Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 7939

Angin Kencang Terjang Lubuklinggau, 20 Rumah Rusah, 1 Warga Luka Berat

0
Ilustrasi pohon tumbang terdampak hujan deras disertai angin kencang. (Istimewa)

batampos – Angin kencang melanda Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan. Akibat peristiwa ini, banyak rumah warga dilaporkan rusak, selain itu turut menimbulkan korban luka.

“Kejadian tersebut berlangsung saat hujan lebat mengguyur wilayah kota,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (12/4).

BPBD setempat melaporkan sebanyak 20 KK terdampak, serta 1 warga lain mengalami luka berat. Korban luka telah mendapatkan perawatan medis.

Angin kencang juga mengakibatkan kerusakan dan pohon tumbang. BPBD Kota Lubuklinggau merilis total rumah rusak berjumlah 20 unit.

“Sebanyak 3 unit rumah warga rusak berat, sedangkan sisanya rusak ringan. Kerusakan bangunan kebanyakan atap rumah yang terhempas oleh kuatnya angin kencang,” imbuh Abdul.

Segera setelah mendapatkan laporan warga Kelurahan Eka Marga, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Lubuklinggau menuju ke lokasi terdampak. Petugas membantu warga untuk mengevakuasi korba. Selain itu, untuk membersihkan pohon tumbang serta material atap yang rusak. (*)

Reporter: JP Group

Nasi Besar dan Upaya Merawat Kuliner Peninggalan Tradisi

0

Menghidangkan nasi besar untuk berbagai hajatan dan kegiatan keagamaan, lumrah dilakukan orang Melayu zaman dahulu. Namun, lambat laun tradisi ini mulai ditinggalkan seiring laju peradaban.

Namun, tak ada salahnya mengangkat kembali kuliner berbahan dasar pulut atau ketan ini, sehingga menjadi penganan khas di setiap hajatan orang masa kini. Tujuannya, merawat agar warisan budaya ini tetap lestari hingga anak cucu nanti.

Batam – Ratna Irtatik

Sofia tersenyum semringah saat menerima setangkai bunga telur yang diambil dari gundukan hidangan nasi besar. Bocah 5 tahun itu mengamati bunga imitasi berwarna keunguan tersebut.

Sejurus kemudian, pandangannya beralih ke sisi di bawah bunga, tepatnya pada telur yang berkulit merah, berbungkus jaring-jaring halus yang juga berwana merah di tangkai bunga tersebut.

Tak perlu waktu lama, tangan Sofia langsung mengambil telur dan mengupas kulitnya, lalu memakan putih telur yang terlihat ada semburat kemerahan, persis seperti warna cangkangnya tadi.

Namun, ketika bocah yang gemar bermain games itu ditawari pulut berwarna kekuningan yang diambil dari gundukan nasi besar, ia cepat menggeleng.

Bahkan, sodoran tangan dari ibunya untuk menyuapkan ketan bertekstur lembut itu ke mulutnya, ditepisnya dengan keengganan membuka bibir.

“Enggak, Ma, makan telurnya saja,” jawabnya.

budaya nasi besar
Nasi besar dihidangkan saat acara khataman Al-Qur’an oleh pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam di Taman Dang Anom, Batam Center, Jumat (8/4/2022) lalu. Foto: Disbudpar untuk Batam Pos

Itu adalah momen ketika Sofia, bocah perempuan kelahiran Batam, dikenalkan pada nasi besar, salah satu kuliner tradisional dari Bumi Melayu di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Bagi anak-anak masa kini, apalagi bagi para bocah seperti Sofia ini, tentu nasi besar jarang ditemui. Itu karena, kudapan tersebut memang hanya ada di beberapa acara besar yang biasanya berkaitan dengan budaya maupun hajatan spesial lainnya.

Kepala Biro Penelitian dan Penulisan Adat Istiadat Melayu dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Muhamad Zen, mengatakan, nasi besar bukan bermakna nasi yang berukuran besar.

Melainkan, sajian kuliner yang dihidangkan saat ada acara pada hari-hari besar maupun hajatan besar.

“Misalnya pada acara pernikahan, sunatan, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan juga khataman Al-Qur’an,” sebut Zen.

