Kamis, 18 Juni 2026
Beranda blog Halaman 7929

Kisah dibalik Keberhasilan Nglanggeran Jadi Desa Wisata Terbaik Dunia

0

 

AJUR mumur (hancur lebur) hati Aris Budiyono. Orang tua sendiri yang menegur karena dianggap tidak memiliki masa depan. Dikecilkan mimpinya menjadi penunggu batu karena aktif menjaga konservasi Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta.

”Kamu mau makan batu, Le (Nak),” ujar Suratinah, sang ibu, seperti diceritakan kembali oleh Aris.

Teguran itu dilakukan karena Aris dinilai terlalu banyak menghabiskan waktu bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nglanggeran. Sejak 1999, pokdarwis ingin mengejawantahkan mimpi menjadi desa wisata.

Modal utamanya gunung api purba, tapi pola pikir dan stigma masyarakat menjadi gunung penghalang tersendiri.

”Untuk menghapus mindset buruk pengangguran itu, kami membutuhkan waktu delapan tahun, dari 1999 hingga 2006,” kata salah seorang anggota utama sekaligus seksi pemasaran pokdarwis tersebut.

Pikiran buruk bahwa pe-muda desa yang aktif di pokdarwis muncul karena memang belum jelas, baik penghasilannya, pekerjaannya, maupun aktivitasnya.

Hanya terlihat luntang-lantung di Kalisong, base camp pokdarwis.

F. KODARWIS NGLANGGERAN UNTUK JAWA POS
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nglanggeran, Gunungkidul.

Padahal, di base camp itu, 85 pemuda dan pemudi mengatur strategi. Untuk membuat desanya mampu unjuk gigi, hidup dari potensi wisata yang belum terakui.

”Dulu awalnya 85 orang, dengan berbagai halangan tinggal 15 orang. Lalu, tinggal 9 yang jadi anggota utama,” ceritanya.

Tembok raksasa penghalang mimpi pokdarwis tidak hanya berasal dari orangtua. Istri para pemuda juga menjadi salah satu penggerus semangat.

Aris mengatakan, anggota lainnya bernama Suranto, misalnya, sampai ribut-ribut dengan istrinya karena terlalu aktif di pokdarwis. ”Halangan dari keluarga ini memang berat,” jelasnya.
Semua itu tidak lain karena kondisi sosial masyarakat Desa Nglanggeran. Sebagian besar telah ”sukses” menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

”Saya pun sebenarnya pernah mencoba menjadi TKI,” ujarnya, lalu terkekeh.

Upaya Aris menjadi TKI itu gagal karena ditipu perusahaan pengirimnya. Selama tiga tahun hanya berpindah-pindah lokasi penampungan.

Namun, akhirnya dia pulang dengan tangan hampa. Lebih miris lagi kehilangan modal Rp 32 juta, hasil menjual sapi dan sawah.

”Saya bilang ke orangtua, memang itu bukan jalan saya,” jelasnya.

Siapa sangka Aris, sang TKI gagal, bersama delapan anggota utama pokdarwis akhirnya mampu membangun Desa Nglanggeran menjadi desa wisata kelas dunia. Meraih setidaknya 17 penghargaan nasional dan internasional, salah satunya dari organisasi di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) UNWTO. Organisasi itulah yang telah menyematkan Desa Nglanggeran sebagai desa wisata terbaik dunia 2021.

”Semua bisa dilakukan setelah mindset berubah dan stigma hilang,” ujarnya.

Bagaimana cara mengubah mindset dan stigma itu? Dia menuturkan bahwa berbagai cara dilakukan. Di antaranya, keliling berbagai kelompok warga desa. Baik RT, arisan, maupun kelompok tani. Lalu, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk menggelar seminar dan pelatihan potensi wisata.

”Memberikan pemahaman ke warga bahwa desa kita indah. Punya potensi wisata yang besar,” katanya.

