batampos – Bea Cukai Batam terus mendalami asal-usul puluhan ton bahan pangan yang diamankan dalam penindakan besar di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang. Setelah menerima serah terima barang bukti dari Kodim 0316/Batam, petugas kini fokus menelusuri jenis, merek, dan rantai distribusi barang yang diduga kuat merupakan komoditas ilegal.

Kasi Layanan Informasi Bidang BKLI Bea Cukai Batam, Mujiono, mengungkapkan pihaknya masih menelusuri detail asal beras yang ditemukan di kapal dan truk tersebut.

“Masih ditelusuri terkait beras. Kita telusuri berdasarkan merek, seperti merek Horas itu dari Sumatera, kita telusuri siapa pemasoknya,” ujarnya.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras, Kodim 0316/Batam Bongkar Jaringan Besar Tanpa Dokumen Legal

Menurutnya, identifikasi produk menjadi tahap penting untuk memastikan apakah komoditas tersebut merupakan produk lokal atau barang impor ilegal.

Ia menjelaskan, saat serah terima dilakukan, Kodim 0316/Batam hanya menyerahkan kapal dan barang bukti berupa beras, gula pasir, minyak goreng, dan komoditas lainnya. Tidak ada satu pun ABK ataupun nakhoda kapal yang diserahkan bersama barang bukti.

“Kita masih dalami sebab saat diterima dari Kodim hanya kapal dan barang bukti. ABK dan nahkoda kapal tak ada,” kata Mujiono. Kondisi ini membuat proses penyelidikan memerlukan langkah tambahan untuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga: Laporan Warga Ada Tempat Oplosan, Gudang Beras di Daerah Sengkuang Digerebek Polisi

Meski demikian, Bea Cukai memastikan proses identifikasi terus berjalan. Barang bukti yang mencapai puluhan ton tersebut tengah dicacah secara rinci untuk menentukan klasifikasi barang, asal produksi, serta potensi pelanggaran yang dilakukan.

“Intinya ini masih terus kami dalami,” tegas Mujiono. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya pada beras, tetapi juga pada produk lain seperti minyak goreng, susu UHT, mi instan, hingga frozen food.

Sebelumnya diberitakan, penindakan berlangsung Senin (24/11) malam setelah Unit Intelijen Kodim 0316/Batam menerima informasi adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan di pelabuhan rakyat tersebut. Tiga kapal motor (KM) Permata Pembangunan, KM Sampurna 03, dan KM Rezki Dilaut, ditemukan membawa berbagai komoditas tanpa dokumen legal seperti izin kapal, manifest, maupun dokumen pengiriman.

Selain itu, tiga unit truk juga diamankan karena mengangkut puluhan ton sembako yang diduga akan dikirim ke Tanjung Balai Karimun, salah satu jalur transit utama bagi barang-barang ilegal. Seluruh barang bukti kini dipindahkan ke gudang penindakan Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lanjutan.

Bea Cukai Batam menegaskan akan terus bekerja sama dengan Kodim 0316/Batam dan instansi lainnya untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan komoditas tersebut. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan apakah barang-barang tersebut melanggar ketentuan impor, distribusi, atau aturan perdagangannya, sebelum proses hukum dilanjutkan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bea Cukai Telusuri Asal dan Pemasok Beras Ilegal di Pelabuhan Haji Sage pertama kali tampil pada Metropolis.

Emosi di Lapangan, Pemain Pukul Rekan Laga Futsal, Pelaku Ditangkap Polisi

0
TKP penganiayaan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Unit Reskrim Polsek Bengkong Polresta Barelang bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di Lapangan Gama Mini Soccer, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong. Insiden yang berlangsung pada Rabu (26/11) malam itu membuat seorang pemain bernama Hardiman mengalami luka memar di bagian wajah setelah dianiaya rekannya sendiri dalam satu pertandingan.

Peristiwa ini bermula dari laporan korban, pria berusia 28 tahun, yang mengaku dianiaya oleh Syaiful setelah dirinya diberhentikan dari permainan akibat menerima kartu merah sekitar pukul 21.55 WIB. Korban bersama timnya saat itu sedang bertanding melawan tim pelaku, sebelum ketegangan muncul akibat adu argumen terkait bola yang keluar lapangan.

