Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 759

Rekomendasi 3 Nasi Bakar Terbaik di Batam, Kaya Rempah dan Gurih Menggoda

0
Ilustrasi nasi bakar. F. Tangkapan layar youtube.com/@devinahermawan.

batampos – Nasi bakar menjadi salah satu kuliner praktis yang terus digemari masyarakat Kota Batam. Disajikan dengan aneka lauk dan sambal, menu ini laris sebagai pilihan makan siang maupun makan malam.

Aroma nasi yang dibakar dengan daun pisang serta disajikan dalam kondisi hangat menjadi daya tarik utama. Ditambah variasi isian dan tingkat kepedasan, nasi bakar tetap eksis sebagai kuliner favorit lintas usia.

Berikut tiga rekomendasi nasi bakar terbaik di Batam yang dikenal kaya rempah dan bercita rasa gurih:

1. Nasi Bakar Kemangi Mr Robin

Nasi bakar ini dikenal dengan aroma rempah yang kuat dan menggugah selera. Pengunjung dapat memilih sambal merah atau sambal hijau dengan beragam varian lauk.
Lokasi: Bengkong, Tanjung Buntung, Melawa Premium Cafe, sebelum Cekban.

2. Nasi Bakar Inaayah

Bagi pencari nasi bakar murah meriah, tempat ini menjadi favorit. Dengan harga mulai Rp10.000, pengunjung sudah mendapatkan nasi bakar berisi lauk melimpah yang mengenyangkan.
Lokasi: Tanjung Riau, depan lapangan, Kota Batam.

3. Pecel Nasi Bakar Lisa Kitchen

Menu nasi bakar ini dapat ditemui di area food court dengan porsi yang dikenal cukup besar. Lauk dan isian nasi bakarnya melimpah, cocok untuk makan berat.
Lokasi: Jalan Imam Bonjol, Komplek Nagoya Newtown, Lubuk Baja, Kota Batam.

Nasi bakar di Batam kerap disebut sebagai kuliner tersembunyi yang patut dicoba. Meski tampil sederhana, perpaduan rempah, lauk, dan sambal menghadirkan cita rasa yang kuat dan khas.

Tiga rekomendasi tersebut dapat menjadi panduan bagi warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati nasi bakar di Kota Batam. Pengunjung disarankan memastikan jam operasional sebelum datang. (*)

Artikel Rekomendasi 3 Nasi Bakar Terbaik di Batam, Kaya Rempah dan Gurih Menggoda pertama kali tampil pada Metropolis.

TKD Dipangkas 2026, Program Seragam Sekolah Gratis di Bintan Tetap Berjalan

0
Siswa menerima bantuan seragam sekolah gratis yang diserahkan oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan di SMP Negeri 1 Bintan Timur, Kijang, Rabu (17/12). F. Asrun untuk Batam Pos.

batampos – Bupati Bintan Roby Kurniawan memastikan program seragam sekolah gratis bagi siswa baru di Kabupaten Bintan tetap berjalan meskipun terjadi pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026.

Penegasan itu disampaikan Roby usai penyerahan simbolis lima setel seragam sekolah gratis bagi siswa baru di SMP Negeri 1 Bintan Timur, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (17/12).

“Walau TKD dipangkas tahun depan, seragam sekolah gratis tetap lima setel beserta peralatannya. Jadi tidak akan terganggu sama sekali,” ujar Roby.

Menurutnya, program seragam sekolah gratis merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bintan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah agar tidak ada lagi siswa yang merasa tertinggal karena keterbatasan ekonomi.

“Program ini diharapkan bisa mengurangi beban orangtua dan menambah semangat belajar anak-anak,” tambahnya.

Pada tahun 2025 ini, Pemkab Bintan menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis kepada sekitar 6.434 siswa baru jenjang TK, SD/MI, dan SMP/MTs. Bantuan yang diberikan berupa lima setel seragam sekolah lengkap dengan sepatu dan tas.