Menurutnya, nasi besar juga dapat diberikan kepada orang-orang tertentu yang dihormati. Termasuk juga, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas jasa atau bantuan yang diberikan orang tersebut kepada kita.

“Nasi besar ini juga dapat diberikan murid kepada guru mengajinya, atau diberikan anak yang bersunat kepada mantri sunat kalau zaman dahulu, lalu bisa juga diberikan pengantin kepada Mak Andam (perias pengantin),” tuturnya.

Menurut Zen, agar nasi besar tak hilang ditelan zaman, pihaknya berupaya dan berharap agar di setiap acara atau hajatan besar terntu, warga mau menyajikan nasi besar.

Sehingga, pamor nasi besar tetap melekat dalam benak masyarakat, termasuk dalam ingatan generasi masa kini.

“Sekarang memang kami kembangkan agar nasi besar bisa menjadi pengganti tumpeng kalau di wilayah Melayu ini,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam itu.

Adapun, nasi besar memang terbuat dari pulut atau ketan yang diberi warna kuning dari bahan kunyit.

Cara membuatnya, kata Zen, beras ketan sehabis dicuci kemudian direndam dengan air kunyit, kemudian dikukus. Bagi sebagain orang, ada yang menambahkan santan untuk menambah cita rasa pada pulut tersebut.

“Sedangkan filosofi warna kuning ini melambangkan kemuliaan,” katanya.

Nasi besar itu kemudian dibentuk setengah lingkaran dan diletakkan di atas pahar atau dulang berkaki.

Setelah itu, di atasnya ditancapkan bunga puncak yang terbuat dari bunga imitasi. Lalu, di tangkainya diberi telur yang diberi warna merah.

“Kalau dari maknanya, bunga itu melambangkan kesuburan. Sedangkan telur yang diberi warna merah, itu menandakan gairah sekaligus sesuatu yang licin. Diharapkan, bahwa seseorang itu dapat hidup dengan penuh gairah sekaligus licin dalam menghadapi berbagai persoalan hidup,” terang Zen.

Menurut dia, tradisi menyuguhkan nasi besar memang sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Namun, bagi keturunan raja atau kalangan bangsawan, nasi besar disebut dengan Astakona.

“Itu pakai dulang berkaki, tapi tingkatnya berjenjang dan ganjil sesuai derajat keturunannya,” imbuhnya.

Zen berharap, ke depan makin banyak masyarakat yang menyajikan nasi besar di berbagai acara yang diadakan.

Sehingga, kuliner ini tetap hidup di tengah perkembangan masyarakat yang serba instan dan kekinian.

“Kami ingin di berbagai momen tetap ada nasi besar ini, tapi bisa sedikit dimodifikasi. Misalnya saat acara ulang tahun anak, sehingga anak-anak juga tahu bahwa ada tradisi nasi besar ini yang tetap lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus melestarikan berbagai warisan budaya dari wilayah ini, termasuk tradisi menghidangkan nasi besar.

“Karena dengan menghidupkan tradisi seperti nasi besar ini, maka sekaligus kita meneguhkan kembali eksistensi budaya kita sendiri. Maka, sudah semestinya nasi besar punya tempat spesial di Kota Batam ini,” tutupnya.(*)

Lelang Jabatan di Pemko Batam Tunggu Surat KASN

0
Muhammad Rudi Dalil Harahap 3 scaled e1647763149120
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. F.Dalil Harahap

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih menunggu surat rekomendasi pelaksanaan seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong. Hal ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Hasnah.

“Untuk seleksi terbuka ini kami masih menunggu dari komite aparatur sipil negara (KASN),” kata dia.

Hasnah menyebutkan beberapa jabatan memang kosong, karena ditinggalkan pejabat yang meninggal dunia seperti Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Batam, Said Khaidar. Jabatan lain yang kosong adalah sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdis) Batam, Andi Agung yang pindah ke provinsi dan menjabat Kepala Disdik Provinsi.

Sementara untuk jabatan yang akan kosong karena ditinggal pejabat yang memasuki masa pensiun juga ada. Beberapa di antaranya Bapelitbang Kota Batam yang sekarang dijabat Wan Darussalam.

“Kalau surat sudah diterima baru kami open bidding untuk mengisi kekosongan ini,” sebutnya.

