Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7674

Harga Telur Ayam di Batam Tembus Rp 55 Ribu per Papan

0
Telur 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi: Pedagang telur di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Harga telur ayam di Batam terus meroket. Saat ini sudah bertengger diangka Rp 55 ribu per papan, Jumat (27/5). Lonjakan harga telur ini tentunya membuat masyarakat khususnya kaum ibu-ibu semakin menjerit sebab tidak ada penurunan harga sejak hari raya Lebaran lalu.

“Sayuran juga masih mahal, sekarang telur ayam naik terus harganya. Babak belur kami masyarakat kecil ini. Gaji suami tetap saja malah berkurang semenjak Covid-19 melanda ini. Tolonglah bapak-ibu pemangku kewenangan di pemerintah untuk turun lihat ke lapangan. Susah betul kami masyarakat sekarang ini,” keluh Nurhayati, warga Batuaji yang dijumpai saat berbelanja di Pasar Fanindo, Jumat (27/5) pagi.

Baca Juga: Dua Kontainer Telur Masuk Batam, Harga Hanya Turun Sedikit

Tiga hari sebelumnya harga telur ayam masih bertahan diangka Rp 50 ribu hingga Rp 51 ribu per papan, namun sehari sebelumnya kembali naik jadi Rp 55 ribu per papan. Pedagang mengaku kenaikan ini memang dari lokasi peternak ayam sehingga pedagang juga harus menaikan harga demi usahanya tetap berjalan.

“Alasan naik kami tak tahu, harga dari sana memang sudah tinggi jadi mau tak mau di sini juga jual tinggi,” kata Didi, pedagang telur ayam di Pasar Fanindo.

Pantauan di lapangan, tidak sedikit ibu-ibu yang keliling mencari telur ayam pecah atau yang sudah tak utuh lagi agar dapat dibeli dengan harga yang murah. Namun usaha ini sia-sia sebab tak ada toko atau kios sembako yang menjual telur ayam pecah.

“Biasanya ada yang pecah dijual murah (separuh harga telur ayam normal). Tapi hari ini kosong semua. Saya hanya bisa beli perbutir saja karena anak saya suka dengan telur ayam,” ujar Nurhayati. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Harga Telur Ayam di Batam Tembus Rp 55 Ribu per Papan

0
Telur 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi: Pedagang telur di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Harga telur ayam di Batam terus meroket. Saat ini sudah bertengger diangka Rp 55 ribu per papan, Jumat (27/5). Lonjakan harga telur ini tentunya membuat masyarakat khususnya kaum ibu-ibu semakin menjerit sebab tidak ada penurunan harga sejak hari raya Lebaran lalu.

“Sayuran juga masih mahal, sekarang telur ayam naik terus harganya. Babak belur kami masyarakat kecil ini. Gaji suami tetap saja malah berkurang semenjak Covid-19 melanda ini. Tolonglah bapak-ibu pemangku kewenangan di pemerintah untuk turun lihat ke lapangan. Susah betul kami masyarakat sekarang ini,” keluh Nurhayati, warga Batuaji yang dijumpai saat berbelanja di Pasar Fanindo, Jumat (27/5) pagi.

Baca Juga: Dua Kontainer Telur Masuk Batam, Harga Hanya Turun Sedikit

Tiga hari sebelumnya harga telur ayam masih bertahan diangka Rp 50 ribu hingga Rp 51 ribu per papan, namun sehari sebelumnya kembali naik jadi Rp 55 ribu per papan. Pedagang mengaku kenaikan ini memang dari lokasi peternak ayam sehingga pedagang juga harus menaikan harga demi usahanya tetap berjalan.

“Alasan naik kami tak tahu, harga dari sana memang sudah tinggi jadi mau tak mau di sini juga jual tinggi,” kata Didi, pedagang telur ayam di Pasar Fanindo.

Pantauan di lapangan, tidak sedikit ibu-ibu yang keliling mencari telur ayam pecah atau yang sudah tak utuh lagi agar dapat dibeli dengan harga yang murah. Namun usaha ini sia-sia sebab tak ada toko atau kios sembako yang menjual telur ayam pecah.