Menurut korban dalam laporannya, pelaku memprotes keputusan wasit, sementara ia menegaskan bahwa keputusan tetap berada pada pengadil lapangan. Ucapan itu memicu emosi pelaku hingga menyikut korban dan memancing keributan antar pemain. Wasit akhirnya memberikan kartu merah kepada keduanya untuk meredam situasi.

Pertandingan sempat dilanjutkan kembali, namun amarah pelaku rupanya belum padam. Seusai laga, ketika korban hendak meninggalkan lapangan, pelaku sudah menunggunya di luar area pertandingan. Saat korban melintas, pelaku langsung memukul wajahnya hingga terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri. Rekan-rekan korban lalu mengevakuasi dan membawanya untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada sisi kanan wajah, bibir terluka, memar pada leher, serta keluhan sakit pada gigi. Ia kemudian membuat laporan resmi ke SPKT Polsek Bengkong dan menyerahkan bukti medis sebagai bagian dari proses penyidikan.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Bengkong yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Apriadi langsung bergerak ke lokasi. Petugas mengamankan situasi di Lapangan Gama Mini Soccer dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Bengkong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Polisi memastikan proses hukum tetap berjalan untuk memberikan rasa keadilan bagi korban. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Emosi di Lapangan, Pemain Pukul Rekan Laga Futsal, Pelaku Ditangkap Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Gold Coast Ferry Terminal Resmi Buka Rute Baru Batam–Singapura, Targetkan Dongkrak Wisatawan Mancanegara

0
Owner Gold Coast Ferry Terminal Bengkong, Abi bersama Anggota DPRD Kota Batam, Yunus Muda mengalungkan bunga kepada Wisman Singapura yang baru datang ke Batam, Jumat (28/11) di Gold Coast Ferry Terminal Bengkong.

batampos – Upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam semakin nyata. Gold Coast Ferry Terminal, Bengkong, resmi membuka rute pelayaran baru Batam–Singapura, Jumat (28/11). Peresmian ditandai dengan kedatangan pelayaran perdana dari HarbourFront Ferry Terminal, Singapura, yang sandar di Batam pada pukul 07.55 WIB.

Pelayaran perdana yang menggunakan kapal Batamfast itu mengangkut lebih dari 160 wisatawan asal Singapura. Setibanya di pelabuhan, mereka disambut meriah oleh manajemen Gold Coast Ferry Terminal dan diberi pengalungan bunga oleh Abi, pemilik Gold Coast Ferry Terminal.

General Manager Gold Coast Ferry Terminal, Rusliden, mengatakan pembukaan rute baru ini menjadi tonggak penting sejak pelabuhan tersebut resmi beroperasi pada April 2025 lalu.

“Ini adalah hari bersejarah. Sebelumnya kami sudah membuka rute Batam–Malaysia, dan hari ini secara resmi membuka rute Batam–Singapura,” ujarnya saat konferensi pers di area terminal.

Untuk melayani rute ini, Gold Coast Ferry Terminal menyediakan empat trip per hari yang akan dilayani oleh kapal Batamfast dan Sindo Ferry. Pada hari pertama, tercatat lebih dari 300 penumpang dilayani melalui terminal tersebut.

“Antusiasnya sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Batam semakin meningkat,” tambah Rusliden.

Rusliden menegaskan bahwa Gold Coast Ferry Terminal adalah pelabuhan yang didesain khusus untuk layanan pariwisata. Terminal ini tidak melayani penumpang umum, melainkan wisatawan yang ingin menikmati destinasi wisata Batam.

“Harapan kami, kehadiran terminal ini mampu menarik wisatawan dari negara lain seperti Jepang dan Korea untuk langsung datang ke Batam. Mereka bisa menikmati wisata kuliner, belanja, hiburan, serta penginapan yang lengkap di kawasan Bengkong,” jelasnya.

Rusliden menargetkan terminal ini bisa menyerap minimal 10 persen dari total wisatawan yang datang dari Singapura setiap tahunnya.

“Visi kami adalah memberikan pelayanan terbaik melalui paket wisata terjangkau, counter check-in yang mudah, layanan imigrasi yang cepat, serta perjalanan yang nyaman dan efisien,” tegasnya.

Antusiasme wisatawan terlihat dari testimoni turis asal Singapura, David Theo, yang ikut dalam pelayaran perdana tersebut.

