Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7541

Djokovic Terlempar dari 5 Besar, Daniil Medvedev Kembali ke Peringkat 1

0
Petenis Rusia Daniil Medvedev merayakan kemenangannya dalam pertandingan babak ketiga Australian Open melawan Botic van de Zandschulp dari Belanda di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Sabtu (22/1). (ANTARA/REUTERS/Loren Elliott)

batampos – Berita besar dari dunia tenis minggu depan adalah kembalinya Daniil Medvedev ke ranking satu dunia peringkat ATP.

Itu akan terjadi pada 13 Juni saat semua poin yang didapat dari grand slam Prancis Terbuka tahun lalu akan diturunkan dari penghitungan peringkat ATP.

Kondisi tersebut akan membuat peringkat 1 saat ini Novak Djokovic akan lengser dari posisi puncak dan akan langsung anjlok terlempar dari lima besar.

Alexander Zverev akan naik ke peringkat kedua. Dan itu adalah peringkat tertingginya sepanjang karir.

Nantinya, tidak akan ada nama The Big Four, yakni Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer, dan Andy Muray di tiga besar untuk kali pertama sejak 2003.

Meski begitu, Djokovic akan tetap memegang rekor petenis terlama menghuni ranking 1 dunia, yakni selama 373 pekan.

Anjloknya ranking Djokovic dipengaruhi oleh gagalnya petenis Serbia itu mempertahankan gelar juara Australia Terbuka tahun ini karena dideportasi (minus 2000 poin).

Kemudian juga tersingkir di perempatfinal Prancis Terbuka tahun ini saat berstatus juara bertahan (minus 1640 poin).

Situasinya akan semakin tidak menguntungkan bagi Djokovic karena Wimbledon tahun ini tidak memberikan poin untuk ranking.

Keputusan itu diambil setelah penyelenggara memboikot petenis Rusia dan Belarusia untuk berkompetisi di Wimbledon sebagai respons dari invasi Rusia ke Ukraina.

Yang bakal naik peringkat adalah Nadal. Juara grand slan 22 kali itu bakal menghuni peringkat 4. Sedangkan, Casper Ruud, finalis Prancis Terbuka 2022 naik ke peringkat lima. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Petani Gagal Panen, Harga Cabai di Karimun Naik

0
Aktivitas pasar puan maimun beberapa waktu lalu

batampos – Harga komoditi sembako di kabupaten Karimun saat ini masih tinggi. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Basori ketika dikonfirmasi mengakui ada beberapa komoditi sembako mengalami kenaikan. Namun, untuk stok sendiri tidak ada masalah dan masih mencukupi.

” Alhamdulillah, untuk sembako masih aman. Tapi, ada beberapa komoditi yang naik dan masih bertahan,” terangnya, Senin (6/6).

Ia menjelaskan, untuk beras, gula masih stabil harganya dan stok mencukupi. Namun, harga cabai rawit naik Rp80 ribu per kilogram yang sebelumnya hanya Rp65 ribu per kilogram. Kemudian, cabai merah kering Rp68 ribu per kilogram, cabai hijau Rp50 ribu per kilogram, cabai merah Rp65 ribu per kilogram.

” Harga cabai dan sayur ada kenaikan, dipengaruhi karena daerah pemasok musim hujan terjadi gagal panen. Dan, harga pupuk juga naik itu yang mengakibatkan harga cabai naik,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga Cabai di Pasar Baru Tanjungpinang Capai Rp 90 Ribu Per Kg

Untuk pasokan sembako sendiri, datang dari Padang, Batam, Medan sama pulau Jawa termasuk pasokan dari lokal sekitar pulau Karimun untuk kebutuhan kita, itupun masih kurang. Sedangkan, telor ayam ras Sawang saat ini masih stabil Rp55 ribu per papan.

” Untuk minyak goreng (Migor) curah sendiri stok sudah habis. Migor kemasan masih banyak beredar,” ungkapnya.