Adapun rincian penerima bantuan meliputi sekitar 314 siswa TK di delapan sekolah, sekitar 2.901 siswa SD/MI di 104 sekolah, serta sekitar 3.219 siswa SMP/MTs di 47 sekolah yang tersebar di Kabupaten Bintan.

Pemkab Bintan menegaskan program ini akan terus dipertahankan sebagai salah satu program prioritas daerah di sektor pendidikan. (*)

Artikel TKD Dipangkas 2026, Program Seragam Sekolah Gratis di Bintan Tetap Berjalan pertama kali tampil pada Kepri.

Kemnaker Minta Gubernur Umumkan Besaran Kenaikan UMP 2026 Paling Lambat 24 Desember 2025

0
Menaker Yassierli. (Istimewa)

batampos – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta gubernur di setiap provinsi di tanah air untuk bisa menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) paling lambat jelang Hari Raya Natal 2025, tepatnya pada Rabu (24/12).

Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) terkait Pengupahan yang telah diteken Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (16/12).

“Khusus untuk tahun 2026, Gubernur menetapkan besaran kenaikan upah selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2025,” kata Yassierli dalam keterangan resmi.

Tak hanya menetapkan besaran kenaikan UMP 2026. Yassierli juga memastikan bahwa setiap gubernur diwajibkan untuk menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) dan juga Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK).

“Gubernur wajib menetapkan UMSP dan juga dapat menetapkan UMSK,” tambahnya.

Meski telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto, Yassierli belum menyebut dan menerbitkan aturan UMP 2026 itu di website resminya. Sehingga, hingga Rabu (17/12) pagi, aturan tersebut masih belum dapat diakses secara publik.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pembahasan terkait dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) sudah selesai dan tinggal diumumkan.
Airlangga memastikan bahwa formula hitungan UMP akan sama dengan pada tahun 2025. Namun hanya indeksnya saja yang berbeda untuk UMP 2026.

“UMP (2026) sudah selesai, formulanya sama. Indeksnya sudah ada, indeksnya berbeda (dari UMP 2025). Nah, nanti akan diumumkan pada waktunya. Sekarang sedang sosialisasi,” kata Airlangga kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/11).

Meski begitu, Airlangga masih enggan membocorkan formula UMP tersebut. Terlebih hingga saat ini pemerintah masih melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait.

Hanya saja ia memastikan bahwa indeks yang masuk dalam formula UMP 2026 akan memakai perkembangan ekonomi dan indeks kebutuhan layak hidup (KLH) sesuai dengan kriteria Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

“Acuannya kan perkembangan perekonomian, kemudian indeks dari kehidupan layak. KLHS berdasarkan kriteria ILO,” tutupnya. (*)

Artikel Kemnaker Minta Gubernur Umumkan Besaran Kenaikan UMP 2026 Paling Lambat 24 Desember 2025 pertama kali tampil pada News.

SLBN Kota Batam Kekurangan Guru dan Ruang Kelas

0
Penyampaian Laporan Hasil Investigasi atas Prakarsa Sendiri (IAPS) yang digelar di Gedung Graha Pena, lantai 1, Selasa (16/12) siang. F. M Sya’ban

batampos – Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memaparkan hasil investigasi terkait kondisi pendidikan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Kota Batam. Dalam pemantauan yang dilakukan selama Oktober hingga Desember 2025, Ombudsman menemukan persoalan serius berupa kekurangan guru dan keterbatasan ruang kelas.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam agenda penyampaian Laporan Hasil Investigasi atas Prakarsa Sendiri (IAPS) yang digelar di Gedung Graha Pena, lantai 1, Selasa (16/12) siang. Kegiatan itu membahas temuan Ombudsman dalam dua bulan terakhir terkait pelayanan publik sektor pendidikan di Kepri.

