Rabu, 25 Februari 2026
Beranda blog Halaman 8

Milenial Tarempa Manfaatkan Ramadan untuk Rintis Usaha, Bupati Aneng Apresiasi

0
Bupati Aneng menyambangi kaum milenial menjaga stand bazar di pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pelataran Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa dipadati warga menjelang waktu berbuka puasa. Deretan tenda bazar berdiri rapi, menawarkan beragam takjil dan menu berbuka.

Namun, Bazar Ramadan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bukan sekadar tempat berburu makanan. Kegiatan ini juga menjadi ruang tumbuhnya semangat wirausaha generasi milenial di Tarempa.

Di antara para pedagang, tampak sejumlah anak muda yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk merintis usaha mandiri. Mereka membawa ide kreatif dan optimisme di tengah keterbatasan lapangan kerja.

Salah satunya Nevil, pemuda asal Desa Tarempa Barat. Ia menjual es kelapa Rainbow dengan dua varian rasa, Melon dan Coco Pandan. Minuman berwarna cerah itu menjadi salah satu yang diminati pengunjung.

“Setiap Ramadan selalu jualan minuman ini. Daripada tidak ada kerjaan, jadi jualan saja. Dari 2021 sudah mulai,” ujar Nevil, Senin (23/2).

Dalam sehari, ia mampu menjual hampir 50 cup dengan harga Rp12 ribu per cup. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp500 ribu per hari. Khusus Jumat, ia memberikan promo harga Rp10 ribu per cup.

Usaha tersebut dijalankan bersama rekannya sesama anak muda. Mereka berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan hingga melayani pembeli.

“Kalau hari biasa kami kerja di gudang ikan, kadang serabutan. Ramadan ini khusus jualan minuman,” katanya.

Nevil menilai, generasi muda harus berani menciptakan peluang usaha sendiri. Ia menyebut, saat ini tidak semua lulusan bisa berharap bekerja di pemerintahan.

“Sekarang tidak bisa lagi hanya berharap kerja di Pemkab. Milenial harus ciptakan peluang usaha dan buka lapangan kerja sendiri,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, yang meninjau bazar turut mengapresiasi semangat wirausaha generasi muda. Ia menilai keikutsertaan milenial dalam bazar menjadi bukti anak-anak daerah memiliki daya juang tinggi.

“Ini bagus, anak-anak kita semangat wirausahanya luar biasa, tidak gengsi,” kata Aneng.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendorong akses permodalan bagi generasi muda melalui skema kredit usaha yang lebih mudah dijangkau.

Bazar Ramadan di Tarempa pun tak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman, tetapi juga titik awal kebangkitan wirausaha milenial Anambas. (*]

Artikel Milenial Tarempa Manfaatkan Ramadan untuk Rintis Usaha, Bupati Aneng Apresiasi pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Berpeluang Jadi Andalan Baru Industri Semikonduktor Amerika, Apindo Minta Investasi Dipermudah

0
Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid. F. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Rencana pengembangan PSN di Galang sebagai basis rantai pasok chip dan semikonduktor Amerika Serikat membuka peluang besar bagi Kota Batam untuk naik kelas dalam industri teknologi global. Kawasan ini diproyeksikan jadi bagian vital dari upaya diversifikasi rantai pasok dunia yang selama ini didominasi negara lain di Asia.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menilai proyek tersebut dapat mengangkat posisi Batam sebagai pemain strategis dalam industri berbasis teknologi tinggi. Peluang ini harus direspons dengan kesiapan konkret, terutama pada sektor infrastruktur dan kemudahan investasi.

“Proyek tersebut menjadi kesempatan besar bagi Batam untuk menjadikan Batam sebagai salah satu pemain global dalam industri berbasis teknologi,” katanya, Senin (23/2).

Ia mengingatkan agar peluang tersebut tidak terhambat oleh persoalan administratif maupun keterbatasan fasilitas pendukung yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak dini. Pemerintah daerah dan otoritas terkait dinilai perlu memastikan seluruh prasyarat investasi tersedia sebelum investor memulai kegiatan.

“Kesempatan ini sebaiknya jangan disia-siakan dengan menjamin ketersediaan infrastruktur investasi dan kemudahan perizinan. Jangan sampai kesempatan besar ini tertunda hanya karena persoalan administrasi ataupun persoalan infrastruktur yang berada dalam rentang kendali kita,” kata Rafki.

