Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7801

34 Petani di Mukomuko, Bengkulu Ditangkap Polisi

0

batampos- 34 warga atau petani yang tergabung dalam perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (PPPBS) di Mukomuko, Bengkulu ditangkap polisi. forum kepala desa di daerah itu pun mempertanyakan dasar hukum penangkapan warga tersebut.

“Belum jelas kronologis dasar menangkap warga. Berdasarkan informasi jumlah warga yang ditangkap 34 orang, daftar nama yang kami tahu sebanyak 20 orang,” kata Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Mukomuko, Dahri Iskandar, dalam keterangannya di Mukomuko, Jumat.

Puluhan warga yang tergabung dalam perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (PPPBS) di Kabupaten Mukomuko, Kamis (12/5/2022) ANTARA/HO-Istimewa

Dahri Iskandar yang juga Kepala Desa Talang Baru, Kecamatan Malin Deman mengatakan hal itu terkait penangkapan sekitar 34 orang warga, termasuk warganya yang sedang panen massal tandan buah segar kelapa sawit di lokasi PT BBS oleh petugas gabungan dan Brimob.

Menyikapi kejadian penangkapan terhadap sebagian dari 34 orang warga tersebut, ia menyatakan, sebagai ketua forum kades, tergantung dengan kades lain yang warganya juga ditangkap polisi.

Dengan adanya momen penangkapan warga dengan skala besar seperti ini, ia menyarankan, sebaiknya “off” atau berhenti dahulu seluruh aktivitas di lokasi PT BBS.

“Kita serahkan pemerintah menyelesaikan, mau pembentukan tim gabungan. Sebelum ada titik penyelesaian jangan ganggu dulu..Kecuali masyarakat yang punya garapan tanaman di dalam lahan itu jangan diganggu, kalau tanah tumpang tindih, itu dikatakan ‘status quo’,” ujarnya.

Ia menyatakan, intinya masyarakat minta kepastian hukum, minta rasa keadilan kepada pemerintah pemegang kebijakan, pemerintah desa pegang kebijakan di bawah kalau tidak ada ajakan dari atas.

Ia menjelaskan, lahan PT BBS yang yang dikomplain baik oleh warga maupun PT Daria Darma Pratama, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah adalah lahan yang masih konflik, lahan yang dikategorikan oleh BPN ATR lahan terlantar.

BACA JUGA: Baru 55 dari 75 Perusahaan Industri yang Memproduksi Minyak Goreng Sawit Curah Bersubsidi

“Kalau saya menyikapi tergantung dengan kades lain, tetapi saya sebagai ketua forum mari menghadap Bupati dan Kapolres minta diselesaikan, dan warga tolong dilepas,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jangan berarti penangkapan dengan skala besar ini ini membuat warga takut, justru ini menjadi “bom” waktu.

Menanggapi penangkapan warga tersebut, Kasat Reskrim Kepolisian Resor Mukomuko Iptu Susilo dalam keterangannya mengatakan warga tersebut dalam perjalanan dari wilayah Kecamatan Ipuh ke Mapolres setempat. (*)

reporter: antara

Holywings Resmi Dibuka di Kota Batam

0

batampos- Brand bisnis yang bergerak di sektor usaha makanan dan minuman Holywings secara resmi membuka outlet ke 39 dan 40 di Kota Batam, Kamis (12/5) sore.

Peresmian Holywing Club dan Holywings Bar Batam ini hadiri Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea selaku investor Holywings dan beberapa orang investor Holywings lainnya.

7dc8b91c 939d 4988 b993 c8272a4473e4 e1652411624705
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea sat peresmian Holywing Club dan Holywings Bar Batam

Pendiri Holywings Grup, Eka Setia Wijaya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak hingga diresmikannya outlet Holywings yang ke 39 dan 40 di Batam. “Kita harap, kita dapat memberikan hiburan baru di Kota Batam,” ujarnya.

Salah satu Pemegang saham Holywings, Andrew berharap dengan diresmikannya Holywings Batam, pariwisata di Kota Batam dapat lebih meningkat.

Meskipun di Batam telah banyak Club, Bar maupun Resto, Holywings diharapkan bisa memenuhi harapan dari masyarakat Kota Batam maupun turis asing nantinya.

“Yang biasanya dua hari bisa menjadi tiga hari karena Holywings sehingga memajukan ekonomi nantinya,” tuturnya.

BACA JUGA: Ada Hiburan, Pawai Takbir di Batam akan Digelar Meriah

Sementara itu, Hotman Paris mengatakan, selama 36 tahun karirnya sebagai lawyer internasional, dirinya mengakui jika Holywings merupakan Club yang punya outlet sebanyak 40. Ia menargetkan, 100 outlet akan berdiri di seluruh Indonesia.

“Bahkan juni ini kita akan meresmikan Beach Club terbesar di dunia, di Canggu Bali,” katanya.