Untuk pejabat lain yang akan memasuki masa pensiun tahun ini yaitu Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Batam yang saat ini dijabat Husnaini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan yang dijabat Umiaty, Direktur RSUD Embung Fatimah yang dijabat Ani Dewiaya. Sementara jabatan yang kosong lainnya adalah Kabid Pembinaan SD di Disdik Batam, yang sebelumnya dijabat Yubahar.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan untuk menunjang dan mendukung program pemerintah, pihaknya melakukan perolingan di tingkat pejabat eselon dua. Sedangkan untuk lelang jabatan masih menunggu surat dari KASN.

Jobfit sudah dilakukan kalau saya tidak salah. Ini untuk meningkatkan inovasi dan lainnya bagi pejabat. Hal ini lumrah dilakukan demi mendukung kemajuan Pemko Batam,” sebutnya.

Untuk jabatan yang kosong saat ini, Rudi mengatakan langsung berada di bawah kendali Wali Kota sebagai pimpinan daerah. Hanya untuk memaksimalkan kinerja memang harus segera dilakukan seleksi terbuka, untuk mendapatkan pejabat baru.

“Kalau surat sudah ada, saya langsung buka nanti. Jadi pejabat yang memenuhi kriteria dan syarat silakan daftar. Lelang jabatan ini saya buat terbuka, dan transparan. Intinya saya mau pegawai yang mau kerja. Kalau sudah dikasih jabatan harus tanggungjawab,” tegasnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Kunjungan Wisman ke Batam Belum Signifikan, Berharap Hotel Bisa Bertahan

0
wisman singapura
Ilustrasi. Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sejak dibuka 1 April jumlah kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam masih belum menunjukkan angka yang signifikan. Hal ini turut berdampak terhadap pelaku wisata perhotelan yang ada di Batam.

Ketua PHRI Batam, Mansyur mengatakan untuk hotel sampai saat ini masih mengandalkan acara MICE yang digelar pusat di Batam. Selain itu selama bulan Ramadan ini, sektor hotel juga sedikit terbantu dengan adanya kegiatan buka puasa bersama yang cukup ramai dipesan oleh masyarakat.

“Beruntungnya ada buffet gitu, jadi sedikit terbantu bertahan. Setidaknya sampai situasi seperti dulu, saat wisman mudah masuk ke Batam, dan jumlahnya juga banyak,” kata dia, Senin (11/4).

Sementara untuk tingkat hunian hotel, Mansyur mengatakan belum ada yang berdampak dari pembukaan pintu masuk ini. Jumlah wisman yang masuk juga masih terbatas. Hal ini tidak lepas dari masih diberlakukannya PCR tes.

Ia menjelaskan wisman Singapura merupakan andalan untuk kemajuan wisata Kepri, khususnya Batam. Namun dengan masih adanya tes yang membuat wisman tertahan di pelabuhan lebih dari satu jam, hal ini menjadi sedikit dikeluhkan oleh wisman.

“Hotel masih sama, bertahan dengan keadaan. Berupaya menyiasati biar tidak tutup atau berhenti operasional,” sebutnya.

Lanjutnya, situasi ini juga karena masih bulan Ramadan, sehingga tidak banyak kunjungan ke Batam. Ia berharap kemudahan syarat kedatangan wisman ke Batam bisa dilonggarkan, sehingga usai lebaran, Batam sudah bisa menyambut kedatangan wisman yang lebih besar.

“Kalau dulu sehari pasti ratusan wisman yang masuk, jumlahnya meningkat saat weekend bahkan mencapai belasan ribu. Angka ini yang harus kita kejar kembali. Kalau ada kemudahan semua pasti lancar datang ke Batam,” ujarnya.

Terkait perkembangan hotel di Batam, Mansyur berharap tidak ada hotel yang tutup ke depannya. Kondisi yang perlahan membaik ini harus segera dioptimalkan. Berbagai upaya sudah dilakukan daerah, dan sekarang tinggal kebijakan pusat.