“Saya sangat senang karena perjalanannya nyaman dan cepat. Pelayanan terminal juga sangat baik. Saya berencana melakukan perjalanan one day trip kali ini,” ujar David.

Dengan dibukanya rute baru ini, sektor pariwisata Batam diprediksi semakin bergeliat, memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha wisata, hotel, pusat perbelanjaan, dan UMKM lokal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Gold Coast Ferry Terminal Resmi Buka Rute Baru Batam–Singapura, Targetkan Dongkrak Wisatawan Mancanegara pertama kali tampil pada Metropolis.

Progres Tembus 95 Persen, Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan RSUD Tarempa

0
Penampakan RSUD Tarempa yang pembangunannya telah mencapai 95 persen. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pembangunan RSUD Tarempa di Kabupaten Kepulauan Anambas memasuki tahap akhir. Progres fisik rumah sakit kini telah mencapai sekitar 95 persen dan tengah berada pada fase finishing sebelum masa kontrak berakhir pada 20 Desember.

Pantauan di lapangan pada Jumat (28/11) menunjukkan aktivitas pekerja yang cukup padat.

Di bagian luar, pekerja membersihkan sisa-sisa material bangunan. Sementara di bagian dalam, tim mulai memasang interior serta berbagai perlengkapan yang akan digunakan saat operasional rumah sakit dimulai.

Perwakilan kontraktor pelaksana PT Pembangunan, Yudi Prasetio, mengatakan sebagian besar struktur utama telah rampung dan pekerjaan tersisa lebih banyak berkaitan dengan penyempurnaan teknis.

“Sekarang fokus di finishing interior, pengecekan sistem utilitas, pembersihan area proyek, dan penyempurnaan teknis agar operasional nanti optimal,” ujar Yudi.

Ia optimistis seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sebelum tenggat kontrak.

“Kontrak kami sampai 20 Desember, dan targetnya sebelum tanggal itu semua sudah siap diserahterimakan,” tambahnya.

Yudi menegaskan kontraktor tetap memiliki kewajiban setelah serah terima, yakni menjalani masa pemeliharaan selama satu tahun.

“Jika ada kerusakan setelah difungsikan, itu masih menjadi tanggung jawab kami sesuai aturan,” jelasnya.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengungkapkan bahwa peresmian RSUD Tarempa direncanakan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Agenda tersebut diperkirakan berlangsung pada Januari atau Februari, menunggu konfirmasi resmi dari pihak Istana.

Menurut Aneng, pembangunan RSUD Tarempa merupakan program prioritas nasional untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

“Rumah sakit ini menjadi wujud komitmen pemerintah pusat dalam pemerataan fasilitas kesehatan. Harapannya, masyarakat Anambas tidak lagi harus ke Tanjungpinang atau Batam untuk mendapatkan layanan medis lanjutan,” kata Aneng.

RSUD Tarempa dibangun melalui program Pusat Hidup Terpadu dan Cerdas (PHTC) dengan nilai anggaran mencapai Rp150 miliar, menjadi salah satu investasi besar pemerintah pusat di sektor kesehatan untuk wilayah perbatasan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Progres Tembus 95 Persen, Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan RSUD Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Update Harga Emas Antam, 28 November 2025: Turun Tipis Rp 4.000 per Gram

0

Batampos – Harga emas Antam mengalami penurunan tipis dalam perdagangan Jumat, 28 November 2025. Butik Emas Logam Mulia mencatat, harga emas batangan Antam turun senilai Rp 4.000 menjadi Rp 2.383.000, dari posisi sebelumnya Rp 2.387.000 per gram, Kamis (27/11/2025).

Ilustrasi emas. F. Istimewa.

Penurunan serupa terjadi pada harga buyback atau penjualan kembali. Terjadi penurunan Rp 4.000 menjadi Rp 2.244.000 per gram. Dengan harga tersebut, masyarakat yang menjual emasnya hari ini akan menerima nilai Rp 2.244.000 per gram sebelum pajak.

Harga emas saat ini dinilai menguntungkan bagi pemilik emas jangka panjang. Sebagai ilustrasi, harga emas Antam pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram. Pemilik 5 gram emas yang dibeli pada periode tersebut dengan total biaya Rp 4.680.000, jika dijual hari ini akan memperoleh sekitar Rp 11.220.000, menghasilkan keuntungan Rp 6.540.000.

