
batampos – Kemarin (28/3) Kementerian Kesehatan akhirnya memberikan komentar terkait polemik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan dr Terawan Agus Putranto SpRad. Meski tidak tegas, Menkes Budi Gunadi Sadikin berjanji akan membantu mediasi hal tersebut.
Pada 2018 Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) membeberkan pelanggaran kode etik kedokteran yang dilakukan Terawan. MKEK menyatakan bahwa tidakan terapi atau pengobatan terhadap stroke iskemik kronis dengan brain washing (BW) melalui metode diagnostic digital substraction angiography (DSA) melanggar. Pelanggaran yang dimaksud meliputi iklan yang berlebihan dan mengklaim tindakan itu untuk pengobatan dan pencegahan. Selain itu juga menjanjikan kesembuhan pada pasien yang ditangani.
Selain itu, MKEK menilai bahwa Terawan tidak kooperatif saat dipanggil untuk menghadiri siding Kemahkamahan. MKEK juga menemukan bahwaTerawan menarik bayaran dalam jumlah besar pada tindakan yang belum ada evidence based-nya.
Disebabkan oleh hal ini, pada tahun yang sama MKEK memecat sementara Terawan sebagai anggota IDI. Pemecatan ini berlaku hanya 12 bulan dari 26 Februari 2018 sampai 25 Februari 2019. Namun lagi-lagi tidak ada itikad baik. Sehingga pada 24 Maret saat Muktamar IDI XXX di Banda Aceh, diputuskan bahwa Terawan diberhentikan permanen. Pemberhentian ini dilakukan oleh PB IDI selambatnya 28 hari kerja.
Keputusan ini membuat kontroversi. Menkes Budi angkat bicara. Dia minta agar semua pihak fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Sebab Indonesia akan transisi dari pandemi ke endemi. “Untuk itu agar kita fokus. Sangat perlu waktu dan tenaga diarahkan pada menangani pandemic,” ujarnya kemarin.
Budi mengaku bahwa dirinya memahami kondisi organisasi profesi kesehatan. Menurutnya masing-masing organisasi memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Mereka juga punya kewenangan untuk mengatur anggotanya. ”Dan saya pahami undang-undang praktek kedokteran No 29 tahun 2004 telah beri amanah pada IDI untuk pembinaan dan penawasan pada anggotanya,” kata Budi.
Dia berharap agar IDI bisa berkomunikasi dengan baik kepada seluruh anggotanya. ”Kami akan bantu mediasi antara IDI dan anggotanya agar komunikasinya semakin baik sehingga situasi menjadi kondusif,” bebernya. Budi memberikan pesan tersirat agar tidak mudah diadu domba.
Sekali lagi Budi menegaskan agar seluruh pihak fokus. Banyak pekerjaan rumah dari sektor kesehatan yang belum diselesaikan. “Stunting, angka kematian ibu, angka kematian bayi. Menekan penyakit hipertensi dan diabetes, penyakit menular seperti TBC,” bebernya. (*)
Reporter: JP Group


