Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 797

Semangat Baru BKKBN di Kepri: Edukasi Keluarga dan Gizi Balita Jadi Prioritas

0
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji saat akan meresmikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Jumat (24/10). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan keluarga sejahtera di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal tersebut disampaikan Wihaji usai meresmikan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Jumat (24/10). Peresmian ini menjadi tonggak baru bagi pelaksanaan program BKKBN di daerah, sekaligus memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah dalam mewujudkan keluarga berkualitas.

“Ini kantor baru, semangatnya juga harus baru. Karena kantor baru berarti juga ada tugas baru,” ujar Wihaji.

Baca Juga: Sepanjang 2024, Lebih dari 2.000 Pasangan di Batam Bercerai, BKKBN Tekankan Pembinaan Keluarga

Usai peresmian, Wihaji juga meninjau langsung pelaksanaan sejumlah program prioritas BKKBN di lapangan. Sebelumnya, di Tanjungpinang, ia meninjau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) Asri di Jalan Kuantan, serta kegiatan Makanan Bergizi untuk Masyarakat Berkualitas (MBG).

Menurut Wihaji, salah satu fokus baru BKKBN saat ini adalah memastikan program MBG berjalan efektif, terutama untuk mendukung ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan MBG harus tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh kelompok penerima manfaat tersebut.

“Siapapun ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD selama ada Surat Penetapan Penerima (SPPG)-nya, wajib diberikan bantuan sesuai peruntukannya,” jelasnya.

Wihaji menambahkan, tugas pendistribusian bantuan tersebut dijalankan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang memiliki tiga peran utama, yakni mendata penerima manfaat, menyalurkan bantuan, serta melakukan evaluasi dan edukasi kepada keluarga sasaran.

“TPK menjadi ujung tombak kita di lapangan. Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga memastikan edukasi berjalan agar ibu-ibu penerima manfaat benar-benar memahami pentingnya gizi seimbang dan kesehatan anak,” tambahnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Wihaji menyebut pelaksanaan program MBG di Kepri berjalan baik. Dari sekitar 3.500 penerima bantuan, sebanyak 198 di antaranya merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD.

“Secara keseluruhan saya lihat pelaksanaannya di lapangan bagus. Kebersihannya terjaga, proses penyaluran sesuai, dan penerima manfaat juga tepat sasaran,” ungkapnya.

Wihaji berharap, dengan adanya kantor baru dan semangat baru, pelaksanaan program BKKBN di Kepri semakin optimal. “Yang penting, semangatnya harus terus dijaga. Kita ingin keluarga Indonesia, termasuk di Kepri, semakin berkualitas dan sejahtera,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Semangat Baru BKKBN di Kepri: Edukasi Keluarga dan Gizi Balita Jadi Prioritas pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemkab Anambas Tanam Ratusan Pohon Jelang Rampungnya RSUD Tarempa

0
Sekda Anambas, Sahtiar foto bersama dengan pegawai Pemda sebelum menanam pohon di area RSUD Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Menjelang rampungnya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa) di kawasan Tanjung Momong, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar kegiatan penanaman pohon penghijauan, Jumat (24/10).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab dalam menciptakan lingkungan sehat dan berkelanjutan di sekitar fasilitas kesehatan baru tersebut.

Penanaman pohon dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas Sahtiar dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ratusan bibit pohon ditanam di berbagai titik di area rumah sakit yang kini hampir selesai dibangun.

“Kita ingin RSUD ini tidak hanya megah secara fisik, tapi juga hijau, asri, dan nyaman bagi masyarakat yang datang berobat,” ujar Sahtiar.

Sahtiar menegaskan, kegiatan penghijauan ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah konkret pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Tarempa.

Dibangun dengan anggaran Rp150 miliar atas bantuan Presiden Prabowo Subianto, RSUD Tarempa menjadi proyek strategis nasional di wilayah perbatasan. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Anambas.

