
batampos – Masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur kembali digegerkan dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Ziath Ibrahim Balbyd. Pasalnya, usai membunuh korban Bagus Prasetyo Lazuardi, pelaku dengan tenang bersama anak tiri dan istrinya ikut takziah ke rumah duka korban.
Orang tua korban mengaku, tidak tahu menahu mengenai perkembangan kasus pembunuhan yang menimpa anaknya yang masih berusia 25 tahun itu. Meski ayah tiri pacar korban, Ziath sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sejak anak saya meninggal, saya tidak melihat pemberitaan di media massa. Penyelidikan kasus itu saya serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Karena saya masih tidak kuasa melihat kasusnya dan masih butuh ketenangan,” terang ayah korban, dr. Tutit Lazuardi, SP.Og.
Keluarga pun saat ini masih berkabung. Saat memperingati tujuh hari kematian Bagus, Senin (18/4), raut wajah dokter spesialis kandungan itu masih sedih. Saking sedihnya, bapak empat anak ini menghindari kabar perkembangan kasus itu. Baik dari polisi, media massa, dan teman-temannya.
Tutit sendiri terakhir bertemu dengan pihak kepolisian saat proses otopsi di Sidoarjo. Saat itu, dia meminta waku kepada polisi untuk menenangkan hati. Jika siap, Tutit akan langsung ke Polda Jatim memenuhi panggilan kepolisian.
Tutit sendiri sempat bertemu dan ngobrol dengan tersangka Ziath, sebelum lelaki itu ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan informasi di lapangan, keluarga korban sempat ngobrol dengan tersangka Ziath saat lelaki itu takziah.
Diketahui, Ziath yang merupakan warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur sempat hadir ke rumah duka untuk takziah pada Rabu (13/4) sore setelah korban dimakamkan. Tidak sendirian, pelaku datang takziah bersama istrinya dan TS, anak tirinya yang tak lain pacar korban.
“Sempat mengobrol dengan dia (tersangka ZI),” kata ayah korban, dr. Tutit Lazuardi, SP.Og.
Bahkan, pelaku pembunuhan sadis itu menyempatkan untuk berfoto bersama keluarga korban. Menurut Tutit, sang pacara anak dan keluarganya memang sempat foto bersama saat akan pulang takziah. Dimungkinkan yang menyebarkan foto itu atau teman-teman dari Malang.
Tutit sendiri baru mengenal dan bertemu TS saat takziah. Sang pacara korban mengaku sebagai adik tingkat dan teman dekat korban. Bagus dan TS baru saling kenal satu bulan saat sama-sama menjalani praktik di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar.
Diberitakan sebelumnya, mayat pemuda yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto 28 RT 03/RW 05, Tulungagung, itu ditemukan warga di sebuah lahan kosong Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (12/4) pagi. Lokasi penemuan mayat tidak jauh dari Jalan Umum Jurusan Surabaya-Malang. Tubuh korban disembunyikan di semak-semak lahan kosong bekas bongkaran gedung.
Korban ditemukan dalam posisi telentang lengkap dengan pakaian dan jam tangan serta uang Rp 150 ribu. Di lokasi, polisi tak mendapati selembar pun kartu identitas di tubuh maupun pakaian korban. Identitas korban baru diketahui melalui pemeriksaan sidik jari dengan Mobile Automated Multi Biometric Identification System (MAMBIS).
Jasad korban lalu diotopsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya. Berdasarkan hasil autopsi, korban diketahui tewas akibat kekerasan benda tumpul pada bagian dada. Sebab paru-parunya nengempis. Ada dugaan korban diinjak pelaku.
Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat keluar dengan kekasihnya TS untuk buka bersama. Setelah itu korban mengantar sang kekasih ke rumahnya. Selanjutnya, korban tak bisa dihubungi dan dikabarkan hilang oleh keluarganya.
Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Ronald Ardiyanto Purba mengatakan, korban kerap kali dimintai uang oleh tersangka terhadap korban semasa hidup, saat korban menjalin hubungan dengan anak tiri tersangka.
Catatan hasil penyelidikan terhadap tersangka, sebelum mengeksekusi korban, pelaku sempat memeras seluruh uang yang berada dalam kartu ATM korban melalui layanan aplikasi M-Banking.
“Kemudian korban sering dimintai uang oleh tersangka. Dan yang terakhir, dari rekening M Banking-nya, dipindahkan ke rekening tersangka,” ungkap Ronald di Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (18/4).
Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim, AKBP Lintar Mahardono mengungkapkan, tersangka menguras hampir semua uang di dalam ATM korban, senilai Rp 3,4 juta.
“Rp 3,4 juta, melalui M-banking dari bank (swasta). Enggak pernah cekcok. Karena dia cemburu dan menaruh hati dengan anak tirinya serta juga kesusahan ekonomi. Sehingga dia nekat,” jelas Lintar.
Ia juga menambahkan, tersangka juga sempat berupaya untuk menjual mobil milik korban Toyota Kijang Innova bernopol N 1966 IG ke seorang kenalannya. Bahkan tersangka berupaya menjual mobil tanpa surat-surat keabsahan penyerta, STNK, BPKB bahkan plat nopol. (*)
Reporter: JP Group