“Mudah-mudahan lah dipermudah, jadi semua terdampak. Memang sekarang sudah mulai, hanya perlu optimalisasi saja, agar angka kunjungan kembali seperti dulu. Target 2,1 juta itu bisa tercapai,” tutupnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Perwira Brimob Polda Gugur saat Amankan Demo di Sultra Dimakamkan di Sumut

0
Jenazah perwira Brimob Polda Sultra Ipda Imam Agus Husein yang gugur usai mengamankan aksi unjuk rasa di Kota Kendari, disemayamkan di Mako Brimob Polda Sultra. (Harianto/Antara)

batampos – Perwira Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Ipda Imam Agus Husein yang gugur saat bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, akan dimakamkan di kampung halamannya di Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra Kombespol Ferry Walintukan mengatakan, jenazah almarhum akan dibawa ke alamat orang tuanya di Jalan William Iskandar Nomor 14, Kelurahan Penyabungan 2, Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut.

”Rencana kami dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara melakukan upacara pelepasan terhadap rekan kami almarhum Ipda Imam Agus Husein yang akan diberangkatkan ke Sumatera Utara, Mandailing Natal,” kata Ferry Walintukan seperti dilansir dari Antara di Brimob Polda Sultra.

Ferry menyampaikan, jenazah almarhum disemayamkan di Mako Brimob Polda Sultra, bakal diberangkatkan ke kampung halamannya pada pukul 07.30 wita dari Bandar Udara Haluoleo Kendari. Upacara kehormatan pelepasan jenazah alumnus Akpol 2020 itu akan digelar pada Selasa (12/4) sekitar pukul 07.30 wita di Mako Brimob Polda Sultra, dengan inspektur upacara Kapolda Sultra Irjen Pol Teguh Priatiwanto.

”Kita rencanakan (upacara pelepasan jenazah) sekitar jam 07.30 wita, pemberangkatan pesawat sekitar jam 09.00 wita,” terang Ferry Walintukan.

Terkait kronologis meninggalnya almarhum yang menjabat sebagai PS Kanit 2 Subden 2 Den Gegana Satbrimob Polda tersebut, Ferry belum bisa memberi keterangan lebih jauh. ”Kronologinya kami belum bisa menjelaskan karena menunggu dari Brimob untuk bisa menjelaskan kronologis kejadian, kemudian penyebab kematian kami menunggu Bidokkes untuk bisa menjelaskan apa penyebab kematian almarhum,” ucap Ferry Walintukan.

Almarhum Ipda Imam Agus Husein merupakan alumnus Akpol 2020. ”Almarhum dinas pertama di Polda Sultra dan masuk dalam Satuan Brimob Polda Sultra,” kata Ferry. (*)

Reporter: JP Group

Sudah Tinggi, Pedagang Prediksi Harga Sayuran Akan Naik Lagi

0
Sayur ff Iman Wachyudi
Ilusrasi

batampos – Pedagang memprediksi harga sayuran dan komiditas kebutuhan pokok lainnya akan terus naik hingga hari raya Idul Fitri nanti. Saat ini harga sayuran sudah melambung tinggi. Kenaikan sudah dua kali lipat dari harga awalnya.

Disebutkan pedagang, lonjakan harga sayuran ini lumrah karena momentum hari raya. Karena ada peningkatan permintaan dari masyarakat sehingga terjadi lonjakan harga.

“Bisa jadi naik lagi nanti karena sudah seperti tradisi itu. Setiap hari raya pasti naik harga sayuran,” ujar Budianto, pedagang sayur di Pasar Aviari, Batuaji.

Budianto memprediksi harga sayuran tertentu seperti sawi dan sayuran dari luar Batam bisa naik sampai Rp 30 ribu per kilogram nantinya. “Sekarang sawi, kacang panjang dan beberapa jenis sayur dari luar sudah Rp 25 ribu per kilo. Bisa jadi saat hari raya nanti sudah Rp 30 ribu sekilo,” katanya.

Baca Juga: Stok dan Harga Sembako Diklaim Masih Normal

Pantauan di lapangan harga sayuran memang melonjak drastis saat ini. Kangkung dan bayam naik jadi Rp 15 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram. Sementara sawi, kacang panjang dan sayuran sejenisnya kini bertengger diangka Rp 24 ribu per kilogram.

Ibu-ibu rumah tangga mulai menjerit. Mereka tak banyak pilihan selain beralih ke sayuran yang murah juga harus mengurangi jumlah pembelian sayur. Biasanya satu kilogram sekali beli kini dibatasi hanya seperempat kilogram saja.