Transaksi buyback di atas Rp 10 juta tetap dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022. Pajak dipotong otomatis dari nilai transaksi.

BACA JUGA:
Daftar 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar 2025, AS Tak Tergoyahkan

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan penelurusan dari JPG di BELM Setiabudi One, Jakarta Selatan, Jumat (28/11/2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.241.500
  • 1 gram: Rp 2.383.000
  • 2 gram: Rp 4.716.000
  • 3 gram: Rp 7.056.000
  • 5 gram: Rp 11.730.000
  • 10 gram: Rp 23.380.000
  • 25 gram: Rp 58.285.000
  • 50 gram: Rp 116.405.000
  • 100 gram: Rp 232.660.000
  • 250 gram: Rp 581.340.000
  • 500 gram: Rp 1.162.400.000
  • 000 gram: Rp 2.323.600.000. (*)

Reporter: JPG

Artikel Update Harga Emas Antam, 28 November 2025: Turun Tipis Rp 4.000 per Gram pertama kali tampil pada News.

Distribusi Lumpuh Akibat Banjir-Longsor, Pasokan Cabai dari Sumatera Terputus, Harga di Batam Melonjak Drastis

0

Ilustrasi. Tampubolon pedagang di Toss 3000 saat menimbang cabai merah di lapaknya. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos– Pasokan cabai dari sejumlah daerah sentra di Pulau Sumatera terputus total sejak Kamis (27/11) akibat bencana banjir dan longsor. Kondisi ini langsung memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga cabai di Kota Batam.

Kabid Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu Daryatin, mengatakan, terputusnya jalur distribusi dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh membuat pedagang tidak mendapatkan pasokan harian seperti biasanya. Selama ini, tiga wilayah tersebut merupakan pemasok utama cabai untuk Batam.

“Pasokan asal Pulau Sumatera Barat, Utara, dan Aceh untuk saat ini terputus total. Bencana yang terjadi di wilayah itu turut mempengaruhi hasil panen petani lokal di sana. Akibatnya pasokan ke Batam tidak ada,” katanya, Jumat (28/11).

Kondisi tersebut membuat pedagang tidak memiliki stok yang bisa disimpan. Cabai adalah komoditas cepat rusak dengan waktu simpan hanya 3-5 hari, sehingga pasokan harus datang setiap hari.

BACA JUGA: Jelang Akhir Tahun, Harga Cabai Merah Melonjak hingga Rp 80 Ribu per Kg

“Pedagang biasanya mendatangkan cabai setiap hari dari daerah penghasil,” kata Wahyu.

Lonjakan harga pun tidak dapat dihindari. Berdasarkan survei sementara Disperindag, cabai rawit kini dijual di kisaran Rp75 ribu per kilogram. Cabai besar merah atau cabai setan melonjak lebih tinggi, berada di rentang Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting juga terpantau naik menjadi Rp75 ribu per kilogram, sementara cabai hijau relatif lebih stabil, tapi tetap mengalami kenaikan dibanding sebelum bencana dan kini berada di harga Rp45 ribu per kilogram.

Untuk memenuhi kebutuhan cabai di Batam yang mencapai 15-20 ton per hari, pedagang mulai mencari alternatif pasokan dari wilayah lain di luar Sumatera. Sejumlah daerah baru mulai dijajaki agar suplai tetap mengalir kendati biayanya lebih besar.

Salah satu alternatif yang ditempuh adalah mendatangkan cabai dari Mataram. “Kendati selama ini sudah ada pasokan dari Mataram, volumenya tidak banyak dibandingkan dengan Medan, Aceh, dan Sumbar,” lanjutnya.

Selain itu, pasokan dari Yogyakarta dan Surabaya juga mulai diupayakan. Akan tetapi, pola distribusi dari dua daerah tersebut memerlukan moda transportasi udara, sehingga biaya logistik akan jauh lebih tinggi dibanding distribusi dari Sumatera.

Dengan meningkatnya biaya transportasi, dia memprediksi harga cabai akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kendati begitu, ia berharap suplai dari daerah alternatif mampu menahan lonjakan harga agar tidak berlebihan.

“Yang terpenting saat ini adalah rantai pasokan tetap ada. Selama suplai berjalan, kenaikan harga tidak akan terlalu jauh dari yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, stok telur ayam di Batam dipastikan aman. Tidak seperti cabai, telur memiliki daya simpan lebih lama sehingga tidak terdampak langsung oleh terputusnya distribusi dari Sumatera.

