Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 76

Program TMMD di Anambas Buka Akses Desa Terisolir, Libatkan 150 Personel

0
Dandim 0318/Natuna Kolonel Inf Ruruh Sejati disambut pelajar saat meninjau lokasi TMMD di Siantan Utara, Anambas, Rabu (22/4). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2026 yang digelar Kodim 0318/Natuna difokuskan membuka akses wilayah terisolir di Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sebanyak 150 personel gabungan diterjunkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di kawasan tersebut.

Komandan Kodim 0318/Natuna, Kolonel Inf Ruruh Sejati, mengatakan Desa Bayat menjadi salah satu prioritas utama karena hingga kini masih terisolir akibat keterbatasan akses jalan darat.

“Desa Bayat masih terisolir. Kita lakukan pembukaan dan perbaikan jalan agar terhubung dengan Desa Piasan dan Desa Mubur,” ujar Ruruh, Rabu (22/4).

Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan terbukanya jalur darat, aktivitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar dan efisien.

Ruruh menambahkan, keterisolasian wilayah selama ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk ketersediaan listrik. Saat ini, listrik di Desa Bayat hanya menyala sekitar 12 jam per hari.

“Kalau akses darat sudah terbuka, distribusi logistik akan lebih mudah. Listrik bisa kita dorong menjadi 24 jam,” jelasnya.

Selain pembangunan jalan, TMMD juga menyasar penyediaan air bersih melalui sistem pipanisasi dari sumber air ke permukiman warga. Program ini diharapkan mampu mengatasi kesulitan air bersih yang kerap dialami masyarakat, terutama saat musim kemarau.

Di sektor ketahanan pangan, TNI turut mengembangkan komoditas pertanian seperti kemiri dan cabai yang dinilai cocok dengan kondisi tanah dan iklim setempat.

“Tanaman ini relatif tahan terhadap cuaca panas dan mudah dibudidayakan. Nantinya akan ditanam di sepanjang jalur yang dibuka,” kata Ruruh.

Program TMMD dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, menyambut baik pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Ia menilai program tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di daerah terpencil.

“TMMD sangat membantu, terutama dalam membuka akses jalan dan peningkatan infrastruktur dasar masyarakat,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan TMMD ini, keterisolasian Desa Bayat dan wilayah Siantan Utara diharapkan dapat teratasi secara bertahap, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat ke depan. (*)

Artikel Program TMMD di Anambas Buka Akses Desa Terisolir, Libatkan 150 Personel pertama kali tampil pada Kepri.

Sudah 11 Kepala Daerah Ditangkap KPK, Korupsi Terjadi karena Tingginya Ongkos Politik saat Pencalonan

0
Jubir KPK Budi Prasetyo. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 kepala daerah terkait berbagai modus korupsi, mulai dari suap jabatan hingga pemerasan. Data itu berdasarkan rentang 2025 hingga April 2026.

Dalam sejumlah kasus, KPK melihat adanya keterkaitan dengan tingginya biaya politik yang harus ditanggung para kepala daerah, sehingga membuka celah terjadinya praktik korupsi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan fenomena ini menjadi pengingat penting bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya bertumpu pada penindakan. Menurutnya, diperlukan penguatan sistem secara menyeluruh, khususnya dalam memastikan integritas dan akuntabilitas proses politik, agar potensi penyimpangan dapat ditekan sejak awal.

“Integritas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu maupun pilkada menjadi kunci utama agar praktik serupa tidak terus berulang,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (22/4).

Meski demikian, Budi menegaskan tidak semua tindak pidana korupsi dipicu oleh mahalnya biaya politik. Dari 11 kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka, sebagian diduga melakukan korupsi dalam bentuk suap jabatan, penyimpangan pengadaan barang dan jasa (PBJ), hingga pemerasan.

“Dalam beberapa kasus, motifnya juga berkaitan dengan kepentingan pribadi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan seperti tunjangan hari raya (THR),” bebernya.

Hasil kajian Direktorat Monitoring KPK terkait penyelenggaraan pemilu, lanjut Budi, besarnya biaya politik turut menciptakan tekanan dalam ekosistem politik. Biaya penyelenggaraan pemilu serentak tercatat lebih dari Rp 71 triliun, sementara pelaksanaan Pilkada serentak 2024 diperkirakan mencapai sekitar Rp 42,5 triliun.