Menurut Sahtiar, penanaman pohon di sekitar RSUD juga menjadi bagian dari kesiapan daerah menjelang operasional fasilitas tersebut.

“Bangunannya sudah hampir selesai, maka lingkungannya juga harus kita tata. Pohon-pohon ini akan menjadi pelindung alami dari panas, menambah oksigen, dan memperindah kawasan rumah sakit,” jelasnya.

Ia pun meminta seluruh OPD yang terlibat agar ikut merawat tanaman yang ditanam hari ini.

“Jangan hanya menanam hari ini, tapi harus dirawat supaya tumbuh dan bermanfaat,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana kegiatan berlangsung antusias. Bibit pohon ditanam di area parkir, jalan masuk, dan halaman rumah sakit. Jenis pohon yang ditanam antara lain trembesi, ketapang kencana, dan pucuk merah.

Salah seorang pegawai Pemda, Safira, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kawasan rumah sakit ini nanti pasti ramai, jadi penting untuk dijaga agar tetap hijau,” katanya.

Saat ini, pembangunan RSUD Tarempa telah memasuki tahap akhir. Pemkab menargetkan fasilitas kesehatan terbesar di Anambas ini dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat, setelah seluruh peralatan medis dan penunjang selesai dipasang. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pemkab Anambas Tanam Ratusan Pohon Jelang Rampungnya RSUD Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Lengkapi Berkas Korupsi Proyek Dermaga Batuampar, Jaksa Masih Tunggu Dokumen Pendukung

0
Kondisi Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Berkas tahap 1 perkara dugaan korupsi proyek revitalisasi Pelabuhan Batuampar senilai Rp75 miliar belum bisa dilanjutkan ke tahap penuntutan. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan berkas hasil penyidikan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri masih belum lengkap.

Kasi Penuntutan Pidana Khusus Kejati Kepri, Aji Satrio Prakoso, mengatakan berkas tahap 1 telah dikirim oleh penyidik sejak 10 hari lalu. Namun setelah dilakukan penelitian, masih ditemukan sejumlah kekurangan. “Berkas korupsi Batuampar kami terima dan diteliti. Namun, untuk saat ini kami P-18, artinya berkas belum lengkap,” ujar Aji, Jumat (24/10).

Ia menjelaskan, pihaknya kemudian mengembalikan berkas penyidikan dan memberi petunjuk (P-19) kepada penyidik Polda Kepri untuk dilengkapi sesuai kebutuhan pembuktian. “Kami berikan petunjuk baru, bagian mana yang perlu dilengkapi. Apa petunjukan, itu rahasia penyidikan, tapi salah satunya terkait material dan formula proyek yang belum ada,” ungkapnya.

Baca Juga: Jejak Uang Korupsi Dermaga Batuampar Diburu, Tersangka Bisa Bertambah

Aji menegaskan, fokus Kejati Kepri dalam penanganan perkara ini bukan hanya pada unsur pidana, tetapi juga pada upaya pengembalian kerugian negara. “Kami juga mengutamakan pengembalian aset. Jadi, selain pembuktian unsur pidana, aset hasil korupsi harus dikejar,” katanya.

Menurutnya, hingga kini penelusuran nilai aset dan uang hasil kejahatan belum selesai. Pihaknya pun menunggu untuk itu. “Masih dihitung, karena belum semua disita. Prinsipnya, kami ingin memastikan kerugian negara bisa dipulihkan,” tegas Aji.

Terkait kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini, Aji menyebut masih perlu pendalaman lebih lanjut. “Kita lihat nanti di berkas perkara. Apakah aset itu sudah bisa dimasukkan atau perlu penyelidikan tambahan. Kalau belum cukup bukti, bisa dilakukan penyidikan terpisah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Gokma Uliate Sitompul, membenarkan bahwa berkas tahap pertama telah dikembalikan jaksa dengan petunjuk P-19. “Benar, berkas tahap I dikembalikan oleh jaksa karena masih ada kekurangan,” kata Gokma.