Tapi, semua itu masih dibalut pertanyaan dalam benak warga. ”Apa benar orang kota mau wisata melihat batu, berpanas-panas menanam padi dan cokelat. Digigit nyamuk di kebun yang besar-besar,” ujarnya membeberkan tanda tanya dalam benak warga.

Untuk menjawab semua itu, lanjut dia, pokdarwis bekerja sama dengan salah satu stasiun TV lokal. Tujuannya menyiarkan desa wisatanya yang indah dan ternyata para warga berebut masuk TV. Baik direkam aktivitas bertaninya maupun diwawancarai.

”Mereka juga terus menunggu dan bertanya kapan tayangnya,” ungkapnya.

Saat banyak warga yang ingin melihat tayangan soal desanya, didahului dengan pemandangan desanya. Gunung api purbanya, terasering sawahnya, dan kebun cokelatnya.

”Setelah menonton di TV, mereka barulah mengakui bahwa desanya sebenarnya indah,” ujarnya.

Dia menuturkan, mungkin semua itu disebabkan warga desa terbiasa tinggal di tempat yang indah. Karena itu, melihat keindahan tersebut hal yang tidak istimewa.

Setelah mindset dan stigma berubah, barulah pokdarwis mengajukan pengelolaan gunung api purba tersebut ke kelurahan pada 2007. Dimulai dari modal itulah, kemudian dibangun dan ditata berbagai wahana lainnya. Dari Embung Langgeran, Puncak Kampung Pitu, hingga Air Terjun Kedung Kandang.

”Semuanya dimulai sejak 2007 itu,” jelasnya.

Gunung api purba itu memiliki kelebihan soal geopark, tatanan, dan pemandangan batu yang indah. Apalagi, saat gempa Jogjakarta 2006, bebatuan itu sama sekali tidak bergeser.

”Padahal, rumah semua warga rata dengan tanah,” urainya.

Bukan hanya itu, gunung api purba juga menjadi spot terbaik untuk melihat sunrise dan sunset. Spot sunset dan sunrise juga ada di Embung Nglanggeran, embung buatan yang digunakan untuk mengairi persawahan warga.

Dia menuturkan, pengunjungnya bisa melihat terbit dan tenggelamnya matahari yang tecermin permukaan air Embung Nglanggeran. ”Sa-ngat indah,” katanya.

Lalu, Puncak Kampung Pitu yang bisa menikmati wisata budaya dan tradisi. Kepercayaan di desa itu hanya diperbolehkan untuk tujuh kepala keluarga (KK).

Dia menyatakan, kalau anggota keluarga menikah, mereka hanya bisa ikut KK atau keluar dari desa. ”Ini yang menjadi daya tarik,” paparnya.

Sementara itu, wahana Air Terjun Kedung Kandang merupakan air terjun musiman yang memiliki tujuh tingkatan. Keindahannya menjadi daya tarik untuk berswafoto dan mengambil foto keluarga.

Namun, tidak hanya memamerkan wisata alam, pokdarwis juga menciptakan wisata atraksi membuat cokelat. Buah kakao diproduksi menjadi bubuk cokelat. ”Pengunjung bisa ikut membuat cokelat,” ujarnya.

Dia menuturkan, warga akhirnya mendapat penghasilan dari dua sisi: paket wisata membuat cokelat dan produksi bubuk cokelat. ”Dua pendapatan dari kebun cokelat,” jelasnya.

Bukan hanya itu, warga juga bak mendapat durian runtuh dengan kebutuhan guesthouse yang tinggi. Dia mengatakan, karena pengunjung wisata yang banyak, akhirnya guesthouse Desa Nglanggeran juga bertambah. Dari yang awalnya hanya tiga rumah sekarang menjadi 80 rumah.

”Dulu tiga guesthouse itu juga kami paksakan,” paparnya.

Tiga guesthouse yang menjadi percontohan itu dikerjakan dan dibangun pokdarwis. Dia mengatakan bahwa semuanya serba dipaksakan, dari melayani penginapan hingga makan dan kebutuhan lainnya.

