batampos – Kecelakaan maut terjadi di wilayah Bantul, Jogjakarta. Insiden ini melibatkan sebuah bus pariwisata yang menabrak tebing.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan, sampai dengan saat ini tercatat ada 13 korban tewas dalam insiden ini. Korban ada yang meninggal di tempat dan saat tiba di rumah sakit.
“Sewaktu kita datang itu sudah 4 orang dinyatakan meninggal, kemudian entah itu dalam perjalanan atau sedang dalam perawatan, bisa saya katakan sampai saat ini sudah 13 orang meninggal,” kata Ihsan dalam konferensi pers di Polres Bantul, Minggu (6/2).
Jumlah korban tewas ini merupakan hasil pendataan di 3 rumah sakit. Yakni di Rumah Sakit Panembahan Senopati, Rumah Sakit PKu Muhammadiyah, dan Rumah Sakit Nur Hidayah.
“Adapun korban tewas tercatat paling muda berusia 10 tahun. Sedangkan tertua 75 tahun. “Ada 3 balita masih dalam perawatan,” jelas Ihsan.
Diketahui, bus GA Trans dengan nomor polisi AD 1507 EH mengalami kecelakaan di Bukit Bego, Pedukuhan Kedungbuweng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Minggu (6/2). Kendaraan meluncur dari atas bukit hingga menghantam tebing di sisi kanan jalan.
Bus ini diketahui membawa penumpang asal Solo, Jawa Tengah. Mereka baru saja menikmati liburan di hutan pinus Mangunan. Selanjutnya rombongan akan menuju pantai Parangtritis.
Kecelakaan diduga akibat rem bus blong. Akibat hantaman yang begitu keras, bus mengalami kerusakan parah, terutama di bagian depan dan samping kanan kendaraan. (*)
Pondasi untuk papan reklame yang berada d tepi jalan Sudirman Baloi terlihat dipasang garis PPNS Line, Minggu (6/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos- Rencana pendirian sebuah billboard atau papan reklame di Jalan Yos Sudarso ditolak Indomobil Batam. Sebab, papan reklame itu tepat berada di depan Indomobil Batam, sehingga menutup lokasi usaha mereka.
General Affair Indomobil Batam, Agus Santoso mengatakan, di depan lokasi usaha mereka telah dilakukan penggalian pondasi untuk kontruksi papan reklame yang diperkirakan berukuran jumbo tersebut. Pihaknya juga telah meminta izin pemasangan papan reklame itu, namun izin usaha itu belum bisa ditunjukkan ke Indomobil Batam.
“Intinya kita sebagai pemilik lokasi yang ditutup billboard, sangat keberatan. Karena lokasi kita itu digunakan untuk usaha dan kebetulan orang yang memasang billboard itu tidak menunjukkan izin resmi dari BP Kawasan,” ujarnya, Minggu (6/2).
Atas kejadian tersebut, Indomobil Batam telah mengirimkan surat keberatan untuk pemasangan billboard itu ke Direktur Kawasan BP Batam. Agar pemasangan billboard tersebut bisa ditinjau ulang.
“Belum menunjukkan (izinnya), oleh karena itu kami menunjukkan surat keberatan. Juga tidak ada komunikasi sama kita untuk pemasangan itu,” katanya.
Dalam surat yang dilayangkan itu, Indomobil Batam berharap kepada Direktur Kawasan BP Batam untuk memperhatikan dan meninjau kembali keberadaan konstruksi papan reklame itu. Dengan mempertimbangkan dari sisi etika, estetika dan keserasian terhadap lingkungan pelaku usaha disekitar lokasi konstruksi papan reklame itu.
“Sebetulnya kalau dari estetika, tanpa billboard lebih bagus kota itu. Jadi secara estetika tidak bisa diterima kalau di depan usaha orang lain,” tuturnya.
Setelah adanya surat yang dilayangkan itu, Agus mengatakan bahwa saat ini pondasi kontruksi papan reklame tersebut telah dilakukan penyegelan oleh penyidik PPNS. Penyegelan itu dilakukan, Jumat (4/2) lalu sekitar pukul 19.00 WIB atau satu hari setelah Indomobil Batam mengirimkan surat ke BP Batam.
“Kami juga sangat mengapresiasi, bahwa keberatan kami langsung ditanggapi oleh pemerintah dengan adanya penyegelan tersebut,” tuturnya.
Agus menambahkan, selama ini Indomobil Batam selalu mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam rangka memajukan dan mendukung pembangunan untuk mempercantik Kota Batam.
