Ilustrasi seorang wanita duduk. (JESSICA TICOZZELLI by Pexels)
batampos – Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan kita secara keseluruhan mudah diabaikan.
Kita sering terjebak dalam kesibukan pekerjaan, keluarga, kewajiban sosial, dan tanpa disadari telah mengembangkan kebiasaan-kebiasaan yang dapat merugikan kesejahteraan.
Apa pun rutinitasnya, kemungkinan besar Anda melakukan setidaknya satu kebiasaan yang diam-diam membahayakan kesehatan.
Dilansir english jagran, berikut lima kebiasaan sehari-hari yang umum dan dapat berdampak negatif bagi kesehatan Anda.
1.Duduk lama
Duduk terlalu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
Oleh karena itu, cobalah untuk memasukkan lebih banyak aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda.
2.Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula
Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, resistensi insulin, dan kerusakan gigi.
Sebagai gantinya, cobalah memilih sumber pemanis alami seperti buah.
3.Kurang tidur
Tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental, namun banyak dari kita tidak mendapatkan tidur nyenyak yang cukup setiap malam.
Kurang tidur telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis.
4.Menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur
Cahaya biru yang dipancarkan oleh handphone, tablet, dan komputer dapat menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur-bangun Anda.
5.Dehidrasi
Dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif, mengurangi performa, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit tertentu seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih.
Usahakan minum setidaknya delapan gelas air putih setiap hari. (*)
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
batampos – Krisis air bersih yang melanda sejumlah kawasan di Kota Batam, terutama Batu Merah dan Tanjung Sengkuang, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi BP Batam. Di tengah keluhan warga yang berbulan-bulan kekurangan pasokan air, BP Batam akhirnya angkat bicara dan membeberkan langkah-langkah konkret yang tengah disiapkan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut, secara kapasitas, ketersediaan air di Batam sebenarnya cukup. Dari sembilan waduk yang ada, tujuh di antaranya aktif beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 4.200 liter per detik.
“Jadi sebenarnya airnya cukup, hanya saja persoalannya ada pada jaringan distribusi dan keterbatasan anggaran,” katanya, Selasa (28/10) kemarin.
Pembangunan infrastruktur air bukan sekadar menambah kapasitas waduk, tetapi juga memperluas jaringan distribusi yang membutuhkan investasi besar. Tahun ini, BP Batam sedang melelang proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Ladi, yang bisa memperkuat sistem pasokan.
Selain itu, BP Batam juga untuk pertama kalinya akan membangun jaringan distribusi air menuju kawasan Tanjung Piayu Laut – daerah yang selama ini belum pernah teraliri air bersih.
“Pengerjaan dilakukan tahun depan dan ditargetkan selesai pada Juni 2026,” kata Tuty.
Namun, yang paling mendesak saat ini adalah penanganan di kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Kedua wilayah itu termasuk dalam kategori stress area, atau wilayah dengan tekanan air rendah yang kronis sejak masa pengelolaan PT Adhya Tirta Batam (ATB).
“Dulu, selama 25 tahun ATB beroperasi, mereka berhasil menyelesaikan 14 stress area. Saat ini kita masih mewarisi 18 stress area lagi yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Selama tiga tahun pertama masa transisi pasca-berakhirnya konsesi ATB, BP Batam sudah menuntaskan lima dari total stress area tersebut. Namun, 18 lainnya masih menunggu realisasi anggaran. Perencanaan sudah siap, tapi faktor anggaran menjadi kunci.
Kendala lain muncul dari banyaknya rumah liar (ruli) di sekitar Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Kondisi ini membuat BP Batam tidak bisa membangun jaringan permanen.
“Ruli itu sifatnya sementara, bisa bergeser. Karena itu kita buat sambungan langsung khusus,” katanya.
Sembari menunggu proyek besar rampung, BP Batam melakukan mitigasi cepat dengan mendistribusikan air melalui water tanki ke kawasan terdampak. Jadwal pengiriman diatur secara rutin agar warga tetap mendapat suplai sementara.
“Selain itu, kami juga menyiapkan tandon berkapasitas 20 ribu liter di beberapa titik. Air dari tanki akan diisi ke tandon, lalu dialirkan ke rumah-rumah,” ujar dia.