“Biasanya ada yang pecah dijual murah (separuh harga telur ayam normal). Tapi hari ini kosong semua. Saya hanya bisa beli perbutir saja karena anak saya suka dengan telur ayam,” ujar Nurhayati. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Harga Telur Ayam di Batam Tembus Rp 55 Ribu per Papan

0
Telur 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi: Pedagang telur di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Harga telur ayam di Batam terus meroket. Saat ini sudah bertengger diangka Rp 55 ribu per papan, Jumat (27/5). Lonjakan harga telur ini tentunya membuat masyarakat khususnya kaum ibu-ibu semakin menjerit sebab tidak ada penurunan harga sejak hari raya Lebaran lalu.

“Sayuran juga masih mahal, sekarang telur ayam naik terus harganya. Babak belur kami masyarakat kecil ini. Gaji suami tetap saja malah berkurang semenjak Covid-19 melanda ini. Tolonglah bapak-ibu pemangku kewenangan di pemerintah untuk turun lihat ke lapangan. Susah betul kami masyarakat sekarang ini,” keluh Nurhayati, warga Batuaji yang dijumpai saat berbelanja di Pasar Fanindo, Jumat (27/5) pagi.

Baca Juga: Dua Kontainer Telur Masuk Batam, Harga Hanya Turun Sedikit

Tiga hari sebelumnya harga telur ayam masih bertahan diangka Rp 50 ribu hingga Rp 51 ribu per papan, namun sehari sebelumnya kembali naik jadi Rp 55 ribu per papan. Pedagang mengaku kenaikan ini memang dari lokasi peternak ayam sehingga pedagang juga harus menaikan harga demi usahanya tetap berjalan.

“Alasan naik kami tak tahu, harga dari sana memang sudah tinggi jadi mau tak mau di sini juga jual tinggi,” kata Didi, pedagang telur ayam di Pasar Fanindo.

Pantauan di lapangan, tidak sedikit ibu-ibu yang keliling mencari telur ayam pecah atau yang sudah tak utuh lagi agar dapat dibeli dengan harga yang murah. Namun usaha ini sia-sia sebab tak ada toko atau kios sembako yang menjual telur ayam pecah.

“Biasanya ada yang pecah dijual murah (separuh harga telur ayam normal). Tapi hari ini kosong semua. Saya hanya bisa beli perbutir saja karena anak saya suka dengan telur ayam,” ujar Nurhayati. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara

Wafat Usia 86 Tahun, Berikut Profil dan Kiprah Buya Syafii Maarif

0
Buya Ahmad Syafii Maarif. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

batampos – Tokoh bangsa yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia. Dia menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman, Jogjakarta.

Buya Syafii adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia. Buya Syafii lahir di Sumpur Kudus, Minangkabau pada 31 Mei 1953 dari pasangan Ma’rifah Rauf Datuk Rajo Malayu dan Fathiyah. Dia wafat pada usia 86 tahun.

Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) Negeri Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Ia juga belajar agama ke sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Sumpur Kudus setiap sore. Sementara malamnya, Buya Syafii belajar mengaji di surau yang berada di sekitar tempat tinggal.

Buya Syafii melanjutkan pendidikan ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Lintau, Sumatera Barat dan melanjutkan sekolah ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Jogjakarta.

Buya Syafii selanjutnya kuliah di Universitas Cokroaminoto Surakarta jurusan sejarah IKIP Jogjakarta. Dia melanjutkan pendidikan S2 jurusan Sejarah di Ohio State University dan S3 Pemikiran Islam di Chicago University.

Ia menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah pada tahun 1998-2005. Pemimpin Redaksi majalah Suara Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 1988-1990, Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute.