“Kondisi ini berkelindan dengan berbagai titik rawan, mulai dari tahap pencalonan dengan praktik mahar politik, transaksi dukungan yang tidak transparan, pendanaan kampanye yang tidak akuntabel, hingga potensi masuknya dana dari pihak berkepentingan,” jelas Budi.

Selain itu, terdapat kerentanan lain dalam proses pemilu, seperti pengadaan logistik yang rawan diatur, praktik politik uang baik di tingkat pemilih (vote buying) maupun elite, serta penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan birokrasi dan fasilitas negara.

Risiko tersebut berlanjut setelah kandidat terpilih, dengan munculnya praktik balas budi melalui pengisian jabatan, pengaturan proyek, maupun pemberian izin sebagai bentuk pengembalian biaya politik.

KPK juga mengidentifikasi sedikitnya enam celah praktik korupsi dalam pemilu dan pilkada, yakni besarnya pembiayaan penyelenggaraan, termasuk biaya kampanye; lemahnya integritas penyelenggara pemilu; proses kandidasi partai politik yang transaksional.

Selain itu, tingginya biaya pemenangan yang mendorong siklus korupsi elektoral; indikasi suap terhadap penyelenggara; penegakan hukum pelanggaran yang belum optimal

Sebagai langkah perbaikan, KPK merekomendasikan lima upaya utama agar penyelenggaraan pemilu dan pilkada lebih bersih, transparan, dan akuntabel. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan integritas penyelenggara; penataan ulang proses pencalonan di partai politik; reformasi pembiayaan kampanye melalui dukungan negara dan pengaturan metode kampanye, termasuk pembatasan penggunaan uang tunai.

Serta, penerapan sistem pemungutan dan rekapitulasi suara secara elektronik untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi; penguatan penegakan hukum melalui kejelasan norma dan perluasan subjek hukum.

“Sistem pemilu dan pilkada yang akan diterapkan harus dibangun di atas fondasi yang jelas dan kuat, sehingga mampu meminimalkan peluang korupsi sejak proses, pelaksanaan, hingga pasca-elektoral,” pungkasnya.(*)

Artikel Sudah 11 Kepala Daerah Ditangkap KPK, Korupsi Terjadi karena Tingginya Ongkos Politik saat Pencalonan pertama kali tampil pada News.

Hyundai Ioniq 3 Resmi Meluncur, Mobil Listrik Kompak Futuristik Fokus Pasar Eropa

0
Hyundai Ioniq 3 tampil dengan desain futuristik saat debut global di Milan Design Week 2026, mengusung konsep Aero Hatch yang aerodinamis dan modern. Sumber: x.com/thegalox_

batampos – Hyundai Motor Company resmi memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Hyundai Ioniq 3, sebagai bagian dari lini kendaraan listrik Ioniq. Model ini hadir dengan desain futuristik dan difokuskan untuk mobilitas perkotaan.

Ioniq 3 melakukan debut global dalam ajang Milan Design Week 2026 pada Senin (20/4). Hyundai memproyeksikan model ini hanya dipasarkan di wilayah tertentu, terutama Eropa, sehingga tidak akan tersedia di semua negara.

Mobil ini menjadi model keempat dalam keluarga Ioniq, dengan pendekatan desain baru bertajuk Aero Hatch. Konsep tersebut menggabungkan aerodinamika tinggi dengan ruang kabin yang tetap luas.

Siluet bodi dirancang mengalir dari depan hingga belakang, menghasilkan koefisien hambatan udara sekitar 0,263, angka yang tergolong efisien di kelas hatchback listrik kompak.

Masuk ke bagian interior, Hyundai mengusung konsep furnished space yang menghadirkan suasana kabin layaknya ruang hidup. Tata letak dibuat lapang dan nyaman, ditunjang sistem infotainment berbasis Android Automotive serta berbagai fitur konektivitas modern.

Dari sisi performa, Ioniq 3 menggunakan platform listrik E-GMP dengan arsitektur 400 volt. Mobil ini hadir dalam dua pilihan baterai, yakni versi standar dengan jangkauan sekitar 344 kilometer dan versi long range hingga 496 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Selain itu, kendaraan ini mendukung pengisian cepat dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 29 menit.

Di pasar Eropa, Ioniq 3 akan bersaing dengan model sekelas seperti Volkswagen ID.3 dan BYD Dolphin.

Strategi Hyundai yang memfokuskan Ioniq 3 pada pasar regional menunjukkan pendekatan yang lebih selektif dalam menghadirkan kendaraan listrik sesuai kebutuhan konsumen di tiap wilayah. (*)

Artikel Hyundai Ioniq 3 Resmi Meluncur, Mobil Listrik Kompak Futuristik Fokus Pasar Eropa pertama kali tampil pada Lifestyle.