Untuk Kota Batam, Ombudsman menyoroti fakta bahwa hingga kini hanya terdapat satu Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN), dengan kondisi yang dinilai memprihatinkan. Kekurangan tenaga pendidik dan ruang kelas dinilai berdampak langsung pada kualitas pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Antisipasi Tumpukan Sampah di Batuaji, Kecamatan Sediakan 2 TPS Baru

Anggota Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Lagat Parroha P, menjelaskan berdasarkan data Dapodik, SLBN Kota Batam hanya memiliki 15 ruang kelas untuk melayani 51 rombongan belajar dengan jumlah siswa mencapai 227 orang. Luas lahan sekolah tercatat hanya sekitar 2.132 meter persegi.

“Dari kondisi itu, SLBN Batam masih kekurangan 36 ruang kelas,” kata Lagat.

Akibat keterbatasan tersebut, satu ruang kelas terpaksa digunakan oleh tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni SD, SMP, dan SMA. Situasi ini dinilai tidak ideal karena menurunkan kualitas pembelajaran serta tidak memenuhi prinsip pendidikan yang aman, nyaman, dan adaptif sesuai karakteristik peserta didik disabilitas.

Selain persoalan sarana, Ombudsman juga menemukan kekurangan tenaga pendidik. Dari data yang sama, SLBN Batam saat ini hanya memiliki 27 guru untuk melayani 227 siswa. Berdasarkan analisis kebutuhan guru, SLBN Batam masih memerlukan tambahan sekitar 32 hingga 36 guru agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal.

“Masih dibutuhkan tambahan guru agar pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menyebut laporan Ombudsman sebagai catatan penting dan cambuk bagi pihaknya untuk melakukan perbaikan. Ia menegaskan persoalan SLB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi perhatian bersama.

“Ini PR bersama. Langkah-langkah awal sudah kami lakukan, termasuk rapat pada 18 November lalu untuk membahas solusi,” kata Agung.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Hang Nadim Diprediksi 21 Desember

Ia menjelaskan, SLB Negeri 2 di Sungai Beduk telah selesai dibangun dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027. Selain itu, pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah lahan yang berpotensi digunakan untuk pembangunan SLB baru di Batam.

“Sudah ada dua lokasi yang kami koordinasikan melalui BKAD Kota Batam dan juga telah kami surati BP Batam,” ujarnya.

Ke depan, Disdik Kepri menargetkan pembangunan SLB di tiga wilayah, yakni Sagulung, Sekupang, dan Batu Aji. Agung optimistis langkah tersebut dapat mengurai persoalan keterbatasan fasilitas SLB di Batam.

Terkait kekurangan guru, Agung mengakui persoalan tersebut berkaitan dengan regulasi nasional, khususnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Saat ini, pihaknya masih menunggu kejelasan kebijakan terkait status tenaga PPPK non-ASN.

“Kami harus menunggu regulasi. Tidak hanya SLB, di tingkat provinsi masih ada sekitar 530 PPPK non-ASN yang juga harus diperhatikan,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kecelakaan Kerja di PT Bandar Abadi Shipyard

Meski demikian, Agung menegaskan perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap. Ia mencontohkan kondisi pendidikan SMA dan SMK di Kepri yang sebelumnya juga mengalami kekurangan guru, namun kini mulai membaik.

“Begitu juga dengan tatanan SLB, ini sedang dan akan terus kami perbaiki,” katanya.

Ia menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada Ombudsman atas laporan tersebut dan memastikan pemerintah provinsi akan hadir untuk meningkatkan layanan pendidikan, baik di SLB negeri maupun swasta.

“Tahun depan pembangunan ruang kelas baru akan kami anggarkan, dan perbaikan tata kelola SLB akan terus dilakukan,” kata dia. (*)

Artikel SLBN Kota Batam Kekurangan Guru dan Ruang Kelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Menuju HUT ke-196 Batam, Batam Solidarity Airshow Siap 90 Persen

0
Pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara saat melintas di langit Kota Batam, Selasa (16/12). f. yashinta

batampos – Batam Solidarity Airshow 2025 memasuki tahap gladi bersih sebagai persiapan akhir menjelang peringatan HUT ke-196 Kota Batam. Gladi digelar di kawasan Nongsa, menandai kesiapan teknis pelaksanaan airshow bertajuk “Flying for Sumatera” yang menjadi salah satu agenda utama perayaan HUT Batam tahun ini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama TNI AU dan BP Batam. Airshow dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 18 Desember di Dataran Engku Putri, Batam Center dan 19 Desember di kawasan Nuvasa Bay, Nongsa. Acara ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis oleh masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah lokasi di kawasan Nongsa disiapkan sebagai titik pendukung, antara lain Nongsa Point Marina, Montigo Resort, dan Batam View Beach Resort, guna mengakomodasi masyarakat serta wisatawan yang ingin menyaksikan atraksi udara dari berbagai sudut pandang.

Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Hang Nadim Diprediksi 21 Desember

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan, bahwa secara teknis pelaksanaan berada di bawah komando Danlanud. Namun, persiapan keseluruhan telah mencapai tahap akhir.

“Secara teknis itu memang di Danlanud. Tapi secara persiapannya dapat kami sampaikan sudah 90 persen. Armadanya sudah datang, mereka juga sudah latihan mulai tadi pagi,” katanya, Selasa (16/12).

Ia menyampaikan dukungan penuh Pemko Batam terhadap pelaksanaan Batam Solidarity Airshow 2025. Baginya, kolaborasi dengan TNI AU merupakan bagian penting dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB).

Baca Juga: Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kecelakaan Kerja di PT Bandar Abadi Shipyard

“Kami tentunya support penuh. Kami akan membantu juga, sebab mereka sudah membantu kita dalam pagelaran HJB kali ini,” katanya.

Dalam airshow tersebut, TNI AU dijadwalkan menampilkan pesawat tempur F-16, serta berbagai atraksi udara lainnya, termasuk paramotor, yang akan memeriahkan langit Batam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. (*)

Artikel Menuju HUT ke-196 Batam, Batam Solidarity Airshow Siap 90 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasokan Menipis, Harga Ayam Potong di Tanjunguban Merangkak Naik

0
Lapak pedagang ayam potong, Sukardi di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (17/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Harga ayam potong di Pasar Baru Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, kembali mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Saat ini, harga ayam potong dijual pedagang mencapai Rp44 ribu per kilogram.

Pedagang ayam potong di Pasar Baru Tanjunguban, Sukardi, mengatakan harga tersebut naik dari sebelumnya Rp42 ribu per kilogram sejak dua hari terakhir.

Kenaikan dipicu berkurangnya pasokan ayam potong di Bintan, sementara permintaan justru meningkat jelang libur akhir tahun.

“Stok ayam potong menipis, tapi permintaan naik karena mau Natal dan Tahun Baru,” ujar Sukardi, Selasa (16/12).

Menurut Sukardi, dalam kondisi normal ia mampu menjual sekitar 250 kilogram ayam potong per hari. Namun saat ini pasokan yang diterimanya hanya sekitar 200 kilogram per hari akibat sistem pembatasan dari pemasok.

Untuk menyiasati keterbatasan stok, Sukardi terpaksa mengurangi jumlah pembelian per pelanggan agar seluruh pembeli tetap kebagian.

“Kalau ada yang minta 10 kilo, kita kurangi jadi 7 kilo, supaya pembeli lain tetap dapat,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga ayam potong dan kebutuhan pokok lainnya, agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Kondisi serupa juga dialami pedagang ayam di Jalan Nipah Tanjunguban, Anwar. Meski masih menjual ayam dengan harga Rp37 ribu per kilogram, ayam tersebut dijual dalam kondisi utuh per ekor.

“Kita jual per ekor, ayam utuh. Beratnya ada yang 1,5 kilo sampai 1,8 kilo. Ditimbang hidup,” kata Anwar.

Namun Anwar mengakui stok ayam hidup yang diterimanya kini jauh berkurang. Jika biasanya mendapat pasokan sekitar 50 ekor per hari, saat ini hanya menerima sekitar 30 ekor.