“Dicukup-cukupin saja karena di rumah harus tetap ada lauk buat anak-anak dan suami. Serba sudah memang sekarang. Minyak goreng mahal sekarang sayuran yang naik harga,” kata Santi, ibu rumah tangga di Batuaji. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Pakai Arang Kayu Khusus, Rawon Rampal Dua Kali Disinggahi Presiden SBY

0

Rawon Rampal menjadi jujukan para pendatang dan warga asli Malang. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

Kuah rawonnya medok alias agak pekat dan kental. Lauknya tinggal pilih. Mau yang dibacem seperti empal dan babat atau yang digoreng seperti otak sapi dan paru. Kelezatan Rawon Rampal di Kota Malang itu kondang sejak 1957. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah dua kali mampir ke sana.

NURUL KOMARIYAHMalang

API di dalam tungku berbahan bakar arang kayu itu menyala-nyala. Beberapa perempuan mondar-mandir di sekitarnya. Mereka sibuk membawa piring-piring dari dalam ruangan menuju ke pawon yang terbuka. Mereka lalu menuangkan kuah berwarna cokelat kehitaman ke atas piring-piring tersebut.

Selanjutnya, piring-piring yang sudah menampung hidangan lengkap itu diantarkan ke meja-meja pelanggan. Aktivitas di pawon terbuka di antara ruang-ruang makan beratap itu tidak pernah berubah sejak Rawon Rampal didirikan pada 1957.

Di pawon tanpa atap itulah, para juru masak berakrobat. Mereka mengolah bahan-bahan baku pilihan dan bumbu istimewa menjadi rawon yang lezat.

Ninik Wahyuni, generasi ketiga pemilik sekaligus pengelola Rawon Rampal, mempekerjakan sekitar 15 orang di rumah makan tersebut. Tugas mereka berbeda-beda. Ada yang memanaskan kuah rawon. Ada yang sibuk menggoreng lauk. Ada yang terus-terusan bikin minuman. Pada jam-jam makan siang, aktivitas di area tengah rumah makan itu luar biasa.

Rawon Rampal terletak tidak jauh dari perempatan Lapangan Rampal, Malang. Sejak 1957, alamat Rawon Rampal tidak pernah berubah. Hanya, rumah peninggalan Belanda yang dulu menjadi bangunan utama warung rawon kini sudah ditambahi beberapa bangunan pendukung. Namun, menu yang ditawarkan masih tetap sama. Yakni, rawon.

Karena mengolah rawon sejak 1957, wajar jika Rawon Rampal kemudian menjadi rumah makan rawon legendaris. Pengakuan tidak hanya datang dari Malang, tetapi juga dari seluruh wilayah Jawa Timur (Jatim). Bahkan, ketenarannya sampai ke istana kepresidenan. Karena itulah, dalam lawatan resminya ke Malang, SBY menyempatkan singgah ke Rawon Rampal. Presiden ke-6 RI tersebut ingin membuktikan langsung rumor yang beredar.

Benar saja, kunjungan yang pertama itu sangat berkesan. SBY lantas kembali ke Rawon Rampal dalam kunjungan kerja yang lain. ’’Pak SBY dua kali, Jokowi sekali. Saya ndak melayani mereka secara langsung karena ada ajudan tim kepresidenan yang menyuguhkannya ke meja presiden. Tapi, kami menyiapkan rawon dari dapur,’’ kisah Ninik tentang lawatan SBY ke Malang.

Selain SBY dan Jokowi, presiden lain yang kepincut Rawon Rampal adalah Megawati. ’’Bu Megawati juga beberapa kali beli meski tidak langsung ke sini. Rawonnya diantar ke tempat beliau singgah saat berada di Malang,’’ cerita Ninik.

Sebagai penerus warisan keluarga, dia tidak pernah mengubah resep, cara memasak, dan cara penyajian hidangan legendaris itu. Semuanya masih sama persis dengan yang diajarkan sang nenek. Ninik mempertahankan ciri khas kuah rawonnya yang pekat dan kental. Warnanya juga lebih gelap ketimbang rawon-rawon lain karena keluak yang dipakai berlimpah.

