
batampos – Indonesia memiliki kapal perang baru yang dirilis pada Rabu (9/3). Yakni Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Palu-523.
KRI jenis angkut tank (AT) 6 tersebut diresmikan untuk mewujudkan kekuatan laut yang andal. Hal itu hanya dapat dicapai dengan dukungan alutsista yang memadai.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, KRI Teluk Palu-523 akan bergabung dengan jajaran kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL). KRI itu akan bergabung di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).
”Pembangunan kekuatan dengan langkah modernisasi alutsista dan teknologinya menjadi salah satu program prioritas TNI AL,” kata KSAL Yudo pada Kamis (10/3).
Pembangunan KRI itu menunjang kemandirian industri pertahanan. Sehingga ada upaya menghindari ketergantungan terhadap negara lain.
”KRI ini merupakan tuntutan, perhatian, cita-cita dan kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan alutsista dalam rangka menjaga pertahanan, keamanan serta eksistensi negara dalam menghadapi dinamika geopolitik yang sangat dinamis,” terang KSAL Yudo.
KSAL Yudo juga mengatakan, teknologi alutsista memang bukan hal yang mudah untuk dikuasai. Mengingat teknologi alutsista sebagai bagian dari teknologi militer selalu menjadi penjuru terdepan dari kemajuan teknologi di dunia.
”Sehingga diperlukan komitmen, tekad, dan usaha yang tidak pernah berhenti dari semua pihak. Termasuk pelaku industri yang harus terus meningkatkan kemampuan agar memenuhi tuntutan kebutuhan,” ucap Yudo.
KRI Teluk Palu-523 memiliki daya tampung 360 prajurit, 115 personel anak buah kapal (ABK), dan 6 kru heli serta memiliki panjang 120 meter, lebar 18 meter, draft 3 meter (full load), dengan bobot 4.508 ton.
Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimum 16 knots, kecepatan jelajah 14,8 knots, dan kecepatan ekonomis 13,6 knots. Kapal itu dilengkapi persenjataan 2 x Mer 40 mm dan 2 x Mer 12,7 mm sebagai pertahanan.
”Saya yakin kehadiran KRI Teluk Palu-523 dalam jajaran alutsista TNI AL akan meningkatkan daya gempur, kepercayaan diri, dan performa dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI AL ke depan,” ucap KSAl Yudo.
Acara Serah terima kapal dilakukan dari PT Daya Radar Utama (DRU) kepada Kepala Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman. Kadisadal menyerahkan kepada Asisten Logistik (Aslog) Angkatan Laut Laksda TNI Puguh Santoso, kemudian Aslog KSAL menyerahkan kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Erwin S. Aldedharma. (*)
Reporter: JP Group