Ia mengungkapkan, keberhasilan Holywings membuka puluhan outlet di kota-kota besar karena konsepnya berbeda dibandingkan dengan Club atau Bar lainnya. Sebab, Holywings selama ini lebih mengusung konsep untuk keluarga dan tidak ada pelanggaran hukum.

“Kalau pejabat ke Bar, itu biasanya segan karena berbau negatif. Seolah-olah Bar itu alkohol, cewek dan narkoba. Kalau Holywings itu, dengan konsepnya seperti ini, malah pejabat yang datang sama keluarganya karena memang tidak menunjukkan pelanggaran hukum yang berbau erotisme maupun narkoba. Semua total bersih (dari pelanggaran hukum),” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan kehadiran dari Holywings Batam ini bisa mengangkat kembali pariwisata Kota Batam. Sebab, Hotman mengaku banyak Warga Negara Indonesia di Singapura yang menghubunginya langsung untuk mendapakan reservasi.

“Tapi tidak bisa saya bantu karena semua sudah sold. Sampai sekarang saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak muda (pemegang saham Holywings) yang penampilannya selalu sederhana,” katanya. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

Penyakit Mulut dan Kuku Berdampak pada Stok Sapi Idul Adha

0

 

batampos – Meski sebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) masih terjadi, namun hal itu diyakini tak mengganggu stok dalam waktu dekat. Ketua Umum Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi), Asnawi, menuturkan, hingga saat ini belum ada dampak yang dirasakan di sektor penjualan dan pemotongan daging. Sebab, kasus PMK mayoritas ada di Jatim.

“Memang Jatim sebagai (salah satu) pemasok sapi terbesar di Indonesia yang memasok menyebar di wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Banten, dan Jabar. Cuma, kontribusinya tidak besar,’’ ujarnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), Kamis (12/5/2022).

DOKTER hewan meme-riksa kese-hatan sapi di salah satu lokasi peternakan di Jakarta, Kamis (12/5).
F. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Asnawi menyebut, pangsa pasar sapi Jatim ada di Kalimantan, Sumatra, Medan, Lampung, Padang, Jambi, dan lainnya. Sedangkan, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, sapi-sapi yang dipasok harus bersaing dengan pemasok lainnya, terutama pasokan dari impor.

“Sehingga, kapasitas jual Jatim kemari (Jakarta dan sekitarnya) tidak terlalu tinggi,’’ jelasnya.

Dia menuturkan, sejak sapi impor masuk tiga dasawarsa lalu, kebutuhan sapi impor untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya terus meningkat. Dari sebelumnya 60 persen menjadi 93 persen. Sehingga, mayoritas kebutuhan daging sapi di wilayah tersebut diperoleh dari sapi impor dari Australia.

Artinya, di Jabodetabek hingga saat ini belum ada dampak dari kasus PMK yang terjadi.

“Dampaknya baru di Surabaya dan Jatim,’’ imbuhnya.

Terkait dengan momen Idul-adha yang jatuh pada Juli mendatang, Asnawi menyebut, kemungkinan akan ada dampak. Sebab, biasanya akan ada sapi pasokan dari Jatim yang dipasok ke berbagai wilayah.

Namun, kondisi lockdown tentu juga diperhitungkan. “Meski di-lockdown bisa diantisipasi (dapat) sapi dari daerah lain. Kalau dari Jatim itu bisa dapat sapi dari Madura, sapi Madura masuk kategori kebutuhan kurban ke Jabodetabek. Karena dari spek timbang hidupnya masuk kate-gori nilai jual tinggi,’’ jelasnya.

Asnawi melanjutkan, pada momen kurban, masyarakat cenderung mencari sapi dengan spek harga di bawah Rp 20 juta. Saat ini, spek sapi di bawah Rp 20 juta sangat minim dicari. Kini, kisaran harganya ada di Rp 21 – Rp 23 juta.

“Itu harga minimal. Di atas itu ya lebih mahal. Bobot hidupnya kisaran 250-300 kg. Mengapa mahal? Karena sekarang juga terjadi kenaikan harga,’’ tuturnya.

Asnawi memerinci, ada kenaikan harga hewan kurban untuk momen Iduladha tahun ini. Untuk sapi dan kerbau terjadi kenaikan 33 persen, dari harga sebelumnya Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 80 ribu/kg. Kemudian untuk domba juga naik 33 persen, dari harga Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 80 ribu/kg. Kambing juga terjadi kenaikan 43 persen, dari harga Rp 70 ribu/kg menjadi Rp 100 ribu/kg.

Asnawi menuturkan, untuk momen kurban, sapi impor dari Australia belum termasuk kategori bisa dikurban. Sebab, secara hukum syariat harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan.

