batampos – Harga cabai rawit merah atau dikenal cabai setan di pasaran Batam menanjak tinggi hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg). Kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Seperti pantauan di Pasar Botania Batam Center, harga cabai setan rata-rata dijual Rp 80 ribu per kg. Tingginya harga cabai setan ini, membuat stok cabai di pasar tersebut tak banyak.
“Semua cabai sedang tinggi, tapi paling mahal cabai setan Rp 80 ribu per kg, ” ujar Amir pedagang di Pasar Botania.
Dikatakannya, untuk cabai merah keriting juga sedang tinggi yakni Rp 65-70 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau Rp 50-60 ribu per kg.
“Sudah lebih sepekan harganya naik, sebelumnya cabai setan Rp 60 ribu, cabai merah keriting Rp 50 ribu,” terang Amir.
Menurut dia, awal kenaikan sempat membuat sejumlah pelangganya protes. Namun, saat ini pelangganya sudah mulai menerima kenaikan harga.
“Kalau harga tinggi ini, daya beli masih sama, paling berkurang sedikit dari biasa. Kecuali harganya kalau Rp 100 ribu,” jelas Amir.
Ia juga memperkirakan, lonjakan harga cabai akan kembali terjadi jelang bulsn suci Ramadan. Biasanya naik 1-3 hari bulan puasa, dimana mulai banyak warga yang menyetok kebutuhan.
“Ya ada kemungkinan naik, tapi belum tahu pastinya,” sebutnya.
Riki, karyawan kedai sayur mayur membenarkan harga cabai saat ini mengalami lonjakan sejak sepekan terakhir. Namun ia tak bisa meastikan penyebab kenaikan harga cabai.
“Iya cabai lagi tinggi, hampir semuanya naik. Tak tahu juga apa sebabbya, pokokbya semua naik,” jelas Riki.
Sementara beberapa waktu laku, Kadisperindag Kota Batak, Gustian Riau membenarkan adanya kenaikan harga cabai. Namun menurutnya kenaikan harta cabai tak akan berlangsung lama.
“Kendalanya di penyaluran saja, barang baru sudah masuk, jadi harga akan berangsur normal,” jelas Gustian. (*)
Irjen Helmy Santika Kasatgas Pangan Polri (Kiri) sebelum memberikan keterangan seputar Isu Minyak Goreng di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/2/2022). Kasatgas Pangan menyatakan di sejumlah daerah bnyak terjadi penimbunan Minyak Goreng dan Minyak Goreng Palsu. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)
batampos – Satgas Pangan Polri masih mendalami dugaan mafia minyak goreng (migor) yang diungkapkan Mendag Muhammad Lutfi. Namun, kasus kelangkaan migor justru dinilai kurang tepat sasaran, persoalan utamanya bukan soal migor. Melainkan, monopoli atas crude palm oil (CPO) di Indonesia.
Kasatgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika mengatakan, Satgas Pangan Polri harus mengumpulkan informasi terkait dugaan mafia minyak goreng. “Informasi ini semua ditampung,” terangnya.
Setelahnya, baru diputuskan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke penyelidikan. Dengan begitu akan diketahui apakah ada dugaan unsur pidana di balik kasus mafia migor. “Membuat terang suatu peristiwa, pidana atau bukan,” jelasnya.
Sementara Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku akan membantu penegak hukum terkait kasus mafia migor. Menurutnya, sebenarnya ada yang salah arah dalam penanganan kasus mafia migor. “Seakan-akan masalahnya hanya di migor,” tuturnya.
Padahal, problem utamanya jauh lebih dalam. Hingga ke persoalan monopoli CPO di Indonesia. Dia mengatakan, untuk kasus migor itu terbilang kasus yang relatif kecil. Dengan nilai kerugian yang hanya miliaran. “Namun, persoalan CPO merupakan biangnya persoalan kelangkaan migor,” jelasnya.
Menurutnya, kasus yang dilaporkannya ke Kejati DKI Jakarta soal penyelundupan 24 kontainer migor itu kerugiannya hanya Rp 10 miliar. Migor diselundupkan dengan dokumen sayuran. “Namun, persoalan penyelundupan CPO itu kasusnya jauh lebih besar,” tuturnya.
Dia mengatakan, yang terjadi dalam penyelundupan CPO ada berbagai macam. Dari tidak punya kuota ekspor CPO, tapi mengekspor. Memiliki sedikit kuota CPO tapi, mengekspor dengan jumlah yang besar. “Apalagi, yang punya kuota ekspor besar, jelas mengekspor dengan jumlah yang lebih besar dari kuota,” jelasnya.