Dia menjelaskan, secara umum Batam telah memiliki fondasi infrastruktur yang cukup untuk menampung investasi teknologi berskala besar. Namun, investor dari Amerika Serikat kemungkinan akan mengajukan standar fasilitas yang lebih tinggi, khususnya terkait energi, logistik, konektivitas, dan kawasan industri berteknologi tinggi.

“Infrastruktur yang ada saat ini di Batam sebenarnya sudah cukup memadai untuk menampung investasi besar di bidang teknologi tersebut. Hanya saja tentunya pihak investor dari AS akan meminta infrastruktur yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain sarana fisik, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi faktor penentu keberhasilan investasi industri semikonduktor. Tenaga kerja dengan kompetensi teknis sangat dibutuhkan sesuai kebutuhan industri chip, yang dikenal memiliki standar keahlian tinggi.

“Kita juga harus menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh investor tersebut,” ujar dia.

Sejumlah perusahaan teknologi Amerika, termasuk Apple dan NVIDIA, disebut-sebut berpotensi menjadikan Batam sebagai bagian dari rantai pasok baru mereka di kawasan Asia Tenggara.

Rafki menambahkan, pada dasarnya Batam telah memiliki pengalaman panjang sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas, sehingga relatif siap menerima berbagai jenis investasi lintas sektor. Tantangan ke depan adalah menata ekosistem industri agar semakin selaras dengan kebutuhan investor berteknologi tinggi.

“Pada prinsipnya Batam sudah siap untuk menampung berbagai jenis investasi dari berbagai sektor, tinggal menata lebih baik lagi agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh calon investor yang akan berinvestasi,” katanya.
“Secara umum, pasokan masih tersedia dan kami terus berkoordinasi dengan distributor serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.

Artikel Batam Berpeluang Jadi Andalan Baru Industri Semikonduktor Amerika, Apindo Minta Investasi Dipermudah pertama kali tampil pada Metropolis.

Stellantis Tunda Retooling Pabrik Brampton, Produksi Jeep Compass Dialihkan

0
Sumber gambar: x.com/StellantisFR

batampos – Stellantis masih belum melanjutkan proses retooling di Brampton Assembly Plant, Ontario, hampir satu tahun setelah penangguhan diumumkan pada Februari 2025.

Awalnya, fasilitas tersebut dijadwalkan menjalani retooling untuk memproduksi generasi baru Jeep Compass. Namun perusahaan menghentikan sementara proyek itu sebagai bagian dari peninjauan strategi produksi di tengah dinamika industri otomotif global.

Hingga kini, belum ada kepastian jadwal kelanjutan pekerjaan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran dari serikat pekerja Unifor, yang mewakili ribuan pekerja di fasilitas tersebut.

Pabrik Brampton yang telah beroperasi sejak 1980-an kini berada dalam status operational pause. Ribuan pekerja menghadapi ketidakpastian berkepanjangan terkait kapan aktivitas produksi akan kembali berjalan.

Serikat pekerja menyebut dampak penundaan tidak hanya dirasakan oleh karyawan pabrik, tetapi juga oleh jaringan pemasok lokal yang bergantung pada operasional fasilitas tersebut.

Situasi semakin kompleks setelah muncul laporan bahwa sebagian produksi Jeep Compass dialihkan ke fasilitas lain di Amerika Serikat guna mengantisipasi potensi tarif perdagangan.

Sejumlah pekerja senior disebut menghadapi kemungkinan perpanjangan masa layoff tanpa kepastian waktu kembali bekerja.

Penundaan retooling Brampton mencerminkan tantangan yang lebih luas di industri otomotif global dalam menyeimbangkan strategi produksi dengan kondisi pasar yang terus berubah.

Di sisi lain, Stellantis dilaporkan memperkuat fasilitas produksinya di Kanada, termasuk menambah shift di Windsor Assembly Plant untuk memproduksi model lain seperti Dodge Charger dan minivan Chrysler Pacifica.

Hingga berita ini diturunkan, Stellantis belum memberikan pembaruan resmi terkait timeline kelanjutan retooling di Brampton. (*)

Artikel Stellantis Tunda Retooling Pabrik Brampton, Produksi Jeep Compass Dialihkan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Harga Emas Melonjak Lagi, Gen Z Batam Justru Paling Aktif Berinvestasi

0

batampos – Harga emas di Batam kompak naik Rp70 ribu pada Senin (23/2). Kenaikan ini langsung memicu lonjakan aktivitas di sejumlah toko emas, terutama di kawasan pusat perbelanjaan.