“Untuk telur stok masih aman dan tersedia. Seharusnya tidak ada lonjakan harga,” kata Wahyu.

Disperindag terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Mengingat Batam bukan daerah penghasil, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah harus dikelola dengan ketat.

Untuk memantau perkembangan situasi, Wahyu meminta distributor dan pedagang melaporkan kondisi pasokan setiap hari. Laporan ini penting untuk memetakan kebutuhan sekaligus menentukan langkah antisipasi hingga distribusi dari Sumatera kembali normal.

“Kami belum tahu sampai kapan pasokan akan terputus. Bencana di wilayah Sumatera masih berlangsung. Karena itu kami terus mencari solusi, termasuk membuka jalur pasokan dari daerah penghasil lainnya,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Distribusi Lumpuh Akibat Banjir-Longsor, Pasokan Cabai dari Sumatera Terputus, Harga di Batam Melonjak Drastis pertama kali tampil pada Metropolis.

Edarkan Ganja, Dua PPPK Pemprov Kepri Ditangkap Satresnarkoba Tanjungpinang

0
Dua ASN PPPK Pemprov Kepri usai ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis ganja. F. Polresta Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Dua aparatur sipil negara berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Provinsi Kepri ditangkap Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang karena terlibat peredaran ganja di wilayah Tanjungpinang.

Kedua PPPK tersebut berinisial TH dan HD. Mereka diringkus di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Pos dan Jalan Sidorejo, beberapa hari lalu. Penangkapan bermula dari laporan masyarakat terkait transaksi ganja yang dilakukan TH.

Berbekal informasi tersebut, polisi lebih dulu menangkap TH dengan barang bukti ganja seberat 2,86 gram. “Dari hasil pemeriksaan, tersangka TH menjual sebagian ganja miliknya kepada HD senilai Rp200 ribu,” ujar Kasat Resnarkoba Polresta Tanjungpinang AKP Lajun Siado Sianturi, Jumat (28/11).

Tak lama berselang, polisi juga menangkap HD di sebuah kos di Jalan Sidorejo. Dari lokasi itu ditemukan satu linting ganja seberat 0,70 gram.

Penelusuran berlanjut. TH mengaku membeli ganja tersebut dari seorang pria berinisial EBS senilai Rp350 ribu. Polisi kemudian menangkap EBS di Kampung Nusantara dengan barang bukti satu bungkus papir merek Delapan Tujuh dan satu unit telepon genggam.

“Dari pengakuan EBS, ganja itu ia dapat dari WL, yang saat ini masih DPO dan merupakan warga Kota Batam,” tambah Lajun.

Pemeriksaan polisi juga mengungkap bahwa HD merupakan residivis kasus serupa, yakni penyalahgunaan ganja.

Ketiga tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) dan 111 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal lima tahun. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Edarkan Ganja, Dua PPPK Pemprov Kepri Ditangkap Satresnarkoba Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Banjir Bandang di Sumbar dan Sumut, Satu Balita Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Desa Adiankoting

0

Batampos – Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, terbaru, ditemukan 25 orang tewas setelah pencarian. Salah satu korban tewas di Sumatera Utara, yakni bayi laki-laki berusia 1 tahun bernama Rey Bastian Sitompul dari Desa Adiankoting, Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara.

KONDISI Tanah longsor di kawasan Humbang Hasundutan yang memakan korban jiwa, Kamis (27/11). F. BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan.

Desa ini mengalami bencana alam, sejak tiga hari lalu. Ada 11 korban tewas yang sebagian besar akibat tertimbun tanah longsor.

Informasi yang dihimpun dari Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tapanuli Utara melalui media sosial Instagram terverifikasi milik @Horastapanuliutara, selain korban tewas, 35 warga dinyatakan hilang, dan tiga korban luka, Jumat (28/11/2025).

Di Sumatera Barat, BPBD mencatat sembilan korban jiwa hingga Kamis (27/11/2025).“Angka ini pun masih ada kecenderungan untuk bertambah,” ujar Juru Bicara BPBD Sumatera Barat, Ilham.

BACA JUGA:
Dua Fenomena Iklim Ekstrim Bertemu, Asia Tenggara Alami Musim Hujan dan Banjir Paling Ekstrem Sepanjang Sejarah

Ilham menyebutkan, korban tewas di Sumbar itu ditemukan dibeberapa wilayah, seperti 1 korban dari Pasaman Barat, 3 ditemukan di Kabupaten Agam, dan 5 orang di Kota Padang.

Saat ini, beberapa wilayah di Sumatera Barat masih tertutup genangan air. Kondisi terparah terjadi di Malalak, Agam, yang sempat tertutup total akibat longsor sehingga menyulitkan evakuasi. “Kondisi ini membuat upaya pencarian dan penyelamatan sangat terhambat,” ujar Ilham.

Hingga kini, 13 kabupaten/kota masih berstatus terdampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah jalur utama seperti Padang–Solok dan Padang–Bukittinggi sempat tertutup material longsor sebelum dilakukan pembersihan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan Status Tanggap Darurat hingga 8 Desember 2025.

5 Tewas di Humbang Hasundutan

Sementara itu, di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, banjir bandang menewaskan lima orang dan melukai sembilan orang. Empat warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana tersebut dipicu hujan lebat yang merupakan dampak Siklon Tropis

“Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang itu,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya.

BNPB mencatat enam rumah rusak berat dan 11 akses jalan terputus di kecamatan terdampak.

BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Kota Mekkah

Tim gabungan di kedua provinsi masih melakukan pencarian korban, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan tempat pengungsian sementara. “Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas,” kata Abdul.

Sementara itu, Pemerintahan Toba khususnya di wilayah Balige melalui laman media sosial mengimbau, warga tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi. Warga yang bermukim di kaki bukit atau daerah aliran sungai supaya berhati-hati dan bisa melakukan evakuasi mandiri.

Bencana banjir bandang di Sumatera Utara kini meluas. Dimulai dari Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan sejak kemarin, banjir juga meluas hingga ke ibu kota provinsi, Medan, dan wilayah sekitaranya seperti Tebing Tinggi dan kawasan lainnya. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Banjir Bandang di Sumbar dan Sumut, Satu Balita Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Desa Adiankoting pertama kali tampil pada News.

Ratusan Rekening Penerima Bansos di Kepri Diblokir, Dinsos: Terindikasi Judi Online

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Ratusan penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terindikasi terlibat dalam aktivitas judi online. Akibatnya, lebih dari 300 rekening penerima bansos langsung diblokir oleh pemerintah pusat.

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kepri, Irwanto, mengatakan pemblokiran dilakukan Kemensos setelah sistem mendeteksi adanya aktivitas transaksi yang berhubungan dengan judi online.

“Pemblokiran dilakukan langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. Untuk jumlahnya lebih kurang 300-an rekening,” ujarnya, Jumat (28/11).

Irwanto menjelaskan, angka tersebut bukan data resmi tertulis dari Kemensos, melainkan hasil pertemuan Dinsos Kepri dengan Dinsos kabupaten/kota.

Ia menyebut penerima bansos yang terdeteksi bermain judi online akan otomatis diblokir dalam sistem dan tidak lagi menerima bantuan pada periode berikutnya.

“Jika nama mereka muncul sebagai terindikasi judi, sistem langsung memblokir. Namun jika ada kesalahan identifikasi, mereka bisa mengajukan sanggahan melalui Dinas Sosial Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah provinsi sudah melakukan sosialisasi mengenai larangan penggunaan dana bansos untuk aktivitas yang tidak etis, termasuk judi online.

“Ini bukan hanya masalah bantuan. Ini soal etika dan kebiasaan. Banyak yang terjerat karena ketagihan, bukan kebutuhan,” tambahnya.

Berdasarkan data penerima manfaat yang dihimpun Dinsos Kepri, terdapat 48.917 keluarga penerima PKH di Kepri. Rinciannya: Bintan 4.432 keluarga, Karimun 6.532, Anambas 1.204, Lingga 5.132, Natuna 1.962, Batam 24.456, dan Tanjungpinang 5.217 keluarga.

Untuk program BPNT, penerimanya mencapai: Bintan 5.814 keluarga, Karimun 8.529, Anambas 1.368, Lingga 8.915, Natuna 3.636, Batam 28.870, dan Tanjungpinang 6.363 keluarga.

Pemblokiran massal tersebut menjadi peringatan keras bagi penerima bansos agar menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan tidak terjerumus dalam aktivitas ilegal. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Ratusan Rekening Penerima Bansos di Kepri Diblokir, Dinsos: Terindikasi Judi Online pertama kali tampil pada Kepri.

Kompensasi Tanpa Visum, Kuasa Hukum Terlapor Soroti Dasar Perhitungan Saat Nego di Polsek Siantan

0
Pelapor, Deva (paling kanan) dibantu rekannya saat menghitung uang kompensasi di Polsek Siantan. f. ist

batampos– Kuasa Hukum pegawai Inspektorat Kabupaten Anambas, Sunarti, yakni Denny Cristianto, meluruskan peristiwa dugaan penganiayaan ringan yang melibatkan kliennya. Klarifikasi tersebut disampaikan Denny melalui Hak Jawab yang diterima media.

Denny menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari kedatangan pelapor, Deva, ke rumah Inspektur Anambas, Yunizar.

Kedatangan itu untuk mengadukan bahwa Sunarti disebut bermasalah dengan salah satu rekan kerjanya.

Menurut Denny, persoalan antara Sunarti dengan rekannya sebenarnya sudah selesai secara internal.

Namun, pelapor tetap datang ke rumah pimpinan dan menyampaikan pengaduan baru.

BACA JUGA: Inspektorat Anambas Selidiki Dugaan Proyek Fiktif Menara Masjid Air Asuk

“Memang klien kami ada selisih paham dengan rekannya, tapi sudah selesai. Tetapi malah pelapor datang ke rumah dan mengadu,” kata Denny.

Ia menegaskan bahwa pelapor juga tidak memiliki kewenangan untuk mengadukan persoalan tersebut kepada pimpinan karena masalah sudah dianggap tuntas.

“Itu yang menjadi pemicunya. Maka tanggal 24 November 2025, klien kami menanyakan langsung ke pelapor. Namun jawaban tak memuaskan, berkelit, sehingga klien kami tersulut emosi dan hanya menampar sekali saja,” jelasnya.

Usai kejadian, pelapor langsung mengadukan masalah tersebut ke pimpinan. Proses penyelesaian sempat dilakukan secara internal, namun tidak menemukan titik temu sehingga kasus dilaporkan ke Polsek Siantan.

Di Polsek Siantan, kata Denny, sebenarnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Namun, proses mediasi sempat terhambat karena pelapor meminta uang kompensasi yang cukup besar. Apalagi dalam proses itu, kliennya hanya seorang diri tanpa didamping saudara maupun kuasa hukum.

“Pelapor awalnya meminta Rp50 juta. Katanya ini menyangkut harga diri. Tapi dasar perhitungannya seperti apa, kami tidak tahu,” ucap Denny.

Ia menegaskan bahwa dalam aturan hukum, kompensasi hanya dapat dihitung berdasarkan visum maupun bukti adanya luka fisik pada korban serta kesepakatan kedua pihak.

“Nah ini kan tidak ada visum. Polisi menyuruh visum, tapi pelapor tidak mau. Bukti luka pun tidak ada. Bahkan katanya ada foto bekas luka, polisi saja tidak tahu soal itu,” tambahnya.

Denny menyebutkan, agar persoalan tidak berlarut-larut, kliennya menyatakan hanya mampu memberikan Rp5 juta. Namun karena pelapor menolak, kesepakatan akhir akhirnya tercapai di angka Rp10 juta.

Proses pemberian kompensasi dilakukan langsung di kantor Polsek Siantan. Denny menjelaskan bahwa pelapor sendiri bersama rekannya yang menghitung jumlah uang di hadapan terlapor dan anggota Polsek Siantan.

“Setelah menghitung, barulah klien kami menyerahkan secara langsung dan menandatangani surat perdamaian,” tutup Denny. (*)

Reporter: Ihsan

Catatan: Demikian kami terbitkan hak jawab atas berita https://kepri.batampos.co.id/diduga-menjelekkan-rekan-dua-pegawai-pemkab-anambas-ribut-di-kantor/yang terbit di batampos.co.id. Dengan terbitnya berita hak jawab ini menjawab kekeliruan yang ada di berita sebelumnya. ***

Artikel Kompensasi Tanpa Visum, Kuasa Hukum Terlapor Soroti Dasar Perhitungan Saat Nego di Polsek Siantan pertama kali tampil pada Kepri.