Akses Kurban Dipermudah, BAZNAS Batam Sasar Mustahik Hinterland

0
Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh.

batampos – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, BAZNAS Kota Batam kembali membuka program “Berkah Kurban” untuk memperluas akses masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban sekaligus memperkuat distribusi pangan bergizi di wilayah hinterland.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, mengatakan program ini dirancang untuk memudahkan para pekurban, baik dari dalam negeri maupun luar negeri menyalurkan hewan kurban secara lebih praktis dan terarah.

“Kami ingin ibadah kurban bisa dipersiapkan lebih awal, sekaligus memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat di pelosok Batam yang masih terbatas akses pangannya,” ujar Soleh, Rabu (22/4).

Menurut dia, masih banyak kelompok mustahik di wilayah hinterland yang belum merasakan kecukupan gizi, termasuk konsumsi daging yang sangat rendah. Di beberapa daerah, konsumsi daging bahkan hanya berkisar 0,6 kilogram per tahun. Kondisi ini menjadi dasar BAZNAS memperluas jangkauan program kurban tahun ini.

Program “Berkah Kurban” menawarkan beberapa skema partisipasi. Untuk kurban sapi, tersedia paket 1/7 bagian seharga Rp3,5 juta, sedangkan kambing dipatok Rp2,5 juta per ekor. Bagi pekurban dari luar negeri, tersedia opsi domba atau kambing dengan harga 200 dolar Singapura dan 600 ringgit Malaysia.

Selain itu, BAZNAS juga membuka program “Sedekah Daging Peduli Hinterland” mulai dari Rp50 ribu.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Batam, Masrum, memastikan seluruh skema tersebut telah memenuhi ketentuan syariat serta standar kesehatan hewan. Ia menilai variasi pilihan harga diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat. “Kami ingin ibadah kurban tetap terjangkau tanpa mengurangi aspek syariat dan kualitas,” katanya.

Dalam penyalurannya, BAZNAS mengadopsi pendekatan berbeda. Daging kurban tidak hanya dibagikan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi rendang dalam kemasan kaleng agar lebih tahan lama dan mudah didistribusikan ke wilayah terpencil. “Pengemasan ini memungkinkan daging diterima dalam kondisi siap saji oleh mustahik, terutama di daerah yang akses logistiknya terbatas,” ujar Masrum.

Ia menambahkan, seluruh proses—mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi—dikelola secara transparan dan akuntabel. Penyaluran pun difokuskan ke wilayah hinterland untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Melalui program ini, BAZNAS berharap partisipasi masyarakat semakin luas dan ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih signifikan bagi kelompok rentan di Batam. (adv)

Artikel Akses Kurban Dipermudah, BAZNAS Batam Sasar Mustahik Hinterland pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepekan Omzet Rp640 Juta, MTQH Jadi Berkah Ekonomi bagi Pelaku UMKM

0
Suasana bazar UMKM dalam rangka MTQH Batam yang dipadati pengunjung. Selama sepekan, pelaku usaha mikro berhasil membukukan omzet hingga Rp640 juta. F. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) tak hanya menjadi panggung syiar keagamaan, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam mencatat, bazar UMKM yang digelar selama kegiatan tersebut mampu membukukan omzet fantastis hingga Rp640 juta hanya dalam waktu sepekan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa geliat pelaku usaha mikro di Batam semakin menjanjikan, terutama ketika didukung event berskala besar.

“Dalam bazar ini kami melibatkan sekitar 150 pelaku usaha mikro dari seluruh kecamatan dan organisasi mitra. Total transaksi dari 10 hingga 15 April mencapai Rp640 juta,” ujarnya, Selasa, (22/4).

Dari total tersebut, sektor kuliner menjadi tulang punggung dengan kontribusi terbesar mencapai Rp432 juta. Sementara sisanya berasal dari produk cemilan, oleh-oleh kemasan, kerajinan, hingga fesyen.

Menariknya, Kecamatan Bengkong tampil sebagai raja penjualan dengan capaian Rp40 juta. Disusul Batam Kota Rp25 juta dan Sekupang Rp18 juta. Wilayah lain seperti Batu Aji, Lubuk Baja, hingga kawasan hinterland juga turut menyumbang transaksi, meski dengan angka yang lebih kecil.