“Jadi, sejauh ini dampak PMK ini belum berdampak. Nanti kemungkinan untuk Iduladha akan berdampak, tapi dari sisi harga saja. Karena dari sisi pasokan ini cukup. Selain dari Jatim, pasokan juga bisa dari daerah lain kok,’’ jelas Asnawi. Terkait kondisi ke depan, dia memandang, kondisi PMK masih bisa dikendalikan dengan baik. Sebab, PMK yang terjadi saat ini tidak separah seperti yang terjadi pada tahun 1887 silam.

Dengan langkah-langkah dan edukasi, Asnawi berharap hal itu bisa mempercepat usainya kasus PMK. “Mudah-mudahan tidak terlalu lama bisa selesai kasusnya dan aman kembali,’’ katanya.

Sementara itu, reaksi dari pelaku industri peternakan punya reaksi beragam terhadap perkembangan isu wabah PMK sapi. Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif, kepanikan belum terjadi di pedagang daging di Surabaya. Hal tersebut dikarenakan pasokan Surabaya kebanyakan datang dari Malang, Probolinggo, dan Madura.

’’Di tingkat RPH sendiri, pemerintah kota sudah mengecek setiap sapi yang ingin dipotong. Dan sampai kemarin malam (11/5), belum ada yang terdampak wabah PMK,’’ paparnya, Kamis (12/5).

Sampai saat ini, dia merasa bahwa arus pemotongan sapi di Surabaya sendiri masih stabil. Menurutnya, RPH di Surabaya sendiri biasanya memotong 130 ekor per hari. Kondisi tersebut diharapkan bisa bertahan sampai Idul Adha.

Sementara itu, Ketua Kelompok Peternak Sapi Potong Bumi Peternakan Wahyu Utama, Joko Utomo, justru merasakan kepanikan. Pasalnya, anggotanya sudah mulai merasakan hambatan besar. Dia mengaku bahwa pasar hewan Kerek, Tuban, tak beroperasi. Hal tersebut karena pembeli ragu untuk membeli ternak.

’’Padahal, dari dinas peternakan kabupaten sudah meme-riksa ternak di sana. Dan semua dinyatakan bebas PMK,’’ paparnya. Sebagai hasil, dia me-ngatakan peternak sapi yang sudah berhasil menjual ternaknya selama masa lebaran menolak untuk mengisi kandang mereka. Kebanyakan memilih untuk menyimpan uang mere-ka sampai wabah mereda.

Joko menegaskan bahwa hal tersebut bisa melahirkan risiko yang besar. Karena dengan berkurangan daging lokal, arus daging impor pastinya semakin kencang. Di saat wabah mereda, peternak yang ingin berusaha lagi pun ragu karena harga mereka bakal jatuh digempur daging impor.

’’Kalau begini, jangan mimpi bisa swasembada daging sapi,’’ tegasnya.

Dia berharap pemerintah bisa bertindak sesuai dengan kondisi. Peternak di wilayah yang memang tidak terdampak seharusnya bisa tetap menyalurkan sapinya dengan beberapa syarat. Misalnya, verifikasi bebas PMK.

Dia menceritakan salah satu kisah order dari manufaktor vetsin hilang. Hal tersebut karena pihak manufaktur meminta ada bukti bahwa sapi lokal milik kelompok Joko bebas PMK. Namun, pemerintah sendiri tak mau memberikan sertifikasi untuk sementara itu. ’’Akhinya, order satu ton daging sapi bulan ini dibatalkan. Kalau begini, nanti rakyat sendiri yang susah,’’ ujarnya. (*)

Gubkepri Serius Garap Kelanjutan Penataan Gurindam 12

0

batampos – Penataan kota Tanjungpinang khususnya di kawasan Gurindam 12 menjadi perhatian utama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad. Dirinya berkomitmen menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut di periode kepemimpinannya.

Dalam rapat yang dipimpin oleh dirinya di Ruang Kerja Gubernur Kepri, Kamis (12/5), Gubernur Ansar menekankan kepada jajaran OPD-nya untuk serius menyelesaikan tahap akhir kawasan Gurindam 12.

Gubkepri Ansar Ahmad memimpin rapat Kelanjutan Penataan Gurindam 12

Penyelesaian tahap akhir kawasan Gurindam 12 meliputi pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, gedung Dekranasda Kepri, pembangunan etalase untuk brand makanan lokal, dan stand UMKM. Direncanakan Detail Engineering Design (DED) site plan seluruh kawasan Gurindam 12 bisa dikerjakan di APBD Perubahan tahun 2022. Sementara pengerjaannya bisa dimulai di awal tahun 2023.

“Kita harus kerja simultan, supaya nanti di akhir tahun yang mana bisa selesai, kita selesaikan,” kata Gubernur Ansar.

Sementara terkait dengan relokasi pedagang UMKM di Anjung Cahaya ke Gurindam 12. Gubernur Ansar mengakui pihaknya siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Gubernur Ansar menjanjikan luas lahan yang akan ditempati pedagang UMKM di Gurindam 12 akan sama dengan yang mereka tempati sebelumnya di Anjung Cahaya.

