Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7542

Namanya Wisata ke Candi, Nggak Mungkin Puas Melihat dari Jauh

0
KHAWATIR SEPI: Siti Badriah, penjual kaus keliling.

Kalau kebijakan pemerintah ini terlaksana, orang jadi takut datang akibat kenaikan tarif Candi Borobudur, banyak sekali jenis usaha dan ratusan destinasi wisata di sekitarnya yang bakal terdampak. Pemerintah diharapkan bikin kajian sosial ekonomi dulu dengan melibatkan warga sekitar.

DIMAS NUR APRIYANTO, Magelang

SEIRING meredanya pandemi Covid-19, arus pengunjung ke Candi Borobudur pun perlahan naik. Siti Badriah, salah seorang pedagang baju di kawasan candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah, itu, pun turut merasakan dampaknya.

”Pandemi awal-awal, dagangan saya utuh. Sekarang naik, tapi saya khawatir sepi lagi,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (6/6).

Pemicu kecemasan Badriah adalah kabar kenaikan tarif naik ke candi yang mencapai 1.500 persen. Dari semula Rp 50 ribu menjadi Rp 750 ribu. Tarif baru itu ditujukan untuk turis lokal yang ingin menjejakkan kaki ke candi. Untuk wisatawan asing, tarifnya USD 100.

Badriah bagian dari sekitar 2 ribu pedagang baju keliling yang menggantungkan hidup pada Borobudur. Dari beberapa yang ditemui Jawa Pos, rata-rata paham bahwa tarif baru itu untuk yang mau ke candi saja. Kalau sekadar masuk, masih dikenakan biaya yang sama, Rp 50 ribu.

”Namun, saya khawatir, dampaknya tetap ke jumlah wisatawan. Pada takut atau malas ke sini karena mau ke candi saja harus bayar segitu,” ujarnya.

Bukan hanya pedagang baju yang menggantungkan hidup pada Borobudur. Di sekitar candi Buddha itu, ada beragam jenis usaha. Di antaranya, suvenir atau oleh-oleh, makanan, penginapan, sampai jasa penyewaan payung dan skuter.

Menurut Annisa yang menjalankan usaha penyewaan skuter, namanya orang berwisata ke candi, tentu ingin ke candinya. Tidak cukup terpuaskan kalau hanya melihat dari jauh.

Memang jenis usahanya dijalankan di luar pagar kompleks candi. Tapi, tetap saja kalau pengunjung drop, penyewaan skuternya akan ikut sepi.

”Rata-rata yang nyewa skuter ini wisatawan luar Magelang. Sekali sewa satu jam Rp 10 ribu,” katanya.

Menurut dia, ada dua kemungkinan yang terjadi jika aturan tarif baru itu diterapkan. Pertama, tetap ada wisatawan yang ke Borobudur, tapi tidak naik ke candi. Hanya keliling candi memakai skuter ini.

”Bisa jadi juga wisatawan ke candi sepi. Otomatis usaha saya juga ikut terdampak,” katanya.

Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Edward Alvin mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan tarif dan pembatasan kuota yang akan diterapkan pemerintah. Namun, menurut dia, lebih baik ada kajian sosial ekonomi lebih dulu sebelum diputuskan.

Dan, kajian tersebut harus melibatkan masyarakat sekitar Borobudur. ”Karena dari Rp 50 ribu menjadi Rp 750 ribu itu harganya melompat luar biasa,” tuturnya.

Belum lagi harga untuk wisatawan mancanegara. Dia menyebutkan, harga USD 100 di luar Indonesia seperti Malaysia atau Singapura sudah menjadi paket wisata. Sementara itu, harga USD 100 di Borobudur hanya naik ke candi.

Selain kajian sosial ekonomi, dia mendorong pemerintah menyiapkan semua infrastruktur hingga fasilitas bagi wisatawan. Sebab, fasilitas untuk wisatawan di Borobudur dinilai belum optimal dan maksimal. Salah satunya bus listrik.

Bus tersebut memang masih memasuki tahap uji coba. Kemarin Jawa Pos mencoba mengelilingi pintu 7 dan kembali ke pintu 3, tapi tidak ada satu pun bus listrik yang tampak wira-wiri. Stasiun charging (pengisian daya) pun terlihat kosong.

Edwin menuturkan, Borobudur menjadi medan magnet bagi wisata di sekitar. Berdasar catatan DTW, ada 239 lokasi wisata. Salah satunya Punthuk Setumbu yang juga terangkat popularitasnya berkat film Ada Apa dengan Cinta 2.