Sementara Butet salah seorang pedagang mengungkapkan, bahwa untuk menjual komoditi sembako saat ini sudah mengalami kenaikan yang cukup banyak. Sehingga, untuk masok sembako mulai dari sayuran, kentang, bawang, wartel dan sebagainya.

” Ngak berani saya stok banyak-banyak. Naik terus harga sembako nih, gimana mau jualan nih,” ucapnya.

Pantauan dipasar Puan Maimun, aktivitas masyarakat yang melakukan transaksi bersama pedagang untuk membeli berbagai komodisi sembako terlihat tidak ada peningkatan.

” Mahal telor ayam ras sekarang sudah Rp55 ribu per papan, telor Sawang yang biasanya hanya Rp 48 ribu per papannya,” keluh Sima salah seorang ibu rumah tangga.(*)

reporter: Tri Haryono

200-an ABG Ikut Pesta Bikini di Depok

0

batampos- Ada ada saja ulah para remaja ini. Karena menggelar pesta bikini dengan peserta 200 Anak baru gede (ABG) di salah satu perumahan di Depok, Jawa Barat, pada Minggu (5/6) dini hari, Polda Metro Jaya langsung melakukan pemeriksaan terhadap pihak penyelenggara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, mengatakan pemeriksaan itu dilakukan untuk mencari tahu motif penyelenggara melakukan kegiatan yang diketahui tidak berizin tersebut.

“Terkait hal ini tentu kita sudah memanggil penyelenggara untuk dimintai keterangan terkait menyelenggarakan acara tanpa izin kepolisian dan dilakukan di perumahan,” kata Zulpan Senin (6/6) dikutip dari Antara.

BACA JUGA: Pesta Makan-Makan, Pimpinan KPK Dikritik

Zulpan menambahkan, dalam kegiatan itu dihadiri sekitar 200 orang yang kebanyakan adalah anak muda.

Dia mengatakan pihaknya langsung membubarkan pesta bikini itu setelah mendapat laporan.

“Kegiatan ini tidak memiliki izin dari kepolisian sehingga kita membubarkan acara itu,” ujar Zulpan.

Dia mengatakan pihak kepolisian juga telah melakukan tes urine kepada para peserta yang hadir dalam pesta bikini tersebut, namun tidak ditemukan adanya penyalahgunaan narkoba.

“Kemudian terhadap para peserta pesta tersebut dilakukan tes urine. Hasilnya tidak ditemukan adanya penggunaan narkoba,” kata Zulpan. (*)

reporter: jpgrup

Dari Tahun 1991 Permasalahan Warga Kampung Jabi Belum Temukan Titik Terang

0
RDP Warga Kampung Jabi ff Eggi Idriansyah
Warga Kampung Jabi menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Batam, Senin (6/5).

batampos – Harapan warga Kampung Jabi Nongsa untuk mendapatkan ganti rugi akibat pelebaran jalan dan kejelasan lahan belum buahkan hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Batam, Senin (6/5).

Sebab, dalam RDP tersebut tidak ada perwakilan Pemko Batam yang memahami permasalahan yang dihadapi warga Kampung Jabi.

Ketua DPRD Batam Nuryanto memberikan apresiasi atas jalan yang ditempuh warga selama ini. Warga lebih mengedepankan komunikasi baik dan mengedepankan musyawarah.

“Kita apresiasi warga yang masih terus melakukan komunikasi yang baik, akan tetapi kita sebagai penyelenggara pemerintahan juga jangan menutup mata, gejolak apa yang terjadi di masyarakat,” Ucap Nuryanto.

Nuryanto menjelaskan, DPRD Batam sebagai wakil rakyat akan menjembatani warga dengan Pemko Batam dan BP Batam, agar kekecewaan warga tidak berlarut-larut.

“Sebagai wakil rakyat, kita akan jembatani, jangan sampai kekecewaan rakyat berubah menjadi kemarahan, kalau rakyat marah, wakil rakyat bisa lebih marah lagi,” Jelas Nuryanto.