“Kita akan segera kirim tim perwakilan ke ibu Rahma (Walikota Tanjungpinang) untuk bisa menjelaskan bagaimana pola tata ruang yang akan dikerjakan di Gurindam 12,” kata Gubernur Ansar.

Menurut Gubernur Ansar, koordinasi dan kerjasama antara Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang sangat dibutuhkan untuk penataan kota Tanjungpinang. Sebab tidak hanya penyelesaian kawasan Gurindam 12, Pemprov Kepri menganggarkan banyak proyek penataan Kota Tanjungpinang. Seperti pengerjaan jalan menuju bandara Raja Haji Fisabilillah, penataan kawasan kota lama Tanjungpinang, pengerjaan flyover menuju pulau Dompak, pembuatan Tugu Bahasa, hingga penataan Akau potong lembu.

Gubernur Ansar juga menginstruksikan agar setiap proyek yang sudah diselesaikan agar tetap dirawat dengan baik. Dia akan membentuk tim khusus untuk merawat kebersihan dan pemeliharaan setiap proyek yang dikerjakan Pemprov Kepri.

“Kita setiap pengerjaan proyek harus dipikirkan juga tentang perawatannya, kita bantu Pemko untuk petugas kebersihan dan petugas pemeliharaannya,” tegas Gubernur Ansar.

Pada rapat tersebut Gubernur Ansar juga membahas perkembangan revitalisasi pulau Penyengat. Dirinya mengingatkan untuk berhati-hati mengerjakannya bangunan cagar budaya namun tidak serta merta membuat pengerjaan revitalisasi pulau Penyengat menjadi lamban. Ia menegaskan di akhir tahun ini seluruh proyek tersebut harus terlihat kemajuannya.

“Tanjungpinang jangan tanggung-tanggung kalau mau kita jadikan kota city tour atau kota destinasi wisatawan asing,” tutur Gubernur Ansar. (*)

Warga Antusias Menonton Upacara Pembukaan SEA Games 2021

0
Suasana antrean penonton upacara pembukaan SEA Games Vietnam di depan pintu masuk Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Kamis (12/5/2022). (ANTARA/Arindra Meodia)

batampos – Animo masyarakat Hanoi dan para pendukung tuan rumah yang ingin menonton langsung upacara pembukaan SEA Games Vietnam cukup tinggi, terlihat dari antrean panjang yang mengular di depan pintu gerbang stadion My Dinh, Hanoi, Kamis petang.

Penonton mulai berdatangan pada pukul 18.00 waktu setempat, dan antrean di pintu gerbang tampak semakin padat pada pukul 19.00 ketika pintu masuk stadion dibuka, atau satu jam menjelang dimulainya upacara pembukaan SEA Games Vietnam.

Meski antrean mengular, para penonton dengan tertib memasuki gerbang masuk stadion dengan melalui metal detector. Petugas keamanan juga memberlakukan sistem buka tutup di tiga titik pintu masuk.

Beberapa warga yang menonton tampak mengenakan kaos warna merah dan bendera bintang warna kuning di dada mereka, sama seperti bendera negara Vietnam.

Ada pula yang membawa bendera kecil di tangan mereka untuk mendukung para atlet yang akan bertanding.

Sementara itu, tak sedikit penonton yang berhenti di depan maskot SEA Games Seola untuk berfoto bersama.

Semua kalangan tampak tak ingin melewatkan pembukaan pesta olahraga dua tahunan antara negara Asia Tenggara. Terlebih, SEA Games sempat ditunda setahun karena pandemi COVID-19.

Sepasang kakek dan nenek tampak berjalan bersama dengan ditemani anaknya. Banyak pula orang tua yang menggandeng anak-anak mereka untuk menyaksikan SEA Games Vietnam.

SEA Games secara resmi dimulai pada 12-23 Mei 2022 dengan mempertandingkan 40 cabang olahraga, tetapi beberapa cabang olahraga sudah mulai sejak 6 Mei lalu.

Pembukaan SEA Games 2021 digelar di Stadion Nasional My Dinh, Kamis malam, sekitar pukul 20.00 waktu setempat dibuka oleh Perdana Menteri Vietnam Pham Min Chinh.

Ada 11 negara di Asia Tenggara yang mengikuti SEA Games, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Myanmar, Brunei Darussalam, Indonesia, Laos, Timor Leste, dan Vietnam selaku tuan rumah. (*)

 

Reporter: Antara

Kasus Penyelundupan Sabu 107,258 Kg, 5 Terdakwa Minta Tak Dihukum Mati

0
sabu kepri antara 750x481 1
Ilustrasi: Polda Kepri mengungkap kasus peredaran 107,258 Kg narkotika jenis sabu di Batam, Senin (20/9) (ANTARA/ Naim)

batampos – Lima terdakwa sindikat narkoba jaringan internasional memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Mereka berharap dapat hukuman yang adil dan terbebas dari hukuman mati.