”Sebelum guesthouse itu, kami memulainya dengan menyewakan lokasi untuk kegiatan alam mahasiswa,” urainya.

Kini desa wisata itu bukan sekadar mimpi. Pendapatan warga Desa Nglanggeran meningkat drastis. Begitu pula pendapatan pokdarwis. Pada 2006 jelas belum ada penghasilan apa pun, tapi pada 2016 pendapatannya mencapai Rp 2 miliar dan pada 2017 pendapatan totalnya Rp 2,9 miliar.

Lalu, 2018 meningkat menjadi Rp 3 miliar dan 2019 menjadi Rp 3,2 miliar. ”Untuk 2020 dan 2021 hanya Rp 1 miliar akibat pandemi,” paparnya.

Menurut Aris, dengan pendapatan itu, kesejahteraan warga tentu meningkat. Kesejahteraan pemuda Desa Nglanggeran juga meningkat drastis. Pendapatan pokdarwis itu digunakan untuk membiayai berbagai hal, dari membantu warga desa, membiayai berbagai aktivitas gotong royong dan tradisi, serta banyak lainnya.

”Semua pemuda dan pemudi desa bekerja di sini,” tuturnya.

Pastilah nikmat bekerja dan tinggal di desa sendiri. Tidak seperti yang kebanyakan, bekerja di luar kota dan luar negeri, tapi desa sendiri tidak terbangun. Desa sendiri masih berkelindan dengan kemiskinan dan pengangguran. Pulang ke desa hanya pamer kekayaan, yang bisa jadi hanya hasil utangan. (*)

Warga Malaysia ke Kepri Bebas PCR

0

batampos- Setelah lebih dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19, mulai Kamis (19/5) pelayaran kapal penumpang tujuan ke Malaysia kembali dibuka.

Rencananya keberangkatan perdana penumpang dari Tanjungbalai Karimun pukul 09.00 WIB tujuan Kukup dan Putri Harbour akan dilepas secara resmi oleh Bupati Karimun. Sementara,penyambutan penumpang dari Malaysia akan dilakukan Gubernur Kepri.

Junaidi

Humas KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Edi Poernomo yang dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan hasil rapat bersama, maka besok (Kamis, red) entry point pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun resmi beroperasi kembali.

”Sesuai dengan laporan yang kita terima, maka pada hari pertama mulai beroperasi kembali pelabuhan internasional akan memberangkatkan penumpang tujuan pelabuhan berbeda di Johor Bahru, Malaysia. Yakni, ke Pelabuhan Antara Bangsa Kukup dan Putri Harbour,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Junaidi secara terpisah juga membenarkan jika Kamis entry point pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun kembali dibuka. ”Iya, sudah resmi dibuka kembali dan juga ada kemudahan dari Satgas Covid-19 pusat. Yakni, penumpang yang datang dari Malaysia bebas atau tidak perlu PCR,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kemudahan Berkunjung ke Malaysia, Vaksinasi Lengkap Tak Perlu Beli Asuransi dan PCR/ Antigen

Terkait bebas PCR untuk WNI dan WNA yang masuk ke Provinsi Kepri, khususnya Karimun dibenarkan Kepala Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP), Novri Hendri. ”Bebas PCR sesuai dengan SE Satgas Penanganan Covid Nomor 19 Tahun 2022 tentang Protkes Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Operasional Bay Ferry Service Karimun-Kukup, Dorry menyebutkan penumpang yang berangkat dari pelabuhan internasional Tanjungbalai Karimun tujuan Kukup akan disambut oleh pemerintah negeri bagian Johor.

