Polres Bintan bersama TNI dan awak media dari PWI Bintan ikut memeriahkan hari Bhayangkara ke-76 tahun 2022 dengan sepeda santai di seputaran Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Minggu (19/6). F.Slamet Nofasusanto
batampos- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintan ikut memeriahkan sepeda santai dan senam sehat yang diadakan Polres Bintan di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Minggu (19/6) pagi.
Kegiatan dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-76 tahun 2022 ini diikuti berbagai unsur TNI di Tanjungpinang dan Bintan.
Kegiatan serentak ini diawali sambutan dari Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dilanjutkan, sepeda santai dan senam bersama TNI Polri dan awak media.
Dalam kegiatan ini, panitia juga menyediakan doorprice antara lain dispenser, kipas angin, televisi, sepeda hingga kulkas.
Seorang anak anggota Polres Bintan, Fredella Ogya Davisa menjadi peserta yang paling beruntung.
Putri pasangan Bripka Engki dan Brigadir Yosi Sarwenda membawa pulang doorprice utama berupa kulkas.
“Tadi di antara teman-temannya hanya dia (Fredella) yang belum dipanggil nomor kuponnya. Tau-taunya nomornya yang keluar,” kata Brigadir Yosi.
Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan, sebagai mitra, Polri dan TNI dan awak media diharapkan dapat terus meningkatkan sinergitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dalam mewujudkan Indonesia tangguh Indonesia tumbuh.
“Semoga kita dapat menjadi contoh bahwa semangat yang kita lakukan bisa diikuti institusi dan elemen masyarakat yang lain,” kata Tidar.
Ketua PWI Bintan, Harjo Waluyo mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mempererat tali silaturahmi antara unsur TNI, Polres Bintan dan awak media yang ada di Kabupaten Bintan.
Pada Hari Bhayangkara Ke 76 tahun 2022, Harjo atas nama PWI Kabupaten Bintan menyampaikan, semoga ke depan Polres Bintan semakin dicintai masyarakat Bintan. (*)
Ilustrasi. Salah seorang pedagang mengangkat cabai merah keriting. Saat ini diketahui harga cabai masih di atas harga daging sapi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Harga cabai di Kota Batam hingga saat ini masih lebih mahal dibandingkan dengan harga daging sapi. Saat ini harga cabai diketahui berada diangka Rp 120 ribu per kilogram (kg) sedangkan daging sapi hanya Rp 100 ribu per kg.
Berdasarkan pantaun Batam Pos di beberapa pasar di Batam diketahui harga cabai merah keriting, cabai rawit merah dan cabai rawit hijau dibanderol Rp 90 hingga 120 ribu per kg.
“Paling murah itu cabai rawit Rp 90 ribu per kg. Cabai hijau Rp 70-80 ribu per kg. Tapi stok terbatas, yang lain harga di atas Rp 100 ribu,” ujar Ganjar pedagang di pasar Botania, Batamcenter.
Diakuinya, warga yang berbelanja saat ini kerap membanding-bandingkan harga cabai dengan daging sapi beku yang jauh lebih murah.
“Sering ibu-ibu ngomel bilang daging sapi lebih murah. Saya ketawa aja, karena memang benar, daging sapi beku paling mahal Rp 100 ribu, ini cabai Rp 120 ribu,” jelasnya.
Menurut dia, tingginya harga cabai tak hanya dikeluhkan pembeli, namun juga para pedagang. Sebab sejak harga cabai di atas Rp 100 ribu per kg, daya beli masyarakat terus menurun.
“Paling banyak beli 1/4 kilo, itu Rp 30 ribu. Biasanya harga segitu emak-emak belanja dapat satu kilo,” ujarnya.
Kiki warga Batamcenter, mengatakan, dirinya mengurangi konsumsi cabai sejak harga meroket. Ia pun menyiasati dengan masakan yang butuh cabai sedikit. Seperti tumis-tumis dan goreng.
