Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 784

Viral Video Rumah Lansia di Bintan Timur Rusak Diterjang Angin Kencang

0
Rumah lansia di Kampung Sei Enam Darat, Bintan Timur rusak diterjang angin kencang, Kamis (27/11). F. BPBD Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah rumah milik warga lansia di Kampung Sei Enam Darat, Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur, roboh diterjang angin kencang, Kamis (27/11).

Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kondisi rumah yang rusak parah.

“Astagfirullah, roboh rumah,” ucap seorang warga dalam rekaman tersebut.

Pemilik rumah, Husnah (70), mengaku bersyukur anaknya tidak berada di depan rumah saat kejadian. “Kalau sempat main di depan situ, tidak tahulah,” ujarnya.

Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut angin kencang menghantam rumah lansia tersebut sekitar pukul 15.20 WIB hingga menyebabkan bangunan roboh.

“Angin kencang terjadi sekitar pukul 15.20 WIB menghantam rumah lansia di Bintan Timur,” katanya.

Setelah mendapatkan laporan, petugas BPBD Bintan langsung menuju lokasi untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan serta pendataan kerugian yang dialami korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Viral Video Rumah Lansia di Bintan Timur Rusak Diterjang Angin Kencang pertama kali tampil pada Kepri.

Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu berdiskusi dengan Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat mengenai kawasan konservasi, Kamis, (27/11). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Seluas 1,2 juta hektare perairan di Kabupaten Anambas telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Penetapan ini berdampak besar bagi daerah karena seluruh aktivitas di ruang laut harus mengikuti aturan konservasi yang ketat.

Banyaknya wilayah yang masuk zona konservasi membuat sejumlah rencana pembangunan di Anambas terhambat. Setiap kegiatan yang bersentuhan dengan ruang laut wajib mengurus izin khusus, termasuk Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).

Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu, menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi pemerintah pusat. Ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperbarui kebijakan konservasi agar tidak menghambat pergerakan ekonomi masyarakat pesisir.

“Bukan hanya sektor pembangunan saja, ekonomi masyarakat juga terdampak, seperti budidaya ikan karena harus ada izin pemanfaatan ruang laut,” ujar Raja Bayu dalam rapat bersama LKKPN Pekanbaru, Kamis (27/11).

Bayu menjelaskan bahwa minimnya kewenangan daerah dalam pengelolaan laut membuat investor enggan masuk ke Anambas. Banyak investor mempertimbangkan ulang rencana mereka karena proses perizinan panjang dan sebagian besar berada di tangan pemerintah pusat.

Ia mencontohkan rencana investor yang ingin mengembangkan budidaya rumput laut, namun terhambat karena lokasi yang dituju masuk kawasan konservasi sehingga membutuhkan izin tambahan.

“Kita yang punya laut, tapi tidak punya kewenangan. Semua berada di pusat. Padahal kita ingin ekonomi masyarakat maju,” tegasnya.

Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat, merespons positif usulan Pemkab Anambas untuk melakukan revisi ruang kawasan konservasi. Ia menegaskan bahwa aspirasi daerah penting dan akan diteruskan ke pimpinan pusat.

Meski begitu, Rahmad menekankan perlunya diskusi mendalam dan kajian menyeluruh sebelum perubahan aturan dilakukan agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.

“Kita sangat terbuka, aspirasi ini akan kita sampaikan ke pimpinan tinggi di Jakarta,” ujarnya.

Rahmad juga mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat Anambas dalam melindungi satwa laut dilindungi, terutama penyu.

Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi mengonsumsi satwa dilindungi, sebuah langkah penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

“Ini menunjukkan masyarakat Anambas sangat peduli lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” katanya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Investasi Terhambat, 1,2 Juta Ha Laut Anambas Masuk Kawasan Konservasi pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Tata Ulang Layanan Parkir, Seragam Jukir Disegarkan

0
Kepala Dinas Perhubungan Batam, Leo Putra saat memberikan pengarahan kepada juru parkir di Kantor Dishub. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan memperbarui seragam dan perlengkapan kerja seluruh juru parkir (jukir). Langkah ini dilakukan untuk menata ulang wajah sektor perparkiran sekaligus meningkatkan kerapian dan profesionalitas jukir di lapangan.

Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan perlengkapan baru yang segera dibagikan dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, ada pengadaan 620 baju jukir lengkap. Ada rompi, tas pinggang, sampai sepatu,” ujar Leo, Kamis (27/11) pagi.

Leo menegaskan, pembaruan seragam bukan hanya soal tampilan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan standar layanan yang lebih baik. Dengan seragam yang seragam dan tertata, jukir diharapkan tampil lebih rapi, mudah dikenali, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, sejalan dengan penataan sistem parkir yang kini sedang digencarkan Dishub di seluruh Batam.

Menariknya, proses pembagian perlengkapan ini akan digelar secara resmi di Kantor Dishub Batam dan direncanakan dihadiri unsur Forkopimda, kepolisian, hingga polisi militer sebagai bentuk apresiasi kepada para jukir yang menjadi garda depan pelayanan perparkiran.

“Pembagiannya di kantor, dalam waktu dekat,” jelas Leo.

Dishub berharap pembaruan seragam ini dapat meningkatkan citra juru parkir dan membuat tata kelola parkir di Batam semakin tertib serta mudah diawasi. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Dishub Tata Ulang Layanan Parkir, Seragam Jukir Disegarkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Usil Lempar Sarang, Pelajar SD di Bintan Diserang dan Disengat Koloni Lebah

0
Tim Damkar memusnahkan sarang lebah madu yang sempat menyengat pelajar SD di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, Kamis (27/11). F. Damkar untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pelajar SD diserang dan disengat koloni lebah madu saat melintas di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Insiden itu terjadi setelah beberapa pelajar melempar sarang lebah yang berada di sebuah pohon.

“Laporan ke Damkar baru masuk Rabu malam,” kata Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, Kamis (27/11).

Panyodi menjelaskan, sejumlah pelajar melintas di bawah pohon yang terdapat sarang lebah madu. Namun, beberapa dari mereka bertindak jahil dengan melempar sarang tersebut meski sudah diingatkan warga sekitar.

“Ada yang usil melempar sarang lebah, padahal sudah diingetin oleh ibu-ibu di sana,” ujarnya.

Akibatnya, lebah madu keluar dan menyerang seorang pelajar berusia 9 tahun. “Korban disengat tiga kali, tapi tidak dibawa ke rumah sakit,” kata Panyodi.

Damkar langsung mengeksekusi sarang lebah pada Kamis (27/11). Sarang dimusnahkan dengan cara dibakar dab disemprot dengan semprotan nyamuk.

Panyodi mengimbau warga segera melapor ke Damkar apabila menemukan hewan berbahaya di sekitar permukiman agar dapat ditangani sebelum menimbulkan korban. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Usil Lempar Sarang, Pelajar SD di Bintan Diserang dan Disengat Koloni Lebah pertama kali tampil pada Kepri.

Dishub Batam Tindak Parkir Liar di Batam Center dan Nagoya, Pengendara Kena Denda Rp500 Ribu

0
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali menertibkan kendaraan yang memanfaatkan trotoar sebagai lokasi parkir. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam kembali menertibkan kendaraan yang memanfaatkan trotoar sebagai lokasi parkir. Patroli kali ini menyasar dua kawasan dengan aktivitas tinggi, yaitu Batam Center dan Nagoya.

Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan penertiban tersebut merupakan kegiatan rutin untuk menjaga ketertiban serta memastikan trotoar berfungsi sebagaimana mestinya sebagai ruang aman bagi pejalan kaki.

“Kami keliling di dua lokasi sore ini, di Nagoya dan Batam Center,” ujar Leo saat dihubungi Batam Pos, Kamis (27/11).

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan dua mobil yang terparkir di bahu jalan tepat di depan kawasan Polux Habibie, Batam Center. Kedua kendaraan langsung digerek dan dibawa ke Kantor Dishub sebagai barang bukti.

“Kendaraannya kami tarik ke kantor. Pemilik wajib membayar denda Rp500 ribu,” jelas Leo.

Leo menyebut, jumlah pelanggaran pekan ini menurun dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan trotoar sebagai tempat parkir.

“Minggu ini kita hanya dapat dua barang bukti, jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Kami tidak mengejar target. Semakin sedikit yang kami dapat, itu tandanya kesadaran masyarakat mulai meningkat,” ujarnya.