”Berdasarkan undangan dan pemberitahuan pada saat penumpang tiba di pelabuhan Kukup akan disambut Menteri Pengangkutan Transportasi Neger Johor dan Bupati Pontian. Kita berharap ini menjadi awal yang baik dan pertumbuhan ekonomi Karimun,” uacapnya.(*)

reporter: sandi

KMP Bahtera Nusantara 03, Siap Layani Rute Dompak-Matak-Penagi

0

 

batampos – Satu lagi kapal buatan anak bangsa di Batam diluncurkan. Yaitu kapal penyeberangan penumpang roro 1500 GT pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI.

Peluncuran Kapal Ro ro di PT Karimun Anugrah Sejati fff. PT KAS untuk Batam Pos
F. PT KAS untuk Batam Pos
KMP Bahtera Nusantara 03 yang diproduksi PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) resmi diluncurkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di galangan kapal PT KAS di Tanjunguncang, Rabu (18/5). Foto atas, peluncuran kapal roro ini ditandai dengan penekanan sirine.

Kapal dengan nama KMP Bahtera Nusantara 03 ini dikerjakan PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) dan resmi diluncurkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, di galangan kapal PT KAS di Tanjunguncang, Rabu (18/5). Budi mengatakan, kapal roro ini akan dipergunakan untuk penyeberangan di Provinsi Kepri dengan rute Dompak-Matak-Penagi.

Pembangunan kapal ini menggunakan APBN dengan skema multi years contract (MYC).

”Kapal ini telah selesai dikerjakan dengan baik oleh PT KAS. Sudah sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan. Kami sangat apresiasi dan alhamdulillah hari ini momen penting peluncuran juga berjalan dengan lancar, semoga kapal ini ke depannya dapat beroperasi dengan baik demi kesejahteraan masyarakat di Kepri,” ujar Budi.

Dijelaskan Budi, pembuatan kapal ini sebagai wujud komitmen pemerintah untuk selalu memberikan kemudahan aksebilitas bagi pelak­sana pem­bangunan daerah.

Terutama di wilayah-wilayah terpencil, sebagaimana misi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang aman, selamat, dan mampu menjangkau masyarakat dan wilayah Indonesia.
Kapal yang baru diluncurkan ini memiliki spesifikasi yang mumpuni. Antara lain; panjang keseluruhan 71,92 meter, lebar 14 meter, tinggi 4,60 meter dan kecepatan 15 knot. Kapal ini mampu me­ngang­kut 386 penumpang, 14 unit truk besar, 13 unit truk sedang, dan 10 unit kendaraan roda empat.

”ABK (anak buah kapal, red) KMP Bahtera Nusantara 03 ini sebanyak 24 orang,” sebutnya.

Komisaris dan Direktur PT Karimun Anugrah Sejati Franky Sucipto dan Jacky Sucipto juga memberikan apresiasi atas kepercayaan pihak Dirjen Perhubungan Darat atas pembuatan kapal tersebut. Sudah menjadi komitmen PT KAS mengerjakan dan menyelesaikan pembangunan kapal yang dipesan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.

Dia juga berharap agar ke depannya Kemenhub ataupun pemerintah pada umumnya tetap mempercayai PT KAS dalam membangun kapal-kapal serupa. (*)

Ada Sabu di Dalam Bungkus Teh Guanyinwang

0

 

batampos – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan 21.223 kg sabu, dalam kurun waktu tiga pekan ini. Sabu yang didapat tersebut, merupakan milik dua jaringan pengedar sabu di Karimun dan Lingga.

Kepala BNNP Kepri Henry Simanjuntak mengangkat barang bukti sabu
Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Henry Simanjuntak mengangkat barang bukti, Sabu.

Namun, dua jaringan pengedar narkoba tersebut memiliki kesamaan. Yakni sabu yang diedarkan berasal dari Malaysia.

”Ada lima orang pengedar sabu kami tangkap, namun mereka terdiri dari dua jaringan,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Henry Simanjuntak, Rabu (18/5).