Ia menambahkan, selain masalah pelebaran jalan di kawasan Kampung Jabi, status kampung tua yang disandang Kampung Jabi, hingga saat ini belum ada kejelasan, baik dari pihak Pemko Batam maupun BP Batam.

“Kita akan jadwalkan ulang pada tanggal 9 Juni 2022 nanti, kiranya pihak Pemko Batam dan BP Batam, tidak lagi mengutus pegawai yang tidak memahami permasalahan, agar masalah warga tidak berlaut-laut,” terang Nuryanto.

Tokoh masyarakat dan juga mantan RW Kampung Jabi, Muhammad Suryadi mengatakan, RDP itu dilaksanakan oleh DPRD Batam untuk mencari solusi atas permasalahan yang belum tuntas hingga saat ini. Namun, dalam RDP tidak ada perwakilan dari Pemko Batam yang berkompeten dalam permasalahan ini.

“Ketua (DPRD Batam) berusaha memfasilitasi kami masalah pelebaran jalan di Kampung Jabi, tapi yang datang perwakilan yang tidak berkompeten,” ujar Suryadi.

Ia menjelaskan, Kampung Jabi sudah ada sejak tahun 1930. Dimana, keluarganya telah tinggal disana sejak 93 tahun yang lalu belum mendapatkan legalitas atas lahan yang ditempati.

Selanjutnya pada tahun 1991 dilakukan pengaspalan jalan di Kampung Jabi. Namun pada saat itu tidak semua warga yang mendapatkan ganti rugi.

“Khusus kakek kami, satu sen pun tidak ada menerima, kami kecewa, keluhan kami mau sampaikan, akan tetapi undangan ketua DPRD kepada instansi yang bisa memberikan jawaban tidak ada yang hadir,” terang Suryadi.

Ketua RW 04 kelurahan Batu Besar, Suhaimi mengatakan, perwakilan yang di utus baik dari Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam, adalah orang-orang yang tidak memahami persolan Kampung Jabi.

“Kami sangat kecewa, perwakilan yang datang ini tidak tau apa-apa, jangan kan untuk menjawab apa yang ditanyakan warga, data apa pun mereka tidak punya, ini ironis sekali, padahal yang ngundang instansi tersebut adalah ketua DPRD Batam,” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah

Indah Kurnia Tak Tega Lihat Video Anaknya, Justin Frederick Dipukuli

0
Verlita Evelyn mendampingi ibunya, Indah Kurnia, menyampaikan keterangan terkait insiden pemukulan yang dialami Justin Frederick di Tol Dalam Kota, Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

batampos – Indah Kurnia, ibunda dari Justin Frederick yang merupakan korban pemukulan dengan tersangka Faisal Marasabessy di Tol Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (4/6), masih sangat sedih sejak mengetahui anaknya dipukuli. Perempuan yang juga ibunda dari artis Verlita Evelyn mengaku tidak mampu menonton video anaknya dipukuli.

“Terus terang sampai detik ini sejak saya dapat kiriman video, saya belum berani melihat, membuka. Sebagai ibu tentu tidak ada seorang pun yang tega (melihat anaknya dipukuli, Red),” kata perempuan yang politisi PDIP itu di bilangan Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Akibat penganiayaan yang dialami, Justin Frederick mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. Kedua matanya merah, hidung berdarah dan terjadi memar pada rahang. Dokter kini masih mememeriksa Justin secara menyeluruh terutama pada bagian kepala untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

“Sekarang dia diobservasi karena dia kemarin muntah-muntah. Jadi saya melakukan screening medical check-up secara keseluruhan. Mulai dari kemarin itu CT brain, rahang, semua dipotret sampai punggung. Karena beberapa dokter sahabat saya mengingatkan untuk otak kepala yang agak keras seperti itu harus dilakukan observasi paling tidak dua minggu,” jelas mantan manajer Persebaya Surabaya itu.