“Masak alakadarnya saja sekarang, harga cabai luarbiasa, lebih mahal dari daging sapi, ” keluhnya.
Selama seminggu terakhir, ia lebih banyak membeli makanan di luar. Selain lebih cepat, beli makanan menurutnya lebih hemat.
“Beli lauk Rp 20-30 ribu bisa untuk 2 kali makan sekeluarga. Kalau masak, sekarang bisa lebih dari Rp 50 ribu. Dapat capeknya juga,” jelas Kiki.
Irma pedagang makanan mengaku kewalahaan menyiasati tingginya harga cabai. Apalagi cabai merupakan menu wajib yang harus disediakan.
“Biasanya ada yang minta tambah cabai saya kasih gratis, sekarang bayar. Harga cabai lagi tinggi,” jelasnya.
Ia berharap, pemerintah bisa segera menurunkan harga cabai. Sebab harganya sudah sangat meresahkan masyarakat Se kota Batam.
“Harganya sudah sangat meresahkan. Jadi memang berharap pemerintah dapat menurunkna harga ini,” terang Irma.
Sementara Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkiat masih tingginya harga cabai.
Namun beberapa waktu lalu, ia telah meminta kerjasama para distributor untuk bisa mengambil cabai hasil kerjasama Pemko Batam dan dua daerah di Medan. Dimana, menurut Gustian, harga cabai tersebut lebih murah.(*)
Selebgram dan food vlogger asal Batam, Yusi Fadila, menikmati pizza Marinara. F. Socrates/Batam Pos
batampos – Pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi tatap muka dan beraktivitas di luar rumah memberi berkah bagi jasa layanan online food delivery (OFD) atau pengiriman makanan di Indonesia.
Survei yang dilakukan Tenggara Strategic mencatat bisnis ini membukukan total transaksi alias gross merchandise value (GMV) sebesar Rp 78,40 triliun sepanjang 2021.
Studi Tenggara Strategics bertahjuk Survei Persepsi & Perilaku Konsumsi online food delivery (OFD) dilakukan dengan metode survei multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.200 konsumen yang terbagi rata pada enam wilayah: Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Solo, Medan pada 10-14 Januari 2022.
Direktur Eksekutif Tenggara Strategics Riyandi Suparno memilih 3 platform lantaran merupakan pemain utama dalam layanan OFD di Indonesia.
GoTo Group lewat GoFood mengusai pasar layanan pengiriman makanan daring dengan menguasai 39 persen atau setara Rp 30,65 triliun, sementara platform ShopeeFood membukukan nilai transaksi Rp 26,49 triliun (34%), dan GrabFood senilai Rp 20,93 triliun (27%).
“Saat kami melakukan survei sebenarnya ada pemain-pemain lainnya, namun angkanya tidak signifikan sehingga kami memilih untuk menampilkan tiga platform tersebut. Studi ini juga menjadi studi yang relatif masih baru untuk memotret dinamika OFD, sehingga mungkin dalam beberapa tahun ke depan peta persaingannya bisa berubah. Namun sejauh ini tiga aplikasi tersebut yang memang paling banyak digunakan di Indonesia,” jelasnya saat memaparkan hasil studi secara daring, Rabu (15/6).
Economic Research Lead Tenggara Strategics Stella Kusumawardhani dalam paparannya mengatakan, GoFood menjadi platform layanan OFD yang paling diingat alias menjadi top of mind dibandingkan dua kompetitornya. (*)
batampos – Karang Taruna di Kota Surabaya meluncurkan usaha dibidang cuci motor dan mobil dengan nama “Gas Auto Wash Mobil & Motor”. Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto, mewakili Mensos Risma menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna di Kota Surabaya dengan usaha cuci motor dan mobil.
Apa yang dilakukan Karang Taruna di Surabaya ini sesuai dengan kebijakan dasar Menteri Sosial Tri Rismaharini. Bu Menteri mengungkapkan percepatan penanganan kemiskinan tidak hanya dengan instrumen bansos, namun juga dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Melalui rintisan usaha mandiri, kewirausahaan mikro yang dikembangkan bisa meningkatkan pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kegiatan kewirausahaan oleh Karang Taruna di Kota Surabaya ini diharapkan membantu upaya pemerintah dalam agenda pemulihan ekonomi.
“Kami mengapresiasi langkah Karang Taruna di Surabaya. Hal ini bisa membantu pemulihan ekonomi, apalagi Karang Taruna kan ada di seluruh tanah air. Usaha seperti ini juga bisa membantu meningkatkan pendapatan kaum muda yang belum memiliki kegiatan ekonomi atau mereka yang terkena PHK karena dampak pandemi,” kata Edi di Surabaya (19/6/2022).
Sejauh ini, Kemensos telah banyak memberikan bantuan kewirausahaan kepada kelompok- kelompok mikro. Edi menyatakan, dengan asesmen secara menyeluruh, Kemensos siap membantu pengembangan usaha mikro oleh masyarakat. “Apakah berupa bantuan modal atau bantuan penguatan kapasitas,” katanya.
Edi juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan semua stakeholder termasuk dengan Kemensos. Saat ini, Mensos tengah menggariskan kebijakan untuk memberikan bantuan kewirausahaan terhadap penerima bansos usia 40 tahun ke bawah.
Dalam kesempatan sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan apresiasi dan terima kasih, baik kepada Kemensos maupun kepada Karang Taruna di Kota Pahlawan. Eri menyatakan, Pemkot Surabaya membutuhkan sinergi dengan semua pihak untuk mempercepat penanganan kemiskinan, termasuk dengan Kemensos.
Bagi Eri, bantuan Kemensos sangat membantu Pemkot Surabaya. Ada dua dampak positif dari dukungan Kemensos terhadap kegiatan kewirasusahaan sebagaimana dikembangkan Karang Taruna.
“Pertama, dapat mengurangi MBR di Surabaya. Dan kedua menciptakan lapangan pekerjaan/mengurangi pengangguran. Selain berupa usaha cuci mobil, Karang Taruna juga membangun usaha di Kampung Jahit di lokasi lain,” kata Eri. Dengan kerja sama semua pihak, Eri berharap, usaha-usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diakselerasi.
Katua Karang Taruna Kota Pahlawan Fuad Benardi menyatakan, akan terus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kota Pahlawan. Usaha cuci motor dan mobil ini akan terus berproses dan dikembangkan, menjadi bengkel dengan layanan lengkap.
“Kita akan menjalin kerja sama dengan semua pihak baik di Surabaya maupun dengan Kemensos dan pihak lain. Sebab, untuk dapat berkembang masih dibutuhkan bantuan, termasuk mungkin pelatihan atau dukungan penguatan kapasitas lainnya,” katanya. (*)
ILUSTRASI: Seorang muslimah memilih pakaian muslim di DC Mall, Nagoya Batam, Senin 19 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos – Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawati Setyorini memuji komitmen Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti ajang Pasar Senggol Turki (Indonesian Culture Festival Market) beberapa waktu lalu
Menurut Hermawati Setyorini, perintah Erick Thohir ini sebagai bentuk bukti dukungannya kepada UMKM di Indonesia untuk tembus pasar internasional. Namun, Hermawati berharap dorongan ini bisa diperluas agar UMKM di Indonesia bisa lebih banyak lagi tembus pasar internasional.
“Dukungan itu langkah yang bagus, UMKM yang binaan dari BUMN sendiri seperti Telkom, Mandiri, BRI itu sebuah langkah yang membantu menjadikan UMKM itu dikenal,” kata Hermawati, Kamis (16/6).
Hermawati yakin betul produk yang dibawa ke ajang Pasar Senggol Turki adalah produk terbaik yang memiliki daya saing dengan produk negara lain. Pasalnya, produk-produk tersebut akan menjadi support system bagi produk-produk lain di Indonesia.
“Jika dibawa keluar negeri pasti produk-produk yang memang berdaya saing, terus legalnya sudah pasti komplit, packaging pasti bagus, kualitas produk juga bagus. Otomatis untuk membantu support dari UKM itu sendiri,” ujarnya.
Hermawati kembali menegaskan, jika keberpihakan Erick kepada pelaku usaha kecil sangat bagus. Selain memperkenalkan produk Indonesia di negara luar, juga membantu membangkitkan semangat ulang pelaku UMKM usai dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun kemarin.
Selain itu, kata Hermawati, Kementerian BUMN juga terus meningkatkan pelatihan kepada pelaku UMKM dengan cara mengajak mereka secara langsung untuk berperan aktif mengikuti pembinaan.
“Jadi, langkah ini sangat bagus, dibutuhkan ketuk pintu atau door to door, harus kita yang datang kepada UMKMnya, tapi kalau UMKM disuruh datang ke pusat pelatihan itu memang agak berkurang minatnya,” jelasnya.
“Sekali lagi langkah Kementerian BUMN ini sudah bagus, karena tidak hanya bina tapi sudah dibantu pemasaran di sana. Saya yakin kalau sudah binaan Kementerian BUMN sudah banyak diajak pameran, dan mungkin ada subsidi buat biaya ikut pameran atau kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Hermawati juga menyarankan agar UMKM yang berada dibawah binaan Kementerian BUMN mengajak pelaku UMKM lainnya di luar binaan Kementerian BUMN, agar pengembangan usaha-usaha kecil di Indonesia tidak putus.
“Baiknya UMKM yang sudah dibina bisa mengajak yang lain, jadi bapak angkatnya UMKM di luar binaan BUMN. Kan etosnya orang Indonesia ini kan gotong-royong, jadi hal itu dijalankan. Saling menolong, yang mampu menarik yang kurang,” sarannya.
Hermawati juga berharap, dalam sistem rekrutan binaan UMKM oleh BUMN itu secara gantian, agar semangat para pelaku UMKM terus dihidupkan.
“Saya berharap ada syarat dari Pak Menteri menyampaikan, ‘Ayo yang sudah naik sekarang gantian’. Jadi, hilir hulunya jadi ada, biasanya untuk dibutuhkan bahan bakunya dibina itu petaninya, seperti itu contohnya,” harapnya.
Sebelumnya, Kementerian BUMN membuktikan komitmen dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk go global. Salah satunya, mengajak pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan menembus pasar internasional dengan mengikuti ajang Pasar Senggol Turki (Indonesian Culture Festival Market).
UMKM asal Indonesia yang mempromosikan produknya, terdiri olahan makanan, kopi, kerajinan tangan hingga, produk fashion. Pasar Senggol Turki 2022 merupakan ajang perdana festival ekonomi dan budaya Indonesia di Turki hasil kolaborasi antara Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Istanbul, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, dan Kementerian BUMN. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Halic Congress Center, Istanbul pada Ahad (5/6/2022). (*)
ILUSTRASI: Seorang karyawan sedang menjahit pakaian pesanan perusahaan mancanegara di satu perusahaan di Kawasan Industri Union, Batuampar, Batam, Rabu 6 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas telah dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) menggantikan Muhammad Lutfi. Zulhas diharapkan mampu membawa kemajuan, terutama di bidang ekspor.
“Saya berharap Menteri yang baru bisa meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor dengan cara pemberdayaan serta pelatihan bagi generasi-generasi muda Indonesia,” kata Ketua Bidang Perdagangan dan Perindustrian DPP Gempar Indonesia, Maudy C Palar kepada wartawan, Kamis (16/6).
Perempuan yang juga menjabat sebagai CEO Klik Panen itu mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar dalam peningkatan ekspor. Gelaran Presiden G20 juga bisa menjadi langkah maju bagi pemerintah meningkatkan ekspor.
“Kita bisa melihat peluang Indonesia kedepan khususnya di bidang ekspor sangat bagus, apalagi tahun 2022 Indonesia menjadi Presidensi G20 ini menjadi momentum kita mengangkat ekonomi kita melalui ekspor,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Maudy berharap Kemendag bisa menjadi katalisator bagi pengusaha muda. Sehingga usaha yang dijalankan bisa menembus pasar internasional.
“Dalam hal ini pengusaha yang akan memulai bisnisnya di dunia ekspor dengan cara dipermudah regulasi, permodalan serta tahapan tahapan yang membuat para pemula menjadi mandiri kedepannya khususnya para pelaku pelaku UMKM,” ucapnya.
“Sehingga mereka dalam hal ini pelaku UMKM bisa Go International sehingga hal tersebut dapat meningkatkan devisa negara dan menjadi apa yang di cita-citakan oleh presiden Jokowi,” tandasnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik dua menteri dan tiga wakil menteri hasil reshuffle Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6). Reshuffle kabinet ini merupakan yang ketiga kali pada masa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Dua orang yang dilantik jadi menteri adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan. Zulhas menggantikan posisi Muhammad Lutfi.
Sementara, mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam hal ini, Hadi menggantikan posisi Sofyan Djalil.
Sementara tiga wakil menteri yang dilantik yakni Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/BPN. Kemudian John Wempi Watipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Sekjen PBB Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). (*)
ILUSTRASI: Warga Batam menggunakan LinkAja untuk transaksi e-commerce untuk berbelanja, Selasa 26 Januari 2021. F. Suprizal Tanjung, Batam Pos, Batam Pos
batampos – Rencana pemerintah mengubah beberapa aturan di industri e-commerce dalam negeri dinilai positif. Adapun, hal ini dilakukan untuk menciptakan kesetaraan perlakuan dan playing field antara bisnis e-commerce asing dan e-commerce lokal.
Namun, langkah tersebut dinilai tidak cukup, sebab industri digital di Indonesia saat ini masih dikuasai oleh perusahaan modal ventura asing. Investor dalam negeri, baik swasta maupun BUMN, diminta untuk lebih gesit mendukung perusahaan rintisan (startup) dan industri digital dalam negeri.
Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan, saat ini pihak asing, dari perusahaan modal ventura, investor institusi hingga pengelola dana investasi milik pemerintah berlomba-lomba menanamkan investasinya di startup Indonesia. “Mereka yakin dengan model dan prospek bisnis startup lokal sehingga berani mengucurkan investasi yang tidak sedikit,” ungkap dia, Jumat (17/6).
Menurutnya, sebagian besar investor di balik startup lokal dengan valuasi besar atau berstatus unicorn merupakan perusahaan raksasa asing. Sebut saja, Softbank yang paling rajin mengucurkan investasi dalam jumlah besar.
Selain itu ada Alibaba, Temasek, hingga korporasi besar Amerika Serikat seperti Google dan Facebook juga ikut masuk di perusahaan-perusahaan startup yang ada di Indonesia. “Pasarnya ada di sini, tapi sayang investornya dari luar,” ujar Toto.
Oleh karena itu, perusahaan BUMN sebagai perusahaan milik negara harus mengambil peran dalam membesarkan startup lokal. Jangan sampai perusahaan BUMN kalah gesit dibandingkan investor asing dalam berinvestasi ke startup lokal.
“Jika perusahaan BUMN tidak mau ambil peran tersebut, maka unicorn baru yang akan muncul di Indonesia akan di-backup oleh capital venture asing karena tidak ada modal ventura lokal yang mendukungnya,” terangnya.
Menurutnya, investasi BUMN ke startup lokal merupakan bentuk keberpihakan negara melalui Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN untuk membesarkan startup lokal. Perusahaan BUMN punya kepentingan dalam proses pembinaan startup lokal.