Permohonan keringanan hukuman itu disampaikan para terdakwa dan kuasa hukum terdakwa dalam sidang beragendakan pledoi. Para terdakwa memohon keringanan hukuman secara lisan. Dimana mereka berharap terbebas dari hukuman mati.

Permohonan hukuman secara lisan disampaikan para terdakwa secara bergantian. Bahkan, diantara para terdakwa ada yang menangis dikarenakan ada tanggungan keluarga dan berjanji akan mengulangi lagi perbuataanya.

Atas pledoi terdakwa, Jasa Penuntut Umum (JPU) Amanda meminta waktu untuk memberi tanggapan atau replik atas pledoi. Hakim pun menunda sidang hingga satu minggu kedepan dengan agenda replik.

Kuasa Hukum 4 terdakwa (Agus Zainul, Rafli Absar, Erik Anderson dan Herdiana) Christopher Silitongga menjelaskan para terdakwa telah menyesali perbuataanya. Karena itu, mereka berharap hukuman yang adil dan terbebas dari tuntutan mati.

Beberapa poin alasan mereka minta keadilan hukuman, karena bukan pemilik barang bukti. Para terdakwa juga tidak mengetahui secara persis barang bukti yang mereka selundupkan adalah 107 kilogram sabu.

“Para terdakwa ditawari membawa barang, namun tak dijelaskan secara spesifik jika yang dibawa itu adalah 104 kg sabu. Mereka mengakui, dan baru tahu jika barang bukti saat pengeledahan oleh pihak Beacukai,” ujar Christopher.

Tak hanya itu, lanjutnya, para terdakwa juga punya tanggungan keluarga. Serta berjanji akan berubah dan tak mengulangi perbuatanya.

“Intinya para terdakwa mengakui dan menyesali. Mereka minta diberi waktu untuk memperbaiki diri,” jelas Christopher.

Sebelumnya, lima terdakwa sindikat narkoba jaringan internasional dituntut mati oleh Kejaksaan Negeri Batam. Kelima terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun sebelum menjatuhkan hukuman, jaksa punya pertimbangan dari hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan diantaranya perbuatan terdakwa dapat merusak generasi bangsa. Perbuatan terdakwa tidak mendukung gerakan pemerintah untuk memberantas peredaran dan memerangi penyalahgunaan narkotika. Perbuatan terdakwa merupakan sindikat jaringan internasional peredaran narkotika dari Malaysia ke Indonesia, serta jumlah barang bukti narkotika yang sangat banyak. Hal meringankan tidak ada.

Kasus penyelundupan sabu seberat 107,258 Kg ini merupakan hasil penindakan dari Polresta Barelang dan DJBC Kepri pada 5 September 2021 lalu.

Penyelundupan ratusan Kg sabu oleh sindikat peredaran narkotika jaringan internasional ini menggunakan modus baru, yakni para pelaku berpura-pura menjadi pemancing dengan menggunakan kapal mewah cepat. Barang bukti 107,258 Kg sabu ini ditaksir memiliki harga sekira Rp 128 Miliar. (*)

 

Reporter : Yashinta

Buruh: Segera Revisi UMK Batam 2021

0
buruh
Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Batam melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD dan Wali Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Batam melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD dan Wali Kota Batam. Mereka menuntut agar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad segera merevisi UMK Batam 2021.

Dalam aksinya, mereka membawa 7 poin tuntutan. Mereka menolak revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

Karena, revisi tersebut untuk melegalkan metode Omnibus Law UU Cipta Kerja tanpa memberbaiki substansi UU Cipta Kerja. Selain itu, mereka juga menolak UU Cipta Kerja dan meminta agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja dan dikembalikan ke Substansi UU Nomor 13 Tahun 2003.

Ketiga, menolak revisi UU Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Selanjutnya, ratifikasi konvensi ILO nomor 190 tentang penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.

Kelima, tolak upah murah dan outsourcing. Keenam, revisi SK 2021 Kota Batam dengan menetapkan UMK 2021 Kota Batam sesuai putusan MA atas ditolaknya kasasi.

Dan tuntutan terakhir, realisasikan Pengadilan Hubungan Industrian (PHI) di Kota Batam. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KSPSI, Andi Jamaludin, mengatakan, tuntutan utama dari aksi kemarin meminta ke DPRD Kota Batam untuk mendorong revisi UMK Kota Batam tahun 2021.

Sebab, Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi yang dilakukan oleh Gubernur Kepri.

”DPRD kami minta juga untuk mengawal itu, agar segera gubernur menetapkan SK yang baru dan merapel sisa utang pemerintah kepada buruh,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, buruh Kota Batam menggugat SK Gubernur Kepri yang menetapkan UMK Kota Batam tahun 2021 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang.

Dalam SK UMK 2021, Gubernur Kepri, menaikkan UMK Kota Batam sebesar Rp 20.651. Sementara menurut buruh, penetapan kenaikan upah sebesar Rp 20.651 itu tidak sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015. Seharusnya, upah naik sekitar Rp 114.000.