Namun demikian, upaya darurat ini tak selalu berjalan mulus. Masalah elevasi permukaan tanah menyebabkan air lebih mudah mengalir ke kawasan dataran rendah, sementara daerah perbukitan tetap kering.
Selain elevasi, BP Batam juga menemukan sejumlah persoalan teknis di lapangan. Beberapa pipa distribusi tidak sesuai dengan gambar jaringan, bahkan ada interkoneksi antarblok yang tak tercatat dalam peta resmi.
Masalah lain adalah penggunaan pompa air pribadi oleh warga yang menyebabkan ketidakseimbangan tekanan. “Ketika satu rumah menyedot air dengan pompa, otomatis rumah lain di jalur yang sama kehilangan aliran,” tambahnya.
Untuk memperbaiki sistem aliran, BP Batam juga menerapkan rekayasa jaringan air. Aliran bertekanan kuat dialihkan secara bergantian ke wilayah tertentu agar pasokan lebih merata.
“Kalau satu daerah dialirkan terus, daerah lain akan terdampak. Jadi kami harus atur dengan cermat,” kata Tuty.
Meski masih dalam proses, BP Batam sudah menyiapkan solusi permanen bagi Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Proyek besar ini mencakup pembangunan tambahan pipa dari waduk ke tangki Ozon dan tangki Bukit Senyum yang menjadi pusat distribusi utama.
Tangki Ozon sendiri memiliki kapasitas 2 x 6.000 meter kubik yang idealnya dapat memenuhi kebutuhan sekitar 600.000 penduduk. Namun, selama ini tangki tersebut belum bisa diisi penuh karena sebagian pasokan dialirkan ke kawasan lain.
“Nanti, setelah tambahan pipa dan sistem pompa selesai, tangki Ozon bisa beroperasi maksimal. Dari situ kebutuhan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang akan tercukupi,” kata dia.
Proyek tersebut telah masuk dalam daftar prioritas dengan nilai anggaran sekitar Rp98 miliar. Semua solusi sudah disusun secara final, tinggal menunggu realisasi. Pihaknya ingin masyarakat tidak lagi khawatir soal air. (*)
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.
batampos – Krisis air bersih yang melanda sejumlah kawasan di Kota Batam, terutama Batu Merah dan Tanjung Sengkuang, masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi BP Batam. Di tengah keluhan warga yang berbulan-bulan kekurangan pasokan air, BP Batam akhirnya angkat bicara dan membeberkan langkah-langkah konkret yang tengah disiapkan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut, secara kapasitas, ketersediaan air di Batam sebenarnya cukup. Dari sembilan waduk yang ada, tujuh di antaranya aktif beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 4.200 liter per detik.
“Jadi sebenarnya airnya cukup, hanya saja persoalannya ada pada jaringan distribusi dan keterbatasan anggaran,” katanya, Selasa (28/10) kemarin.
Pembangunan infrastruktur air bukan sekadar menambah kapasitas waduk, tetapi juga memperluas jaringan distribusi yang membutuhkan investasi besar. Tahun ini, BP Batam sedang melelang proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Ladi, yang bisa memperkuat sistem pasokan.
Selain itu, BP Batam juga untuk pertama kalinya akan membangun jaringan distribusi air menuju kawasan Tanjung Piayu Laut – daerah yang selama ini belum pernah teraliri air bersih.
“Pengerjaan dilakukan tahun depan dan ditargetkan selesai pada Juni 2026,” kata Tuty.
Namun, yang paling mendesak saat ini adalah penanganan di kawasan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Kedua wilayah itu termasuk dalam kategori stress area, atau wilayah dengan tekanan air rendah yang kronis sejak masa pengelolaan PT Adhya Tirta Batam (ATB).
“Dulu, selama 25 tahun ATB beroperasi, mereka berhasil menyelesaikan 14 stress area. Saat ini kita masih mewarisi 18 stress area lagi yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Selama tiga tahun pertama masa transisi pasca-berakhirnya konsesi ATB, BP Batam sudah menuntaskan lima dari total stress area tersebut. Namun, 18 lainnya masih menunggu realisasi anggaran. Perencanaan sudah siap, tapi faktor anggaran menjadi kunci.
Kendala lain muncul dari banyaknya rumah liar (ruli) di sekitar Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Kondisi ini membuat BP Batam tidak bisa membangun jaringan permanen.