Sebagai negara dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar. Hal itulah yang sebenarnya mendorong banyak startup asing yang berekspansi ke Indonesia. “Jangan sampai pasar Indonesia justru dikuasai startup asing. Sebaliknya, unicorn kita harus didukung agar bisa berekspansi ke luar negeri. Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi sekadar pasar,” tegas Toto.
Ia merasa bahwa pemerintah sebetulnya sudah menyadari hal ini. Maka dari itu, Kementerian BUMN membentuk konsorsium Merah Putih Fund yang melibatkan empat perusahaan BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Telkom, dan Bank BRI.
Melalui Merah Putih Fund tersebut, perusahaan BUMN diharapkan bisa menggunakan sebagian alokasi dana di perusahaan modal ventura mereka untuk membiayai startup lokal. Yang jelas, kata dia, perusahaan BUMN jangan sampai ketinggalan dibanding global venture capital dalam mengembangkan startup lokal.
Jika perlu, perusahaan modal ventura nasional lainnya ikut mendukung karena dana BUMN terbatas. Jika ada perusahaan swasta yang mendirikan aliansi di luar Merah Putih Fund, tentu akan lebih baik. “Kepentinganya tentu saja sebagai negara dengan populasi besar, jangan sampai Indonesia hanya menjadi negara konsumen saja,” jelas Toto.
Ditegaskan olehnya, investasi ke startup lokal oleh perusahaan lokal perlu terus didorong, agar tidak kalah dari modal ventura asing. “Kalau tidak, nanti kita akan repot karena semua dikuasai oleh modal ventura asing,” pungkas dia. (*)
ILUSTRASI: Apotik Kimia Farma di Batam Centre Batam, Rabu 10 Maret 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos – Nilai impor produk farmasi Indonesia mengalami kenaikan tajam. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjelaskan, kenaikan tersebut mayoritas dipicu pembelian vaksin Covid-19.
Ke depan diharapkan Vaksin Covid-19 Merah Putih bisa diproduksi dalam jumlah besar dan diekspor. Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan mengatakan, pada 2019 lalu nilai impor produk farmasi ke Indonesia USD 774 juta. Kemudian pada 2020 naik menjadi USD 940 juta.
“Lalu di 2021 naik tajam menjadi USD 4.131 juta (Rp 60,9 triliun),” katanya dalam Konferensi The road to Indonesia 4.0 with Achema di Jakarta pada Kamis (16/6).
Marolop mengatakan, kenaikan nilai impor produk farmasi tersebut didominasi oleh belanja vaksin Covid-19. Seperti diketahui seratus persen vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia adalah produk impor.
Dia memahami karena virus Covid-19 terbilang baru, sehingga butuh waktu untuk bisa memproduksi vaksin sendiri. “Penyumbang terbanyak (kenaikan nilai impor produk farmasi) naik 200 persen gara-gara impor vaksin pada 2020 dan 2021,” jelasnya.
Marolop mengatakan, seiring dengan dimulainya riset vaksin Merah Putih, dia berharap dapat segera diproduksi massal. Sehingga nantinya vaksin Covid-19 Merah Putih tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri saja.
Tetapi juga kebutuhan internasional. Sehingga bisa meningkatkan nilai ekspor produk farmasi dari Indonesia. Saat ini nilai ekspor produk farmasi dari Indonesia ke mancanegara baru USD 536 juta. Jauh di bawah nilai impor produk farmasi yang masuk ke Indonesia.
Selain itu dengan adanya ekspor vaksin Covid-19 Merah Putih, bisa memperbanyak ragam produk kesehatan yang diekspor. Marolop mengatakan sampai saat ini produk alat kesehatan buatan Indonesia yang diekspor masih kategori teknologi rendah.
Seperti ranjang, tempat sampah medis, dan rubber glove atau sarung pelindung tangan dari karet. “Padahal potensi pasar alat kesehatan di luar negeri masih terbuka lebar,” tuturnya.
Head of Business Development & Sales Dechema Ausstellungs-GmBH Andreas Konert mengakui bahwa pasar alat kesehatan, termasuk buatan Indonesia, di luar negeri masih terbuka lebar. Dia mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah membawa perubahan besar, termasuk dalam dunia kesehatan. Dia mengatakan produk alat kesehatan maupun farmasi Indonesia bisa diperkenalkan melalui forum Achema yang mereka gelar di Frankfurt, Jerman. (*)
Warga melihat lokasi penemuan jasad bayi di pangkalan ojek di Bengkong PLTD, Jumat (3/6) lalu. Polisi belum menemukan pembuang bayi tersebut. F. Polsek Bengkong untuk Batam Pos
batampos – Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal mengatakan dari hasil pemeriksaan, jasad bayi perempuan yang ditemukan di pangkalan ojek Bengkong PLTD, Tanjungbuntung diduga dilahirkan di dukun beranak.
“Melihat kondisi bayi, itu dilahirkan oleh dukun. Karena tali pusarnya dipotong tidak bersih,” ujar Bob, Minggu (19/6) siang.
Bob juga menduga bayi tersebut dilahirkan dari kawasan di luar Bengkong. Sebab, dari pemeriksaan tak ada yang mencurigakan dari sekitar lokasi.
Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan RT/RW di Bengkong. Sebab, dari pemeriksaan tak ada warga yang mencurigakan.
“Lokasi Bengkong ini hanya dijadikan tempat pembuangan. Kita minta keterangan RT/RW, tidak ada yang dicurigai di Bengkong ini,” kata Bob.
Bob menambahkan untuk mengetahui identitas orangtua maupun pelaku pembuangan bayi tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan di seluruh klinik, bidan mandiri, hingga puskesmas.
“Bukan hanya di Bengkong saja diperiksa, tapi seluruh wilayah. Jadi sampai saat ini kita minim petunjuk,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Bengkong PLTD, Tanjungbuntung dihebohkan dengan penemuan jasad bayi perempuan, Jumat (3/6) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad bayi ini ditemukan di pangkalan ojek atau tepatnya di belakang Masjid Daarut Taqwa.
Jasad bayi ini pertama kali ditemukan oleh tukang ojek setempat. Bayi ini dibalut dengan kain kafan, serta di samping jasadnya ditemukan surat wasiat.
Di dalam surat, tertulis bahwa bayi itu bernama Alya dan menderita penyakit gagal jantung. Namun, orangtua bayi tersebut mengaku tidak memiliki biaya untuk pemakaman. Sebab, pemakaman membutuhkan biaya Rp 500 ribu, sedangkan orangtua bayi tidak memiliki pekerjaan. (*)
Seorang pedagang sayur di pasar Mutiara Tanjungbatu Kecamatan Kundur
batampos- Sejumlah ibu rumah tangga di Tanjungbatu mengeluhkan tingginya harga cabai cabai merah keriting yang tembus Rp 110.000 per kiogram. Hal yang sama juga terjadi pada harga cabai rawit Rp 100.000 per kilogram di pasar Mutiara Tanjungbatu.
Seperti dikeluhkan Zainab seorang ibu rumah tangga mengatakan jika kenaikan harga cabai merah keriting dan cabai rawit cukup memberatkan. Dikatakan dua hari lalu harga cabai berkisar Rp Rp 95.000 per kilogram saat ini naik Rp 110.000. Sedangkan harga cabai rawit Rp 85.000 sekarang naik Rp 100.000.
“Gimana ni harga sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik hingga harga cabai merah dan keriting juga naik. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat,”ujarnya.
Sementara menurut pedagang sayur
Santi sebelumnya mengaku kenaikan harga dari petani. Salah satu penyebabnya selain tingginya harga pupuk juga pengaruh cuaca. Saat ini memasuki musim hujan sehingga banyak tanaman cabai gagal panen. (*)