“Ini menunjukkan daya beli masyarakat dan antusiasme terhadap produk lokal cukup tinggi, terutama di Bengkong,” tambah Salim.

Tak sekadar mendorong transaksi, bazar ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan. Diskum membuka layanan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di lokasi, memudahkan pelaku UMKM mengurus legalitas usaha secara langsung.

Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, hingga pendaftaran merek dagang dapat diakses selama kegiatan berlangsung. Tercatat, sedikitnya 12 pelaku usaha langsung memanfaatkan layanan tersebut.

“Ini bagian dari upaya kami agar UMKM tidak hanya laku secara penjualan, tetapi juga kuat dari sisi legalitas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Pemko Batam berharap pola kolaborasi antara event besar dan pemberdayaan UMKM seperti ini terus diperluas. Selain mendongkrak omzet, pendekatan ini dinilai efektif mempercepat naik kelasnya pelaku usaha mikro di daerah.(*)

Artikel Sepekan Omzet Rp640 Juta, MTQH Jadi Berkah Ekonomi bagi Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Metropolis.

Embarkasi Batam Berbenah: Alur Baru Haji Dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan dan Kartu Nusuk

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat berbincang dengan jamaah haji asal Batam. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah membatasi kegiatan seremonial keberangkatan haji hanya satu kali di tiap provinsi pada musim haji tahun ini. Kebijakan itu diambil untuk menjaga kondisi fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia, yang mendominasi peserta dari Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Riau, Syafi’i, mengatakan pembatasan seremoni merupakan bagian dari strategi pelayanan berbasis kesehatan.

“Acara seremonial dibatasi hanya satu kali. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan jemaah, khususnya lansia, agar tetap prima hingga kembali ke Tanah Air,” ujarnya, Rabu (22/4).

Tema pelayanan haji tahun ini menitikberatkan pada pendekatan inklusif: ramah lansia, ramah perempuan, dan ramah penyandang disabilitas. Seluruh petugas diminta menyesuaikan layanan dengan kebutuhan jemaah yang kian beragam.

Baca Juga: 648 Jamaah dari Batam, Termuda 14 Tahun dan yang Tertua 83 Tahun

“Prioritas kita tahun ini adalah lansia, perempuan, dan disabilitas,” kata Syafi’i.

Dari sisi kuota, jemaah asal Kepulauan Riau tercatat sebanyak 10.085 orang, ditambah 10 petugas sehingga total menjadi 10.095 orang.

Sekitar 70 persen di antaranya merupakan lansia, dengan usia tertua 83 tahun dan termuda 18 tahun. Komposisi ini mendorong pemerintah menekankan pendekatan pelayanan yang lebih humanis dan adaptif.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Muhammad Syafii, mengatakan seluruh fasilitas di Asrama Haji Batam telah disiapkan sesuai standar operasional prosedur.

“Secara umum, kesiapan sudah sesuai SOP. Fasilitas telah dibersihkan dan dipastikan siap menerima jemaah,” ujarnya.

Namun, terdapat sejumlah penyesuaian alur layanan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, tahapan awal bagi jemaah yang masuk asrama dimulai dari pemeriksaan kesehatan, sebelum pembagian dokumen perjalanan.

“Selain paspor, pemerintah juga membagikan kartu nusuk identitas layanan haji di Arab Saudi lebih awal,” ujarnya.

Langkah ini diambil sebagai evaluasi dari penyelenggaraan tahun lalu, ketika distribusi kartu tersebut mengalami keterlambatan.

“Tahun lalu ada jemaah yang bahkan menjelang Arafah kartunya belum siap. Karena itu sekarang dibagikan sejak di asrama,” kata Syafii.

Setelah proses administrasi, jemaah menerima biaya hidup (living cost), gelang identitas, serta menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum diberangkatkan.

Pada kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Batam, sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dari Kepulauan Riau. Mereka berasal dari Kabupaten Lingga sebanyak 27 orang, Kabupaten Bintan 44 orang, Kota Tanjungpinang 145 orang, dan Kota Batam 145 orang, serta didampingi empat petugas haji.

Secara keseluruhan, Embarkasi Batam akan melayani 10.845 jemaah dan 100 petugas. Di tengah tingginya jumlah peserta, PPIH juga mengingatkan keluarga pengantar untuk tidak memadati area asrama. Pembatasan ini bertujuan menjaga kenyamanan dan konsentrasi jemaah menjelang keberangkatan.