Dalam sehari, Ninik menyebutkan bahwa keluak yang digunakan untuk membumbui rawon bisa mencapai 60 kilogram. Saat akhir pekan, jumlahnya bisa bertambah menjadi 80 kilogram. ’’Kalau berapa porsi sehari, saya ndak ngitung. Pokoknya banyak. Memang ndak pakai komputer, jadi nggak pernah ngitung sehari bisa laku berapa porsi,’’ ujarnya.

Ninik mengungkapkan, bumbu rawonnya dibuat setiap lima hari. Untuk sekuali kuah rawon, dia membutuhkan sekitar 1,5 kilogram bumbu. Daging sapinya dimasak pada siang hari. Menjelang sore, tim dapur memasak kuah karena harus diinapkan selama semalam.

Proses mengolah daging, menurut Ninik, dikerjakan dalam beberapa tahapan. Mula-mula, daging direbus hingga setengah matang. Selanjutnya, daging dibumbui dan direbus lagi sampai matang. Esok paginya, sebelum disajikan kepada pembeli, daging kembali direbus bersama kuah rawon. Proses itu menghasilkan daging yang superempuk dengan tingkat kematangan sempurna.

Potongan daging pada Rawon Rampal pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Saat rawon disajikan kepada pelanggan, Ninik memastikan bahwa bumbu sudah meresap sempurna ke dalam daging. Perpaduan daging yang kaya rasa dan kuah yang medok itu menimbulkan sensasi yang menyenangkan di dalam mulut. Rasa itulah yang membuat ketagihan.

’’Masak dagingnya saja sekitar enam jam,’’ kata Ninik. Setiap hari dia dibantu 15 orang di dapur dan warung. Menurut dia, semua orang yang bekerja dengannya itu masih punya hubungan saudara. Ada yang sepupu, ada pula yang keponakan. ’’Dari zamannya mbah memang ndak boleh pakai orang lain,’’ tegasnya.

Satu lagi prinsip yang Ninik pegang sampai sekarang adalah bahan bakar tungku. Karena seluruh rangkaian proses memasak rawon melibatkan tungku, arang kayu sebagai bahan bakar utamanya juga menjadi perhatian penting. Setiap hari Rawon Rampal bisa membakar sekitar 1 kuintal arang kayu. Itu pun tidak sembarang kayu. Rawon Rampal hanya menggunakan arang kayu dari pohon kelengkeng atau kopi. ’’Aromanya khas,’’ ungkap Ninik.

Selain nasi, potongan daging, dan kuah rawon, para pelanggan biasanya menambahkan lauk ke dalam piring mereka. Rawon Rampal menawarkan banyak pilihan. Para penyuka jeroan bisa memilih babat bacem. Manis dan juicy. Ada pula lauk yang digoreng seperti otak sapi yang disalut telur dan paru. Sama dengan kuah rawon, lauk-lauk pendamping itu dimasak di atas tungku.

PILIH LAUKMU: Ragam lauk goreng dan bacem menambah nikmat rawon legendaris itu. (ALLEX QOMARULLA/JAWA POS)

Ninik selalu menyajikan nasi rawonnya dengan kuah berlimpah. Dalam sepiring nasi rawon yang lezat itu ditambahkan pula kecambah sebagai pelengkap. Harga satu porsi nasi rawon mencapai Rp 45 ribu. Jika tidak terbiasa menyantap rawon bersama nasi yang terendam kuah, pelanggan bisa meminta nasi dan rawonnya dipisah. Karena itu, pelanggan harus menambah Rp 6.000 setiap porsi. ’’Kalau nasi dan kuahnya dipisah, isian dagingnya lebih banyak,’’ terang Ninik soal harga nasi rawon pisah yang lebih mahal.

Tentang nasi yang kering (dipisah) atau direndam kuah rawon, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pelanggan. Sebab, pelanggan Rawon Rampal beragam. Permintaan mereka macam-macam. Mereka juga datang dari berbagai kota.

Sulistyowati, pelanggan dari Surabaya, mengakui bahwa harga seporsi Rawon Rampal relatif mahal. Meski begitu, dia tidak berpaling dari rawon legendaris yang juga disukai SBY, Jokowi, dan Megawati tersebut. Sebab, cita rasa Rawon Rampal berbeda. ’’Rasanya itu cenderung asin-gurih. Beda dengan rawon di Surabaya yang cenderung ada manisnya. Bumbunya juga meresap kuat ke dalam daging. Kuahnya pekat, medok,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos.