Ia menerangkan, jaringan pengedar narkoba pertama diamankan di Pulau Belukar, Moro, Karimun, 25 April lalu. Pelaku berinisial Hn, 41, ditangkap petugas BNNP Kepri saat membawa 10 bungkus teh merek Guanyinwang berwarna hijau.

”Beratnya 10,129 kilogram,” ucap Henry.

Petugas BNNP Kepri melakukan pengembangan atas temuan tersebut. Dari keterangan Hn, didapat beberapa nama. Berselang dua hari kemudian, 27 April petugas BNNP Kepri mengamankan Hs di Pulau Buaya, Lingga.

”Jaringan pengedar kedua, kami tangkap di Pulau Kentar, Lingga, 15 Mei. Tiga orang pelaku diamankan, Ah, As dan In,” sebutnya.

Saat ditangkap, ketiganya membawa 11 bungkus teh merek Guanyinwang berwarna hijau seberat 11.094 gram. ”Kami masih melakukan pengembangan atas tangkapan ini,” ujarnya.

Barang bukti narkoba dari jaringan pengedar yang ditangkap di Karimun, kata Henry, sudah mendapatkan ketetapan dari kejaksaan. Sehingga barang buktinya sudah dapat dimusnahkan.

”Barang bukti jaringan narkoba di Karimun itu seberat 19,129 kg, kami musnahkan sebanyak 9,8 kg. Sedangkan sisanya 318,23 gram guna pembuktian di persidangan dan uji laboratorium,” ungkapnya.

Kelima orang tersangka dijerat menggunakan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. (*)

 

Reporter : Eggi Idriansyah – JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG

Alasan Singapura Menolak UAS, Dituding Sebarkan Ajaran Ekstremisme

0

 

batampos – Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura akhirnya menjelaskan alasan menolak Abdul Somad Batubara atau Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk ke negaranya. Pemerintah Singapura menuding UAS menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

Ustaz Abdul Somad (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Kementerian Dalam Negeri Singapura membenarkan bahwa UAS memang telah sampai di Terminal Feri Tanah Merah Singapura, Senin (16/5) dari Batam bersama enam orang lainnya.

UAS bersama rombongan kemudian ditolak masuk ke Singapura setelah diwawancarai dan dipulangkan kembali ke Batam pada hari yang sama. ”UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” ujar pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura, Selasa (17/5).

Pemerintah Singapura mencontohkan, pernyataan UAS yang ekstremis ketika UAS menyampaikan bom bunuh diri adalah sah dalam dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi “syahid”.

”Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal ”jin (roh/setan) orang kafir”.

Selain itu, UAS secara terbuka menyebut non-muslim sebagai ”kafir” (kafir),” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan resmi itu juga menegaskan, masuknya seseorang ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Mereka akan dinilai terlebih dahulu berdasarkan kemampuannya.
Sementara UAS, menurut Pemerintah Singapura, berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

”Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi,” tutup pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura tersebut.

UAS sendiri belum memberikan bantahan terkait tudingan tersebut. Sahabatnya yang selalu mendampingi UAS, Hendri Anak Rahman yang dihubungi juga belum merespons.

Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah menilai, setiap negara memang memiliki kewenangan untuk menerima atau tidak seseorang masuk ke negaranya. Hal ini pun biasanya didasari oleh data intelegen yang mereka miliki. Amerika Serikat (AS) misalnya. Mereka sudah mengetahui siapa dan latar belakang seseorang yang hendak masuk ke negaranya saat pengajuan visa.

”Hal ini yang harus dimengerti. Pemerintah Singapura sudah menjelaskan dan menetapkan. Jadi harus dihormati,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (18/5).

Menurutnya, kasus ini tak perlu diperpanjang. Upaya diplomatik pun sejatinya telah dilakukan dengan mengirimkan nota diplomatik untuk meminta penjelasan. ”Dan ini sudah diberikan,” katanya.