Buya Syafii pada 2008 tercatat memperoleh penghargaan Ramon Magsasay Award Foundation (RMAF), karena komitmen dan kesungguhannya membimbing umat Islam untuk menyakini dan menerima toleransi dan pluralisme sebagai basis keadilan dan harmoni di Indonesia bahkan di dunia. (*)

Reporter: JP Group

Hari Ini dan Besok Matahari Tepat di Atas Kakbah, Sesuaikan Arah Kiblat

0
ILUSTRASI: Kabah di Mekkah, Arab Saudi (Istimewa)

batampos – Matahari pada hari ini, Jumat (27/5) sampai dengan esok hari kembali melintas tepat di atas Kabah di Makkah, Arab Saudi. Fenomena yang dikenal dengan istilah istiwa azham atau rashdul qiblah ini bisa dimanfaatkan oleh umat islam untuk memverifikasi arah kiblat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Adib mengatakan, ketika matahari melintas di atas Kabah, bayangan semua benda yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke arah kiblat.

“Rashdul qiblah bisa dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat. Peristiwa alam ini terjadi pada 27 dan 28 Mei 2022 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kabah,” kata Adib kepada wartawan, Jumat (27/5).

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menjelaskan, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat. Benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus.

“Selain itu, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. Bisa juga menggunakan jam digital di ponsel masing-masing,” imbuhnya.

Berikut cara penentuan arah kiblat saat matahari melintas di atas Kabah:

1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari;

2. Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul;

3. Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG;

4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul;

5. Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut;

6. Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garus lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul;

7. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut. (*)

Reporter: JP Group

Aprilia Perpanjang Kontrak Maverick Vinales dan Aleix Espargaro

0
Maverick Vinales dan Aleix Espargaro mendapat perpanjangan kontrak 2 tahun dari Aprilia. (MotoGP.com)

batampos – Aprilia mengumumkan memperpanjang kontrak dua pembalapnya Maverick Vinales dan Aleix Espargaro.

Keputusan tersebut diumumkan menjelang balapan kandang Aprilia di MotoGP Italia akhir pekan ini.

Perpanjangan kontrak tersebut berdurasi dua tahun. Artinya, Vinales dan Espargaro akan bertahan dengan pabrikan Noale tersebut hingga akhir musim 2024.

”Konfirmasi ini benar-benar sesuatu yang diinginkan,” ujar Espargaro.

”Kami telah bekerja keras dan tumbuh bersama. Kami adalah sebuah harapan dan sekarang telah menjadi kenyataan.”

”Di 2021 kita telah melihat petunjuk yang jelas bahwa kami mengalami kemajuan. Dan sekarang kami mampu bertarung dengan tim-tim terbaik di dunia secara konsisten.”

”Melanjutkan tren ini dengan Aprilia adalah sumber kebanggaan bagiku.”

Sementara Vinales menyatakan, dengan kepastian kontrak ini tim bisa melanjutkan visi untuk mencapai target ambisius.

”Aku percaya diri dengan proyek ini dan senang menjadi bagian darinya,” ujarnya.

”Aku telah menemukan lingkungan yang luar biasa di Aprilia. Konfirmasi ini membuatku lebih tenang untuk mengembangkan tim ini.” (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Tiap Anggota DPRD Kepri Dapat Anggaran Pokir Rp6 Miliar

0

batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan pokok pikiran dewan (pokir) DPRD Provinsi Kepri yang masuk dalam struktur APBD Kepri TA 2021 mendekati pada angka Rp300 miliar. Karena setiap legislator mendapatkan pokir sebesar Rp6 miliar.

Gubkepri Ansar Ahmad

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur untuk menjawab protes Pansus LKPJ TA 2021 yang menyatakan pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Kepri dibawah kendali Gubernur Ansar tidak searah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Mantan Bupati Bintan tersebut menegaskan, Pemprov Kepri akan segera menindaklanjuti rekomendasi Pansus LKPJ, utamanya tentang kinerja OPD di lingkungan Pemprov Kepri. Setelah ini, pihaknya akan melakukan identifikasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai rendah oleh Pansus.

Kemudian, terkait program pembangunan yang mesti selaras dengan RPJMD tahun 2021-2026, orang nomor satu di Provinsi Kepri ini mengatakan, Pemprov Kepri telah berkomitmen akan mewujudkannya. Menyikapi hal itu, ia meminta dukungan kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Kepri agar dapat juga mendukung terwujudnya program-program di RPJMD tahun 2021 -2026 dengan menjalankan dana aspirasinya juga sesuai dengan RPJMD.