Rawon Rampal tidak hanya sukses memanjakan lidah masyarakat lintas kelas, dari rakyat biasa sampai presiden, tetapi juga orang asing. Rumah makan di tepi jalan raya itu juga menjadi jujukan wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Kota Malang. ’’Banyak juga bule yang makan di sini. Dari Australia, Amerika, Belanda, sampai Jerman. Mereka menyebut rawon sebagai black soup,’’ jelas Ninik.

Dia mengungkapkan, biasanya orang asing yang sudah kena sihir rawon akan melupakan soto. ’’Jadinya, mereka lebih pilih rawon ketimbang soto,’’ tandas Ninik. (*)

Cak Nun Sebut PDI Perjuangan Tepatnya Menjadi PDI Pengayoman

0
MH Ainun Najib atau Cak Nun dalam acara buka puasa bersama PDI-P di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, (10/4). (istimewa)

batampos – Muhammad Ainun Nadjib atau biasa Cak Nun meminta Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI-P Puan Maharani untuk terus menjaga Indonesia serta mengayomi seluruh rakyatnya.

Hal itu disampaikan Cak Nun dalam acara buka puasa bersama PDI-P di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4).

Cak Nun meminta Mbak Puan agar selalu menemukan cara untuk mengayomi rakyat.

“Bermacam cara untuk mengayomi semua pihak di Indonesia. Pokoknya anda mengayomi terus. Karena Indonesia itu pusat kemakmuran dunia mari kita jaga bersama,” kata Cak Nun.

Cak Nun pun menyinggung soal PDI-P yang sudah berkali-kali memenangi pemilu dan kini masih menjadi partai penguasa. Ia menilai, sebagai partai penguasa sudah semestinya PDI-P menjadi partai yang mengayomi masyarakat.

Ia bahkan bahkan berseloroh huruf P terakhir dalam PDI-P sudah tidak tepat diakronimkan sebagai Perjuangan, melainkan Pengayoman.

“Jadi, sudah beberapa kali menang. PDI sudah tidak tepat berjuang lagi. Tidak Perjuangan lagi. Yang tepat PDI Pengayoman. Jadi, partai ini mengayomi seluruh Rakyat Indonesia karena sudah berkuasa,” kata Cak Nun.

Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga sempat bicara soal sikap politiknya. Ia menegaskan kehadirannya di acara buka puasa bersama kader PDI-P itu bukan berarti ia adalah bagian dari partai berlambang banteng.

Ia mengaku bersedia hadir atas undangan Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri karena meyakini acara yang digelar malam ini adalah untuk kepentingan rakyat.

“Jadi bukan acara untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan. Ini untuk rakyat Indonesia,” katanya.

Dalam acara itu, Cak Nun tak hanya mengisi acara dengan tausiah Islam dan keagamaan. Ia bersama grup musik Kiai Kanjeng juga nenampilkan pagelaran seni dan budaya.

Puan Maharani pun menuturkan, dirinya senang karena masjid yang ia bangun untuk mengenang sosok ayahnya Taufiq Kiemas itu kini bisa menggelar acara keagamaan, serta menghadirkan sosok Cak Nun.

“Malam ini menjadi sangat istimewa, karena di bulan yang suci penuh dengan keberkahan, Masjid At Taufiq yang desain arsitekturnya penuh dengan nuansa budaya bisa mengundang Cak Nun, satu diantara sosok agamawan sekaligus budayawan yang menjadi bandul keseimbangan republik Indonesia yang kita cintai ini,” kata Puan. (*)

Reporter: JP Group

Stok dan Harga Sembako Diklaim Masih Normal

0
OKE Personel Polsek Lubukbaja melakukan pengecekan harga sembako di sejumlah pasar Foto. Yofi Yuhendri 1
Personel Polsek Lubukbaja melakukan pengecekan harga sembako di sejumlah pasar,. Foto.Yofi Yuhendri

batampos – Polresta Barelang terus melakukan peninjauan dan pengecekan ketersediaan minyak goreng dan pangan lainnya di sejumlah toko, pasar atau mini market, Senin (11/4) pagi. Kali ini kegiatan rutin tersebut dilaksanakan oleh Polsek Batuampar.