“Kalau bilang untuk mempercantik kota kita juga siap mendukung rencana pemerintah untuk mempercantik kota. Kalau memang harus bikin taman dan lain kita siap. Karena sebelumnya juga kita buat taman disitu,” imbuhnya. (*)
Incirenator tanpa asap yang terbuat dari bahan-bahan bekas sangat terbantu untuk pembakaran sampah yang ramah lingkungan.f,AZMI
batampos- Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), kembali melakukan gotong royong (Goro) bersama Laskar Melayu Serumpun (LMS) Kepri, Babinsa dan Lurah Tanjung Balai. Pengurus MPL Karimun Azmi menjelaskan kehadiran MPL ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap manfaat incirenator tanpa asap yang terbuat dari bahan-bahan bekas dan ramah lingkungan.
” Perlu saya jelaskan disini Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) melibatkan semua unsur, mulai dari pihak Kelurahan, RT, RW, ormas yang mempunyai satu tujuan untuk membersihkan lingkungan disekitarnya,” kata Azmi, Minggu (6/2).
Selain mengajak masyarakat untuk menggalakan goro, pihaknya melakukan sosialisasi terhadap alat incirenator yang ramah lingkungan dan bisa dibawa kemana-mana. Artinya, alat pembakaran sampah ini bisa membakar sampah tanpa asap dan cepat. Sehingga, sampah-sampah rumah tanga maupun sampah daun kering langsung kita bakar di tempat.
” Alhamdulillah, minggu lalu kita pakai di kelurahan Tanjung Balai Kota. Dan, kemarin ada permintaan pihak kelurahan Tanjung Balai untuk memanfaatkan alat incirenator untuk mengurangi sampah di lingkungannya,” ungkapnya.
Masih kata Azmi yang juga Ketua RW 001 Kelurahan Tanjung Balai Kota, alat incirenator atau alat pembakaran sampah terbuat dari drum bekas, kemudian untuk proses pembakaran hanya menggunakan oli bekas, air untuk penguapan suhu panas dan bensin sedikit untuk menyalakan api. Selanjutnya, tunggu sekitar 20 menit api sudah menyala baru masukkan sampah yang akan dibakar.
” Cukup mudahlah, paling modalnya sekitar Rp200 ribu. Paling penting alat ini ramah lingkungan, lumayan juga pas goro kita berhasil membakar sampah yang diperkirakan satu kontainer atau empat kubik sampah. Semuanya, menjadi abu yang bisa dimanfaatkan untuk pupuk nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua LMS Kepri Datok Azman Zainal menuturkan, sebagai organisasi masyarakat (Ormas) yang dari dulu peduli terhadap lingkungan dan aksi sosial. Sudah terbiasa melakukan gotong royong bersama warga, dalam berbagai kegiatan untuk memberikan contoh kepada masyarakat itu sendiri.
” Paling penting, saya ingin mengajak masyarakat, untuk menggalakan goro. Kalau bukan, kita-kita lagi siapa lagi untuk menjaga kebersihan lingkungan kampung dan juga membantu Pemerintah Daerah,” ucapnya.(*)
Pengurus Klub Batam United FC foto bersama.. f. ist
batampos- Meski dihadang pandemi, bukan berarti pembinaan sepakbola di Batam terhenti. Buktinya, satu klub sepakbola berdiri untuk menggiatkan kembali pembinaan sepakbola Batam dan kepri, yakni Batam United FC.
Diawali dengan pembinaan U-19, pendiri Batam United FC, Yudi Chandra menegaskan pihaknya mendirikan klub ini dengan tujuan untuk menyelamatkan mimpi pesepakbola muda Batam. Dengan pembinaan sepakbola di Kepri yang masih difokuskan pada usia dini, muda, dan yunior, pesepakbola di kelompok 16-19 tahun di Kepri kehilangan arah.
“Banyak yang akhirnya terpaksa harus melepas mimpi menjadi pesepakbola lantaran minimnya pembinaan dan kompetisi di Kepri. banyak juga yang harus mengejar mimpi hingga ke Jawa,” urai Yudi, Sabtu (5/2).
Ia menambahkan jika kondisi di Batam dan Kepri, pembinaan pesepakbola seolah-olah terputus di rentang usia 16 tahun. Minimnya kompetisi di rentang usia 16 tahun menjadi salah satu faktor.