“Dana aspirasi (pokir, red) dewan itu tentunya mesti searah dengan RPJMD. Dana aspirasi yang diterima oleh setiap anggota DPRD Provinsi Kepri sebesar Rp 6 miliar itu, tentunya dapat membantu mewujudkan RPJMD Provinsi Kepri 2021-2026,” tegasnya.

Ditambahkannya, dana aspirasi yang jumlahnya hampir Rp 300 miliar itu bukan jumlah yang kecil. Kalau itu bisa dioptimalkan, tentu daerah tidak perlu meminjam-minjam uangkan untuk melakukan pembangunan. Pemprov Kepri dalam melakukan pembangunan tentunya harus sesuai dengan kemampuan daerah.

BACA JUGA: DPRD Kepri Tunggu Kontribusi Masif Perseroda ke PAD Kepri

“Semoga kedepan pembangunan semakin lebih baik, dan mendapatkan dukungan dari DPRD Provinsi Kepri. Sehingga program yang ada sama-sama memberikan pengaruh tercapainya target-target RPJMD Kepri 2021-2026,” tutupnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri melayangkan protes ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Lantaran arah pembangunan Provinsi Kepri tidak searah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPJMD) Kepri 2021-2026.

“Pansus LKPJ Pemprov Kepri tahun 2021, meminta Pemprov Kepri dalam menyusun dan menjalankan program pembangunan, harus sesuai dengan RPJMD Provinsi Kepri tahun 2021–2026,” ujar Wakil Ketua Pansus, Wahyu Wahyudin, Senin (23/5) lalu di Kantor DPRD Provinsi Kepri.

Ketua Komisi II DPRD Kepri tersebut menjelaskan, permintaan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan belanja daerah. Selain itu adalah untuk mengatasi permasalahan pembangunan serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepri.

Ditegaskannya, menyikapi kondisi ini, program kegiatan di masing-masing (OPD) hendaknya memperhatikan tugas dan fungsi serta isu strategis dan permasalahan pembangunan di tiap-tiap urusan. Karena dari hasil temuan Pansus terhadap LKPj Pemprov Kepri tahun 2021, kinerja anggaran pada sejumlah OPD yang sangat tinggi, namun tidak berbanding lurus dengan kinerja indikator program.

“Sehingga masih banyak program yang dilaksanakan terkesan hanya untuk seremonial penyerapan anggaran,” tegasnya. (*)

Reporter: Jailani

17 Tahun Nikah Siri, Akhirnya Tibrani- Dahlia Ikut Nikah Massal

0

batampos– 10 pasangan yang berasal dari empat kecamatan di Tanjungpinang mengikuti nikah massal. Bahkan salah satu pasangan diantaranya sudah menikah dengan dengan status nikah siri selama 17 tahun dan memiliki dua orang anak yang sudah berumur belasan tahun.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan nikah massal ini bertujuan untuk membantu warga yang kurang mampu agar dapat melaksanakan pernikahan sesuai aturan agama dan aturan negara, serta sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Sepasang pengantin pada kegiatan nikah massal beberapa saat akan ijab kabul, F. Peri Irawan

“Selama ini masih banyak ditemukan pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah, padahal status pernikahan yang tertuang dalam surat nikah merupakan legalitas hukum dan status bagi suami istri dan anak-anak mereka untuk mendapatkan hak dan kewajibannya,” kata Rustam. Rabu (25/5) kemarin.

Rustam menyebutkan, dengan adanya nikah massal dan dimilikinya buku nikah oleh setiap pasangan, diharapkan memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai bantuan pemerintah, kemudahan dalam mendapatkan pendidikan, kesehatan maupun fasilitas lainnya yang memerlukan persyaratan administrasi.

“Dari 10 pasang ini, peserta yang tertua berusia 52 tahun, dan yang termuda berumur 23 tahun,” sebutnya.

BACA JUGA: Tujuh Pasangan di Luar Nikah Dihukum Didenda Rp 250 Ribu

Sementara itu, salah satu pasangan pengantin nikah massal, Tibrani, 48, dengan istrinya Dahlia, 47, warga Batu 8, mengaku bahwa sudah menjalani rumah tangga selama 17 tahun dan memiliki 2 anak dengan status menikah siri.

“Dulu saya menikah siri tahun 2005, dahulu saya tidak mengerti mengurus surat dan terkendala biaya,” kata Tibrani.

Saat ini anak pertamanya sudah berusia 16 tahun dan anak kedua berusia 13 tahun. Tibrani mengaku sangat bersyukur dengan kegiatan nikah massal itu sebab saat ini memang terkendala dengan biaya untuk menyelenggarakan menikah resmi.

“Walaupun menikah siri, selama ini saya tidak pernah terkendala pengurusan data kependudukan, seperti akta, kartu keluarga dan lainnya,” tuturnya. (*)

reporter: Peri

Alumni FK Unand Gelar Halal Bihalal di Batam

0
unand
Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Kepri melaksanakan acara halal bihalal di Nongsa Point Marina, Nongsa. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Kepri melaksanakan acara halal bihalal di Nongsa Point Marina, Nongsa, Kamis (26/5/2022).

Ketua Panitia dr. Fajri Israq, SH, MH, MARS mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun kekompakan serta mempererat tali silahturahmi alumni Fakultas Kedokteran Unand.

“Acara halal bihalal ini digagas oleh senior-senior alumni agar outdoor. Tujuannya adalah silaturahmi dan wadah merajut kebersamaan dan kekompakan Alumni FK Unand,” ujarnya.

Acara ini diisi dengan berbagai permaianan. Mulai dari yel-yel, lomba mencari barang dan membuat kerajinan, tarik tambang, balon dancing, dan banyak acara menyenangkan lainnya.

“Dengan momentum halal bihalal ini diharapkan memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan saling memaafkan setelah kita berpuasa selama satu bulan,” terangnya.

Ketua Alumni FK Unand KEPRI, dr. Erman, Sp.A. menyebutkan, jumlah anggota alumni FK Unand di Kepri, lebih kurang 150 orang. Alumni FK Unand di Kepri tersebar dengan berbagai jabatan. Seperti Kepala Dinas Kota Batam, Direktur RS dan tenaga fungsional dengan berbagai spesialisasi.

“Jumlah peserta yang hadir total 135 orang mulai dari dokter umum dan dokter spesialis yang bertugas di Kepri. Terimakasih banyak pada senior-senior atas donasinya dalam menunjang kegiatan ini,” ungkap dr. Erman yang saat ini bertugas di RSUD Embung Fatimah Batam dan RS Awal Bros Batam.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr. Didi Kusmarjadi SpOG, MM yang juga alumni FK Unand berharap dengan acara ini semakin menjaga kekompakan Alumni FK Unand.

Melalui kegiatan ini ia berpesan agar para alumni FK Unand tetap berperan dalam pembangunan kesehatan di Kepri.

“Bersama-sama kita bangun dan majukan pembangunan kesehatan di Kepri ini,” pungkasnya.

Hadir dalam acara Ketua Alumni, Pengurus dan Anggota, Dokter Spesialis dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam.

Acara yang diadakan dari pagi itu, diawali dengan pembukaan, game hingga doorprize. Acara dibuka oleh dr. Desi Atry, MH dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh dr. Harri Fajri Zisoni. Di akhir acara, juga banyak doorprize menarik, hampir semua mendapat doorprize.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Biaya Perizinan di Kepri Masih Mahal

0
BP Batam izin online
Ilustrasi: BP Batam mensosialisasikan perizinan sektor transportasi kepelabuhanan kepada 100 pelaku usaha di gedung PDSI BP Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri meminta pemerintah daerah Kota/ Kabupaten di Kepri memberikan relaksasi bagi pengusaha dan calon investor. Kadin lewat program BBK Murah sudah memulainya dengan memberikan sewa lahan gratis selama lima tahun kepada investor yang hendak menanamkan modalnya di Kepri.

“Jadi Kadin Kepri sudah memfasilitasi mempermudah para investor untuk berinvestasi di Kepri. Saat ini kami Kadin Kepri memiliki Program BBK Murah yang kami rasa sangat membantu untuk menarik investor masuk ke Kepri,” Kata Ketua Kadin Kepri, Ahmad Ma’ruf Maulana, Kamis (26/5).

Ma’ruf mengatakan, saat ini banyak calon investor yang berdiskusi dengan Kadin. Salah satu yang ditanya adalah masalah pelayanan perizinan dan kenyamanan dalam berusaha di Kepri.

“Makanya kita sampaikan bahwa lewat program BBK Murah, Kadin siap mensupport. Tetapi perlu diingat bahwa program sewa lahan gratis 5 tahun ini dan dukungan perizinan ini bagi investor dengan nilai investasi minimal Rp 250 M,” ujarnya.

Program ini sudah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kepri. Bahkan Kadin Kepri sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pemerintah.

“Terbaru adalah FGD dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri, Rabu lalu,” katanya.

Menurut Ma’ruf saat ini masih banyak pengusaha yang terkendala karena masih tingginya biaya perizinan. Padahal sebenarnya, pemerintah justru harus memberikan kemudahan bagaimana agar calon investor dari dalam dan luar negeri bisa semanat masuk Kepri.

“Setahu saya, untuk biaya pengurusan UKL-UPL yang di dalamnya termasuk rekom kelayakan saja sudah memakan biaya mahal. Belum lagi untuk andalalin yang berada di jalan nasional bisa habisin biaya sebesar Rp 160 juta. Kalau dihitung-hitung untuk perizinan saja sudah habis hampir 210 juta,” sebutnya.

“Bukan hanya itu, Dokumen UKLUPL, air limbah ke permukaan badan air, survey rona awal, andalalin dengan status jalan nasional dan izin lingkungan, belum lagi jika lebih dari 300 unit mesti ada kajian air limbah ke badan air dengan biaya 15 juta/unit. Ya kalo ditotalin ratusan juta untuk perizinan saja,” ungkap Ma’ruf.

Kondisi Covid-19 yang sudah semakin membaik harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk memulihkan perekonomian di Kepri, khususnya Kota Batam sebagai kota industri. Saat yang tepat untuk menarik investasi sebanyak-banyaknya ke Kepri.

“Jadi kalau banyak relaksasi atau kemudahan-kemudahan dalam berinvestasi, Batam khususnya akan diminati investor asing. Letak Batam yang sangat strategis sangat mudah dipromosikan ke calon investor. Tetapi itu tadi, kemudahan berinvestasi seperti biaya yang murah harus diberikan pemerintah daerah,” katanya.

Untuk menjemput calon investor, Kadin Kepri rencananya pada bulan Juli atau Agustus akan berkunjung ke Jepang dan Amerika untuk mempromosikan Program BBK Murah dengan harapan
dapat menarik para investor dari kedua negara tersebut.

“Insya Allah saya mewakili Kadin Kepri akan mengunjungi Jepang dan Amerika pada bulan Juli atau Agustus mendatang, untuk mempromosikan Program BBK Murah kepada investor disana. Kami berharap dengan adanya program ini, para investor di kedua negara tersebut akan berinvestasi di Kepri,” ucap Ma’ruf.

Sementara itu, Anggota DPRD Kepri Onward Siahaan mengapresiasi Kadin Kepri yang mau bergerak jemput bola dan promosi Batam atau Kepri pada umumnya ke negara lain. Menurutnya, sudah saatnya semua pemangku kepentingan bergandengan tangan untuk memulihkan perekonomian di Kepri.

“Covid sudah mulai reda. Ini momentum bagi kita semua untuk sama-sama bergerak demi Kepri yang lebih maju. Dan memang saya berharap juga pemerintah daerah se Kepri, termasuk Pemprov Kepri harus memberikan dukungan penuh kepada pengusaha dengan cara mempermudah birokrasi dan pelayanan perizinan,’ katanya. (*)

 

Reporter: JPGroup