Ia memastikan tim penyidik kini tengah menindaklanjuti petunjuk tersebut. “Kami sedang melengkapinya, termasuk meminta keterangan tambahan dari tersangka dan memperkuat beberapa dokumen yang diminta jaksa,” jelasnya.

Gokma menegaskan, penyidik berkomitmen segera merampungkan perbaikan berkas agar dapat kembali dilimpahkan ke kejaksaan. “Kalau sudah lengkap sesuai petunjuk, segera kami kirim kembali ke jaksa untuk diteliti ulang,” tegasnya.

Diketahui, Ditreskrimsus Polda Kepri sebelumnya telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Batuampar. Mereka berasal dari unsur pejabat BP Batam, pihak konsorsium, dan rekanan kontraktor.

Para tersangka tersebut masing-masing berinisial AM (PPK di BP Batam), IMA (kuasa konsorsium penyedia), IMS (Komisaris PT Indonesia Timur Raya), ASA (Dirut PT Marinda Utama Karya Subur), AHA (Dirut PT Duri Rejang Berseri), IRS (Dirut PT Teralis Erojaya), dan NFU (tim pelaksana penyedia).

Dari hasil penyidikan, ditemukan adanya pembayaran proyek hingga Rp63 miliar, meski pekerjaan revitalisasi dermaga tidak pernah rampung. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap kerugian negara mencapai lebih dari Rp30 miliar akibat laporan fiktif dan pekerjaan yang tidak sesuai kontrak.

Mirisnya, pengerjaan proyek bernilai puluhan miliar itu nihil. Hanya ada pancang-pancang tanpa bangunan nyata. Proses pembangunan pun lolos dari pantauan para pejabat tinggi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Lengkapi Berkas Korupsi Proyek Dermaga Batuampar, Jaksa Masih Tunggu Dokumen Pendukung pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Bintan Panen Perdana Anggur di Screenhouse Tembeling, Jadi Ekowisata Baru

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan panen perdana buah anggur di Screenhouse Tembeling, Kamis (23/10). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Bupati Bintan Roby Kurniawan melakukan panen perdana buah anggur di Screenhouse Tembeling, Kamis (23/10). Kebun modern ini dikelola oleh Kelompok Tani binaan Nizam, seorang pekebun anggur berpengalaman yang sukses mengembangkan konsep greenhouse anggur di wilayah tersebut.

Screenhouse seluas 8 x 40 meter ini menanam delapan varian anggur siap panen, mulai dari ninel hingga catalona lorano. Uniknya, hasil panen langsung dibeli oleh para pengunjung yang datang.

“Luar biasa, lahan tidak perlu terlalu luas tapi bisa menghasilkan. Selain produksi, ini juga jadi peluang ekowisata yang menarik. Banyak daerah datang berkunjung dan belajar di sini,” ujar Roby di sela kegiatan panen.

Roby mengapresiasi kreativitas para petani muda yang mampu membaca peluang dan memanfaatkan perkembangan teknologi pertanian. Ia berharap konsep seperti ini bisa diperluas ke wilayah lain di Bintan.

“Untuk masyarakat, ayo datang ke Screenhouse buah anggur. Ini bukan hanya kebun, tapi juga tempat belajar dan rekreasi,” tambahnya.

Sementara itu, Nizam menjelaskan bahwa pembangunan Screenhouse ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bintan yang diperuntukkan bagi kelompok tani di bawah binaannya.

Di area sebelahnya, Nizam juga memiliki Greenhouse pribadi yang dirintis sejak 2021 dan kini telah memiliki lebih dari 30 varian anggur dari berbagai negara.

“Awalnya gagal total, tapi terus belajar hingga akhirnya berhasil. Sekarang bahkan pengunjung sering melakukan reservasi sebelum panen,” katanya.