Justru, lanjut dia, ini menjadi momentum bagi UAS untuk menjelaskan apa yang sejatinya terjadi. Apakah tudingan-tudingan yang disampaikan itu benar atau hanya potongan-potongan video saja yang dijadikan referensi. Sehingga nantinya, kasus serupa tak terjadi lagi ketika dirinya akan berkunjung ke negara-negara lain.

Disinggung soal dampak kasus ini pada hubungan diplomatik kedua negara, Reza menilai, hal ini tidak akan berdampak nyata. Mengingat kedua negara sudah memiliki hubungan erat yang mendalam sejak lama.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa hal ini tetap akan berimbas pada Singapura. Salah satunya, bila ada upaya boikot oleh masyarakat yang membela UAS. Mengingat, UAS merupakan salah satu orang yang dikenal.

Misal, dengan tidak lagi mengunjungi Singapura hingga tidak menggunakan maskapai dari negara tersebut.

”Jadi bisa saja ketika misalnya UAS mengimbau tak perlu ke Singapura. Tentu Singapura akan terdampak,” ungkapnya. Belum lagi, anggapan bila Singapura merupakan negara islamophobia.

UAS sendiri telah menyerukan hal tersebut melalui akun media sosialnya. Dia mengajak masyarakat mengalihkan uang belanja ke Singapura untuk wakaf pembangunan pesantren.
Hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban langsung dari UAS mengenai alasan penolakan dirinya masuk Singapura saat coba dihubungi, kemarin. Termasuk, soal me-ngalihkan uang belanja ke Singapura. (*)

Durasi Kampanye 75 Hari Masih Dikaji KPU

0
Ilustrasi. Petugas pemiliuhan umum saat sedang melakukan pemeriksaan rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2019 Tingkat Kecamatan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan, belum ada kesepakatan soal durasi masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal itu menepis pernyataan sejumlah anggota Komisi II DPR terkait kesepakatan masa kampanye pemilu selama 75 hari.

Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, rapat konsinyasi hanya membahas pendalaman. Di situ KPU membeberkan berbagai kendala yang dialami, termasuk dalam hal kampanye. Namun, belum ada kesepakatan apa pun. ”Kalau keputusan adanya dalam rapat kerja,” ujarnya saat dihubungi kemarin (17/5).

Idham menambahkan, durasi kampanye 75 hari baru sebatas usulan dewan. Saat ini tim di internal KPU tengah mengkaji usul tersebut. Dia belum bisa menyimpulkan apakah usul itu ideal atau tidak untuk diterapkan. Hasil pengkajian KPU nanti akan disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPR.

Peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana memandang, meski lebih efisien, ada sejumlah risiko jika durasi kampanye dipangkas secara signifikan. Pertama, dari segi kepentingan pemilih, perlu dikaji apakah waktu 75 hari cukup bagi pemilih untuk mendapatkan sosialisasi dari calon.

Patut dicatat, jumlah calon dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 terbilang besar. ”Berpotensi dapat semakin menghilangkan esensi dari pendidikan politik melalui kampanye,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group

Durasi Kampanye 75 Hari Masih Dikaji KPU

0
Ilustrasi. Petugas pemiliuhan umum saat sedang melakukan pemeriksaan rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2019 Tingkat Kecamatan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan, belum ada kesepakatan soal durasi masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hal itu menepis pernyataan sejumlah anggota Komisi II DPR terkait kesepakatan masa kampanye pemilu selama 75 hari.

Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, rapat konsinyasi hanya membahas pendalaman. Di situ KPU membeberkan berbagai kendala yang dialami, termasuk dalam hal kampanye. Namun, belum ada kesepakatan apa pun. ”Kalau keputusan adanya dalam rapat kerja,” ujarnya saat dihubungi kemarin (17/5).

Idham menambahkan, durasi kampanye 75 hari baru sebatas usulan dewan. Saat ini tim di internal KPU tengah mengkaji usul tersebut. Dia belum bisa menyimpulkan apakah usul itu ideal atau tidak untuk diterapkan. Hasil pengkajian KPU nanti akan disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPR.

Peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana memandang, meski lebih efisien, ada sejumlah risiko jika durasi kampanye dipangkas secara signifikan. Pertama, dari segi kepentingan pemilih, perlu dikaji apakah waktu 75 hari cukup bagi pemilih untuk mendapatkan sosialisasi dari calon.

Patut dicatat, jumlah calon dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2024 terbilang besar. ”Berpotensi dapat semakin menghilangkan esensi dari pendidikan politik melalui kampanye,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group

Bupati Karimun Minta Dispar Gencar Promosikan Pariwisata Moro

0

batampos- Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama rombongan melakukan kunjungan halal bi halal ke desa Jang kecamatan Moro, Minggu (15/5) lalu. Lokasi kunjungan tersebut ada dua yaitu pulau Manda dan kampung Bahari Nausantara desa Jang.

Dalam kesempatan tersebut, ia memuji kemajuan destinasi wisata yang ada di kecamatan Moro. Ia mencontohkan, seperti pulau Manda yang kini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pantai dan melihat konservasi penyu yang ada.

Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama warga Moro saat melepas tukik ke habitatnya

” Informasi pengelola sudah ribuan orang yang datang ke pulau Manda, melihat konservasi penyu,” tuturnya.

Begitu juga dengan kampung Bahari Nusantara yang sebelumnya tidak dikenal, kini menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan yang ada di Kabupaten Karimun. Dimana, kampung Bahari juga semakin dikenal karena dibina langsung oleh TNI Angkatan Laut (Lanal TBK-red).

BACA JUGA:

” Kampung Bahari Nusantara juga semakin dikenal oleh wisatawan dengan wisata baharinya, disini wisatawan bisa menikmati panorama bawah laut dengan snorkling serta menikmati wahana seperti banana boat, sepeda air, menaiki kano dan wahana lainnya,” terangnya.

Dengan perkembangan destinasi pariwisata di Moro, dirinya memberikan apresiasi terhadap perangkat kecamatan, desa sampai masyarakat setempat yang bahu-membahu memajukan pariwisata di Kecamatan Moro. Sehingga, bisa berdampak positif kepada masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

” Masyarakat menyampaikan permintaan seperti ketersediaan air bersih, pembangunan musholla, tanggul dan batu miring untuk mencegah abrasi. Mengenai permintaan ini akan kita akomodir sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.

Bupati dalam kesempatan ini juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata bidang pemasaran yang juga sedang melakukan syuting promosi wisata ‘Enjoy Karimun’ di kedua objek wisata tersebut.

Untuk itu kata Rafiq, meminta Dinas Pariwisata Karimun untuk gencar promosi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karimun.

“Saya minta Dinas Pariwisata untuk kembangkan lah destinasi wisata yang ada di Karimun ini dengan promosi-promosi, terus informasikan baik ke wisatawan lokal maupun mancenegara tentang potensi wisata yang ada. Slogan Enjoy Karimun yang diluncurkan sangat baik dan diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan,” pungkas Bupati.(*)

reporter: tri haryono

Di China, Operator Telepon Blokir Panggilan Nomor Asing

0

batampos– Untuk melindungi para pelanggannya, per 20 Mei 2022, operator telepon di China akan memblokir panggilan dan pesan singkat (SMS) dari nomor telepon asing.

Para pengguna telepon selular di Provinsi Zhejiang yang tidak ingin mengaktifkan layanan panggilan internasional bisa mengajukan permohonan sebelum 20 Mei 2022, demikian laman berita lokal, Rabu.

ilustrasi media sosial di telepon pintar. (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/am.)

Namun bagi mereka yang menerima SMS dari luar negeri, termasuk Hong Kong, Makau, dan Taiwan harus melakukan registrasi di nomor 1219 dan 10086.

Operator telepon berdalih kebijakan tersebut untuk melindungi para pelanggannya dari berbagai tindak kejahatan penipuan melalui telepon.