Dishub Batam memastikan patroli penertiban parkir liar akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan pusat aktivitas dan pusat perbelanjaan. (*)

Reporter. M. Sya’ban

Artikel Dishub Batam Tindak Parkir Liar di Batam Center dan Nagoya, Pengendara Kena Denda Rp500 Ribu pertama kali tampil pada Metropolis.

Tengku Sulung Bakal Dua Jalur, Perbaikan Dimulai Tahun Depan

0
Pengendara roda dua dan empat saat melintasi Jalan Tengku Sulung. Pemko Batam memastikan proyek pelebaran jalan di kawasan padat aktivitas itu akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Jalan Tengku Sulung Batamkota menjadi salah satu jalan yang padat dan kerap macet. Apalagi dengan jumlah kendaraan yang semakin banyak, membuat jalan tersebut pada pagi, siang dan sore macet.

Pemko Batam memastikan proyek pelebaran jalan di kawasan padat aktivitas itu akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek jalan itu akan dilakukan secara bertahap.

Plt Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Dohar, mengatakan ‘rencana ini sudah dibahas bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dalam beberapa kesempatan. Penegasan kembali disampaikan dalam rapat bersama warga di ruang Sekretaris Daerah Kota Batam, Firman Syah.

“Penanganan Jalan Tengku Sulung akan kita laksanakan di tahun 2026. Itu sudah dibahas, sudah disampaikan ke warga,” ujar Dohar.

Ia menjelaskan, pengerjaan akan dilakukan bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Tahun 2025 ini difokuskan pada perencanaan teknis, termasuk penyusunan dokumen, penetapan jalur, hingga tahapan administrasi lainnya.

“Perencanaannya sudah selesai di 2025. Januari nanti kita targetkan sudah masuk proses perlengkapan dan lelang fisik. Kita percepat di awal tahun,” ucapnya.

Dengan demikian, pekerjaan lapangan ditargetkan bisa dimulai pada Maret–April 2026, setelah kontrak dan persiapan matang.

“Perkiraan fisik pekerjaan itu di tiga bulan pertama. Awal April kami sudah bisa mulai pengerjaan,” katanya.

Tahap pertama pengerjaan fokus pada pembukaan jalur kedua yang berada di sisi kiri dari arah Cikitsu menuju SMAN 3 Batam. Jalur tambahan ini akan menjadi dasar pelebaran hingga total tersedia dua jalur, masing-masing dua lajur.

“Rencana kami membuka jalur kedua dulu. Nanti akan ada dua jalur, masing-masing dua lajur,” jelasnya.

Sebelumnya, Jalan Tengku Sulung hanya memiliki satu jalur dua arah, sehingga menjadi titik rawan macet terutama pada jam sibuk. Kepadatan diperparah oleh aktivitas warga di permukiman sekitar dan kendaraan berat yang melintas.

Sebagai bagian dari persiapan pelebaran, Pemko Batam telah membongkar sejumlah bangunan semi permanen di sepanjang badan jalan beberapa bulan lalu. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tengku Sulung Bakal Dua Jalur, Perbaikan Dimulai Tahun Depan pertama kali tampil pada Metropolis.

Proyek Konektivitas Gas Natuna–Batam Tuntas 2026, Penyaluran Mulai 2027

0
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, Muhammad Darwin. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Proyek konektivitas gas dari wilayah Natuna dan Anambas menuju Kota Batam terus dikebut. Pemasangan sambungan pipa ditargetkan rampung awal 2026, sebelum akhirnya gas dapat mulai dialirkan pada 2027.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, Muhammad Darwin, menjelaskan bahwa jalur gas eksisting saat ini berasal dari Lapangan Migas di Laut Natuna Utara dan disalurkan melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) sepanjang 470 kilometer menuju Singapura.

Darwin mengungkapkan terdapat satu cabang pipa yang bisa dimanfaatkan untuk mengalirkan gas ke Batam. Cabang tersebut berada di dekat perairan Pulau Pemping Kota Batam, dengan jarak hanya sekitar 4,5 kilometer dari titik terdekat.

“Ada satu cabang di dekat Pulau Pemping. Hanya lebih kurang 4,5 kilometer saja,” ujarnya, Kamis (27/11).