Menurut Nizam, pengunjung dapat memetik sendiri buah anggur sambil belajar teknik panen dan perawatan tanaman. Selain menjual buah segar, ia juga menjual bibit anggur serta membuka pelatihan bagi warga yang ingin menanam di rumah.

Kebun anggur ini kini menjadi destinasi ekowisata populer di Bintan. Setiap akhir pekan, pengunjung ramai datang untuk menikmati suasana kebun sekaligus mencicip hasil panen langsung.

“Ramainya kadang sampai harus antre untuk panen. Kami senang karena masyarakat antusias,” ujar Nizam.

Ke depan, Screenhouse dan Greenhouse buah anggur di Tembeling ini akan terus dikembangkan sebagai ikon ekowisata modern Bintan yang memadukan teknologi pertanian dan wisata edukatif. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Bupati Bintan Panen Perdana Anggur di Screenhouse Tembeling, Jadi Ekowisata Baru pertama kali tampil pada Kepri.

Lakse, Jeramba, dan Pelanduk: Inovasi Cerdas Disdukcapil Batam Dekatkan Layanan ke Warga

0
Yusfa Hendri.

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam terus menghadirkan inovasi layanan administrasi kependudukan (Adminduk) demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan transparan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Batam, Yusfa Hendri, mengatakan kunci utama kepuasan warga terletak pada kemudahan akses layanan. Dari total 1.365.266 jiwa penduduk Batam, sebanyak 972.603 jiwa sudah berstatus wajib KTP. Saat ini, pihaknya tengah fokus menyelesaikan perekaman data bagi sekitar 19 ribu warga yang belum memiliki KTP elektronik.

“Tujuan utama inovasi yang kami lakukan adalah mempermudah masyarakat mengakses layanan Disdukcapil secara cepat dan efisien,” ujar Yusfa.

Salah satu inovasi unggulan Disdukcapil Batam adalah Lakse (Layanan Administrasi Kependudukan Secara Elektronik), yang memungkinkan warga mengurus delapan layanan utama Adminduk secara online, tanpa perlu datang ke kantor.

Lewat Lakse, masyarakat bisa mengajukan permohonan pencetakan KTP/KK (rusak/hilang), KIA (Kartu Identitas Anak), akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, hingga surat keterangan pindah hanya dengan beberapa klik.

“Dengan sistem ini, warga cukup unggah dokumen dari rumah. Berkas diproses secara elektronik dan hasilnya bisa diambil atau dikirim sesuai pilihan pemohon,” jelas Yusfa.

Selain layanan digital, Disdukcapil juga aktif menjalankan program jemput bola agar layanan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ada Perakit (Perekaman KTP bagi orang sakit), Jeramba (Jemput Rekaman Anak Muda Batam) yang menyasar pelajar dan pemula wajib KTP, serta Lade Katam, layanan pendaftaran cepat berbasis QR Code untuk memangkas waktu antrean.

“Inovasi-inovasi ini tidak hanya mendekatkan layanan, tetapi juga memastikan seluruh warga, termasuk yang rentan atau memiliki keterbatasan mobilitas, tetap mendapat hak administrasi kependudukan,” kata Yusfa.

Disdukcapil Batam juga memperkuat layanan di tingkat kecamatan melalui program Pelanduk (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan). Melalui program ini, warga bisa mengurus delapan jenis layanan Adminduk tanpa perlu ke kantor Disdukcapil pusat, seperti penerbitan KK baru, perubahan data, pembuatan KTP-el, perpindahan penduduk antar-kecamatan, hingga pencatatan akta kematian.