“Ruli itu sifatnya sementara, bisa bergeser. Karena itu kita buat sambungan langsung khusus,” katanya.
Sembari menunggu proyek besar rampung, BP Batam melakukan mitigasi cepat dengan mendistribusikan air melalui water tanki ke kawasan terdampak. Jadwal pengiriman diatur secara rutin agar warga tetap mendapat suplai sementara.
“Selain itu, kami juga menyiapkan tandon berkapasitas 20 ribu liter di beberapa titik. Air dari tanki akan diisi ke tandon, lalu dialirkan ke rumah-rumah,” ujar dia.
Namun demikian, upaya darurat ini tak selalu berjalan mulus. Masalah elevasi permukaan tanah menyebabkan air lebih mudah mengalir ke kawasan dataran rendah, sementara daerah perbukitan tetap kering.
Selain elevasi, BP Batam juga menemukan sejumlah persoalan teknis di lapangan. Beberapa pipa distribusi tidak sesuai dengan gambar jaringan, bahkan ada interkoneksi antarblok yang tak tercatat dalam peta resmi.
Masalah lain adalah penggunaan pompa air pribadi oleh warga yang menyebabkan ketidakseimbangan tekanan. “Ketika satu rumah menyedot air dengan pompa, otomatis rumah lain di jalur yang sama kehilangan aliran,” tambahnya.
Untuk memperbaiki sistem aliran, BP Batam juga menerapkan rekayasa jaringan air. Aliran bertekanan kuat dialihkan secara bergantian ke wilayah tertentu agar pasokan lebih merata.
“Kalau satu daerah dialirkan terus, daerah lain akan terdampak. Jadi kami harus atur dengan cermat,” kata Tuty.
Meski masih dalam proses, BP Batam sudah menyiapkan solusi permanen bagi Batu Merah dan Tanjung Sengkuang. Proyek besar ini mencakup pembangunan tambahan pipa dari waduk ke tangki Ozon dan tangki Bukit Senyum yang menjadi pusat distribusi utama.
Tangki Ozon sendiri memiliki kapasitas 2 x 6.000 meter kubik yang idealnya dapat memenuhi kebutuhan sekitar 600.000 penduduk. Namun, selama ini tangki tersebut belum bisa diisi penuh karena sebagian pasokan dialirkan ke kawasan lain.
“Nanti, setelah tambahan pipa dan sistem pompa selesai, tangki Ozon bisa beroperasi maksimal. Dari situ kebutuhan Batu Merah dan Tanjung Sengkuang akan tercukupi,” kata dia.
Proyek tersebut telah masuk dalam daftar prioritas dengan nilai anggaran sekitar Rp98 miliar. Semua solusi sudah disusun secara final, tinggal menunggu realisasi. Pihaknya ingin masyarakat tidak lagi khawatir soal air. (*)
batampos – Pemain timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On mencetak gol perdananya bersama Willem II saat timnya menyikat FC Dordrecht dengan skor telak 7-0 pada putaran pertama KNVB Cup 2025/26 pada Jumat dini hari WIB, dikutip dari Antara.
Bertanding di Stadion Koning Willem II, duel sesama tim kasta kedua Liga Belanda ini berjalan timpang.
Tricolores, julukan Willem II, tampil menggila sejak menit awal dan unggul 5-0 hanya dalam 30 menit pertama pertandingan.
Gol-gol cepat Willem II dicetak oleh Samuel Bamba (5’), Devin Haen (14’), Justin Hoogma (17’), dan Mounir El Allouchi (29’), sebelum Nathan Tjoe-A-On menutup pesta gol babak pertama lewat sundulan indah pada menit ke-39 memanfaatkan umpan sepak pojok Nick Doodeman.
Memasuki babak kedua, tim asuhan Kristof Aelbrecht belum mengendurkan tekanan.
Dua gol tambahan dicetak oleh pemain pengganti Emilio Kehrer yang mencatatkan brace pada menit ke-82 dan ke-88, melengkapi kemenangan besar Willem II.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih atas tim yang dilatih oleh Dirk Kuyt, mantan penyerang legendaris Liverpool dan tim nasional Belanda.
Kuyt tercatat pernah tampil 285 kali untuk The Reds pada periode 2006–2012.
Sedangkan bagi Nathan, gol tersebut menjadi momen spesial.
Selain menjadi gol pertamanya untuk Willem II sejak bergabung dari Swansea City pada musim panas lalu, itu juga mengakhiri penantian lebih dari tiga tahun untuk kembali mencetak gol di level klub.
Gol terakhir Nathan tercatat pada 10 September 2022 saat masih membela Excelsior Rotterdam melawan FC Emmen di ajang Eredivisie.
Sepanjang karir profesionalnya, Nathan kini telah mengoleksi enam gol—lima di antaranya tercipta saat membela Excelsior.
Torehan terbaru ini menjadi bukti kontribusi ofensifnya semakin meningkat, meski berposisi utama sebagai pemain bertahan di timnas Indonesia maupun klub.
Kemenangan masif atas rival sekasta pun menjadi modal penting Willem II untuk mengarungi tahap berikutnya di putaran kedua.
Nathan menyusul klubnya Mauro Zijlstra (Volendam) dan Justin Hubner (Fortuna Sittard), yang memastikan diri lolos lebih dulu.
Adapun dua personel lain timnas Indonesia, Dean James (Go Ahead Eagles) dan Miliano Jonathans (FC Utrecht) sudah menunggu di putaran kedua.
Mereka termasuk lima klub yang mendapatkan privilese langsung tampil di putaran kedua setelah musim lalu mendapatkan tiket ke pentas antarklub Eropa. (*)
Ilustrasi: Pegawai Pemko Batam. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)
batampos – Pemerintah secara resmi telah memberlakukan kenaikan gaji bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhitung sejak Oktober 2025. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Meskipun berlaku efektif sejak Oktober, pencairan gaji dengan nominal baru ini baru akan dilakukan pada bulan November 2025. Oleh karena itu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menerima pembayaran secara rapel untuk kenaikan gaji selama dua bulan, yaitu Oktober dan November.
Kebijakan penyesuaian gaji ini memiliki tujuan utama ganda yakni yang pertama adalah untuk mempertahankan daya beli ASN di tengah tantangan peningkatan biaya hidup. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperkuat daya beli masyarakat secara luas sekaligus menjaga stabilitas ekonomi negara.
Dengan adanya insentif finansial ini, diharapkan para ASN akan semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan lebih baik. Kenaikan gaji ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun 2025.
Rincian Kenaikan Gaji PNS 2025 Berdasarkan Golongan
Berdasarkan Perpres 79 Tahun 2025, rincian persentase kenaikan gaji PNS terbagi menjadi beberapa golongan, berikut diantaranya:
Golongan I dan II: naik sekitar 8 persen
Golongan III: naik sekitar 10 persen
Golongan IV: naik sekitar 12 persen
Golongan IV: mendapatkan kenaikan tertinggi, sejalan dengan tanggung jawab dan masa kerja yang umumnya lebih panjang.
Meski begitu, kenaikan ini hanya berlaku untuk gaji pokok. Teruntuk tunjangan kinerja (tukin) dan tunjangan lainnya akan disesuaikan dengan evaluasi internal pada masing-masing instansi.
Daftar Gaji Pokok PNS Berdasarkan Golongan (PP Nomor 5 Tahun 2024)
Golongan I: Rp1.685.700 – Rp2.901.400
Golongan II: Rp2.184.000 – Rp4.125.600
Golongan III: Rp2.785.700 – Rp5.180.700
Golongan IV: Rp3.287.800 – Rp6.373.200
Cara Menghitung Kenaikan Gaji
Perhitungan kenaikan gaji dilakukan dengan menambahkan gaji pokok saat ini dengan persentase kenaikan sesuai golongan.
Contohnya bagi PNS golongan IIIc dengan gaji pokok Rp.4.000.000, maka mengalami kenaikan gaji sepuluh persen dengan nominal sebesar Rp.4.400.000 per bulan.
Tunjangan Tambahan PNS 2025
Selain gaji pokok, ASN juga memperoleh berbagai jenis tunjangan tambahan yang besarannya berbeda tergantung pada jabatan dan prestasi kerja.
Tunjangan tersebut meliputi:
Tunjangan makan, yang diberikan untuk setiap hari kerja aktif.
Tunjangan jabatan, bagi ASN yang menempati posisi struktural atau fungsional tertentu.
Tunjangan kinerja (Tukin), yang disesuaikan dengan capaian kinerja individu maupun instansi.
Tunjangan keluarga, bagi pegawai yang telah menikah atau memiliki anak sebagai tanggungan.
Selain itu, beberapa pemerintah daerah juga menetapkan tunjangan tambahan sesuai kemampuan anggaran masing-masing.
Kementerian PANRB menyebut bahwa sistem penggajian baru ini dirancang agar lebih transparan dan berorientasi pada kinerja, sehingga setiap tunjangan mencerminkan kontribusi dan tanggung jawab pegawai. (*)
Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menempatkan bin kontainer di Dataran Engku Putri Batam Center, Kamis (30/10). Dengan adanya bin kontainer tersebut untuk menjaga penumpukan sampah di kawasan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menegaskan telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penumpukan sampah di kawasan Dataran Engku Putri, Batam Centre. Sebagai langkah penanganan, DLH kini menempatkan bin kontainer atau bak sampah di lokasi tersebut agar sampah tidak lagi berserakan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Iqbal Feliansyah, menjelaskan, keterlambatan pengangkutan sampah di lokasi itu sempat terjadi karena armada pengangkut sedang dalam perbaikan.
“Kami mohon maaf atas kendala yang sempat terjadi. Armada di lokasi tersebut kemarin memang dalam perbaikan, sehingga pengangkutan sempat tertunda,” ujar Iqbal, Kamis (30/10).
Ia menyampaikan, Dataran Engku Putri belum dilengkapi dengan tempat sampah yang memadai, sehingga pihaknya menempatkan bin container untuk mengakomodasi pembuangan sampah sementara.
“Penempatan BIN ini bertujuan agar sampah tidak berceceran seperti sebelumnya,” tambahnya.
Terkait adanya tumpukan sisa material bangunan di area tersebut, Iqbal menegaskan bahwa hal itu bukan termasuk kategori sampah rumah tangga. Karena itu, penanganannya akan dikoordinasikan dengan pihak lain.
“Sisa material bangunan bukan termasuk sampah yang menjadi kewenangan DLH. Kami sudah melaporkan hal tersebut ke Bagian Umum Setdako untuk diteruskan kepada pihak yang sedang melakukan renovasi bangunan astaka,” jelasnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan tumpukan sampah di salah satu sudut Dataran Engku Putri yang menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu keindahan kawasan. Sampah terdiri dari plastik, sisa makanan, ranting pohon, hingga material bangunan, yang terlihat menumpuk di sisi timur lapangan utama. (*)
batampos – Enam shio diprediksi akan dikelilingi cinta dan keberuntungan besar pada Jumat, 31 Oktober 2025. Hari ini berada di bawah pengaruh ayam air, anjing api, dan tahun ular kayu, kombinasi yang memperkuat emosi, kejujuran, dan kejernihan hati.
Kombinasi energi ini membuat hari terasa lebih ringan dan penuh kedamaian. Waktu yang tepat untuk menata kembali perasaan, memperbaiki hubungan, dan membuka diri terhadap cinta sejati.
Berikut 6 shio yang diselimuti cinta dan keberuntungan pada hari ini:
1. Ayam
Seseorang akhirnya melihatmu dengan jelas setelah sekian lama. Ketegangan lama mencair menjadi pemahaman. Cinta hari ini bukan tentang pembuktian, tapi tentang penerimaan dan ketulusan. Baik lajang maupun berpasangan, kamu akan menemukan kehangatan dari kesederhanaan emosional.
2. Ular
Hari ini membawa keseimbangan emosional yang menenangkan. Seseorang mungkin akhirnya mengungkapkan perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan. Ikuti intuisi hatimu, keberuntungan cinta datang ketika kamu berhenti mengatur dan mulai membiarkan cinta mengalir apa adanya.
3. Babi
Hubungan lama bisa mencair kembali. Jika sebelumnya kamu merasa jauh atau diabaikan, kehangatan dan perhatian akan kembali dengan tulus. Stabilitas dan kesetiaan menjadi tema cinta hari ini.
4. Macan
Percakapan jujur membuka pintu baru — bisa menjadi penutup hubungan atau justru awal kedekatan yang lebih dalam. Apa pun hasilnya, kamu akan merasa lega dan lebih damai secara emosional.
5. Kambing
Selama ini kamu banyak memberi tanpa banyak menerima. Hari ini, cinta datang dalam bentuk kejujuran dan keseimbangan. Saatnya berhenti memberi berlebihan dan biarkan orang lain menunjukkan rasa cintanya dengan tindakan nyata.
6. Kerbau
Hambatan komunikasi yang selama ini memisahkan dua orang mulai memudar. Tanda-tanda kecil menunjukkan bahwa kesabaranmu tidak sia-sia. Waktu yang baik untuk mengungkapkan perasaan dan memperbaiki hubungan yang renggang.
Tanggal 31 Oktober 2025 menjadi momen ideal untuk mengungkapkan cinta dan membuka hati. Dengan komunikasi yang jujur, hubungan akan berkembang ke arah yang lebih baik.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau melakukan razia di sejumlah kantor ekspedisi di Kota Batam, Rabu (29/10). F.Istimewa
batampos – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau menggelar razia di sejumlah kantor ekspedisi di Kota Batam, Rabu (29/10). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui jasa pengiriman barang.
Razia berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 18.30 WIB di dua lokasi utama, yakni kantor J&T di Simpang Bandara Hang Nadim dan kantor JNE di kawasan Sarana Industrial Point, Batam Center.
Sebanyak 30 personel Ditresnarkoba diterjunkan dalam kegiatan ini, didukung 14 personel Ditsamapta dengan lima ekor anjing pelacak (K-9), tiga personel Biddokkes, dua dari Bidpropam, serta dua personel Bidhumas Polda Kepri.
“Kami menurunkan tim lengkap, termasuk unit K-9 untuk mendeteksi kemungkinan adanya narkotika yang dikirim melalui paket,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Anggoro Wicaksono.
Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa puluhan paket dari berbagai daerah dengan metode acak. Anjing pelacak K-9 dikerahkan menyisir tumpukan barang di gudang pengiriman. Namun hingga kegiatan berakhir, tidak ditemukan adanya indikasi paket berisi narkotika.
“Tidak ada temuan baik berupa orang yang mengedarkan maupun barang bukti narkoba,” jelas Anggoro.
Meski begitu, tim di lapangan menghadapi beberapa kendala teknis. Salah satunya karena banyaknya tumpukan paket yang membuat anjing pelacak kesulitan mengidentifikasi isi paket secara maksimal. Selain itu, belum tersedianya alat X-Ray di kantor ekspedisi juga menjadi hambatan dalam deteksi dini barang terlarang.
“Perlu pelatihan rutin bagi K-9 dan kerja sama yang lebih erat dengan pihak ekspedisi. Ke depan kami juga mendorong agar setiap gudang ekspedisi memiliki sistem deteksi seperti X-Ray,” ujarnya.
Razia berakhir pukul 18.30 WIB dengan situasi aman, tertib, dan lancar. Polda Kepri berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan di jalur-jalur distribusi barang, terutama di Batam yang menjadi pintu masuk strategis dari luar negeri, termasuk Malaysia.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menekan peredaran gelap narkoba di wilayah perbatasan. (*)
Ilustrasi. ASN Badan Kepegawaian Daerah Pemprov DKI beraktivitas di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta. (Dery Ridwansah)
batampos – Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap menjadi pekerjaan idaman bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak heran, begitu seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka banyak yang berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri.
Alasan utama dibalik tingginya minat ini adalah pandangan bahwa PNS merupakan pekerjaan yang menawarkan jaminan karier yang paling aman dan stabil.
Kepastian ini mendorong banyak orang untuk berjuang keras melewati seleksi yang ketat demi mendapatkan posisi sebagai abdi negara, melihatnya bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi sebagai jalan menuju stabilitas finansial dan masa depan yang terjamin.
Selain mendapatkan gaji pokok yang jumlahnya tetap dan diatur oleh pemerintah, salah satu keuntungan finansial terbesar menjadi PNS adalah perolehan berbagai macam tunjangan.
Komponen pendapatan tambahan ini memiliki sumber pembiayaan yang berbeda, tunjangan bagi PNS di instansi pusat dibebankan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara tunjangan bagi PNS yang bekerja di lingkup daerah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tunjangan yang diterima meliputi tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan pangan/beras, serta yang paling menarik perhatian dan dinantikan setiap bulannya, yaitu Tunjangan Kinerja.