Pihak operator menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan untuk membatasi hak berkomunikasi para pelanggannya di China. Pelanggan masih bisa melakukan atau menerima kontak internasional dengan mengajukan aplikasi pemulihan.

BACA JUGA: Hadapi Covid Varian Omicron, China Terapkan Protkes Ketat

Kementerian Keamanan Publik China (MPS) pada November 2021 merilis data penipuan via telepon lebih dari 370.000 kasus dan membongkar kejahatan dengan modus tersebut senilai 326,5 miliar yuan atau sekitar Rp708 triliun.

Berita mengenai pemblokiran nomor asing di Zhejiang oleh sejumlah media, termasuk di laman berita GICExpat tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di China.

Apalagi sebelumnya otoritas China sempat memblokir berbagai unggahan di platform Weibo yang menyangkut kritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap kebijakan nol kasus COVID-19 yang berpotensi melanggar hak asasi manusia. (*)

reporter: antara

Mendag Sambut Menteri ASEAN di Bali Dengan Bebagai Budaya Indonesia

0

 

batampos – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyambut kedatangan para Menteri Ekonomi ASEAN di Jimbrana, Bali. Mereka akan mengikuti pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022.

Para Menteri Ekonomi ASEAN telah tiba di Jimbaran, Bali untuk menghadiri Pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022. Kehadiran para menteri ekonomi ASEAN disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5).

Para menteri ekonomi ASEAN disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5). Pada acara santap malam dimulai, para menteri ekonomi ASEAN menikmati sore dengan pemandangan laut biru yang memukau.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan AEM Special Meeting, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyambut para menteri ekonomi ASEAN dengan antusias. Selain tarian Bali, para tamu juga menikmati tarian dari berbagai tarian tradisional daerah di Indonesia.

“Sajian tari-tarian tradisional malam ini adalah keinginan menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia sebagai wujud keramahtamahan bangsa kita. Tarian malam ini juga untuk membangun suasana makan malam. Indonesia berharap, Pertemuan AEM Special Meeting kali ini berkontribusi positif bagi pengembangan ekonomi kawasan,” ujar Mendag Lutfi.

Sejumlah tarian tradisional Indonesia ini digelar di acara tersebut untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia. Tari-tarian tradisional yang ditampilkan yaitu Tari Cendrawasih, Tari Bali Panyembrama, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Baris, dan Tari Legong. Tarian tradisional memberikan hiburan kepada para menteri yang hadir sembari menikmati makan malam yang disajikan.

Tari Cendrawasih menjadi tarian pertama yang disajikan. Para penari menggambarkan pesona dan keindahan burung-burung tersebut melalui gerakan-gerakan khas. Tarian selanjutnya adalah Tari Bali Panyembrama yang dibawakan penari-penari perempuan. Tari ini memiliki komposisi dengan gerakan yang menggambarkan penyambutan dewa-dewa yang turun ke kuil.

Tarian berikutnya adalah Tari Oleg Tamulilingan yang bercerita tentang sepasang kumbang jantan dan betina di suatu taman bunga. Dilanjutkan dengan Tari Baris yang menceritakan perjuangan kesatria ke medan perang. Tari Legong menjadi tarian pamungkas yang menutup sesi jamuan penyambutan.

Sedangkan kuliner nusantara yang disajikan yaitu lobster bakar bumbu rujak, sop iga sapi, selat solo, hingga es cendol. Suguhan makanan nusantara disajikan untuk memperkenalkan cita rasa khas kuliner Indonesia.

“Kami berharap, alam yang memukau di Bali, suasana pantai yang menyenangan, tari-tarian
tradisional yang menggambarkan budaya bangsa, dan kuliner nusantara dengan cita rasa yang khas dapat memberikan lebih banyak energi dan semangat kepada para menteri ekonomi untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi ASEAN,” pungkas Mendag Lutfi. (*)