Arifin juga termasuk yang cemas kalau sampai orang jadi alergi ke Borobudur karena dicap sebagai destinasi yang mahal dan tak terjangkau. ”Ke Borobudur ya kurang afdal kalau tidak naik ke candinya. Tapi, semoga tidak terlalu berdampak. Saya hari ini (kemarin) baru dapat Rp 65 ribu karena harga Rp 20 ribu masih ada yang nawar juga,” kata pengojek payung itu.

Harapan tetap ramai juga disuarakan Yani. Meski tempat makan miliknya berada di luar kompleks Borobudur, tetap saja mayoritas pembelinya adalah para wisatawan candi. ”Saya cuman bisa berharap tetap ada wisatawan yang datang ke Borobudur meski mereka tidak bisa naik ke candi. Yang penting, kawasan bawah candi boleh dimasuki pengunjung,” ujarnya.

Kemarin kondisi di Borobudur tampak lengang. Garis merah masih terpasang di tiap pintu masuk candi yang memiliki 1.460 panil relief cerita itu. Alhasil, para wisatawan hanya berkeliling di bagian bawah candi dekat relief Karmawibhangga.

Situasi semakin sepi ketika pukul 13.51 langit Magelang mulai mengeluarkan suara geluduk. Tak lama kemudian, warna langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap. Para wisatawan mulai meninggalkan kawasan candi.

Pukul 14.13, kawasan bawah candi mulai sepi. Tersisa para pengawas dan tukang foto keliling. Adiyan, salah seorang tukang foto keliling, menyatakan bahwa dirinya waswas mendengar rencana kenaikan tiket bagi wisatawan yang ingin naik ke candi.

Jika weekend atau hari libur, Adiyan pernah mendapatkan Rp 200 ribu dalam sehari. ”Kalau paling sedikit, saya pernah tidak dapat sama sekali. Jadi, pulang nggak bawa uang,” ujar ayah tiga anak tersebut.

Dia lantas menunjukkan dompetnya. ”Lho, Mas, masih kosong. Belum dapat rezeki hari ini,” katanya.

Kemarin memang bukan weekend atau hari libur. Jadi, pada umumnya pengunjung memang sepi. Tapi, yang dicemaskan Badriah, Arifin, Adiyan dkk, kalau tarif baru benar diterapkan, bakal semakin banyak hari sepi seperti kemarin. Termasuk di hari-hari yang biasanya ramai.

Karena itu, Edwin mengingatkan harus hati-hati benar dalam mengambil kebijakan terkait dengan tarif dan kuota. Kalau tidak, pesona Borobudur bisa luntur. ”Dan, jika itu terjadi, dampaknya sangat luas. Banyak sekali orang yang menggantungkan hidup pada candi ini,” katanya. (*/c19/ttg)

Krisis Hewan Kurban di Batam Teratasi

0
Sapi Kurban Dalil Harahap 5
Hewan ternak di lokasi penangkaran hewan, Seitemiang, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (5/6). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Upaya pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mengatasi krisis hewan kurban berupa sapi dan kambing akhirnya membuahkan hasil. Kementerian Pertanian menyetujui permohonan gubernur soal diskresi pengiriman hewan kurban ke Kepri dalam rangka memenuhi kebutuhan hewan kurban.

“Iya, permohonan diskresi Gubernur Ansar tersebut disetujui Kementan. Hewan kurban akan dimasukkan dari Lampung Tengah (Pelabuhan Sadewa) dengan jumlah sesuai kebutuhan, yakni 3.136 ekor sapi dan 14.448 ekor kambing,” ujar Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Kepri, Rika Azmi, saat menggelar rapat bersama dengan Anggota Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin dan Onward Siahaan, serta perwakilan asosiasi pedagang peternak Kota Batam, Senin (6/6).

Rapat ini juga dihadiri Perwakilan Kementan RI yang terdiri dari Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang; Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra; Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam, Iyus Hidayat; dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo.

Pada rapat tersebut juga disepakati mekanisme pemasukan hewan kurban tersebut, yakni melalui mekanisme port to port, tanpa melalui wilayah merah.

Di Batam, sapi akan masuk melalui Pelabuhan Sekupang, sedangkan kambing melalui Pelabuhan Tanjungpiayu.

“Selanjutnya, persetujuan diskresi ini akan diinformasikan secara resmi melalui surat tertulis dari Kementan, sesuai mitigasi yang diarahkan oleh Badan Karantina Pusat,” ujar Rika Azmi.