“Dengan Pelanduk, jarak dan waktu tempuh warga menjadi lebih efisien. Cukup ke kantor kecamatan, urusan Adminduk bisa langsung selesai,” tuturnya.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelumnya mengapresiasi langkah Batam yang dinilai berhasil melakukan reformasi birokrasi di bidang Adminduk. Model layanan cepat, digital, dan jemput bola seperti Lakse dan Jeramba disebut layak dijadikan contoh nasional, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah lain. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lakse, Jeramba, dan Pelanduk: Inovasi Cerdas Disdukcapil Batam Dekatkan Layanan ke Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Paruh Rangkong dan Taring Beruang

0
Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Paruh Rangkong dan Taring Beruang. Foto. Bea Cukai Batam untuk Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan bagian tubuh satwa dilindungi yang dikirim melalui jalur barang kiriman. Sebanyak 10 buah paruh burung rangkong gading dan 43 taring beruang madu berhasil diamankan petugas dari salah satu Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Kota Batam. Barang bukti tersebut kemudian dilimpahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam, Jumat (24/10).

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, mengatakan pelimpahan ini merupakan langkah lanjutan dari hasil penindakan pada 9 September 2025 di TPS Global Logistik Bersama. Saat itu, hasil pemindaian x-ray menunjukkan ketidaksesuaian citra dengan dokumen pemberitahuan barang yang disebut sebagai aksesoris motor. Setelah diperiksa, ternyata paket tersebut berisi bagian tubuh satwa yang dilindungi.

“Paket tidak dilengkapi dokumen perizinan maupun sertifikat sanitasi produk hewani. Barang dikirim melalui perusahaan jasa titipan dari Bandar Lampung dengan tujuan Tanjungpinang melalui Batam,” jelas Zaky. Ia menegaskan bahwa Bea Cukai Batam berkomitmen mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia melalui pengawasan ketat terhadap jalur logistik dan barang kiriman.

Dalam pelimpahan tersebut, Bea Cukai menyerahkan seluruh barang bukti kepada BKSDA Batam sebagai instansi berwenang menangani kasus yang melibatkan satwa dilindungi. “Setiap barang bukti kategori satwa atau bagian satwa yang dilindungi akan kami serahkan kepada instansi berwenang. Ini bagian dari sinergi penegakan hukum dan perlindungan sumber daya alam,” tambah Zaky.

Perwakilan BKSDA Batam mengapresiasi langkah cepat Bea Cukai Batam dalam mengamankan temuan tersebut. olaborasi lintas instansi sangat penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku perdagangan ilegal satwa, terutama yang memanfaatkan jalur logistik modern seperti jasa ekspedisi.

Barang-barang tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang telah diubah dengan UU Nomor 32 Tahun 2024, serta UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Selain itu, kesalahan pemberitahuan barang juga berpotensi melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Bea Cukai Batam menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap barang kiriman dari dalam dan luar negeri. Langkah ini diambil untuk menutup celah penyelundupan barang terlarang, baik berupa narkotika, senjata, maupun bagian tubuh satwa yang termasuk dalam kategori Appendix CITES (Convention on International Trade in Endangered Species).

“Pengawasan tidak hanya soal penerimaan negara, tapi juga tanggung jawab moral untuk melindungi kekayaan hayati dari perdagangan ilegal yang merusak ekosistem,” tutup Zaky. Bea Cukai berharap masyarakat turut berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Paruh Rangkong dan Taring Beruang pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Lintas Timur Bintan Rusak dan Longsor, Warga Khawatir

0
Jalan Lintas Timur, Bintan dengan kondisi berlubang dan longsoran tanah dari tebing yang menghalangi sebagian jalan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pengendara yang melintas di Jalan Lintas Timur, khususnya di sekitar bundaran Kilometer (Km) 16, Kabupaten Bintan, diimbau tetap berhati-hati. Kondisi jalan di kawasan tersebut kini rusak parah dan sebagian tertutup longsoran tanah dari tebing di sisi jalan.

Salah satu pengendara, Dollah (38), mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki. Menurutnya, kerusakan di Jalan Lintas Timur sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah saat musim hujan.

“Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak. Selain mengganggu kenyamanan, juga berisiko menyebabkan kecelakaan,” kata Dollah, Jumat (24/10).

