
batampos- Kapal layar motor (KLM) Bintang Surya, kapal kargo Singapura-Tanjungbalai Karimun, Minggu (12/6) 07.00 WIB terbakar di Perairan Pulau Nipah, Provinsi Kepri. Akibat dari kejadian tersebut, nakhoda kapal meninggal dunia.
”Dari peristiwa kebakaran kapal kargo KLM Bintang Surya, Abdul Jamal selaku nakhoda kapal meninggal dunia. Dari keterangan yang kita dapatkan bahwa korban merupakan orang terakhir yang terjun ke laut meninggalkan kapal sebelum meninggal dunia. Hal ini dilakukan karena sibuk melalaikan panggilan darurat minta pertolongan melalui radio,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa.
Dikatakan Danlanal, pada saat meminta bantuan melalui radio, kondisi kapal sudah terbakar. Sehingga, kuat dugaan nakhoda kapal banyak menghirup asap dari kebakaran kapal. Sehingga, pada saat terjun ke laut dan kemudian dievakuasi dari laut oleh TB Maya Harbour sudah dalam keadaan kritis.
BACA JUGA: Truk Angkut Peralatan Bor untuk Sumur Terbakar di Jalan Tirta Madu, Bintan
”KRI LDG-632 yang mendapatkan laporan langsung di CH 16 langsung menuju ke lokasi kebakaran kapal kargo. Sesampainya di lokasi pukul 07.30 WIB langsung mengevakuasi 18 orang kru kapal termasuk nakhoda yang meninggal dunia ke Lanal Tanjungbalai Karimun. Namun, sebelumnya, nakhoda kapal saat kondisi masih kritis sudah dilakukan pertolongan. Tapi, tidak berhasil,” jelasnya.
Selain ada satu orang yang meninggal dunia, kata Danlanal, dua orang kru kapal lainnya mengalami luka ringan. Hal ini disebabkan karena benturan pada saat akan menyelamatkan diri. Evakuasi juga dibantu kapal lainnya, sepeti Patkamla Pulau Karimun Lanal TBK, Sea Rider I dan II Lanal TBK, Kapal Patroli Satpolairud dan BC.
Danlanal menyebutkan, kapal berangkat dari Pelabuhan Jurong, Singapura menuju Tanjungbalai Karimun pada pukul 05.00 waktu Singapura dan pada saat sedang berlayar muncul api dari bagian Palka kapal. ”Api dengan cepat membakar seluruh badan kapal yang terbuat dari kayu. Ditambah lagi, muatan yang dibawa juga mudah terbakar. Seperti drum yang berbahan plastik dan barang-barang lainnya,” jelasnya.
Kondisi kapal, lanjutnya, saat ini sudah habis terbakar bersama seluruh muatan. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Sudah tenggelam. Diperkirakan kerugian materi mencapai Rp1 miliar.
Kho Seng Koi, salah seorang kru kapal yang selamat menyatakan, pada saat kapal terbakar dia sedang tidur. ”Banyak kru yang sedang tidur saat kebakaran terjadi. Saya sendiri tersadar ketika terhirup asap. Selanjutnya langsung keluar kapal dan terjun ke laut,” ungkapnya. (*)
reporter: sandi