Tunjangan Kinerja atau yang lebih dikenal dengan Tukin, merupakan tunjangan yang besarnya tidak sama rata dan menjadi tolok ukur penting dalam menentukan kesejahteraan PNS. Hal ini dikarenakan besaran Tukin tidak bersifat statis, melainkan ditentukan secara langsung berdasarkan dua indikator utama, yakni hasil dari evaluasi jabatan serta pencapaian prestasi kerja yang ditunjukkan oleh PNS tersebut.
Oleh sebab itu, informasi mengenai daftar instansi dengan Tukin tertinggi menjadi hal yang wajib diketahui dan menjadi pertimbangan utama bagi calon pelamar CPNS 2025, karena besar kecilnya Tukin akan sangat memengaruhi total penghasilan akhir yang mereka terima.
Nah, di antara banyak instansi pemerintah, ada sejumlah instansi dengan tukin yang paling tinggi.
Lalu, instansi manakah yang memiliki tukin tertinggi? berikut daftarnya:
1. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Kisaran tukin: Rp2.125.000 – Rp127.710.000
2. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu
Kisaran tukin: Rp5.361.800 – Rp117.375.000
3. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)
Kisaran tukin: Rp2.898.000 – Rp49.860.000
4. Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
Kisaran tukin: Rp2.575.000 – Rp46.950.000
5. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Kisaran tukin: Rp2.575.000 – Rp41.550.000
6. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Batam Syahbudi.
batampos – Kuota haji untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 ditetapkan sebanyak 1.085 jamaah, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.221 jamaah.
Penetapan ini merupakan hasil Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi yang digelar pada 27–28 Oktober 2025. Dalam forum tersebut, pemerintah Indonesia menyepakati penerapan rumus baru pembagian kuota haji nasional berdasarkan rasio antrean jamaah di masing-masing daerah.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Batam, Syahbudi, menjelaskan, mekanisme pembagian baru ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi seluruh provinsi.
“Rumusnya sederhana: kuota per provinsi = jumlah antrean provinsi dibagi antrean nasional, kemudian dikalikan dengan kuota nasional,” jelas Syahbudi, Kamis (30/10).
Dengan skema baru tersebut, provinsi yang memiliki antrean lebih panjang akan mendapatkan kuota lebih besar, sedangkan daerah dengan antrean pendek akan mengalami penyesuaian.
“Rata-rata masa tunggu kini disamaratakan menjadi 26 tahun di seluruh Indonesia. Ini hasil kebijakan pemerataan kuota agar lebih adil,” ujarnya.
Selain pembagian kuota, Raker juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Di antaranya peningkatan kualitas layanan jamaah di Tanah Suci, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi yang lebih terstandar.
Pemerintah juga memperkuat sistem digitalisasi layanan haji, mencakup proses visa, pemantauan layanan, serta pelaporan keberangkatan dan kepulangan jamaah secara real time.
Selain itu, ada optimalisasi kuota tambahan bagi jamaah lanjut usia (lansia) beserta pendampingnya sebagai bentuk keberpihakan terhadap jamaah dengan kebutuhan khusus.
“Terakhir, hasil evaluasi haji 2025 juga menjadi dasar penyusunan kebijakan haji 2026 agar lebih efisien, akuntabel, dan sesuai prinsip istitha’ah (kemampuan),” tambahnya.
Syahbudi menyebutkan, pemerintah menekankan pentingnya pemerataan kesempatan ibadah haji di seluruh provinsi melalui sistem berbasis data antrean nasional.
“Sistem ini bukan sekadar angka, tapi soal keadilan. Pemerintah ingin memastikan semua umat Islam punya kesempatan yang sama untuk berangkat haji, tanpa harus menunggu hampir setengah abad seperti sebelumnya,” tegasnya.
Meski kuota Kepri tahun depan mengalami penurunan, Kemenag memastikan pelayanan terhadap jamaah tetap menjadi prioritas utama.
“Kami fokus menjaga kualitas bimbingan manasik, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan. Kuota boleh turun, tapi pelayanan harus terus meningkat,” tutup Syahbudi.
Dari total kuota tersebut, sebanyak 21 jamaah lansia dari Kota Batam masuk dalam daftar prioritas. Sementara pelunasan biaya haji masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) yang saat ini tengah diusulkan melalui Komisi VIII DPR RI sebelum disahkan oleh Presiden. (*)