‎Pengunjung datang silih berganti, sebagian besar untuk membeli sebagai investasi, sebagian lain menjual atau menukar emas demi kebutuhan jelang Ramadan dan Idul Fitri.

‎Di Banda Baru Mega Mall Batam Centre, suasana toko terlihat lebih ramai dari biasanya. Akbar, salah seorang penjaga toko, mengatakan kenaikan harga tersebut mengikuti penyesuaian dari pusat di Jakarta.

‎“Perbandingan naik dari semalam itu kenaikan Rp70 ribu,” ujarnya.

‎Menurutnya, harga emas pada pekan lalu masih cenderung stabil. Namun pada awal pekan ini kembali mengalami lonjakan.“Kenaikan ini dari pusat. Kita di cabang menyesuaikan harga dari pusat,” katanya.

‎Kenaikan harga tidak menyurutkan minat masyarakat. Justru sebagian besar pengunjung datang untuk membeli emas sebagai instrumen investasi. Polanya pun beragam—ada yang membeli sedikit demi sedikit saat memiliki dana, ada pula yang melakukan tukar tambah.

‎“Tukar tambah jatuhnya. Misalnya dia jual emas kecil lalu beli yang lebih besar. Atau kalau butuh uang, dia jual yang besar ambil yang kecil. Pastinya orang beli emas untuk investasi, jadi tidak habiskan uang sekaligus. Ada uang dia beli, kalau butuh uang dijual lagi,” jelas Akbar.

‎Fenomena ini menunjukkan emas masih dianggap sebagai aset aman (safe haven), terutama di tengah kebutuhan likuiditas menjelang Ramadan. Selain untuk investasi jangka panjang, emas juga menjadi cadangan dana darurat yang mudah dicairkan

‎Akbar menyebut, pembelian dalam jumlah besar relatif jarang. Mayoritas konsumen membeli bertahap sesuai kemampuan.

‎“Orang-orang kebanyakan investasi. Karena investasi di emas itu tidak rugi dan harganya cenderung naik,” ujarnya.

‎Adapun daftar harga emas per Senin (23/2) di toko tersebut adalah sebagai berikut:

‎Logam mulia bersertifikat + upah: Rp2.778.000

‎Emas bahan: Rp2.751.000

‎Emas 24 karat berat lebih dari 45 gram: Rp2.888.000

‎Emas 24 karat berat 18–40 gram: Rp2.915.000

‎Emas 24 karat berat hingga 4 gram: Rp2.970.000

‎Emas 750: Rp2.530.000

‎Emas 700: Rp2.338.000

‎Menariknya, jenis emas 24 karat menjadi yang paling diminati, terutama di kalangan generasi muda.

‎“Yang paling laris itu emas 24 karat. Banyak diminati Gen Z,” kata Akbar.

‎Di tengah fluktuasi harga dan kebutuhan musiman, emas tetap menjadi primadona. Bagi sebagian warga Batam, kenaikan Rp70 ribu bukan alasan untuk menahan diri. Justru, momen ini dianggap sebagai pengingat bahwa nilai emas terus bergerak dan investasi harus dimulai, meski sedikit demi sedikit.

‎”Siang hingga sore biasanya ramai pengunjung,” ujarnya. (*)

Artikel Harga Emas Melonjak Lagi, Gen Z Batam Justru Paling Aktif Berinvestasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kabar Penggerebekan di Kos Tarempa Barat, Terduga Pemakai Sabu Diamankan

0
Ilustrasi. F. Riau Pos.

batampos – Aparat Polres Kepulauan Anambas dikabarkan menggerebek sebuah rumah kos di kawasan Pasar Ikan Tanjung, Desa Tarempa Barat, Minggu (22/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Lokasi tersebut diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Penggerebekan yang berlangsung dini hari itu sempat mengejutkan warga sekitar karena terjadi saat sebagian besar masyarakat tengah beristirahat.

Informasi yang dihimpun, sejumlah petugas kepolisian langsung masuk ke salah satu kamar kos yang dicurigai. Dalam operasi tersebut, tiga orang diamankan di lokasi, terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki.

