Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 7486

Menanam Alpukat Cipedak Bagi Pemula

0
Alpukat cipedak yang baru saja dipanen. (Ahmad Fahrizal untuk Jawa Pos)

batampos – Menanam alpukat varietas Cipedak sangat pas bagi pemula. Sebab, dari 23 jenis varietas alpukat yang ada di Indonesia, alpukat varietas Cipedak ini yang dikenal paling ”bandel”.

Alpukat jenis Cipedak ini, menurut pembudi daya alpukat Cipedak, Ahmad Fahrizal, juga terkenal adaptif dengan rasa khas. Adaptif artinya bisa ditanam di mana saja. Baik itu di dataran rendah maupun dataran tinggi, mulai ketinggian 15 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga 1.500 mdpl.

”Ini (alpukat Cipedak) bandel. Ibarat kata ditanam asal-asalan saja bisa tumbuh,” ujarnya, Rabu (8/6).

Tak heran, tanaman asli Jagakarsa, Jakarta Selatan banyak ditemui di pekarangan-pekarangan rumah warga Jakarta yang notabene sempit, tanaman yang dulu dikenal sebagai alpukat miki tersebut tetap bisa tumbuh subur dengan hasil panen melimpah.

MASAK POHON: Ahmad Fahrizal menunjukkan alpukat cipedak yang baru saja dipanen. Buah ini rasanya gurih seperti mentega dan teksturnya juga lembut. (Ahmad Fahrizal untuk Jawa Pos)

Dalam setahun, bisa dua kali panen. Menariknya lagi, pertumbuhan itu tak membuat lantai rumah rusak. Sebab, biasanya akar tanaman pohon yang tumbuh besar di pekarangan sempit akan menjalar hingga tembus ke lantai. ”Alpukat cipedak tidak. Akarnya tunggang, ke bawah,” jelasnya.

Selain itu, varietas yang resmi disertifikasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2015 tersebut tahan hama dan penyakit. Terutama hama ulat yang kerap menghantui tanaman buah. ”Begitu pula dengan lalat buah,” kata pria yang akrab disapa Izay tersebut. Sebab, imbuh dia, alpukat itu, meski matang di pohon, tak bisa serta-merta bisa dikonsumsi. Setelah dipetik, harus dilakukan penyimpanan beberapa hari hingga siap dimakan.

Dari segi rasa, alpukat cipedak juga dipastikan Izay tak kalah dengan alpukat lainnya. Cita rasanya yang gurih seperti mentega kian memanjakan lidah saat dipadukan dengan daging buah yang tebal. Apalagi, teksturnya lembut.

Untuk para pemula, Izay berbagi tips menanam alpukat Cipedak ini:

1. Buat galian lubang dengan ukuran 50 x 50 x 50 meter.

2. Pisahkan lapisan tanah atas dan bawah. Lapisan tanah atas diaduk dengan pupuk kandang (pukan). Setelah itu, isi lubang tanam dengan sebagian tanah yang sudah dicampur dengan pukan.

3. Masukkan bibit yang berusia 3 – 4 bulan. Usahakan berada di tengah, tidak terlalu ke dalam maupun terlalu ke atas. Lepaskan polybag pada bibit tanaman tanpa merusak akar. Nah, sisa campuran tanah dan pukan bisa dimasukkan setelahnya.

4. Beri tiang penyangga untuk menjaga bibit dari terpaan angin.

5. Pastikan bibit tanaman alpukat disiram setiap hari pada tiga bulan pertama. Tentu itu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika hujan, volume airnya bisa dikurangi. (*)

Reporter : JPGroup

Komplotan Pencuri Dibekuk Polisi, Hasil Pencurian Digunakan untuk Beli Lem dan Narkoba

0
3 pelaku pencurian yang diamankan Polres Tanjungpinang

batampos– Komplotan pencuri dibekuk Satreskrim Polresta Tanjungpinang di Jalan Kemboja Tanjungpinang, Jumat (10/6). Saat penangkapan, polisi menyita barang bukti empat unit ponsel dari tangan empat pelaku.