Indah pun mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah merekam insiden pemukulan terhadap anaknya. Hal itu memudahkan pihak kepolisian dalam mendalami kasus tersebut “Terima kasih pada pihak yang sempat memvideokan sehingga membantu pihak kepolisian menangkap pelaku,” katanya.

Insiden penganiayaan dialami Justin Frederick pada Sabtu (4/6) siang sekitar pukul 12.30 WIB di Tol Dalam Kota menuju arah Cawang, berawal dari serempetan antara mobil tersangka dengan mobil korban. Faisal Marasabessy memberhentikan mobil yang ditumpangi Justin dan melakukan pemukulan lantaran tersulut emosi.

Dalam kasus ini, Faisal Marasabessy, pengemudi mobil Nissan X-Trail abu-abu bernopol B 1146 RFH ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan. Dia pun dijerat dengan Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 170 KUHP.

Selain itu, Faisal juga dinilai melanggar ketentuan penggunaan nopol RFH yang tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Pelat nomor polisi itu hanya bisa digunakan oleh pejabat negara. “Itu digunakan oleh pejabat negara dan orang sipil yang memiliki kedudukan. Pejabat eselon tertentu dengan mekanisme yang diatur undang-undang,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, dalam keterangannya. (*)

Reporter: JP Group

Deddy Corbuzier Menikah dengan Sabrina Chairunnisa

0
Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa melangsungkan pernikahan pada hari ini, Senin (6/6). (Istimewa)

batampos – Deddy Corbuzier resmi menikah dengan Sabrina Chairunnisa pada, Senin (6/6). Berdasarkan undangan yang diunggah dalam video yang memperlihatkan prosesi akad nikah di Instagram, pernikahan pasangan tersebut digelar di Fairmont Hotel Jakarta.

Gus Miftah yang bertindak sebagai penasehat pernikahan Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa sempat menggoda pasangan itu setelah mereka dinyatakan sah sebagai suami-istri. Gus Miftah membuat video dengan tujuan mencandai kedua mempelai pengantin.

“Acara apa ini pak?,” tanya Gus Miftah kepada Deddy Corbuzier sambil tertawa.

Baca juga:Dididik Sangat Keras, Azka Pelajari 5 Jenis Ilmu Bela Diri

“Di undangannya nikahan pak, tapi salah ustad kayaknya,” jawab mantan pesulap beraliran mentalis itu, mencandai balik Gus Miftah.

Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Jogjakarta itu, turut mencandai Sabrina yang kini telah sah menjadi istri dari Deddy Corbuzier. “Hai Sab, gimana perasaannya? Senyum dong,” kata Gus Miftah.

“Ini senyum,” jawab Sabrina usai melambaikan tangannya ke arah kamera.

Sejumlah selebriti tanah air dengan cepat mengucapkan selamat atas pernikahan Deddy Corbuzier- Sabrina. Mereka adalah Ivan Gunawan, Fanny Ghassani, Inul Daratista, Gracia Indri, Astrid Tiar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bagi Deddy Corbuzier, pernikahan ini merupakan kedua kalinya. Karena sebelumnya dia pernah menikah dengan Kalina Ocktaranny pada 25 Februari 2005 silam. Pernikahan mereka dikaruniai seorang anak bernama Azkanio Nikola Corbuzier. Pernikahan Deddy Corbuzier- Kalina berakhir di ujung perceraian. (*)

Reporter: jpgroup

AS Roma Semakin Dekat Mendapatkan Nemanja Matic

0
Nemanja Matic saat sebelum laga Everton vs Manchester United di Goodison Park, Liverpool, Inggris, 9 April 2022. (REUTERS/PHIL NOBLE)

batampos – Klub Liga Italia AS Roma semakin dekat mendapatkan gelandang Nemanja Matic yang kontraknya bersama Manchester United akan habis 30 Juni mendatang.

Laman football-italia, Senin, menyebutkan kesepakatan antara AS Roma dan Matic hampir rampung dan menyisakan beberapa rincian yang perlu disepakati.