Seorang warga setempat, Fauzan, mengaku terkejut saat mendengar keributan di sekitar kos-kosan.

“Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari penggerebekan kos-kosan itu. Saya belum tidur, terkejut ada kericuhan, rupanya penangkapan narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, ketiga orang yang pertama diamankan berinisial Tik, Yan dan Rik. Polisi juga disebut menemukan barang bukti sabu di lokasi kejadian.

“Ada sabu yang didapatkan petugas dari tangan Yan. Pelaku sempat mau buang alat isap sabu tapi didapatkan sama polisi,” katanya.

Pengembangan kasus kemudian dilakukan petugas. Seorang pria berinisial Saf turut diamankan meski saat penggerebekan berlangsung tidak berada di lokasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, asal barang haram tersebut diduga terkait dengan seorang pria berinisial Den. Polisi disebut masih melakukan pendalaman terhadap dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini.

Seorang perempuan berinisial Cla juga sempat diamankan untuk menjalani tes urin. Namun setelah pemeriksaan awal, yang bersangkutan dipulangkan ke rumahnya. Hingga kini, hasil tes urin tersebut belum diumumkan secara resmi.

Saat dikonfirmasi, Kasat Narkoba Polres Kepulauan Anambas, Iptu Kristian, mengaku belum dapat memberikan keterangan rinci karena sedang berada di luar daerah.

“Maaf bang kami di luar kota nanti kami cek,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Kabar Penggerebekan di Kos Tarempa Barat, Terduga Pemakai Sabu Diamankan pertama kali tampil pada Kepri.

Harga Cabai Berangsur Turun, Stok Juga Mencukupi di Pasar

0
Sejumlah pembeli sedang memilih cabai di Pasar Botania 2, Kamis (8/1). Harga cabai rawit masih relatif tinggi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Batam terpantau stabil memasuki pertengahan Ramadan. Setelah sempat merangkak naik di awal bulan puasa, sejumlah komoditas kini kembali ke harga normal seiring pasokan yang melimpah.

Pantauan di Pasar Viktoria, Senin (23/2) harga cabai merah dijual berkisar Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Viktoria Yati mengatakan, lonjakan harga sempat terjadi pada awal Ramadan. Saat itu, cabai merah bahkan menembus Rp70 ribu per kilogram.

“Memang di awal Ramadan sempat naik sampai Rp70 ribu per kilo. Sekarang sudah normal lagi karena stok banyak datang,” ujarnya.

Ia memastikan, ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dalam kondisi aman. Pasokan cabai merah banyak didatangkan dari luar daerah, sedangkan cabai hijau dan sejumlah sayuran masih ditopang dari hasil lokal Batam.

“Kalau cabai hijau dan sayuran masih banyak dari Batam. Stok mencukupi,” katanya.

Selain cabai, harga daging ayam ras juga relatif stabil. Di Pasar Viktoria, ayam ras dijual bervariasi antara Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Kondisi serupa terlihat di Pasar Sungai Harapan. Di pasar tersebut, cabai merah dijual Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per seperempat kilogram, atau setara sekitar Rp60 ribu hingga Rp64 ribu per kilogram.

Salah seorang pembeli, Aisyah, mengaku sengaja membeli cabai merah dalam jumlah lebih banyak karena harga sudah kembali turun.

“Tadi beli Rp55 ribu per kilo, jadi ambil satu kilo untuk stok selama Ramadan. Awal Ramadan kemarin beli di pasar pagi Rp65 ribu per kilo,” ujarnya.

Stabilnya harga ini disambut positif warga, mengingat kebutuhan dapur biasanya meningkat selama bulan puasa. Pedagang pun optimistis harga akan tetap terkendali selama pasokan dari luar daerah terus lancar dan distribusi tidak terganggu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Batam dalam kondisi aman. Ia mengungkapkan, stok beras saat ini tercatat mencapai 10.249,14 ton, sementara kebutuhan masyarakat Batam berada di angka 9.288,08 ton.

“Untuk beras, posisi kita aman. Stok yang tersedia lebih tinggi dari kebutuhan bulanan masyarakat Batam,” ujarnya.

Selain beras, ketersediaan cabai merah, vmcabai rawit, cabai hijau, gula dan minyak goreng juga dipastikan dalam kondisi mencukupi. Pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap distribusi dan pergerakan harga di pasaran guna menjaga stabilitas.

“Secara umum, pasokan masih tersedia dan kami terus berkoordinasi dengan distributor serta instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya.(*)

Artikel Harga Cabai Berangsur Turun, Stok Juga Mencukupi di Pasar pertama kali tampil pada Metropolis.

Tarif Kontainer Anambas-Jakarta Tembus Rp20 Juta, Warga Pertanyakan Program Subsidi

0
Kapal KM Logistik Nusantara 4 bersandar di Pelabuhan Tarempa saat proses bongkar muat kontainer. Warga menyoroti pembagian kuota kontainer subsidi yang dinilai memicu lonjakan ongkos kirim. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Penggunaan kontainer pada kapal subsidi pemerintah, KM Logistik Nusantara 4, menuai sorotan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Warga menduga pembagian kuota kontainer, khususnya rute Tarempa–Jakarta, tidak tepat sasaran sehingga memicu lonjakan ongkos kirim.

Kapal tersebut dioperasikan oleh PT Pelni sebagai bagian dari program subsidi distribusi barang ke wilayah terluar. Tujuannya untuk menekan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

Namun di lapangan, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan kuota kontainer langsung melalui operator. Mereka menduga ada pihak tertentu yang menguasai kuota meski tidak memiliki barang untuk dikirim, lalu menjual kembali jasa pengiriman melalui perantara.

“Kita susah kirim barang. Namun ada orang yang dapat kuota kontainer, tapi barang tidak ada. Jadi jual jasa pengiriman lewat dia, bukan langsung ke Pelni. Ini buat harga pengiriman lebih mahal. Padahal subsidi,” ujar Anton, warga Tarempa, Senin (23/2).

Menurutnya, tarif resmi pengiriman satu kontainer tujuan Jakarta melalui Pelni sekitar Rp8 juta. Namun di lapangan, warga mengaku harus membayar Rp15 juta hingga Rp20 juta per kontainer untuk tujuan yang sama.

Kenaikan biaya tersebut dinilai memberatkan pelaku usaha dan distributor di Anambas. Warga khawatir lonjakan ongkos kirim akan berdampak pada harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Kalau begini caranya, harga-harga kebutuhan di Anambas pasti naik. Kasihan masyarakat,” keluh Anton.

Keluhan juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas, Agustar. Ia menyoroti keterbatasan kontainer basah (reefer) untuk mengangkut hasil perikanan dan bahan pangan segar.

Menurutnya, nelayan kerap kesulitan mengirim hasil tangkapan ke Jakarta dengan alasan kuota kontainer basah sudah penuh. Padahal, ia menyebut kontainer dari Tarempa ke Jakarta sering berangkat dalam kondisi tidak terisi maksimal.

“Nelayan kami kesulitan kirim hasil tangkapan. Alasannya sudah penuh. Tapi setahu saya, dari sini sering kosong. Justru dari Jakarta ke sini yang penuh muatan daging ayam,” ujarnya.

Agustar menjelaskan, Anambas hanya mendapat jatah empat unit kontainer basah setiap keberangkatan. Permintaan penambahan disebut terkendala kapasitas listrik kapal yang tidak mencukupi untuk unit pendingin tambahan.

“Anambas untuk kontainer basah hanya dapat empat. Mau ditambah, katanya listrik di kapal tidak cukup. Seharusnya pemerintah beri solusi, apalagi kapal ini subsidi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Anambas, Japrizal, membenarkan kuota untuk Anambas terdiri dari 40 unit kontainer kering dan empat unit kontainer basah.

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci pihak-pihak yang memegang kuota tersebut. Menurutnya, mekanisme pembagian dan prosedur pemesanan berada di ranah PT Pelni serta instansi teknis di tingkat pusat, termasuk Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kami belum tahu siapa saja yang punya kuota. Itu ranah Pelni, termasuk prosedur mendapatkan kuota dan pengiriman,” kata Japrizal.

Ia menyebut persoalan ini telah disampaikan melalui audiensi dengan Kementerian Perdagangan beberapa bulan lalu. Dalam waktu dekat, Disperindag Anambas berencana menjadwalkan pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Laut dan manajemen Pelni untuk mengevaluasi sistem kuota serta kemungkinan penambahan kontainer basah.

Pemerintah daerah berharap ada solusi konkret agar distribusi barang dan hasil perikanan dari Anambas tetap lancar serta biaya pengiriman sesuai dengan skema subsidi pemerintah. (*]

Artikel Tarif Kontainer Anambas-Jakarta Tembus Rp20 Juta, Warga Pertanyakan Program Subsidi pertama kali tampil pada Kepri.

Lantik Irjen, Mendes Yandri Minta Perkuat Pengawasan di Kemendes PDT

0
Yandri Susanto saat memberikan selamat kepada irjen dan meminta agar diperkuat pengawasan internal. f Istimewa

batampos – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto melantik Masyhudi sebagai Inspektur Jenderal Kemendes PDT di Jakarta, Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengawasan internal guna memastikan seluruh program kementerian berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kinerja serta pakta integritas bagi Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Administrator di lingkungan Kemendes PDT.

Momentum tersebut, menurut Yandri, menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, dalam hal ini membidangi pembangunan desa dan daerah tertinggal itu.

“Kita butuh pengawasan hebat dan kuat di Kemendes. Desa kita banyak, dana desa besar, ada program Koperasi Desa Merah Putih. Hari ini program Bapak Presiden menyasar ke desa. Kami, saya sama Pak Wamen mohon dukungan Bapak Ibu untuk terus melakukan yang terbaik di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” pesan Mendes Yandri dalam acara yang juga dihadiri Wamendes Ahmad Riza Patria tersebut.

Ia menekankan bahwa besarnya anggaran dana desa serta banyaknya program strategis pemerintah yang menyasar hingga tingkat desa menuntut sistem pengawasan yang semakin solid. Dengan pengawasan yang kuat, diharapkan potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana dan program pembangunan desa.

Masyhudi sebagai Irjen yang baru dilantik diharapkan mampu memperkuat fungsi audit, evaluasi, dan pengawasan internal secara menyeluruh. Mendes Yandri juga meminta seluruh jajaran Kemendes PDT untuk mendukung tugas Inspektorat Jenderal dalam memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

“Kemendes tugasnya banyak sekali dari Bapak Presiden dengan Asta cita ke-6. Maka perlu tim yang kompak, perlu kebersamaan, perlu keguyuban kita semua. Waktu terus berjalan, tanggung jawab terus menanti. Maka untuk menunaikan kewajiban itu perlu keikhlasan hati Bapak Ibu,” tuturnya.

Lebih lanjut Mendes Yandri juga memastikan bahwa seluruh mekanisme berjalan terbuka dan bebas dari praktik pungutan liar. Menurutnya, pengawasan dilakukan secara ketat bersama guna menjamin tidak ada celah penyalahgunaan kewenangan.

Pesan tersebut menjadi penekanan kuat agar seluruh jajaran menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih. Mendes Yandri berharap para pejabat yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghindari segala bentuk praktik yang mencederai kepercayaan publik.(*)

Artikel Lantik Irjen, Mendes Yandri Minta Perkuat Pengawasan di Kemendes PDT pertama kali tampil pada News.

Toyota Calya Terbalik di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Dua Mahasiswa Luka

0
Petugas Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang melakukan olah TKP kecelakaan mobil Toyota Calya yang terbalik di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (22/2) malam. F. Polresta Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Sebuah mobil Toyota Calya terbalik setelah hilang kendali saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Minggu (22/2) malam.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.45 WIB. Mobil bernomor polisi BP 1607 MO itu dikemudikan pria berinisial SH (19) dan membawa seorang penumpang perempuan berinisial M (19). Keduanya diketahui merupakan mahasiswa.

Saat melaju dari arah traffic light Basuki Rahmat menuju flyover, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menghantam median jalan dan akhirnya terbalik.

“Pengemudi diduga tidak berhati-hati sehingga kehilangan kendali dan membentur median jalan hingga mobil terbalik,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Werry Wilson Marbun, Senin (23/2).

Akibat benturan tersebut, kedua korban mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban hanya mengalami luka ringan, namun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan ini,” tambahnya.

Saat ini, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mapolres Tanjungpinang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Polisi mengimbau para pengendara agar selalu waspada dan menjaga konsentrasi, terutama saat melintas di jalur protokol pada malam hari guna mencegah kecelakaan serupa. (*)

Artikel Toyota Calya Terbalik di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Dua Mahasiswa Luka pertama kali tampil pada Kepri.

Bukan Sekadar Bazar Takjil, Dang Anom Disulap Jadi Ruang Main, Belajar, dan Silaturahmi di BWR ke-7

0
Bazar Ramadham Dang Anom. F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Ramadan tahun ini di Taman Dang Anom, Batamcentre, terasa berbeda. Di tengah semarak tenant kuliner dan deretan takjil yang menggoda, ada wajah lain dari perhelatan Batam Wonderfood & Art Ramadhan (BWR) ke-7, yakni ruang terbuka yang disulap menjadi taman bermain, tempat belajar, hingga panggung komunitas.

‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan konsep tahun ini tidak hanya berfokus pada bazar kuliner, melainkan menghadirkan ruang publik yang ramah keluarga.

‎“Konsepnya itu ruang terbuka untuk bermain. Jadi bukan hanya beli takjil lalu pulang,” ujarnya.

‎Di dalam kawasan Dang Anom, anak-anak tak sekadar diajak berjalan-jalan. Mereka bisa menggambar, bermain aneka permainan, hingga mengikuti aktivitas kreatif yang disiapkan panitia.

‎Ada sudut-sudut kecil yang dirancang sebagai tempat diskusi ringan, termasuk ruang bagi komunitas literasi dan membaca.

‎“Di situ ada tempat menggambar, ada ruang diskusi karena konsepnya taman. Ada tumbuhan, ada mini-mini seperti taman edukasi. Jadi keluarga bisa datang, buka puasa, lalu anak-anak punya ruang bermain,” jelasnya.

‎Di kota yang ruang terbukanya kian terbatas, Dang Anom menjadi alternatif selain pusat perbelanjaan. Jika biasanya keluarga menghabiskan waktu di mal, kini mereka bisa berkumpul di ruang terbuka, bersilaturahmi, sekaligus menikmati suasana Ramadan.
‎Tak hanya itu, BWR ke-7 juga membuka ruang kolaborasi sosial.

‎Perusahaan-perusahaan yang ingin menggelar buka puasa bersama anak yatim dapat membeli voucher senilai Rp100 ribu. Dari jumlah itu, Rp50 ribu menjadi voucher belanja bagi anak-anak di area bazar, sementara sisanya dalam bentuk paket kegiatan dan konsumsi.

‎“Bukan tiap hari kita undang, tapi kita menyediakan. Perusahaan bisa ikut berbagi dengan membeli voucher di situ,” kata Ardiwinata.

‎Panggung utama di Dang Anom pun tak sepi. Selama Ramadan, panggung diisi beragam komunitas, mulai dari forum mahasiswa hingga komunitas seni dan literasi. Tercatat tujuh kampus di Batam turut ambil bagian dalam kompetisi dan pertunjukan yang digelar.

‎“Ada forum mahasiswa, ada tujuh kampus se-Batam yang ikut. Panggung itu banyak diisi komunitas,” ujarnya.

‎Selain itu, sejumlah mitra seperti maskapai AirAsia juga ikut meramaikan kegiatan dengan aktivitas interaktif bersama pengunjung. Konsep ini memperluas makna festival, dari sekadar transaksi kuliner menjadi perayaan kolaborasi lintas komunitas.

‎BWR yang kini memasuki tahun ketujuh bukan hanya agenda tahunan, tetapi telah menjadi ruang temu warga. Tahun ini, sisi edukasi dan ruang bermain menjadi penekanan baru, sebuah upaya menjadikan Ramadan bukan sekadar momen berbuka, melainkan momen membangun kebersamaan.

‎Di Dang Anom, orang datang bukan hanya membawa pulang makanan. Mereka membawa pulang pengalaman: anak-anak yang tertawa di ruang terbuka, mahasiswa yang tampil di panggung komunitas, dan keluarga yang menemukan kembali ruang berkumpul di tengah kota.

‎”Kita juga menyediakan ruang bagi perusahaan yang ingin berbagi dengan anak yatim melalui voucher. Panggungnya diisi komunitas dan mahasiswa. Jadi ini bukan hanya bazar, tapi ruang kebersamaan,” ujar Ardiwinata.(*)

Artikel Bukan Sekadar Bazar Takjil, Dang Anom Disulap Jadi Ruang Main, Belajar, dan Silaturahmi di BWR ke-7 pertama kali tampil pada Metropolis.