Seperti diketahui, Ansar menyurati langsung Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Jum’at (3/6) lalu yang berisi permohonan pemberian diskresi khusus pemasukan ternak untuk kebutuhan ibadah kurban dari daerah kabupaten yang masih bebas PMK di Provinsi Lampung ke Kota Batam.

“Pemasukan ternak sesuai dengan jumlah kebutuhan melalui mekanisme port to port dengan pengawasan dan pengawalan ketat mulai dari daerah asal, selama pengangkutan dan setelah sampai di tempat tujuan,” ujar Ansar dalam suratnya ke Mentan.

Tak butuh lama, permohonan tersebut pun langsung direspon Kementan RI, dengan mengutus perwakilannya tersebut di atas untuk rapat dengan para pihak di Kepri.

Ansar menyebut, kebutuhan hewan ternak untuk kurban di Provinsi Kepri sebanyak 3.136 ekor sapi dan 14.448 ekor kambing. Jumlah itulah yang disetujui oleh Kementan.

Seperti diketahui, krisis hewan kurban di Kepri terjadi setelah mewabahnya kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, bukan hanya Kepri, sejumlah wilayah di Indonesia juga terkendala pengiriman hewan kurbannya.

Provinsi Kepri sendiri, sampai saat ini masih berstatus bebas PMK. Namun berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terhadap lalu lintas Hewan Rentan PMK (HRP) ke Pulau Bebas (Pulau yang belum ditemukan kasus PMK atau belum dilaporkan adanya gejala klinis PMK berdasarkan data atau informasi dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional), hanya dapat berasal dari Pulau Bebas.

Adapun Pulau yang masih bebas PMK adalah Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. Namun jarak pulau tersebut cukup jauh dari Provinsi Kepri dan membutuhkan waktu sekitar tujuh hari perjalanan. Keadaan tersebut akan meningkatkan biaya hingga resiko kematian ternak.

Kementan kemudian merestui pengiriman 3.136 sapi dan 14.448 kambing dari Pelabuhan Sadewa Lampung Tengah ke Batam. Sapi dan kambing diperkirakan masuk dalam waktu dekat. (*)

 

 

REPORTER : MUHAMMAD NUR

3 Pencuri Kabel PLN di Jalan Lintas Barat Ditangkap Polisi

0
Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Mohammad Darma Ardiyaniki. F.Slamet Nofasusanto

batampos– 3 pelaku pencurian kabel perusahaan listrik negara (PLN) sepanjang 148 meter dijebloskan ke sel tahanan.

Mereka masing-masing berinisial Ia, Di dan Jr diamankan di Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Senin (30/5) lalu.

Awalnya petugas teknisi PLN memergoki aksi ketiga pelaku sedang memotong dan mengulung kabel di jalan Lintas Barat, Bintan Kecamatan Teluk Bintan, Kamis (14/4) sekira pukul 16.00 WIB.

“Kami awalnya menerima laporan dari teknisi PLN Tanjunguban,” kata Kasat Reskrim Polres Bintan, Iptu Mohammad Darma Ardiyaniki dalam keterangan persnya, Senin (6/6).

Selanjutnya, tim gabungan dari Satreskrim Polres Bintan dan Polsek Bintan Utara mendatangi lokasi kejadian.

BACA JUGA: Pulau Bintan Butuh Kehandalan Energi, Gubkepri Segera Temui Dirut PLN

Sayang, ketika didatangi petugas, para pelaku pencurian sudah kabur ke dalam hutan. “Mereka kabur dengan meninggalkan 2 motor dan pemotong kabel,” kata Darma.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan 4 gulung kabel listrik sepanjang lebih kurang 148 meter yang sudah terpotong. Darma mengatakan, pihaknya langsung menyelidiki kasus ini.

Dalam penyelidikan, Darma mengatakan, PLN mengalami akibat kabel sepanjang 148 meter yang dicuri dengan kerugian sekira Rp 52 juta.

Setelah lebih kurang 1 bulan penyelidikan, polisi menerima informasi seorang pelaku terlihat di Desa Penaga, Teluk Bintan pada Senin (30/5) sekira pukul 14.30 WIB.

“Ada warga yang melihat pelaku dengan ciri-ciri yang dicari melaporkan ke polisi,” kata Darma.

Darma mengatakan, seorang pelaku inisial Ia berhasil diamankan. Dari keterangan pelaku, polisi mengamankan dua pelaku lain, Di dan Jr. “Pelaku Di dan Jr diamankan tidak jauh dari lokasi penangkapan pelaku Ia,” kata Darma.