Ia menambahkan, para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas karena banyak lubang besar dan tanah longsor yang menutupi sebagian badan jalan. “Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Reservasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Provinsi Kepri, Suji, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bintan karena ruas jalan tersebut merupakan kewenangan daerah setempat.

“Kami sudah berkoordinasi, hanya saja kondisi keuangan masih efisiensi, sehingga perbaikan belum bisa dilakukan,” ujar Suji.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bintan, Wan Affandi, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di bundaran Km 16 sudah lama terjadi.

Pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan pembangunan jalur baru melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah ke pemerintah pusat sejak tahun anggaran 2023.

Namun, usulan tersebut belum terealisasi karena terkendala anggaran. “Pembangunan jalan itu dibatalkan pusat tahun 2024 karena masalah anggaran,” ungkap Affandi.

Ia memastikan Pemkab Bintan akan kembali mengusulkan penanganan jalan tersebut ke pemerintah pusat agar perbaikannya bisa dilakukan secara menyeluruh. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Jalan Lintas Timur Bintan Rusak dan Longsor, Warga Khawatir pertama kali tampil pada Kepri.

ESB Dorong Digitalisasi Industri Kuliner Sumatera, Batam Jadi Basis Pertumbuhan Baru

0
Pesan makanan semudah sentuhan jari. Lewat Self-Order Kiosk ESB, pelanggan bisa pilih menu favorit, atur pesanan, dan bayar sendiri tanpa antre.

batampos – Di tengah geliat kebangkitan ekonomi daerah, sektor kuliner di Sumatera terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak perekonomian. Dari kafe kekinian di pusat kota hingga restoran seafood di tepi pantai, para pelaku usaha kuliner terus berinovasi untuk bertahan dan berkembang.

Namun, di balik semangat tersebut, masih banyak pelaku usaha yang bergelut dengan tantangan klasik: manajemen operasional yang rumit, pencatatan manual, hingga keterbatasan akses terhadap teknologi efisien.

Menjawab kebutuhan itu, PT Esensi Solusi Buana (ESB), perusahaan teknologi penyedia software all in one berbasis cloud khusus industri F&B memperluas jangkauan transformasi digitalnya ke wilayah Sumatera.

Baca Juga: Lewat Teknologi dan Kolaborasi dengan Pengusaha TDA, ESB Dukung Pengusaha Kuliner Batam Naik Kelas

Gunawan, Co founder & CEO ESB, mengungkapkan bahwa kiprahnya di dunia F&B dimulai dari pengalaman panjang sebagai konsultan keuangan sejak 2008. Ia mendirikan ESB pada akhir 2018 dengan misi sederhana: menghadirkan solusi digital yang benar-benar fokus pada industri kuliner.

“Sejak awal saya heran, kenapa tidak ada software yang benar-benar fokus membantu F&B. Padahal sejak 2018 saja, industri ini nilainya sudah mencapai 60 miliar dolar,” ujarnya via zoom, Jumat (23/10).

Berbekal dukungan empat investor besar, ESB kini berkembang menjadi ekosistem teknologi kelas dunia yang membantu ribuan pelaku F&B meningkatkan efisiensi hingga 30 persen dan mendorong kenaikan nilai transaksi rata-rata hingga 67 persen.

“Setiap dua minggu, kami selalu melakukan sprint atau pengembangan fitur baru. Jadi produk kami terus berevolusi tanpa henti,” tambah Gunawan.

ESB menghadirkan ekosistem terintegrasi, mulai dari sistem kasir (POS), ERP, loyalty system payment gateway hingga supply chain management yang semuanya saling terhubung. Tujuannya jelas: menghilangkan pekerjaan berulang dan memberikan rekomendasi berbasis data yang bersifat preventif.

“Kami bahkan punya fitur AI bernama Olin yang secara otomatis menganalisis data tanpa perlu perintah pengguna. Olin langsung memberikan rekomendasi, misalnya untuk mencegah penurunan penjualan atau potensi kecurangan di outlet,” jelasnya.

Dengan kombinasi machine learning dan analitik canggih, ESB mampu memprediksi potensi penjualan hingga tiga bulan ke depan dengan akurasi 90–97 persen.

ESB tidak hanya menyasar pengusaha besar. Gunawan menegaskan, perusahaan justru ingin memperkuat daya saing UMKM kuliner agar bisa naik kelas.

“Banyak pengusaha kecil yang bisa belajar langsung dari praktik bisnis para pemain besar, karena sistem kami sudah menampung alur kerja terbaik dari industri itu sendiri,” katanya.

Dengan begitu, pengusaha kecil bisa beroperasi secara profesional dan berkelanjutan. ESB juga aktif mengadakan pelatihan, seminar, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pertumbuhan industri kuliner.

Dalam ekspansi ke Sumatera, ESB menjalin kerja sama strategis dengan perbankan nasional dan penyedia media sosial global seperti Google, Meta (Instagram, Facebook, WhatsApp), dan TikTok.

“Kami tidak hanya menyediakan software, tapi juga membangun ekosistem. Merchant bisa mendapat akses ke jaringan perbankan, promosi digital, hingga pelatihan bisnis,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha mendapatkan kemudahan transaksi, promosi lintas platform, serta dukungan pemasaran digital yang lebih luas.

Gunawan menilai wilayah Sumatera, khususnya Batam dan Medan, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan industri F&B berbasis digital di luar Jawa.

“Setelah Jawa, Sumatera adalah pulau paling siap untuk transformasi digital. Pengusahanya lebih matang dan siap berkembang. Bahkan saya melihat Batam bisa tumbuh lebih cepat dari kota-kota besar Sumatera lainnya,” ujarnya optimistis.

Selain karena perputaran ekonomi yang tinggi, ketersediaan SDM berkualitas juga menjadi alasan ESB memilih Batam sebagai salah satu basis ekspansinya.

Gunawan juga menegaskan bahwa pengakuan ESB dalam daftar Forbes menjadi bukti kesehatan bisnis perusahaan teknologi ini di tengah fenomena “tech winter” yang melanda banyak startup.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal prestise, tapi bukti bahwa model bisnis kami sehat dan dipercaya. Merchant juga jadi lebih tenang karena tahu mereka memakai layanan dari perusahaan yang stabil,” ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan teknologi prediktif, ESB tidak hanya membantu pelaku F&B bertahan, tetapi juga tumbuh berkelanjutan.

“Kalau pengusaha kuliner berkembang, maka kami juga berkembang. Misi kami sederhana: menjadikan industri F&B Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga berdaya saing di tingkat dunia,” tutup Gunawan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel ESB Dorong Digitalisasi Industri Kuliner Sumatera, Batam Jadi Basis Pertumbuhan Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

Retribusi TKA di Kepri Lampaui Target, Capai Rp1,4 Miliar hingga Oktober

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Penerimaan Retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan hasil positif sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Hingga akhir Oktober, total retribusi TKA telah mencapai Rp1,4 miliar, melebihi target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,2 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, menyebutkan bahwa sebagian besar penggunaan TKA berada di Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Dua wilayah ini menjadi kawasan industri terbesar yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asing.

“Sejauh ini sudah mencapai Rp1,4 miliar, atau melampaui target Rp1,2 miliar untuk tahun 2025,” ujar Diky, Jumat (24/10).

Diky menjelaskan, Pemprov Kepri hanya memiliki kewenangan memungut retribusi bagi TKA yang bekerja lintas kabupaten atau kota, seperti antara Batam dan Tanjungpinang.

“Kalau TKA bekerja hanya di Batam, maka retribusinya masuk ke Pemkot Batam,” jelasnya.

Retribusi TKA dipungut saat perusahaan mengajukan izin baru atau memperpanjang penggunaan tenaga kerja asing. Biaya yang ditetapkan mencapai sekitar 102 dolar AS per bulan atau setara Rp1,68 juta.

Dana retribusi yang terkumpul digunakan untuk mendukung pelatihan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif dan mampu terserap di pasar kerja Kepri.

“Untuk tahun ini, kami banyak menggelar pelatihan keterampilan seperti mengelas dan menjahit guna meningkatkan keahlian tenaga kerja lokal,” tambah Diky.

Ia menuturkan, Kota Batam masih menjadi penyumbang terbesar retribusi TKA, dengan nilai mencapai sekitar Rp40 miliar per tahun.

Sementara Kabupaten Bintan menyumbang sekitar Rp14 miliar per tahun, sebagian besar berasal dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang mempekerjakan lebih dari 700 tenaga kerja asing. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Retribusi TKA di Kepri Lampaui Target, Capai Rp1,4 Miliar hingga Oktober pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Gencarkan Razia Narkoba di Pelabuhan Sekupang, 52 Personel dan Dua Anjing Pelacak Diterjunkan

0
Anjing pelacak saat memeriksa barang bawaan penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (24/10). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar razia narkotika di Pelabuhan Domestik Sekupang, Jumat (24/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin untuk menekan peredaran narkoba antarpulau yang memanfaatkan jalur laut di wilayah Kepri.

Razia dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga siang hari, melibatkan 52 personel gabungan dari Ditresnarkoba, Ditsamapta, Biddokkes, dan Bidhumas Polda Kepri. Dua ekor anjing pelacak K-9 juga dikerahkan untuk memeriksa barang bawaan para penumpang di area kedatangan dan keberangkatan.

“Menjelang akhir tahun, biasanya peredaran narkoba meningkat. Karena itu, kami memperketat pengawasan di pelabuhan domestik sebagai salah satu titik rawan,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, di lokasi kegiatan.

Baca Juga: Polresta Barelang Bongkar Dua Jaringan Narkoba, Sita 2,7 Kilogram Sabu dan Ganja

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh terhadap koper, tas, hingga kardus yang dibawa melalui bagasi kapal. Anjing pelacak dilatih khusus untuk mendeteksi berbagai jenis narkotika, termasuk sabu dan ganja.

“Kami lakukan pemeriksaan mendetail menggunakan satwa K-9. Pemeriksaan dilakukan secara acak agar hasilnya lebih efektif,” jelas Ruslaeni.

Meski berlangsung intensif hingga pukul 12.00 WIB, hasil razia kali ini nihil. Petugas tidak menemukan pelaku maupun barang bukti narkotika.

Menurut Ruslaeni, hal ini disebabkan belum adanya informasi intelijen yang mengarah pada aktivitas peredaran di titik tersebut. Namun, pihaknya memastikan razia seperti ini akan terus dilakukan secara berkala di sejumlah lokasi strategis, termasuk pelabuhan pelni dan pelabuhan rakyat.

Razia di Pelabuhan Domestik Sekupang merupakan bagian dari strategi Polda Kepri mempersempit ruang gerak pengedar narkoba. Selain penindakan, kegiatan ini juga memiliki unsur edukasi bagi masyarakat dan penumpang kapal.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengawasan ini untuk keselamatan bersama. Jangan takut atau risih saat diperiksa, karena tujuannya agar wilayah Kepri tidak menjadi jalur masuk narkotika,” tegas Ruslaeni.

Dalam pelaksanaan razia, personel Biddokkes turut memastikan kondisi kesehatan petugas, sementara Bidhumas mendokumentasikan jalannya kegiatan sebagai bentuk transparansi publik.

Razia serupa akan digelar di pelabuhan-pelabuhan lain di Kepri dalam beberapa pekan ke depan. “Kami ingin wilayah ini tetap bersih dari narkoba,” tutup Ruslaeni. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Gencarkan Razia Narkoba di Pelabuhan Sekupang, 52 Personel dan Dua Anjing Pelacak Diterjunkan pertama kali tampil pada Metropolis.