
batampos – Aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau dipastikan tak mengganggu perjalanan mudik. Meski begitu, para pemudik diimbau tetap menjaga jarak agar tidak mendekat dalam radius 5 km dari lokasi.
Sebab, status Gunung Anak Krakatau saat ini sudah ditingkatkan ke level siaga. ‘’Dalam kaitannya dengan potensi bahaya saat ini adalah jarak dalam radius 5 kilometer dari pusat Gunung Anak Krakatau. Sehingga masyarakat yang ada di luar, saya kira kalau transportasi dari Merak ini, dari Jawa ke Lampung ini masih jauh. Itu puluhan kilometer, jadi relatif aman,’’ jelas kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Hendra Gunawan, kemarin (25/4).
Dia menjelaskan, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam pemantauan ketat. Badan Geologi juga telah berkoordinasi dengan semua kementerian/lembaga terkait. Seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.
Seluruh pihak sigap menangani apabila ada pergerakan ekskalasi. ‘’Ada petugas pos yang memantau 24 jam dibantu tim tanggap darurat serta juga melakukan penguatan dari sisi alat monitoring,’’ imbuh Hendra.
Kementerian ESDM ke depan akan melakukan modernisasi peralatan pemantau gunung api, yang salah satunya termasuk peralatan yang terpasang untuk memantau Gunung Anak Krakatau.
Hendra menjelaskan, kenaikan aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah terlihat secara visual sejak 15 April 2022. ‘’Baik hembusan asap, maupun tinggi letusan kolom yang bervariasi dari 1.000-2.000 meter dari muka air laut. Tiga hari terakhir sudah sampai 3.000 meter,’’ tambahnya.
Selain itu, aktivitas kegempaan gunung juga menunjukkan peningkatan. Dari catatannya, kondisi tekanan yang ada di dalam tubuh Gunung Anak Krakatau mulai terekam intensif sejak 21 April 2022. Hal itu berkorelasi dengan naiknya tinggi kolom abu yang menjadi 3.000 meter dari muka air laut.
Indikator emisi gas SO2 juga melonjak signifikan. Pada 15 April 2022, fluks gas SO2 yang dikeluarkan mencapai 68 ton per hari. Kemudian, pada tanggal 17 April naik menjadi 181 ton per hari. Lalu pada 23 April melonjak menjadi 9.000 ton per hari.
‘’Kita tidak pernah bisa memprediksi kondisi gunung, tapi yang bisa kita lihat adalah pola kecenderungan meningkat, itu yang menjadi dasar pada tanggal 24 April pukul 18.00 Badan Geologi, ditandatangani oleh Pak Kepala Badan Geologi, menaikkan status aktivitas dari Level 2 atau kita sebut Waspada menjadi Level 3 atau Siaga,’’ kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Badan Geologi Ediar Usman menambahkan, seiring dengan peningkatan status itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diimbau bisa meng-update informasi melalui aplikasi Magma Indonesia.
‘’Masyarakat yang ada di Selat Sunda tetap tenang dan tidak percaya isu mungkin muncul tapi bisa menghubungi BPBD setempat atau pun menghubungi kami, dan melihat update Magma Indonesia,’’ katanya.
Sementara itu, pada tanggal 25 April 2022 pagi hari, PVMBG melaporkan bahwa visual puncak gunung Anak Krakatau pada senin dinihari menunjukkan pijar api setinggi 100 hingga 200 m. Sementara pada pagi harinya, hanya terlihat asap tipis dengan tinggi 25 hingga 50 meter diatas puncak. Menjelang tengah hari, visual puncak tidak terpantau karena kabut.
Sementara dari pemantauan instrumen, masih terjadi lontaran material dari kawah. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani menyebut, material erupsi terdiri dari lontaran-lontaran batuan pijar yang sebarannya masih terbatas di sekitar kawah aktif. ”Sedangkan abu bisa terbawa lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.” Jelas Nia kemarin (25/4)
Sementara pada periode pengamatan Pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, asap putih teramati masih pada ketinggian 25 hingga 100 meter diatas kawah.
Nia memastikan bahwa daerah bahaya yang dapat terdampak aktivitas erupsi masih terbatas pada wilayah sekitar kawah aktif saja. Sehingga tidak berdampak signifikan pada operasi penyeberangan ferry di pelabuhan Merak-Bakauheni. “Saat ini daerah terdampak masih di sekitar kawah,” kata Nia.
Sementara Kabagops Korlantas Polri Kombespol Eddy Djunaedi menuturkan, ujicoba oneway untuk hari ini (25/4) secara umum berjalan baik lancar. Hanya ada beberapa catatan dalam ujicoba tersebut, diantaranya pemudik atau pengguna jalan belum mengetahui ujicoba ganjil genap. “Masyarakat belum mengetahui ujicoba ini,” urainya.
Karena itulah, lanjutnya, Korlantas akan mendorong sosialisasi yang lebih masif. Sosialisasi ini sangat diperlukan, apalagi prediksi puncak arus mudik ini semakin dekat. “Harus sosialisasi lebih banyak,” tuturnya.
Catatan lainnya, petugas menemukan adanya perlambatan lalu lintas di KM 10 dan KM 46 akibat dari screening kendaraan sesuai tanggal ganjil genap. Perlambatan itu terjadi sepanjang 2 km hingga 3 km. “Perlambatan ini dimulai di titik screening kendaraan sesuai ganjil genap,” jelasnya.
Namun begitu, dia menuturkan bahwa petugas akan berupaya untuk mengatasi semua hambatan dalam arus mudik. “Kami upayakan semuanya lancar,” jelasnya. (*)
Reporter: JP Group