“Di SSb, 16 tahun bisa dikatakan sudah terlalu senior, sementara kesempatan untuk melanjutkan jenjang pembinaan di usia itu (16 tahun keatas, red) di Batam dan Kepri bisa dikatakan sangat terbatas,” keluhnya.
Hal ini menjadi dasar bagi Yudi Chandra dan rekan-rekannya untuk mendirikan Batam United FC. “Kami membuka kesempatan bagi pesepakbola muda di Batam dan Kepri yang ingin bergabung dan meneruskan pembinaan sepakbola,” ajaknya.
“Dengan metode pelatihan baik itu fisik, skill, dan strategi bermain sekelas klub sepakbola tanpa dipungut biaya,” tegas Yudi.
Melalui Batam United FC, pesepakbola Batam bisa kembali merajut mimpi menjadi pesepakbola tingkat nasional. Yudi menegaskan jika pihaknya telah menyiapkan serangkaian metode pelatihan lanjutan untuk pemain-pemainnya.
“Tentu saja, lolos seleksi menjadi syarat utama bagi pesepakbola Batam dan Kepri untuk bisa bergabung,” tegasnya.
Tiga lokasi seleksi telah disiapkan oleh Batam United FC. Seleksi pertama akan dilaksanakan Minggu (13/2) di lapangan Rusun Sekupang, untuk BUFC Red. Sedang seleksi kedua dilaksanakan di lapangan Sekolah Yos Sudarso, Minggu (20/2) untuk BUFC Green. Dan terakhir seleksi BUFC Blue di Lapangan Tribun Batuampar, Minggu (27/2). “selain seleksi pemain, ajang ini juga menjadi pra launching BUFC,” urai Yudi.
Selain berlatih, pemain hasil seleksi masing-masing lokasi akan menjalani kompetisi internal. Kompetisi internal ini dimaksudkan sebagai seleksi lanjutan untuk mencari pemain inti BUFC.
Pemain inti BUFC ini yang akan diturunkan di kompetisi Liga Batam. Liga 3, dan BSJ (Batam-Singapura-Johor) Internasional Soccer League atau Kepri Soccer League. Berlaga dengan klub atau akademi sepakbola Singapura dan Malaysia menjadi salah satu fokus ujicoba.
“Tak dipungkiri banyak klub atau akademi sepakbola di Singapura dan Malaysia menelurkan atlet sepakbola berprestasi yang menjadi pilar negaranya masing-masing,” kata Yudi.
BUFC, lanjut Yudi, saat ini merupakan ajang menguji konsep pembinaan sepakbola di tingkat klub di Batam. “Tentunya ini akan terus dievaluasi di masa mendatang untuk melihat sejauh mana perkembangannya,” kata Yudi.
“Selain itu juga untuk menentukan format pembinaan tingkat klub yang sesuai di Batam. Harapannya tentu saja di masa mendatang bisa menjadi salah satu klub yang disegani di Indonesia,” tutup Yudi. (*)
– Aksi penjambretan terjadi di sekitar Pasar Tos 3000 Jodoh atau tepatnya di depan Hotel Nasa, Lubukbaja, Jumat (4/2) pagi. Pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario menggasak uang tunai Rp 40 juta milik A, pedagang pasar.
Informasi yang didapatkan, penjambretan itu terjadi saat korban berjualan di pasar sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berjalan kaki dan membawa uang menggunakan kantong kresek.
“Korban ini berjalan ke depan hotel menuju mobilnya. Dia parkirkan mobil di situ,” ujar Ahmad, salah seorang saksi mata.
Ahmad menjelaskan pelaku diketahui berjumlah 2 orang. Saat menarik kantong kresek tersebut, korban terjatuh dan mengalami luka di bagian tangan.
“Korban teriak. Lalu ada beberapa orang yang mengejar, namun pelaku ini menodongkan barang seperti senjata api. Jadi pada takut,” katanya.
Menurut Ahmad, korban sudah kerap sibuntuti pelaku setelah berdagang. Sehingga, pelaku mengetahui kresek tersebur berisikan uang tunai.
“Pastinya pelaku ini sudah tau dengan aktivitas korban,” ungkapnya. Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan sudah menerima laporan korban.
“Benar. Sekarang sedang penyeldiikan dan ditangani unit Reskrim,” ujar Budi.