Kepada tiga pelaku, Darma mengatakan, dijerat pasal 363 ayat 1 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. “Ketiga pelaku diancam kurungan penjara maksimal 7 tahun,” kata Darma. (*)

Reporter: Slamet

Kisah Laskar Rempah Selama Mengikuti Muhibah Dewaruci

0

 

Tiba-tiba saja kedua pipi Avina Nakita Octavia basah. Masih sulit percaya bahwa tak lama lagi dirinya akan berdiri di atas kapal legendaris, KRI Dewaruci. Sebagai bagian dari misi penting penelusuran jejak jalur rempah.

”Berkat doa orangtua juga. Tadi sempat telepon lama sama orang rumah,” kata mahasiswi semester 6 Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember tersebut.

F. AHMAD KHUSAINI/JAWA POS
Peserta Muhibah Jalur Rempah mulai meninggalkan Dermaga Markas Komando Armada II, Rabu (1/6) sore. Peserta Muhibah Jalur Rempah 2022 akan menjelajahi jalur rempah dengan menaiki kapal KRI Dewaruci untuk mempelajari kearifan lokal di setiap titik singgah dari seni, kuliner, ramuan, kriya, fesyen, sampai historia.

Perwakilan Kepulauan Riau itu bagian dari regu pertama (batch lada) yang berisi 35 Laskar Rempah dan 53 awak kapal TNI Angkatan Laut serta perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka diberangkatkan menggunakan Dewaruci dari Pangkoarmada II Surabaya menuju tujuan pertama muhibah ini, Makassar, Rabu (1/6) sore. Lagu Tanah Airku yang ditulis Ibu Sud mengiringi kepergian kapal dengan panjang 49,66 meter dan lebar 9,5 meter tersebut dari Dermaga Ujung.

Ada empat batch yang akan membelah lautan untuk menelusuri jejak jalur rempah dengan menyinggahi enam titik. Masing-masing batch lada, cengkih, pala, dan cendana. Total ada 149 Laskar Rempah yang terpilih untuk berpartisipasi.

Setiap batch memiliki rute yang berbeda-beda. Surabaya-Makassar (batch lada), Makassar-Baubau-Buton-Ternate (batch cengkih), Ternate-Tidore-Banda-Kupang (batch pala), dan Kupang-Surabaya (batch cendana).

Sebelum menikmati gelombang laut, para Laskar Rempah tentu telah mempersiapkan ’’amunisi” masing-masing dengan matang. Avina, mi-salnya. Selain pakaian dan beberapa camilan, dia membawa foto keluarga. Sebagai obat kangen.

Untuk membunuh rasa bosan berlayar empat hari tiga malam di atas kapal tanpa media sosial, Avina berencana menghabiskan waktu untuk menuliskan semua aktivitasnya di dalam buku diari. Selama perjalanan, panitia Muhibah Budaya Jalur Rempah memang memberikan dua buku berukuran kecil dan besar.

Seluruh peserta wajib menuliskan laporan di dua buku itu. Ketika bersandar di dermaga, buku berukuran besar bakal diserahkan ke batch kedua.

Tidak hanya Avina yang membawa barang khusus, Adhiya Alfi Zikri pun demikian. Pria asal Sumatra Barat itu menggunakan penutup kepala khas Sumatra Barat.

”Sumatra Barat itu terkenal penghasil kulit kayu manis. Di ekspedisi jalur rempah ini, saya ingin mengenalkan juga kepada orang luar Sumatra Barat tentang kulit kayu manis,” ujar mahasiswa semester 8 Universitas Andalas, Padang, itu.

Jika Alfi membawa penutup kepala, lain halnya dengan Laili Maulidyah. Laskar Rempah asal Kalimantan Barat itu membawa songket berwarna silver.

Dia menjelaskan, songket yang dipinjam dari temannya itu merepresentasikan keberanian dari suku Dayak dan Melayu di kampung halamannya di Kalimantan Barat. Sebelum berlayar, perempuan 24 tahun itu tidak hanya meminta restu dari kedua orangtuanya. Dia juga harus mengantongi izin dari perusahaan tempatnya bekerja.

”Saya bekerja di Perhutani. Izin libur empat hari, untungnya gampang dan kantor mendukung,” terangnya, lalu tertawa.

Pelepasan kapal Dewaruci dipimpin langsung oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Nadiem mengatakan, pemberangkatan Laskar Rempah menjadi momen spesial bagi Indonesia.