“Jika jemaah sudah masuk asrama, diharapkan tidak ada lagi gangguan dari luar. Ikuti prosedur yang telah ditetapkan agar proses berjalan tertib,” ujar Syafii.

Di sisi lain, panitia mencatat dua insiden menjelang keberangkatan: satu jemaah asal Karimun meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi sakit.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aspek kesehatan tetap menjadi faktor krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” ujarnya.

Dengan dominasi jemaah lansia dan sejumlah evaluasi dari musim sebelumnya, pemerintah berupaya memastikan seluruh tahapan perjalanan haji berjalan lebih tertib, aman, dan berpihak pada kebutuhan jemaah. (*)

Artikel Embarkasi Batam Berbenah: Alur Baru Haji Dimulai dari Pemeriksaan Kesehatan dan Kartu Nusuk pertama kali tampil pada Metropolis.

Berkas Kasus Ledakan Federal II Masih Dilengkapi Penyidik

0
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Penyidik Satreskrim Polresta Barelang masih terus melengkapi berkas perkara kasus ledakan kapal tanker Federal II yang terjadi di galangan kapal kawasan Tanjunguncang, Batam. Hingga kini, proses pemberkasan belum rampung karena masih ada sejumlah dokumen yang harus disesuaikan sebelum dilimpahkan kembali ke jaksa penuntut umum.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan penyidik saat ini masih bekerja menyempurnakan materi perkara sesuai petunjuk yang diberikan pihak kejaksaan. Pelengkapan dilakukan agar berkas perkara tersebut dapat memenuhi unsur formil maupun materiil.

“Belum lengkap dan masih dalam proses pelengkapan berkas,” ujar Debby saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).

Baca Juga: Berkas Kasus Ledakan Tanker Federal II Ditargetkan Rampung Akhir April

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan ketelitian karena kasus ini melibatkan banyak korban serta sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik tidak ingin terburu-buru dalam menyelesaikan berkas perkara. Setiap keterangan saksi, hasil pemeriksaan ahli, hingga dokumen pendukung lainnya harus dirangkai secara utuh agar perkara dapat diproses sampai ke tahap penuntutan di pengadilan.

Kasus ledakan kapal tanker Federal II sebelumnya menjadi perhatian luas masyarakat Batam karena menewaskan 14 pekerja. Peristiwa tragis itu diduga terjadi akibat kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja saat proses perbaikan kapal berlangsung di area galangan.

Dalam penanganan perkara ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka yang berasal dari unsur manajemen perusahaan. Mereka diduga memiliki tanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan dan prosedur keselamatan di lokasi kejadian saat insiden maut tersebut terjadi.

Saat ini, berkas perkara masih berada di tangan penyidik untuk dilengkapi sebelum kembali dikirim ke Kejaksaan Negeri Batam. Jika seluruh petunjuk jaksa telah dipenuhi, maka proses hukum akan berlanjut ke tahap penyerahan tersangka dan barang bukti.

Polresta Barelang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan transparan. Penyidik berharap proses pelengkapan berkas dapat segera selesai sehingga perkara ledakan Federal II dapat segera disidangkan dan memberikan kepastian hukum bagi para korban maupun keluarga mereka. (*)

Artikel Berkas Kasus Ledakan Federal II Masih Dilengkapi Penyidik pertama kali tampil pada Metropolis.

44 JCH Bintan Berangkat ke Madinah, Wabup Deby Pesan Jemaah Muda Bantu Lansia

0
Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti saat menghadiri pelepasan 44 JCH asal Bintan di Aula Arafah Asrama Haji, Batam, Rabu (22/4). F. Andi untuk Batam Pos.

batampos – Sebanyak 44 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan yang tergabung dalam Kloter I Embarkasi Batam resmi diberangkatkan menuju Madinah, Rabu (22/4).

Pelepasan jemaah berlangsung di Aula Arafah Asrama Haji di Batam dan dihadiri Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti.

Dalam kesempatan itu, Deby menitipkan pesan khusus kepada jemaah, terutama yang berusia muda, agar membantu jemaah lanjut usia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Khusus kepada jemaah yang lebih muda untuk memperhatikan dan membantu jemaah yang lebih tua selama di Tanah Suci,” ujarnya.

Ia menuturkan, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan keberkahan bagi mereka yang terpilih. Karena itu, jemaah diminta menjalankan ibadah dengan niat lillahi ta’ala dan penuh keikhlasan.

“Haji bukan hanya ibadah biasa, tetapi juga ibadah fisik yang membutuhkan kesabaran dan pengendalian emosi,” katanya.