Kondisi tersebut melibatkan berbagai sektor, namun dengan kepemilikan yang sama. Dia mengatakan, semua itu hanya bisa dilakukan perusahaan yang memiliki kebun sawit, sekaligus pabrik CPO. “Serta, punya perusahaan distribusi,” terangnya.
Hal itu dikuatkan dengan temuan MAKI bahwa banyak perusahaan pelat merah produsen CPO justru kesulitan bahan baku membuat CPO.”Ini terkait dengan orang yang kekayaannya di atas Rp 100 triliun. Sembilan naga,” paparnya.
Meski akhirnya pemerintah melunak dengan mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan di pasaran, Kementerian Perdagangan menegaskan akan terus mendalami dugaan mafia yang memicu kelangkaan minyak goreng. Kemendag terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian dan berjanji akan mengungkap oknum-oknum di balik ulah nakal tersebut.
Menanggapi polemik yang berkepanjangan, Pengamat Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat menilai bahwa potensi adanya kesengajaan pada kelangkaan minyak goreng di pasar memang terbuka lebar. “Memang disparitas harganya terlalu tinggi (antara harga HET dan harga mekanisme pasar, red), sehingga mungkin banyak pihak yang merasa tidak mendapatkan margin yang seharusnya,” ujar Hidayat, kemarin (20/3).
Menurut Hidayat, kebijakan tersebut membuat pasar terdistorsi, rantai distribusi pun macet. Dia menilai bahwa aksi penimbunan dan penjualan minyak goreng di pasar gelap pun menjadi bagian dari resiko kebijakan. “Saat ini pun kebijakan pemerintah yang memberikan HET untuk minyak goreng curah belum tentu optimal karena resiko kelangkaan juga sangat bisa terjadi di minyak goreng curah,” tambahnya.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan pihaknya tak ingin main-main dalam mengungkap dugaan mafia minyak goreng. Dihadapan Komisi VI DPR, Sabtu lalu (19/3), Lutfi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan seluruh data dugaan mafia penimbun minyak goreng kepada kepolisian. “Saya serahkan itu kepada polisi, biar merekalah yang memutuskan bagaimana proses hukumnya,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Kemendag, ada tiga wilayah yang distribusi minyak gorengnya berlimpah, diantaranya Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jakarta. Tapi, minyak goreng malah susah didapatkan. Melihat hal itu, Mendag menilai ada yang tidak beres. “Di Medan (didistribusi, red) 25 juta liter minyak goreng. Rakyat Medan, menurut BPS jumlahnya 2,5 juta orang. Jadi menurut hitungan, satu orang itu 10 liter. Saya pergi ke pasar dan supermarket kota Medan, tidak ada minyak goreng,” ujar Mendag. Menurut Mendag, hal yang sama terjadi di Jawa Timur yang sudah mendapatkan distribusi 91 juta liter dan di Jakarta yang mencapai 85 juta liter.
Mendag mengklaim pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah dalam menangani mafia minyak goreng. Bersama Kepolisian, Kemendag melakukan penyisiran dan pendalaman bukti-bukti. Sempat disebut Lutfi, oknum atau calon tersangka terduga mafia minyak goreng akan diumumkan hari ini (21/3). “Saya belum mau menyebut namanya karena ini azaz praduga tidak bersalah, tapi kita sudah temukan sekarang pihak polri lewat Kabareskrim sudah mulai diperiksa,” pungkasnya. (*)
batampos – Kuota Vaccinated Travel Lane (VTL) yang diberikan Pemerintah Singapura, ternyata lebih banyak dipakai masyarakat Indonesia plesiran ke Singapura via Batam. Dampaknya, banyak wisatawan mancanegara (wisman) urung datang ke Batam karena khawatir saat akan kembali ke Singapura kuota VTL habis.
Salah seorang wisatawan Singapura melambaikan tangan sebelum menaiki bus yang akan mengantarkannya ke resort dan hotel di kawasan Nonga Kota Batam. Saat ini kapal Batam Fast akan berlayar 4 kali dalam seminggu yakni Kamis hingga Minggu dari Pelabuhan Nongsapura ke Singapura. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
”Minggu ini banyak booking, tapi banyak batal. Sebab, VTL banyak yang waiting list, mereka (wisman) bisa datang tapi tidak bisa pulang. Semua sudah di-booking wisnus,” kata Ketua Nongsa Sensation, Andy Fong, Minggu (20/3) kepada Batam Pos. Padahal, kata Andy, minat wisman liburan ke Batam sangat tinggi, namun saat wisman akan melakukan pemesanan dan mendaftar VTL, tidak mendapatkan kuota.
”Karena tak mendapatkan fasilitas VTL pulang, booking batal. Saya di Batam View saja sudah 20 pax (orang) yang batal datang. Kami jadi kesulitan dibuatnya, bayangkan setiap hari batal sebanyak itu,” ujarnya kepada Batam Pos.