Jalur rempah dan Pancasila, lanjut dia, adalah tonggak penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Pancasila menjadi falsafah bangsa yang mempersatukan Indonesia dalam semangat kebinnekaan.

”Seperti dikatakan Bung Karno, Pancasila tidak diciptakan, tapi digali dari bumi,” ungkapnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid memastikan ada kelanjutan setelah program MBJR bagi para Laskar Rempah batch pertama tersebut. Yang jelas, angkatan pertama bakal menjadi mentor bagi angkatan kedua. (*)

Andrea Pirlo Dikabarkan akan Tangani Klub Turki

0
Andrea Pirlo saat masih menjadi pelatih kepala Juventus mensepak pertandingan final Coppa Italia melawan Atalanta di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Italia, Rabu (19/5/2021). (ANTARA/REUTERS/Alberto Lingria)

batampos – Mantan pemain dan pelatih Juventus Andrea Pirlo disebut-sebut bakal melatih klub Liga Turki Fatih Karagumruk.

Kabarnya kedua belah pihak selangkah lagi mencapai kesepakatan.

Menurut laman football-italia, Senin, pakar transfer Sportitalia dan Gazzetta dello Sports Alfredo Pedulla mengabarkan, negosiasi antara Pirlo dan Karagumruk berjalan dengan baik.

Pedulla meyakini kedua belah pihak tinggal merampungkan beberapa klausul akhir dalam kontrak yang segera disepakati.

Kedatangan Pirlo di Kagarumruk akan menambah warga Italia yang membela klub ini setelah penyerang Fabio Borino dan penjaga gawang Emiliano Viviano.

Jika kedua belah pihak menyepakati kontraknya, maka ini akan menjadi klub kedua yang dilatih Pirlo di level senior setelah Juventus pada musim 2020/2021.

Pirlo menangani Juventus mulai 8 Agustus 2020 hingga 28 Mei 2021 dan melewati 52 pertandingan di berbagai kompetisi dengan membuat rata-rata 2,15 poin per pertandingan.

Pirlo membawa Juventus menjuarai Piala Italia dan Piala Super Italia, namun pada akhir musim digantikan oleh Massimiliano Allegri.

Ketika masih menjadi pemain, Pirlo pernah membela Inter, AC Milan, Juventus dan pada Januari 2018 gantung sepatu ketika bermain bersama klub Amerika Serikat, New York City. (*)

 

 

Reporter: Antara

PBVSI Kepri Gelar Sertifikasi Level C Nasional

0
Narasumber, panitia, dan peserta sertifikasi wasit foto bersama di Da Vienna Boutique Hotel, Senin (6/6). F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos – Dispora Kepri bekerjasama dengan PBVSI Kepri menggelar sertifikasi wasit Level C Nasional di Da Vienna Boutique Hotel, Batam. Sertifikasi wasit level C Nasional ini digelar 6-11 Juni.

Ketua PBVSI Kepri Ririn Warsiti mengatakan sertifikasi wasit ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan sdm bola voli Kepri. “Target PBVSI Kepri di masa mendatang bisa terwujud melalui peningkatan SDM,” tuturnya, Senin (6/6).

Ririn menambahkan, keterbatasan SDM menjadi penghalang dalam pembinaan bola voli Kepri. “Selain itu juga regenerasi perangkat pertandingan sangat penting dalam pembinaan bola voli Kepri,” kata Ririn.

“Terutama SDM yang bisa memimpin pertandingan untuk tingkat nasional,” ucapnya.

Ririn berharap melalui sertifikasi wasit ini bisa menambah pengetahuan wasit Kepri. “Di tangan para wasit yang mumpuni, perandingan akan berjalan dengan baik,” tegas Ririn.

Total sebanyak 21 wasit mengikuti sertifikasi Level C nasional ini. Wasit-wasit peserta sertifikasi ini berasal dari tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Tambah satu wasit dari luar Kepri, yakni dari Riau yang menjadi peserta sertifikasi,” terang Sekretaris Umum PBVSI Kepri, Amri.

Ia juga menambahkan untuk sertifikasi wasit ini, pihaknya mendatangkan narasumber dari PB PBVSI. “Dua narasumber dari PB PBVSI, ditambah dua lagi dari PBVSI Kepri,” paparnya.

Sementara itu, Kadispora Kepri Muhammad Iksan mengatakan olahraga bukan hanya menjadi media peningkatan hidup sehat dan berprestasi tapi juga media perjuangan, pemersatu, dan juga menunjukan eksistensi bangsa. “Prestasi olahraga nasional tak mungkin dapat maju tanpa ada ponsasi kokoh yang dibangun di daerah.

“Prestasi olahraga harus dibangun dari pembinaan berencana, berjenjang, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pembinaan tenaga keolahragaan seperti wasit,” papar Iksan.

Ia juga mengatakan perlu kokitmen bersama untuk menghasilkan tenaga keolahragaan yang kompeten dan profesional melalui pelatihan. “Juga perlu dilengkapi dengan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung cabor yang dibinanya,” tambahnya.

Pelatihan ini, lanjut Iksan, akan meningkatkan kualitas wasit Kepri agar mampu memimpin pertandingan dengan baik. Iksan mengatakan tahun 2018, Dispora Kepri juga melaksanakan pelatihan wasit daerah.

“Ini menjadi bukti Pemprov Kepri punya komitmen kuat dalam peningkatan sdm tenaga keolahragaan,” tutur Iksan. “Semoga SDM perwasitan bola voli Kepri akan semakin maju dan berkembang di masa mendatang,” harap Iksan. (*)

 

 

Reporter: RYAN AGUNG

Tunggak Pembayaran, 50 Persen Peserta JKN-KIS Cabang Batam Tidak Aktif

0
BPJS Kesehatan ff Iman Wachyudi
BPJS Kesehatan. F.Iman Wachyudi

batampos – Sekitar 50 persen peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Batam tidak aktif. Penyebab tak aktifnya kepesertaan dikarenakan para peserta tidak membayar tagihan atau menunggak.

Kepala BPJS Cabang Batam Iwan mengatakan sejak pandemi Covid-19 antusias peserta JKN-KIS mandiri membayar iuran BPJS cukup minim. Hal itu terbukti dari data peserta JKN mandiri yang menunggak pembayaran.

“Hampir 50 persen peserta mandiri menunggak. Karena tak membayar, kepesertaan mereka pun non aktif,” ujar Iwan, kemarin.

Disinggung berapa lama peserta mandiri menunggak pembayaran, menurut Iwan bermacam-macam. Ada yang hitungan bulan, bahkan hitungan tahun.

“Namun pembayaran maksimal tetap 24 bulan, misalnya tak bayar 3 tahun atau 36 bulan, untuk bisa aktif cukup bayar 24 bulan,” imbuhnya.

Untuk mempermudah pembayaran tunggakan iuran, lanjut Iwan. BPJS Kesehatan memiliki program Rehap. Program yang telah aktif sejak Januari ini bisa mempermudah pembayaran tunggakan iuran dengan cara dicicil. Prosesnya pun bisa dilakukan di Aplikasi Mobile JKN dengan memilih program Rehab.

Namun, program ini sangat berbeda dengan program relaksasi. Dimana, kepesertaan tetap non aktif selama tunggakan belum lunas.

“Kalau program relaksasi bisa nyicil tapi kepesertaan aktif. Kalau program rehab ini, kepesertaan tetap non aktif sampai pembayaran lunas,” imbuh Iwan.

Meski begitu, program ini menurut Iwan cukup membantu masyarakat yang membayar tunggakan cukup besar. Sebab tunggakan bisa dibayar sesuai dengan kemampuan si peserta.

“Ada pilihannya, misalnya dalam jangka waktu 6 bulan atau 12 bulan untuk melunasi cicilan, tergantung berapa lama tunggakan. Cicilan 12 bulan berlaku untuk tunggakannya yang lebih dari 2 tahun atau 24 bulan,” jelas Iwan.

Sementara untuk peserta dari kalangan pekerja atau penerima upah, rata-rata aktif. Jika ada yang tak aktif, hanya beberapa persen.

“Untuk pekerja penerima upah, hanya beberapa yang tidak aktif,” sebut Iwan. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

TNI Angkatan Darat Proses Hukum Sertu AFTJ

0
Kadispenad Brigjen Tatang Subarna. (YouTube TNI AD)

batampos – TNI Angkatan Darat  (AD) bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penembakan oleh seorang prajurit Kodam XVIII/Kasuari di Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada Sabtu malam (4/6).

Kepada awak media di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menyampaikan bahwa seorang prajurit Angkatan Darat sudah ditangkap oleh Polisi Militer Kodam XVIII/Kasuari. Prajurit tersebut berpangkat sertu dengan inisial AFTJ.