Matic kemungkinan mendapatkan kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun jika AS Roma puas kepada penampilannya.

Pengumuman kedatangan Matic ke AS Roma diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Klub asuhan Jose Mourinho itu memang telah difavoritkan sebagai tujuan berikutnya pemain berusia 33 tahun tersebut setelah mengumumkan akan meninggalkan Old Trafford.

Matic di AS Roma akan kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di Chelsea dan Manchester United Jose Mourinho yang menangani Giallorossi sejak Mei 2021.

Agen Matic, Vlado Lemic, diketahui berhubungan baik dengan direktur olahraga AS Roma Tiago Pinto sehingga kedatangan pemain Serbia itu bakal mulus.

Upaya mendatangkan Matic belakangan ini semakin dibutuhkan setelah muncul kabar Henrikh Mkhitaryan menolak kontrak baru di AS Roma karena ingin bergabung dengan Inter.

Pada musim ini, Matic tampil pada 34 pertandingan Manchester United dalam berbagai ajang untuk menorehkan empat assist dari 1.666 menit bermain.

Sejak datang dari Chelsea pada 2017, Matic sudah 189 kali bermain untuk Manchester United dalam berbagai kompetisi dengan menyumbangkan 7 gol dan 18 assist dari 13.715 menit bermain. (*)

 

 

Reporter: Antara

Pembuang Jasad Bayi Diduga Berasal dari Luar Bengkong

0
ilustras bayi
Ilustrasi. Foto: Jawapos.com

batampos – Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal mengatakan dari hasil penyelidikan, jasad bayi perempuan yang ditemukan di pangkalan ojek Bengkong PLTD, Tanjungbuntung diduga dibuang warga dari luar Bengkong.

“Lokasi Bengkong ini hanya dijadikan tempat penbuangan. Bukan warga sini yang melakukan,” ujar Bob, Senin (6/6) siang.

Bob menambahkan dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan RT/RW di Bengkong. Sebab, dari pemeriksaan tak ada warga yang mencurigakan.

“Kita minta keterangan RT/RW, tidak ada yang dicurigai di Bengkong ini. Karena biasanya orang yang baru melahirkan itu ada data dari RT,” kata Bob.

Bob menambahkan untuk mengetahui identitas orangtua maupun pelaku pembuangan bayi tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan di seluruh klinik, bidan mandiri, hingga puskesmas.

“Bukan hanya di Bengkong saja diperiksa, tapi seluruh wilayah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Bengkong PLTD, Tanjungbuntung dihebohkan dengan penemuan jasad bayi perempuan, Jumat (3/6) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad bayi ini ditemukan di pangkalan ojek atau tepatnya di belakang Masjid Daarut Taqwa.

Jasad bayi ini pertama kali ditemukan oleh tukang ojek setempat. Bayi ini dibalut dengan kain kafan, serta di samping jasadnya ditemukan surat wasiat.

Di dalam surat, tertulis bahwa bayi itu bernama Alya dan menderita penyakit gagal jantung. Namun, orangtua bayi tersebut mengaku tidak memiliki biaya untuk pemakaman. Sebab, pemakaman membutuhkan biaya Rp 500 ribu, sedangkan orangtua bayi tidak memiliki pekerjaan. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

DPT Pilkades Toapaya, Bintan Ditetapkan 1.008 Orang

0

batampos– Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Toapaya menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkades Toapaya tahun 2022 sebanyak 1.008 orang.

“Sudah ditetapkan DPT pada Pilkades Toapaya 2022 sebanyak 1.008 orang,” kata Ketua Pilkades Toapaya, Bintang Oki Alexander setelah rapat pleno terbuka penetapan hasil rekapitulasi DPT pada Pilkades Toapaya tahun 2022 di Balai Desa Toapaya, Senin (6/6).

Ketua Panitia Pilkades Toapaya, Bintang Oki Alexander dalam rapat pleno terbuka penetapan hasil rekapitulasi DPT pada Pilkades Toapaya tahun 2022 di Balai Desa Toapaya, Senin (6/6). F.kiriman Panitia Pilkades Toapaya

Oki menjelaskan, awalnya data daftar pemilih diterima dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Bintan, dimana saat itu jumlah pemilih sekira 975 orang.