Andy mengatakan, aturan dari Pemerintah Indonesia sudah sangat baik, apalagi dengan keluarnya SE No 13. Tapi, kuota VTL dirasa masih kurang, sebab kebijakan dari Pemerintah Singapura ini digunakan wisman dan wisnus.
”Kuota sepekannya hanya 350 orang, ini tidak cukup. Kami harap bertambah menjadi seribuan orang setiap pekannya,” ungkap Andy.
Jumlah wisman yang datang ke Batam, paling ramai di minggu kedua dan ketiga Maret. Namun, ia memprediksi jumlah ini akan turun.
”Gara-gara (wisman) tidak dapat seat VTL,” tutur kepada Batam Pos.
Jika kondisi ini terus berlangsung, Andy mengaku akan sulit mendatangkan wisman ke Batam. Sebab, para wisman kesulitan mendapatkan fasilitas VTL.
”Semoga saja dalam waktu dekat, ada tambahan kuota,” harapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, memang berharap dapat penambahan kuota. Namun, kebijakan VTL merupakan wewenang penuh dari Pemerintah Singapura.
”Sebenarnya wisman menjadi prioritas (mendapatkan VTL), dari pihak pengangkut harusnya bertanggung jawab atas ini,” ujarnya.
Problem ini, kata Buralimar, akan dibicarakan lagi dengan berbagai pihak. Namun, karena VTL adalah kebijakan dari Pemerintah Singapura, sehingga Pemerintah Provinsi Kepri tidak dapat berbuat banyak.
”Kami menghormati kebijakan dari Pemerintah Singapura,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, berharap ada relaksasi aturan, baik itu kuota VTL maupun jalur keluar masuk wisman ke Batam. Sehingga jumlah kunjungan wisman ke Batam bisa meningkat.
”Untuk kunjungan wisman ke Batam, berharap adanya relaksasi aturan dan semua bisa dapat fasilitas VTL,” ujarnya.
Ardi, kepada Batam Pos bilang. soal aturan keluar masuk wisman ke Indonesia, termasuk kuota VTL adalah aturan multilateral atau hubungan antarnegara. Sedangkan Indonesia, aturan itu juga saling berkaitan antarkementerian.
”Ini pembicaraan multilateral, artinya terus mendorong Pemerintah Indonesia untuk meminta relaksasi terhadap aturan-aturan keluarnya warga asing dari negaranya,” terang Ardi.
Menurut dia, aturan saat ini merupakan regulasi dari negara sahabat seperti Singhapura dan Malaysia. Karena itu, ia berharap regulasi ini bisa dibicarakan kembali secara diplomatik.
”Intinya kembali dibicarakan secara G to G (government to government).”
Untuk Batam sendiri, lanjut Ardi, terus memperkuat masya-rakat dengan herd immunity atau kekuatan komunal dengan melakukan vaksin dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
”Batam sudah ready menyambut wisman-wisman dari pintu mana saja. Sudah siap menyambut kedatangan massal wisman,” pungkas Ardi. (*)
ILUSTRASI: Roby Satria alias Roby Geisha (Dhimas Ginandjar/JawaPos.com)
batampos – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan bahwa musisi yang baru-baru ini ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba adalah adalah Roby Satria, gitaris dari Geisha. Roby ditangkap di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan bersama dengan rekannya berinisial AR.
“Iya benar (Roby Satria-Red),” ujar Zulpan saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/3).
Saat ditanya ihwal hukuman yang menanti Roby lantaran ia sudah berulang kali kedapatan menyalahgunakan narkoba. Zulpan belum memberikan responsnya.
Ini adalah yang ketiga kalinya Roby berurusan dengan pihak kepolisian karena kasus yang sama. Sebelumnya, Roby juga pernah tersandung kasus narkoba pada 8 Oktober 2013. Dia kedapatan memiliki ganja dan berujung pada vonis penjara satu tahun.
Tak berhenti sampai di sana, Roby Satria kembali ditangkap karena kasus yang sama pada 2015. Saat itu, dia terciduk menerima ganja seberat 1,5 gram dari seseorang yang dibawa oleh tukang ojek online pada 19 November 2015. (*)
batampos – Performa motor RC16 milik KTM makin moncer di MotoGP. Kemarin (20/3), pabrikan Austria itu untuk kali kedua berturut-turut mengantar pembalapnya meraih podium musim ini. Itu setelah Miguel Oliveira menjadi kampiun GP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika.
Di balapan perdana 2022, GP Qatar (6/3), pembalap KTM Brad Binder menduduki podium kedua.
Miguel Oliveira, pembalap dari tim Red Bull KTM Factory Racing melakukan selebrasi usai berhasil menjadi juara MotoGP seri sirkuit Mandalika, Lombok, Minggu (20/9).
Itu membuktikan bahwa mesin V4 milik KTM tak hanya punya power mesin besar, tapi juga makin mudah diajak berakselerasi dan melibas tikungan. Apalagi, balapan kemarin dilaksanakan di tengah trek basah setelah hujan lebat. Balapan grand prix kelas premium pertama dalam 25 tahun di Indonesia itu pun tertunda 1 jam 15 menit menunggu hujan reda.
Sebelum hujan turun, pihak MotoGP memutuskan memperpendek balapan MotoGP menjadi 20 lap dari rencana awal 27 lap. Penyebabnya, cuaca panas yang ekstrem. Balapan Moto2 juga diperpendek dari 25 lap menjadi 16 lap.
”Suasananya seperti rollercoaster,” ucap Oliveira dilansir Motorsport. ”Awalnya cuaca sempurna. Ternyata hujan turun. Sulit menentukan limit di tengah kondisi seperti ini,” tambah pembalap 27 tahun tersebut.
Tarian Oliveira di tengah trek basah Mandalika dimulai sejak start. Mengawali balapan dari posisi tujuh, pembalap Portugal itu langsung bermanuver meliuk di tengah kerumunan rider untuk loncat ke posisi dua sebelum tikungan pertama.
Setelah menempel pembalap Ducati Jack Miller yang memimpin lomba di lima lap pertama, Oliveira mengambil alih posisi itu. Dia lantas bertahan di posisi terdepan sampai balapan berakhir.
Pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo yang berusaha menangkapnya di lap-lap terakhir hanya sanggup mengakhiri balapan dengan jarak 2,205 detik di belakangnya.
”Aku memilih mengikuti Jack dulu. Setelah yakin bisa lebih cepat, baru aku melakukan overtake. Setelah itu aku hanya berusaha fokus semaksimal mungkin,” ucap Oliveira dilansir Crash. Ini kemenangan keempat Oliveira dalam musim keempatnya di MotoGP. Hasil itu sekaligus kebangkitannya pasca gagal finis di balapan perdana 2022 GP Qatar.
Di sisi lain, Quartararo yang berangkat dari pole position sama sekali tidak kecewa hanya menduduki podium kedua. Pembalap Prancis itu malah puas karena itu podium pertamanya di tengah lintasan basah.
Sebelumnya, juara dunia MotoGP 2021 itu memang terkenal selalu tampil buruk saat berpacu di lintasan basah. ”Aku tidak mengira bisa tampil sebaik ini (di lintasan basah),” ucap pembalap 22 tahun tersebut.
Sementara itu, pembalap Repsol Honda Marc Marquez batal tampil di GP Indonesia setelah mengalami kecelakaan ketiganya di Mandalika sepanjang akhir pekan ini pada sesi warm up. Di insiden terakhir itu, dia mengalami highside atau terpental dari motor dan menghantam permukaan aspal dengan keras di tikungan tujuh.
Marquez masih bisa berdiri setelah insiden tersebut. Namun, dia langsung dilarikan ke rumah sakit Mataram. Beberapa saat kemudian Repsol Honda memastikan Marquez tidak bisa mengikuti race setelah didiagnosa mengalami gegar otak ringan.
”Kecelakaan kali ini terlalu brutal. Kami perlu menganalisisnya lebih lanjut,” ucap Manajer Repsol Honda Alberto Puig kepada Motorsport. (*)
batampos-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak menyambut baik gagasan Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadikan Pulau Penyengat, Tanjungpinang sebagai salah satu Kampung Restorative Justice (JR). Menurut Jumaga, ini adalah bagian dari reformasi dibidang hukum.
Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, dan Ketua LAM Kepri, Abdul Razak berbincang dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Gerry Yasid dalam peluncuran Kampung Restorative Justice (RJ) di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Rabu (16/3) lalu. F. Humas DPRD Kepri
“Kita sangat mengapresiasi kehadiran Kampung Restorative Justice (RJ) di Pulau Penyengat, yang diluncurkan secara virtual oleh Jaksa Agung Republik Indonesia St Burhanuddin, Rabu (16/3) lalu,” ujar Jumaga Nadeak, Minggu (20/3) di Tanjungpinang.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, restorative justice merupakan implementasi dari salah satu agenda reformasi tahun 1998 yaitu, reformasi di bidang hukum. Lebih lanjut katanya, Kampung RJ ini spektrumnya jauh lebih luas. Sehingga bisa menjadi media edukasi dibidang hukum tentunya.
“Karena kita juga mendidik dan mengedukasi masyarakat bagaimana memiliki sikap saling memaafkan, saling peduli, dan saling memahami,” jelasnya.
Sementara itu, Kajati Kepri Gerry Yasid mengatakan, di seluruh kabupaten/kota di Kepri yang menjadi kewenangan Kejati Kepri telah terbentuk 5 Kampung RJ yang telah dilaunching pada beberapa hari yang lalu. Menurutnya, ini adalah gagasan dari Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Pengarahan yang disampaikan Kajagung, Kampung RJ ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat atau kemaslahatan daerah,” ujar Gerry Yasid.
Dijelaskannya, Kampung RJ merupakan sebuah upaya pelembagaan restorative justice oleh Kejaksaan RI di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kepri. Restorative justice adalah prinsip penyelesaian permasalahan dengan perdamaian dan musyawarah.
“Prinsip tersebut telah diterapkan oleh kejaksaan dalam penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang mengedepankan perdamaian dengan melakukan musyawarah antara pihak tersangka, keluarga tersangka, korban, keluarga korban, dan disaksikan oleh tokoh masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut katanya, konsep keadilan restoratif merupakan suatu konsekuensi logis atas asas “ultimum remedium” yaitu asas pidana merupakan jalan terakhir, sebagai pengejawantahan asas cepat, sederhana, dan biaya ringan. Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, sambungnya, dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kepentingan korban, dan kepentingan hukum lainnya.
“Konsep keadilan restoratif utamanya ditujukan untuk memulihkan perdamaian dan harmoni di dalam masyarakat. Sejak 2020 sampai 2022 berjalan ini, Kejaksaan di Kepri telah menyelesaikan lebih kurang 11 perkara lewat restorative justice,” tutup Gerry Yasid.(*)
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah. (dok Jawapos)
batampos – Pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) dalam upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Pasalnya, ada ratusan WNI yang kini terancam hukuman mati.
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah mengungkapkan, saat ini masih ada 205 WNI termasuk pekerja migran yang menghadapi ancaman hukuman mati. Jumlah tersebut tersebar di berbagai negara. Terbanyak, di Malaysia. ”Di Arab Saudi masih ada tiga. Ada juga di Tiongkok, Singapura, dan Qatar,” ujarnya.
Fakta tersebut pun diminta untuk tidak dibiarkan. Pemerintah harus memaksimalkan bantuan hukum, konsuler, dan diplomasi. Termasuk, diplomasi tingkat tinggi dan kepala negara.
Diakuinya, saat ini bantuan hukum, konsuler, dan diplomasi ini memang sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Mengingat, sebelum tahun 2011, banyak kasus sulit dibebaskan lantaran pemerintah Indonesia belum memiliki lawyer tetap di negara tersebut. Selain itu, tidak ada data hingga pemantauan terhadap WNI yang terjadi. Sehingga, pendampingan hukum sering kali terlambat. Padahal, harusnya dilakukan sejak awal kasus muncul.
Meski begitu, menurutnya, nyawa para WNI tersebut masih bisa diselamatkan dengan memaksimalkan high level diplomacy saat ini. ” Karena high level diplomacy meaningfull untuk perlindungan warga, tidak hanya soal kerjasama ekonomi,” tegasnya.
Ia juga berharap, pemerintah Indonesia segera menghapuskan hukuman mati. Karena, hal tersebut merupakan pelanggaran HAM. ”Seperti yang kita selalu sampaikan kepada Saudi untuk menghentikan eksekusi mati yang merupakan pelanggaran HAM, pun demikian juga dengan pemerintah Indonesia,” paparnya.
Sebelumnya, dua orang WNI telah dieksekusi di Arab Saudi pada Kamis (17/3). WNI bernama Agus Ahmad Arwas (AA) alias Iwan Irawan Empud Arwas dan Nawali Hasan Ihsan (NH) alias Ato Suparto bin Data dihukum mati atas kejahatannya dalam kasus pembunuhan sesama WNI.
Kasus yang menjerat keduanya terjadi pada Juni 2011 silam. AA dan NH ditangkap polisi Saudi bersama Siti Komariah (SK) atas tuduhan pembunuhan WNI bernama Fatmah atau Wartinah. Fatmah ditemukan tewas dengan tanda-tanda kekerasan fisik dan seksual pada tubuhnya. Ketiganya pun didakwa melakukan pembunuhan berencana. Di mana kemudian, AA dan NH mengakui aksi kejinya dengan alasan dendam atas penganiayaan yang dilakukan korban terhadap mantan istri NH.
”AA dan NH divonis hukuman mati pada 16 Juni 2013. Keduanya kemudian mengajukan banding namun tetap divonis mati pada 19 Oktober 2018,” Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. Sedangkan SK divonis hukuman penjara selama 8 tahun dan 800 kali hukuman cambuk.
Dia menegaskan, selama ini pemerintah, baik melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah telah melakukan berbagai upaya pendampingan dan litigasi di berbagai tingkatan persidangan. bahkan sampai saat-saat terakhir jelang eksekusi, semua jalur komunikasi pada tingkat tinggi dijalankan guna mendapatkan keringanan hukuman. Bahkan Presiden pun sudah bersurat secara pribadi kepada Raja Arab Saudi pada Juli 2011 dan Maret 2019 untuk meminta keringanan hukuman bagi kedua WNI tersebut. (*)
batampos – Sejarah baru telah lahir. Ganda putra muda Indonesia Bagas Maulana/Mohammad Shohibul Fikri sukses menjadi juara All England 2022. Pada final di Utilita Arena, Birmingham, tadi malam (20/3), Bagas/Fikri mengalahkan ganda nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohmamad Ahsan.
Bagas/Fikri menang dalam dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-13. “Senang dan bangga bisa melangkah sejauh ini. Apalagi bisa menang dari senior kami sendiri untuk menjadi juara. Benar-benar bangga,” kata Bagas dalam wawancara setelah pertandingan di mixed zone dengan BWF.
F. Badminton Photo Selebrasi Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri usai menjuarai All England 2022.
Bagas mengatakan bahwa mereka tidak melakukan persiapan khusus untuk meng-hadapi Hendra/Ahsan yang sejatinya merupakan partner latihan sendiri. Sebelumnya, ganda nomor 28 dunia itu juga menghadapi ganda Indonesia yang menempati posisi nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Suka-muljo di semifinal.
“Kami bersiap seperti sebelumnya, seperti biasanya saja. Selalu fokus, tidak takut, dan berjuang sampai akhir,” ucap Fikri yang sempat meneteskan air mata haru.
Pada game pertama, pertandingan berjalan dengan ketat. Bagas/Fikri unggul 14-11 dan 16-14. Namun, Hendra/Ahsan mampu terus mengejar dan berbalik unggul dengan skor 19-18.
Dalam situasi kritis, Bagas/Fikri lepas dari tekanan, mencetak tiga angka beruntun, untuk mengambil game pertama dengan skor 21-19.
Di game kedua, kondisi Ahsan terlihat tidak fit. Dia sampai menjalani perawatan medis pada betis kanannya. Cedera itu sejatinya sudah mengganggu Ahsan sejak babak perempat final.
Cedera itulah yang membuat Hendra/Ahsan tidak maksimal dalam final ini. Tak maksimalnya Ahsan, menjadi keuntungan untuk Bagas/Fikri. Mereka unggul 11-8, 14-9, dan memungkasi pertandingan dengan skor 21-13 pada game kedua.
Buat Bagas/Fikri, keberhasilan ini menjadi momen monumental karena langsung merebut gelar juara pada penampilan perdana di All England. Mereka juga melewati jalan yang berat untuk mencapai podium juara.
Usai menyingkirkan sesama ganda muda Tanah Air, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Rambitan, pada babak pertama, Bagas/Fikri langsung dihadapkan pada unggulan kedelapan, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.
Lawannya asal Malaysia itu berhasil dikalahkan lewat pertarungan tiga gim 24-22, 13-21, dan 21-17. Lawan lebih berat menanti di perempatfinal, juara dunia Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, unggulan ketiga All England 2022.
Bagas/Fikri tampil gemilang untuk mencatatkan comeback dramatis. Mereka lolos ke semifinal dengan skor 16-21, 21-16, dan 22-20.
Bagas/Fikri terus melaju, giliran seniornya di pelatnas dan peringkat satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang berhasil dilibasnya. Setelah merebut set pertama, Bagas/Fikri kehilangan gim kedua. Tapi ganda Indonesia ini memastikan tiket final di game penentuan dengan 22-20, 13-21, dan 21-16. (*)
Kasus Covid-19 pada Minggu (20/3) bertambah 5.922 sehari. Sayangnya pengujian atau testing juga terlihat menurun yakni hanya 122 ribu spesimen sehari. (dok BNPT)
batampos – Kasus Covid-19 pada Minggu (20/3) bertambah 5.922 sehari. Sayangnya pengujian atau testing juga terlihat menurun yakni hanya 122 ribu spesimen sehari. Rata-rata jumlah tes sehari sebelumnya bisa mencapai 400-500 ribu sehari. Kini total sudah 5.962.483 orang terinfeksi Covid-19.
Kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 3 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta 1.167 kasus. Jawa Barat 1.127 kasus. Jawa Tengah 658 kasus.
Angka kesembuhan harian bertambah mencapai 15.829 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus 5.589.057 orang.
W samping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 139 jiwa. Paling banyak angka kematian disumbang Jawa Tengah 45 jiwa. Total sudah 153.738 jiwa meninggal dunia
Jumlah kasus aktif turun 10.046 orang. Kini jumlah kasus aktif atau orang yang masih sakit atau belum berstatus negatif. Kini kasus aktif tersisa 219.688 orang.
Positivity rate orang harian 7,66 persen atau hampir 2 kali batas WHO. Dan positivity rate orang mingguan di angka 9,24 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (*)
batampos – Juara MotoGP Indonesia Miguel Oliveira menyebut akhir pekan ini ”emotional roller coaster”. Sedangkan Pol Espargaro menganggapnya ”up and down weekend”. Dua frasa berbeda dengan arti yang sama itu memang pas untuk menggambarkan kembalinya balapan kelas premium tersebut ke tanah air setelah 25 tahun absen.
Setelah melalui drama demi drama, akhirnya balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), happy ending kemarin (20/3). Tanpa insiden berarti, tanpa kecelakaan berat.
Penonton yang harus menunggu dua jam lantaran start ditunda akibat hujan lebat bisa pulang dengan membawa memori menyenangkan. Andai saja hujan tak reda satu jam kemudian, sudah pasti balapan akan dibatalkan. Sebab, mustahil menggelar balapan malam hari di Sirkuit Mandalika.
Bisa dibayangkan betapa kecewanya Bambang Hermansyah dari Sidoarjo, misalnya, yang mengendarai motor dari rumah, lalu menumpang kapal dari Tanjung Perak, Surabaya, selama 19 jam untuk bisa sampai ke Lombok. Atau keluarga Wahyu yang berkendara mobil dari Jombang dan terpaksa mengantre enam jam di Pelabuhan Padang Bai ”hanya” untuk bisa masuk ke kapal feri menuju Pelabuhan Lembar, Lombok. Semuanya mengisahkan perjuangan mereka kepada Jawa Pos tanpa mimik lelah. Yang penting bisa menonton MotoGP.
Itu hanya setitik dari sebegitu banyak kisah heroik lain fans MotoGP Indonesia yang sudah menahan rindu seperempat abad untuk menyaksikan aksi-aksi menegangkan para penunggang kuda besi paling masyhur sedunia. Dan, kemarin kerinduan itu terbayar lunas.
Bahkan, ketika menunggu start yang tertunda, penonton mendapat tontonan bonus ”aksi teatrikal” Istiati Wulandari atau yang akrab disapa Rara yang berjuang memindahkan hujan. Sebuah tontonan yang tidak pernah ada dalam sejarah MotoGP.
Rara terlihat berjalan mengelilingi lintasan sirkuit. Dia membawa alat berupa kendi yang terbuat dari besi berwarna kekuningan. Dia memukul-mukul kendi sambil berjalan.
Kontan saja kondisi itu memantik perhatian penonton dan para pembalap. ”Saya melakukan pengalihan hujan supaya tidak turun di sirkuit,” kata Rara kepada wartawan kemarin (20/3).
Ritual yang dilakukannya bertujuan untuk menggeser hujan ke sisi selatan dan utara. Sehingga tidak turun di arena sirkuit. Menurut dia, apa yang dilakukannya sudah disetujui panitia. ”Atasan saya di sini Pak Erick Thohir dan Pak Jokowi. Saya lakukan agar acara ini aman,” katanya.
Pantauan Jawa Pos kemarin memperlihatkan sejumlah peralatan yang dipakai Rara untuk beraksi. Dia membakar setumpuk kayu hingga asapnya membubung ke angkasa. Di tengah-tengah api tampak beberapa batang es batu.
Ada juga kolam yang dikelilingi beberapa sesajen. ”Kita bersyukur sekarang hujan sudah reda,” ujar perempuan itu.
Untuk melaksanakan tugasnya, Rara mengaku digaji Rp 5 juta. Dia bekerja sejak 1 Maret hingga hari ini (21/3). Artinya, selama 21 hari bekerja, dia bisa mengantongi Rp 105 juta.
Bagi fans, yang mereka inginkan hanyalah tontotan yang seru dari adu kebut pembalap-pembalap MotoGP beradu siku dan lutut di atas lintasan. Tapi, untuk bisa menyajikannya dengan ”sempurna”, itu sama sekali tidak mudah. Investasi Rp 3,6 triliun untuk membangun sebuah sirkuit baru ternyata hasilnya mengecewakan rider-rider MotoGP saat mereka mengujinya pada tes pramusim bulan lalu. Alhasil, ITDC sebagai pemilik sirkuit harus mengaspal lagi sebagian lintasan yang tentu saja mengeluarkan dana tambahan.
Selama akhir pekan balapan kemarin, komplain pembalap tentang banyaknya kerikil yang terlontar akibat dihajar ban motor MotoGP atau aspal yang mengelupas sudah berkurang. Tapi, tetap ada. ”Aku rasa mereka (pengelola) harus mengaspalnya lagi semuanya. Dan, saya dengar memang itu yang akan mereka lakukan setelah ini,” ungkap pembalap Suzuki Ecstar Alex Rins seusai balapan kemarin.
Bahkan, di tengah balapan kemarin, Rins mengaku masih terkena banyak lontaran kerikil ketika membalap di belakang rider lain. Wakil Direktur MGPA Cahyadi Wanda menyebutkan, keputusan untuk mengaspal ulang seluruh atau sebagian lintasan masih menunggu evaluasi Dorna dan FIM setelah perhelatan MotoGP ini.
Yang pasti, Jumat (18/3) lalu Sirkuit Mandalika telah mendapatkan status grade A dan dianggap layak untuk menyelenggarakan MotoGP. ”Nanti kita tunggu catatan setelah race,” kata Cahyadi.
Sumber Jawa Pos menyebutkan, pengaspalan ulang dari tikungan 16,5 sampai tikungan 5,5 adalah solusi temporer. Yakni, hanya untuk pergelaran MotoGP Indonesia. Setelah itu, rencananya dilakukan pengaspalan total dengan mengikuti standar FIA. Targetnya adalah menyelenggarakan Formula 1 di Sirkuit Mandalika.
Pada dasarnya, sebaik apa pun sirkuit dibangun jika tidak sering dilintasi akan lebih mudah rusak. Karena itu, perlu juga digelar event atau kegiatan lain yang memungkinan sirkuit tersebut digunakan secara berkala.
Menyaksikan begitu militannya penonton di Sirkuit Mandalika sepanjang akhir pekan kemarin sudah semestinya ITDC dan MGPA menyadari bahwa ada begitu banyak rakyat Indonesia yang akan sangat bahagia jika MotoGP terlaksana dengan baik, terjangkau, dan mudah diakses.
Mengingat masih banyak juga sejumlah infrastruktur di sekitar sirkuit yang harus diselesaikan. Mengulang harapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno: ”Jangan sampai orang kapok nonton MotoGP di Lombok.”
Jagoan Jokowi Jadi Runner-up
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin ikut menonton MotoGP di Mandalika. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat bertemu dengan CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta.
Saat sampai di Sirkuit Mandalika, Jokowi dan rombongan disambut Komandan Lapangan MotoGP Mandalika Hadi Tjahjanto. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyapa penonton di tribun. Tim Jupiter Aerobatic Show Pesawat TNI-AU turut memeriahkan perhelatan balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan mempertunjukkan atraksi.
Saat hujan lebat, Jokowi mengunjungi paddock Sirkuit Mandalika dan menanyakan kepada Carmelo Ezpeleta apakah balapan harus ditunda. Dia menyampaikan harus dilakukan observasi dan melihat kondisi. ”Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika,” kata Ezpeleta.
Kepala negara mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan. Terutama kepada masyarakat NTB. ”Juga seluruh pihak, baik penyelenggara maupun seluruh pekerja yang telah bekerja siang malam menyiapkan event besar ini,” ungkapnya.
Jokowi mengakui memang masih ada hal-hal yang perlu dievaluasi. ”Saya kira ini event jangka panjang. Tahun depan akan kita perbaiki lagi apabila ada kekurangan,” katanya.
Saat penyerahan trofi, Jokowi turut naik ke podium. Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku menjagokan Fabio Quartararo di Mandalika. ”Awalnya menjagokan Marc Marquez. Tetapi karena dia nggak ikut, ganti ke Fabio Quartararo. Juara dua,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub melansir kemarin telah menyiapkan total 59 penerbangan tambahan. Perinciannya, 38 extra flight, 14 charter flight, dan 7 positioning flight dengan jumlah total 9.392 kursi. Itu diperuntukkan antisipasi kepadatan dari dan ke Lombok.
Budi menyatakan telah berkoordinasi dengan pemangku pengelola bandara maupun maskapai untuk mempersiapkan tiket go show atau pembelian tiket langsung. Sebelumnya disiapkan pesawat berbadan besar jenis Boeing 777 dari Garuda. ”Tetapi, itu saja tidak cukup. Untuk itu, kami mempersiapkan tiket go show untuk rute Lombok–Bali,” ujarnya.
Bali menjadi jujukan karena hotel di Mandalika terbatas. Sejak Jumat (18/3) hingga kemarin pagi, terjadi peningkatan jumlah penumpang ke Mandalika. ”Alhamdulillah, hingga hari ini (kemarin) pelayanan konektivitas transportasi berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain melalui transportasi udara, Kemenhub telah menyiapkan sarana transportasi laut. Baik melalui kapal penumpang maupun kapal ro-ro menuju ke sejumlah daerah seperti Bali, Surabaya, dan sekitarnya. (*)