“Sekarang dijatah. Katanya ayam lagi langka, kemungkinan dekat tahun baru nanti ayam bisa tidak ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, penjualan ayam tidak selalu stabil. Pada hari ramai, ia bisa menjual hingga 50 ekor per hari, namun saat sepi hanya sekitar 10 ekor yang terjual.

Di sisi konsumen, kenaikan harga ayam potong turut dikeluhkan warga. Salah satu pembeli di Pasar Baru Tanjunguban, Astrie, mengaku semakin pusing dengan lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Cabai merah sudah Rp10 ribu per ons, ayam juga naik Rp2 ribu per kilo. Tetap beli, tapi sedikit-sedikit karena kebutuhan,” katanya.

Astrie mengaku kesulitan mengatur keuangan rumah tangga di tengah penghasilan yang terbatas dan harga kebutuhan yang terus meningkat.

“Penghasilan pas-pasan, tapi harga naik terus,” keluhnya. (*)

Artikel Pasokan Menipis, Harga Ayam Potong di Tanjunguban Merangkak Naik pertama kali tampil pada Kepri.

Antisipasi Tumpukan Sampah di Batuaji, Kecamatan Sediakan 2 TPS Baru

0
Ilustrasi: Tumpukan sampah di pinggir jalan yang sangat menggangu, bahkan aktivitas sekolah pun terganggu. f. yofi

batampos – Sampah menumpuk di pinggir jalan masih terlihat di kawasan Batuaji. Bahkan, di lokasi penampungan sampah sementara (TPS) sampah sudah menggunung hingga dipenuhi lalat.

Camat Batuaji, Addi Harnus mengatakan pihaknya akan membuka dua lokasi TPS. Keberadaan TPS baru ini juga untuk meminimalisir TPS liar di pinggir jalan.

“Akan ada dua TPS lagi. Sekarang kita sedang mencari lokasinya,” ujarnya, Selasa (16/12).

Addi mengaku keberadaan TPS baru ini nantinya akan disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga, TPS baru ini bisa menampung seluruh sampah di sekitar lokasi.

Baca Juga: Hujan, Jalan Tengku Sulung Terendam Banjir

“Nanti setelah dapat lokasi akan kita informasikan. Rencananya kemarin lokasinya di Temiang, tapi batal,” katanya.

Diketahui, tumpukan sampah di TPS masih terlihat di jalan Marina City tepatnya di sekitar simpang Jupiter semakin menggunung. Pada sisi kiri dan kanan jalan kini dipenuhi lalat dan aroma busuk yang tercium hingga puluhan meter.

Jeri, warga Perumahan Jupiter mengatakan aroma busuk dari TPS ini sangat menganggu kenyamanan dan kesehatan warga. Apalagi TPS tersebut berada di jalan utama menuju perumahan.

“Seharusnya TPS ini dipindahkan ke lahan yang jauh dari jalan utama. Karena setiap hari kami mencium bau sampah,” ujarnya.

Baca Juga: Arus Pendatang ke Batam Masih Tinggi, 98.915 Jiwa Masuk Selama 2025

Ia mengatakan aroma busuk di TPS membuat kawasan tersebut dipenuhi lalat. Hal ini dinilai berdampak ke kesehatan masyarakat setempat.

“Harapan kami kalau tidak dipindahkan, sampah ini jangan sampai menumpuk seperti ini,” tutupnya. (*)

Artikel Antisipasi Tumpukan Sampah di Batuaji, Kecamatan Sediakan 2 TPS Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Disebut Diperkaya Rp 809 Miliar

0
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim mengenakan pakaian tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung, Kamis (4/9). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim disebut menerima keuntungan sebesar 809.596.125.000 atau Rp 809 miliar dari proses pengadaan laptop Chromebook, selama menjabat pada 2020-2022.