Lalu, setelah diverifikasi saat tahapan pencocokan dan penelitian (coklit), daftar pemilih sementara (DPS) menjadi sekira 966 orang.

BACA JUGA: Untuk Pilkades Serentak, Dinas PMD Bintan Lakukan Perjanjian Pertukaran Data Pemilih dengan KPU Bintan

“Setelah diperbaiki dan menerima masukan dari RT dan masyarakat, DPS menjadi sekira 959 orang,” kata Oki.

Setelah penetapan DPS, Oki mengatakan, panitia Pilkades Toapaya menerima daftar pemilih tambahan (DPTb) sekira 49 orang setelah menerima masukan dari RT dan masyarakat, karena adanya calon pemilih yang tidak masuk DPS.

“Jadi setelah direkapitulasi DPT menjadi 1.008 orang pemilih yang berasal dari DPS berjumlah sekira 959 orang dan DPTb sekira 49 orang,” jelas Oki. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Kesulitan Akses PPDB Online, Warga Minta Tolong Tetangga dan Datangi Sekolah

0
PPDB Dalil Harahap 01
Para orang tua mendatangai sekolah untuk mendaftarkan anaknya pada hari pertama PPDB, Senin (6/6). F.Dalil Harahap

batampos – Penerapan sistem online (daring) pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Batam disambut beragam oleh orangtua siswa. Ada yang sudah paham dan sukses mendaftarkan anaknya, namun ada juga yang belum.

Tetapi, para orantua yang kurang paham teknologi informasi tak habis akal. Mereka tak segan-segan meminta bantuan tetangganya yang paham pendaftaran PPDB secara daring.

Retno, 39, misalnya harus meminta bantuan tetangga karena telepon genggam miliknya rusak dan tidak bisa melakukan pendaftaran anaknya yang bersiap masuk SD.

Ia menceritakan, tidak saja persoalan telepon yang rusak, kondisinya yang lagi hamil juga tidak memungkinkan untuk mendatangi sekolah. Alhasil, ia meminta bantuan tetangga agar anaknya tetap bisa memasukan berkas melalui website yang sudah ada.

“Pagi sekali sekitar pukul 08.00 WIB saya mendatangi tetangga depan rumah. Alhamdulillah dibantu dan akhirnya sudah tenang, karena anak sudah masuk berkasnya. Tinggal menunggu hasil seleksi saja lagi,” sebutnya.

Ia mengatakan, meskipun tidak tanggap dengan teknologi, PPDB online ini sangat memudahkan. Menurutnya, dari pada harus ke sekolah, lebih baik memang mendaftar dari rumah. Sehingga bisa hemat waktu, dan tidak antre seperti dulu ketika mendaftarkan anak pertamanya.

“Untung ada tetangga yang mengerti, jadi pendaftaran bisa selesai. Tadi selain saya ada juga tetangga lain yang minta tolong, karena nasib HP kami sama. Jadi tadi pakai HP tetangga,” imbuhnya.

Hal yang sama juga terjadi di SDN 10 Batamkota. Sejak pagi beberapa orangtua sudah memenuhi pos di depan sekolah. Mereka meminta agar anaknya bisa didaftarkan ke sekolah. Mereka beralasan karena tidak paham akan cara mendaftar online, dan memanfaatkan panitia yang ada di sekolah.

Vera, warga perumahan Cipta Regency yang turut mengantre di dekat posko mengungkapkan, ia tidak paham akan aplikasi pendaftraran. Menurutnya, telepon seluler miliknya hanya digunakan untuk komunikasi.

“Saya tidak paham, dari pada nanti salah dan gagal mendaftar, lebih baik saya ke sini saja,” kata dia sambil membawa putri pertamanya.