Dengan kejadian ini, Budi mengimbau masyrakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Serta menghindari membawa barang berharga saat mengendarai motor atau berjalan kaki. “Semoga kasus ini segera terungkap,” tegasnya. (*)
Air Spam yang sampai ke rumah Teguh, warga Nongsa yang keruh dan berminyak, Minggu (6/2). f. yashinta
batampos- Kualitas air bersih atau Spam di sebagian wilayah Kota Batam keruh dan berminyak, Minggu (6/2). Bahkan kondisi tersebut sudah terjadi hampir dua minggu belakangan.
Teguh, warga Nongsa awalnya tak menyadari kualiatas air Spam di rumahnya keruh. Namun, saat dia menguras ember penampungan dan menganti seluruh air dengan yang baru, barulah terlihat air tersebut keruh.
“Saya pikir keruh karena sabu sehabis mandi anak. Tapi pas saya bersihkan, aliran air tetap kotor,” imbuhnya.
Menurut dia, ternyata kondisi air tersebut sudah terjadi sejak hampir 2 minggu. Namun, ia tak sadar karena mandi selalu dengan anak.
“Istri yang bilang, kalau kualitas air sudah keruh hampir dua minggu. Sudahlah keruh, airnya juga berminyak,” Imbuh Teguh.
Hal senada dikatakan Rahmi, warga Nongsa lainnya. Ia kesal karena baju putih yang baru selesai dicuci meninggalkan noda kuning. Padahal, sebelumnya hasil cucian selalu bersih.
“Ternyata pas saya cek, airnya keruh dan bernoda. Kadang ada baunya juga,” imbuhnya.
Rahmi memperkirakan kondisi air keruh ini hanya beberapa saat saja. Namun ternyata terus berlanjut hingga lebih dari seminggu.
“Padahal seminggu terakhir kondisinya panas, tapi air keruh. Kalau hujan mungkin bisa dimaklumi,” ungkapnya.
Sementara, Via warga Batamcenter mengatakan kondisi air di rumahnya tak hanya keruh. Tapi juga bau kaporit yang kuat. “Bau kaporitnya lebih kuat dari biasa,” terangnya. (*)
Ketua IMI Kepri 2022-2026 Rizki Faisal mengibarkan pataka usai menerima dari pimpinan sidang Musprov, Amri, yang digelar di Hotel Beverly, Batam, Sabtu (5/2). F. Ryan Agung/Batam Pos
batampos– Rizki Faisal resmi menakhodai Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri periode 2022-2026. Menjadi satu-satunya calon, Rizki terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Kepri yang digelar di Hotel Beverly, Batam, Sabtu (5/2).
Usai terpilih bersama lima formatur, Rizki Faisal akan menyusun kepengurusan baru untuk periode 2022-2026. “Saat ini yang terpenting adalah secepat mungkin membentuk kepengurusan baru agar roda organisasi tidak berhenti,” tuturnya.
Terkait dengan program kerja mendatang, Rizki mengaku belum bisa memberikan informasi. “Karena pembenahan organisasi internal saat ini adalah yang terpenting untuk dilakukan,” tegas Rizki.
“Generasi milenial juga perwakilan klub-klub otomotif di Kepri menjadi salah satu unsur dalam kepengurusan mendatang,” tegas Rizki.
Dalam penyusunan kepengurusan, Rizki mengaku kekompakan menjadi dasar utama. “Tak ada kawan, atau lawan. yang terpenting adalah kekompakan dalam gerak langkah IMI Kepri di masa mendatang,” ucapnya.
Rizki juga mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya. Ia berusaha untuk berjuang meningkatkan prestasi serta menggiatkan dunia otomotif Kepri. “IMI Kepri banyak dihuni tokoh-tokoh hebat. Tentu saja bersama bantuan tokoh-tokoh seperti Usep RS, Jefri, dan tokoh lainnya,” papar Rizki.
“Semoga pandemi segera berlalu sehingga event otomotif baik itu lokal, nasional, dan internasional bisa kembali digelar di Kepri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IMI Kepri demisioner, Usep RS berpesan agar Ketua IMI Kepri terpilih bisa membawa otomotif Kepri semakin maju dan berjaya. Usep yakin di bawah kepemimpinan Rizki Faisal, IMI Kepri akan semakin diakui di tingkat nasional.
“Visi misi yang diusung oleh Rizki Faisal menunjukkan perhatian dan program kerja yang akan dicanangkannya di masa mendatang. Tak hanya itu, visi misinya juga menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat. Selamat kepada ketua terpilih,” seru Usep.
Sementara itu, Asisten I Pemprov Kepri Raja Heri Mukhrizal saat membuka Musprov berpesan agar IMI Kepri bisa melakukan terobosan-terobosan baru di masa mendatang. Terutama dalam bidang kepabeanan bersama dengan stake holder terkait.
“IMI Kepri adalah tempat pembinaan pembalap muda dan yang telah berprestasi. Juga menjadi sarana silaturahmi dan uji prestasi pembalap Kepri,” tegasnya.
Ia menambahkan di kepengurusan mendatang, IMI kepri harus bisa semakin berpretasi. “Terutama mempersiapkan diri dan meraih prestasi di PON 2024 mendatang,” pinta Raja Heri.
Perwakilan PP IMI Joni Budi Wihandana memberikan apresiasi pada pengurus IMI Kepri demisioner. Menurutnya pengurus IMI Kepri demisioner telah berjuang keras mengembangkan dunia otomotif di Kepri.
“IMI Kepri adalah etalase Indonesia karena letak geografis Kepri. IMI Kepri harus bisa meningkatkan sporttourism untuk bisa meningkatkan pembangunan ekonomi dari sektor olahraga dan pariwisata,” pintanya.
Musprov IMI Kepri diawali dengan pelaksanaan rakerprov, Jumat (4/2). Dalam rakerprov diputuskan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan baru tahun berjalan.
Selain itu, dalam Musprov, IMI kepri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pembalab, klub penyelenggara event, komunitas otomotif, klub penyelenggara akademi, dan tokoh otomotif Kepri. Total sebanyak 123 penghargaan diberikan oleh IMI Kepri dengan beragam katagori. (*)
batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berharap program travel bubble yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia di Provinsi Kepri mendapatkan dukungan dari Pemerintah Singapura. Selain itu, Singapura juga diharapkan memberikan beberapa kebijakan.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad
“Memang kebijakan travel bubble ini adalah langkah yang dibuat sepihak oleh Indonesia. Namun saat pertemuan Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Singapura sudah dibicarakan mengenai masalah ini,” ujar Gubernur Ansar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (2/2) lalu.
Mantan Bupati Bintan ini menjelaskan, evaluasi secara internal, pihaknya sudah meminta durasi karantina diperpendek menjadi tiga hari. Kemudian kepada pemerintah Singapura ia mengharapkan, bagi warga Singapura yang datang berkunjung ke Batam maupun Bintan hendaknya tidak menjalani PCR lagi ketika tiba di Singapura.
“Kita sangat berharap ada kebijakan tindaklanjut antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura, mengenai kebijakan travel bubble yang sudah dibuka,” harap Gubernur.
Menurut Gubernur, adanya kebijakan travel bubble tersebut adalah untuk mengakomodir permintaan dari pelaku pariwisata. Ia tetap yakin, Pemerintah Singapura akan memberikan dukungan terkait kebijakan ini. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan membuka akses untuk semua pintu masuk internasional ke Kepri.
“Semoga kondisi Covid-19 terus terkendali. Sehingga pintu pelayaran internasional disemua pintu masuk di Kepri dapat dibuka,” tutupnya.
Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan, warga Singapura keberatan untuk mendukung kebijakan Travel Bubble di Batam dan Bintan. Karena kebijakan unilateral tersebut belum mendapatkan dukungan dari Pemerintah Singapura.
Politisi Partai Hanura tersebut menjelaskan, Travel Bubble adalah kebijakan sepihak atau unilateral yang dibuat oleh Pemerintah Indonesia untuk Batam dan Bintan. Kebijakan ini sama seperti Vaccinated Travel Line (VTL) yang dibuat sepihak oleh Singapura.
Menurutnya, apabila tidak ada kebijakan lanjutan, maka Travel Bubble Kepri tidak akan memberikan manfaat atau dampak apapun. Karena Travel Bubble adalah kebijakan khusus untuk orang Singapura datang bewisata di Batam dan Bintan pada area khusus.
“Namun warga Kepri tidak bisa ke Singapura melalui kebijakan ini. Bagi yang berkeinginan tentu harus mengikuti kebijakan VTL yang dibuat Singapura,” jelasnya.
Disebutkannya, dari pembicaraan ia dengan sejumlah warga Kepri yang menetap di Singapura. Ada beberapa faktor warga disana keberatan untuk mendukung kebijakan Travel Bubble yang ada di Kepri. Pertama, untuk biaya Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dinilai sangat tinggi.
“Bagi warga Singapura yang ingin ke Bintan atau Batam harus merogoh sekitar 300 Dollar Singapura untuk biaya PCR. Karena mereka harus negative PCR sebelum berangkat. Kemudian ketika pulang dan tiba di Singapura harus kembali di PCR,” jelasnya.
Berikutnya adalah ongkos dan biaya penginapan yang diperhitungkan bisa mencapai 150-200 Dollar Singapura. Masalah lainnya adalah, bagi warga Siangpura yang keluar negeri mereka harus menjalani Stay Home Notice selama sepekan. Tentu kondisi ini akan mengganggu pekerjaan mereka.
“Atas dasar ini, saya berkesimpulan hanya orang-orang tertentu yang memang ada keperluan bisni. Sehingga rela untuk merogoh kocek lebih dalam untuk mengingkuti program Travel Bubble di Kepri,” tegas Rudy.
Pembina Ikatan Muda Tionghoa (ITM) Provinsi Kepri tersebut berharap, ada kebijakan lanjutan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Singapura. Karena tujuan dari kebijakan ini adalah untuk membangkit ekonomi daerah dan pariwisata daerah.
“Jika kebijakan yang dibuat tidak dua arah, maka akan sia-sia energi yang sudah dibuang untuk meluncurkan program Travel Bublle. Karena masalah ini tidak dibahas secara mendatail antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura,” tutup Rudy Chua. (*)
batampos- Kasus covid kembali menggila. Bayangkan, dalam satu hari, Minggu (6/2) ada kasus positif bertambah 36.057 orang. Tes yang dilakukan sangat masif yakni 471 ribu tes spesimen. Kini total sudah 4.516.480 orang terinfeksi Covid-19.
Kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis terus bertambah naik pesat yakni 25.431 kasus. Kini total kasus aktif atau mereka yang membutuhkan perawatan atau masih sakit meroket jadi 188.889 orang.
Provinsi paling banyak konfirmasi kasus positif harian paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 15.825 orang. Lalu disusul oleh Jawa Barat 7.603 orang. Dan Banten 4.649 orang.
Pasien meninggal tiap hari makin naik. Sepekan lalu umumnya masih di bawah 20 jiwa. Hari ini bertambah 57 jiwa. Paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta 32 jiwa. Kini total sudah 144.544 jiwa meninggal dunia karena Covid-19.
Jumlah kasus suspek sebanyak 17.422 kasus. Angka kesembuhan harian sebesar 10.569 orang sembuh per hari. Paling banyak pasien sembuh disumbang oleh DKI Jakarta yakni 7.70p orang. Sehingga angka kumulatifnya bertambah melebihi 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.183.027 orang
Sementara positivity rate orang harian naik di angka 13,58 persen atau lebih dari dua kali batas WHO dan positivity rate orang mingguan (16-22 Januari 2022) di bawah angka 8,32 persen. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota. (*)
ILUSTRASI: Masyarakat membeli minyak goreng di Gogo Supermarket Bengkong Kampung Seraya, Batam, Senin 5 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengakui pemerintah kebablasan membiarkan harga minyak goreng tergantung dengan harga CPO internasional.
”Itu baru temuan kami,” kata Oke Nurwan dalam diskusi secara virtual, Kamis (3/2).
Oke Nurwan menyadari bahwa selama ini hal yang dianggap tenang sewaktu-waktu akan menimbulkan gejolak yang mempengaruhi stabilitas pangan. “Pemerintah selama ini adem ayem, ternyata minyak goreng domestik tidak boleh dibiarkan tergantung dengan harga CPO internasional,” ucapnya.
Ia menuturkan, saat ini pemerintah sedang berupaya melepas ketergantungan harga CPO internasional terhadap minyak goreng. Salah satunya, melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).
“Kami juga sudah siapkan berbagai kebijakan lainnya, jika ini tidak bisa jalan. Saya sudah menyiapkan berbagai langkah yang memang kita harus lakukan,” ucapnya.
Oke Nurwan menambahkan, untuk pemenuhan kebutuhan minyak goreng, pemerintah tidak dapat menunggu pembenahan daru hulu ke hilir, apalagi menunggu temuan terkait penyebab lonjakan harga termasuk kartel di industri minyak goreng. Sebab, minyak goreng merupakan kebutuhan pangan primer.
Baca juga:
Ahli Sebut Pentingnya Vitamin dan Imunomodulator saat Omicron Meluas
“Ibu-Ibu tidak bisa menunggu. Tidak bisa menyalahkan seseorang kartel, harus masuk ke ranah hukum putusan pengadilan. Nggak bisa,” pungkasnya. (*)