Deby juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan saling membantu antarjemaah selama berada di Tanah Suci, mengingat masa ibadah yang berlangsung sekitar 40 hari.

Jemaah diberangkatkan menggunakan pesawat dari Bandara Hang Nadim sekitar pukul 11.25 WIB menuju Madinah dan diperkirakan tiba pada pukul 17.00 WIB.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

“Kita doakan seluruh jemaah dimudahkan dan dilancarkan selama ibadah, serta kembali ke Batam pada 1 Juni 2026,” pungkasnya. (*)

Artikel 44 JCH Bintan Berangkat ke Madinah, Wabup Deby Pesan Jemaah Muda Bantu Lansia pertama kali tampil pada Kepri.

Berkas Perkara Kasus Ledakan Kapal Tangker Federal II Masih Dilengkapi Penyidik

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana
batampos – Penyidik Satreskrim Polresta Barelang masih terus melengkapi berkas perkara kasus ledakan kapal tanker Federal II yang terjadi di galangan kapal kawasan Tanjunguncang, Batam. Hingga kini, proses pemberkasan belum rampung karena masih ada sejumlah dokumen yang harus disesuaikan sebelum dilimpahkan kembali ke jaksa penuntut umum.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan penyidik saat ini masih bekerja menyempurnakan materi perkara sesuai petunjuk yang diberikan pihak kejaksaan. Pelengkapan dilakukan agar berkas perkara tersebut dapat memenuhi unsur formil maupun materiil.
“Belum lengkap dan masih dalam proses pelengkapan berkas,” ujar Debby saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan ketelitian karena kasus ini melibatkan banyak korban serta sejumlah pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik tidak ingin terburu-buru dalam menyelesaikan berkas perkara. Setiap keterangan saksi, hasil pemeriksaan ahli, hingga dokumen pendukung lainnya harus dirangkai secara utuh agar perkara dapat diproses sampai ke tahap penuntutan di pengadilan.
Kasus ledakan kapal tanker Federal II sebelumnya menjadi perhatian luas masyarakat Batam karena menewaskan 14 pekerja. Peristiwa tragis itu diduga terjadi akibat kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja saat proses perbaikan kapal berlangsung di area galangan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka yang berasal dari unsur manajemen perusahaan. Mereka diduga memiliki tanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan dan prosedur keselamatan di lokasi kejadian saat insiden maut tersebut terjadi.
Saat ini, berkas perkara masih berada di tangan penyidik untuk dilengkapi sebelum kembali dikirim ke Kejaksaan Negeri Batam. Jika seluruh petunjuk jaksa telah dipenuhi, maka proses hukum akan berlanjut ke tahap penyerahan tersangka dan barang bukti.
Polresta Barelang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan transparan. Penyidik berharap proses pelengkapan berkas dapat segera selesai sehingga perkara ledakan Federal II dapat segera disidangkan dan memberikan kepastian hukum bagi para korban maupun keluarga mereka.(*)

Artikel Berkas Perkara Kasus Ledakan Kapal Tangker Federal II Masih Dilengkapi Penyidik pertama kali tampil pada Metropolis.

Ariastuty Sirait dan Semangat Kartini: Dari Staf Biasa Hingga Deputi BP Batam

0

batampos – Semangat Hari Kartini tidak selalu hadir lewat pidato atau seremoni saja. Kadang, ia hidup di balik perempuan yang bertahan dan tidak kenal kata menyerah.

‎Di tengah lingkungan birokrasi yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki, nama Ariastuty Sirait tumbuh menjadi salah satu perempuan yang menempati posisi strategis di Kota Batam. Ia kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam.

‎Namun, posisi itu tidak datang dalam waktu singkat. Perjalanan Ariastuty, atau yang akrab disapa Tuty, justru dimulai dari masa-masa panjang yang tidak mudah. Selama 14 tahun, ia bekerja sebagai staf pemasaran di BP Batam tanpa kenaikan jabatan.

‎Perempuan yang dikenal ramah, murah senyum, dan mudah bergaul itu mengaku pernah berada di titik lelah. Namun, ia memilih bertahan dan terus berusaha keras

‎“Karier saya tidak naik-naik selama 14 tahun. Saya masih staf pemasaran saja,” kata Tuty saat berbagi kisah hidupnya dalam momentum Hari Kartini.

‎Tuty bergabung di Otorita Batam pada 2001, setelah sebelumnya bekerja sebagai Marketing Executive di PT Petrolog Harapan Abadi Semesta pada 2000 hingga 2001.