Menurut Darwin, penyambungan pipa gas tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI). Berdasarkan informasi terakhir, penyelesaian pipa ditargetkan pada 2026, namun pengaliran gas baru dapat dimulai pada awal 2027.

“Pipa selesai 2026, untuk pengaliran gas pada 2027 mendatang. Target dari perusahaan seperti itu,” kata Darwin.

Proyek konektivitas gas Natuna–Anambas–Batam ini merupakan bagian dari strategi pemanfaatan sumber daya gas alam untuk memperkuat ketahanan energi kawasan industri Batam, sekaligus mengoptimalkan potensi migas di wilayah utara Kepri. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Proyek Konektivitas Gas Natuna–Batam Tuntas 2026, Penyaluran Mulai 2027 pertama kali tampil pada Kepri.

Paripurna DPRD Sahkan APBD Kepri 2026 Rp3,3 Triliun, Turun Rp605 Miliar

0
APBD Kepri 2026 disetujui sebesar Rp3,3 triliun dalam rapat paripurna DPRD Kepri, Kamis (27/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk tahun 2026 disahkan sebesar Rp3,3 triliun. Nilai ini mengalami penurunan signifikan sebesar Rp605 miliar jika dibandingkan dengan APBD tahun 2025.

​Keputusan tersebut disahkan dalam rapat paripurna laporan akhir Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri pada Kamis (27/11). Selain total anggaran yang menyusut, pendapatan daerah APBD 2026 juga tercatat turun sebesar Rp422,8 miliar dari rancangan awal.

Pendapatan utama daerah ini diproyeksikan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 yang dianggarkan sebesar Rp1,8 triliun.

​Rincian sumber PAD meliputi: pajak daerah Rp1,5 triliun; retribusi daerah: Rp207 miliar; hasil pengelolaan kekayaan daerah: Rp4 miliar dan pendapatan lain-lain: Rp53 miliar lebih.

​”Penerimaan pajak menjadi kontribusi paling besar, namun harus dioptimalkan lagi,” kata Pimpinan Banggar sekaligus Wakil Ketua III DPRD Kepri, Bakhtiar.

​Penurunan anggaran ini dipicu oleh adanya penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp495 Mlmiliar dari rancangan sebelumnya.

Menyikapi penurunan TKD, Banggar DPRD Kepri meminta Pemprov Kepri untuk memanfaatkan potensi peningkatan pendapatan lainnya. Bakhtiar menyebut, potensi seperti retribusi labuh jangkar, pemanfaatan air permukaan, dan pemanfaatan ruang laut harus didorong untuk mendongkrak PAD.

​”Langkah ini penting agar Kepri tidak terus bergantung pada pajak daerah dan transfer pusat yang terus menurun,” tegasnya.

​Sementara itu, Belanja Daerah 2026 disepakati sebesar Rp3,544 triliun, dengan Pemprov juga mencantumkan pinjaman daerah sebesar Rp250 miliar untuk menutupi defisit.

​Gubernur Kepri Amsar Ahmad menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan keuangan daerah sebaik-baiknya demi pembangunan, pemerataan ekonomi, penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

​”Kami sebisa mungkin akan terus mendorong apa saja sumber PAD baru dan peningkatan PAD di Kepri,” pungkas Gubernur.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Paripurna DPRD Sahkan APBD Kepri 2026 Rp3,3 Triliun, Turun Rp605 Miliar pertama kali tampil pada Kepri.

Kekuatan Sistem Operasi dan Aplikasi Open Source dalam Dunia Server dan Jaringan

0

batampos – Kemajuan teknologi informasi telah menjadi pendorong utama bagi transformasi di berbagai sektor, yang kini semakin bergantung pada digitalisasi untuk meningkatkan kinerja dan layanan. Perkembangan ini juga sangat terlihat di bidang server dan jaringan, di mana penggunaan infrastruktur yang lebih efisien, andal, dan terotomasi menjadi fondasi utama dalam mendukung kebutuhan layanan digital modern.

Dalam bidang jaringan, teknologi Wi-Fi 7 mulai hadir dengan kecepatan hingga 30 Gbps, disertai transformasi menuju sistem berbasis perangkat lunak seperti SD-WAN yang memudahkan manajemen jaringan secara fleksibel dan terpusat.

