Batampos – Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, terbaru, ditemukan 25 orang tewas setelah pencarian. Salah satu korban tewas di Sumatera Utara, yakni bayi laki-laki berusia 1 tahun bernama Rey Bastian Sitompul dari Desa Adiankoting, Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Desa ini mengalami bencana alam, sejak tiga hari lalu. Ada 11 korban tewas yang sebagian besar akibat tertimbun tanah longsor.
Informasi yang dihimpun dari Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Tapanuli Utara melalui media sosial Instagram terverifikasi milik @Horastapanuliutara, selain korban tewas, 35 warga dinyatakan hilang, dan tiga korban luka, Jumat (28/11/2025).
Di Sumatera Barat, BPBD mencatat sembilan korban jiwa hingga Kamis (27/11/2025).“Angka ini pun masih ada kecenderungan untuk bertambah,” ujar Juru Bicara BPBD Sumatera Barat, Ilham.
Ilham menyebutkan, korban tewas di Sumbar itu ditemukan dibeberapa wilayah, seperti 1 korban dari Pasaman Barat, 3 ditemukan di Kabupaten Agam, dan 5 orang di Kota Padang.
Saat ini, beberapa wilayah di Sumatera Barat masih tertutup genangan air. Kondisi terparah terjadi di Malalak, Agam, yang sempat tertutup total akibat longsor sehingga menyulitkan evakuasi. “Kondisi ini membuat upaya pencarian dan penyelamatan sangat terhambat,” ujar Ilham.
Hingga kini, 13 kabupaten/kota masih berstatus terdampak bencana hidrometeorologi. Sejumlah jalur utama seperti Padang–Solok dan Padang–Bukittinggi sempat tertutup material longsor sebelum dilakukan pembersihan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberlakukan Status Tanggap Darurat hingga 8 Desember 2025.
5 Tewas di Humbang Hasundutan
Sementara itu, di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, banjir bandang menewaskan lima orang dan melukai sembilan orang. Empat warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bencana tersebut dipicu hujan lebat yang merupakan dampak Siklon Tropis
“Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang itu,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya.
BNPB mencatat enam rumah rusak berat dan 11 akses jalan terputus di kecamatan terdampak.
BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Kota Mekkah
Tim gabungan di kedua provinsi masih melakukan pencarian korban, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan tempat pengungsian sementara. “Upaya pencarian korban hilang tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas,” kata Abdul.
Sementara itu, Pemerintahan Toba khususnya di wilayah Balige melalui laman media sosial mengimbau, warga tetap waspada karena curah hujan diperkirakan masih tinggi. Warga yang bermukim di kaki bukit atau daerah aliran sungai supaya berhati-hati dan bisa melakukan evakuasi mandiri.
Bencana banjir bandang di Sumatera Utara kini meluas. Dimulai dari Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan sejak kemarin, banjir juga meluas hingga ke ibu kota provinsi, Medan, dan wilayah sekitaranya seperti Tebing Tinggi dan kawasan lainnya. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK
Artikel Banjir Bandang di Sumbar dan Sumut, Satu Balita Tewas Tertimbun Tanah Longsor di Desa Adiankoting pertama kali tampil pada News.





batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.