‎Ia datang dengan bekal pendidikan yang tidak sedikit. Tuty pernah menempuh Bachelor of Marketing and Hospitality Management di Edith Cowan University Australia. Ia juga menyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ibnu Sina dan S2 Manajemen di Universitas Batam.

‎Meski memiliki latar belakang pendidikan yang baik, Tuty mengaku jalan kariernya tidak langsung melesat.

‎Selama bertahun-tahun, ia hanya menjadi staf. Namun di balik posisi yang terlihat biasa itu, ia tetap dipercaya memegang berbagai tugas penting dari satu pimpinan ke pimpinan lain.

‎“Tahun 2014 baru saya mendapatkan kenaikan jabatan sebagai eselon IV atau Kasi Penyiapan Media Promosi,” ujarnya.

‎Sejak saat itu, kariernya mulai bergerak cepat. Pada 2015 hingga 2016, ia dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kasi Penyiapan Media Promosi. Kemudian pada 2016 hingga 2019, ia resmi menjabat Kasi Penyiapan Media Promosi.

‎Kariernya kembali naik saat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kasubdit Promosi pada 2019 hingga 2020. Setelah itu, ia menjabat Kepala Bagian Promosi pada 2020 hingga 2021.

‎Tahun 2021 menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya saat ia dipercaya menjadi Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam.

‎Tidak berhenti di situ, Tuty kembali mendapat promosi hingga akhirnya dipercaya menjadi Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam.

‎“Ini merupakan percepatan karier saya. Karena 14 tahun tidak jadi apa-apa dan masih staf saja. Tiga tahun setelah itu saya diangkat eselon III, lalu tiga tahun kemudian jadi eselon II,” katanya.

‎Ia mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan. “Saya bersyukur atas amanah ini,” ujarnya.

‎Perjalanan panjang itu membuat Tuty percaya bahwa kesabaran dan konsistensi adalah modal penting dalam hidup. Baginya, keberhasilan tidak harus datang cepat. Kadang seseorang memang harus menunggu lebih lama untuk sampai di waktu yang tepat

‎“Jangan menyerah. Jalani hidup ini dengan legowo, bersyukur, dan selalu memberikan yang terbaik,” katanya.

‎Sebagai perempuan yang bekerja di lingkungan yang banyak diisi laki-laki, Tuty mengaku tidak pernah merasa terintimidasi. Ia justru merasa nyaman bekerja bersama laki-laki karena sejak kecil terbiasa menjadi sosok yang tomboy.

‎“Saya nyaman bergaul sama laki-laki dan bisa jadi diri sendiri,” katanya.

‎Menurutnya, perempuan tidak perlu merasa rendah diri hanya karena berada di lingkungan yang keras. “Apapun yang laki-laki lakukan, sebisa mungkin saya berusaha bisa lakukan,” ujarnya.

‎Meski begitu, Tuty tidak menampik bahwa ia pernah diremehkan hanya karena dirinya perempuan.

‎“Pernah dong, pasti kita semua pernah mengalami,” katanya.

‎Namun, ia memilih melawan rasa diremehkan itu dengan kerja keras dan doa. “Kita doa dalam hati, Tuhan saya diremehkan, saya mau memberikan yang terbaik. Tolong Tuhan bela saya dan jangan mempermalukan saya,” katanya.

‎Baginya, doa adalah senjata paling ampuh. Ia percaya, suatu saat orang yang pernah meremehkan akan melihat sendiri hasil dari kerja keras dan ketekunan.

‎“Itulah senjata paling ampuh kalau orang meremehkan kita,” ujarnya.

‎Dalam menjalani hidup, Tuty memiliki prinsip sederhana: one step at a time.

‎“One step at a time. Satu langkah kita jalanin, satu langkah lagi kita hadapin,” katanya.

‎Prinsip itu pula yang membuatnya mampu bertahan di tengah tekanan pekerjaan, tuntutan keluarga, hingga ekspektasi publik.

‎Sebagai perempuan karier, Tuty mengakui menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga bukan hal yang mudah. Namun, ia merasa beruntung memiliki lingkungan keluarga yang sangat mendukung.

‎“Anak-anak saya sangat pengertian. Suami saya sangat pengertian. Mama saya juga pengertian. Saya banyak dibantu mereka untuk urusan anak-anak dan keluarga,” katanya.

‎Di tengah jadwal kerja yang padat, ia tetap berusaha hadir untuk keluarganya lewat hal-hal sederhana.

