
batampos – Tadi malam Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama istrinya, Iriana Joko Widodo, menginap di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Lokasi perkemahan sekitar 2,7 kilometer dari titik nol IKN. Area IKN pun ditutup sementara. Hanya presiden, beberapa pejabat, pasukan pengamanan, serta tim khusus yang berada di lokasi tersebut.
Jumlah tenda yang digunakan Jokowi bersama rombongan juga terbatas. Menurut rencana, presiden menginap bersama lima gubernur di Kalimantan. Namun, informasi yang berkembang, hanya gubernur Kalimantan Timur yang berada di lokasi. Gubernur lainnya meninggalkan lokasi penginapan.
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengatakan, kondisi di lapangan serba terbatas. Itu terjadi karena kontur tanah yang belum sempurna. Selain itu, fasilitas air sangat terbatas. ’’Yang menginap dibatasi,’’ ucapnya.
Informasi di lapangan menyebutkan, ada beberapa pejabat selain gubernur Kaltim yang berada di lokasi. Di antaranya, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.
Heru menceritakan, tidak ada fasilitas ataupun makanan istimewa di area penginapan. Hanya buah, kue, serta mi instan yang disiapkan di lokasi. Di dalam tenda juga tidak ada perangkat pendingin. ’’Hanya kasur, tanpa AC,’’ imbuh dia.
Selama di lokasi, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan. Salah satunya meninjau lokasi persemaian. Kegiatan itu berlangsung kemarin sore. Lokasinya berada di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Sekitar 40 menit dari titik nol IKN. Berbagai bibit disemaikan di lokasi tersebut. Nanti bibit itu ditanam di area IKN.
Setelah meninjau lokasi persemaian, Jokowi menegaskan komitmennya untuk merehabilitasi hutan. Dengan begitu, area-area IKN bisa memiliki fungsi seperti semula. ’’Sebagai hutan tropis, bukan hutan monokultur yang homogen,’’ ujarnya.
Dalam 6–7 bulan ke depan, persemaian Mentawir bisa memproduksi 15–20 juta pohon. Ragamnya, antara lain, kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. ’’Pohon itu akan menarik hewan dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN,’’ ungkap dia.
Sebelumnya, Jokowi menggelar acara penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi di Indonesia. Penyatuan berlangsung satu jam. Sesuai dengan rencana, semua gubernur atau yang mewakili berdiri membuat barisan setengah lingkaran. Mereka menghadap ke gentong yang diletakkan di tengah. Jokowi berdiri di dekat gentong tersebut.
Satu per satu gubernur dipanggil mendekat. Pada waktu bersamaan, pasukan Satria Nusantara juga mendekat. Mereka adalah Paspampres yang mengenakan pakaian adat sesuai dengan provinsi yang dipanggil ke depan. Pasukan Satria Nusantara membawa tanah dan air untuk diserahkan ke gubernur.
Material pertama yang diserahkan ke gubernur untuk diteruskan ke presiden adalah tanah. Setelah dituang ke gentong, pasukan Satria Nusantara menyerahkan air ke gubernur untuk diteruskan ke presiden dan dituang ke gentong pula. Gubernur DKI Anies Baswedan mendapat kesempatan pertama untuk menyerahkan air dan tanah tersebut.
Jokowi mengungkapkan, dirinya sengaja datang bersama beberapa menteri dan semua gubernur untuk menyambut pembangunan IKN Nusantara. Selain 34 gubernur, ada 15 tokoh masyarakat Kalimantan Timur yang hadir di lokasi. ’’Kita berdoa, semoga diberi kemudahan dan kelancaran dalam membangun Ibu Kota Nusantara ini,’’ ucapnya.
Dia menambahkan, penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi merupakan simbol kebinekaan. Jokowi menyebutkan, kebinekaan dan persatuan yang kuat dibutuhkan dalam membangun IKN. ’’Agar semua yang kita cita-citakan bisa terwujud,’’ ujarnya. (*)
Reporter: JP Group