Gugatan buruh kemudian dikabulkan oleh PTUN Tanjungpinang yang kemudian dikuatkan dengan putusan PTUN Medan. Atas putusan PTUN Tanjungpinang serta PTUN Medan itu, Gubernur mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Namun, kasasi yang diajukan oleh gubernur itu ditolak oleh MA dan membatalkan SK Gubernur terkait dengan penetapan UMK Kota Batam tahun 2021.

”Yang paling utamanya itu, kemudian yang lain terkait dengan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya PHI di Kota Batam, agar tidak membenani pekerja yang mempunyai permasalahan dalam bidang Ketenagakerjaan.

”Kami minta DPRD Kota Batam untuk kawal terus. Bila perlu DPRD Batam ikut mengawal mengenai SK yang telah ditolak MA itu. Agar Gubernur segera mengeluarkan SK baru untuk UMK 2021,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, mengatakan, mengenai tuntutan dari buruh terkait revisi UU Cipta Kerja merupakan wewenang pemerintah pusat dan DPR RI bukan daerah.

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemko Batam dan menyurati ke provinsi hingga pusat.

”Maka nanti ini akan kita bantu untuk menyampaikan ke level lebih tinggi ke provinsi dan juga pemerintah pusat itu yang paling utama,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan PHI yang selama ini ada di Tanjungpinang, menurut Aman, hal itu perlu ditindaklanjuti. Sebab, kasus ketenagakerjaan di Kota Batam cukup tinggi.

”Ketika ada permasalahan antara pekerja dengan perusahaan, mereka ingin persoalan ini tuntas sampai PHI. Mereka berat di transportasi,” kata Aman.

Selain itu, buruh juga meminta agar ada pertemuaan tiga bulan sekali antar buruh, pemerintah dan DPRD Kota Batam. Hal ini menurut Aman merupakan suatu yang baik dan pihaknya akan menjadwalkan agenda tersebut. Sehingga, persoalan buruh bisa terselesaikan dengan baik.

”Saya tadi merespons dengan baik kapan saja dan makanya nanti kita agendakan secara periodik untuk berdiskusi,” imbuhnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Kedubes Amerika Promo Keberagaman dengan Polibatam

0
Polibatam Kedubes Amerika Jumat 13 Mei 2022 scaled
Uuf Brajawidagda; Abbey Jorstad; Cannata; Lusia Efriani; Ahmad Riyad Firdaus; para dosen dan mahasiswa Polibatam, foto bersama usai seminar Diversitas di Amerika Serikat (AS) di gedung Technopreneur Centre Polibatam, Batam Kota, Jumat (12/5/2022). F Polibatam

batampos – Kantor Konsulat Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) dan Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melaksanakan seminar Diversitas di Amerika Serikat (AS) di lantai 3 gedung Technopreneur Centre Polibatam, Batam Kota, Jumat (12/5/2022).

Dalam seminar guna mempromosikan keberagaman Amerika kepada civitas academica Polibatam itu dihadiri Staf Ekonomi Kedubes AS di Jakarta, Abbey Jorstad dan Cannata, Direktur Politeknik Negeri Batam, Uuf Brajawidagda ST MT PhD; Alumni International Visitors Leadership Program (IVLP) Lusia Efriani; Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ahmad Riyad Firdaus SSi MT PhD; dan lainnya.

Di hadapan ratusan mahasiswa Polibatam, Abbey Jorstad dan Cannata mengakui Polibatam memiliki banyak prestasi tingkat Kepri, nasional bahkan internasional di bidang robot dan lainnya. Untuk itu, Kedubes Amerika ingin menjalin kerja sama dengan Polibatam dalam bentuk Pendidikan dan Pertukaran Antar Budaya.

Lusia Efriani menambahkan, kehadiran Kedubes Amerika ke Polibatam menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Kepri untuk menimba ilmu lebih banyak lagi.

BACA JUGA: KKT Perpajakan dan PS Team Polibatam Luncurkan Aplikasi e-Filing SPT Tahunan Orang Pribadi Versi Edukasi

Sementara itu, Uuf Brajawidagda mengaku telah lama Polibatam ingin agar Kedubes Amerika datang ke Polibatam. Bekerja sama dengan Yayasan Cinderella ini sangat baik. Karena akan meningkatkan kemampuan mahasiswa Polibatam di sektor pendidikan dan budaya.

Ahmad Riyad Firdaus mengatakan, kemampuan mahasiswa Polibatam semakin meningkat. Salah satu bentuknya, adalah berhasilnya mahasiswa Polibatam membuat film animasi yang diorder Australia. Kehadiran Kedubes Amerika dengan program Pendidikan dan Pertukaran Antar Budaya ini tentu sangat baik dan disambut positif guna meningkatkan kualitas mahasiswa Polibatam kini dan nanti. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

Warisan Budaya Tak Benda Bernama Galendo

0

 

Galendo kudapan khas Ciamis berbahan dasar kelapa. Namun, mencari galendo kini tak semudah dulu, termasuk di wilayah asalnya.