Kapolsek Batuampar, Kompol Salahuddin, mengatakan, hingga saat ini ketersediaan minyak goreng masih stabil. Selain itu, ketersediaan sembako lainnya juga masih normal.

“Ketersediaan sembako masih aman dan belum adanya kenaikan harga secara signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mencegah kelangkaan dan kenaikan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang dapat meresahkan masyarakat.

“Dari hasil pengecekan, sampai saat ini harga minyak goreng yang dijual ke pasaran sesuai dengan ketentuan pemerintah,” katanya.

Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang agar tidak melakukan penimbunan minyak goreng jenis apapun di tokonya. Sebab, akan dikenakan sanksi pidana.

“Hasil dari kegiatan ini juga dipastikan tidak ada penimbunan yang dilakukan pelaku usaha,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono. Ia mengatakan juga rutin melakukan pengecekan stok dan harga di sejumlah pasar.

“Setiap hari kita lakukan pengecekan. Hasilnya stok masih aman dan tidak ada kenaikan harga yang menonjol,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Remaja asal Belanda yang Hilang saat Menyelam Diduga Terseret Arus ke Perairan Lagoi, Bintan

0

batampos– Remaja asal Belanda, Nathan Renze Chesters, 14 tahun yang hilang saat menyelam di Perairan Pulau Tokong Sanggol Mersing, Johor, Rabu (6/4) lalu, diduga terseret arus hingga terbawa ke perairan Lagoi, Bintan.

Tim Sar Gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban, Nathan Renze Chesters yang hilang saat menyelam di Perairan Malaysia, Rabu (6/4) lalu. Pencarian dilakukan di sekitar perairan Lagoi, Bintan, Senin (11/4). F.Basarnas Tanjungpinang

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Slamet Riyadi mengatakan, saat itu korban Nathan Renze Chesters menyelam bersama tiga orang lainnya, yakni Kristine Groedem, 35, wanita berkewarganegaraan Norwegia, Alexia Alexandra Molina, 18, wanita berkewarganegaraan Prancis dan Adrian Peter Chesters, 46, pria berkewarganegaraan Inggris.

BACA JUGA: Diduga Hanyut ke Bintan, Polisi Bantu Cari Turis Belanda yang Menghilang saat Menyelam di Perairan Malaysia

“Pagi itu sekira pukul 06.35 WIB, MRSC Johor Bahru menerima laporan empat orang penyelam hilang di perairan Malaysia,” kata Slamet Riyadi.

Pencarian terhadap 4 orang penyelam dilakukan. Kemudian, kapal tongkang menemukan salah satu korban pada Kamis (7/4) sekira pukul 09 40 WIB.

“Korban diselamatkan oleh  helikopter MMEA AW 139,” kata Slamet Riyadi.

Korban diidentifikasi sebagai Kristine Groedem itu lalu dibawa ke RS Mersing untuk mendapatkan perawatan medis.

Sabtu (9/4) sekira pukul 09.00 WIB, tim pencarian menemukan dua orang lainnya di perairan Bintan dalam keadaan selamat.

“Jadi ada satu korban bernama Nathan Renze Chesters masih hilang dan diduga korban mungkin hanyut ke perairan Indonesia,” kata Slamet Riyadi.

Slamet Riyadi mengatakan, pencarian terhadap korban terus dilakukan. Kapal RB 209 bergerak dengan 15 orang awak kapal bersama 4 orang rescuer telah dikerahkan ke lokasi.

Dalam pencarian korban, pihaknya melibatkan MRSC Putrajaya, TNI AL, Bakamla Batam, Satpolairud Polda Kepri, UPP Tg Uban dan HNSI Bintan.

Kondisi saat pencarian, kata Slamet Riyadi, cuaca berawan, angin bergerak dari dan ke utara – timur laut dengan kecepatan sekira 3 hingga 14 Knot, sedangkan arus Selatan – Barat, 5 – 45 cm/ Detik dan ketinggian gelombang sekira 0.5 hingga 1.25 meter.

“Kita juga siagakan peralatan selam, palkom, palmedis atau evakuasi dan pakaian covid-19,” tukasnya. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO