Sabtu, 23 Mei 2026
Beranda blog Halaman 8239

Selain Edhie Prabowo, Ini Daftar Koruptor yang Disunat Hukumannya MA

0
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) membuat kontroversi, hal ini lantaran ‘menyunat’ hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dari 9 tahun menjadi 5 tahun penjara.

Hukuman tersebut lebih rendah 4 tahun dari putusan sebelumnya di tingkat banding. Sebab Edhy Prabowo divonis sembilan tahun kurungan penjara oleh Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Edhy Prabowo dengan penjara selama lima tahun dan pidana denda sebesar Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” ujar Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro, Kamis (10/3).

 

Dalam pertimbangannya, majelis hakim kasasi menilai Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tidak mempertimbangkan bahwa Edhy telah bekerja baik selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Edhy, menurut majelis hakim kasasi, memberi harapan besar kepada masyarakat khususnya nelayan.

Andi menjelaskan, Edhy pernah mencabut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor. 56/PERMEN-KP/2016 tanggal 23 Desember 2016 dan menggantinya dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor. 12/PERMEN-KP/2020. Dengan tujuan yaitu adanya semangat untuk memanfaatkan benih lobster untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, Edhy juga menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tersebut eksportir disyaratkan untuk memperoleh Benih Bening Lobster (BBL) dari nelayan kecil penangkap BBL.

“Sehingga jelas perbuatan Edhy Prabowo tersebut untuk menyejahterakan masyarakat khususnya nelayan kecil,” kata Andi.

Sementara Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai, vonis kasasi MA terhadap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tidak masuk akal alias absurd.

“ICW melihat hal meringankan yang dijadikan alasan MA untuk mengurangi hukuman Edhy Prabowo benar-benar absurd. Sebab, jika ia sudah baik bekerja dan telah memberi harapan kepada masyarakat tentu Edhy tidak diproses hukum oleh KPK,” kata Kurnia.

Kurnia menekankan, bahwa Edhy Prabowo adalah seorang pelaku tindak pidana korupsi. Ia memanfaatkan jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan untuk meraup keuntungan secara melawan hukum.

“Maka dari itu, Edhy ditangkap dan divonis dengan sejumlah pemidanaan, mulai dari penjara, denda, uang pengganti, dan pencabutan hak politik,” ungkapnya.

Namun demikian, bukan kali ini saja MA membuat kontroversi dengan memberikan potongan hukuman bagi para koruptor.

Redaksi JawaPos.com, pun mengumpulkan data-data, setidaknya ada 17 putusan MA yang memberikan potongan hukuman ke koruptor. Berikut ini daftarnya:

1. Musa Zainuddin
Mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Musa Zainuddin divonis bersalah menerima suap Rp 7 miliar dalam proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menghukumnya 9 tahun penjara. Namun, MA di tingkat Peninjauan Kembali memangkas hukuman Musa selama tiga tahun, menjadi 6 tahun penjara.

2. Idrus Mahram
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dihukum bui 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukumannya menjadi 5 tahun. Namun, MA di tingkat kasasi memangkas hukuman Idrus menjadi 2 tahun penjara.

3. Kasus e-KTP Irman
MA memotong hukuman dua terpidana kasus korupsi KTP elektronik, yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman semula 15 tahun menjadi 12 tahun.

4. Kasus e-KTP Sugiarto
MA memangkan hukuman mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto semula 15 tahun menjadi 10 tahun. Potongan hukuman ini dikabulkan setelah PK yang diajukan ke MA pada September 2020.

5. Anas Urbaningrum
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, merupakan terpidana kasus suap Hambalang yang dihukum selama 14 tahun dalam persidangan kasasi yang diketuai Artidjo Alkostar. Pada akhir September 2020, MA mengabulkan PK yang diusulkan Anas dan potongan hukuman tersebut menjadi 8 tahun penjara.

6. Arsun
Mantan Cagub Sulawesi Tenggara, Asrun, terlibat dalam kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkot Kendari. Pidana penjaranya dikurangi menjadi 4 tahun di tahap PK. Sebelumnya dihukum itu 5,5 tahun.

7. Badaruddin Bachsin
Mantan Panitera Pengganti PN Bengkulu, Badaruddin Bachsin, terjerat kasus suap penanganan perkara di PN Kepahiang. Di tahap kasasi, ia divonis 8 tahun. Setelah mengajukan PK hukumannya dikurangi menjadi 5 tahun penjara.

8. Dirwan Mahmud
Dirwan, eks Bupati Bengkulu Selatan, menjadi terdakwa penerima suap proyek pembangunan jalan dan jembatan di Pemkab Bengkulu Selatan. Dalam kasus ini, Ia diduga menerima suap Rp 98 juta dari juhari, kontraktor yang proyek pembangunan tersebut. Pada PK yang diajukan, Dirwan mendapat potongan hukuman semula 6 tahun, namun dipangkas menjadi 4 tahun 6 bulan.

9. Rohadi
Bekas panitera pengadilan, Rohadi, didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah pihak dengan total Rp 11,5 miliar. Salah kasusnya adalah menerima suap terkait penanganan perkara Saipul Jamil. Suap senilai Rp 50 juta untuk pengurusan majelis hakim dan Rp 250 juta untuk mengatur agar Saipul Jamil divonis ringan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara. Melalui PK dan keputusan MA pada Juni 2020, Rohadi mendapat potongan hukuman, dari semula 7 tahun menjadi 5 tahun.

10. Sri Wahyumi Maria Manalip
Mantan Bupati Kepulauan Talaud ini awalnya dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara di pengadilan tindak pidana korupsi atas kasus suap proyek revitalisasi pasar pada Desember 2019. Pada September 2020, Sri mengajukan PK dan mendapat pengurangan hukuman penjara menjadi 2 tahun.

11. Tubagus Irman Ariyadi
Mantan Wali Kota Cilegon ini semula mendapat vonis 6 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama atas kasus suap izin amdal. Pada September 2020, MA mengabulkan permohonan PK Iman dan mengurangi hukumannya menjadi 4 tahun.

12. Hidayatul Abdul Rahman
Bekas pejabat Direktorat Kementerian Pertanian, semula divonis 9 tahun penjara atas kasus korupsi pengadaan bantuan langsung benih unggul. Namun, September 2020, Hidayat mengajukan PK kepada MA, dan hakim mengurangi hukuman penjaranya menjadi 5 tahun, serta denda yang semula dikenakan Rp 500 juta menjadi Rp 200 juta.

13. Adriatma Dwi Putra
Mantan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra terbukti menerima suap senilai Rp 2,8 miliar dari proyek pembangunan Jalan Bungkutoko-Kendari. MA mengabulkan PK yang diajukan pada September 2020, dan hakim memotong vonis hukuman penjara Adriatma dan Asrun semula 5 tahun 6 bulan menjadi 4 tahun.

14. Asrun
Ayah dari nantan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, yakni Asrun didakwa menerima suap senilai Rp 2,8 miliar dari proyek pembangunan Jalan Bungkutoko-Kendari. MA pun mengabulkan PK yang diajukan pada September 2020, dan hakim memotong vonis hukuman penjara Asrun dari semula 5 tahun 6 bulan menjadi 4 tahun.

15. Sudarto
Eks Direktur PT Hakayo Kridanusa, Sudarto, semula divonis 10 tahun atas kasus korupsi proyek alat KB di BKKBN. Kemudian hakim mengabulkan PK dan memberikan potongan hukuman menjadi 5 tahun penjara pada Desember 2020.

16. Novi Harianti
Mantan Kepala Cabang Bank Syariah BUMN Cimahi Novi Harianti didakwa melakukan korupsi dalam persetujuan permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk 13 outlet My Salon yang diajukan Thomas Lie, hingga dilakukan pencairan KUR Rp 6,5 miliar. Semula Novi divonis 3 tahun hukuman penjara. Namun, setelah mengajukan PK, hakim memberikan potongan hukuman menjadi 1 tahun penjara.

17. Jefri Sitindaon
Mantan pejabat Bank Sumut, Jefri Sitindaon terbukti melakukan korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional Bank Sumut. Semula Jefri divonis hukuman penjara 7 tahun. Namun, hakim memangkas hukumannya menjadi 3 tahun penjara setelah PK. (*)

Reporter: JP Group

DPW PKS Kepri Gelar Webinar Tentang Kepemimpinan dalam Perspektif Raja Ali Haji

0

PKS Rakerwil

batampos – DPW PKS Kepri akan mengelar webinar bertajuk Kepemimpinan dalam Perspektif Raja Ali Haji hari ini, Kamis (10/3/2022) pukul 20.00 WIB di platform Zoom Meeting.

Webinar tersebut juga akan disiarkan secara langsung (live streaming) diakun resmi milik DPW PKS Kepri: YouTube youtube.com/pkstvkepri, Facebook facebook.com/pkskepriofficial, serta Instagram instagram.com/pkskepriofficial/.

Kajian daring ini mengundang tiga narasumber yang sangat berkompeten mengupas kepemimpinan Raja Ali Haji; Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri, Hanafi Ekra; Dosen STISIPOL Raja Haji dan Pengurus LAM Kepri, Zamzami A Karim; dan Dekan FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Abdul Malik.

Sedangkan yang menjadi moderator webinar yakni Wakil Ketua DPW PKS Kepri, Iskandarsyah.

Ketua DPW PKS Kepri, Bahktiar (Usbah), menyebutkan, webinar ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten terkait perkembangan politik, kepemimpinan, dan kemasyarakatan.

“Ajang diskusi daring ini juga akan dimeriahkan dengan hadiah giveaway berupa pulsa internet untuk peserta ataupun penonton yang memberikan komentar terbaiknya,” ujarnya.

Kata Usbah, agenda pra-Rakerwil PKS Kepri 2022 yang lain adalah Lomba Kompang Kreatif yang menampilkan belasan grup kompang Kota Batam.

Lomba Kompang Kreatif terbuka untuk umum baik kelompok ibu-ibu maupun bapak-bapak, yang memperebutkan piala bergilir dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

Juga ada Bazar UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Lomba kompang dan bazar akan berlangsung di tempat yang sama, Aula Wisma Batam pada Jumat dan Sabtu (11-12/3/2022) mendatang.(*)

Reporter: Messa Haris

Wali Kota Batam: Pegawai Adalah Pelayan Masyarakat

0
Pemko Batam CNS
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan SK CPNS kepada salah seorang PNS. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan murni kerja dan kemampuan para peserta. Ia juga menjelaskan, bahwa CPNS yang lolos merupakan orang-orang pilihan.

Hal itu diutarakannya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam 2021, Kamis (10/3/2022).

“Proses menjadi pegawai tidak mudah. Begitu juga selama menjadi pegawai tidak mudah,” kata Rudi.

Ia berpesan agar semua CPNS menjalankan amanah sebaik mungkin. Ia tak ingin mendapat kabar ada CPNS yang memiliki etos kerja buruk.

“Proses memberhentikan sangat mudah sekali. Janjikan pada kalian sendiri tidak akan memungut apapun yang bukan hak kalian,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar CPNS memahami tugas dan fungsinya masing-masing dan mendukung pembangunan Batam.

“Pegawai adalah pelayan masyarakat Kota Batam,” tegas Rudi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyampaikan untuk formasi 2021 terdapat 295 formasi.

“Sebayak 138 tenaga kesehatan dan 157 tenaga teknis,” katanya.(*)

Reporter: Messa Haris

Wali Kota Batam: Pegawai Adalah Pelayan Masyarakat

0
Pemko Batam CNS
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan SK CPNS kepada salah seorang PNS. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan murni kerja dan kemampuan para peserta. Ia juga menjelaskan, bahwa CPNS yang lolos merupakan orang-orang pilihan.

Hal itu diutarakannya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam 2021, Kamis (10/3/2022).

“Proses menjadi pegawai tidak mudah. Begitu juga selama menjadi pegawai tidak mudah,” kata Rudi.

Ia berpesan agar semua CPNS menjalankan amanah sebaik mungkin. Ia tak ingin mendapat kabar ada CPNS yang memiliki etos kerja buruk.

“Proses memberhentikan sangat mudah sekali. Janjikan pada kalian sendiri tidak akan memungut apapun yang bukan hak kalian,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar CPNS memahami tugas dan fungsinya masing-masing dan mendukung pembangunan Batam.

“Pegawai adalah pelayan masyarakat Kota Batam,” tegas Rudi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyampaikan untuk formasi 2021 terdapat 295 formasi.

“Sebayak 138 tenaga kesehatan dan 157 tenaga teknis,” katanya.(*)

Reporter: Messa Haris

Wali Kota Batam: Pegawai Adalah Pelayan Masyarakat

0
Pemko Batam CNS
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan SK CPNS kepada salah seorang PNS. Foto: Humas Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) merupakan murni kerja dan kemampuan para peserta. Ia juga menjelaskan, bahwa CPNS yang lolos merupakan orang-orang pilihan.

Hal itu diutarakannya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam 2021, Kamis (10/3/2022).

“Proses menjadi pegawai tidak mudah. Begitu juga selama menjadi pegawai tidak mudah,” kata Rudi.

Ia berpesan agar semua CPNS menjalankan amanah sebaik mungkin. Ia tak ingin mendapat kabar ada CPNS yang memiliki etos kerja buruk.

“Proses memberhentikan sangat mudah sekali. Janjikan pada kalian sendiri tidak akan memungut apapun yang bukan hak kalian,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan agar CPNS memahami tugas dan fungsinya masing-masing dan mendukung pembangunan Batam.

“Pegawai adalah pelayan masyarakat Kota Batam,” tegas Rudi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyampaikan untuk formasi 2021 terdapat 295 formasi.

“Sebayak 138 tenaga kesehatan dan 157 tenaga teknis,” katanya.(*)

Reporter: Messa Haris

Kepala BP Batam Dorong Kemajuan Pembangunan Kabupaten Lingga

0

 

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Lingga. Pihaknya ingin, Kabupaten Lingga dapat berkembang seperti Batam.

“Saya ingin, daerah lainnya di Kepri bisa seperti Batam. Karena itu apa yang bisa kita bantu akan saya coba bantu,” kata Rudi.

bp linggaRudi mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk turut membantu, salah satunya dengan mepromosikan potensi daerah. Pasalnya, sangat banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Namun selama ini belum dikelola dengan baik.

Sehingga dengan masuknya para investor, kedepannya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat lebih maju.

“Batam dan Lingga adalah satu kesatuan daerah Kepri, kalau Batam maju maka Lingga juga harus ikut maju,” ujarnya.

Dukungan pembangunan di Kabupaten Lingga itu ditunjukkan Rudi dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

Kunjungan ini untuk ingin melihat potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan. Pihaknya ingin melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lingga, terkait hasil pertanian.

“Ke depan tentu kita harapkan kerja sama akan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Rudi.

Karena itu, Rudi sengaja membawa sejumlah Pejabat di BP Batam serta Kepala OPD Pemko Batam. Tujuannya secara teknis nantinya kerja sama yang mungkin bisa dilakukan dapat segera dilanjutkan.

“Mungkin setelah ini saya dan Pak Bupati Lingga bisa MoU. Setelah itu Sekda dan OPD nanti yang menindaklanjuti kerja sama itu,” ujarnya.

Adapun beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan di antaranya terkait hasil pertanian. Selama ini kebutuhan pokok Batam dipasok beberapa daerah dari Jawa dan Sumatera.

Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan dapat dipasok dari Kabupaten Lingga. Sehingga akan sama-sama saling menguntungkan bagi Kabupaten Lingga sendiri dan juga Kota Batam.

“Potensi lain terkait ketersediaan air bersih. Mungkin suatu saat juga bisa dikerjasamakan,” kata Rudi.

Bupati Lingga M. Nizar, menyambut baik kedatangan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ke Lingga. Pihaknya juga berharap ke depan kerja sama atau hubungan baik antara Batam dengan Kabupaten Lingga dapat terus terjalin dengan baik.

“Kita punya banyak potensi yang saya kira bisa dikerjasamakan dengan Batam. Misalnya mungkin kita bisa kerja sama dengan BP Batam dalam pengelolaan air minum kemasan, karena kita punya sumber mata air Gunung Daik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Muhammad Rudi tidak hanya bertemu dengan Bupati Lingga, M. Nizar saja tapi dirinya juga turut bertemu dengan masyarakat di dua pulau diantara tiga pulau besar Kabupaten Lingga yaitu Dabo Singkep dan Daik Lingga. (*)

Kepala BP Batam Dorong Kemajuan Pembangunan Kabupaten Lingga

0

 

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Lingga. Pihaknya ingin, Kabupaten Lingga dapat berkembang seperti Batam.

“Saya ingin, daerah lainnya di Kepri bisa seperti Batam. Karena itu apa yang bisa kita bantu akan saya coba bantu,” kata Rudi.

bp linggaRudi mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk turut membantu, salah satunya dengan mepromosikan potensi daerah. Pasalnya, sangat banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Namun selama ini belum dikelola dengan baik.

Sehingga dengan masuknya para investor, kedepannya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat lebih maju.

“Batam dan Lingga adalah satu kesatuan daerah Kepri, kalau Batam maju maka Lingga juga harus ikut maju,” ujarnya.

Dukungan pembangunan di Kabupaten Lingga itu ditunjukkan Rudi dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

Kunjungan ini untuk ingin melihat potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan. Pihaknya ingin melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lingga, terkait hasil pertanian.

“Ke depan tentu kita harapkan kerja sama akan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Rudi.

Karena itu, Rudi sengaja membawa sejumlah Pejabat di BP Batam serta Kepala OPD Pemko Batam. Tujuannya secara teknis nantinya kerja sama yang mungkin bisa dilakukan dapat segera dilanjutkan.

“Mungkin setelah ini saya dan Pak Bupati Lingga bisa MoU. Setelah itu Sekda dan OPD nanti yang menindaklanjuti kerja sama itu,” ujarnya.

Adapun beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan di antaranya terkait hasil pertanian. Selama ini kebutuhan pokok Batam dipasok beberapa daerah dari Jawa dan Sumatera.

Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan dapat dipasok dari Kabupaten Lingga. Sehingga akan sama-sama saling menguntungkan bagi Kabupaten Lingga sendiri dan juga Kota Batam.

“Potensi lain terkait ketersediaan air bersih. Mungkin suatu saat juga bisa dikerjasamakan,” kata Rudi.

Bupati Lingga M. Nizar, menyambut baik kedatangan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ke Lingga. Pihaknya juga berharap ke depan kerja sama atau hubungan baik antara Batam dengan Kabupaten Lingga dapat terus terjalin dengan baik.

“Kita punya banyak potensi yang saya kira bisa dikerjasamakan dengan Batam. Misalnya mungkin kita bisa kerja sama dengan BP Batam dalam pengelolaan air minum kemasan, karena kita punya sumber mata air Gunung Daik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Muhammad Rudi tidak hanya bertemu dengan Bupati Lingga, M. Nizar saja tapi dirinya juga turut bertemu dengan masyarakat di dua pulau diantara tiga pulau besar Kabupaten Lingga yaitu Dabo Singkep dan Daik Lingga. (*)

Kepala BP Batam Dorong Kemajuan Pembangunan Kabupaten Lingga

0

 

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Lingga. Pihaknya ingin, Kabupaten Lingga dapat berkembang seperti Batam.

“Saya ingin, daerah lainnya di Kepri bisa seperti Batam. Karena itu apa yang bisa kita bantu akan saya coba bantu,” kata Rudi.

bp linggaRudi mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk turut membantu, salah satunya dengan mepromosikan potensi daerah. Pasalnya, sangat banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Namun selama ini belum dikelola dengan baik.

Sehingga dengan masuknya para investor, kedepannya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat lebih maju.

“Batam dan Lingga adalah satu kesatuan daerah Kepri, kalau Batam maju maka Lingga juga harus ikut maju,” ujarnya.

Dukungan pembangunan di Kabupaten Lingga itu ditunjukkan Rudi dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

Kunjungan ini untuk ingin melihat potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan. Pihaknya ingin melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lingga, terkait hasil pertanian.

“Ke depan tentu kita harapkan kerja sama akan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Rudi.

Karena itu, Rudi sengaja membawa sejumlah Pejabat di BP Batam serta Kepala OPD Pemko Batam. Tujuannya secara teknis nantinya kerja sama yang mungkin bisa dilakukan dapat segera dilanjutkan.

“Mungkin setelah ini saya dan Pak Bupati Lingga bisa MoU. Setelah itu Sekda dan OPD nanti yang menindaklanjuti kerja sama itu,” ujarnya.

Adapun beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan di antaranya terkait hasil pertanian. Selama ini kebutuhan pokok Batam dipasok beberapa daerah dari Jawa dan Sumatera.

Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan dapat dipasok dari Kabupaten Lingga. Sehingga akan sama-sama saling menguntungkan bagi Kabupaten Lingga sendiri dan juga Kota Batam.

“Potensi lain terkait ketersediaan air bersih. Mungkin suatu saat juga bisa dikerjasamakan,” kata Rudi.

Bupati Lingga M. Nizar, menyambut baik kedatangan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ke Lingga. Pihaknya juga berharap ke depan kerja sama atau hubungan baik antara Batam dengan Kabupaten Lingga dapat terus terjalin dengan baik.

“Kita punya banyak potensi yang saya kira bisa dikerjasamakan dengan Batam. Misalnya mungkin kita bisa kerja sama dengan BP Batam dalam pengelolaan air minum kemasan, karena kita punya sumber mata air Gunung Daik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Muhammad Rudi tidak hanya bertemu dengan Bupati Lingga, M. Nizar saja tapi dirinya juga turut bertemu dengan masyarakat di dua pulau diantara tiga pulau besar Kabupaten Lingga yaitu Dabo Singkep dan Daik Lingga. (*)

Kepala BP Batam Dorong Kemajuan Pembangunan Kabupaten Lingga

0

 

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Lingga. Pihaknya ingin, Kabupaten Lingga dapat berkembang seperti Batam.

“Saya ingin, daerah lainnya di Kepri bisa seperti Batam. Karena itu apa yang bisa kita bantu akan saya coba bantu,” kata Rudi.

bp linggaRudi mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk turut membantu, salah satunya dengan mepromosikan potensi daerah. Pasalnya, sangat banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Namun selama ini belum dikelola dengan baik.

Sehingga dengan masuknya para investor, kedepannya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat lebih maju.

“Batam dan Lingga adalah satu kesatuan daerah Kepri, kalau Batam maju maka Lingga juga harus ikut maju,” ujarnya.

Dukungan pembangunan di Kabupaten Lingga itu ditunjukkan Rudi dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

Kunjungan ini untuk ingin melihat potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan. Pihaknya ingin melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lingga, terkait hasil pertanian.

“Ke depan tentu kita harapkan kerja sama akan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Rudi.

Karena itu, Rudi sengaja membawa sejumlah Pejabat di BP Batam serta Kepala OPD Pemko Batam. Tujuannya secara teknis nantinya kerja sama yang mungkin bisa dilakukan dapat segera dilanjutkan.

“Mungkin setelah ini saya dan Pak Bupati Lingga bisa MoU. Setelah itu Sekda dan OPD nanti yang menindaklanjuti kerja sama itu,” ujarnya.

Adapun beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan di antaranya terkait hasil pertanian. Selama ini kebutuhan pokok Batam dipasok beberapa daerah dari Jawa dan Sumatera.

Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan dapat dipasok dari Kabupaten Lingga. Sehingga akan sama-sama saling menguntungkan bagi Kabupaten Lingga sendiri dan juga Kota Batam.

“Potensi lain terkait ketersediaan air bersih. Mungkin suatu saat juga bisa dikerjasamakan,” kata Rudi.

Bupati Lingga M. Nizar, menyambut baik kedatangan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ke Lingga. Pihaknya juga berharap ke depan kerja sama atau hubungan baik antara Batam dengan Kabupaten Lingga dapat terus terjalin dengan baik.

“Kita punya banyak potensi yang saya kira bisa dikerjasamakan dengan Batam. Misalnya mungkin kita bisa kerja sama dengan BP Batam dalam pengelolaan air minum kemasan, karena kita punya sumber mata air Gunung Daik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Muhammad Rudi tidak hanya bertemu dengan Bupati Lingga, M. Nizar saja tapi dirinya juga turut bertemu dengan masyarakat di dua pulau diantara tiga pulau besar Kabupaten Lingga yaitu Dabo Singkep dan Daik Lingga. (*)

Kepala BP Batam Dorong Kemajuan Pembangunan Kabupaten Lingga

0

 

batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh pembangunan di Kabupaten Lingga. Pihaknya ingin, Kabupaten Lingga dapat berkembang seperti Batam.

“Saya ingin, daerah lainnya di Kepri bisa seperti Batam. Karena itu apa yang bisa kita bantu akan saya coba bantu,” kata Rudi.

bp linggaRudi mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk turut membantu, salah satunya dengan mepromosikan potensi daerah. Pasalnya, sangat banyak potensi yang menarik untuk dikembangkan. Namun selama ini belum dikelola dengan baik.

Sehingga dengan masuknya para investor, kedepannya pembangunan di Kabupaten Lingga dapat lebih maju.

“Batam dan Lingga adalah satu kesatuan daerah Kepri, kalau Batam maju maka Lingga juga harus ikut maju,” ujarnya.

Dukungan pembangunan di Kabupaten Lingga itu ditunjukkan Rudi dengan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

Kunjungan ini untuk ingin melihat potensi-potensi yang dapat dikerjasamakan. Pihaknya ingin melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lingga, terkait hasil pertanian.

“Ke depan tentu kita harapkan kerja sama akan dapat terus terjalin dengan baik,” kata Rudi.

Karena itu, Rudi sengaja membawa sejumlah Pejabat di BP Batam serta Kepala OPD Pemko Batam. Tujuannya secara teknis nantinya kerja sama yang mungkin bisa dilakukan dapat segera dilanjutkan.

“Mungkin setelah ini saya dan Pak Bupati Lingga bisa MoU. Setelah itu Sekda dan OPD nanti yang menindaklanjuti kerja sama itu,” ujarnya.

Adapun beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan di antaranya terkait hasil pertanian. Selama ini kebutuhan pokok Batam dipasok beberapa daerah dari Jawa dan Sumatera.

Ke depan tentu tidak menutup kemungkinan dapat dipasok dari Kabupaten Lingga. Sehingga akan sama-sama saling menguntungkan bagi Kabupaten Lingga sendiri dan juga Kota Batam.

“Potensi lain terkait ketersediaan air bersih. Mungkin suatu saat juga bisa dikerjasamakan,” kata Rudi.

Bupati Lingga M. Nizar, menyambut baik kedatangan Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi ke Lingga. Pihaknya juga berharap ke depan kerja sama atau hubungan baik antara Batam dengan Kabupaten Lingga dapat terus terjalin dengan baik.

“Kita punya banyak potensi yang saya kira bisa dikerjasamakan dengan Batam. Misalnya mungkin kita bisa kerja sama dengan BP Batam dalam pengelolaan air minum kemasan, karena kita punya sumber mata air Gunung Daik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Muhammad Rudi tidak hanya bertemu dengan Bupati Lingga, M. Nizar saja tapi dirinya juga turut bertemu dengan masyarakat di dua pulau diantara tiga pulau besar Kabupaten Lingga yaitu Dabo Singkep dan Daik Lingga. (*)