Selain itu, riset terhadap arsitektur baru seperti Named Data Networking (NDN) dan Information-Centric Networking (ICN) memperkenalkan pendekatan berbasis konten dibandingkan host yaitu pendekatan jaringan yang mengirim dan menerima data berdasarkan nama kontennya, bukan berdasarkan alamat IP pengirim atau penerima.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pengelolaan data dan layanan digital, peran server menjadi semakin krusial sebagai fondasi utama dalam menyediakan kinerja, keamanan, serta ketersediaan sistem. Infrastruktur server yang baik tidak hanya memastikan kelancaran operasional, tetapi juga membuka peluang bagi organisasi untuk mengembangkan solusi digital yang lebih fleksibel.

Dalam konteks ini, pemilihan perangkat lunak yang dijalankan di atas server juga menjadi faktor penting yang menentukan efektivitas dan efisiensi dari keseluruhan sistem yang dibangun.

Di tengah tingginya biaya lisensi aplikasi komersial dan sekaligus menjaga efisiensi biaya, banyak organisasi mengadopsi pendekatan berbasis perangkat lunak open source. Aplikasi-aplikasi open source menawarkan fleksibilitas tinggi, dukungan komunitas luas, serta biaya implementasi yang lebih ekonomis tanpa mengurangi fungsionalitas yang dibutuhkan.

Penggunaan aplikasi open source menjadi langkah logis yang melengkapi pemanfaatan server, menciptakan ekosistem teknologi yang terjangkau, dapat diandalkan, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan sekaligus menjaga fleksibilitas dalam penggunaan teknologi.

Aplikasi berbasis open-source memiliki kekuatan dan keunggulan yang membuatnya semakin diminati oleh individu maupun organisasi.

Salah satu kekuatannya adalah hampir dapat dipastikan kebanyakan aplikasi berbasis open-source itu free dan legal, free di sini memiliki makna ganda yaitu free dalam arti bebas dimodifikasi dan didistribusikan kembali dan free dalam pengertian bebas biaya sehingga pengguna tidak perlu membayar biaya lisensi yang tinggi, juga sekaligus terhindar dari risiko hukum atau keamanan akibat penggunaan aplikasi ilegal.

Kebebasan modifikasi menjadi nilai tambah karena pengguna memungkinkan untuk melakukan inovasi dan penyesuaian sistem sesuai kebutuhannya, selain itu open-source juga terkenal dengan stabilitas dan keamanan, misalnya Linux sebagai sistem operasi menawarkan performa handal dan minim risiko malware dibandingkan beberapa aplikasi komersial.

Keunggulan lainnya adalah dukungan komunitas yang luas, yang menyediakan dokumentasi, tutorial, forum, dan pembaruan rutin, sehingga pengguna baru maupun profesional dapat belajar dan mengatasi masalah dengan cepat sehingga menjadikan aplikasi- aplikasi berbasis open-source menjadi alternatif strategis yang berkelanjutan dalam dunia pendidikan, bisnis, maupun kreatif.

Open-source telah terbukti menjadi tulang punggung infrastruktur server dan jaringan di berbagai skala. Secara global, Linux mendominasi server web dan cloud di perusahaan besar seperti Google, Facebook, dan Amazon Web Services, sementara Apache dan NGINX menjadi web server andalan dan OpenVPN serta WireGuard digunakan untuk jaringan privat yang aman.

Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia mendorong penggunaan Linux di beberapa instansi, termasuk Direktorat Jenderal Pajak dan universitas yang memanfaatkan OpenStack untuk laboratorium dan layanan cloud internal.

Secara lokal, banyak UMKM dan kampus menggunakan Linux sebagai server file, email, dan proxy untuk menghemat biaya lisensi sambil menjaga keamanan dan kendali penuh atas jaringan mereka. Implementasi ini menunjukkan bahwa aplikasi open-source bukan hanya hemat biaya, tetapi juga handal, fleksibel, dan aman untuk berbagai kebutuhan server dan jaringan.

Beberapa distribusi Linux seperti Ubuntu Server, Debian, CentOS/Rocky Linux/AlmaLinux, Fedora Server, dan openSUSE Leap banyak digunakan karena stabilitas, keamanan, dan dukungan komunitas yang luas.

Aplikasi-aplikasi berbasis open-source seperti Apache HTTP Server dan NGINX menjadi web server andalan, MySQL, MariaDB, dan PostgreSQL untuk manajemen basis data, OpenVPN dan WireGuard untuk VPN, serta Samba, Docker, Kubernetes, Nextcloud, dan Pi-hole mendukung berbagai kebutuhan jaringan, container, dan kolaborasi.

Kombinasi distro dan aplikasi ini memungkinkan perusahaan besar, instansi pemerintah, universitas, hingga UMKM dapat membangun infrastruktur IT yang handal, fleksibel, dan hemat biaya.

Melihat perkembangan saat ini, tren ke depan menunjukkan bahwa infrastruktur IT akan semakin banyak bergantung pada ekosistem open-source. Perusahaan, institusi pendidikan, dan pemerintah cenderung mengadopsi distribusi Linux dan aplikasi open-source karena fleksibilitas, biaya rendah, keamanan, dan dukungan komunitas yang kuat.

Selain itu, teknologi modern seperti cloud computing, containerization dengan Docker dan Kubernetes, serta layanan jaringan dan kolaborasi berbasis open-source semakin mendorong adopsi ini.

Ekosistem yang terus berkembang ini dan komunitas yang aktif menjadikan open-source diprediksi akan menjadi fondasi utama bagi server, jaringan, cloud, dan layanan digital di masa depan, memungkinkan inovasi cepat, kemandirian teknologi, dan infrastruktur IT yang lebih efisien serta berkelanjutan. (*)

Penulis : Rey Sastria Harianja dan Agus Fatulloh.
Mahasiswa Semester 5
Podi Rekayasa Keamanan Siber,
Jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Batam

Artikel Kekuatan Sistem Operasi dan Aplikasi Open Source dalam Dunia Server dan Jaringan pertama kali tampil pada Metropolis.

Adopsi Identitas Digital Batam Masih 5-7 Persen

0
Ilustrasi.

batampos – Transformasi layanan administrasi kependudukan di Kota Batam melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih menemui tantangan. Meski pemerintah daerah mendorong percepatan digitalisasi, tingkat adopsi IKD di Batam saat ini baru berada pada kisaran 5-7 persen.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Sri Miranthy Adisthy, mengatakan, rendahnya angka tersebut menunjukkan perlunya sosialisasi yang lebih masif agar warga memahami manfaat dan keamanan penggunaan identitas digital.

“Jumlah pastinya sedang didata, tapi persentasenya masih 5 sampai 7 persen,” katanya, Kamis (27/11).

Dia menyebut, peralihan dari e-KTP menuju IKD merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Ia menggambarkan perubahan ini sebagai proses “naik kelas” menuju ekosistem digital yang lebih aman dan efisien. “Kita tadinya ada e-KTP, sekarang kita akan naik kelas ke IKD,” tambahnya.

Salah satu keunggulan IKD adalah kemudahan mobilitas bagi masyarakat. Warga tidak lagi harus khawatir lupa membawa KTP fisik ketika melakukan layanan administrasi maupun transaksi pelayanan publik lainnya.

Selain memudahkan akses, Adis mengatakan, bahwa penyimpanan identitas dalam bentuk digital memberikan proteksi lebih baik terhadap kerahasiaan data pribadi warga. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi kependudukan.

Namun demikian, implementasi di lapangan masih membutuhkan waktu. Disdukcapil Batam hingga kini menunggu aturan teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta pembahasan Pansus Perda yang akan menjadi dasar operasional penuh sistem tersebut.

Kondisi ini membuat ekosistem layanan IKD belum berjalan sepenuhnya optimal. Meski begitu, Sri menyampaikan komitmen instansinya untuk memastikan warga mendapatkan kemudahan saat proses transisi berlangsung.

Adis berharap, masyarakat tidak ragu beralih karena sistem telah dirancang lebih aman dan adaptif dengan kebutuhan zaman.

“Kami mengimbau seluruh warga Batam, ayo sama-sama. Sekarang sudah zaman digital, keamanannya juga lebih terjaga. Mohon dukungan dan atensinya,” ujar dia.

Sebagai pejabat baru, Adis juga menggarisbawahi pesan pimpinan daerah agar layanan adminduk di Batam bergerak cepat dan responsif. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Adopsi Identitas Digital Batam Masih 5-7 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.