Kepala SDN 10 Batamkota, Rianawati mengatakan, pihaknya juga menyediakan ruangan khusus untuk orangtua. Mereka yang kesulitan atau tidak pandai mendaftar online akan dibantu panitia.

“Jadi, nanti mereka lapor ke posko, dan akan diarahkan ke ruangan PPDB. Kami langsung gerak membantu mereka. Sejak pagi datang sudah ada orangtua datang meskipun tidak banyak,” ujarnya.

Untuk tahun ini, Rianawati mengatakan, sekolahnya menerima 5 kelas untuk siswa baru. Masing-masing kelas nanti akan diisi 36 siswa.

“Sejauh ini lancar saja. Panitia tetap bekerja seperti yang sudah diarahkan dan berdasarkan juknis yang sudah ada. Untuk penerimaan berkas diterima 24 jam, hanya saja untuk verifikasi dilakukan saat jam kerja. Namun jika ada membludak, panitia akan bekerja sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, masyarakat di Batuaji dan Sagulung juga antusias mendaftarkan anak-anak mereka ke Sekolah Dasar (SD) negeri. Pendaftaran PPDB melalui jalur online jadi fokus perhatian warga sepanjang hari pertama PPDB dibuka, Senin (6/6) kemarin.

Pendaftaran ini didominasi kaum ibu-ibu. Mereka rela mengabaikan rutinitas memasak di pagi hari demi anaknya masuk ke sekolah negeri. Ada yang membentuk kelompok di lingkungan perumahan, ada juga yang datang ke sekolah yang dituju agar memudahkan mereka mengisi berkas pendaftaran di website PPDB online.

Susanti, warga perumahan PJB, Sagulung mendatangi SDN 01 Sagulung untuk memperlancar proses pendaftaran anaknya. Meskipun baru sebatas mengisi data dan file berkas pendaftaran kaum ibu-ibu tampak sangat bersemangat. Mereka sepertinya sangat menginginkan anak mereka sekolah di sekolah negeri.

“Iya (masuk sekolah negeri). Selain dekat dengan rumah, saya pribadi agak kewalahan untuk masuk ke sekolah swasta. Tahulah situasi ekonomi saat ini. Suami sudah kerja serabutan karena di PHK saat Corona mewabah setahun yang lalu,” katanya.

Senada disampaikan Indri, warga Tanjunguncang yang mendaftar anaknya di SDN 08 Sagulung. Dia tak punya pilihan lain sebab penghasilan keluarga yang pas-pasan tentunya sangat memberatkan jika masuk ke sekolah swasta.

“Tak sanggup ke swasta. Tahulah bagaimana biaya dan SPP di sekolah swasta. Situasi ekonomi kurang mendukung. Biar di sekolah negeri saja anak saya,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, proses pengisian berkas pendaftaran ke website PPDB online tidak semuanya berjalan dengan mulus. Sebagian warga bahkan tak bisa mendaftar karena berbagai persoalan.

Selain kurang paham dengan instruksi yang ada di laman PPDB, sebagian warga juga kekurangan berkas pendaftaran. Akta lahir anak yang belum ada misalkan tentu tak bisa melengkapi berkas PPDB yang ada.

Begitu juga dengan KTP elektronik orangtua ataupun kartu keluarga yang tidak sesuai juga tak bisa mengisi berkas ke form PPDB. Untuk yang bermasalah dengan berkas ini umumnya belum bisa mendaftar. Mereka hanya bisa mengisi persoalan mereka ke form pengaduan. Mereka berharap ada kebijakan lagi agar kendala ini tidak menjadi hambatan bagi anak mereka untuk masuk sekolah.

“Di form pengaduan itu tertulis tim akan turun verifikasi untuk mengecek persoalan setiap anak yang belum bisa daftar. Semoga saja ada solusi karena anak-anak ini harus tetap sekolah,” ujar Destiani, warga Marina yang kesulitan melengkapi berkas PPDB karena kekurangan akta kelahiran anak. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA/EUSEBIUS SARA