SAMPAI dengan beberapa tahun lalu, masih banyak dijumpai produsen galendo di Kelurahan Cigembor, Kabupaten Ciamis. Lia, salah seorang pembuat, masih ingat betul kampungnya rutin mengadakan acara tahunan bertema galendo.

Dia dan pembuat galendo lainnya pawai keliling kampung sambil membawa aneka kreasi mereka. Tapi, sekarang, jangankan pawai, produsen galendo pun bisa dihitung jari. Di Cigembor, hanya Lia dan suaminya, Nana, yang masih memiliki pabrik kudapan tersebut.

Saat bertemu dengan Lia dan Nana pada Jumat pertengahan bulan (15/4/2022) lalu. Kami singgah di sela-sela perjalanan menyusuri jalur mudik di selatan Jawa. ”Dulu masih ada 17 pabrik di Cigembor, sekarang tinggal punya saya,” ungkap Lia menggunakan bahasa Sunda.

Cigembor merupakan sentra pembuatan galendo. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Ciamis, Jawa Barat. Awalnya masyarakat setempat membuat galendo untuk konsumsi pribadi. Tidak diproduksi massal apalagi dijual.

Lia memasukkan galendo ke dalam kemasan di rumahnya di Ciamis sebelum dikirim ke pemesan.
F. Salman Toyibi/Jawa Pos

Alasannya sederhana, bahan baku galendo di Cigembor melimpah. Kelapa adalah bahan utamanya. Secara sederhana, galendo diolah dari kelapa yang tidak terlampau muda dan tidak terlalu tua.

Cara mengolahnya juga mudah. Setelah dikupas, kelapa diparut kemudian diperas sampai benar-benar kering.

”Dulu semua pakai tangan dan kaki, sekarang pakai mesin,” ucap Lia.

Lantaran rumah dan pabrik galendo milik Lia menjadi satu, kami bisa melihat langsung pabrik tersebut. Letak­nya berada di bagian be­­la­kang rumah. Berdekatan dengan dapur milik Lia dan keluarganya. Di tem­pat pembuatan galendo itu, ada mesin parut kelapa, mesin pres, dan tungku.

Di samping tempat pengolahan galendo tersebut, Lia menyimpan stok kelapa. Saat kami datang, jumlah kelapa yang tersedia sangat banyak. Meluber sampai ke luar pabrik.

”Kebetulan lagi banyak memang kelapanya,” kata Lia.

Bersama suaminya, sudah lebih dari 25 tahun Lia memproduksi galendo. Keduanya memilih bertahan meski produsen galendo yang lain tumbang satu per satu. Bukan karena galendo yang mereka buat bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dalam jumlah banyak. Tapi, lebih karena penganan tersebut sudah jadi warisan turun-temurun. Dari kakek-nenek sampai kedua orangtuanya. Galendo pula yang selama ini membantu menopang kebutuhan keluarganya.

Belum lama galendo dijadikan sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, kabar itu tidak sampai ke telinga Lia. Yang dia tahu hanya membuat galendo setiap ada pesanan.

Ya, Lia tidak menjual galendo ke pasar. Dia juga tidak menitipkan galendo ke toko oleh-oleh di Ciamis. Cara jualan Lia benar-benar sederhana. Dia hanya menjual galendo kepada konsumen yang datang ke rumah.

”Sudah tahu semua kalau mau beli galendo ke sini,” imbuhnya.

Bukan jemawa, pola itu memang sudah lama dia terapkan dan dia pertahankan. Termasuk urusan merek, galendo buatan Lia tidak diberi label. Juga tidak dikreasikan dengan tambahan rasa tertentu.

Lia mengakui ada produsen galendo lain yang sudah menambahkan aneka rasa. Misalnya galendo rasa cokelat. ”Di sini rasa aslinya saja,” ujarnya.

Hanya ada dua varian galendo yang dibuat dan dijual oleh Lia. Yang pertama galendo kering, yang kedua setengah kering. Galendo kering bisa bertahan sampai empat bulan tanpa lemari pendingin. Sementara yang setengah kering harus lebih cepat dikonsumsi. Kedua varian itu punya rasa yang mirip.

Bedanya hanya di tekstur. Galendo kering lebih crunchy, sementara yang setengah kering mirip dodol. Karena berbahan dasar kelapa, rasa kelapa pada galendo sangat kental. Murni. Apalagi galendo buatan Lia tidak dicampur rasa-rasa lain.

Selama pandemi Covid-19, pesanan galendo yang datang kepada Lia memang turun. Namun, tidak sampai membuat dia gulung tikar.