Fakta tersebut terungkap dalam sidang pembacaan surat dakwaan terhadap Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar pada Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah periode 2020–2021; bersama dengan dua terdakwa lainnya Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbudristek periode 2020, Mulyatsyah, serta Ibrahim Arief yang berperan sebagai konsultan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah di Kemendikbudristek. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (16/12).

“Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809.596.125.000,” kata Jaksa Roy Riady membacakan surat dakwaan.

Jaksa menjelaskan, kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun tersebut bersumber dari dua komponen utama. Pertama, selisih harga atau kemahalan pengadaan laptop Chromebook yang mencapai Rp 1,56 triliun.

Kedua, pengadaan layanan Chrome Device Management (CDM) yang dinilai tidak diperlukan dan tidak memberikan manfaat, dengan nilai mencapai sekitar Rp 621 miliar.

Selain Nadiem, jaksa menyebut pengadaan ini juga diduga menguntungkan sejumlah individu dan korporasi lainnya.

Perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh Sri Wahyuningsih dengan terdakwa lain, termasuk Nadiem Anwar Makarim.

Meski demikian, sidang pembacaan dakwaan terhadap Nadiem ditunda, lantaran kondisi Nadiem yang masih terbaring sakit dan menjalani perawatan medis di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

Sri Wahyu Ningsih bersama Mulyatsyah dan Ibrahim Arief didakwa merugikan Rp 2,1 triliun bersama-sama Nadiem Makarim.

“Merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.567.888.662.716,74 berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan pada Kemendikbudristek Tahun 2019 sampai dengan 2022,” ujar Jaksa Roy.

Selain itu, jaksa juga menyebut adanya kerugian negara akibat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang dinilai tidak diperlukan dan tidak memberikan manfaat. Kerugian tersebut mencapai USD 44.054.426 atau setidak-tidaknya setara Rp 621.387.678.730.

Dengan demikian, total kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp 2,1 triliun, yang berasal dari dugaan kemahalan harga pengadaan laptop Chromebook sekitar Rp 1,5 triliun serta pengadaan CDM yang tidak dibutuhkan senilai sekitar Rp 621 miliar. (*)

Artikel Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Disebut Diperkaya Rp 809 Miliar pertama kali tampil pada News.

Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kecelakaan Kerja di PT Bandar Abadi Shipyard

0
Korban yang menjalani perawatan di RS Graha Hermine.

batampos – Polsek Batuaji masih menyelidiki kecelakaan kerja di galangan kapal PT Bandar Abadi Shipyard 1, Tanjung Uncang. Kecelakaan kerja ini menyebabkan pekerja berinisial JF mengalami luka bakar akibat percikan listrik.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengatakan pihaknya akan memeriksa 2 orang saksi. Terdiri safety dan rekan kerja korban.

“Ada 2 orang saksi yang akan kita mintai keterangan. Pemeriksaan dijadwalkan Jumat ini,” ujarnya, Selasa (16/12).

Baca Juga: Pekerja PT Bandar Abadi Shipyard Alami Kecelakaan Kerja, Alami Luka Bakar

Bimo menjelaskan pemeriksaan saksi ini untuk mengetahui penyebab korban terluka dan kelalaian dalam pekerjaan tersebut.

“Kita juga melakukan olah TKP. Nanti keterangan saksi akan kita sinkronkan dengan temuan di TKP,” katanya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Andi Pakpahan mengatakan pihaknya juga sudah mengantongi keterangan korban saat dirawat di RS Graha Hermine.

“Untuk penyebabnya masih penyelidikan, belum bisa kita simpulkan. Saat peristiwa, korban menemukan di sirkuit listrik itu salah satu breakaer turun,” katanya.

Sebelumnya, Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan industri galangan kapal PT Bandar Abadi Shipyard 1, Tanjung Uncang, Batuaji, Jumat (12/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Pekerja berinisial JF mengalami luka bakar akibat percikan listrik.

Baca Juga: Sebarkan Berita Bohong, Terdakwa Kasus ITE Divonis 3 Tahun Penjara

Informasi yang didapatkan, kecelakaan ini bermula ketika korban, mendapati adanya aliran listrik yang tidak menyala di area tempat ia bertugas. Korban yang bekerja sebagai teknisi listrik melakukan pengecekan pada sirkuit listrik untuk memastikan penyebab gangguan arus tersebut.

Setibanya di panel, keduanya menemukan bahwa salah satu breaker dalam kondisi turun. Korban kemudian berinisiatif menaikkan breaker tersebut. Namun sesaat setelah breaker diaktifkan, muncul percikan api listrik yang langsung mengenai tangan kanan korban sehingga menimbulkan luka bakar. (*)

Artikel Polisi Periksa 2 Saksi Terkait Kecelakaan Kerja di PT Bandar Abadi Shipyard pertama kali tampil pada Metropolis.

Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Hang Nadim Diprediksi 21 Desember

0
Bandara hang Nadim, Batam. (F. Putut Ariyo/Batam Pos)

batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) sudah bersiap menghandapi lonjakan penumpang pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pjs Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi mengatakan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan jumlah penumpang harian mencapai sekitar 15 ribu orang. Sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan jumlah yang relatif sama.

Secara historis, Annang menyebut jumlah penumpang Nataru terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Nataru 2023–2024 tercatat sekitar 200 ribu penumpang, kemudian naik 17 persen menjadi 247 ribu pada 2024–2025.

“Untuk Nataru 2025–2026, kami proyeksikan naik 3,5 persen menjadi 256 ribu penumpang,” katanya.

Baca Juga: Arus Nataru di Hang Nadim Diprediksi Naik 3,5 Persen, Penumpang Diperkirakan Tembus 256 Ribu Orang

Rata-rata pergerakan penumpang harian diperkirakan berada di kisaran 11 ribu hingga 13.500 orang, dengan lonjakan signifikan pada hari-hari puncak.

“Untuk puncak arus mudik diperkirakan penumpang berkisar 15 ribu orang, begitu juga arus balik pada 4 Januari 2026 diprediksi 15 ribu orang,” terangnya.

Sementara untuk pergerakan pesawat, peningkatan diprediksi hanya sekitar 1 persen. Hal ini dipengaruhi keterbatasan armada pesawat nasional yang masih dalam tahap perawatan pascapandemi.

“Dari sekitar 568 pesawat di Indonesia, yang beroperasi baru sekitar 368 unit. Sisanya masih dalam maintenance,” ungkap Annang.

Meski demikian, BIB terus menjalin koordinasi dengan sejumlah maskapai seperti Lion Group, Batik Air, dan Citilink untuk mengantisipasi kebutuhan extra flight selama Nataru.

Dalam mendukung kelancaran arus penumpang, BIB juga mengikuti kebijakan pemerintah pusat dengan memberikan diskon tarif PJP2U (PSC) dan PJP4U selama periode Nataru.

“Diskon ini diharapkan berdampak pada harga tiket agar tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Arus Pendatang ke Batam Masih Tinggi, 98.915 Jiwa Masuk Selama 2025

Untuk mengantisipasi kepadatan di terminal, penumpang diimbau datang minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, terutama pada jam-jam sibuk pagi, siang, dan sore hari.

Bandara Hang Nadim juga mengoptimalkan 28 counter check-in serta delapan unit mesin self check-in kiosk bagi penumpang tanpa bagasi guna mengurangi antrean.

Selain aspek operasional, bandara juga menghadirkan suasana tematik Natal dan Tahun Baru, lengkap dengan dekorasi, hiburan, dan program interaksi penumpang untuk meningkatkan pengalaman pengguna jasa.

Dengan kesiapan posko, fasilitas, personel, serta koordinasi lintas instansi, BIB optimistis pelayanan Bandara Hang Nadim Batam selama Nataru 2025–2026 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Puncak Arus Mudik Nataru di Bandara Hang Nadim Diprediksi 21 Desember pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound