Ilustrasi. Mal Pelayanan Publik (MPP). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam ditunjuk untuk menjadi pengelola gedung Sumatera Promotion Center atau Mal Pelayanan Publik (MPP).
Sebagaimana diketahui, kondisi gedung MPP itu banyak kerusakan dan perlu adanya perbaikan. Namun, anggaran untuk perbaikan itu belum ada dalam anggaran BP Batam.
”Sedang dalam penyiapan anggaran paralel dengan penyiapan perjanjian kerja samanya,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya tetap meminta gedung itu untuk dihibahkan kepada BP Batam maupun Pemko Batam.
Namun, untuk hibah itu tentunya harus melalui proses yang panjang.
”Saat ini untuk operasional dulu. Jadi kita bisa bekerja dulu,” tuturnya.
Adapun, untuk pengelolaan gedung MPP oleh BP Batam itu tidak ada batas waktu. Sebab, untuk pengelolaan gedung itu ditunjuk langsung oleh Pemprov Riau.
”Kan ditunjuk, jadi nol limit. Sampai dicabut surat (penunjukan) itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk bangunan MPP baru, pihaknya akan merapatkan kembali dengan sejumlah pimpinan di BP Batam.
”Yang penting itu (MPP lama) bisa disempurnakan dan layak dipakai dulu,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengelolaan MPP oleh BP Batam tersebut dilakukan setelah sebelumnya BP Batam melakukan penandatanganan adendum kesepakatan bersama dan kesepakatan penunjukan pengelolaan gedung MPP di Pekanbaru, Riau.(*)
Ilustrasi. Mal Pelayanan Publik (MPP). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam ditunjuk untuk menjadi pengelola gedung Sumatera Promotion Center atau Mal Pelayanan Publik (MPP).
Sebagaimana diketahui, kondisi gedung MPP itu banyak kerusakan dan perlu adanya perbaikan. Namun, anggaran untuk perbaikan itu belum ada dalam anggaran BP Batam.
”Sedang dalam penyiapan anggaran paralel dengan penyiapan perjanjian kerja samanya,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.
Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya tetap meminta gedung itu untuk dihibahkan kepada BP Batam maupun Pemko Batam.
Namun, untuk hibah itu tentunya harus melalui proses yang panjang.
”Saat ini untuk operasional dulu. Jadi kita bisa bekerja dulu,” tuturnya.
Adapun, untuk pengelolaan gedung MPP oleh BP Batam itu tidak ada batas waktu. Sebab, untuk pengelolaan gedung itu ditunjuk langsung oleh Pemprov Riau.
”Kan ditunjuk, jadi nol limit. Sampai dicabut surat (penunjukan) itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk bangunan MPP baru, pihaknya akan merapatkan kembali dengan sejumlah pimpinan di BP Batam.
”Yang penting itu (MPP lama) bisa disempurnakan dan layak dipakai dulu,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengelolaan MPP oleh BP Batam tersebut dilakukan setelah sebelumnya BP Batam melakukan penandatanganan adendum kesepakatan bersama dan kesepakatan penunjukan pengelolaan gedung MPP di Pekanbaru, Riau.(*)
batampos– Kebutuhan sapi untuk Hari Raya Idul Adha 2443 Hijriah atau biasa disebut hara raya kurban di Karimun diprediksi meningkat. Hanya saja, saat ini Provinsi Riau sebagai daerah yang biasa menjadi langganan pembelian sapi atau jalur masuknya sapi sudah ditetapkan sebagai wabah atau pandemi lumpy skin deases (LSD) atau penyakit benjolan pada kulit sapi. Akibatnya, Pemkab Karimun melarang masuknya sapi asal Riau ke Karimun.
Ucok, penjual daging sapi segar di pasar Puan Maimun, Tanjungbalai Karimun. Akibat Riau dinyatakan sebagai daerah wabah LSD, maka pemkab karimun melarang sapi asal Riau masuk ke daerah ini.
”Memang, daerah Pekanbaru, Provinsi Riau sudah ditetapkan sebagai daerah wabah LSD. Sehingga, tidak hanya sapi hasil peternakan di daerah Riau saja yang tidak bisa keluar daerah. Tapi, sapi dari provinsi lain yang akan dikirim ke daerah kita melalui jalur pengiriman atau transit di Provinsi Riau juga tidak akan bisa keluar,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, Jumat (13/5).
Perlu diketahui, kata Sukrianto, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada setiap Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Karimun sapi atau lembu memang harus didatangkan dari luar daerah. Karena, hasil dari peternakan sapi di Kabupaten Karimun belum mencukupi.
”Data terakhir yang kita lakukan pengawasan ke lapangan jumlah sapi yang siap untuk hewan kurban di Kabupaten Karimun tersedia hanya 260 ekor. Jika melihat realisasi kebutuhan sapi pada tahun lalu itu 500-an ekor. Sehingga, tahun ini diperkirakan kebutuhannya meningkat. Jika mengandalkan hasil peternakan sapi dari daerah kita sudah pasti tidak mencukupi,” jelasnya.
Dikatakannya, selain penyakit LSD, juga ada penyakit mulut dan kuku (PMK). Sehingga, daerah yang juga sudah ditetapkan sebagai daerah wabah PMK juga tidak bisa masuk. Seperti Sumbar dan Aceh Temiang. Sehingga, sudah tentu sapi atau lembu dari daerah tersebut juga tidak bisa keluar atau masuk ke Karimun.
”Memang ada solusi yang bisa ditawarkan kepada pemasok sapi. Yakni, mendatangkan dari Kuala Tungkal, Jambi. Hanya saja, dampaknya pada harga yang menjadi lebih mahal. Karena, biaya transportasi,” ungkapnya.
Selain itu, tambah Sukrianto, pihaknya juga akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri. Termasuk juga dengan Kantor Stasiun Karantina Hewan. Yakni, apakah bisa didatangkan sapi dari daerah Penyalai dan Kabupaten Meranti. Mengingat dua daerah tersebut tidak satu tanah dengan Pekanbaru. (san)
Tim Ombudsman Kepri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Kota Batam. Foto: Dokumentasi Ombudsman untuk Batam Pos
batampos – Ombudsman Kepri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Kota Batam, Jumat (13/5/2022).
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Lagat Siadari, mengatakan, sidak dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus progress pemeliharaan rutin yang saat ini masih berlangsung.
“Informasi yang kami dapat, PLN sebenarnya telah berupaya meminimalisir penggunaan daya listrik di beberapa kawasan Industri dengan menggunakan genset, namun karena masih kurang jadi berdampak ke masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya Ombudsman Kepri telah diberikan informasikan terkait pemeliharaan PLTU Tanjungkasam yang berlangsung pada tanggal 7-19 Mei 2022 mendatang.
“Kita sidak untuk mengetahui progressnya sudah sampai mana,” jelasnya.
Lagat menyampaikan, ada 3 hal yang diharapkan dapat menjadi perhatian PLN Batam. Pertama pastikan jadwal pemeliharaan rutin, sehingga tidak mengganggu pasokan daya listrik di Batam.
Kedua, masyarakat harus diinformasikan kapan pemadaman listrik terjadi dan apa penyebabnya.
“Terakhir, kami harap PLN memprioritaskan masyarakat dengan mengurangi penggunaan daya listrik di sektor industri dan memperluas serta mempertahankan daya listrik di masyarakat,”ujarnya.
Pada kesempatan itu, tim dari Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau menemui jajaran direksi PLTU Tanjung Kasam.
Direktur Teknik PLTU Tanjung Kasam, Sinardi, mengatakan, saat ini PLTU Tanjung Kasam memiliki dua pembangkit.
Salah satu mesin pembangkit dengan daya 1X25 Mega Watt (MW) sedang dalam pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan total.
“Kami lakukan pemeliharaan rutin ini dua kali dalam setahun. Ini sudah kewajiban yang harus dijalankan. Jika tidak, nanti akan terjadi kerusakan total, yang menyebabkan kerugian lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskna, seharusnya pemeliharaan dilakukan pada Maret 2022. Namun terkendala karena ada pembangkit lain di daerah Panaran yang mengalami masalah.
Sehingga memaksa pemeliharaan rutin pembangkit yang ada di PLTU Tanjung Kasam ditunda hingga Mei 2022.(*)
Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal (tengah), Kasi Humas Polresta Barelang (kiri), AKP Tigor Sidabariba dan Kanit Reksirm Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian, memperlihatkan barang bukti yang diamakan dari pelaku pembobolan ruko. Foto: Humas Polresta Barelang
batampos – Jajaran Polsek Bengkong membekuk dua pria berinisial ST, 32, dan SH, 38, karena membobol rumah toko (Ruko) di Gang Amin, Tanjungbuntung, Bengkong. Keduanya beraksi Jumat (29/4) lalu sekitar pukul 01.48 dinihari.
”Saat kejadian, korban sempat ditelepon tetangganya lantaran ada gerak gerik mencurigakan dari dalam gudang,” ujar Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal.
Korban langsung bergerak untuk mengecek, dan sempat berpapasan dengan pelaku yang menggunakan mobil Yaris hitam BP 1464 VE. Korban juga sempat mengejar pelaku hingga ke kantor Camat Bengkong, namun gagal menghentikan pelaku.
Korban lalu mengecek gudangnya dan menemukan sejumlah barang bernilai tinggi hilang. Antara lain; satu unit trafo las mig almunium, dua unit trafo las besi, lima unit bor baterai, satu unit bor beton, dua unit buah gerinda potong 4 inchi, satu unit gerinda potong 16 inchi, dan tiga unit lother.
Kemudian, ada satu unit HP merek Xiaomi, satu unit alat pengering, dan uang tunai Rp 300 ribu.
”Korban mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta,” sebut Bob.
Korban pun langsung membuat laporan ke Polsek Bengkong pada Selasa (10/5). Tim dari Unit Opsnal Reskrim Polsek Bengkong yang dipimpin Iptu Rio Ardian, langsung bergerak mengejar pelaku.
Tim ini kemudian mendapat informasi pelaku ada di kos-kosan Jodoh, tepatnya di samping Hotel Bali. Namun, saat tim tiba di sana, pelaku tak ada di tempat. Tim kemudian melanjutkan pengejaran esok harinya dan berhasil membekuk pelaku di Komplek Green Town, Bengkong Laut.
Pihaknya juga berhasil mengamankan barang curian dan mobil Yaris BP 1464 VE yang digunakan pelaku beraksi.
”Pelaku kita jerat pasal 363 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” ujar Bob.(*)
Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Saat ini kapal Batam Fast akan berlayar 4 kali dalam seminggu yakni Kamis hingga Minggu dari Pelabuhan Nongsapura ke Singapura. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Wisatawan mancanegara (wisman) mulai ramai masuk ke Batam. Namun, jumlahnya dinilai belum maksimal. Khusus untuk wilayah Nongsa Sensation, sepanjang Februari, hanya 90 wisman datang, April 1.015 wisman, dan dari awal hingga 13 Mei hanya 428 wisman.
”Weekday masih sepi, weekend ada peningkatan. Namun, belum maksimal,” kata Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong.
Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan rendahnya jumlah kunjungan ini. Yakni, masih diberlakukannya Antigen-Rapid Test (ART) dan wajib membeli asuransi.
”Kami itu ada event golf minggu depan, SPGA. Direncanakan ada 80 hingga 100 orang wisman yang datang. Namun, hanya 50 orang yang memastikan datang,” ungkap Andy.
Sebanyak 50 orang sisanya, kata Andy, tidak berkenan datang, akibat masuk ke Batam masih memberlakukan ART.
”Orang pilih tidak mau datang,” ujar dia.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mengamini masalah syarat masuk antigen atau PCR, masih menjadi problem pariwisata di Kepri.
”Iya, memang masih memberlakukan SE 17 itu, orang Singapura masih wajib antigen. Orang luar Singapura yang bermukim kurang dari 2 minggu, juga wajib PCR masuk ke Kepri,” ungkap Buralimar.
Buralimar mengaku sudah menyampaikan permasalahan ini ke kementerian terkait. Namun, hingga kini belum ada perubahan aturan masuk ke Kepri dari pemerintah pusat.
”Kenapa tidak disamakan dengan Bali saja, bebas antigen atau PCR,” ujar Buralimar.
Aturan ini kata dia, membuat wisman berpikir datang ke Kepri. Apalagi aturan PCR bagi warga negara non Singapura, yang bermukim kurang dua minggu di negara jiran tersebut.
”Turis ke Kepri memang didominasi dari Singapura, 45 persen. Tapi ada 55 persen dari luar Singapura. Biasa mereka datang ke Singapura, lalu juga singgah ke Batam atau daerah lainnya di Kepri beberapa hari. Tapi aturan PCR dan antigen, membuat wisman enggan datang,” kata Buralimar.(*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau progres pembangunan Masjid Tanjak, Selasa (10/5/2022). Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Pembangunan Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam terus digesa dan diproyeksikan akan diresmikan pada 27 Mei 2022 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau progres pembangunan Masjid Tanjak, Selasa (10/5/2022).
“Sesuai dengan adendum yang telah disepakati, insyaallah pembangunan masjid ini akan rampung tak lama lagi. Tentu peninjauan ini perlu
dilakukan dalam rangka persiapan,” kata Rudi saat meninjau Masjid Tanjak.
Rudi mengatakan, pihaknya sengaja ingin meninjau langsung guna melihat kesiapan dari proses pembangunan Masjid Tanjak yang berada di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam.
Masjid berbentuk tanjak tersebut dirancang mampu menampung sebanyak 1.250 orang jemaah. Dengan antusias, peninjauan masjid dilakukannya secara detail: mulai dari interior, eksterior, sound system dan ornamen masjid serta penerangan di area masjid.
Rudi juga meminta kepada pihak pelaksana agar membenahi bagian-bagian bangunan masjid yang belum rampung dan mengoptimalkan
ruang kosong sehingga menjadi bermanfaat.
Ia berharap pembangunan masjid selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat Batam dapat segera memanfaatkan masjid untuk beribadah dan
memakmurkan masjid untuk kegiatan keagamaan lainnya.
“Ada beberapa yang perlu untuk dibenahi dan dilengkapi, di antaranya; masih terdapat lahan yang kosong dan tanah merah di sekitar pembangunan masjid, kolam air yang belum berfungsi, tempat parkir dan tempat duduk serta kamar mandi yang masih perlu disiapkan dengan
baik,” tuturnya.
Pembangunan Masjid Tanjak telah dilakukan sejak 23 Desember 2020. Dibangun di atas lahan 15.100 m2 dan total luas bangunan 4.983 m2
dengan lantai bawah seluas 1.963 m2 serta lantai mezzanine seluas 460 m2.
Konsep dari bangunan Masjid Tanjak terinspirasi dari bentuk tanjak, karena tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas di kalangan masyarakat Melayu.
Adapun fasilitas penunjang yang dapat dinikmati wisatawan yakni kolam air mancur, area parkir umum, area parkir VVIP dan taman (kegiatan luar ruang).
Proyek pembangunan ini dengan nilai kontrak hampir Rp 40 miliar, dalam pelaksanaannya memakan waktu selama 16 bulan. Pembangunan Masjid Tanjak ini, turut mendukung rencana pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Dimana, dalam waktu dekat akan dibangun terminal II penumpang.
“Masjid Tanjak ini akan menjadi ikon baru di Kota Batam yang diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” harap Rudi.
Pembangunan Masjid Tanjak merupakan salah satu dari berbagai proyek strategis yang terus dilakukan BP Batam untuk menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata di Batam.(*)
Ilustrasi. ATM Bank Riau Kepri. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, memberikan tips agar masyarakat dapat tehindari dari aksi skimming.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan polisi dari berbagai kasus skimming di Indonesia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari aksi skimming.
1. Tentukan lokasi ATM
Dengan menghindari tempat yang sepi dan tidak memiliki penjaga keamanan.
2. Mengecek Card Reader di ATM
Saat memasukkan kartu ATM, card reader terlalu besar ada plester. Maka sebaiknya mengurungkan niat untuk melakukan transaksi melalui ATM tersebut.
3. Ganti PIN ATM secara berkala
Penggantian pin ATM secara berkala dan jangan memberitahu nomor pin itu
ke siapa pun.
4. Mengecek saldo secara berkala
Sehingga dapat mengetahui, apabila saldo berkurang akibat skimming
5. Waspada dengan orang lain yang berpura-pura membantu saat di ATM
6. Ganti kartu ATM magnetic ke chip.
Kartu ATM dengan chip lebih aman dan terlindungi
Kasus skimming di Batam mencuat setelah ada laporan dari nasabah Bank Riau Kepri yang kehilangan uangnya.
Padahal, nasabah tersebut tidak pernah melakukan transaksi pengambilan atau transfer uang.
Pihak Bank Riau Kepri melaporkan kasus ini secara resmi Rabu (11/5) lalu, setelah berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan melakukan penyelidikan internal.
Dari laporan pihak Bank Riau Kepri, terungkap beberapa ATM yang dipasang alat skimmer yakni ATM Kawasan Primart Tiban Center, HBC Plaza di Sekupang dan Kawasan Jodoh Center.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatkaan, belum bisa menyampaikan detail hasil penyelidikan. Namun, ia memastikan penyidik terus bekerja untuk menemukan para pelaku.
”Masih dalam penyelidikan, kalau ada perkembangan akan segera saya sampaikan,” katanya.(*)
batampos- Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta pelanggan Perumda Tirta Mulia Karimun agar bersabar. Pasalnya, perusahaan air minum tersebut sedang berusaha melakukan perbaikan agar air secepatnya bisa lancar sampai ke pelanggan.
Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq, selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) saat menerima Anugerah Meritokrasi Tahun 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)
” Sebenarnya, pihak Perumda Tirta Mulia Karimun sudah semaksimal mungkin dalam perbaikan. Mengingat, kondisi jaringan instalasi dan mesin pengantar kepada pelanggan sudah tua. Dan, perlu dilakukan perbaikan secara bertahap,” terang Rafiq, Kamis (12/5).
Dan pihaknya sudah menganggarkan revitalisasi air bersih di Perumda Tirta Mulia Karimun sebesar Rp4 miliar lebih. Apabila idelanya harus ada Rp10 miliar, namun secara bertahap dianggarkan ditahun depan. Sehingga, bisa mengatasi gangguan jaringan instalasi dibeberapa titik nantinya.
” Untuk pelanggan baru sendiri cukup banyak. Hingga, sekarang pihak manajemen Perumda Tirta Mulia Karimun terus melakukan perbaikan,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun Herry Budhiarto mengungkapkan, pihaknya terus berupaya mengatasi gangguan di jaringan pipa transmisi air bersih untuk menyalurkan kepada pelanggan. Sebab, kondisi jaringan pipa transmisi sudah sangat tua. Sehingga, proses perbaikan memakan waktu dan kondisi medan sendiri yang cukup sulit.
” Secepatnya. Ada beberapa titik yang sudah selesai. Sekali lagi saya mohon maaf atas ketidaknyaman pelanggan,” ujarnya.
Saat ini Perumda Tirta Mulia Karimun telah menempati gedung baru, dengan berbagai fasilitas yang lebih nyaman bagi pelanggan. Baik itu untuk pembayaran, pengaduan, pemasangan baru.(*)
ILUSTRASI: Teknologi probiotik kini sudah dikembangkan untuk membantu masyarakat menciptakan hunian yang bersih dan higienis. f. Pinterest
batampos – Selama pandemi Covid-19, kebersihan menjadi kebiasaan dan gaya hidup baru yang paling diutamakan. Di rumah, jamur, bakteri, dan bau tak sedap harus dihilangkan demi menjaga kesehatan keluarga dari virus penyakit. Pembersih dengan teknologi probiotik saat ini menjadi terobosan.
Dalam Indonesia Hygiene Forum (IHF) oleh PT Unilever Indonesia, Tbk, diungkapkan teknologi Probiotik yang membuat produk pembersih rumah menjadi lebih efektif membersihkan serta ramah lingkungan. Untuk itu, menjaga kebersihan rumah sama pentingnya dengan menjaga kebersihan diri, sebagai upaya untuk melindungi keluarga dari berbagai jenis kuman.
“Pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penerapan protokol kesehatan pun masih terus harus diperkuat, probiotik menjadi salah satu terobosan,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Reski Damayanti.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia, yang diwakilkan oleh Agusdini Banun Saptaningsih, sebagai Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Kementerian Kesehatan mengatakan pemerintah mencanangkan GERMAS sebagai upaya promotif dan preventif hidup sehat. Tujuannya meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.
“Dalam upaya ini, masyarakat memerlukan akses pada Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, mutu, dan kemanfaatan,” kata Agusdini.
Lalu apa itu teknologi probiotik? Probiotik sebelumnya dikenal sebagai mikroorganisme hidup yang membantu sistem pencernaan tubuh. Kini ternyata teknologi probiotik juga sudah dikembangkan untuk membantu masyarakat menciptakan hunian yang bersih.
Guru Besar Universitas Bina Nusantara sekaligus President of Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics (ISSPP) Prof Ingrid S Surono, menjelaskan, beberapa produk berbasis teknologi Probiotik untuk kebersihan rumah tangga makin marak diluncurkan di berbagai belahan dunia dalam satu dekade terakhir. Teknologi yang disruptif ini memanfaatkan konsorsium spora Bacillus sp, terbukti aman, memiliki berbagai keunggulan.
Salah satunya kemampuan untuk membersihkan secara mikroskopis atau deep cleaning, memastikan keseimbangan biologis yang aman, menghilangkan bau tidak sedap, efektif menghilangkan bakteri bahkan jamur secara jangka panjang, dan mampu melawan lapisan biofilm dari bakteri.
“Sejalan pula dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk-produk yang ramah lingkungan, teknologi Probiotik hanya menggunakan probiotik, 100 persen bahan alami dan ramah lingkungan,” kata Prof Ingrid.
Produk higienis untuk rumah berupa disinfektan dengan Bioshield Protection, mengandung Probiotik yang ramah lingkungan. Disinfektan ini mampu membunuh 99,9 persen kuman, memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan kuman dan jamur penyebab alergi hingga 3 hari, dan mampu membersihkan kotoran ataupun debu dari permukaan yang memiliki celah dan alur yang dalam. (*)