Lia masih bisa memproduksi galendo setiap hari. Dia juga masih sanggup membayar upah seorang tetangga yang membantu membuat galendo di pabriknya. Harapan Lia ke depan tidak muluk. Dia hanya ingin galendo tetap ada. Tidak sampai hilang. Dia percaya banyak yang bisa membuat galendo. Namun, yang bersedia memproduksi dalam jumlah banyak bisa dihitung jari.

Dia berkata demikian karena sudah menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekan sesama produsen galendo memilih mundur. Menutup pabrik dan beralih ke usaha lain.
Galendo boleh jadi belum masuk daftar makanan yang langka. Namun, bukan perkara mudah pula mencari galendo. Bahkan di kota asalnya.

Di sepanjang jalan menuju dan keluar dari Ciamis, hanya sedikit toko yang menjual galendo. Kami hanya menemukan satu toko. Saat bertanya kepada masyarakat setempat, kami diarahkan ke dua tempat. Salah satunya pabrik milik Lia. Tempat lainnya adalah toko yang sempat diceritakan oleh Lia menjual galendo dengan aneka rasa.

”Di sana juga kadang pesan galendo aslinya dari sini,” ucap Lia.

Sebagai makanan khas, galendo sebenarnya punya potensi besar. Sebab, tidak ada yang terbuang dari bahan baku galendo. Kulit kelapa bisa dipakai sebagai bahan bakar tungku. Batoknya untuk arang. Sementara hasil perasannya jadi minyak kelapa. (*)

Kalahkan Tiongkok 3-0, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala Thomas

0
Jonatan Christie menjadi penentu lolosnya Indonesia ke semifinal Thomas Cup 2022. Indonesia menang 3-0 atas Tiongkok pada perempat final (12/5).. (Humas PP PBSI)

batampos – Indonesia melaju mulus ke semifinal Piala Thomas 2022. Pada perempat final di Impact Arena, Bangkok, hari ini (12/5), Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Tiongkok dengan skor telak 3-0.

Pada semifinal hari ini (13/5), Indonesia akan berhadapan dengan tim kuat, Jepang. Jepang sendiri bekerja sangat keras untuk lolos ke semifinal. Kento Momota dkk hanya menang tipis 3-2 atas Taiwan.

“Kami bersyukur Indonesia ke semifinal. Penampilan pemain luar biasa, bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik,” ucap manajer tim Indonesia Hendro Santoso dikutip dari siaran pers PP PBSI.

“Besok lawan Jepang, kita akan jauh lebih siap lagi. Semoga performa para pemain lebih meningkat,” tambahnya.

Indonesia unggul 1-0 lewat Anthony Sinisuka Ginting. Ginting berhasil mengalahkan Zhao Junpeng dalam pertandingan menegangkan dengan skor 21-12, 25-27, dan 21-17.

“Performa Ginting jauh lebih baik. Dari hari ke hari penampilannya terus meningkat dan membaik. Ini tentu positif bagi dia agar kepercayaan dirinya makin meningkat,” ucap pelatih tunggal putra Irwansyah.

“Dari awal, Ginting sudah mengontrol permainan dan sesuai strategi. Lawan benar-benar tak bisa main dan tak berkembang permainannya,” tambahnya.

Pasangan dadakan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo membawa Indonesia unggul 2-0. Ahsan/Kevin sukses mengandaskan Liu Yuchen/Ou Xuanyi dalam dua game langsung dengan skor 21-17 dan 21-16.

Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa permainan Ahsan/Kevin jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi ganda Korea Selatan Kang Min-hyuk /Seo Seung-jae di laga terakhir Grup A. Saat itu, Ahsan/Kevin kalah dalam tiga game dengan skor 18-21, 21-13, dan 12-21.

“Mentalitas dan kematangan Ahsan/Kevin begitu terasa, sementara lawan malah kurang lepas dan tertekan. Beberapa kali salah sendiri dan permainannya tidak lepas,” tambah Herry IP.

Sementara itu Kevin Sanjaya bersyukur bisa menyumbangkan poin kemenangan bagi tim Indonesia. “Kemarin kami masih belum bisa sumbang poin, tentunya kini merasa happy banget karena bisa menang dan sumbang poin,” ucap Kevin.

“Dibanding kemarin, penampilan kami hari ini jauh lebih baik. Kami belajar banyak dari kesalahan dan kekalahan kemarin. Kini kami lebih kompak dan solid, bermain lebih baik,” tambah Kevin.

Dan akhirnya, kemenangan Indonesia ditentukan oleh Jonatan Christie pada partai ketiga. Jonatan berhasil membekap Li Shifeng dalam dua game langsung dengan skor 21-13 dan 21-18.

Kemenangan 3-0 ini mengulangi hasil yang didapatkan Indonesia pada final Thomas Cup 2020 yang berlangsung tahun lalu di Aarhus, Denmark. Saat itu, Indonesia juara lagi setelah penantian panjang, 19 tahun. (*)

 

Reporter: JPGroup