Kejadian bermula saat korban mengendarai motor dalam kondisi mabuk. Korban lalu berhenti untuk istirahat di halaman rumah warga Jalan Sidorejo Tanjungpinang, Kamis (9/6) dinihari. Saat terbangun dari tidur, uang Rp 5 juta serta dua unit ponsel milik korban raib. Saat itu, korban langsung pulang ke rumah lalu melaporkan yang dialaminya ke pihak berwajib. “Karena pencurian itu, korban rugi belasan juta,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, Senin (13/6).

BACA JUGA: Pencuri Bawa Kabur Burung Peliharaan, Terekam CCTv

Setelah mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mengetahui posisi empat pelaku tengah bermain biliar di Jalan Kemboja. Selanjutnya polisi membekuk empat pelaku pencurian yakni AM, MF, MA dan JS beserta barang bukti kejahatan. “Mereka (empat pelaku) mengaku telah melakukan pencurian. Salah seorang pelaku masih anak-anak,” jelas Awal.

Kepada polisi, salah seorang pelaku mengaku uang Rp 5 juta milik korban telah dibagi rata. Uang tersebut digunakan untuk keperluan masing-masing pelaku. “Mereka pakai uang itu untuk beli lem aibon dan narkoba,” kata Awal.

Atas perbuatannya, empat pelaku dapat dijerat Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian. Ancaman pidana 5 tahun penjara. “Pelaku ditahan untuk proses hukum lanjutan,” tegas Kasat Reskrim. (*)

Reporter : YUSNADI NAZAR

Kasus Aktif Covid-19 di Batam Masih Ada, Tetap Jaga Prokes

0
stop covid19
Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan kasus aktif Covid-19 di Batam tersisa satu orang. Pasien tersebut saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Soedarsono.

“Ya, sepanjang 24 jam terakhir ada satu pasien baru dan satu pasien sembuh. Total kasus aktif saat ini tersisa satu orang,” ujarnya Minggu (12/6).

Didi menyebutkan, secara kumulatif total kasus aktif di Batam berjumlah 30.979 orang. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 30.061 orang atau 97 persen dan pasien meninggal berjumlah 917 orang.

“Satu pasien kasus aktif ini merupakan warga Kabil Nongsa,” sebut Didi.

Baca Juga: Pasien Covid-19 di Batam Umumnya Mengidap Penyakit Menular

Ia mengatakan, melandainya penambahan terkonfirmasi Covid-19 juga berimbas pada posisi bangsal isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam yang tidak terisi pasien atau sekian persen dari 1.791 tempat tidur yang disediakan.

“Kapasitas rumah sakit di Batam ada 1.791 tempat tidur dan 460 tempat tidur di RSKI Galang. Totalnya sebanyak 2.151 tempat tidur,” ucap Didi.

Ia berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah ada pelonggaran pemakaian masker. Mencuci tangan dan menjaga jarak, sebaiknya tetap dilakukan. “Kami minta protokol hidup saat tetap dilaksanakan dan tetap mencuci tangan dan menjaga jarak,” katanya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Kepala Daerah di Seluruh Jawa Barat Hadir ke Prosesi Pemakaman Eril

0
Lokasi Pemakaman Eril (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Pimpinan Kepala Daerah di seluruh Jawa Barat dikabarkan hadir dalam prosesi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/6). Saat ini, jenazah Eril sedang dalam perjalanan dari rumah duka di Gedung Pakuan Bandung.

Eril rencananya akan dikebumikan sekitar pukul 10.00 WIB di Yayasan Islamic Centre Baitulridwan, Desa Cimaung, Kecamatan Bandung, Jawa Barat. Sejumlah warga sekitar juga terlihat ingin menyaksikan pemakaman jasad Eril.

“Para pimpinan kepala daerah seluruh Jawa Barat minimal sudah mau hadir ke lokasi. Istri-istrinya sekarang sudah pada datang,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di lokasi pemakaman.

Menurut Dadang, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila warga Jawa Barat ingin bertakziah ke makam Eril Kahn. Namun, kegiatan itu bisa dilakukan usai prosesi pemakaman selesai atau sekitar pukul 12.00 WIB.

“Jadi silakan, tapi secara teratur jangan berebutan waktu, silakan nanti ada petugas anggota dari Satpol PP, Polres dan TNI supaya ini tertib,” ungkap Dadang.

Dia pun mengungkapkan, pihaknya menyiapkan pengamanan selama tujuh hari di lokasi sekitar pemakaman. Hal ini dikhawatirkan masih banyak warga yang ingin melayat langsung ke makam Eril Kahn.

“Kita terus siapkan kalau biasanya kan di sini selama 7 hari. Tentunya disiapkan personel nanti kita koordinasi semua dari mulai Kapolres, Kadandim, Kadishub dan Kasatpol PP sehingga tidak ada gangguan di lalu lintas terutama,” pungkas Dadang.

Adapun sejumlah pejabat kepala daerah yang sudah hadir di antaranya Bupati Sumedang, Bupati Indramayu, Wakil Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Bandung, Wakil Bupati Bandung, Bupati Bandung, Bupati Kuningan, Pj Bupati Bekasi, Bupati Karawang dan Wakil Bupati Majalengka. (*)

Reporter: JP Group

Prancis akan Alami Gemlombang Panas Dini

0
Arsip – Orang-orang menyejukkan diri di air mancur Trocadero di seberang Menara Eiffel di Paris saat gelombang panas memecahkan rekor suhu di Prancis, 25 Juli 2019. (ANTARA/Reuters/Pascal Rossignol/as)

batampos- Prancis akan mengalami gelombang panas dini dengan suhu mencapai hingga 38 derajat Celcius di wilayah selatan, menurut kantor ramalan cuaca pemerintah Meteo France pada Minggu (12/6).

Bagian selatan negara itu akan terdampak terlebih dahulu, namun seberapa jauh gelombang panas itu akan menyebar ke utara belum bisa dipastikan, kata Meteo France.

Suhu udara bisa mencapai 35-38 derajat Celcius mulai pertengahan hingga akhir pekan ini, dan diperkirakan tidak turun di bawah 20 derajat, menurut perkiraan kantor layanan meteorologi itu.

BACA JUGA: Terdampar di Prancis, Paus Orca akan Disuntik Mati

Tidak seperti biasanya, kata Meteo France, gelombang panas tahun ini akan tiba lebih awal. Suhu diprediksi normal pada puncak musim panas.

Hal itu akibat sistem bertekanan rendah yang berada di antara pulau Azores dan Madeira di Atlantik, yang memicu peningkatan udara hangat di Eropa Barat.

Kantor ramalan cuaca itu juga memperkirakan puncak gelombang panas di Prancis akan terjadi antara Kamis dan Sabtu.

Negara tetangga Prancis, Spanyol, saat ini mengalami gelombang panas pramusim panas dengan suhu tertinggi, setidaknya selama 20 tahun terakhir.

Suhu pada Sabtu (11/6) mencapai 40 derajat Celcius di lembah Guadalquivir, Sevilla dan kota di dekatnya, Cordoba, kata kantor meteorologi nasional Spanyol AEMET. (*)

reporter: antara

Operasi di 3 Daerah, 4 Elite Khilafatul Muslimin Ditangkap Polisi

0
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan. (Fianda Sjofjan Rassat/Antara)

batampos –  Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap empat orang tokoh penting terkait organisasi Khilafatul Muslimin pada sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Endra Zulpan mengatakan empat orang tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW.

“Penangkapan empat orang yang kita lakukan ini dilakukan pada 11 Juni 2022. Kemudian tempat penangkapan ada tiga, pertama di Lampung yaitu kantor pusat Khilafatul Muslimin. Kemudian kedua di Bekasi, di Pekayon tepatnya. Ketiga di kota Medan,” kata Endra Zulpan di Jakarta, Minggu (12/8).

Endra menambahkan empat orang itu memiliki peran berbeda pada organisasi Khilafatul Muslimin. Di antaranya AA sebagai Sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan.

IN yang ditangkap petugas di Lampung, berperan menyebarkan doktrin melalui sistem pendidikan dan juga pelatihan yang dilakukan ormas Khilafatul Muslimin.

“F yang ditangkap di kota medan sebagai penanggung jawab keuangan dan pengumpul dana Khilafatul Muslimin. Di Bekasi insialnya SW perannya sebagai pengurus dan pendiri Khilafatul Muslimin bersama pimpinan tertinggi mereka,” ujar Zulpan.

Dari penangkapan itu, Zulpan menyebutkan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa atribut ormas, buku hingga buletin terkait Khilafatul Muslimin, serta beberapa unit komputer.

“Saat ini sudah dibawa tim tentu nanti kita periksa terkait apa yang ada di dalam unit komputer tersebut,” tutur Zulpan.

Lebih lanjut, Zulpan mengatakan keempatnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya dengan sangkaan Pasal 59 ayat 4 dan 82 ayat 1 UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang ormas.

“Dan atau Pasal 14 ayat 1 dan 2, dan atau Pasal 15 UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ungkap Zulpan.(*)

Reporter: JP Group

Perumda Tirta Mulia Karimun Normalisasi Waduk Sei Bati dan Waduk Dang Merdu

0
Perumda Tirta Mulia Karimun melakukan normalisasi dengan alat berat yang dibantu oleh Dinas PUPR Karimun beberapa waktu lalu. f,PERUMDA TIRTA MULIA KARIMUN

batampos- Proses normalisasi antara waduk Sei Bati dan waduk Dang Merdu, saat ini masih sementara waktu dihentinya. Hal tersebut dikarenakan, debit volume air di waduk Sei Bati sudah meninggi. Sehingga, nantinya akan pindah normalisasi.

” Alhamdulillah, kondisi waduk Sei Bati volume airnya sudah mulai naik. Jadi, kemarin proses normalisasi sudah mulai rampung dengan alat berat. Dan, ditemukan gorong-gorong ukuran 1,6 meter x 1,6 meter yang tersumbat oleh kayu-kayu,” jelas Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun Herry Budhiarto, Sabtu (11/6).

Dengan ditemukannya gorong-gorong yang tersumbat dan belum sempat dilakukan pembersihan. Dikarenakan, debit air sudah naik yang tidak mungkin dilakukan pembersihan. Sehingga, proses normalisasi akan berpindah ke waduk Dang Merdu untuk mengangkut sampah yang ada di gorong-gorong tersebut.

” Nah, kita bersama pihak Dinas PUPR nanti akan mengangkut kayu-kayu didalam gorong-gorong. Agar, air dari waduk Dang Merdu akan mengalir ke waduk Sei Bati lebih lancar lagi,” ujarnya.

BACA JUGA: Bupati Karimun: Pelanggan Perumda Tirta Mulia Harap Bersabar, sedang Diupayakan Perbaikan Secepatnya

Masih kata Herry lagi, dengan volume debit air yang ada di waduk Sei Bati saat ini mulai naik dan bisa langsung melakukan produksi air kepada pelanggan. Walaupun, saat ini pendistribusian air bersih kepada pelanggan belum normal seperti semula.

” Kemarin, kita melakukan perbaikan pipa distribusi air yang bocor. Dan, kita akan mengusulkan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV untuk diteruskan normalisasi waduk dibelakang Kodim 0317/TBK untuk dibuat aliran sungai yang saat ini hanya bentuk gorong-gorong,” ungkapnya.

Sehingga, nanti antara debit air yang ada waduk dibelakang Kodim 0317/TBK, waduk Dang Merdu dan waduk Sei Bati nantinya dibikin seperti aliran sungai. Agar, debit air akan mengalir secara alami yang bisa mengurangi biaya operasional nantinya.

” Mudah-mudahan disetujui oleh BWS usulan kita. Sebab, tahun ini Bupati Karimun Aunur Rafiq telah menganggarkan melalui APBD Karimun sebesar Rp4 miliar untuk revitalisasi air bersih di Perumda Tirta Mulia Karimun,” tuturnya.(*)

reporter: Tri Haryono

Pertaruhan Mutu Sekolah di Batam

0

batampos – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) seperti teror mental yang datang tiap tahun menghampiri sejumlah kepala sekolah negeri di Batam. Bukan menyusun prosedur dan persyaratan penerimaan murid yang membuat repot, tapi permintaan dan tekanan dari berbagai pihak agar kepentingan mereka diakomodir yang jadi beban.

PPDB 1 F Cecep Mulyana scaled e1654855739699
Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar Negeri 010 Batam Kota melakukan verifikasi kelengkapan berkas pendaftar, Jumat (10/6). F Cecep Mulyana/BatamPos

Seorang kepala SMP negeri di Kecamatan Sekupang me-ngungkapkan, banyaknya siswa titipan membuat ia dan koleganya pusing. ”Dari anggota DPRD, pejabat Pemko, hingga Dewan Pendidikan. Semua nitip dan maksa minta diakomodir. Kami pusing karena kapasitas sekolah terbatas. Tiap tahun selalu begitu,” tuturnya, pekan lalu.

”Belum lagi perintah dari atas, yang minta semua yang daftar harus diterima. Mau nggak mau. Satu kelas bisa 45 siswa,” ia menambahkan.

Terbatasnya daya tampung sekolah jadi polemik tak berkesudahan satu dekade terakhir di Batam. Tahun ini, misalnya, berdasarkan data, total usia 6-7 tahun yang akan masuk ke SD negeri berjumlah 23.807 anak. Sedangkan daya tampung SDN hanya 13.572. Artinya, total siswa yang tidak tertampung mencapai 10.235.

Untuk jenjang SMP, kasusnya sama. Siswa yang tamat SD berjumlah 21.204 orang. Namun, jumlah kuota atau daya tampung SMP negeri hanya 12.132.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan bahwa faktor ekonomi selalu jadi alasan utama mayoritas orangtua memaksakan anaknya harus diterima di sekolah negeri.

Selama ini, untuk mengatasi jumlah siswa yang tidak tertampung, ada tiga solusi yang diambil. Pertama, penambahan rombongan belajar (rombel). Sekolah bahkan memanfaatkan ruang yang ada seperti perpustakaan dan laboratorium untuk menampung siswa. Kedua, menambah jumlah kapasitas per kelas dari maksimal 36 siswa menjadi 38-40 siswa.

Terakhir, mendirikan sekolah baru, walaupun belum ada gedung sekolahnya. Alhasil siswa harus menumpang di sekolah terdekat agar bisa mendapatkan pendidikan.

”Jadi, mereka sekolah dulu dengan cara numpang ke sekolah lain, tahun berikutnya baru kami anggarkan untuk membangun gedung sekolah mereka. Tidak sedikit juga yang menggelar sekolah dua sif karena tidak ada ruangan yang bisa dipakai. Mau tidak mau demi menampung dan memuaskan keinginan orangtua,” bebernya.

Ia mengakui ada konsekuen-si yang harus ditanggung akibat penerapan kebijakan tersebut. Pertama, menyangkut kenyamanan di kelas yang bisa berpengaruh terhadap konsentrasi dan daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan guru.

Muaranya adalah turunnya mutu pendidikan di sekolah negeri. Tidak saja di kalangan siswa. Pihaknya juga harus melakukan upaya yang lebih lagi dalam pemenuhan tenaga guru. Selama ini, setiap usai PPDB kebutuhan guru pasti meningkat. Tak sedikit guru harus diambil dari sekolah lain untuk mengajar di sekolah baru.

”Itu harus dilakukan. Intinya kami tidak menyalahi aturan jam pendidikan yang telah dikeluarkan Kemendikbud terkait batas kewajiban guru mengajar dalam satu minggu,” sebutnya.

Terdampaknya mutu pendidikan akibat membeludaknya isi rombongan belajar di tiap sekolah juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman.

”Tentunya hal ini akan mendegradasi kualitas dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Sebab, ketika jumlah siswa sudah terlalu banyak, maka guru yang mengajar pun tidak akan bisa menguasai suatu kelas. Guru juga tidak akan bisa memastikan, materi yang diterangkan kepada siswa,” katanya.

Kepala Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Siadari, juga berpendapat sama. Ia mengatakan, jangan sampai penambahan rombel yang dipaksakan, akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan.

Contohnya, kata dia, siswa belajar di ruang laboratorium, ruang pustaka bahkan musala.

”Yang pasti, ruangan tersebut sangat tidak cocok untuk proses belajar dan konsentrasi anak tidak penuh saat mendapat pengajaran,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, setiap sekolah negeri memiliki batas maksimal rombel yang harus diikuti mulai SD, SMP dan SMA/SMK. Dimana untuk SD, maksimal 24 rombel (kelas 1-6), artinya setiap kelas hanya untuk 4 rombel. Sedangkan untuk SMP dan SMA/SMK maksimal 27 rombel (kelas 1-3), yang mana setiap sekolah hanya bisa memiliki 9 rombel untuk setiap kelasnya.

Selain banyaknya siswa titipan dari orang-orang berpengaruh, Lagat menduga penambahan rombel dan jumlah siswa adalah akal-akalan kepala sekolah agar bisa mendapat dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang banyak. Sebab, pencairan dana BOS setiap tahunnya dilihat dari jumlah siswa. Semakin banyak siswa, maka dana BOS dan komite semakin besar.

Berlimpahnya dana BOS yang diterima sekolah, justru dikhawatirkan bisa jadi lahan korupsi. Apalagi pengawasaan penggunaan dana BOS oleh Inspektorat Daerah dan pihak terkait sangat lemah.

Hal ini juga yang diduga menjadi acuan kepala sekolah untuk menggunakan dana BOS tidak sesuai peruntukan. Seperti membeli mobil dinas sekolah dan plesiran. Padahal peruntukan dana BOS sudah jelas untuk meningkatkan kualitas siswa dari segi fasilitas dan lainnya.

”Nah, ini yang harus dihilangkan. Jangan terjadi hal yang sama setiap tahunnya. Kasihan lah untuk pendidikan generasi penerus,” terang Lagat.

Dijelaskan Lagat, sistem PPDB bisa berjalan dengan baik, apabila kepala sekolah berani menolak pemaksaan atau titipan siswa yang tak memenuhi syarat. Sebab, pemaksaan siswa masuk sekolah tertentu, adalah biang kerok dari permasalahan PPDB setiap tahunnya. Jika semua mengikuti aturan, ia yakin mutu pendidikan di Kepri akan jauh berubah dan berkualitas. Sebab, siswa mendapatkan hak mereka sesuai dengan yang seharusnya. (eggi, eusebius, yashinta, yulitavia, rengga)

Ujian Berat Sekolah Swasta

0

 

batampos – Penerimaan Peserta Didik Baru selalu menyisakan kegelisahan bagi kalangan pengelola sekolah swasta. Di saat mayoritas orangtua calon siswa berbondong-berbondong memasukkan anak-anak mereka ke sekolah negeri, pihak swasta harus gigit jari.

Ujian Ahir Sekolah 2 F Cecep Mulyana
foto:Cecep Mulyana / Batam Pos
ilustrasi pelajar

Wakil Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Jogie Suaduon, mengatakan, permasalahan kelebihan kuota sekolah negeri saat PPDB, sudah lumrah setiap tahunnya. Namun, tidak ada solusi yang konkret atas permasalahan ini. Sebab, sekolah swasta hanya jadi penonton saat PPDB.

”Ini sudah menjadi mindset masyarakat. Tapi juga, tergantung goodwill dari pemerintah daerah,” kata Jogie yang ditemui Batam Pos, Rabu (7/6) lalu.

Sejauh ini, kata Jogie, belum ada iktikad dari pemerintah daerah, bagaimana mengarahkan anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri, dapat belajar di sekolah swasta. Setiap tahun, pemerintah selalu berbicara akan menampung semua siswa yang akan belajar di sekolah negeri.

”Kami tawarkan apapun jika tidak ada goodwill, susah juga jadinya. Apapun itu, termasuk menggratiskan uang sekolah,” ujar Jogie.

Ia mengakui bahwa operasional sekolah swasta, masih bertumpu pada iuran sekolah dari murid-muridnya. Meskipun begitu, kata Jogie, sekolah swasta tidak pernah menyalahi aturan atau petunjuk teknis yang ada.

Sekolah swasta selalu mempertimbangkan jumlah guru dengan siswa yang ada. Setiap rombongan belajar yang ada, selalu menyesuaikan dengan aturan.

”Siswa satu rombelnya tidak lebih dari 32 orang. Lalu beban guru per minggunya tidak lebih dari 40 jam, dan kami tidak ada sif-sif. Waktu pembelajaran setiap mapel (mata pelajaran), sesuai dengan aturan yang ada,” ungkap Jogie.

Secara jumlah, sekolah swasta lebih banyak dibandingkan sekolah negeri. Jogie mengatakan sekolah swasta untuk tingkatan SD ada sebanyak 250 sekolah, SMP 155 sekolah, SMA 70-an sekolah, dan SMK ada 80-an sekolah.

”Perbandingannya lebih banyak 50 persen dibandingkan negeri,” tutur Jogie.

Meskipun begitu, bagi sebagian besar masyarakat sekolah swasta bukanlah menjadi pilihan utama. Ada beberapa faktor yakni biaya pendidikan. Jogie mengakui bahwa sekolah negeri biaya pendidikan jauh lebih murah.

Namun, pemerintah daerah terkesan memaksakan siswa-siswi masuk sekolah negeri. Dibandingkan menganjurkan untuk ke sekolah swasta.

Saat ditanya mengenai kualitas, Jogie mengaku bahwa tidak jauh beda antara swasta dan negeri. Sebab, sudah ada akreditasi dari nasional.

”Sama saja sekolah swasta akreditasi A, dengan sekolah negeri akreditasi A,” ungkapnya.

Tenaga pendidikan di sekolah swasta dan negeri sama-sama berlatar belakang sarjana. ”Kami selalu menghitung beban mengajar guru tiap minggunya. Lalu, pengaturan rombel yang tak boleh lebih dari aturan yang ada, 32 siswa per rombel. Sekolah negeri, bisa lihat sendiri,” ujarnya.

Jogie tidak menampik ada aliran dana pemerintah diterima sekolah swasta melalui dana BOS. Dana ini digunakan untuk operasional sekolah non fisik, renovasi kelas dan pembelian alat praktik. Lalu, juga ada pemberian BOS langsung ke siswa.

”Namun, kami tidak mendapatkan BOS daerah,” ungkap Jogie.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyatakan jika tidak ada sekolah swasta maka akan banyak anak yang tidak sekolah. Untuk itu, sebagai mitra, pihaknya berharap sekolah swasta yang ada saat ini bisa bertahan dan meningkatkan kualitas, sehingga menjadi pilihan orangtua.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga berupaya memberikan perhatian kepada sekolah swasta melalui pemberian insentif, Pemko Batam mencoba membantu kesejahteraan guru di sekolah swasta. Secara berjenjang pemerintah memberikan insentif untuk mendorong dan mendukung kemajuan di sekolah swasta.

”Pemerintah tidak tinggal diam. Kami berupaya membantu guru yang di sekolah swasta. Kalau mereka sudah memenuhi syarat maka akan diberikan insentifnya,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah swasta bisa membuka jalur pendaftaran khusus untuk yang kurang mampu. Hal ini bisa menghapus stigma sekolah swasta mahal. Dengan bentuk dukungan seperti meringankan biaya pendidikan di sekolah swasta untuk mereka yang tidak mampu, dinilai mampu memecah keinginan orangtua untuk selalu ke sekolah negeri.

”Mungkin hal ini bisa diterapkan. Karena menurut saya sekolah yang menerapkan subsidi silang juga sudah ada, namun kalau semua swasta punya kuota untuk mereka yang tidak mampu, akan lebih baik dan membantu,” terangnya.

Sesuai data, nominal yang diterima para guru beragam mulai Rp 250 ribu untuk guru Pos PAUD hinterland dan mainland, Rp 375 ribu untuk guru PAUD hinterland, Rp 1.000.000 untuk guru swasta mainland tahap I, Rp 650 ribu untuk guru swasta mainland tahap II, dan Rp 1.150.000 untuk guru swasta hinterland. (yui/eja/she/gie/ska)

Dua Produsen Tahu Diringkus karena Pakai Formalin

0
Kepala BPOM Penny K Lukito. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Formalin merupakan bahan yang tidak boleh digunakan untuk produk yang dimakan. Sayangnya, masih banyak produsen yang menggunakan bahan ini untuk pengawet. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan dua pabrik tahu di Bogor yang menggunakan formalin.

Kedua pabrik itu berada di Parung, Kabupaten Bogor. Pabrik pertama, disinyalir omset perbulannya Rp 300 juta dengan kapasitas produksi 2 ton sehari. Lalu pabrik kedua omsetnya Rp 120 juta perbula dengan kapasitas produksi 7 kuintal sehari. Tahu dari dua sarana produksi ini didistribusikan ke pasar di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Kepala BPOM Penny K. Lukito, kemarin (12/6) menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan tersangka akan dipersangkakan terkait unsur pasal memproduksi dan mengedarkan pangan yang mengandung bahan berbahaya. Ini sesuai dengan Pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. “Tersangka dapat dijatuhi sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp10 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, bahaya formalin mungkin tidak dapat terlihat langsung mengganggu kesehatan. Namun jika dikonsumsi rutin dalam jangka waktu yang lama dapat memicu iritasi saluran napas, sesak napas, pusing, gangguan pernapasan, rusaknya organ penting, hingga menyebabkan kematian.

Ini bukan kali pertama BPOM melakukan penertiban produsen nakal yang menggunakan bahan berbahaya. Penny mengakui masih ada temuan. Khusus untuk kasus penggunaan formalin pada produksi pangan, sepanjang tahun ini ditemukan 22 sarana produksi pangan yang menyalahgunakan. Produsen ini tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur. Jenis pangan olahan yang ditemukan mengandung formalin yaitu produk tahu dan mie basah.

“Langkah pencegahan dan penindakan terhadap produsen makanan nakal yang menggunakan formalin juga sebenarnya telah dilakukan sejak lama,” ungkapnya. Pada 2016, Badan POM bekerja sama dengan salah satu distributor di Indonesia, melakukan uji coba untuk menambahkan zat pemahit pada formalin. Zat ini, ditambahkan pada cairan formalin atau paraformalin yang akan dijual di Indonesia dengan tujuan konsumen bisa mudah mengenali. “BPOM juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan secara rutin melakukan evaluasi bersama terhadap penambahan pemahit pada formalin atau paraformalin yang akan didistribusikan oleh pelaku usaha Distributor Terbatas Bahan Berbahaya (DT-B2),” ujarnya. (*)

Reporter: JP Group