Tatang menyampaikan bahwa Sertu AFTJ merupakan prajurit TNI AD yang diduga meletuskan tembakan. Dia berdinas di Kodam XVIII/Kasuari. Akibat perbuatannya, seorang korban berinisial RIB meninggal dunia. Sedangkan satu korban lain yang juga personel Matra Darat mengalami luka tembak di bagian perut. ”Oknum TNI AD yang menjadi terduga pelaku penembakan telah diamankan dan diproses hukum,” imbuhnya kemarin (6/6).

Berdasar laporan yang diterima oleh TNI AD, peristiwa penembakan terjadi di Kampung Aimasi, Distrik Prafi. Penembakan terjadi di sela-sela pesta pernikahan Sertu AFTJ. Tatang menyebutkan bahwa penembakan dipicu aksi saling senggol di tengah-tengah jalannya pesta. Aksi saling senggol itu tidak terbendung dan terus memanas hingga penembakan terjadi. Dua orang yang tumbang terkena tembakan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.

Sayangnya, nyawa RIB tidak tertolong. ”Korban RIB meninggal dunia di Puskesmas Prafi akibat luka tembak di bagian dada kiri,” jelas Tatang. Korban merupakan adik ipar terduga pelaku. Satu korban lainnya yang merupakan personel TNI AD bisa diselamatkan dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari. ”Sertu B (korban selamat, Red) mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri,” tambah dia.

Sampai berita ini dibuat, Sertu B masih dalam penanganan tim medis RSAL Manokwari. Terhadap terduga pelaku, Tatang menegaskan bahwa TNI AD akan memproses hukum yang bersangkutan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. ”Pemeriksaan awal sudah dilakukan terhadap yang bersangkutan dan beberapa saksi,” ujarnya. Selain itu, pengembangan dalam penanganan kasus tersebut juga masih terus berlangsung.

Di samping terduga pelaku, TNI AD telah memeriksa beberapa saksi. Mereka juga sudah mengumpulkan barang bukti. ”Jika benar (Sertu AFTJ) melanggar, akan langsung diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku,” ungkap jenderal bintang satu TNI AD itu. Tatang tegas menyatakan bahwa TNI AD tidak akan pandang bulu. Setiap prajurit TNI AD yang melanggar aturan dipastikan bakal ditindak.

Hal itu, sambung Tatang, merupakan komitmen dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Sebagai pembina kekuatan TNI AD, Dudung bertanggung jawab atas penegakan hukum terhadap para prajurit Matra Darat yang melanggar aturan. ”Mekanisme hukum di TNI AD akan dijalankan sesuai prosedur dan transparan. Artinya tidak ditutup-tutupi,” ujar Tatang. ”Kami ikuti arahan bapak KSAD terkait penegakan hukum di militer,” tambahnya. (*)

Reporter: JP Group

TNI Angkatan Darat Proses Hukum Sertu AFTJ

0
Kadispenad Brigjen Tatang Subarna. (YouTube TNI AD)

batampos – TNI Angkatan Darat  (AD) bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penembakan oleh seorang prajurit Kodam XVIII/Kasuari di Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada Sabtu malam (4/6).

Kepada awak media di Jakarta, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menyampaikan bahwa seorang prajurit Angkatan Darat sudah ditangkap oleh Polisi Militer Kodam XVIII/Kasuari. Prajurit tersebut berpangkat sertu dengan inisial AFTJ.

Tatang menyampaikan bahwa Sertu AFTJ merupakan prajurit TNI AD yang diduga meletuskan tembakan. Dia berdinas di Kodam XVIII/Kasuari. Akibat perbuatannya, seorang korban berinisial RIB meninggal dunia. Sedangkan satu korban lain yang juga personel Matra Darat mengalami luka tembak di bagian perut. ”Oknum TNI AD yang menjadi terduga pelaku penembakan telah diamankan dan diproses hukum,” imbuhnya kemarin (6/6).

Berdasar laporan yang diterima oleh TNI AD, peristiwa penembakan terjadi di Kampung Aimasi, Distrik Prafi. Penembakan terjadi di sela-sela pesta pernikahan Sertu AFTJ. Tatang menyebutkan bahwa penembakan dipicu aksi saling senggol di tengah-tengah jalannya pesta. Aksi saling senggol itu tidak terbendung dan terus memanas hingga penembakan terjadi. Dua orang yang tumbang terkena tembakan langsung dibawa ke puskesmas terdekat.