‎“Setiap pagi saya selalu menyempatkan diri memasak untuk anak-anak. Karena saya merasa itu bisa membunuh rasa bersalah kalau saya tidak ada di dekat mereka,” ujarnya.

‎Ia juga selalu menyempatkan diri untuk family time bersama keluarga, setidaknya sekali dalam setahun. Bagi Tuty, keluarga adalah tempat pulang yang membuat dirinya tetap kuat.

‎“Keluarga yang pertama membuat saya bahagia dan nyaman. Kedua para sahabat. Saya punya sahabat sejak zaman sekolah dan masih bertahan sampai sekarang,” katanya.

‎Di momentum Hari Kartini, Tuty merasa semangat Kartini masih sangat relevan untuk perempuan masa kini.

‎Baginya, perempuan hari ini bukan lagi soal bisa atau tidak. Tetapi soal bertahan saat keadaan terasa berat.

‎Menurutnya, Kartini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi tentang keberanian untuk bertahan, mandiri, dan tidak menyerah.

‎“Kartini itu sosok perempuan yang tidak pernah menyerah. Jadi panutan buat saya juga. Saya tidak boleh menyerah dalam hidup ini walaupun terasa sulit,” ujarnya.

‎Ia juga percaya perempuan tidak harus bekerja dua kali lebih keras dibanding laki-laki untuk diakui. Menurutnya, yang paling penting adalah memberikan yang terbaik.

‎“Kalau kita sudah memberikan yang terbaik, mau dibandingkan dengan perempuan ataupun laki-laki, tetap saja yang terbaik itu nanti yang akan dipilih,” katanya.

‎Sebagai perempuan yang kini berada di posisi strategis, Ariastuty juga menitipkan pesan kepada perempuan muda di Batam agar tidak mudah menyerah dan berani mengambil peran besar dalam hidup. Namun, ia mengingatkan bahwa perempuan juga harus berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.

‎“Bagaimanapun nanti perempuan akan menikah. Jangan salah pilih pasangan. Kalau salah pilih itu, bisa berantakan semuanya,” katanya.

‎Menurutnya, pasangan yang tepat akan menjadi pendukung terbesar bagi perjalanan karier seorang perempuan.

‎“Kalau sudah dapat pasangan yang tepat dan mendukung, perjalanan karier akan ikut berjalan,” ujarnya.

‎Di balik posisinya yang tinggi hari ini, Tuty tetap dikenal sebagai sosok yang hangat dan membumi.

‎Ia bisa bercanda dengan staf, mudah menyapa orang lebih dulu, dan tidak membangun jarak dengan lingkungan sekitarnya. Barangkali itu pula yang membuat sosoknya terasa dekat.

‎Di Hari Kartini ini, Tuty menunjukkan bahwa perempuan tangguh tidak selalu harus tampil keras. Kadang, perempuan tangguh adalah mereka yang tetap sabar, tetap tersenyum, dan tetap berjalan meski jalannya panjang.

‎Ketika ditanya siapa perempuan yang paling menginspirasinya, Tuty tidak menyebut tokoh besar. Ia justru menyebut ibunya.

‎Ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Namun, dari sanalah ia belajar tentang keteguhan, tentang cara mendukung keluarga, dan tentang bagaimana perempuan bisa menjadi kuat tanpa harus terlihat keras.

‎Selain ibunya, ia juga mengaku banyak belajar dari Li Claudia Chandra. Menurutnya, Li Claudia adalah sosok perempuan yang tidak pernah lelah dan tidak pernah berhenti bekerja untuk masyarakat.

‎“Beliau tidak kenal lelah dan tidak kenal menyerah. Itu menjadi panutan saya,” katanya.

‎Dan mungkin, empat belas tahun penantian itu adalah bukti bahwa kesabaran kadang bekerja diam-diam.

‎Bahwa tidak semua hal datang cepat. Tetapi kalau datang di waktu yang tepat, semuanya terasa layak diperjuangkan.

‎Di akhir cerita, Ariastuty hanya punya satu pesan sederhana untuk perempuan-perempuan muda di Batam.

‎“Jangan mudah menyerah,” ujarnya.

‎Karena menurutnya, bahkan ketika seseorang sudah merasa berada di titik paling rendah, selalu ada kemungkinan Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik. (*)

Artikel Ariastuty Sirait dan Semangat Kartini: Dari Staf Biasa Hingga Deputi BP Batam pertama kali tampil pada Metropolis.