Sayangnya, nyawa RIB tidak tertolong. ”Korban RIB meninggal dunia di Puskesmas Prafi akibat luka tembak di bagian dada kiri,” jelas Tatang. Korban merupakan adik ipar terduga pelaku. Satu korban lainnya yang merupakan personel TNI AD bisa diselamatkan dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Manokwari. ”Sertu B (korban selamat, Red) mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kiri,” tambah dia.

Sampai berita ini dibuat, Sertu B masih dalam penanganan tim medis RSAL Manokwari. Terhadap terduga pelaku, Tatang menegaskan bahwa TNI AD akan memproses hukum yang bersangkutan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. ”Pemeriksaan awal sudah dilakukan terhadap yang bersangkutan dan beberapa saksi,” ujarnya. Selain itu, pengembangan dalam penanganan kasus tersebut juga masih terus berlangsung.

Di samping terduga pelaku, TNI AD telah memeriksa beberapa saksi. Mereka juga sudah mengumpulkan barang bukti. ”Jika benar (Sertu AFTJ) melanggar, akan langsung diproses sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku,” ungkap jenderal bintang satu TNI AD itu. Tatang tegas menyatakan bahwa TNI AD tidak akan pandang bulu. Setiap prajurit TNI AD yang melanggar aturan dipastikan bakal ditindak.

Hal itu, sambung Tatang, merupakan komitmen dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Sebagai pembina kekuatan TNI AD, Dudung bertanggung jawab atas penegakan hukum terhadap para prajurit Matra Darat yang melanggar aturan. ”Mekanisme hukum di TNI AD akan dijalankan sesuai prosedur dan transparan. Artinya tidak ditutup-tutupi,” ujar Tatang. ”Kami ikuti arahan bapak KSAD terkait penegakan hukum di militer,” tambahnya. (*)

Reporter: JP Group

KKP Sita 4,7 Ton Ikan Selundupan dari Gudang di Batam, Sebagian Sudah Beredar

0

 

batampos – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menggagalkan impor ikan secara ilegal dari Tiongkok dan Malaysia di Kepri, Sabtu (4/6) lalu. Jumlah ikan yang masuk melalui Batam ini mencapai 4,748 ton. Rinciannya 4,25 ton ikan jenis makerel asal Tiongkok dan 498 kilogram ikan bawal emas asal Malaysia.

MAKAREL
F. KKP untuk Batam Pos
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan barang bukti ikan selundupan dari Tiongkok dan Malaysia di PT SLA dan PT ATN di Batam, Sabtu (4/6).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin yang memimpin langsung operasi pengawasan importasi ikan di Batam mengatakan, ikan-ikan ini diamankan di dua perusahaan importir, yakni PT SLA dan PT ATN. Kedua komoditas perikanan tersebut masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi Persetujuan Impor (PI) dan Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate).

“Indikasinya produk ini masuk secara ilegal dan sudah ada yang beredar di masyarakat,” ungkap Adin.

Terkait temuan tersebut, Adin menegaskan, kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di bidang importasi komoditas perikanan mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri dan menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan.

Oleh sebab itu, praktik impor komoditas perikanan ilegal ini akan diusut sampai ke akar-akarnya.

“Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Trenggono, kami akan tindak lanjuti temuan ini agar tidak mengganggu iklim usaha perikanan dalam negeri,” ujar Adin.

Lebih lanjut, Adin menjelaskan, pihaknya saat ini terus mendalami kasus tersebut. Adin menengarai praktik importasi komoditas perikanan secara ilegal ini telah berlang-sung lama.

“Sedang kami dalami posisi kasusnya dan tidak menutup kemungkinan kami akan kembangkan lebih lanjut”, terang Adin.

Adin juga memastikan bahwa 4,748 ton ikan impor ilegal tersebut saat ini dalam pengawasan jajaran Pangkalan PSDKP Batam, bahkan telah dilakukan penyegelan. Hal tersebut merupakan upaya menghentikan dan mencegah agar ikan tersebut tidak beredar di masyarakat.

“Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang kepada kami, seluruhnya sudah kami segel sebagai upaya melindungi masyarakat dari komoditas perikanan yang masuk tidak sesuai ketentuan,” pungkas Adin.

Sebagaimana diketahui, kebijakan impor komoditas perikanan memang dilaksanakan secara ketat untuk melindungi industri dalam negeri dan nelayan Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Trenggono juga menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 tahun 2021 yang salah satunya mengatur Klasifikasi Baku Lapangan Usaha bagi usaha importasi komoditas perikanan. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG